Sponsors Link

Trauma pada Anak – Penyebab, Tanda dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Setiap anak berpotensi mengalami trauma baik berupa fisik maupun psikologis, yang bisa didapat baik di lingkungan rumah maupun sekolah dan masyarakat. Trauma pada anak tidak boleh diabaikan karena hal ini akan mempengaruhi proses perkembangan anak terutama perkembangan mental dan karakternya. Jika tidak diatasi, trauma akan berkelanjutan sehingga kehidupan anak hingga dewasa tidak akan tenang. Tentu saja hal tersebut tidak diinginkan, dan sebagai orang tua sudah sepatutnya untuk selalu memantau perkembangan anak sekaligus memastikan anak tidak mengalami trauma dan ketakutan dalam bentuk apapun.

Penyebab Trauma pada Anak

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan trauma pada anak, bahkan orang tua sendiri pun dapat menimbulkan trauma pada anak. Beberapa penyebab yang paling sering membuat anak mengalami trauma yaitu sebagai berikut.

  1. Orang tua sering memarahi dan membentak anak sehingga anak menjadi penakut, juga menimbulkan efek pada mental anak yang sering dibentak dan dampak negatif mengancam anak.
  2. Sering diejek, disakiti dan dibully oleh teman-temannya, sehingga orang tua perlu mengetahui tanda-tanda anak mengalami bullying.
  3. Anak mendapat perlakuan yang tidak adil baik di rumah maupun lingkungan sehingga kepercayaan dirinya menurun dan anak menjadi trauma tidak ingin berinteraksi dengan orang lain.
  4. Anak dikhianati dengan janji yang tidak ditepati atau merasa ditipu hingga akhirnya anak merasa trauma dengan orang yang mengkhianatinya tersebut.
  5. Pernah mengalami kejadian yang sangat menyedihkan, menakutkan atau menyakitkan sehingga menimbulkan kesan yang sangat mendalam dan membuat anak trauma.

Tanda-tanda Anak Mengalami Trauma

Trauma mungkin tidak langsung menimbulkan dampak gejala yang spontan, namun orang tua perlu waspada jika menemukan salah satu atau beberapa tanda berikut pada anak.

  • Anak mengalami perubahan perilaku.
  • Terjadi ledakan emosi yang tidak dapat dikontrol anak.
  • Anak tidak mau melakukan rutinitas seperti biasa, misalnya mogok sekolah.
  • Sering mengompol atau menggigit jari karena merasa cemas atau takut.
  • Suka murung dan melamun atau tidak ceria seperti biasa.
  • Mengalami gangguan tidur dan tidak bersemangat bahkan sering bermimpi buruk.
  • Lebih memilih menyendiri daripada bergaul atau berinteraksi dengan teman dan orang lain di sekitarnya.
  • Terkadang anak melakukan tindakan yang membuatnya menjadi trauma saat sedang bermain, misalnya memukul teman karena ia juga mendapat perlakuan yang sama.
  • Mengalami sakit yang sebelumnya tidak riwayat peyakit tersebut muncul.

Cara Mengatasi Trauma pada Anak

Meski terdadang anak dapat mengatasi sendiri trauma yang dialaminya, kebanyakan anak merasa kesulitan hingga akhirnya mengganggu proses tumbuh kembangnya. Cara efektif mengatasi trauma pada anak yang bisa dilakukan orang tua yaitu sebagai berikut.

  • Selalu dampingi anak, karena anak sangat membutuhkan kehadiran orang tua baik dalam bermain maupun belajar.
  • Bila perlu, temani anak dalam melakukan aktivitas rutin yang santai seperti berjalan ke taman, menonton tv bersama atau mengajak anak untuk berolahraga.
  • Hindarkan anak dari segala sesuatu yang berhubungan dengan yang membuatnya mengalami trauma.
  • Hindari memarahi, membentak dan memukul anak saat ia melakukan kesalahan, juga hindari mengatakan kata-kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak.
  • Bantu anak agar bisa menjadi lebih percaya diri dalam segala hal, dan didik anak agar tidak mudah takut dengan cara mengatasi rasa takut pada anak.
  • Selalu dengarkan keluhan atau curhatan anak dan beri bantuan bila anak membutuhkannya.
  • Pilihkan lingkungan dan teman yang positif agar anak juga tertular segala hal yang bernilai positif.
  • Selalu beri dukungan pada anak dan segera cari tahu jika anak tiba-tiba mengalami perubahan yang tidak wajar.

Trauma pada anak memang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologisnya, karena itu orang tua perlu memperhatikan anak dengan baik agar anak tidak sampai mengalami trauma.

Sponsors Link
, , , , , , , ,
Post Date: Thursday 28th, June 2018 / 05:46 Oleh :