Sponsors Link

5 Tips Memilih Peralatan Makan yang Aman untuk Bayi dan Anak

Sponsors Link

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan, ia akan mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa ini akan timbul beberapa tanda bayi sudah siap menerima mpasi. Dan pada masa inilah para orang tua akan mulai membutuhkan peralatan makan untuk kegiatan makan mereka, selain mereka mulai mempelajari jenis makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi 6 bulan. Di pasaran, ada beragam jenis peralatan makan mulai dari yang beraneka bentuk, beraneka warna, hingga dengan macam-macam gambar menarik. Hal ini pun terkadang menarik bagi para orang tua. Tapi apakah pernah terpikirkan bagaimana keamanan peralatan tersebut bagi kesehatan bayi jangka panjang?

ads

Perlu diketahui bahwa peralatan makanan yang tidak food grade dapat berdampak buruk bagi kesehatan bayi. Hal ini akan dipercepat dan diperparah jika peralatan makan tersebut bersentuhan langsung dengan makanan atau minuman yang bersuhu tinggi. Risiko keracunan akan selalu membayangi kesehatan bayi. Para orang tua pun harus mengetahui cara mengatasi keracunan pada anak dan juga bayi. Untuk itulah diperlukan kecermatan dalam memilih jenis peralatan makan yang aman untuk bayi. Pilihlah peralatan makan yang sudah dinyatakan aman dan sehat untuk bayi.

Baca : Manfaat Sayuran untuk AnakManfaat Buah untuk AnakManfaat Keju untuk BayiManfaat Makan Bersama KeluargaManfaat Liburan Untuk AnakManfaat Mandi Air Hangat untuk Bayi

Untuk dapat memilih peralatan makan yang aman untuk bayi, berikut diberikan beberapa tips yang dapat dijadikan pertimbangan oleh para orang tua:

1. Cermati Tulisan Food Grade pada Peralatan Makan Bayi

Bijak dan cermatlah dalam memilih peralatan makan untuk bayi. Peralatan makan yang aman untuk bayi biasanya sudah berlogo food grade. Jika peralatan makan sudah berlogo ini dapat dipastika aman untuk digunakan. Walaupun mungkin harganya lebih mahal daripada peralatan makan lainnya. Akan tetapi peralatan jenis ini tidak akan menimbulkan bahaya bagi si kecil. Yang harus diingat juga adalah jangan menggunakan peralatan makan bayi untuk makanan yang hangat, apalagi panas.

2. Pastikan Peralatan Makan Bebas BPA

BPA (Bisphenol-A) adalah zat kimia berbahaya yang dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh dan mengganggu sistem kerja kelenjar endokrin. BPA dapat digunakan dalam beberapa peralatan plastik agar tampilannya menjadi bening dan keras. Peralatan yang kelihatan butek atau kusam biasanya terbebas dari BPA. Selain melihat dari tampilannya, dapat juga dilihat dari logo yang tertera. Biasanya ada logo segitiga berbentuk panah dengan nomor di dalamnya. Nomor dalam segitiga ini menunjukkan kode daur ulang. Jika ditemui segitiga panah dengan nomor 7 atau tulisan ‘PC’, maka dapat dipastikan peralatan tersebut mengandung BPA. Dan sudah pasti jangan menggunakan peralatan tersebut untuk kegiatan makan si kecil. Gejala awal yang muncul saat tubuh anak terpapar BPA adalah munculnya diare. Pada waktu inilah pengetahuan orang tua mengenai cara mengatasi diare pada anak dan bayi sangat diperlukan.

3. Peralatan Makan Berbahan Melamin Lebih Aman dari Plastik Tradisional

Melamin berbeda dengan plastik. Melamin sendiri diperoleh dari proses daur ulang. Untuk peralatan makan bayi, penggunaan melamin lebih aman daripada plastik tradisional. Akan tetapi tidak semua peralatan makan berbahan dasar melamin aman untuk bayi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika membeli peralatan makan dari bahan dasar melamin. Selain itu, penggunaan peralatan makan yang aman hanya sekitar enam bulan. Ketika sudah ada goresan pada peralatan makan yang berbahan dasar melamin, sebaiknya segera hentikan penggunaan. Hal ini karena BPA sudah bocor ketika peralatan tersebut tergores. Jika hal ini dibiarkan dalam jangka waktu lama, maka akan timbul gangguan pencernaan pada anak seperti diare, bahkan hingga mengalami gangguan ginjal.

4. Pastikan Tidak Ada Bagian yang Tajam pada Peralatan Makan

Pemilihan peralatan makan harus juga memperhatikan kondisi fisiknya. Yang dimaksud dengan kondisi fisik adalah apakah ada bagian-bagian pada peralatan tersebut yang dapat melukai bayi. Saat menyuapi bayi, terkadang mereka ingin memegang sendiri peralatan makan tersebut. Jika ada beberapa bagian tajam dalam peralatan tersebut, tentunya dapat melukai si kecil. Karena jika sampai ada kejadian si kecil terluka ketika mereka sedang berlatih makan, justru akan menimbulkan trauma. Dan pada akhirnya si kecil justru akan susah makan. Orang tua pun harus memutar otak mencari cara mengatasi anak yang susah makan.

5. Pilih Peralatan Makan yang Menarik tapi Aman

Jangan pernah melupakan kodrat anak-anak, apalagi bayi, bahwa mereka sangat menyukai benda-benda yang menarik bentuk dan warnanya. Begitu juga dalam memilih peralatan makan. Pilihlah peralatan makan yang menarik akan tetapi tetap mengedepankan aspek keamanan untuk bayi. Peralatan makan yang menarik ditujukan untuk meningkatkan ketertarikan mereka pada makanan sehingga mereka akan selalu bersemangat dalam kegiatan makan.

Baca : Bahaya Makanan Cepat Saji untuk Kesehatan AnakBahaya Gula untuk Bayi dan AnakBahaya Minuman Bersoda untuk AnakBahaya Garam untuk AnakBahaya Asap Rokok pada AnakBahaya Anak Kurang Minum Air PutihBahaya Mandi Air Dingin Untuk Bayi dan Anak

Membuat bayi dan anak tertarik dalam kegiatan makan adalah hal yang sangat penting. Ketika mereka tidak merasa bosan maka nafsu makan mereka akan bertambah. Peralatan makan yang menarik dapat menjadi salah satu alternatif untuk membuat mereka semangat makan. Sebagai orang tua, selain memastikan mereka tertarik dengan barang-barang yang digunakan harus juga dipastikan semua peralatan yang digunakan aman untuk kesehatan bayi dan anak. Jangan hanya memperhatikan jenis makanan yang berbahaya untuk anak, tetapi juga jenis peralatan makan yang berbahaya untuk anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 28th, October 2017 / 05:48 Oleh :
Kategori : Parenting