Sponsors Link

5 Tips agar Anak Fokus Belajar dan Mampu Berkonsentrasi

Sponsors Link

Konsentrasi adalah seperti otot yang diperlukan pada latihan rutin untuk memperkuat sesuatu hal. Beberapa anak terlahir memiliki kelebihan dalam hal konsentrasi daripada anak lainnya, namun semua anak dapat mempelajari strategi dan praktek mengenai bagaimana untuk membantu kemampuan mereka agar fokus dan mempertahankan perhatian mereka. Ini bagaimanapun merupakan kemampuan yang sangat penting untuk didapatkan oleh seorang anak. Sekolah menuntut agar siswa dapat berkonsentrasi dalam rentang waktu yang panjang, dan ketika anak – anak semakin dewasa mereka akan menjalani pelajaran ekstrakurikuler yang membutuhkan lebih banyak lagi konsentrasi. Kebanyakan anak dapat berkonsentrasi pada aktivitas yang mereka sukai dan mudah dinikmati. Kegiatan yang membosankan, sulit atau kurang menyenangkan adalah hal yang benar – benar menantang fokus mereka.

Membantu Anak Fokus Belajar

Kemampuan untuk mempertahankan konsentrasi dan rentang perhatian dalam segala tugas sangat penting bagi anak, karena akan membantu anak untuk dapat mempelajari sesuatu hal yang akan membuat mereka dapat mengembangkan keyakinan diri dan kepercayaan diri yang kuat. Dalam hal kegiatan belajar mengajar, kemampuan untuk fokus atau berkonsentrasi sangat penting. Tips agar anak fokus belajar adalah:

  1. Berikan tugas khusus untuk anak

Anda dapat menjadwalkan anak untuk melakukan suatu tugas khusus selama rentang waktu tertentu untuk melatih fokus anak. Anak balita yang berusia di bawah 4-5 tahun biasanya dapat berkonsentrasi dalam waktu antara 5-20 menit, tergantung tugas yang diberikan. Memberikan tugas juga dapat menjadi cara mengajarkan disiplin pada anak dan juga antara lain untuk cara mendidik anak usia 3 tahun sesuai usianya.

  1. Biasakan untuk melakukan kegiatan satu persatu

Kita mungkin telah terbiasa untuk melakukan beberapa macam kegiatan sekaligus dalam satu waktu, namun akibatnya sudah jelas bahwa multi tasking mengurangi konsentrasi dan menurunkan hasil pekerjaan kita. Biasakan anak untuk melakukan satu kegiatan dalam satu waktu saja. Anda dapat menyesuaikan kegiatan tersebut dengan usia anak untuk melatihnya berkonsentrasi. Berikan juga jenis mainan untuk merangsang otak anak dan amati kegiatan anak untuk cara jitu mengenali bakat anak.

  1. Minimalkan gangguan

Tidak hanya multitasking yang mempengaruhi konsentrasi, melainkan juga banyak hal lain yang dapat menjadi pengalih perhatian. Usahakan agar anak melakukan kegiatan belajar di ruangan yang jauh dari suara tv, radio, orang mengobrol, dan gangguan lainnya. Untuk mengontrol pemakaian internet, ada aplikasi yang dapat digunakan agar anak dapat menggunakan program internet dalam waktu secukupnya saja. Misal, untuk melakukan cara mudah mengajar anak membaca, cara mendidik anak yang malas belajar, dan cara meningkatkan daya ingat anak maka diperlukan ruangan khusus yang bebas dari gangguan dan pengalih perhatian.

  1. Beri anak waktu istirahat

Anak – anak memang perlu bergerak dan berkegiatan, melakukan hal – hal yang berbeda yang tidak terlalu menyita pikiran setelah beberapa lama memusatkan konsentrasi. Mengambil waktu istirahat akan menguntungkan bagi anak – anak. Khususnya selama waktu setelah sekolah.

  1. Bagi tugas menjadi beberapa bagian

Tips agar anak fokus belajar lainnya adalah dengan memecah tugas besar menjadi beberapa bagian, ini merupakan cara agar anak dapat menangani tugas yang menantang. Misalnya ketika mengajari anak mengikat tali sepatunya sendiri, maka usahakan lebih dulu agar anak bisa mengikat simpul yang penting, lalu ajarkan anak langkah selanjutnya dan seterusnya.

Orang tua yang ingin melakukan tips agar anak fokus belajar harus ingat bahwa kunci utamanya adalah kesabaran. Anda tidak bisa memaksakan seorang anak harus fokus apabila dalam diri anak belum terbangun landasan yang kuat untuk itu. Fokus dan kemampuan berkonsentrasi pada anak harus kita bangun sedikit demi sedikit sehingga anak akan mampu mengatur kemampuannya sendiri untuk konsentrasi dan berfokus pada satu kegiatan yang harus diselesaikannya tanpa bimbingan dan pengawasan lagi dari orang tua.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 30th, June 2018 / 06:32 Oleh :
Kategori : Parenting