Sponsors Link

6 Tanda-Tanda Anak Mengalami Bullying di Sekolah

Sponsors Link

Saat ini, kondisi anak-anak terutama yang sudah bersekolah sungguh memprihatinkan, karena banyak dari mereka yang menjadi pelaku maupun korban bullying tanpa tahu dampak apa yang ditimbulkan dari perbuatan negatif tersebut. Bahaya bullying pada anak tidak hanya berpengaruh terhadap fisiknya, namun lebih kepada psikis dan emosinya sehingga orang tua perlu mengetahui penyebab anak sering dibully untuk meminimalisir resiko yang muncul. Nah, berikut ini terdapat beberapa tanda-tanda anak mengalami bullying yang dapat diketahui orang tua. Dengan begitu, orang tua dapat segera memberikan dukungan dan perlindungan bagi anak agar tidak terus menerus menjadi korban bullying.

ads

1. Anak Mengalami Insomnia

Anak yang mengalami pengalaman buruk seperti disakiti atau diejek, kerap mengalami kegelisahan sehingga membuatnya sulit untuk tidur nyenyak atau disebut juga insomnia. Insomnia termasuk salah satu macam-macam gangguan tidur pada anak dan harus segera diatasi agar tidak mengganggu kesehatannya.

2. Mengalami Cedera Fisik

Cedera fisik yang dialami anak seperti luka pada tangan, kaki, bahu, wajah dan yang lainnya sebaiknya tidak diabaikan karena bisa jadi pertanda anak Anda mengalami bullying di sekolahnya. Apalagi jika luka tersebut muncul tiba-tiba, tantu hal ini tidak boleh dibiarkan terlebih jika anak menunjukkan tanda-tanda anak mengalami gegar otak. Kebanyakan anak memang tidak mengakui luka yang dialaminya dikarenakan ia dibully karena telah diancam. Karena itu orang tua harus melakukan pendekatan untuk bisa mengetahui alasan sebenarnya dari cedera yang dialaminya.

3. Malas ke Sekolah

Tindakan bullying yang diterima anak di sekolah bisa membuat stres pada anak sehingga ia enggan untuk pergi ke sekolah. Anak akan membuat berbagai alasan untuk membolos agar tidak harus masuk sekolah karena takut akan dibully kembali oleh teman sekolahnya.

4. Konsentrasi dan Prestasi Menurun

Akibat anak sering membolos karena takut dengan temannya yang suka mengganggu, anak dapat ketinggalan pelajaran sekolah. Apalagi dengan kecemasan dan rasa takut yang sedang dialaminya, sangat wajar jika akhirnya anak menjadi sulit berkonsentrasi. Hal ini akan berpengaruh terhadap prestasi dan hasil belajar anak sehingga prestasi akademisnya juga akan ikut menurun, bahkan dapat menjadi penyebab gangguan mental pada anak .

5. Menarik Diri dari Pergaulan dan Lingkungan

Jka anak sering mengalami bullying di sekolah, maka ia menjadi takut untuk keluar rumah dan lebih memilih berdiam diri ke rumah. Anak yang periang, ceria dan suka bermain di luar tiba-tiba menjadi pendiam bahkan tidak mau keluar rumah seharusnya diwaspadai. Tanyakan padanya apakah ada pengalaman buruk yang dialaminya baik di sekolah maupun lingkungan rumah sehingga kondisi ini dapat segera diselesaikan.

6. Emosi Anak Tidak Stabil

Akibat anak sering dibully, emosinya menjadi tidak stabil. Anak cenderung lebih mudah tersinggung dan marah meski hanya menghadapi masalah sepele. Bahkan ada pula anak yang menjadi pemurung, mudah gelisah dan tidak mau bermain meski temannya mengajaknya langsung. Yang terparah, anak dapat mengalami trauma yang mempengaruhi perkembangan karakternya hingga ia dewasa. karena itu diperlukan cara efektif mengatasi trauma pada anak agar anak dapat bersikap normal kembali.

Nah, itulah tanda-tanda anak mengalami bullying di manapun ia berada. Sebagai orang tua, kita harus tanggap dengan kondisi dan perubahan yang terjadi pada anak. Jika tanda-tanda tersebut dapat diketahui dan ternyata ditemukan pada anak Anda, maka segeralah temukan solusi terbaik agar anak tidak terus tertekan dengan bullying yang ditujukan padanya.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 04th, May 2018 / 16:38 Oleh :
Doctors Talk

Kecanduan game & gadget bisa jadi momok bagi ibu, bahkan bisa membuat anak depresi dan bunuh diri, yuk kenali dan jangan lupa subscribe ya.