Sponsors Link

4 Tahapan Perkembangan Kognitif Anak Menurut Piaget

Sponsors Link

Perkembangan kognitif adalah perkembangan dari proses berpikir anak, termasuk di dalamnya adalah daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan membuat keputusan sejak masa kanak-kanak hingga ke masa dewasa. Pada masa lalu dipercaya bahwa anak-anak kekurangan kemampuan untuk membentuk ide-ide yang kompleks dan tidak memiliki kemampuan kognisi sampai mereka mempelajari bahasa. Kini diketahui bahwa anak-anak sudah memiliki kewaspadaan akan lingkungannya dan tertarik pada eksplorasi bahkan sejak mereka masih bayi. Sejak lahir, bayi sudah belajar untuk aktif dengan memproses dan menyortir informasi yang diterima dari sekitarnya, dan menggunakan informasi tersebut untuk mengembangkan kemampuan persepsi dan kemampuan berpikir.

Perkembangan Kognitif Anak

Perkembangan kognitif merujuk pada bagaimana seseorang mempersepsi, berpikir dan mendapatkan pengertian akan dunianya melalui interaksi genetika dan faktor-faktor yang dipelajari. Secara historis, perkembangan kognitif anak telah dipelajari dengan berbagai cara. Salah satu teori mengenai tahapan perkembangan kognitif anak yang paling terkenal dan berpengaruh adalah berasal dari psikolog Perancis, Jean Piaget (1896-1980). Tahapan perkembangan kognitif anak menurut Piaget adalah:

1. Tahap Sensorimotor (0-2 tahun)

Selama tahapan awal, bayi hanya menyadari mengenai apa yang ada di depan mereka. Fokus mereka kepada apa yang dilihat, dilakukan, dan interaksi fisik dengan lingkungannya. Karena belum mengetahui bagaimana cara kerja berbagai benda, maka bayi-bayi kerap bereksperimen dengan berbagai aktivitas seperti melempar atau mengguncang-guncang benda, memasukkan benda ke mulut, dan belajar dengan mencoba-coba. Pada usia antara 7-9 bulan, bayi mulai menyadari keberadaan suatu benda yang tidak bisa dilihatnya sepanjang waktu, merupakan tanda bahwa daya ingat sedang berkembang. Anda dapat memberi jenis mainan yang merangsang otak anak, dan selalu mencukupi jenis gizi untuk tumbuh kembang anak agar perkembangannya semakin pesat dan tidak mengalami bahaya kekurangan zat besi pada anak.

2. Tahap Pra-Operasional (2-7 tahun)

Anak usia dini sudah mampu berpikir mengenai berbagai hal secara simbolis, dan penggunaan bahasa mereka juga sudah mulai matang. Mereka juga mengembangkan memori dan daya khayal yang memungkinkan untuk memahami perbedaan antara masa lalu dan masa depan. Namun cara berpikir anak dalam tahap ini masih berdasarkan intuisi dan masih tidak sepenuhnya logis. Anak belum dapat memahami konsep yang lebih kompleks sepenuhnya seperti sebab akibat, waktu, dan perbandingan. Pada tahap ini juga ada tahapan perkembangan psikologi anak usia dini.

3. Tahap Operasional (7-11 tahun)

Pada masa ini, anak dapat menunjukkan kemampuan berpikir logis dan konkrit. Cara berpikir anak menjadi kurang terpusat pada dirinya sendiri dan mulai menaikkan kewaspadaan pada kejadian di luar dirinya. Anak mulai menyadari bahwa pemikiran seseorang itu kerap berbeda-beda dan mungkin saja tidak diungkapkan atau menjadi bagian dari suatu kenyataan. Pada tahapan perkembangan kognitif anak ini, belum ada kemampuan berpikir abstrak atau hipotesis. Ketahui juga tahapan perkembangan anak usia 6-12 tahun.

4. Tahap Formal Operasional (11 tahun keatas)

Anak yang mencapai tahap perkembangan intelektual ke-empat ini pada usia 11 tahun keatas, mampu untuk menggunakan simbol secara logis yang berhubungan dengan konsep abstrak seperti aljabar dan sains. Mereka dapat berpikir mengenai multipel variabel dalam cara yang sistematik, menyusun hipotesis, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, mengerti hubungan abstrak dan konsep seperti keadilan.

Piaget menemukan bahwa sebagian anak mungkin akan melewati tahapan perkembangan kognitif anak dalam usia yang berbeda daripada rata-rata anak lainnya dan bahwa sebagian anak lainnya juga dapat menunjukkan karakteristik yang melebihi satu tahapan dalam satu waktu. Akan tetapi Piaget juga berkeras jika tahapan perkembangan kognitif anak selalu mengikuti urutan yang sama, tidak bisa dilompati dan bahwa setiap tahapan ditandai dengan kemampuan intelektual baru dan pemahaman yang lebih kompleks terhadap dunia. Pentingnya imajinasi dan tumbuh kembang anak harus disadari oleh setiap orang tua, maka sebaiknya biarkan anak berimajinasi sesuai usianya selama hal tersebut masih aman dan membantu cara mengembangkan imajinasi anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Thursday 26th, July 2018 / 06:46 Oleh :
Kategori : Parenting