Sponsors Link

3 Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini yang Paling Penting

Sponsors Link

Sejak anak dilahirkan, akan selalu saja ada tahapan perkembangan yang dilaluinya hingga ia berusia anak-anak, remaja hingga dewasa. Salah satu tahapan yang penting untuk dipahami orang tua adalah tahapan perkembangan bahasa, yang dimulai sejak usia dini atau balita. Pentingnya kemampuan berbahasa bagi anak salah satunya yaitu untuk memudahkannya dalam berkomunikasi dengan orang lain, sehingga orang lain pun dapat memahami maksud yang diutarakan anak.

Selain tahapan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun, tahapan perkembangan bahasa anak usia dini juga penting karena pada usia dini atau balita justru perkembangan anak jauh lebih pesat, sama halnya seperti tahapan perkembangan bermain anak dan tahapan perkembangan anak usia 6-12 tahun. Untuk lebih jelasnya, berikut ini terdapat beberapa tahapan perkembangan bahasa anak usia dini yang perlu dipahami orang tua.

1. Tahap Pralinguistik

Tahapan ini terjadi pada bayi yang usianya masih di bawah satu tahun. Tahap pralinguistik terbagi dalam 2 tahap lagi yaitu:

  • usia 0-3 bulan, bayi mengeluarkan suara yang berasal dari tenggorokan dan belum dapat dipahami, meski begitu ia tetap berusaha berkomunikasi dengan orang di sekitarnya lewat suara-suara yang ia keluarkan
  • usia 4-12 bulan, bayi sudah dapat menggunakan bibir dan langit-langit mulutnya untuk berusaha menghasilkan suara dan bahasa sederhana, sehingga pada tahap ini bayi mulai bisa mengucapkan satu kata meski pelafalannya seringkali belum jelas.

2. Tahap Protolinguistik

Pada tahapan ini, anak usia 1-2 tahun atau 12-24 bulan sudah memiliki lebih banyak kosakata sehingga sudah mulai bisa merangkai dua kata dalam sekali ucap seperti ‘mau makan’ atau ‘papa tidur’. Pada usia ini anak juga lebih banyak berceloteh, mengatakan apa saja yang ia lihat atau rasakan sehingga perbendaharaan katanya semakin banyak dan luas. Faktor lingkungan sangat mempengaruhi dalam berlangsungnya tahap protolinguistik, karena itu sangat penting menciptakan lingkungan yang positif bagi anak.

Orang tua juga perlu memilihkan lingkungan bermain yang baik bagi anak, karena manfaat bermain untuk anak usia dini akan memberikan pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak. Pada tahap ini umumnya juga ditandai dengan kebiasaan anak yang menirukan apa yang diucapkan oleh orang di sekitarnya terutama orang tuanya. Karena itu sebisa mungkin hindari kata-kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak agar anak tidak menirunya dan mengucapkannya kepada orang lain.

3. Tahap Linguistik

Tahap ini terjadi pada anak usia 2-6 tahun, dimana perbendaharaan katanya sudah lebih banyak hingga mencapai 3.000 kata. Kosakata yang diucapkan anak pun sudah lebih kompleks dan rumit, serta pelafalannya sudah lebih jelas sehingga orang lain sudah bisa memahaminya dengan baik. Jika pada usia ini anak masih belum dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar, sebaiknya orang tua menerapkan cara mengajari anak bicara dengan terapi untuk mengatasi anak yang terlambat bicara agar dapat segera mengatasi macam-macam gangguan komunikasi pada anak.

Pentingnya bahasa dan kosa kata yang dikuasai anak sangat menentukan perkembangannya yang lebih lanjut. Anak yang bicaranya jelas dan lancar tentu akan lebih mudah bergaul, lebih mudah menyesuaikan diri saat masuk sekolah dan lebih percaya diri. Karena itu, tahapan perkembangan bahasa anak usia dini ini tidak boleh diabaikan dan diperlukan peran orang tua untuk mengasahnya agar terus lebih baik. Terlebih orang tua harus mengenalkan bahasa yang baik dan sopan serta menghindarkan dari kosa kata yang tidak baik diucapkan.

Sponsors Link
, , , , , ,
Post Date: Sunday 24th, June 2018 / 14:42 Oleh :