Sponsors Link

5 Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun

Sponsors Link

Mengetahui tahapan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun memang bukan hal yang mudah. Karena di usia ini beragam kosakata tentu telah terbentuk. Bahkan di jaman sekarang anak cenderung menguasai bilingual atau 2 bahasa, yaitu bahasa ibu atau Bahasa Indonesia serta bahasa international yaitu Bahasa Inggris. Tentu akan sulit membandingkan kecepatan anak dalam mengejar kosakata termasuk cara mengatasi anak yang cerewet dan memahami bahasa yang diharapkan. Biasanya di sekolah akan ada ujian tes kemampuan bahasa yang dapat mengukur perkembangan tersebut. Namun untuk secara umumnya, berikut ini tahapan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun yang seharusnya dialami.

1. Merangkai Kalimat

Umumnya di usia 5-6 tahun anak sudah dapat merangkai satu kalimat yang baik dengan susunan subjek-predikat-objek. Oleh karena itu perhatikan apakah anak sudah dapat mengucapkan kalimat sederhana tersebut dengan jelas. Jika belum bisa jadi perkembangan anak lambat. Namun juga perlu dicatat bahwa anak wanita umumnya lebih maju dalam hal bahasa dibanding anak laki-laki. Sehingga tentu hal tersebut cukup wajar jika ternyata anak laki-laki masih lebih lambat perkembangannya. Sebaiknya pahami saja cara mengajari anak bicara yang baik dan benar dengan tepat.

2. Jumlah Kosakata

Perhatikan jumlah kosakata yang dimiliki anak. Karena umumnya anak dengan usia tersebut memiliki banyak kosakata yang tidak terhitung. Sehingga jika hanya ada sedikit kosakata bisa jadi anak mengalami kelambatan bicara. Sebaiknya usahakan untuk anak mengejar jumlah kosakata tertentu setiap tahunnya dengan perlahan. Usahakan supaya tidak memaksakan sehingga dapat menjadi salah satu cara efektif mengatasi trauma pada anak.

3. Pemahaman

Anak dengan usia 5-6 tahun sudah memiliki pemahaman bahasa yang cukup baik dan kompleks. Bahkan terkadang sudah menguasai dua macam bahasa dengan baik. Karena itu jika anak belum paham akan kata-kata dan maksud yang diutarakan orang tua bisa saja anak mengalami keterlambatan pertumbuhan. Hal ini sebaiknya dikonsultasikan pada dokter lebih lanjut supaya tahapan perkembangan bermain anak tetap dapat berjalan dengan maksimal.

4. Kejelasan

Sebaiknya perhatikan apakah anak cukup jelas saat berkata-kata. Karena hal tersebut menandakan tingkat penguasaan kata-kata anak terhadap bahasa yang dipercakapkan sehari-hari. Kebanyakan anak memang mengalami masalah pada lafal huruf tertentu. Namun lambat laun hal tersebut dapat berakhir dengan sendirinya. Sehingga saat anak telah cukup pada usia tertentu akan dapat melafalkan kata-kata dengan cukup jelas. Jika anak masih mengalami kesulitan bisa jadi anak mengalami gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak atau jenis gangguan lain yang sebaiknya ditanyakan pada yang lebih memahami atau dokter.

5. Intonasi

Berikutnya perhatikan juga intonasi anak saat mengucapkan bahasa atau kata tertentu. Apakah datar atau bernada pertanyaan atau bernada yang lain. Karena seharusnya anak dengan usia tersebut sudah memahami mana kalimat pertanyaan dan mana kalimat jawaban atau informatif. Sehingga intonasi dalam menyampaikan juga bisa jadi tidak sama. Usahakan supaya anak terhindar dari macam gangguan komunikasi pada anak dengan baik supaya memahami hal tersebut sesuai usianya.

Itulah beberapa tahapan perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun yang umum dialami oleh anak-anak. Apabila mendapati anak lebih lambat daripada tahapan di atas, sebaiknya tidak perlu khawatir. Karena tiap anak tentu memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Kecuali jika hingga umur demikian namun belum ada kosa kata yang jelas dari anak. Barulah sebaiknya tanyakan pada dokter apakah perlu terapi untuk mengatasi anak yang terlambat bicara atau tidak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 11th, June 2018 / 09:46 Oleh :
Kategori : Pendidikan