jenis

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

Siapa bilang liburan itu hanya berguna untuk orang dewasa? Fakta membuktikan kalau liburan juga penting bagi anak-anak. Selain sebagai momen untuk bersenang-senang, liburan juga menjadi salah satu tahapan perkembangan bermain anak. Ada banyak manfaat yang didapatkan dari liburan, baik liburan indoor maupun outdoor. Akan tetapi, liburan yang benar-benar berkesan itu ketika anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan di luar ruangan atau outdoor. Berikut adalah manfaat liburan bagi anak-anak, antara lain:

  1. Menumbuhkan Kreativitas

Kreativitas anak akan bertumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan anak, kreativitasnya akan berkembang secara signifikan. Ada banyak kegiatan yang dapat memancing kreativitas anak, misalnya mengajak liburan ke pantai, memancing, bermain teka-teki, dan membawanya ke kebun binatang. Agar pertumbuhan kreativitas anak semakin cepat, ajaklah anak Anda untuk melakukan hal-hal yang disukainya. Tanyakan kepadanya hobi yang menjadi kegemarannya agar ia juga semangat untuk melakukannya.

Baca: Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak – cara jitu mengenali bakat anak – cara mengasah bakat anak – cara meningkatkan daya ingat anak

  1. Mempelajari Hal-Hal Baru

Liburan yang baik tidak hanya liburan di lingkungan indoor saja, melainkan juga outdoor. Liburan disini juga tidak hanya mengajak anak berenang, pergi ke mall, atau menonton TV. Melainkan juga mengajaknya untuk mengenal alam sekitar, misalnya membawanya ke taman nasional atau kebun binatang. Ada banyak hal baru yang dapat dipelajari anak sewaktu dirinya berada di taman nasional atau kebun binatang. Contohnya, mengetahui nama-nama tumbuhan dan hewan. Selain itu, anak juga lebih dapat bersatu dengan alam sehingga ada keinginan untuk merawat alam sebaik-baiknya.

Baca: Dampak negatif bermain game untuk anak – Bahaya bermain game untuk anak

  1. Meningkatkan Perkembangan Otak

Ketika mengajak anak untuk berlibur, ada dua jenis sistem yang dilatih di dalam otak. Antara lain Play System dan Seeking System. Keduanya merupakan faktor penting yang akan meningkatkan daya berpikir anak. Latihan dua sistem ini tentu tidak akan didapatkan jika anak terus-menerus berada di rumah. Adanya kesinambungan antara dua sistem ini akan membuat anak juga lebih mampu mengontrol emosionalnya. Anak juga tidak akan mudah stres bahkan selalu bahagia, meskipun ia berada dalam situasi yang sulit sekalipun. Hal ini tentu sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak ketika ia beranjak dewasa.

Baca: Jenis mainan yang merangsang otak anak – manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak

  1. Menghilangkan Stres

Anak juga bisa mengalami stres apabila ia terus-menerus dipaksa untuk belajar dan belajar. Ketika anak sudah stres, Anda perlu mengajaknya ke luar rumah. Misalnya, berenang, memancing, dan bermain di pantai. Kegiatan seperti ini otomatis akan membuat otak si anak lebih fresh, sehingga ia mampu melaksanakan rutinitas di hari berikutnya dengan hasil yang maksimal. Sebagai orang tua, Anda perlu mengatur jadwal berlibur. Apakah itu sekali dalam seminggu atau sekali dalam dua minggu. Penjadwalan waktu untuk liburan penting, agar Anda bisa mempersiapkan liburan dengan sebaik-baiknya. Liburan yang dimaksud tidak harus ke luar kota, namun juga bisa di sekitar tempat tinggal Anda.

Baca: Ciri-ciri anak hiperaktif – cara mengatasi rasa takut pada anak – cara meningkatkan rasa percaya  diri anak – cara mengajarkan disiplin pada anak

  1. Lebih Dekat dengan Anggota Keluarga

Waktu liburan adalah momen yang penting untuk mempererat tali persaudaraan di dalam keluarga. Mengapa? Karena aktivitas yang dilakukan saat liburan dikerjakan bersama-sama. Sehingga anggota keluarga dapat semakin dekat antara yang satu dengan yang lainnya. Termasuk meningkatnya hubungan harmonis antara orang tua dan anak.

Baca : manfaat makan bersama keluarga – cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua

Setelah mengetahui manfaat liburan, apakah Anda masih ragu untuk membawa anak pergi liburan? Agar liburan semakin seru, ketahui tips nyaman bepergian dengan si kecil. Pastikan anak mendapatkan liburan yang cukup, agar ia tidak mengalami stres dan lebih semangat menjalani hari-harinya.

12 Macam-Macam Penyakit Mata pada Anak

12 Macam-Macam Penyakit Mata pada Anak

Salah satu organ yang vital dan sangat penting bagi manusia adalah mata. Tanpa mata, kita tidak akan dapat melihat berbagai hal yang ada di sekeliling kita. Kondisi mata harus selalu dijaga untuk selalu sehat karena banyak masalah yang bisa terjadi pada mata manusia. Tidak hanya orang dewasa yang bisa terkena penyakit mata, anak – anak pun juga bisa, malahan anak – anak lebih rentan untuk terkena penyakit mata karena mereka belum selalu ingat untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mata. Kebanyakan orang menganggap penyakit mata adalah suatu kondisi yang sepele dan dapat diobati hanya dengan obat tetes biasa, namun pada anak – anak tidaklah demikian.

Pada anak usia dini, penyakit atau kelainan pada matanya sering kali tidak terlihat dengan jelas, karena itu penyakit mata yang dialami anak harus dicermati dengan lebih serius oleh orang tua karena bisa jadi hal itu merupakan tanda dari kelainan mata yang lebih kompleks. Penyakit mata yang dialami anak bisa jadi disebabkan karena penyakit bawaan ataupun hanya karena terkena virus, namun jika tidak ditangani dengan baik dan diketahui sejak awal akan dapat mengganggu perkembangan pada penglihatan anak.

Penyakit dan Kelainan Mata Pada Anak

Kelainan mata dapat juga terjadi sebagai hasil dari bahaya benturan pada kepala bayi dan anak. Orang tua perlu mengetahui apa saja yang termasuk penyakit mata serta kelainan mata yang bisa terjadi pada anak agar dapat melakukan tindakan preventif atau pengobatan sejak awal demi menghindarinya kerusakan penglihatan anak, serta dapat menyebabkan hambatan pada tumbuh kembang anak. Beberapa penyakit dan kelainan mata yang umumnya dijumpai, adalah sebagai berikut :

1. Buta Warna

Kondisi ini merupakan suatu penyakit keturunan pada umumnya dijumpai pada anak laki – laki daripada anak perempuan karena gen buta warna dibawa oleh kromosom Y. Pada anak yang buta warna, sel kerucut di mata yang berfungsi untuk membedakan warna dalam kondisi abnormal sehingga sulit membedakan warna merah biru atau hijau dengan tingkat spektrum warna yang berbeda. Sehingga sejak lahir anak tidak mengenali ketiga warna tersebut dengan baik.

Buta warna ringan masih dapat melihat ketiga warna tersebut dalam spektrum tertentu, namun pada kasus buta warna berat yang terlihat hanyalah warna hitam putih saja. Pengobatan untuk buta warna belum ditemukan sampai sekarang. Diagnosa buta warna dilakukan dengan melakukan tes membaca Ishihara, yaitu ted yang berisi gambar yang bertuliskan angka yang disusun sedemikian rupa sehingga orang yang buta warna tidak akan dapat membacanya dengan tepat.

2. Juling atau Strabismus

Kelainan pada mata ini juga bersifat bawaan lahir. Jenisnya mulai dari ringan hingga berat. Penyebab umumnya yaitu karena terdapat kelainan pada saraf bola mata, yang menyebabkan sumbu bola mata menjadi tidak normal dan perlu dilaukan koreksi. Adapun mata juling bisa juga terjadi setelah kelahiran, misalnya karena menderita katarak berat atau menderita tumor di dalam bola mata. Mata juling perlu dilakukan tindakan koreksi agar tidak mengganggu ketajaman penglihatan anak dan menjaga perkembangannya tetap normal. Jika tidak dilakukan, anak akan sulit melihat engan normal, dan perkembangan mata anak bisa menjadi abnormal. Beberapa gejala mata juling yaitu :

  • Esotropia –  Kondisi dimana satu atau kedua mata mengarah ke hidung seseorang.
  • Eksotropia –  Yaitu kondisi ketika satu atau kedua bola mata mengarah ke luar.
  • Hipertropia –  Yaitu kondisi dimana satu atau kedua mata menghadap atau menatap ke arah atas.
  • Hipotropia – Kondisi mata yang berkebalika dengan hipertropia, yaitu mata menghadap ke bawah.

3. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan yang meninggi pada bola mata sehingga membuat saraf dan retina mata menjadi rusak. Glaukoma juga bisa didapat sejak lahir atau berdasarkan keturunan, dan biasanya terjadi pada penderita diabetes menahun. Jika demikian, orang tua juga perlu mewaspadai gejala diabetes pada anak.

Tingginya tekanan pada bola mata disebabkan karena ada gangguan pada sistem aliran cairan di dalam bola mata sehingga terbendung dan menekan bola mata. Tekanan ini membuat bola mata dan kepala mengalami nyeri hebat, mata tampak merah, timbulnya gangguan penglihatan pada kasus glaukoma berat seperti penglihatan mengabur dan jangkauan pandangan menyempit. Obat – obatan dapat digunakan untuk mengatasi ini, namun jika tidak berhasil maka bisa dilakukan operasi pembedahan untuk menormalkan cairan pada bola mata.

4. Bufthalmus

Ini juga merupakan penyakit mata yang disebabkan tekanan tinggi pada bola mata sejak lahir. Akibat tekanan tinggi pada bola mata, ukuran mata bayi atau anak bisa menjadi sangat besar dan mengganggu korna mata sehingga anak menjadi takut melihat cahaya, gangguan pada kelopak, bengkaknya kornea, dan warna kornea yang mengeruh. Untuk mengurangi penumpukan cairan dan juga mengurangi tekanan bola mata, dilakukan operasi sayatan atau goniotomy dalam waktu yang sesegera mungkin agar tidak mengganggu perkembangan serta ketajaman penglihatan anak. TAnda – tanda bufthalmus adalah pembesaran bola mata, juga adanya bercak putih pada kornea. Akibatnya anak dapat mengalami kerusakan mata, atau bahkan kehilangan penglihatannya.

5. Katarak

Kita sudah umum mendengar penyakit katarak pada orang tua, namun ternyata katarak juga bisa dialami oleh bayi dan anak – anak. Katarak pada bayi dan anak merupakan kelainan bawaan, terjadi akibat ibu terkena infeks campak jerman, toksoplasmosis, atau penyakit kencing manis ketika sedang mengandung. Faktor keturunan juga bisa menyebabkan hal ini. Jika refleks fundus mata bayi tidak ada atau jika katarak bersifat total, operasi perlu dilakukan agar perkembangan indera penglihatan anak tidak terhambat, seperti menjadi juling atau kondisi bola mata yang abnormal.

6. Ptosis

Penderita penyakit mata ini tampak seperti orang yang mengantuk terus, disebabkan kelopak mata bagian atas tidak dapat terbuka dengan sempurna karena otot yang mengungkit kelopak matanya lemah, sehingga kelopak mata cenderung rendah atau turun. Kelainan ini juga bisa disebabkan oleh pennyakit keturunan yang bernama myastenia gravis. Pengobatannya dilakuka pembedahan sebelum anak mencapai usia setahun.

7. Infeksi Mata

Banyak jenis infeksi pada mata, yang paling sering dialami anak adalah infksi pada selaput lendir putih dan kelopak mata atau juga sering disebut sebagai conjunctivitis atau mata merah. Penyebabnya bisa saja semua jenis virus, kuman, jamur atau parasit, juga alergi, penyakit tb, atau kelenjar getah bening. Jika mata bayi merah sejak lahir bisa juga disebabkan oleh chlamydia yang ada pada kemaluan ibu, atau kuman kencing nanah yang juga berasal dari ibu.

Penyakit mata ini bisa menular jika menggunakan barang yang sama seperti kaca mata, handuk, lensa kontak dan lainnya, kontak mata dengan jari yang terkotaminasi. Penularan dapat terjadi selama mata masih mengeluarkan cairan yang berbentuk seperti kotoran mata atau belek. Belekan pada anak yang berbahaya bahkan bisa terjadi jika tidak ditangani dengan benar. Gejala infeksi mata pada anak yaitu :

  • Terlihat kemerahan di balik kelopak mata yang menyebar hingga sampai ke bagian putih mata.
  • Mata bengkak dan keluar air mata yang berlebihan tidak seperti biasanya.
  • Adanya cairan yang berlebihan yang mengering seperti belek
  • Tidak nyaman melihat cahaya terang.

Ada dua macam konjungtivitis mata yaitu:

  • Konjungtivitis Virus – Konjungtivitis yang disebabkan virus biasanya menyebabkan mata yang sangat merah, cairan mata yang encer, dan mungkin saja ada perdarahan kecil.  Pengobatan khusus untuk sakit mata ini tidak ada, karena pada umumnya mata akan membaik dengan sendirinya. Yang bisa Anda lakukan hanya membersihkan bola mata dengan lembut menggunakan kapas yang dibasahi air hangat untuk membuat anak merasa lebih nyaman. Gunakan satu kapas untuk setiap mata, jangan mencampurnya dengan bekas mata yang lain. Bersihkan mata dengan satu arah yaitu dari bagian dalam ke luar, dan jangan membersihkan bagian dalam kelopak mata. Namun, ada juga kemungkinan pemberian resep obat tetes mata oleh dokter jika dirasa perlu.
  • Konjungtivitis Bakteri – Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri ditandai dengan belekan yang tebal, cairan mata kekuningan yang menyebabkan kelopak maata atas dan bawah lengket hingga tertutup. Bakteri penyebabnya yang tersering pada anak – anak adalah streptococcus pneumoniaehaemophilus influenzae, dan moraxella catarhalis. kemungkinan memerlukan pengobatan dari dokter berupa salep atau obat tetes mata. Walaupun tampaknya hanya satu mata yang terinfeksi, pengobatan harus dilakukan pada kedua mata.

8. Retinoblastoma

Ini adalah penyakit mata yang penyebabnya adalah neoplasma yang terdapat pada sel batang dan sel kerucut. Penyakit ini adalah tumor ganas yang merupakan salah satu penyakit keturunan dan sering dialami anak – anak, bahkan sejak lahir. Akan tetapi selain itu penyakit mata ini juga bisa terjadi pada anak sebagai akibat dari proses persalinan. Gejalanya sering tidak terlihat dan luput dari pemeriksaan, baru terlihat ketika sudah membesar. Gejala retinoblastoma biasanya berupa mata mendadak juling, sering merah, dan ketajaman pengglihatan anak menurun sehingga harus sering mengganti kaca mata.

9. Rabun Senja

Sesuai dengan namanya, rabun senja ini biasanya akan terlihat atau dirasakan ketika menjelang senja hari. Salah satu penyebabnya aalah kekurangan asupan vitamin A, yang menyebabkan sel – sel batang di retina mata terganggu fungsinya karena tidak mendapatkan vitamin A yang cukup. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kelainan ini akan menyebabkan timbulnya bercak pada bagian putih mata. Kelainan mata yang dibiarkan akan membuat mata kering dan kornea rusak, mengeriput dan kisut sebelum pecah.

10. Rabun Jauh

Biasanya rabun jauh didapati pada orang dewasa atau dewasa muda, namun zaman sekarang banyak juga anak – anak yang terkena rabun jauh sejak kecil. Ciri dan penyebab mata minus pada anak atau rabun jauh ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak membaca, namun dengan cara yang kurang tepat seperti tiduran, kurang pencahayaan, membaca di dalam kendaraan yang bergerak, dan juga banyak nya frekuensi bermain gadget atau game di telepon genggam dan komputer atau tablet, menonton televisi dalam jarak yang terlalu dekat.

Efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak bisa beragam, salah satu dampak negatifnya adalah mata yang menjadi minus.  Jika tingkat rabun jauh masih ringan, pemakaian kacamata masih mungkin memulihkan kondisi mata, akan tetapi jika tingkatnya sudah tinggi maka kemungkinan setiap tahun perlu menganti kaca mata. Waspadalah jika tingkat rabun jauh bertambah dengan cepat, bisa jadi ini merupakan gejala penyakit lain yang lebih berbahaya.

11. Bintitan

Penyakit mata ini sering kita kenali dengan timbulnya benjolan seperti bisul di kelopak mata dan biasanya sangat mengganggu karena terasa sakit atau gatal, namun biasanya tidak berlangsung lama. Bintitan bisa terjadi karena sering menggosok mata ketika kelilipan atau terkena debu dan benda asing, terkena infeksi dari kuman atau bakteri staphilokokus aureus, atau adanya peradangan atau infeksi dari muara kelenjar yang terdapat di lapisan kelopak mata. Anda dapat mengobati bintitan pada anak dengan cara berikut:

  • Kompres mata yang terkena bintitan dengan air hangat selama sepuluh sampai lima belas menit sebanyak tiga sampai empat kali sehari.
  • Perhatikan jika bintitan tidak membaik dalam kurun waktu 48 jam dan justru memburuk , maka Anda perlu membawa anak ke dokter.
  • Dokter biasanya dapat merekomendasikan antibiotik topikal untuk membantu mencegah kuman menyebar ke bagian mata lainnya.

Adapun upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah bintitan yaitu dengan menggunakan pelindung mata ketika sedang bekerja di tempat yang penuh dengan debu atau polutan, jangan menggosok mata dengan tangan kotor, cuci tangan sebelum memegang area mata, dan selalu mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin A.

12. Blepharitis

Ini adalah penyakit mata anak yang terjadi karena infeksi yang lebih kronis daripada konjunctivitis dan mempengaruhi kedua kelopak mata, penyebabnya umumnya adalah bakteri stapylococcus epidermidis. Gejalanya yaitu kelopak mata yang membengkak secara merata, kemerahan dan adanya ketombe di sekitar bulu mata, iritasi, rasa terbakar, dan gatal – gatal pada batas kelopak mata. Dokter biasanya akan meresepkan salep antibiotik seperti bacitrasin atau eritromisin.

Kapan Perlu ke Dokter

Penyakit mata tidak dapat dianggap sepele jika sudah menunjukkan berbagai gejala yang tidak normal, saat itulah Anda perlu membawa anak untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyakit dapat cepat ditangani sebelum kondisi mata anak menjadi semakin parah. Perhatikanlah tips memilih dokter anak yang tepat jika hendak membawa anak ke dokter. Gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Mata anak terasa sakit atau sangat pedih
  • Penglihatan anak mulai bermasalah seperti mengalami pandangan kabur, buram dan sebagainya.
  • Mata semakin bengkak, terasa nyeri dan kemerahan
  • Anak mengalami demam diatas 38 derajat celcius.

Mencegah Penyakit Mata Pada Anak

Melakukan tindakan pencegahan secara teliti pada umumnya akan membantu menghindarkan penyakit mata pada anak. Hal ini akan menghindarkan penyebaran infeksi dan memperburuk penyakit mata yang sedang diderita anak:

  • Hindarilah kebiasaan menyentuh mata terlebih jika tangan tidak bersih.
  • Jika melakukan kontak dengan mata yang terinfeksi, segeralah mencuci tangan.
  • Gunakan kompres baru pada mata yang sakit
  • Cuci handuk atau seprai yang bekas digunakan oleh orang yang sedang sakit mata dengan air panas.
  • Jangan sampai ujung botol tetes mata menyentuh mata atau bulu mata ketika menggunakannya, untuk menjaga kondisi ujung tabung tetap steril..
  • Jangan berbagi obat tetes mata dengan orang yang sedang sakit mata.
  • Pastikan untuk memberikan makanan terbaik untuk bayi sejak awal agar kesehatan mata anak terjaga.

Tips dan Trik Memberi Obat Mata Pada Anak

Memberi obat mata sebagai cara mengatasi sakit mata pada anak tentunya tidak bisa disamakan dengan pengobatan pada orang dewasa yang telah dapat mengendalikan diri dan mengetahui pentingnya pemberian obat tersebut. Diperlukan berbagai tips dan trik tertentu untuk memberikan obat mata pada anak, misalnya sebagai berikut:

  • Salep – Memberikan obat salep kepada anak kemungkinan akan lebih mudah. Anda cukup menarik kelopak mata anak ke bawah an mengoleskan salep tersebut. Salep akan masuk ke dalam mata saat anak mengedipkan mata.
  • Tetes Mata – Mintalah anak untuk berbaring dan mendongakkan kepalanya ke atas. Buka kelopak mata anak lebar – lebar dengan tangan Anda dan gunakan tangan yang satu lagi untuk meneteskan obat ke kelopak mata bagian dalam.

Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memberikan obat mata kepada anak dan bersihkan mata anak dari kotoran terlebih dulu dengan air hangat.

Penggunaan obat tetes mata tidak bisa digunakan secara sembarangan, terlebih lagi jika obat tetes tersebut dikhususkan untuk satu orang anggota keluarga saja berdasarkan resep dokter. Pada bayi, balita dan anak – anak, penggunaan obat tetes mata juga benar- benar harus berdasarkan resep dokter dan tidak dapat digunakan secara acak atau menggunakan obat tetes mata untuk orang dewasa.

Pengobatan penyakit mata harus dilakukan secara tuntas untuk mencegah terjadinya kerusakan kornea lebih lanjut terutama pada anak – anak. Karena itu, berhati – hatilah untuk memberikan sembarang obat kepada anak saat mereka mengalami penyakit mata, sebaiknya minta petunjuk dokter.

6 Macam-Macam Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Terjadi

6 Macam-Macam Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Terjadi

Selain batuk pilek, penyakit yang sering menyerang anak adalah penyakit kulit. Hal ini disebabkan oleh sifat anak yang masih suka bermain dalam lingkungan apa pun, baik di dalam atau di luar rumah. Selain itu, daya tahan tubuh anak masih tergolong rentan terhadap penyakit, belum sekuat orang dewasa. Hal ini menyebabkan paparan jamur, virus, dan/atau bakteri dapat dengan mudah menyerang pertahanan tubuhnya. Perubahan cuaca atau alergi juga dapat menjadi penyebab lain dari terjadinya infeksi kulit. Untuk alergi, ada beberapa cara mudah mengatasi alergi pada anak.

Gejala awal yang umum terjadi jika ada masalah pada kulit adalah kulit menjadi gatal atau muncul ruam merah pada kulit. Jika sudah muncul gejala seperti ini, para orang tua harus segera dapat mengatasinya dengan cepat dan tepat. Karena jika tidak dilakukan dapat berlanjut ke arah yang lebih parah. Infeksi sendiri diartikan sebagai gangguan tubuh yang disebabkan oleh masuknya kuman. Infeksi biasanya menular dari satu orang ke orang lain.

Baca : manfaat asi eksklusif untuk bayi, manfaat madu untuk anak dan balita, makanan terbaik untuk bayi, manfaat oatmeal untuk bayi dan anak

Berikut adalah beberapa macam infeksi kulit yang sering menyerang anak:

1. Impetigo

Apakah istilah impetigo sudah familiar di telinga para orang tua? Impetigo adalah penyakit kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah dan biasanya melepuh. Bintil-bintil ini biasanya berisi nanah hingga nanti ketika sudah kering berubah menjadi koreng. Penyebab impetigo ini akibat kurang terjaganya kebersihan dan daya tahan tubuh anak sedang tidak bagus. Misalnya ketika selesai bermain, anak tidak mencuci tangan menggunakan sabun sehingga masih ada kuman yang tertinggal pada kulit. Pada kondisi yang sama, tubuh anak sedang tidak fit. Hal ini memungkinkan bakteri Streptococcus Pyogenes dapat dengan mudah menyerang tubuh anak. Impetigo biasanya muncul di lengan, wajah, atau tungkai.

2.Biang Keringat

Istilah biang keringat tentunya sudah tidak asing lagi di telinga para orang tua kan? Dalam istilah Jawa, biang keringat sering disebut sebagai kringet buntet. Pada bayi dan anak-anak, biang keringat sangat sering terjadi. Biang keringat berupa bintik-bintik kecil pada kulit dan berwarna merah. Bayi atau anak-anak yang mengalami biang keringat akan merasa sangat gatal di kulitnya. Jika biang keringat ini dibiarkan akan berubah menjadi bintik kecil berisi air. Penyebab biang keringat pada umumnya diketahui karena cuaca yang panas. Saat cuaca panas inilah saluran keringat menjadi tersumbat oleh sel-sel kulit mati dan menyebabkan keringat tidak dapat keluar dari tubuh.

Ada beragam cara mengatasi biang keringat pada anak. Untuk mengurangi biang keringat, biasanya dokter akan menyarankan memberikan bedak tabur khusus dan meminta agar anak dipakaikan pakaian yang longgar dan nyaman dipakai. Namun jika biang keringat sudah parah, dokter akan memberikan salep khusus untuk biang keringat. Untuk bayi, pemberian bedak tabur harus hati-hati karena ada beberapa bahaya bedak tabur bagi bayi.

3. Cacar Air

Para orang tua hendaknya mewaspadai jika anak mengalami demam selama 1 sampai 2 hari dengan suhu yang tinggi, dan kemudian timbul gelembung air di kulit. Selain itu anak akan merasa sangat gatal pada area tersebut. Bisa jadi anak sedang terserang cacar air pada anak. Area gelembung air di kulit akan terasa sangat gatal saat masih basah, dan saat gelembung itu pecah bekas lukanya akan menjadi koreng. Penyakit cacar air disebabkan oleh virus herpes varcella zoster. Pada anak yang telah mendapat vaksin khusus untuk cacar biasanya akan terhindar dari penyakit ini.

4. Eksim

Eksim ditandai dengan adanya ruam di kulit, terasa gatal, kulit terasa bersisik, dan muncul gelembung kecil. Penyebab utama eksim adalah alergi, asma, dan daya tahan tubuh anak yang sedang melemah. Pada kasus ini, dokter akan memberikan krim pelembab khusus untuk mengurangi efek gatal dan kulit bersisik. Orang tua sebaiknya selalu memantau anak agar tidak menggaruk pada area yang terdapat gelembung kecil. Karena jika gelembung ini pecah maka akan menyebar ke area kulit yang lain.

5. Kutil

Kutil disebabkan oleh virus human papilloma virus. Wah seperti virus pada penyakit kanker ya. Tapi tenang, untuk kasus ini kutil yang dimaksud bukanlah kanker. Kutil dapat menular dari satu anak (penderita) ke anak yang lain (bukan penderita). Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menutup bagian kutil dengan perban bersih. Dan juga jangan khawatir karena kutil ini akan sembuh dan menghilang dengan sendirinya. Pada anak dengan daya tahan tubuh yang bagus dan pola hidup sehat, kutil akan sembuh dan menghilang paling lama dalam waktu 8 minggu.

Baca : macam-macam penyakit mata pada anak, ciri-ciri flu singapura pada anak, bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak, cara mengatasi diare pada anak

6. Jamur Kepala

Bukan hanya kulit di badan, tangan, kaki, atau wajah saja yang dapat terkena infeksi kulit. Kepala juga dapat terkena infeksi kulit akibat jamur. Jamur kepala ada yang seperti ketombe, dan ada pula yang dapat menyebabkan kebotakan sebagian. Untuk kasus ini harus diberikan obat khusus untuk anti jamur. Selain itu orang tua harus selalu memperhatikan kebersihan kulit kepala dan rambut. Perhatikan juga jika ada kutu rambut. Orang tua harus paham benar mengenai cara menghilangkan kutu rambut pada anak.

Infeksi pada kulit dapat disembuhkan dengan cepat jika dideteksi dini dan diberikan pengobatan yang tepat pula. Oleh karena itu, setiap orang tua harus selalu cermat dalam mengamati apa pun yang terjadi pada anak. Daya tahan tubuh anak yang baik bisa didapat dari manfaat sayuran untuk anak, kebersihan terjaga, makanan sehat untuk tumbuh kembang anak juga diperhatikan, sehingga segala jenis penyakit termasuk infeksi kulit dapat dihindarkan dengan mudah dari anak.

Waspadai Gejala Penyakit Polio pada Anak

Waspadai Gejala Penyakit Polio pada Anak

Polio (poliomyelitis) adalah penyakit yang timbul akibat virus poliovirus (PV). Dalam menjangkit penderitanya, virus ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut, menginfeksi saluran usus, dan mengalir ke saraf pusat melalui saluran darah. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan karena otot yang semakin lama semakin melemah. Penyakit polio termasuk penyakit yang menular melalui perantara, antara lain makanan, air, dan anggota tubuh yang terkontaminasi kotoran (tinja) atau ludah orang yang sudah terinfeksi virus polio ini. Polio dapat menjangkit anak maupun dewasa.

Untuk Indonesia sendiri, sebenarnya sudah dinyatakan bebas dari penyakit polio oleh Badan Kesehatan PBB WHO (World Health Organization). Hal ini karena di Indonesia imunisasi polio menjadi salah satu dari imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan pada anak. Imunisasi adalah salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak. Polio jika terjangkit pada anak akan menimbulkan gejala ringan seperti flu. Waktu inkubasi virus polio dalam tubuh anak mencapai 21 hari. Artinya, gejala polio baru akan terlihat 21 hari setelah virus tersebut masuk ke dalam tubuh anak. Dan dalam waktu ini, si anak (penderita) sudah dapat menularkan kepada orang lain.

Baca : macam-macam infeksi kulit pada anak, bahaya bayi tidak diimunisasi, manfaat menjemur bayi dan anak, manfaat sayuran untuk anak, manfaat asi eksklusif untuk bayi

Beberapa gejala penyakit polio yang harus diketahui para orang tua adalah sebagai berikut:

1. Gejala Polio Non-Paralitik

Gejala polio non-paralitik adalah gejala awal yang dirasakan oleh anak (penderita). Beberapa gejala tersebut antara lain flu, sakit tenggorokan, demam, mudah lelah, sakit kepala, nyeri pada leher dan punggung, kaku pada tangan dan kaki, muntah, otot lemah dan jika disentuh terasa lembek. Flu memang sering diderita oleh anak pada umumnya, dan para orang tua terkadang menganggap flu merupakan sakit biasa. Akan tetapi harap dicermati jika ketika anak flu apakah disertai dengan keluhan sakit yang lainnya. Bahkan ada jenis flu yang sangat berbahaya yaitu flu singapura dan kita pun harus mengetahui ciri-ciri flu singapura pada anak.

Begitu juga dengan demam. Demam pada anak adalah indikasi tubuh anak sedang melawan serangan kuman dalam tubuhnya. Tentunya kita tidak mengetahui kuman apa itu. Yang terpenting adalah kita mengetahui cara mengatasi demam, dan juga selalu menjaga kondisi badan anak serta berikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak  baik ketika sehat ataupun sakit. Anak penderita polio umumnya akan merasakan otot terasa lemah hingga sangat mudah kelelahan. Hal ini akan terlihat dari perilaku anak yang tidak tertarik untuk bermain atau melakukan aktivitas apa pun. Cermati dan rutin tanyakan apa yang dirasakan oleh anak. Bagian tubuh mana yang terasa sakit, karena terkadang beberapa anak hanya diam dan tidak berkata apa pun kepada orang tua mengenai yang dirasakannya. Kondisi gejala ini dapat berlangsung pada tubuh anak kurang lebih selama 10 hari.

2. Gejala Polio Paralitik

Gejala penyakit polio selanjutnya adalah gejala yang sudah mulai parah, namun gejala ini sebenarnya jarang terjadi. Gejala ini terjadi jika terlambat dilakukan penanganan setelah gejala awal muncul. Kemunculan gejala tergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi. Bagian tubuh yang dapat terserang virus ini antara lain tulang belakang dan otak. Jenis gejala ini muncul setelah  si anak (penderita) mengalami gejala polio non-paralitik. Gejala polio paralitik meliputi nyeri otot yang parah disertai dengan kelemahan, tidak bisa lagi gerak refleks, dan anggota tubuh menjadi lemas hingga mengarah ke lemah-lumpuh.

3. Gejala Pasca-Polio Syndrome

Gejala penyakit polio tingkat lanjut adalah gejala yang mengarah ke arah kelumpuhan. Beberapa gejala ini meliputi mudah kelelahan meskipun hanya melakukan aktivitas ringan, mengalami atrofi atau mengecilnya otot-otot tubuh, nyeri berkepanjangan pada sendi dan otot, terjadi henti nafas saat tidur, depresi, susah menelan, susah bernafas (terasa sesak nafas), sulit berkonsentrasi karena bagian saraf otak sudah mulai terganggu, dan tubuh tidak tahan dengan cuaca dingin.

Jika para orang tua menemui beberapa gejala penyakit polio di atas terjadi pada anak, maka segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan medis dan juga pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Untuk itu, akan lebih baik jika orang tua selalu memperhatikan jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya yang diberikan pada anak, salah satunya imunisasi polio. Selain itu, kebersihan pribadi dan lingkungan juga sangat penting untuk diperhatikan. Itulah beberapa informasi mengenai gejala penyakit polio pada anak. Semoga bermanfaat.

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

Makan bersama menjadi momen yang sering dilewatkan mengingat banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Kondisi ini mengakibatkan anggota keluarga lebih suka makan sendiri-sendiri. Misalnya, makan di depan televisi atau makan di kamar. Bahkan di era sekarang, tradisi makan malam sudah hilang dari peredaran. Hal inilah yang menyebabkan renggangnya hubungan silaturahmi antara anggota keluarga.

Baca : efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak – dampak negatif bermain game untuk anak – cara mengatasi anak yang susah makan – cara mengajarkan disiplin pada anak

Untuk membangun kembali hubungan silaturahmi dan kekeluargaan, mulailah untuk menjadikan makan malam sebagai tradisi keluarga. Ini dia manfaat makan malam bersama keluarga yang perlu Anda ketahui:

  1. Meningkatkan Komunikasi

Berkumpul sambil melahap makanan yang disajikan di meja makan tentu dapat meningkatkan komunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Selama berada di meja makan, ada saja topik yang akan dibicarakan. Mulai dari pelajaran anak di sekolah, rapat kerja, bahkan rencana untuk pergi liburan.

Adanya komunikasi yang baik akan merupakan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua. Mereka juga tidak enggan untuk menceritakan kejadian buruk yang dialaminya pada hari ini maupun pada hari yang sudah lewat. Sehingga anggota keluarga, terlebih orang tua dapat memberikan masukan atas masalah yang dihadapi. Komunikasi juga termasuk salah satu cara mengenali karakter anak.

  1. Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak

Pentingnya sopan santun pada anak bukan hanya tentang menghormati orang yang lebih tua. Namun, juga sopan santun selama berada di meja makan. Mulai dari cara mengunyah makanan, cara memasukkan makanan, hingga larangan berbicara saat sedang makan. Anak-anak yang diajari sopan santun tentu akan bertumbuh menjadi anak dengan tata krama yang bagus.

Selain mengajarkan tata krama ketika makan, makan bersama juga  merupakan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf ketika melakukan kesalahan. Hal ini berguna demi keberhasilan si anak di masa yang akan datang.

  1. Asupan Nutrisi yang Lebih Baik

Orang tua senantiasa memperhatikan apa yang dimakan oleh anaknya. Hal ini juga berlaku di meja makan, dimana orang tua akan selalu menyajikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Anak dengan gizi yang baik adalah anak yang tumbuhnya sehat dan terhindar dari obesitas.

  1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Keterampilan sosial yang diajarkan di meja makan dapat berupa keterampilan mendengar dan kesabaran. Contohnya, ketika orang tua sedang berbicara, si anak akan mendengar apa yang dikatakan orang tuanya dengan teliti. Anak juga tidak akan meyela atau memotong pembicaraan orang tua.

  1. Meningkatkan Performa Anak-Anak di Sekolah

Makan bersama anggota keluarga menunjukkan adanya hubungan harmonis di dalam keluarga. Sadar atau tidak, situasi ini akan membuat si anak lebih berprestasi di sekolah. Anak juga akan lebih bersemangat untuk belajar dan menjalani hari-harinya selama di sekolah.

  1. Lebih Hemat

Poin yang satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Makan bersama anggota keluarga tentu akan menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, orang tua menyajikan makanan lezat di meja makan tanpa perlu dibayar sepeser pun. Bandingkan jika anak makan di restoran, apalagi restoran mahal. Berapa biaya yang akan dikeluarkan oleh anak? Selain menambah pengeluaran, bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak juga patut diwaspadai.

Mempererat hubungan kekeluargaan harus dimulai dari kita selaku orang tua. Karena orang tua adalah panutan di dalam keluarga. Jika orang tua menunjukkan sifat jelek, otomatis si anak juga akan melakukan yang sama. Bahkan apa yang dilakukan si anak jauh lebih buruk dari yang dibayangkan orang tua. Oleh sebab itu, aturlah jadwal makan malam sebaik-baiknya. Selain mempererat kekeluargaan, anak juga terhindar dari jenis makanan yang berbahaya untuk anak.

7 Manfaat Buah untuk Anak agar Asupan Gizinya Terpenuhi

7 Manfaat Buah untuk Anak agar Asupan Gizinya Terpenuhi

Selain manfaat sayuran untuk anak, buah juga menjadi sumber gizi terbaik bagi anak-anak. Rasa buah yang manis dan lezat menjadi daya tarik utama. Namun, ada beberapa anak yang tidak suka makan buah. Hal ini tidak boleh dibiarkan ya Bunda. Pasalnya buah ini juga berfungsi sebagai sumber vitamin, serat, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Apabila anak tidak suka makan buah, lebih baik dipaksa walaupun yang dimakannya sedikit. Berikut adalah manfaat buah-buahan untuk anak, antara lain:

  1. Mengurangi Obesitas

Indonesia bukanlah negara dengan tingkat obesitas tertinggi. Namun, beberapa masyarakat mengalami obesitas karena pola makannya yang tidak teratur. Agar anak terhindar dari obesitas, mulailah memperkenalkannya dengan buah. Pilihlah buah dengan warna yang terang dan rasa yang manis agar si anak tertarik untuk mengonsumsinya.

Buah juga bisa dijadikan sebagai pengganti cemilan, yang tentunya akan jauh lebih sehat untuk tubuh. Buah juga dapat digunakan sebagai pengganti sarapan, begitu juga dengan manfaat oatmeal untuk bayi dan anak sebagai pengganti nasi. Mengonsumsi buah setiap hari sangat disarankan agar kebutuhan vitamin dan mineral tercukupi.

  1. Memenuhi Asupan Gizi dalam Tubuh

Buah-buahan mengandung serat, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dengan mengonsumsi buah, asupan gizi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga anak terhindar dari tanda-tanda anak kurang gizi. Selain itu, buah-buahan juga membuat anak terhindari dari penyakit, seperti anemia pada anak dan sakit mata.

  1. Melancarkan Sistem Pencernaan

Serat yang terkandung dalam buah-buahan sangat baik untuk melancarkan sistem pencernaan. Apabila terjadi gangguan pencernaan pada anak, berikan buah yang mengandung banyak serat, seperti pepaya dan pisang. Mengonsumsi buah-buahan juga lebih baik untuk mengatasi masalah pencernaan dibandingkan mengonsumsi obat-obatan dari dokter. Dimana obat-obatan tersebut banyak mengandung zat kimia.

  1. Meningkatkan Kinerja Otak

Anak-anak yang mengkonsumsi makanan sehat akan memiliki kinerja otak yang baik dan lancar. Anak juga akan lebih aktif dan bersemangat untuk menjalani hari-harinya. Beberapa penelitian juga membuktikan kalau anak yang sering mengonsumsi buah-buahan memiliki sistem nalar yang bagus. Seperti, mudah menghitung, menangkap materi pelajaran, dan mudah membaca. Walaupun buah-buahan bukanlah faktor utama yang mendukung kinerja otak, namun buah-buahan merupakan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak.

  1. Mengurangi Rasa Lapar

Buah-buahan bisa dijadikan sebagai makanan pengganti cemilan yang tentunya lebih sehat dibandingkan mengonsumsi makanan cepat saji. Banyak bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak. Oleh sebab itu, selalu sediakan buah di meja makan. Apabila perut si anak keroncongan, ia dapat mengonsumsi buah-buahan untuk mengatasi rasa laparnya.

  1. Menjaga Kesehatan Mata

Beberapa buah-buahan mengandung vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata. Sebut saja wortel dan tomat cara mengatasi mata minus pada anak yang sangat ampuh. Dengan mengonsumsi wortel dan tomat secara teratur, dipercaya dapat menjernihkan penglihatan. Namun, proses penyembuhan dengan buah ini membutuhkan proses yang cukup panjang. Apalagi jika kondisi mata si anak sudah parah.

  1. Mempercantik Kulit

Selain menjadi salah satu makanan terbaik untuk bayi, vitamin yang terkandung dalam buah-buahan juga bagus untuk menjaga kondisi kulit. Anak yang suka mengonsumsi buah-buahan memiliki kulit yang kenyal, putih, dan mulus. Bandingkan dengan anak-anak yang tidak suka makan buah, kondisi kulitnya kusam dan kering.

Baca : cara mengatasi anak yang susah makan – jenis makanan yang berbahaya untuk anak – makanan terbaik untuk bayi – bahaya susu formula pada bayi – manfaat madu untuk anak dan balita

Selain rasanya yang enak, buah-buahan juga memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Apabila anak Anda tidak suka makan buah, Anda bisa menyulap buah tersebut menjadi olahan lezat. Misalnya, jus, smoothie, atau bahkan salad buah. Campurkan olahan ini dengan susu atau coklat untuk menambah cita rasa dari buah tersebut.

6 Cara Mengatasi Sakit Mata pada Anak

6 Cara Mengatasi Sakit Mata pada Anak

Sakit mata bisa menyerang siapa pun termasuk bayi dan anak–anak. Tentu hal ini akan membuat panik para orang tua. Dan dengan sigap orang tua akan langsung memberikan obat tanpa terlebih dulu di bawa ke dokter mata ataupun mengetahui penyebabnya. Cara mengatasi sakit mata pada anak untuk pertama kali hendaknya harus diketahui dulu penyebabnya sebelum memberikan obat mata supaya tidak terjadi iritasi.

Sakit mata merah atau konjungtivitis yakni kondisi peradangan pada selaput tipis dilapisan depan mata. Dimana selaput tipis ini memiliki peran untuk melindungi kornea, lapisan bening dan transparan sebagai penerima cahaya masuk mata. Peradangan pada selaput ini membuat pembuluh darah terlihat memerah disertai rasa gatal luar biasa yang bila dikucek dan digaruk akan menimbulkan bengkak di sekitar area mata.

Penyebab Sakit mata pada Anak

Dalam beberapa kasus, pada umumnya, penyebab sakit mata yang terjadi pada anak disebabkan oleh :

  • virus dan bakteri – Bisa ditularkan melalui kondisi tangan yang kotor. Karena anak – anak suka menyentuh hal – hal di sekitarnya dan tanpa cuci tangan langsung mengucek mata. Hal inilah yang menyebabkan virus dan bakteri mudah masuk ke kornea mata.
  • masuknya kuman atau debu yang tanpa sengaja – Hal ini bisa saja terjadi tanpa pengawasan orang tua. Karena sebagaimana kita tahu, anak – anak akan dengan mudah mengucek mata bila dirasa ada hal yang tidak nyaman dengan matanya tanpa terlebih dulu memberitahukan kepada orang tua.
  • radiasi berlebihan – Yang berasal dari benda elektronik di sekitar anak seperti terlalu lama bermain dengan handphone, tablet, ipad, komputer, laptop ataupun televisi.
  • kurangnya konsumsi vitamin A – Pentingnya konsumsi sayur dan buah yang kaya akan Vitamin A akan dirasakan oleh orang tua setelah sang anak mengalami sakit mata karena hal ini. Supaya terhindari dari sakit mata karena kurangnya vitamin A, Anda sebagai orang tua harus mulai memperkenalkan sayur dan buah sedini mungkin, supaya ketika anak sudah mengenal rasa, tidak tebang pilih makanan.
  • serbuk sari tumbuhan – Hal ini mungkin jarang terjadi sebagai penyebab umum sakit mata pada anak. Tapi, jangan diabaikan begitu saja. Ketika anak bermain di lingkungan yang dikelilingin oleh tanaman berbunga seyogyanya orang tua mengawasi dengan ketat. Karena halusnya serbuk sari yang terbang terbawa angin ini, anak tidak akan tahu dan menghindar, alhasil rasa gatal serbuk sari yang masuk mata akan mengakibatkan peradangan karena dikucek terus menerus.
  • bulu hewan yang beterbangan seperti bulu kucing – Mengenalkan anak untuk cinta pada hewan peliharaan sangatlah bagus. Alangkah baiknya bila hewan yang dipelihara ini juga diperhatikan kesehatan dan kondisi tubuhnya. Jangan sampai, anak Anda mengalami sakit mata karena bulu hewan yang terbang seperti bulu pada kucing.
  • polusi udara – Sebaiknya bila mengajak anak keluar rumah dan mengendarai kendaraan terbuka seperti sepeda motor, Anda sebagai orang tua jangan lupa untuk menyiapkan kacamata anak. Supaya polusi udara, angin dan debu jalanan, tidak dengan mudah melukai kornea mata anak. Dan sang anak bisa nyaman berkendara.

Untuk mengatasi sakit mata pada anak ini dapat dilakukan dengan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Kondisi mata merah yang disebabkan oleh virus, biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Sedangkan, mata memerah akibat infeksi bakteri, ditandai dengan kelopak mata yang menjadi rapat atau bengkak karena cairan kuning yang keluar pada mata, atau umumnya di masyarakat dikenal dengan belekan, orang tua harus mendatangi dokter untuk pengobatannya.

Untuk masalah mata merah karena infeksi bakteri ini, biasanya dokter akan memberikan antibiotic yang berupa obat tetes mata atau salep. Jika kondisi mata memerah dan meradang selama dua minggu dan tak kunjung sembuh, dokter mata akan meresepkan antibiotic chloramphenicol dalam bentuk obat tetes mata ataupun salep dan asam fusidat (fusidic acid). Kedua obat antibiotic ini memiliki efek samping berupa rasa perih ringan pada mata selama beberapa saat.

Berikut tips dan trik yang bisa Anda lakukan untuk mengobati mata sang anak dengan obat dokter :

  1. Salep – Kemungkinan berhasil mengobati dengan salep obat mata ini lebih tinggi daripada obat tetes mata. Dengan salep, Anda bisa membujuk anak untuk melihat kotoran di kelopak matanya, lantas oleskan salep pada bagian bawah kelopak mata. Dan ketika anak Anda berkedip, salep obat mata tadi akan masuk ke dalam mata.
  2. Tetes mata – Dengan obat tetes mata Anda bisa mengajak sang anak untuk rebahan dan memejamkan mata. Lalu teteskan obat tetes mata tersebut pada sudut mata bagian dalam. Dan ketika anak Anda berkedip, obat tetes mata tadi akan masuk ke dalam mata.

Sebelum Anda memberikan obat tetes mata maupun salep pada Anak, seyogyanya Anda mencuci tangan terlebih dulu supaya steril. Untuk membersihkan kotoran mata sang anak, Anda dapat mengelapnya menggunakan air hangat, supaya kotoran mudah terangkat dan tidak menimbulkan rasa sakit sekitar mata bila digosok keras. Dan bila Anda sudah berkomitmen menggunakan obat antibiotic dari dokter mata, jangan lupa untuk menghabiskan antibiotic tersebut guna mencegah infeksi mata terulang kembali.

Bagian terpenting dalam pengobatan ini sebenarnya adalah menjaga kebersihan area mata karena keluarnya cairan kuning yang mengakibatkan kelopak mata menjadi lengket, kotorannya menjadi keras dan mata menjadi bengkak. Dan bila dibersihkan menggunakan tangan kosong akan terasa sangat sakit. Tapi, bila dibersihkan dengan cotton bud yang sebelumnya dicelupkan di air hangat, tentu tidak akan meninggalkan rasa sakit. Lalu, jika memungkinkan, ketika sang anak memejamkan matanya, kompres kedua matanya dengan air hangat supaya cairan kuning yang keluar dari mata tidak mengeras dan membuat kelopak mata susah terbuka dan bengkak.

Selain pengobatan dengan obat dokter, ada cara alami yang Anda bisa lakukan sendiri tanpa bahan kimia tentunya. Meski agak merepotkan untuk mengobatinya karena membutuhkan waktu lama, namun asal telaten, sakit mata merah sang anak tentu bisa terobati.

Cara mengatasi sakit mata pada anak menggunakan bahan alami, di antaranya :

  1. bawang putih – sebelum anak tidur, ambil dulu bawang putih, potong ujungnya sedikit, lalu gosokkan pada kelopak mata bagian bawah. Tunggu hingga reaksi rasa perih atau gatal muncul. Jika sudah muncul rasa tersebut, bilas dengan air bersih mengalir. Lanjutkan proses ini ketika menjelang tidur hingga masalah sakit mata anak Anda sembuh.
  2. daun sirih – tak perlu diragukan lagi manfaat daun sirih untuk pengobatan. Dengan daun sirih, Anda bisa merebus daun sirih ini hingga mendidih. Lalu tuang pada baskom atau wadah yang berukuran lebar, dan tunggu hingga hangat – hangat kuku. Setelah tidak terlalu panas, dekatkan kelopak mata pada air rebusan daun sirih tersebut sembari mata dikedip – kedipkan supaya air rebusan daun sirih tersebut membilas kuman atau bakteri pada kelopak mata bawah.
  3. daun melati – dengan daun melati, Anda dapat menumbuknya satu genggam setelah dicuci bersih. Lalu tempelkan pada kedua mata dalam kondisi mata terpejam hingga tumbukan daun melati tersebut mengering. Jika sudah mongering, Anda dapat menggantinya dengan yang baru hingga sakit matanya sembuh.
  4. susu murni – bahan alami yang dapat mengobati sakit mata pada bayi sebenarnya adalah asi ibu. Tapi untuk anak – anak dan dewasa, Anda bisa menggunakan susu sapi murni atau susu UHT. Caranya cukup mudah, Anda tinggal membasahi kapas dengan susu UHT dan menempelkannya pada kedua mata hingga kapas kering dan mengeras.

Meski bahan alami ini mudah didapatkan, alangkah baiknya bila disertai pengawasan orang tua lebih lanjut. Sebab ditakutkan ada reaksi alergi pada bahan – bahan alami tersebut. Dan sebisa mungkin, pengobatan dengan cara alami ini jangan diterapkan pada anak bayi, karena masih memiliki kondisi mata yang sangat sensitif sekali.

Setelah Anda menerapkan pengobatan dengan bahan alami namun tidak kunjung berhasil meski seminggu lamanya, ada baiknya Anda harus segera membawanya ke dokter mata untuk penanganan yang lebih lanjut, guna meminimalisir kondisi mata bengkak meradang.

Artikel Lainnya
  • Tips Memilih Dokter Anak yang Tepat
  • Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak
  • Cara Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak
  • Anak Terlambat Bicara – Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Efek Positif dan Negatif Televisi Bagi Pertumbuhan Anak
  • Tips Nyaman Bepergian dengan si Kecil
  • Gejala Kolik pada Anak
  • Autis pada Anak
  • Tetanus pada Anak
  • manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak
  • gejala sinusitis pada anak
  • cacar air pada anak
  • anemia pada anak
  • bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak
  • cara mengatasi sakit perut pada anak

Itulah tadi cara mengatasi sakit mata pada anak yang bisa Anda coba terapkan kepada buah hati anda sebagai langkah awal pengobatan sebelum kondisi semakin merah meradang dan butuh penanganan dokter mata.

Ciri Ciri FLu Singapura pada Anak

Ciri Ciri FLu Singapura pada Anak

Sebagai orang tua, tentunya Anda menginginkan anak Anda dalam kesehatan yang maksimal. Anda tentunya tidak ingin anak Anda terkena penyakit yang dapat membahayakannya. Biasanya penyakit banyak disebabkan virus maupun bakteri yang pada umumunya sangat mudah ditemukan di kalangan masyarakat. Meskipun virus dan bakteri memiliki sifat yakni tidak kasat mata, sehingga membutuhkan bantuan miskroskop untuk melihatnya, akan tetapi, dampak dari virus dan bakteri tersebut sangat berbahaya bagi anak-anak Anda. Pencegahan adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan dengan selalu mengendalikan anak Anda dalam lingkungannya. Selain itu, tentunya juga Anda harus mengendalikan asupan gizi anak Anda. Hal tersebut disebabkan karena daya tahan tubuh memang sangat diuji saat berada di tempat yang memiliki banyak virus dan bakteri.

Berbicara mengenai virus dan bakteri, biasanya virus yang lebih mendominasi dalam menyerangan anak-anak. Contoh kecil dari akibat serangan virus yang sangat umum dijumpai sebagai penyakit pada anak-anak adalah flu. Flu memang mengakibatkan ketidaknyamanan pada siapapun termasuk pada anak-anak sehingga diperlukan penanganan khusus untuk itu. Ketika anak Anda sudah terlanjur terkena virus dan sifatnya membahayakan, tentunya Anda akan segera membawa anak Anda ke dokter. Selain itu, juga pastinya terdapat banyak tips memilih dokter anak yang tepat untuk anak Anda, terkait memang anak membutuhkan dokter yang khusus untuknya. Berbicara mengenai flu, terdapat salah satu jenis flu yakni flu singapura. Agar Anda dapat memberikan penanganan cepat pada anak Anda, berikut akan dijelaskan mengenai ciri-ciri dlu singapura pada anak.

1. Demam Tinggi

Anak-anak memang sangat rentan terhadap penyakit yang satu ini. Ada berbagai macam penyebab yang membuat anak Anda terkena demam, bisa saja daya tahan tubuh yang lemah atau bahkan virus atau bakteri yang terlampau kuat. Manfaat dongeng bagi pertumbuhan anak yang Anda lantunkan juga menjadi tidak begitu menarik lagi baginya karena konsentrasinya yang berkurang akibat demam. Ketika anak Anda mengalami demam, tentunya Anda membutuhkan cara mengatasi demam anak Anda tersebut.

2. Sakit Tenggorokan

Rasa sakit pada tenggorokan kerap juga terjadi sesaat anak mengalami demam tinggi. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi kesehatannya. Alasan bahwa sakit tenggorokan dapat membahayakan kesehatannya karena ketidaknyamanan anak dalam menelan makanan tentunya akan berdampak pada selera makannya. Sakit tenggorokkan tentunya dapat membuatnya tidak nyaman juga saat berbicara. Biasanya ciri sakit pada tenggorokan membuat anak menangis dalam frekuensi yang berlebihan. Anda tentu merasa kasian ketika melihat buah hati Anda terus-terusan menangis karena merasa sakit. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter karena bisa saja sakit tenggorokan tersebut disebabka karena sudah terjangkitnya anak Anda akan flu singapura.

3. Hilangnya Nafsu Makan

Pada anak yang menderita flu singapura, seperti yang sebelumnya telah dijelaskan di poin kedua, biasanya anak tersebut kehilangan selera makannya. Anak-anak memang kerap sekali sangat sulit untuk diberikan makan. Ada yang beralasan karena memang tidak selera makan atau ada juga karena anak tersebut merasa kenyang dengan sangat cepat. Biasanya rasa kenyang yang terlampau cepat tersebut disebabkan karena lambatnya proses makan anak tersebut. Ketika makan, anak yang sulit diberi makan adalah mereka yang juga cepat merasa kenyang. Mengingat bahwa tubuhnya membutuhkan asupan energy, tentunya Anda tidak akan membiarkan anak Anda untuk terus-terusan bermalas-malasan untuk makan, karena tentu sangat membahayakan kondisi fisiknya. Terlebih lagi dia masih sangat aktif bermain dan belajar.

4. Lidah, Gusi dan Pipi Seperti Melepuh

Pada anak yang menderita penyakit flu singapura, biasanya juga akan mengalami ciri-ciri lidah, gusi dan pipinya yang terluka. Luka yang berada pada tiga tempat tersebut biasanya terkesan melepuh. Hal ini tentunya sangat membuat Anda, sebagai seorang ibu sangat khawatir terhadap kondisi kesehatan anak Anda tersebut. Lidah yang sangat berperan saat dia mengkonsumsi makanan. Sehingga ketika terjadi luka di lidahnya, dia akan memberikan respon yakni menangis da nada sedikit rasa takut untuk makan. Begitu juga halnya dengan gusi. Makanan dan minuman memang kerap sekali menyentuh gusi. Sementara itu, pada pipi yang memerah dan melepuh, biasanya digunakan adanya alergi pada anak tersebut.

5. Rewel pada Bayi

Bayi memang masih sangat sensitive terhadap perubahan pada sekitarnya. Bahkan, suara yang sangat kecil saja mampu membuatnya menangis. Akan tetapi, hal tersebut adalah sebuah kewajaran bagi anak karena memang mereka berusaha memberitahu bahwa ada sesuatu yang menyakiti dan mengganggunya. Sehingga tidak perlu diambil pusing. Namun, ketika anak Anda menangis dan rewel tanpa adanya masalah yang kasat mata, Ana patut mencurigainya bahwa anak Anda tersebut sedang terserang flu singapura. Flu singapura memang kerap sekali menyerang anak-anak hingga membuat mereka menangis dan kesakitan.

6. Sakit Perut

Ciri keenam yang dapat digunakan untuk mencurigai apakah anak Anda terkena flu singapura adalah rasa sakit yang luar biasa yang dideritanya. Anak yang menderita sakit perut pastinya memiliki sesuatu yang salah pada system pencernaannya. Kesalahan pada system pencernaan tentunya memiliki banyak penyebab, mungkin saja pola makannya yang salah. Selain itu, flu singapura ternyata juga mengganggu system pencernaan anak-anak. Hal ini karena system imunnya yang sudah diserang sehingga organ pencernaannya bekerja lebih lemah dari biasanya.

7. Kulit Melepuh

Selain pada gusi, pipi dan lidah, ternyata bagian kulit anak Anda juga akan diserang akibat flu singapura ini. Kulit yang melepuh tentunya sangat membuat Anda, sebagi seorang sosok ibu menjadi tidak tenang karena takut sesuatu yang buruk terjadi terhadap anak Anda. Kulit yang melepuh pada anak yang terkena flu singapura akan terlihat banyak bitnik-bintik di kulitnya. Pertanda ini juga mirip dengan pertanda seorang anak terkena penyakit deman berdarah. Akan tetapi, jika lepuhan juga menyebar ke daerah mulut, lutut, kaki, dan telapak tangan, segeralah memeriksanya ke dokter untuk penanganan yang lebih cepat.

8. Tubuh Terasa Tidak Nyaman

Pada anak yang terkena flu singapura juga memberikan ciri yakni tubuh terasa tidak nyaman. Flu singapura sendiri adalah salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak akibat virus coxsacievirus. Anak-anak tentunya memiliki kesan yang sangat aktif dimana dia akan melakukan banyak sekali aktivitas seperti bermain dengan teman-temannya. Ketika dia terkena flu singapura, tentunya dapat sangat merugikannya dan menyiksanya juga. Apalagi, jika dia melihat teman-temannya sedang asyik bermain sedangkan dia hanya terbaring di kamarnya. Hal ini juga tentunya tidak baik bagi mereka yang sudah mulai sekolah karena flu singapura ini membuatnya tidak bisa terlampau banyak bergerak. Biasanya dia bangun pagi untuk segera bergegas ke sekolah, karena Anda sendiri sudah mengetahui bagaimana cara membiasakan anak bangun pagi.

Cara Mencegah Anak Terjangkit Flu Singapura

Beberapa tips atau cara dapat orang tua lakukan untuk mencegah penularan flu singapura pada anak-anak, diantaranya adalah :

  1. Jika Anda adalah seorang ibu yang senang membawa anak Anda ke tempat umum untuk bermain ataupun untuk bersantap, jangan lupa untuk mencuci kaki dan tangannya setelahnya. Pastikan bahwa tubuh anak Anda bersih agar terhindar dari penularan flu singapura.
  2. Selain itu, Anda juga tentunya harus mengajari dia tentang bagaimana menjaga kebersihan diri sendiri sehingga dia bisa menjaga dirinya ketika Anda sedang tidak ada disekitarnya, seperti mencuci tangan.
  3. Hindari kontak tangan yang kotor dengan hidung maupun mulut. Kontak tersebut dipercaya sangat tidak baik untuk kesehatan mengingat kondisi tangan anak Anda sangat tidak memungkinkan karena kotor.
  4. Poin keempat mengenai pencegahan penularan flu singapura pada anak adalah dengan membiasakan dia untuk memakai perlengkapan yang sudah Anda sediakan dari rumah, misalkan sendok. Hindari pemakaian sendok yang sama antara anak Anda dengan anak lainnya karena bisa saja anak tersebut sedang terjangkit flu singapura atau tidak higenis.
  5. Ketika anak Anda terjangkit, pastikan bahwa dia beristirahat dengan cukup. Hal ini dimaksudkan untuk memulihkan keadaan kesehatan anak Anda. Selain itu, dengan beristirahat juga tentunya dia sedang mencoba untuk tidak menularkan virus tersebut kepada teman-temannya.
Artikel Lainnya
  • cacar air pada anak
  • autis pada anak
  • gejala sinusitis pada anak
  • Gangguan Pencernaan pada Anak
  • Cacar Air pada Anak
  • Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak
  • bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak
  • jenis jenis imunisasi dan manfaatnya
  • anak tersedak
  • cara jitu mengenali bakat anak
  • manfaat tidur siang untuk tumbuh kembang anak

Demikian informasi mengenai ciri ciri flu singapura pada anak yang juga dilengkapi dengan cara pencegahannya. Dengan artikel ini diharapkan mampu membantu Anda dalam menjaga kesehatan anak Anda. Semoga bermanfaat.

Belekan pada Anak yang Berbahaya

Belekan pada Anak yang Berbahaya

Belekan pada mata disebabkan karena lendir kotoran mata bercampur dengan air mata yang mengering. Lendir kotoran mata ini sendiri berasal dari debu, polusi udara, sel kulit mati, dan benda asing yang masuk ke dalam mata dan berpotensial belekan pada anak yang berbahaya.

Mengalami mata belekan sangat normal untuk terjadi. Namun jika kondisi mata belekan ini sudah disertai mata berair terus menerus dengan kantong mata yang berasa lengket dan susah untuk dibuka, Anda sebagai orang tua harus mewaspadai hal ini. Sebab, reaksi mata berair menunjukkan adanya respon alami tubuh terhadap benda asing yang mengganggu kerja mata.

Oleh sebab itu jangan abaikan mata belekan pada anak, perhatikan dan kenali belekan yang biasa atau yang butuh penangan yang lebih serius pada anak Anda.

Beberapa jenis-jenis mata belekan pada anak yang harus Anda waspadai, diantaranya :

  1. Adanya kotoran mata berupa lendir berwarna hijau atau abu yang kental

Kondisi ini pertanda adanya infeksi mata karena bakteri piogenik yang memproduksi nanah, atau bahasa ilmiahnya konjungtivitas bacterial. Dimana kondisi ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus, Haemophilus atau Staphylococcus yang berasal dari kulit diri sendiri atau saluran napas bagian atas, juga karena ketularan orang lain yang sedang mengalami masalah yang sama.

Kondisi peradangan karena bakteri ini ditandai dengan korena mata berwarna merah, kotoran mata berasa seperti berpasir, mata berasa perih dan gatal sekali juga ketika bangun tidur terasa mata susah sekali untuk dibuka karena lengket dengan belek dan harus dilap basah dulu jika ingin melek.

  1. Munculnya lendir mata kekuningan yang disertai rasa sakit

Kondisi ini timbul biasanya disertai dengan sensasi sakit dan nyeri ketika sedang berkedip dan muncul benjolan kecil di ujung kelopak mata, mirip seperti bintitan tapi bukan yang disebabkan oleh hordoleum atau bintitan. Hordoleum ini muncul lantaran ada bakteri Stafilokokus. Jadi, lendir yang keluar pada mata ketika bangun tidur ini bewarna kuning dan diikuti rasa sakit pada sekitar mata.

  1. Munculnya rasa sakit seperti lebam pada bagian wajah, rahang pipi, sekitar hidung atau pojok mata bagian dalam

Hal ini lumrah terjadi jika mata mengalami dakriosistitis, yakni kondisi infeksi pada saluran air mata di dekat hidung atau bahasa mudahnya infeksi saluran air mata yang disebabkan oleh bakteri S. Aureus, S. Pneumoniae dan Pseudomonas. Jika Anda sebgaai orang tua menemukan kondisi seperti ini kepada anak Anda, sebaiknya langsung diberikan penanganan oleh dokter mata berupa obat antibiotik, supaya keadaannya tidak semakin memburuk.

  1. Adanya kotoran mata yang tebal dan kasar di seluruh kelopak mata dan bulu mata

Kondisi kotoran mata yang tebal dan kasar ini bisa disebabkan oleh bakteri kulit yang bernama Blepharitis. Dimana bakteri ini tumbuh untuk menginfeksi kelopak mata dan bulu mata yang disertai dengan tanda mata mengalami kemerahan dan diikuti peradangan di sekitar area mata. Juga akan timbul sisik kulit seperti ketombe pada bagian kelopak mata ketika bangun tidur.

  1. Kondisi lendir kotoran mata yang berbusa

Ini terjadi lantaran ada masalah dengan kelenjar meibom (MGD) yang tidak bisa bekerja maksimal dan menyebabkan munculnya kotoran mata yang berlendir kehijauan seperti ada nanah, diikuti lendir mata yang berbusa dan peradangan di sekitar mata.

  1. Timbul sensasi kelilipan terus menerus

Kondisi mata yang seperti kelilipan terus menerus ini bisa menular. Hal ini disebabkan oleh adanya virus kongjungtivitis yang mengganggu bagian pernapasan atas hingga menimbulkan sensasi pembengkakan pada bagian kelopak mata, pandangan mata menjadi kabur dan mata akan terus berair tanpa henti.

  1. Munculnya lendir kotoran mata berwarna putih, lengket, tebal dan kasar

Penyebab dari kondisi abnormal ini bisa dibilang banyak sekali, di antaranya karena alergi konjungtivitis yang disebabkan oleh serbuk sari tanaman, debu polusi, make up, alergi terhadap cairan lensa mata ataupun obat tetes mata. Selain itu juga disebabkan oleh pemakaian lensa kontak yang terus menerus dan tidak pernah dilepas termasuk berenang dan tidur sekalipun, terjadi karena herpes mata (infeksi karena virus yang terjadi berulang), peradangan pada kornea mata, atau juga infeksi pada mata karena parasit.

Jika anak Anda mengalami salah satu dari masalah tersebut, sebaiknya segera bergegas memberikan pertolongan pada dokter mata, terlebih bila mendadak mata belekannya berupa nanah atau terjadi pendarahan pada cedera mata. Jika Anda mengabaikan begitu saja salah satu dari semua masalah ini, jangan salahkan diri sendiri bila sampai mata sang anak mengalami kebutaan permanen.

Kondisi mata belekan pada anak ini memang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus segera dilakukan penanganan pertama ketika sang anak sudah menunjukkan gejala sakit mata seperti mata terus menerus berair hingga sang anak tidak berhenti menguvek mata. Guna mendapat pertolongan yang cepat dan pencegahan untuk masalah mata serius nantinya.

Tindakan pertama kali yang harus diberikan kepada anak ketika mengalami belekan pada anak yang berbahaya :

  • Untuk sementara, jangan ijinkan anak bermain ke luar rumah, supaya debu dan udara kotor tidak masuk mata. Misalkan anak masih ingin keluar rumah, berikan anak kacamata guna meminimalisir sakit mata belekan yang lebih parah
  • Kurangi waktu bermain bersama teman atau bertemu keluarga yang lain guna pencegahan penularan kepada yang lain
  • Berikan obat tetes mata untuk pertama kali ketika anak sedang mengucek mata terus menerus. Namun ketika sudah memasuki hari ketiga tidak kunjung sembuh juga malah timbul rasa nyeri dan bengkak di sekitaran mata, hidung, pipi, atau semua area wajah diikuti rasa sakit ketika menelan makanan, segeralah bawa ke dokter mata untuk penanganan obat yang lebih lanjut.

Selain tiga langkah tindakan pertama tersebut, ada beberapa bahan alami yang bisa dibuat sendiri untuk pengobatan awal mata belekan pada anak yang berbahaya :

1. Daun sirih

Siapkan daun sirih muda beberapa lembar, lantas cuci bersih dan rebus dengan garam hingga mendidih. Jika sudah mendidih peras air daun sirih tersebut. Nah, perasan air daun sirih inilah yang akan menjadi obat mata belekan pada anak Anda. Caranya minta anak Anda cuci muka menggunakan air perasan daun sirih ini dengan cara menenggelamkan seluruh wadah ke baskom air yang berisi perasan daun sirih sembari anak mengedipkan mata berulang kali guna membersihkan kotoran atau mensterilkan virus di dalam mata. Lakukan pengobatan ini setiap hari dengan tiga kali dalam sehari. Jika tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter mata.

2. Bawang putih

Bawang putih yang terkenal akan banyak khasiatnya ini, bisa Anda gunakan sebagai obat mata menjelang anak tidur siang atau tidur malam. Caranya yakni, cuci muka anak Anda hingga bersih dan lap kering dengan handuk. Lalu ambil 1 ruas bawang putih, kupas dan cuci bersih. Setelah itu, potong bagian ujung bawang putih yang lancip tersebut. Gunakan bawang putih yang sudah dipotong tadi sebagai obat oles mata untuk kelopak mata bagian bawah saja. Sensasi pedih dan gatal yang timbul karena bawang putih untuk sementara harus ditahan hingga sembuh. Namun bila tak kunjung sembuh, periksakan sang anak ke dokter mata.

3. Madu

Madu yang merupakan bahan alami untuk mengatasi beragam penyakit ini, ternyata juga bisa dijadikan alternatif pertolongan herbal ketika anak mengalami mata belekan. Caranya, minta sang anak untuk cuci muka terlebih dahulu hingga bersih dan lap menggunakan handuk kering. Setelah itu, bersihkan area mata dengan mengusapnya menggunakan kapas yang sudah dibasahi air hangat. Gunakan kapas hanya untuk satu kali pemakaian saja. Setelah itu, teteskan setetes madu murni pada area bawah kelopak mata sang anak. Nanti akan muncul sensasi dingin menjalar di kornea mata. Lakukan pengobatan ini setiap hari. Namun jika sudah lebih dari tiga hari tidak menunjukkan kesembuhan, segera periksakan anak ke dokter mata.

Artikel Lainnya
  • Ciri dan Penyebab Mata Minus pada Anak
  • Cara Mengatasi Sakit Mata pada Anak
  • Cara Membiasakan Anak Bangun Pagi
  • Tips Nyaman Bepergian dengan si Kecil
  • Efek Positif dan Negatif Televisi bagi Pertumbuhan Anak
  • Tips Memilih Dokter Anak yang Tepat
  • Manfaat Mendongeng bagi Pertumbuhan Anak
  • Cara Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak
  • Gejala Kolik pada Anak
  • Autis pada Anak
  • tetanus pada anak
  • cacar air pada anak
  • anemia pada anak
  • cara jitu mengatasi cadel pada anak
  • cara mengajarkan anak tentang uang

Itulah tadi beberapa langkah pertolongan pertama juga alternatif obat herbal yang bisa Anda berikan kepada sang anak untuk antisipasi kondisi mata belekan yang lebih parah. Langkah pertolongan pertama tadi memang harus disegerakan, supaya peradangan karena mengucek mata terus menerus, tidak mengakibatkan mata rabun pada anak. Dan sebagai orang tua, jangan pernah abaikan kesehatan mata untuk anak Anda. Karena mata adalah aset yang sangat berharga, jangan lupa untuk memberinya kacamata ketika bepergian menggunakan kendaraan bermotor. Juga rajinlah meneteskan obat tetes mata minimal satu minggu dua kali, guna mengatasi mata kering karena terlalu lama kena radiasi layar televisi atau gadget juga untuk membersihkan kornea mata dari debu polusi.

Anak Kidal – Fakta dan Keunikkannya

Anak Kidal – Fakta dan Keunikkannya

Kebanyakan orang melakukan kegiatan sehari-hari dengan tangan kanan secara otomatis. Gerakan dengan tangan kanan ini dilakukan sejak seseorang lahir, bahkan tanpa berpikir terlebih dulu. Hal ini tidak memerlukan banyak penyesuaian, hanya perlu latihan untuk memperkuat motorik agar tangan terbiasa melakukan berbagai macam gerakan.

Namun, ada juga orang yang tangan kirinya lebih dominan alias kidal. Di dunia barat, orang yang kidal merupakan hal yang biasa. Tetapi di Indonesia yang masih menganut budaya ketimuran, semua hal yang dianggap sopan harus dilakukan dengan tangan kanan. Sedangkan menggunakan tangan kiri dianggap sebagai gerakan yang kurang sopan.

Karakteristik otak anak yang kidal

Kidal berhubungan erat dengan perkembangan otak. Kemampuan anak menggunakan tangannya sangat berkaitan dengan fungsi otak. Otak besar kita terdiri dari dua bagian yaitu kiri dan kanan. Otak kanan berfungsi mengatur bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan otak kiri bertugas mengatur bagian otak sebelah kanan. Pada anak kidal, fungsi otak kanannya lebih dominan daripada otak kiri, dan mengalami perkembangan yang lebih baik. Otak kiri berfungsi sebagai pengatur kemampuan berbahasa, bicara, menulis, dan segala hal yang berkaitan dengan tata bahasa. Sementara otak kanan fungsinya sebagai pengatur kemampuan kreativitas dan persepsi, pengenalan dimensi ruang, situasi, kewaspadaan, dan konsentrasi.

Tanda jika anak kidal

Kidal merupakan sesuatu yang didapatkan melalui keturunan. Anak yang kidal dapat kita kenali sejak kecil. Hal ini dapat kita kenali dari tingkah laku anak yang aktif. Semakin mudah mengenali anak kidal dari seberapa aktif tangannya bereksplorasi. Segera setelah anak mengembangkan kemampuan motoriknya, anak akan menunjukkan tangan mana yang dominan. Sekitar usia 2 sampai 3 tahun paling tidak akan terlihat bila anak kidal, dan akan semakin jelas ketika usianya mencapai 5 tahun.

Menentukan anak kidal atau tidak

Sebelum menarik kesimpulan apakah si kecil termasuk orang yang bertangan kidal atau bukan, sebaiknya Anda usahakan bersikap tenang agar dapat bersikap obyektif. Tidak semua anak yang kerap menggunakan tangan kirinya adalah anak yang kidal. Kebanyakan batita dan balita akan tampak menggunakan tangan kanan dan kirinya secara bergantian ketika sedang beraktivitas sehari – harinya. Namun pada akhirnya sang anak memang akan memilih tangan mana yang dirasakan lebih nyaman untuk beraktivitas, dan Anda bisa melihat dengan jelas apakah ia kidal atau tidak. Tanda – tanda yang harus diperhatikan adalah:

  • Tangan mana yang digunakan ketika ia akan mengambil suatu benda
  • Tangan mana yang digunakan ketika akan makan
  • Tangan yang dipakai untuk menggosok gigi
  • Tangan yang dipakai untuk menyisir rambut
  • Tangan yang dipakai untuk mengaduk. Perhatikan arah adukannya, anak kidal biasanya akan mengaduk berlawanan dengan arah jarum jam.
  • Perhatikan dari arah mana anak mulai menggambar atau menulis. Jika ia kidal, anak akan mulai dari arah kanan.
  • Ketika diminta berdiri di atas satu kaki, perhatikan apakah ia lebih suka berdiri di atas kaki kiri.

Tantangan dengan anak kidal

Ketika Anda sudah mengetahui bahwa si kecil kidal, itu pertanda bahwa Anda harus lebih kreatif dalam mendidik dan mendukungnya. Menjadi orang bertangan kidal bukanlah sesuatu yang buruk atau negatif, akan tetapi dunia memang lebih mudah bagi orang yang bertangan kanan. Sebagian besar barang atau benda dibuat untuk orang yang bertangan kanan. Ada beberapa barang yang tidak bisa digunakan oleh orang bertangan kiri, misalnya gunting. Juga beragam tantangan lain seperti mengikat tali sepatu, pengaturan tenpat duduk, mengancingkan pakaian, dan membaca, sebab si kidal akan membaca dari kiri ke kanan.

Refleks anak kidal

Bertangan kidal artinya refleks tangan kiri lebih baik daripada tangan kanan. Anak yang kidal akan merasakan kecenderungan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan tangan kiri. Karena sering digunakan dengan kecenderungan tangan kiri maka otot – otot nya juga lebih kuat, sehingga tangan kananlah yang menjadi tangan yang lebih lemah refleksnya.

Fakta – fakta tentang orang kidal

Berikut ini ada beberapa fakta tentang kidal yang perlu diketahuiterutama oleh para orang tua dan keluarga anak yang kidal agar dapat lebih memahami sang anak:

  1. Kidal dapat terjadi karena faktor keturunan. Pada tahun 2007 seorang peneliti bernama Clyde Francks menemukan bahwa seseorang yang kidal dapat didukung oleh faktor keturunan. Ketika melakukan studi terhadap penderita disleksia, ia menemukan gen yang berkaitan dengan kelainan kesimetrisan otak. Gen ini diturunkan dari pihak ayah. Namun bukan berarti hal ini menyatakan bahwa kidal adalah suatu kelainan otak.
  2. Kidal bukan selalu bawaan lahir. Sekitar 10% lebih orang di dunia adalah orang yang kidal. Artinya mungkin saja diantara setiap satu dari sepuluh orang mungkin saja lahir dengan bawaan kidal. Namun kidal tidak hanya terjadi karena bawaan lahir saja, tapi juga bisa karena tangan kanan tidak bisa melakukan fungsinya dengan benar, misalnya ada kelemahan otot yang membuat tangan kanan tidak bisa berfungsi dengan semestinya.
  3. Anak kidal membutuhkan peralatan khusus. Seperti telah disebutkan di atas, anak yang kidal memerlukan beberapa benda khusus yang bisa digunakannya dalam keseharian. Pada benda – benda tertentu, anak kidal tidak bisa menggunakan benda yang dibuat untuk orang bertangan kanan. Begitu juga ketika anak melakukan aktivitas, diperlukan teknik yang berbeda dari orang bertangan kanan.
  4. Orang kidal lebih pemalu. Pada tes perilaku yang dilakukan di Skotlandia menunjukkan bahwa orang kidal lebih pemalu. Rata – rata menyatakan bahwa mereka lebih takut membuat kesalahan dan menerima kritikan. Karena itu pula mereka biasanya bersikap lebih ragu – ragu.
  5. Orang kidal lebih sensitif. Ditemukan juga bahwa beberapa orang yang kidal memiliki ketidakseimbangan ketika memproses emosi di bagian otak kanan dan kiri mereka. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh pemakaian tangan kiri dan kanan . Bisa jadi ini menjadi penyebab orang kidal yang mudah bad mood dan labil, sehingga orang yang kidal terkesan lebih sensitif daripada orang lainnya.
  6. Orang yang kidal lebih artistik. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa orang kidal lebih berbakat dalam bidang seni. Sebuah survei yang melibatkan lebih dari dua ribu orang kidal menunjukkan bahwa hasilnya sebagian besar orang kidal lebih berbakat dalam seni dan bidang artistik.
  7. Ada hari spesial bagi orang kidal. Komunitas orang kidal yang bernama Left Handler’s Club di Inggris mulai memperingati hari orang kidal sejak tahun 1900. Sejak itu setiap tanggal 13 Agustus diperingati sebagai hari untuk orang kidal.
  8. Orang kidal ber IQ tinggi. Otak orang yang kidal lebih terstruktur sehingga kerap memiliki kemampuan intelektual di atas rata – rata dalam berbagai bidang. Mensa, organisasi yang beranggotakan para pemilik IQ tertinggi di dunia menyatakan setidaknya 20 % dari anggotanya adalah para pengguna tangan kiri.
  9. Punya resiko gangguan mental lebih tinggi. Schizophrenia adalah salah satu bentuk gangguan mental yang diartikan sebagai gangguan biokimia komplek yang membuat seseorang sulit membedakan kenyataan dengankhaan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa walaupun orang kidal hanya menempati sejumlah 10% dari populasi, sebanyak 40% orang yang menderita skizoprenia adalah orang kidal. Penelitian lainnya lagi menyatakan bahwa satu gen tertentu dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menjadi kidal namun sekaligus juga mengalami skizoprenia. Daripada orang bertangan kanan, orang kidal lebih beresiko mengalaminya atau juga mengalami gangguan bipolar.
  10. Anak kidal berpikir secara berbeda. Sisi otak sebelah kiri yang mengontrol sisi tubuh bagian kanan termasuk tangan kanan mengatur kemampuan bicara, bahasa, logika, matematika dan sains. Sedangkan sisi otak kanan yang mengontrol bagian tubuh sebelah kiri temasuk tangan kiri, mengatur kemampuan bermusik, seni, persepsi, dan emosi. Sisi otak kanan mengatur pemikiran abstrak dan imajinasi, sedangkan sisi kiri berpikir secara logis. Fungsi otak anak yang bertangan kanan biasanya cenderung kaku. Sisi kanan hanya mengatur bahasa dan logika, sedangkan sisi kiri hanya mengatur emosi dan persepsi. Namun otak anak kidal biasanya lebih fleksibel.

Keuntungan dari Menjadi Kidal

Kidal bukanlah suatu cacat atau kerugian besar bagi seseorang, hal itu hanya menunjukkan bahwa otaknya bekerja dengan cara yang berbeda. Bahkan ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari menjadi seorang yang kidal, diantaranya:

  • Anak yang kidal lebih kreatif dan memiliki peluang besar untuk mengembangkan bakatnya di dunia seni. Namun, banyak juga orang kidal yang frustasi dan menyerah karena keterbatasan sarana yang cocok bagi mereka. Karena itu, untuk menjamin keberhasilan mereka dalam bidang seni diperlukan peralatan yang tepat.
  • Dalam dunia olah raga dimana kedua lawan harus saling berhadapan, pitcher baseball yang bertangan kiri selalu dicari, begitu juga dengan pemain tenis, petinju, pemain anggar, dan banyak lagi. Hal ini disebabkan tak lain karena lawannya yang bertangan kanan akan mengalami kesulitan saat menyesuaikan diri dengan lawan bertangan kiri.
  • Mata orang yang kidal lebih mudah menyesuaikan dari pandangan ketika berada di bawah air.
  • Orang bertangan kiri tercatat lebih mudah lulus tes mengemudi.
  • Orang kidal bisa mengetik sekitar 3400 kata pada keyboard QWERTY standar, dibandingkan dengan orang bertangan kanan yang hanya bisa mengetik 450 kata saja.
  • Memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik adalah juga salah satu kelebihan orang bertangan kiri. Mereka bisa dengan cepat memproses informasi yang didapatkannya.
  • Orang yang bertangan kiri juga lebih baik dalam melakukan multi tasking, karena terbiasa berpikir cepat untuk mengatasi tantangan yang mereka hadapi di dunia orang bertangan kanan.

Cara Mengatasi Anak Kidal

Orang tua dapat membantu anak yang kidal untuk tetap mengembangkan potensi dirinya seperti anak lainnya yang bertangan kanan, sehingga anak dapat mandiri dan tidak merasaa tersisih dalam kehidupan sosisal atau pergaulannya.

1. Jangan memaksa

Beberapa anggapan menyatakan bahwa jika anak terlihat lebih cenderung menggunakan tangan kiri, maka ia harus dilaatih untuk menggunakan tangan kanannya. Hal itu bisa jadi benar namun dalam melatih tangan kanan anak diperlukan kesabaran. Orang tua tidak bisa memaksa anak untuk mempelajari gerakan tubuh atau tangan sebelah kanan, karena secara alamiah anak bergerak dengan tangan kiri. Itu berarti perlu waktu yang panjang dan usaha yang telaten untuk melatih tangan kanan anak.

2. Latih tangan anak

Ketika berhubungan dengan aspek sosial, sebaiknya orang tua melatih tangan anak yang sebelah kanan agar terbiasa. terkadang, tangan kanan dianggap lebih baik untuk digunakan. Misalnya untuk berjabat tangan, memberikan sesuatu kepada orang lain, atau menerima pemberian orang lain. Anak yang kidal pasti akan merasa canggung untuk menggunakan benda yang dibuat untuk orang bertangan kanan. Karena itulah sebaiknya tangan kanan anak juga dilatih agar ia dapat menggunakan kedua tangannya dengan leluasa dan menyeimbangkan antara aktivitas otak kanan serta otak kirinya.

3. Gunakan trik

Mendidik anak yang kidal tidak bisa menggunakan metode yang terlalu kaku. Orang tua harus pandai berimprovisasi agar ia tidak merasa semakin rendah diri dan sensitif karena merasa dirinya berbeda dengan teman – temannya yang lain. Sesuaikan cara pendekatan orang tua terhadap anak yang kidal dengan karakter anak, sehingga orang tua juga dapat mengetahui celah yang bisa digunakan untuk dapat berkomunikasi dan memahami karakter anak.

4. Bekerja sama dengan sekolah anak

Sebagai orang tua dari anak yang kidal, sangat penting untuk menjalin kerjasama atau hubungan yang baik dengan sekolah anak. Usahakan agar semua pihak yang bertanggung jawab terhadap anak saat ia berada di sekolah mengetahui kondisi anak dan bisa memberi dukungan kepada anak yang kidal dengan cara yang sepatutnya. Orang tua terutama harus menyampaikan kondisi ini kepada guru yang mengajar anak sehari – hari. Pentingnya menemukan sekolah dan guru yang tepat juga harus diperhatikan oleh orang tua. Jangan memaksakan anak untuk bersekolah di tempat yang tidak dapat memahami dirinya.

5. Puji anak ketika dia berhasil

Melebihi anak lainnya, pujian sangat berpengaruh kepada anak yang kidal. Ketika anak kerap kali merasa tidak percaya diri karena berbeda dengan anak lainnya, sebuah pujian yang diberikan karena ia telah melakukan suatu keberhasilan akan meningkatkan rasa percaya dirinya dengan sangat efektif.

6. Bersabarlah

Anak yang kidal terkadang dianggap kurang sopan karena ia sering lupa menggunakan tangan kanannya untuk kegiatan yang membutuhkan tata krama seperti makan, bersalaman, atau memberikan barang kepada orang lain. Sebaiknya orang tua tidak langsung menegur atau memarahi anak karena ia lupa menggunakan tangan kanannya, sebab hal itu akan menghambat aktivitas otak kanannya. Ketika anak kidal banyak melakukan aktivitas dengan tangan kirinya, banyak orang yang akan menganggapnya kurang sopan. Orang tua biasanya akan bereaksi dengan memberikan teguran keras, memarahi, bahkan tidak jarang membentaknya karena merasa malu dengan periaku anak. Yang terpenting harus diingat bahwa anak tidak melakukan semua itu dengan sengaja, akan tetapi karena hal itu dikendalikan oleh otaknya.

Masalah yang Sering Dialami Anak Kidal

Dalam dunia yang dihuni oleh mayoritas orang bertangan kanan, seorang anak yang kidal tentu menjadi minoritas. Masalah yang dihadapi orang kidal biasanya berkisar tentang masalah teknis, seperti :

  • Sulit menggunakan komputer jika menggunakan mouse yang khusus dibuat oleh orang yang bertangan kanan, karena fungsi mouse dengan kebiasaan tangan akan tertukar.
  • Peralatan olahraga yang dibuat untuk orang bertangan kanan sehingga menyulitkan mereka untuk mahir dalam olahraga.
  • Alat tulis yang tidak sesuai yang mempengaruhi kemampuan menulis mereka, sehingga hasil tulisan seringkali menjadi kotor atau berantakan.
  • Sulit mempelajari alat musik yang tidak dibuat khusus untuk pemakaian tangan kiri.
  • Terhambat kreativitasnya dalam seni melukis juga karena peralatan yang tidak sesuai.
  • Penataan meja makan yang khusus dibuat untuk orang bertangan kanan ketika sedang berada di restoran yang menyajikan fine dining.
  • Mengalami ejekan dan sikap yang merendahkan dari orang lain yang tidak mengerti kondisi anak yang bertangan kiri.
  • Menggunting memakai gunting biasa juga akan menjadi kesulitan bagi anak yang bertangan kiri dan akan berakibat kepada hasil guntingan tidak rapi dan banyak kertas yang terbuang.
  • Menjadi objek keingintahuan dan keheranan orang lain yang tidak begitu sensitif dengan kondisi mereka yang bertangan kiri.
  • Makan bersama juga dapat menjadi kesulitan tersendiri karena siku orang yang kidal biasanya akan berbenturan dengan orang yang makan menggunakan tangan kanan, kecuali jika orang kidal ditempatkan di ujung meja sehingga ia bisa makan dengan nyaman.

Diatas semua hal yang perlu Anda lakukan bagi anak yang kidal, hal yang terutama harus dilakukan adalah memberikan dukungan kepadanya. Sekarang ini telah banyak benda – benda yang dibuat khusus untuk orang yang kidal, jadi dengan benda – benda tersebut akan memudahkan anak untuk melakukan berbagai aktivitasnya sehari – hari.

Artikel lainnya
  • anak tersedak penyebab bahaya dan cara mengatasinya
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • gejala hipertensi pada anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • cara mengatasi cegukan pada bayi
  • ciri ciri anak hiperaktif
  • gejala diabetes pada anak
  • jenis makanan yang berbahaya untuk anak
  • cara mengatasi bayi yang mudah terkejut ketika tidur
  • tanda tanda anak kurang gizi

Mungkin benda – benda khusus tersebut masih sulit ditemukan di negara kita, karena itu juga sangat penting untuk membiasakan anak menggunakan kedua tangannya agar hidupnya lebih mudah. Selain itu, usahakanlah untuk tidak selalu mengkhawatirkan kondisi anak. Kidal bukanlah suatu situasi yang buruk, namun anak akan dapat mengatasinya dengan dukungan dan kasih sayang orang tua.

Bayi Tidur Tengkurap – Resiko dan Manfaatnya

Bayi Tidur Tengkurap – Resiko dan Manfaatnya

Tidur yang nyenyak sangat penting bagi  bayi terutama yang baru lahir. Hal – hal yang menentukan apakah seorang bayi mendapatkan cukup tidur dipengaruhi banyak faktor, seperti keadaan lingkungan sekitar, rutinitas sebelum tidur, cukup makan atau mendapatkan susu, dan juga pemilihan waktu tidur yang tepat serta posisi tidur yang tepat juga. Setiap bayi biasanya memiliki posisi tidur favoritnya sendiri. Ketika mulai tertidur, posisi tubuh bayi secara otomatis akan menyesuaikan dengan posisi yang dia sukai.

Bayi – bayi diketahui senang tengkurap. Sekilas posisi tidur tengkurap memang membuat bayi terlihat lucu dan menggemaskan. Namun dibalik itu semua ternyata ada beberapa kekurangan yang terdapat pada posisi tidur bayi yang tengkurap tersebut. Banyak orang tua yang merasa khawatir untuk membiarkan bayi tidur tengkurap terlalu lama atau tanpa pengawasan, karena itu mereka lebih suka menidurkan bayi dengan posisi telentang. Sebenarnya tidak hanya telentang atau tengkurap saja, pada dasarnya ada beberapa posisi tidur bayi yang bisa diamati oleh para orang tua.

Posisi Tidur Bayi

Pada umumnya para bayi biasa tidur dalam tiga posisi berikut yaitu:

  • Telentang – Biasanya bayi yang berusia antara nol sampai tiga bulan tidur dalam posisi telentang karena belum banyak bergerak dan berguling. Posisi tidur telentang dianggap oleh para ahli sebagai posisi yang paling aman karena dapat menurunkan tingkat resiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) sampai 50%.
  • Miring – Posisi ini lebih sering terlihat pada bayi yang lahir secara prematur, terutama pada bayi prematur yang masih menggunakan alat bantu untuk pernafasannya. Biasanya posisi tidur untuk bayi prematur ini dimiringkan tubuhnya ke kanan agar proses dalam pengosongan lambungnya dapat berjalan optimal.
  • Tengkurap – Posisi tidur ini seringkali menjadi perdebatan di kalangan para ahli, karena dianggap bisa menjadi penyebab utama sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS. Para orang tua pun terbagi antara menyetujui bayi tidur tengkurap dan yang lebih cemas jika bayinya terbiasa tidur tengkurap.

Resiko Tidur Tengkurap Bagi Bayi

Untuk bayi yang belum bisa mengendalikan anggota tubuhnya sendiri dan yang sistem motoriknya belum matang, tidur tengkurap memang bisa menimbulkan banyak bahaya. Bahaya untuk bayi jika tidur tengkurap yaitu:

  1. Mengganggu pernafasan bayi

Tidur tengkurap dengan wajah menghadap ke alas tidur akan membuat bayi sulit bernafas karena hidung dan mulutnya akan terhalang oleh alas tidur tersebut. Jika hidung tersumbat, maka pertukaran udara untuk bernafas akan sulit. Karbondioksida yang keluar akan dihirup lagi oleh bayi. Tengkurap juga akan membuat dada bayi tertekan karena menopang tubuhnya dan sulit untuk mengembang ketika bernapas, membuat bayi rentan akan mengalami sesak napas. Anda juga perlu mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan pernafasan bayi, yaitu bahaya bedak tabur bagi bayi, cara mengatasi cegukan pada bayi, dan serba serbi mengenai anak tersedak.

  1. Menghambat kinerja otak bayi

Ketika bayi dalam posisi tengkurap, organ tubuhnya mulai dari kepala hingga kaki akan tertekan oleh berat badannya. Hal itu juga akan mempengaruhi peredaran darah di tubuh bayi, dan juga mempengaruhi peredaran darah ke otak bayi yang akan berakibat mengganggu fungsi otak bayi. Perkembangan otak bayi juga dapat terganggu ketika terjatuh, ada bahaya benturan pada kepala bayi dan anak, bahaya anak terjatuh terlentang, dan namun ada pula faktor yang dapat mengoptimalkan perkembangan otak bayi dengan beberapa jenis mainan yang merangsang otak anak.

  1. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Sindrom kematian bayi mendadak adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi dimana seorang bayi yang tampak sehat bisa meninggal secara tiba-tiba. Biasanya hal ini rentan terjadi pada bayi berusia satu bulan hingga satu tahun. Walaupun telah dilakukan berbagai penelitian akan tetapi masih belum diketahui faktor penyebab yang pasti, namun posisi tidur tengkurap bayi ditenggarai sebagai salah satu penyebabnya.

Penyebab SIDS

Kombinasi antara faktor fisik dan lingkungan tidur bayi bisa menjadikannya lebih rentan terhadap SIDS. Faktor penyebab ini bisa bervariasi dari satu anak dengan anak lainnya.

  1. Faktor Fisik

Faktor fisik yang biasa dihubungkan dengan SIDS termasuk beberapa hal berikut ini:

  • Abnormalitas otak – Beberapa bayi yang lahir dengan bermasalah, membuat mereka lebih rentan mengalami kematian dengan SIDS. Pada banyak bayi yang mengalami SIDS, bagian otak yang mengatur pernapasan serta kegiatan tubuh saat tidur belum berkembang dengan baik sepenuhnya.
  • Berat Badan Lahir yang Rendah – Bayi yang lahir prematur atau merupakan bagian dari kelahiran multiple seperti anak kembar, meningkatkan kemungkinan bahwa otak bayi belum berkembang sepenuhnya, jadi tubuh bayi belum mengembangkan kontrol yang baik terhadap pernapasan dan detak jantungnya sendiri.
  • Infeksi pernapasan – Banyak dari bayi yang mengalami SIDS baru saja sembuh dari penyakit flu, yang juga bisa berperan dalam masalah pernapasan.
  1. Faktor Lingkungan Tidur Bayi

Benda – benda yang ada di boks bayi atau posisi tidurnya dikombinasikan dengan masalah fisik pada bayi dapat meningkatkan resiko SIDS. Contohnya seperti berikut ini:

  • Tidur pada perut atau sisi tubuh – Bayi yang ditempatkan pada perutnya atau pada posisi miring lebih mudah mengalami kesulitan bernapas ketimbang yang diletakkan pada posisi telentang.
  • Tidur pada permukaan yang terlalu lembut – Berbaring dengan wajah menghadap ke bawah pada kasur berbulu atau pada kasur air dapat menghalangi jalur pernapasan bayi. Menyelimuti bayi hingga ke kepala juga sangat beresiko.
  • Tidur dengan orang tua – Sementara resiko SIDS menurun ketika bayi tidur di satu ruangan yang sama dengan orang tuanya, resiko yang sama justru meningkat apabila bayi tidur satu tempat tidur dengan orang tua.

Sebagaimana diuraikan pada point diatas, posisi tengkurap memang sangat rawan untuk bayi dengan faktor – faktor fisik tertentu untuk mengalami SIDS, namun bukan berarti bayi yang tidak memiliki faktor fisik tertentu bisa bebas dari resiko mengalami SIDS pula ketika sedang tidur dalam posisi tengkurap.

Faktor Resiko SIDS

SIDS bisa menyerang bayi manapun, namun para peneliti telah mendapatkan beberapa faktor resiko yang mungkin menyebabkan seorang bayi lebih rentan mengalami SIDS yaitu:

  • Bayi laki – laki lebih mungkin terkena SIDS daripada bayi perempuan.
  • Bayi lebih rapuh pada usia sekitar dua sampai tiga bulan pertama hidupnya, sehingga pada usia itu lebih mungkin terserang SIDS.
  • Untuk alasan yang kurang dimengerti dan belum ditemukan penyebabnya, bayi berkulit hitam dan Indian Amerika serta penduduk asli Alaska lebih mungkin mengalami SIDS.
  • Bayi yang mempunyai sepupu atau kerabat yang meninggal akibat SIDS juga mempunyai resiko lebih besar terhadap SIDS.
  • Bayi yang hidup bersama perokok lebih mempunyai resiko tinggi terhadap SIDS, karena menjadi perokok yang pasif dengan menghirup asap rokok setiap harinya. Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahayanya merokok di dekat bayi dan anak – anak sehingga masih banyak orang tua atau keluarga perokok yang mengekspos bayi dan anak terhadap racun dari asap rokok.

Lahir terlalu awal atau memiliki berat badan lahir yang rendah juga meningkatkan resiko bayi mengalami SIDS, begitu juga dengan saat kehamilan jika ibu berusia lebih muda dari dua puluh tahun, seorang perokok, menggunakan obat – obatan dan alkohol, serta tidak mendapatkan perawatan yang layak setelah melahirkan. Untuk menambah pengetahuan Anda tentang seluk beluk membesarkan seorang anak, perlu diketahui ciri – ciri anak hiperaktif , cara mengatasi mata minus untuk anak, dan apa saja manfaat oatmeal untuk bayi dan anak.

Posisi Tidur yang Tepat Untuk Bayi

Para ahli masih menganggap bahwa resiko bayi mengalami SIDS masih tinggi sampai bayi berusia 12 bulan. Karena itulah disarankan untuk menidurkan bayi dalam posisi telentang sampai usianya setidaknya satu tahun. Ada kekhawatiran para orang tua bahwa bayi yang tidur telentang dapat tersedak atau menelan muntahnya sendiri, namun sejauh ini tidak ada bukti bahwa hal tersebut beresiko terjadi karena bayi memiliki perlindungan pada sistem pernapasannya. Walaupun bayi yang tidur telentang mungkin saja akan mengalami kurang tidur karena ia lebih mudah terkejut atau sering terbangun, akan tetapi secara keseluruhan posisi terlentang sangat lebih aman dibandingkan tidur tengkurap.

Kapan Bayi Boleh Tidur Tengkurap?

Ketika bayi berusia satu sampai empat bulan, sangat tidak disarankan untuk membiarkannya tidur tengkurap. Pada umumnya bayi yang berusia tiga sampai enam bulan bisa tengkurap sendiri, akan tetapi usia yang paling tepat untuk menidurkan bayi dengan posisi tengkurap adalah pada usia empat bulan. Sebab, pada usia ini bayi telah mampu menopang kepala dan lehernya dengan sadar. Bayi juga sudah mampu mendorong badannya dengan menggunakan sikunya, karena otot – otot dan kemampuan motoriknya sudah mulai berkembang dengan baik. Sementara itu, Anda dapat melatih bayi untuk tidur lebih teratur di waktu yang tepat sehingga ia cepat memperoleh pola tidur yang benar. Dan juga ketahuilah beberapa hal yang berhubungan dengan kesehatan serta tumbuh kembang anak, seperti gejala hipertensi pada anak, gejala diabetes pada anak, dan apa saja manfaat menjemur bayi dan anak secara teratur di pagi hari.

Cara lain Membuat Bayi Tengkurap

Bila Anda masih ingin mendapatkan manfaat tengkurap untuk bayi namun masih khawatir membiarkannya tidur tengkurap terlalu lama, ada cara lain untuk membuat bayi tengkurap tanpa harus tidur nyenyak yaitu:

  • Bila Anda sedang berbaring, letakkan bayi tengkurap di perut Anda.
  • Anda bisa menengkurapkan bayi pada alas yang padat dan aman bagi bayi, seperti diatas selimut di lantai.
  • Gendong si bayi di lengan Anda dengan posisi tengkurap.

Hal yang harus diingat adalah jangan pernah membuat bayi tengkurap di saat ia baru saja minum ASI, makan atau minum susu karena dapat membuatnya muntah. Tunggu ketika bayi tampak rileks dan senang serta tidak terlalu mengantuk, baru Anda bisa memancingnya untuk tengkurap.

Cara Melatih Bayi Tengkurap

Untuk mendapatkan manfaat tengkurap bagi bayi, Anda bisa juga mulai melatih bayi tengkurap sejak usianya menginjak empat bulan. Hal – hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan saat melatih bayi tengkurap adalah:

  • Bagi waktu tengkurap – Bayi seringkali rewel jika ditengkurapkan terlalu lama, hal ini tentu saja karena ia merasa bosan. Untuk mensiasati hal tersebut, Anda bisa membagi waktu bayi tengkurap menjadi beberapa kali. Perhatikan ketika bayi mulai merasa tidak nyaman, Anda bisa menggendongnya sebentar dan kembali meletakkan bayi dalam posisi tengkurap setelah ia kelihatan tidak rewel lagi. Hal ni juga berarti Anda bisa memberi kesempatan kepada bayi untuk beristirahat sehingga ia tidak merasa bosan.
  • Sediakan mainan kesukaannya – Agar bayi tidak mudah bosan ketika sedang tengkurap, Anda bisa menyediakan mainan kesukaan si bayi di sekelilingnya tempat ia tengkurap. Hal ini juga sekaligus berguna untuk mengalihkan perhatian bayi dan melatih motoriknya karena ia akan berusaha sendiri untuk meraih benda tersebut. Anda juga bisa menyediakan cermin di hadapan si bayi. Ia tidak akan mudah bosan karena tertarik dengan bayangannya sendiri di cermin.
  • Sabar – Melatih bayi untuk terbiasa melakukan sesuatu pastinya membutuhkan kesabaran yang besar. Tak jarang bayi akan menangis untuk menunjukkan bahwa ia bosan, tidak suka dan tidak ingin ditengkurapkan. Jika ini terjadi, janganlah memaksa bayi untuk tengkurap. Kesabaran Anda akan diuji untuk dapat menunggu sampai bayi memiliki mood yang baik. Sabar juga menjadi kunci dari cara mendidik anak yang suka membantah, cara mengatasi anak yang suka mencuri, dan cara mengatasi rasa takut pada anak.

Keuntungan Tengkurap Untuk Bayi

Tidur tengkurap tidak selamanya berakibat buruk pada bayi. Ada juga beberapa keuntungan atau manfaat yang didapatkan bayi dari aktivitas tengkurap tersebut, seperti berikut ini :

  1. Tengkurap dapat membantu pembentukan tengkorak bayi

Bayi memiliki tulang tengkorak yang masih belum sempurna pembentukannya, sehingga bentuk kepalanya dapat berubah. Karena itu tidur tengkurap diyakini dapat memberikan keseimbangan bagi bentuk kepala bayi agar tidak peyang. Kepala bayi yang peyang atau gepeng bisa terjadi karena terlalu lama telentang atau miring ke satu sisi.

  1. Tengkurap dapat melatih otot leher bayi

Bayi yang dalam posisi tengkurap dapat melatih kekuatan otot lehernya. Hal ini disebabkan karena ketika bayi tengkurap, ia akan terdorong untuk mengangkat kepalanya sendiri. Kemampuan mengangkat lehernya ini akan mulai tampak ketika bayi berusia mulai empat bulan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang lebih banyak tidur telentang sulit menggunakan lehernya dan sulit menggerakkan anggota tubuhnya, sebalinya bayi yang sering ditengkurapkan akan lebih mudah untuk belajar menggerakkan tangan, kaki dan lehernya untuk bergerak maju dan mundur.

  1. Tengkurap dapat membantu melatih kemampuan motorik bayi

Bayi yang sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri dan menggerakkan tangan serta kakinya maju dan mundur akan lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan motoriknya yang lain seperti berguling, merangkak, berdiri lalu berjalan.

  1. Kualitas tidur bayi bisa lebih baik

Bayi bisa tidur lebih nyenyak saat berada dalam posisi tengkurap. Hal ini disebabkan posisi tengkurap dapat lebih meredam refleks bayi yang kerap terkejut saat sedang tidur. Bayi yang baru lahir seringkali menunjukkan refleks moro, yaitu refleks yang tampak seperti gerak terkejut. Dengan begitu tidur tengkurap bisa menjadi cara mengatasi bayi yang mudah terkejut saat tidur dan juga akan mempengaruhi kualitas tidurnya sehingga bayi bisa tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.

  1. Tengkurap dapat menguatkan paru – paru

Ketika tidur tengkurap, posisi paru – paru yang berhadapan dengan kasur akan menopang tubuh bayi sehingga akan membentuk tulang paru – paru yang lebih kuat. Tulang paru – paru yang kuat akan mendukung juga pada pembentukan paru – paru yang bekerja lebih baik.

Tips Ketika Bayi Tidur Tengkurap

Bagi para orang tua yang ingin mendapatkan manfaat tidur tengkurap bagi bayi, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk keamanan dan keselamatan di bayi sendiri.

  • Selalu awasi bayi ketika ia sedang tidur tengkurap. Carilah tanda – tanda bayi mulai tidak nyaman. Ketika bayi mulai terlihat sulit bernafas, segera ubah posisi tidurnya.
  • Batasi waktu bayi tidur tengkurap, jangan terlalu lama. Bayi cukup tidur tengkurap sekitar 30 menit saja.
  • Biarkan bayi tengkurap sendiri, jangan sekali – sekali memaksanya untuk tengkurap.
  • Walaupun alas tidur bayi merupakan bagian yang tak kalah penting, hindari untuk menggunakan alas tidur yang terlalu empuk karena dapat mengganggu pernafasan bayi.
  • Pastikan sprei terpasang dengan pas pada tempat tidur bayi.
  • Pastikan pernafasan bayi tidak terganggu dan hidung serta mulutnya tidak tertutup apapun.
  • Pakaikan bayi busana yang nyaman, menyerap keringat dan sesuai dengan suhu udara saat bayi tidur.
  • Usahakan untuk tidak menaruh terlalu banyak aksesoris atau mainan seperti boneka, bantal ekstra, selimut yang besar atau bantalan di boks bayi.
  • Jika bisa, jangan tengkurapkan bayi untuk tidur pada malam hari, karena bisa jadi Anda tidur nyenyak dan tidak bisa mengawasinya atau memindahkan posisi tidurnya semalaman.

Walaupun terbukti bahwa tidur dengan posisi tengkurap bisa memberikan banyak manfaat bagi bayi, namun tetap diperlukan adanya suatu tindakan preventif untuk mencegah bahaya yang bisa dialaminya. Untuk itu para orang tua terutama ibu sebaiknya memperhatikan keamanan bayi dengan menerapkan berbagai tips yang mengarah kepada keamanan si bayi, dan jangan sampai lengah ketika sedang menengkurapkan bayi.

7 Gejala Kolik Pada Anak dan Cara Pencegahannya

7 Gejala Kolik Pada Anak dan Cara Pencegahannya

Tangis bayi menjadi hal yang lazim terdengar ketika suatu keluarga baru menyambut kehadiran seorang anak. Ketika Anda menjadi orang tua baru, mengasuh seorang bayi yang terus menerus rewel dan gelisah adalah suatu tantangan, bahkan hal yang tidak jarang menimbulkan stres karena bertanya – tanya bagaimana cara menenangkan si kecil. Seperti lazimnya bayi baru lahir, kebanyakan anak akan mengungkapkan perasaannya melalui tangisan.

Hal itu tentunya disebabkan karena si kecil masih belum dapat mengungkapkan perasaannya dalam bentuk kata – kata. Maka memang ada sebagian bayi yang akan banyak mengekspresikan dirinya melalui tangisan. Namun begitu, tidak semua tangis bayi bisa dianggap normal. Orang tua harus mulai waspada apabila si bayi selalu menangis tanpa henti selama berjam – jam dan sangat sulit untuk ditenangkan, karena bisa jadi hal itu menunjukkan bahwa ada sesuatu hal yang salah. Banyak hal yang bisa membuat bayi atau anak gelisah, salah satunya bisa jadi ia sedang mengalami kolik.

Apa Itu Kolik?

Sampai sekarang, apa yang menyebabkan kolik sebenarnya masih menjadi sebuah misteri. Kolik sering tidak dianggap sebagai suatu gangguan kesehatan, karena itu sering tidak terdiagnosis. Bagi beberapa bayi, sekitar 15-25% dari mereka akan menangis lebih banyak daripada bayi lainnya. Bayi – bayi ini biasanya tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit, lapar, mengompol, buang air besar, kepanasan atau kedinginan. Beberapa ahli menyebut kondisi seperti ini sebagai kolik, yang membuat kolik lebih kepada suatu observasi perilaku, bukan sebagai diagnosa suatu penyakit.

Faktanya, tangisan sudah menjadi bagian dari pengasuhan seorang bayi. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok mengenai apa yang membedakan kolik dengan tangisan biasa, namun pada sebagian besar kasus, tanda anak yang kolik dapat dengan mudah dilihat sehingga Anda akan tahu apakah si kecil hanya sedang protes atau memang sedang mengalami kolik. Pada anak yang kolik, ia akan sulit ditenangkan, tangisannya lama kelamaan semakin keras bahkan berubah menjadi jeritan, dan berlangsung selama beberapa jam, berhari – hari,dan beberapa minggu.

Kapan Anak Menderita Kolik

Karena hal diatas tersebut, maka definisi tentang kolik seringkali subjektif. Namun para dokter anak telah menentukan setidaknya tiga hal mendasar untuk menandai apakah seorang anak mengalami kolik atau tidak, yaitu :

  • Rutinitas menangis dimulai sejak anak berusia setidaknya tiga minggu, biasanya pada sore hari, walaupun sebenarnya tangisan bisa dimulai kapan saja.
  • Menangis selama tiga jam lebih dalam sehari non stop.
  • Menangis selama lebih dari tiga hari seminggu, lebih dari tiga minggu berturut – turut.
  • Kondisi ini akan memuncak selama 6-8 minggu, dan mereda dalam 3-4 bulan usia anak.

Penyebab Kolik Pada Anak

Apa sebenarnya penyebab kolik pada seorang anak, mengapa sebagian anak mengalaminya dan anak lain tidak, atau mengapa sebagian anak lebih rentan terhadap kolik daripada yang lain masih belum dapat ditentukan dengan pasti. Sebagian ahli menyatakan bahwa kolik adalah salah satu tahap yang harus dilalui sebagian anak dalam perkembangannya. Banyak ahli mengatakan penyebab kolik adalah gangguan pencernaan, alergi, intoleransi laktosa, dan lainnya.  Pada bayi yang kolik banyak ditemukan gas di dalam perutnya, namun juga dapat dikatakan bahwa gas tersebut terjadi akibat bayi menelan udara selama menangis berjam – jam. Beberapa teori menyatakan penyebab kolik yaitu:

1. Indera yang terstimulasi berlebihan

Bayi baru lahir mempunyai semacam mekanisme untuk mengacuhkan suara dan lingkungan sekitar mereka agar bisa tidur dan makan tanpa terganggu. Akan tetapi ketika usia anak hampir mendekati bulan pertamanya, kemampuan ini menghilang. Menyebabkan anak lebih sensitif terhadap stimulasi dari sekelilingnya. Dengan semua stimulasi yang dialami, beberapa anak akan menjadi kewalahan dan melampiaskan stressnya dengan tangisan di penghujung hari. Kolik berhenti apabila anak telah belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menyaring stimulasi dari sekitarnya.

2. Pencernaan yang belum sempurna

Mencerna makanan adalah suatu tugas besar untuk sistem pencernaan bayi yang  baru berkembang. Makanan bisa saja lewat terlalu cepat dan tidak tercerna sepenuhnya, sehingga menghasilkan sakit perut karena gas di dalam saluran pencernaan.

3. Asam lambung yang naik

Para peneliti telah menemukan bahwa penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease) pada anak – anak bayi terkadang bisa menjadi pemicu kolik. GERD merupakan hasil dari organ yang belum berkembang sepenuhnya yaitu otot yang menahan asam lambung dari membalik ke arah kerongkongan dan mulut, yang dapat mengiritasi esofagus. Gejalanya termasuk sering meludah, sulit makan, dan anak sangat terganggu, lekas marah sebelum dan sesudah makan. Kabar baiknya, sebagian besar anak telah melewati GERD pada usia sebelum satu tahun.

4. Alergi Makanan atau Sensitifitas

Beberapa ahli juga menyatakan bahwa kolik terjadi sebagai hasil dari alergi terhadap protein susu atau intoleransi laktosa pada anak yang mengkonsumsi susu formula. Adapun yang lebih jarang, kolik merupakan kondisi reaksi dari makanan yang dimakan ibu yang menyusui bayi. Yang manapun, semuanya dapat menyebabkan sakit perut yang berujung pada kolik, Anda perlu mengenali berbagai jenis makanan yang berbahaya untuk anak.

5. Paparan Asap Rokok

Beberapa penelitian menyatakan bahwa ibu yang merokok selama atau setelah kehamilan lebih mungkin memiliki bayi yang kolik, perokok pasif juga dapat menjadi penyebabnya. Walaupun demikian, belum jelas mengapa asap rokok dapat menyebabkan kolik pada bayi.

6. Ketidakseimbangan Kimia Otak

Ada pula teori yang menyatakan bahwa kolik terjadi sebagai hasil dari ketidakseimbangan  dari senyawa kimia di otak, yaitu serotonin dan melatonin. Bayi yang mengalami kolik mungkin saja memiliki kadar serotonin lebih yang membuat otot – otot usus berkontraksi. Hal ini akan memuncak pada sore hari, karena pada saat itulah kadar serotonin sedang meninggi. Ketidak seimbangan ini akan mereda ketika tubuh bayi mulai dapat memproduksi melatonin, yang dapat menenangkan otot – otot pencernaan. Ketika berada di dalam kandungan, anak mendapatkan melatonin yang cukup dari ibu namun tingkat melatonin menurun setelah kelahiran sampai bayi mulai mamproduksinya sendiri saat usia 3 atau 4 bulan, waktu yang sama dimana serangan kolik mulai mereda.

Gejala Kolik Pada Anak

Pada umumnya anak yang sedang mengalami kolik akan menunjukkan berbagai gejala seperti berikut:

  • Ada demam yang dialami anak
  • Anak muntah dan terlihat kesakitan
  • Bayi yang menjerit dan menangis tanpa sebab
  • Bayi atau anak menangis berlebihan setiap selesai minum susu, waktu bangun tidur, dan di malam hari.
  • Wajah kemerahan, kaki diangkat dan dientak – entakkan saat menangis.
  • Anak yang sudah bisa bicara akan mengatakan bahwa perutnya sakit.
  • Adanya peningkatan aktivitas usus, perut anak kembung atau sering meludah.

Tanda yang Harus Diwaspadai

Kolik bisa saja membuat kondisi anak menurun dan memerlukan pertolongan medis segera. Anda dapat membawa anak ke dokter apabila:

  • Tubuh anak terkulai saat diangkat.
  • Suara tangisannya lama kelamaan menjadi tinggi.
  • Muntah dengan cairan berwarna hijau.
  • Buang air kecil dalam volume yang jauh lebih sedikit dari biasanya.
  • Demam mencapai 38 derajat pada anak berusia di bawah tiga bulan, atau 39  derajat pada anak yang berusia diatas tiga bulan.
  • Ada darah dalam feses nya.
  • Kurang mengonsumsi cairan
  • Terjadi kejang
  • Beberapa bagian kulit anak terlihat pucat atau membiru warnanya.
  • Ubun – ubun anak tampak menonjol.
  • Anak mengalami kesulitan pernapasan.

Menenangkan Anak yang Kolik

Anda mungkin akan merasa sangat lelah dan kewalahan untuk menghentikan tangisan anak ketika ia mengalami kolik. Walaupun sikap tenang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, beberapa tips berikut ini dapat membantu Anda untuk menangani anak yang sedang kolik. Cara yang digunakan untuk menenangkan anak yang sedang mengalami kolik biasanya berbeda – beda untuk setiap anak, karena penyebabnya pun sulit untuk diketahui dengan pasti. Namun Anda bisa melakukan beberapa hal ini secara umum untuk menenangkan anak ketika ia kolik :

  1. Memijat perutnya dengan lembut, tanpa tekanan. Ini bisa juga menjadi cara mengatasi sakit perut pada anak.
  2. Gendong anak ketika menangis, menggunakan gendongan kain atau bahan yang lembut dan selimuti.
  3. Cobalah untuk memandikan atau menyeka anak di dalam air hangat.
  4. Jangan memindah – mindahkan si kecil ke satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan karena akan membuatnya semakin kencang menangis.
  5. Tempatkan anak di ruangan yang sejuk, redup dan sunyi.
  6. Membawa anak berjalan – jalan dalam gendongan, dalam kursi goyang atau dengan mobil yang memiliki goyangan lembut untuk membuatnya tenang .
  7. Bersenandung atau membujuknya dengan suara – suara lembut.
  8. Jangan mengguncang bayi walaupun ia tidak bisa berhenti menangis sama sekali, karena itu sangat berbahaya. Efeknya bisa sama dengan bahaya benturan pada kepala bayi dan anak.
  9. Ketika bayi menangis, segeralah menanggapi dengan datang ke sisinya. Tangisan bukan hanya berupa protes bayi, namun mereka juga menangis untuk mengendalikan situasi yang mereka inginkan, yaitu memanggil ibu untuk datang ke sisinya.
  10. Bantu anak santai dengan menciptakan lingkungan yang tenang.
  11. Ajak anak keluar rumah untuk menghirup udara segar jika memungkinkan.
  12. Lakukan juga cara mengatasi demam jika anak mengalaminya.

Seperti telah disebutkan diatas, penanganan pada anak yang kolik bisa berbeda – beda. Beberapa anak ada yang bisa tenang jika mendengar suara mesin seperti mesin cuci dan mesin penyedot debu sambil tertidur, ada yang tenang ketika diayun – ayun, dan juga ada yang bisa tenang ketika digendong saja. Untuk mengetahui cara apa yang paling disukai anak, tentu orang tua harus mencoba berbagai stimulasi yang berbeda sehingga anak bisa tenang.

Mencegah Kolik Pada Anak

Anda bisa mencoba untuk mencegah anak mengalami kolik dengan beberapa cara berikut, yaitu:

  • Mengganti dot pada botol susu dengan yang ukuran lubangnya lebih sesuai. Ukuran lubang dot yang terlalu besar atau terlalu kecil beresiko membuat anak menghirup banyak udara ketika meminum susu.
  • Mengganti botol susu yang mempunyai teknologi anti kolik sebagai pencegahan. Saat ini sudah banyak botol yang mempunyai teknologib terkini, atau Anda juga bisa menggunakan cup feeder untuk memberi susu kepada anak.
  • Manfaat ASI eksklusif untuk bayi memang sangat besar sebagai makanan terbaik untuk bayi, namun terkadang apa yang ibu konsumsi pun dapa memberi pengaruh kepada bayi. Cobalah untuk menghindari konsumsi produk susu sapi untuk sementara jika Anda masih menyusui, juga makanan pedas dan kafein sebagai cara mudah mengatasi alergi pada anak.
  • Selalu usahakan agar bayi bersendawa setelah minum susu atau ASI. Tempatkan ia dalam posisi tegak lurus di bahu Anda, sangga kepalanya lalu tepuk – tepuk lembut punggung atas bayi untuk memancingnya bersendawa, dan juga cara mencegah cegukan pada bayi.

Pengobatan Kolik

Ada obat – obatan yang dapat di berikan untuk meringankan kolik pada bayi atau anak. Salah satunya adalah simetikon. Obat ini diberikan dengan cara diteteskan pada susu aatu ASI yang diberikan dalam botol. Manfaat cairan ini adalah membantu untuk melepaskan gelembung udara atau gas yang ada di dalam pencernaan bayi, yang membuat perutnya terasa tidak nyaman. Penggunaan obat ini harus mendapat pengawasan dan rekomendasi dokter ahli.

Efek Dari Kolik Bagi Anak dan Orang Tuanya

Walaupun kolik tidak melukai pada umumnya, namun kolik tetap dapat mendatangkan akibat yang cukup signifikan. Pertama, kolik memberikan tekanan berat bagi para orang tua baru, yang seringkali masih berkutat dengan membiasakan diri terhadap situasi barunya, dan juga merasakan akibat dari kelelahan karena mengasuh anak yang terus menangis berjam – jam, berhari – hari dan berminggu – minggu.

Akibat yang bisa terjadi biasanya ibu akan menyerah untuk memberikan ASI karena terlalu lelah, atau mengalami produksi ASI tersendat karena kelelahan tersebut, bahkan bisa kering sama sekali, memberi obat berlebihan kepada anak dengan harapan agar ia bisa segera tenang, sindrom bayi terguncang karena terlalu keras diayun, dan lebih lagi adalah stres pasca melahirkan atau post partum depression yang akan sangat membahayakan bagi ibu dan bayi.

Saran Untuk Para Orang Tua

Untuk menghindari bahaya stres dan kelelahan yang akan berakibat tidak baik bagi anak dan orang tuanya terutama ibu, ada beberapa langkah yang bisa ibu lakukan yaitu:

  1. Mencari Bantuan – Temukan waktu untuk Anda sendiri beberapa menit atau bahkan beberapa jam dalam sehari. Pertimbangkanlah pasangan Anda, ibu, saudara atau kerabat lain yang sekiranya bisa mengambil alih urusan mengasuh anak selama Anda beristirahat atau melakukan hal lainnya. Jangan lupa untuk menginformasikan kepada mereka apa yang biasanya terjadi agar mereka juga bisa siap menghadapi polah anak. Anda juga bisa bergabung dengan grup tertentu seputar pengasuhan anak. Mendapatkan dukungan akan membantu menjaga kejernihan pikiran Anda dan juga memberikan sedikit jarak dari kehebohan sehari – hari.
  2. Pastikan: Kolik Atau Penyakit? – Kolik sebenarnya normal dan tidak perlu menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan, walaupun Anda merasa sangat lelah karena kerewelan anak yang seakan tidak bisa berhenti. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa anak rewel karena merasakan sesuatu yang lain. Karena itulah, jika merasakan sesuatu yang tidak biasa, Anda perlu segera membawa anak ke dokter. Kewaspadaan orang tua sangat penting untuk mendukung berbagai diagnosa mengenai anak, seperti mengenali gejala diabetes pada anak, gejala hipertensi pada anak, dan hal-hal lainnya yang patut menjadi perhatian orang tua.

Fakta dan Mitos Mengenai Kolik

Banyak pendapat yang simpang siur tentang bagaimana mengasuh bayi dan juga beragam tips – tips yang terkadang sulit dibuktikan kebenarannya. Untuk membedakan antara mitos dan fakta mengenai kolik, simaklah beberapa uraian berikut ini:

  • Mitos 1 –  Anak yang mengalami kolik akan tumbuh menjadi anak yang tidak bahagia. Faktanya, kolik bukanlah gambaran tentang kepribadian seorang anak. Sekali anak telah bebas dari kolik, Anda akan melihat bahwa ia memiliki dan mengembangkan kepribadian yang berbeda dan beragam.
  • Mitos 2 – Kegelisahan Anda sebagai orang tua baru membuat bayi menangis. Faktanya, bayi tidak bisa merasakan kegelisahan orang tuanya secara insting, namun mereka merasakan ketegangan Anda dan bahasa tubuh Anda ketika menyentuhnya sehingga merasa tidak nyaman.
  • Mitos 3 – Kolik terjadi karena stimulasi yang berlebihan. Faktanya, anak yang menangis karena kolik biasanya disebabkan karena merindukan suasana, stimulasi atau suara – suara yang mereka dengar saat masih berada di dalam kandungan.
  • Mitos 4 – Obat – obatan bisa meringankan kolik. Faktanya, ada beberapa orang tua yang merasa bahwa sejenis antihistamin dapat menghentikan tangis bayi dan membantunya tidur, namun pada beberapa bayi hal itu justru memicu tangisan yang bertambah buruk. Walaupun dokter memberi resep obat, namun terkadang, dokter memberi resep obat karena desakan orang tua atau karena melihat kondisi orang tua.

Yang harus disadari para orang tua terutama ibu baru adalah, bahwa semua ini bukanlah kesalahan orang tua yang menyebabkan anak kolik, bukan juga ketidak mampuan untuk mengurus si kecil. Menyadari bahwa semua ini merupakan bagian dari masa pengasuhan bayi Anda dapat menghindarkan diri dari stres, termasuk stres paska melahirkan yang biasa dialami para ibu. Anda harus tetap memperhatikan dan merawat diri sendiri untuk menjaga kesehatan tubuh demi si kecil.

14 Jenis-Jenis Imunisasi Dan Manfaatnya

14 Jenis-Jenis Imunisasi Dan Manfaatnya

Kata imunisasi sudah tidak asing lagi bagi kita, terutama para ibu yang memiliki bayi dan anak-anak. Imunisasi berarti kekebalan atau ketahanan tubuh. Untuk bayi dan anak-anak, beberapa jenis imunisasi diwajibkan, karena pada umumnya daya tahan tubuh bayi dan anak masih lemah.

( Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika ) Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini”.

Imunisasi adalah sebuah program kegiatan dalam mencegah penyakit menular yang dilakukan dengan pemberian vaksin pada manusia, sehingga mereka adapat resisten terhadap virus atau penyakit yang hendak menyerang. Imunisasi adalah program yang dapat kita lakukan semenjak bayi hingga usia anak sekolah.  Anak akan diberikan vaksinasi yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan untuk merangsang sistem imun anak agar dapat membentuk antibodi atau daya tahan tubuh yang kuat pada tubuh mereka. Dan antibodi yang sudah terbentuk atau lebih kuat, akan bermanfaat bagi tubuh anak agar terhindar dari serangan virus ataupun bakteri yang akan datang di kemudian hari.

(Dr. Richard Moskowitz, Harvard University) “Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun”.

Cara pemberian imunisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dapat dilakukan dengan cara disuntikan pada anak, disemprotkan ke dalam mulut anak atau hidung anak dan di teteskan ke dalam mulut anak. Beberapa vaksin biasanya diberikan hanya sekali seumur hidup ketika anak masih bayi, namun ada juga beberapa vaksinasi yang diberikan beberapa kali agar anak memiliki kekebalan tubuh yang sempurna hingga ia dewasa nanti. Dan tentu pemberian vaksinasi ini hanya bisa dilakukan tenaga medis seperti dokter atau bidan yang ahli dibidangnya.

Pada dasarnya seorang bayi yang baru lahir sudah memiliki antibodi dari ibunya, dan ini diterima bayi ketika ia masih berada di dalam kandungan. Walaupun bayi sudah menerima vaksinasi untuk kekebalan tubuh dari ibunya sebelum ia lahir, tapi kekebalan tersebut hanya akan bertahan hingga beberapa bulan atau bahkan beberapa minggu saja. Dan setelah itu bayi akan rentan sekali terserang virus atau bakteri, sehingga hal tersebut membuat bayi harus mampu untuk memproduksi antibodi untuk dirinya sendiri.

Dengan memberikan imunisasi maka bayi atau anak memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat, sehingga mereka siap dan mampu untuk menghadapi gejala munculnya penyakit di masa mendatang seperti campak, polio, cacar, gondok, atau tetanus, dan lainnya sesuai dengan jenis vaksin yang pernah diberikan pada anak. Selain itu imunisasi juga dapat mencegah jenis penyakit menular.

Pada umumnya imunisasi akan menimbulkan efek samping yang ringan. Namun orangttua kerap kali merasakan khawatir ketika anaknya akan menerima vaksinasi. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, karena efek samping dari imunisasi tergolong ringan.

Efek Samping Dari Imunisasi

  • Nyeri pada bagian yang disuntik
  • Timbul bekas suntikan
  • Mual / Muntah
  • Demam
  • Lemas
  • Hilang nafsu makan
  • Pusing disertai demam

Efek samping dari imunisasi yang tergolong parah seperti timbulnya reaksi alergi dan kejang mendadak, namun kasus ini sangat jarang sekali terjadi. Dibandingkan dengan efek samping yang timbul setelah pemberian imunisasi, pertimbangkanlah dengan efek manfaat yang di dapatkan anak setelah pemberian imunisasi tersebut. Bahkan semakin modernnya zaman, kini para ahli membuat inovasi baru, dengan menciptakan vaksin tanpa menimbulkan efek atau reaksi demam pada anak.

Hak anak untuk memperoleh imunisasi juga di atur negera melalui Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Di dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa, setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi dan pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak. Penyelenggaran imunisasi tertuang dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013.

Jenis-Jenis Imunisasi Untuk Anak

Menjaga kesehatan anak tidak hanya memberikan makanan yang bergizi, namun memberikan imunisasi sesuai usianya juga penting. Dengan diaturnya program imunisasi dalam Undang-Undang kesehatan dan Konvensi Hak Anak dalam PBB, maka sudah menjadi tanggungjawab pemerintah dan orang tua untuk wajib memberikan imunisasi guna menjaga kesehatan anak-anak.

Imunisasi yang diberikan pada anak-anak sudah memiliki jadwal yang telah di evaluasi oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Penjadwalan ini di evaluasi berdasarkan adanya epidemiologis penyakit atau yang biasa disebut perubahan pada penyakit. Selain itu pembuatan jadwal imunisasi juga terbentuk karena adanya kebijakan dari kementerian kesehatan, WHO, rencana pengadaan vaksin Indonesia dan kebijakan yang dibuat secara global.

Berikut beberapa jenis imunisasi yang umumnya diberikan kepada anak-anak, yaitu :

1. BCG (Bacillus Calmette-Guerin)

Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan guna membentuk ketahanan tubuh terhadap penyakit TB  (Tuberkulosis). Penyakit ini tidak mencegah infeksi TB, melainkan mengurangi resiko serangan virus tubercle bacii yang dapat hidup didalam darah atau misalnya seperti meningitis TB dan TB miller. Oleh sebab itulah imunisasi ini dilakukan agar anak memiliki kekebalan tubuh yang aktif, dengan memberikan jenis basil yang sudah dilemahkan kedalam tubuh anak. Vaksin BCG ini diberikan hanya satu kali, biasanya di kurun waktu usia anak dibawah 3 bulan.

2. Hepatitis B

Imunisasi ini termasuk imunisasi yang wajib diberikan pada anak untuk mencegah masuknya VHB, virus ini adalah virus penyebab timbulnya  penyakit Hepatitis B. Penyakit Hepatitis B adalah penyakit yang muncul akibat adanya sirosis atau yang bisa disebut pengerutan hati. Jika penyakit ini berkembang didalam hati, maka akan berubah menjadi lebih parah yaitu kanker hati. Dalam imunisasi ini terdapat kombinasi pada jenis vaksin seperti DPT dan HepB, berdasarkan penelitian Biofarma vaksin ini dapat merespon antibodi pada anak lebih optimal dibandingkan dengan vaksinasi yang diberikan secara terpisah. Vaksin hepatitis B diberikan 3 kali untuk anak. Rentang ke-1, setelah anak lahir, rntang ke-2, sebulan setelah vaksin pertama, rentang ke-3, antara usia anak 4-6 bulan.

3. Polio

Imunisasi polio adalah imunisasi yang diberikan guna merangsang kekebalan tubuh anak terhadap serangan virus polio. Polio adalah virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan sesak napas pada si penderitanya. Pada pemberian imunisasi polio, vaksin polio digolongkan menjadi dua macam yaitu OPV (Oral Polio Vaccine) dan IPV (Inacivated Polio Vaccine). Pada OPV vaksin yang akan disuntikan kedalam tubuh anak adalah berupa virus yang sudah dilemahkan. Sedangkan yang satunya adalah IPV yaitu suntikan yang berisi virus polio yang sudah dimatikan. Vaksin Polio diberikan 6 kali secara bertahap saat beberapa hari setelah anak lahir, anak menginjak usia di bulan ke-2, usia anak di bulan ke-4, usia anak di bulan ke-6, usia anak 18 bulan dan terakhir ketika anak berusia 5 tahun.

4. DPT

Imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan agar anak terhindar dari penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak 3 kali pada anak usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Metode yang dilakukan pada pemberian vaksin ini dengan cara disuntikan pada anak. Pada imunisasi ini efek samping yang akan dirasakan anak adalah demam, rasa nyeri pada bagian yang disuntik, dan anak akan rewel selama kurang lebih 2 hari.

5. Campak

Imunisasi campak adalah imunisasi yang dilakukan guna mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh virus Morbili. Sebenarnya antibodi ini sudah diterima bayi dari ibunya, namun semakin bertambahnya usia semakin menurun pula antibodi yang ia dapatkan dari ibunya. Oleh sebab itu si kecil membutuhkan bantuan vaksinasi campak untuk menguatkan kembali antibodinya. Vaksinasi campak diberikan 2 kali, yaitu ketika anak berusia 9 bulan dan saat anak berusia 6 tahun.

6. HIB

HIB adalah imunisasi yang diberikan guna mencegah penyakit HIB. Dengan memberikan imunisasi ini, akan mencegah resiko serangan virus atau bakteri lain. Imunisasi ini dilakukan ketika bayi berusia 2 bulan, 3 bulan dan 5 bulan.  Pada vaksin HIB terdapat sebuah vaksin kombinasi DPT dan HIB yang memiliki daya imunogenitas yang tinggi namun tidak akan mempengaruhi respon pada imun yang lain.

7. PCV

Bayi yang berisiko tinggi mengalami kolonisasi pneumokokus, yaitu bayi yang terindikasi dengan infeksi pada saluran napas bagian atas, merupakan perokok pasif, tidak memperoleh ASI, dan bayi yang bermukim di negara yang memiliki 4 musim (pada musim dingin). Umumnya vaksin ini hanya disarankan oleh dokter, tergantung beberapa indikasi tersebut diatas.

8. ROTAVIRUS

Imunisasi ROTAVIRUS adalah imunisasi dengan menggunakan vaksin yang dapat mencegah timbulnya penyakit rotavirus yang dapat menyebabkan kematian pada anak. Pada imunisasi ini vaksin yang diberikan adalah vaksin monovalent ( Rotarix ) dan pentavalen ( Rotareq ) Beberapa penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa vaksin rotavirus terbukti sangat efektif dalam melindungi tubuh anak. Para peneliti menyimpulkan bahwa vaksin ini efektif, karena pada rumah sakit yang mendapatkan kasus tersebut terbukti dapat menekan jumlah pasien diare sebanyak 50%. Dan penurunan kasus pada pasien tersebut terjadi sekitar kurang lebih 2 tahun setelah program imunisasi tersebut dijalankan.

9. INFLUENZA

Imunisasi influenza adalah imunisasi yang diberikan guna mencegah timbulnya flu pada anak. Imunisasi ini diberikan pada anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun. Imunisasi ini berguna untuk mencegah datangnya flu yang dapat ditularkan melalu udara, bersin ataupun batuk. Vaksinasi pada imunisasi ini disarankan untuk anak yang memiliki penyakit asma, ginjal dan diabet. Gejala yang akan dirasakan anak adalah demam, batuk, pilek dan bahkan terasa pegal-pegal pada tubuh anak.

10. VARISELA

Imunisasi varisela adalah imunisasi yang diberikan pada anak guna mencegah timbulnya virus varicella zostar atau yang biasa kita sebut cacar air. Virus ini memang bisa saja menyerang siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada pemberian vaksin ini, anak harus dalam keadaan sehat, tidak demam, tidak memiliki neomisin dan defisiensi imun seluler. Oleh sebab itu imunisasi menjadi cara efektif untuk mencegah timbunya virus varicella zostar atau cacar air.

11. TIFOID

Imunisasi tifoid atau yang sering disebut tifus adalah imunisasi yang diberikan pada anak guna mencegah terjadinya tifus pada anak. Imunisasi ini disarankan untuk anak usia 2 tahun, dan diberikan 3 tahun sekali pada anak. Penyakit ini terjadi karena adanya bakteri salmonella typhi yang sering ditemukan di air ataupun tempat tinggal yang kurang terjaga kebersihannya.

12. HEPATITIS  A

Imunisasi hepatitis A adalah imunisasi yang dapat diberikan pada anak usia 2 tahun. Imunisasi yang akan diberikan kepada anak berupa vaksinasi yang dapat mencegah timbulnya virus peradangan pada hati anak. Pemberian vaksinasi ini dilakukan dua kali, dan jarak antara suntikan pertama dan kedua berjarak antara 6 bulan hingga 12 bulan / 1 tahun.

13. HPV

Imunisasi HPV adalah imunisasi yang dapat diberikan pada anak usia remaja. Usia ini berguna untuk mencegah kanker serviks pada wanita sejak dini. Imunisasi ini dapat diberikan pada anak usia 12 tahun, dan sesuai dengan  ketentuan dokter. Pada imunisasi ini anak harus diberikan vaksin sebanyak 3 dosis, dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

14. MMR

Adalah imunisasi yang dilakukan untuk otak. Imunisasi ini sebenarnya tidak banyak disarankan oleh dokter, karena terjadi banyak kasus timbul gejala autisme setelah anak mendapatkan imunisasi ini. Akan lebih baik jika bunda mengeonsultasikan pada dokter dan mencari efek samping dari imunisasi ini melalui banyak sumber.

Beberapa jenis penyakit yang terjadi pada anak memang tidak terlalu berbahaya, namun mengantisipasi tentu lebih baik daripada mengobati. Beberapa manfaat yang didapat dari pemberian imunisasi pada anak, adalah :

  • Mencegah anak dari serangan penyakit, dewasa ini banyak sekali bermunculan jenis-jenis penyakit yang begitu mengkhawatirkan. Seperti flu burung, flu singapura, sapi gila, dan lainnya. Walaupun bisa diobati, namun ada penderita yang mengalami catat dalam anggota tubuhnya. Atau bisa juga dengan terlampau seringnya mengkonsumsi obat atau antibiotik membuat beberapa organ tubuh penderita menurun fungsi kerjanya. Denagn memberikan imunisasi, orangtua telah membentengi tubuh anak setidaknya mencegah atau mengurangi resiko yang lebih besar.
  • Memperkecil resiko penyakit menular, dengan musim yang tak jelas seperti sekarang, anak-anak tentu lebih rentan terhadap perubahan cuaca dan penyebaran penyakit. pemberian imunisasi kepada anak, setidaknya membuat anak dapat melakukan berbagai aktivitasnya di luar rumah dengan tenang tanpa kekhawatiran orangtua akan lingkungan yang kotor, kuman/virus yang berterbangan dan sebagainya.
  • Menghemat anggaran keluarga dan pemerintah, pemberian imunisasi diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi lebih baik, lebih sehat, lebih kuat. Dengan imunisasi juga diharapkan penyebaran berbagai jenis penyakit menular dan berbahaya menjadi lebih kecil sehingga biaya atau anggaran untuk berobat pun menjadi lebih hemat. Jika anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa sehat, tentunya masa depan bangsa pun lebih baik.

Program atau jadwal imunisasi untuk anak, biasanya sudah tersedia dalam buku panduan ketika anak lahir. Dan petugas rumah sakit (suster, dokter) memberikan catatan baik waktu untuk melakukan imunisasi maupun catatan jika imunisasi tersebut sudah dilakukan.

Artikel Lainnya
  • cara mengatasi anak kidal
  • anak tersedak
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • gejala hipertensi pada anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • cara mengatasi cegukan pada bayi
  • ciri ciri anak hiperaktif
  • gejala diabetes pada anak
  • jenis makanan yang berbahaya untuk anak
  • cara mengatasi bayi yang mudah terkejut ketika tidur

Beberapa hal yang perlu di perhatikan ketika memberikan vaksinasi kepada anak, waktu pemberian vaksinasi, kondisi kesehatan anak dan imunisasi yang wajib/harus diberikan. Tidak semua jenis imunisasi diwajibkan pemberiannya. Ada beberapa jenis imunisasi sifatnya dianjurkan (boleh dilakukan imunisasi atau boleh diabaikan). Untuk hal-hal tersebut, sebaiknya orangtua berkonsultasi terlebih dahulu kepada pihak medis atau dokter, karena bisa saja yang tadinya bersifat anjuran karena perubahan kondisi dan penyebaran penyakit yang lebih serius menjadi bersifat wajib. Selain itu agar hasil yang didapat anak bisa maksimal.

Bronkitis Akut dan Kronis pada Bayi dan Anak

Bronkitis Akut dan Kronis pada Bayi dan Anak

Bronkitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada saluran udara utama yang berhubungan dengan paru-paru, yang juga dikenal dengan nama bronkus. Ketika virus yang menyebabkan flu, batuk atau sinusitis menyebar dan berkembang biak sampai ke bronkus, itulah saatnya terjadi penyakit bronkitis. Saluran udara akan membengkak, dipenuhi oleh lendir dan meradang karena kuman yang berkembang biak di dalam saluran udara tersebut.

Mekanisme pernapasan manusia adalah ketika bernapas, itu berarti menghirup udara yang kaya akan oksigen dan membuang karbondioksida dari dalam tubuh. Dalam tubuh manusia ada saluran udara yang fungsinya mengalirkan udara untuk pernapasan melalui hidung, tenggorokan, lalu ke trakea, bronkus dan akhirnya ke paru-paru. Bronkus adalah bagian dari saluran nafas yang mempunyai bentuk seperti pipa. Letaknya ada di bagian dada dan terhubung dengan paru-paru.

Penyebab Bronkitis Pada Anak

Bronkitis berasal dari kata bronkus yang artinya adalah saluran napas besar dan itis, yang menunjukkan reaksi peradangan tersebut. Penyebab bronkitis yang paling umum pada anak adalah infeksi virus atau sejenisnya, terutama Respiratory Syncytial Virus atau RSV dan berbagai jenis virus lainnya seperti adenovirus dan virus penyebab influenza. Virus ini bisa menyebar melalui cairan hidung.

Jenis Bronkitis

Dilihat berdasarkan lama waktu sakitnya, bronkitis dapat dibagi menjadi dua macam yaitu bronkitis akut yang dapat bertahan selama dua atau tiga minggu dan bronkitis kronis yang dapat bertahan selama setidaknya tiga bulan dalam satu tahun dan dapat berulang pada tahun berikutnya. Anak – anak di bawah usia lima tahun kebanyakan terserang bronkitis akut, dan juga merupakan jenis bronkitis yang paling sering terjadi.

Gejala Bronkitis

Sesuai jenis bronkitis yang ada, gejalanya juga berbeda bagi bronkitis akut dan kronis. Berikut ini adalah gejala yang akan tampak apabila anak mengalami salah satu jenis bronkitis tersebut:

1. Bronkitis Akut

Anda perlu mewaspadai bahwa penyakit si kecil adalah bronkitis apabila telah menunjukkan beberapa tanda atau gejala seperti berikut ini, yang dapat menunjukkan gejala bronkitis akut:

  • Batuk sudah berlangsung selama lima hari atau lebih. Batuk terjadi karena reflek tubuh yang berusaha mengeluarkan lendir yang ada di dalam bronkus.
  • Anak mengalami batuk berdahak
  • Keluar dahak berwarna bening, putih, bahkan hijau atau kuning.
  • Ada rasa nyeri dada ketika batuk
  • Penyakit tidak selalu disertai demam, tetapi mungkin saja demam ringan akan muncul sekali – sekali yang menunjukkan proses bahwa tubuh melawan bakteri atau virus penyebab penyakit tersebut.

2. Bronkitis Kronis

Selain dari gejala bronkitis akut, anak juga dapat menunjukkan gejala bronkitis kronis yang perlu Anda kenali segera agar bisa cepat memberikan penanganan terbaik pada anak:

  • Anak batuk disertai dahak yang berwarna kuning atau hijau yang sudah berlangsung selama paling sedikit tiga bulan berturut – turut dalam setahun, atau bahkan dua tahun berturut – turut.
  • Mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas akibat saluran bronkus yang menyempit.
  • Kadang – kadang nafasnya berbunyi dan mudah merasa sangat lelah.

Waspadai beberapa hal berikut pada anak

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada beberapa hal yang dapat menunjukkan gejala bronkitis yang dapat dilihat jelas pada anak, yang perlu diwaspadai oleh orang tua:

  • Anak batuk terus menerus – Kebanyakan orang tua mungkin menganggap anak yang sedang batuk sebagai hal yang biasa, namun sebaiknya tidak meremehkan serangan batuk yang diderita anak tersebut. Batuk yang terus menerus dan berlangsung dalam waktu lama selama sekitar satu hingga tiga minggu yang tidak segera sembuh, orang tua perlu mewaspadai bahwa batuk tersebut terjadi karena peradangan paru-paru yang menyebabkan bronkitis.
  • Flu yang cukup lama – Penderita bronkitis juga mengalami flu yang berlangsung cukup lama dan tidak kunjung sembuh. Flu berkepanjangan juga bisa terjadi karena alergi, namun untuk menentukan penyebabnya dengan benar sebaiknya segera periksakan anak ke dokter jika anak mengalami flu yang sulit sembuhnya.
  • Mengalami kesulitan bernapas atau sesak – Karena bronkitis sangat berhubungan dengan sistem pernafasan, penderitanya pun akan menunjukkan beberapa gejala tertentu. Yang paling jelas terlihat adalah sesak napas yang bisa menandakan bahwa infeksi di saluran pernapasan sudah cukup parah. Masalah pernapasan ini juga akan membuat penderita merasa cepat lelah dan sulit untuk beraktivitas dengan aktif. Jika Anda menemukan gejala ini ada pada anak, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter untuk dapat benar-benar memastikan penyebabnya.

Anak yang Beresiko Terkena Bronkitis

Beberapa faktor yang membuat resiko anak terkena bronkitis semakin besar yaitu jika anak hidup diantara lingkungan perokok, masih berada di bawah usia enam bulan, lahir prematur, kurang mendapat asupan ASI, dan berada di lingkungan yang padat penduduk sehingga kualitas udara yang dihirup kurang baik.

Bronkitis Pada Bayi 

Bronkitis pada umumnya menyerang anak di bawah usia dua tahun, khususnya pada bayi yang berusia tiga sampai enam bulan. Pada bayi, gejala bronkitis ditandai dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas yang ringan atau ISPA. Kemudian bayi akan mengalami batuk yang memburuk dalam dua atau tiga hari, ada muntah, dan suara seperti berdesis ketika bernapas, bahkan bisa mengalami lebam kebiruan dan cuping hidungnya membesar setiap kali menarik napas.

Mengatasi Bronkitis Pada Bayi dan Anak

Jika kondisi bayi dan anak masih berada dalam tahap ringan, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejalanya di rumah yaitu:

  1. Bayi yang telah memasuki tahap MPASI dapat diberikan banyak cairan untuk mencegahnya mengalami dehidrasi dan meringankan gejala bronkitis yang dideritanya. Begitu juga dengan anak yang sudah berusia lebih besar, beri cairan pada anak dalam jumlah banyak untuk mencegahnya dehidrasi. Paling baik untuk memberinya air putih saja. Gunakan manfaat ASI eksklusif untuk bayi agar bayi tidak menjadi dehidrasi.
  2. Jika bisa, lembabkan udara di dalam ruangan agar bayi dapat bernafas lebih mudah dan juga perhatikan kebersihan ruangan agar terhindar dari kotoran serta debu yang dapat mempengaruhi sistem pernapasannya.
  3. Bila anak atau bayi mengalami batuk berdahak, Anda dapat membantunya dengan menguapi pernapasan bayi atau anak dengan menggunakan alat humidifier. Jika tidak memilikinya, biasanya dokter anak akan menyarankan untuk melakukannya di fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit.

Cara Mencegah Bronkitis

Pada dasarnya cara mencegah agar tidak terkena penyakit bronkitis adalah melalui sistem pertahanan tubuh yang baik. Oleh sebab itu, kondisi imunitas tubuh anak perlu dijaga agar tidak mudah tertular penyakit. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terkena bronkitis yaitu:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh – Banyak cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit dari virus atau kuman tertentu. Salah satunya adalah dengan mendapatkan vaksinasi yang tepat. Saat ini vaksinasi untuk penyakit influenza sudah tersedia. Anda bisa mendapatkannya untuk mencegah tertular flu yang bisa menyebabkan bronkitis. Kekebalan tubuh anak juga bisa diperoleh dari manfaat menjemur bayi dan anak pada waktu yang tepat serta jenis jenis imunisasi dan manfaatnya yang ada bagi anak-anak. Juga, perhatikan tanda tanda anak kurang gizi agar tidak sampai mempengaruhi kekebalan tubuh anak.
  • Melindungi pernapasan – Banyak orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit bronkitis karena sering terpapar polusi udara yang pekat seperti asap, debu dan beragam serbuk yang beterbangan di udara. Memakai masker atau penutup mulut dan hidung merupakan salah satu cara untuk menghindari terhirupnya hal – hal tersebut kedalam paru – paru dan mencegah resiko terkena bronkitis.
  • Menjauhi orang yang sedang terkena flu – Karena salah satu penyebab bronkitis adalah virus flu, maka sebaiknya menjauhi dulu orang yang sedang terkena flu agar tidak tertular. Minta orang tersebut mengenakan masker ketika berada di dekat anak – anak dan meminimalkan kontak untuk mencegah penularan seperti menghindari minum dan makan dari peralatan yang sama pada waktu yang sama, terkena bersin, atau lain-lain.
  • Mengatur pola makan – Salah satu penunjang kekebalan tubuh adalah asupan makanan yang baik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Menjaga pola makan yang seimbang dan penuh gizi seperti memperbanyak sayuran atau buah akan membantu tubuh mendapatkan asupan gizi yang diperlukan agar ketahanan tubuh semakin baik. Begitu juga dengan manfaat pentingnya sarapan untuk anak yang dapat menjaga energinya tetap penuh untuk beraktivitas. Berilah makanan terbaik untuk bayi dan anak agar mereka mendapatkan asupan gizi yang diperlukan. Penyebab perut kembung pada bayi dan gangguan pencernaan pada anak juga bisa disebabkan karena pola makan yang kurang baik.
  • Menjaga kebersihan – Infeksi virus yang menjadi penyebab penyakit bronkitis dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan pribadi, terutama tangan. Sering mencuci tangan setiap selesai beraktivitas akan membantu untuk mencegah penyebaran kuman atau virus penyakit, dan juga dapat menjadi cara mengatasi diare pada anak dan cara mengatasi keracunan pada anak, dan juga menghindari gejala cacingan pada anak.
  • Menghindari perokok – Untuk menghindari resiko terkena bronkitis, sebisa mungkin anak harus dijauhkan dari lingkungan yang banyak perokok. Asap rokok yang dihirup membuat saluran udara teriritasi dan akan memproduksi lendir yang akan menjadi salah satu faktor resiko terkena bronkitis. Begitu pula jika orang tua adalah perokok, sebaiknya sebisa mungkin berdekatan dengan anak dalam keadaan bersih dari sisa asap rokok yang berbahaya bagi anak.

Mengobati Bronkitis Pada Anak

Jika anak mengalami bronkitis biasanya orang tua akan membawanya untuk berkonsultasi dengan dokter. Namun ada beberapa pengobatan dengan menggunakan bahan alami yang bisa digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh anak dari penyakit bronkitis:

1. Bawang Putih

Hampir setiap masakan kita menggunakan bawang putih sebagai bumbu utamanya. Tidak hanya untuk bumbu masakan, bawang putih juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan kecantikan. Dalam bidang kesehatan, bawang putih dapat melancarkan peredaran darah, merangsang sistem imun serta dapat menjadi antioksidan alami. Untuk mengobati bronkitis, bawang putih dapat dikonsumsi langsung dalam porsi yang sewajarnya. Selain itu, bawang putih dapat menjadi cara meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak mudah sakit.

2. Bawang Merah

Bawang merah mempunyai khasiat untuk mengencerkan dahak yang menggumpal dan menyumbat saluran pernapasan. Untuk pengobatan bronkitis, bawang merah dapat dikonsumsi langsung atau dengan menambahkan irisan bawang merah pada makanan sehari – hari pada makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Cara lain yaitu dengan mengonsumsi jus bawang merah sebanyak satu atau dua sendok makan setiap pagi.

3. Garam Inggris atau Garam Epsom

Gejala bronkitis akut dapat Anda atasi dengan menggunakan garam inggris atau garam epsom. Hanya saja, garam ini tidak dikonsumsi melainkan digunakan untuk campuran pada air mandi. Caranya yaitu dengan menambahkan sekitar satu kilogram garam inggris ke dalam 60 liter air hangat. Tunggu sampai garam tersebut larut dalam air, , lalu gunakan air selama sekitar setengah jam untuk mandi atau berendam.

4. Biji Wijen

Khasiat biji wijen untuk mengobati bronkitis yaitu dapat mengurangi nyeri pada rongga dada. Cara menggunakan biji wijen untuk penyakit bronkitis yaitu:

  • Campur setengah sendok teh biji wijen dengan dua sendok makan air, lalu dimakan langsung.
  • Campur satu sendok teh biji rami, satu sendok teh biji wijen, sedikit garam dan satu sendok teh madu murni. Minum campuran ini setiap malam sebelum tidur.

5. Jahe

Jahe bukan hanya bermanfaat sebagai bahan untuk pengobatan flu biasa, namun juga dapat digunakan untuk mengobati bronkitis. Jahe mempunyai sifat anti inflamasi yang dapat mengurangi masalah iritasi, peradangan atau pembengkakan pada paru – paru. Cara menggunakan jahe untuk mengatasi penyakit bronkitis yaitu:

  • Siapkan secangkir air mendidih, campur satu sendok teh bubuk jahe kering. Tambahkan satu sendok teh lada hitam lalu aduk hingga rata. Tambahkan satu sendok madu dan minum campuran ini tiga kali sehari.
  • Campur satu sendok teh bubuk jahe kering, satu sendok teh lada hitam, dan satu sendok teh bubuk cengkeh ke dalam secangkir air panas. Diamkan sampai agak dingin lalu tambahkan satu sendok teh madu atau susu, minum tiga kali sehari.
  • Siapkan beberapa ruas jahe, bersihkan dan kupas lebih dulu. Rebus jahe tersebut dengan air secukupnya sampai mendidih, lalu minum jika sudah agak mendingin.

6. Daun Sambiloto

Daun ini berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit, anti radang, bisa menjadi penawar racun, menghilangkan bengkak dan menjadi penurun panas. Cara menggunakan daun sambiloto untuk penyakit bronkitis yaitu:

  • Ambil daun sambiloto beberapa lembar dan bersihkan.
  • Rebus dengan air sebanyak tiga gelas sampai tersisa air sejumlah satu setengah gelas.
  • Minumlah air rebusan daun sambiloto tersebut secara teratur.

7. Kumur Air Garam

Salah satu cara mengatasi batuk pada anak yaitu dengan kumur air garam. Peradangan yang terjadi pada tenggorokan dan rasa gatal akibat lendir yang mengental di tenggorokan dapat diatasi dengan cara berkumur air garam beberapa kali sehari. Cara menggunakan air garam untuk berkumur yaitu:

  • Siapkan segelas air hangat
  • Campur dengan beberapa sendok garam dan aduk rata
  • Kumur menggunakan air garam sebanyak tiga sampai lima kali sehari.

8. Madu

Madu sangat bermanfaat sebagai pengobatan untuk batuk yang juga merupakan salah satu gejala dari penyakit bronkitis, karena mengandung manfaat antibiotik. Manfaat madu untuk anak dan balita juga sangat baik sebagai cara mengatasi alergi pada anak dan mengatasi penyebab sariawan pada bayi . Cara menggunakan madu untuk mengobati bronkitis mudah saja, Anda tinggal mencampurkan madu ke dalam minuman yang biasa diminum anak sehari – hari seperti susu atau air putih secara rutin sampai batuknya berangsur reda.

9. Daun Sirih

Selain manfaatnya untuk menghilangkan jerawat di wajah, sirih juga dapat digunakan untuk mengatasi bronkitis. Caranya cukup dengan merebus beberapa lembar daun sirih yang sudah dibersihkan dengan beberapa butir gula batu di dalam panci dengan takaran dua gelas air. Diamkan sampai mendidih dan tersisa sebanyak satu gelas, lalu minumkan larutan itu kepada si penderita bronkitis.

10. Kulit Jeruk Mandarin

Manfaat kulit jeruk mandarin yang berhubungan dengan bronkitis antara lain anti asma, peluruh atau pengencer dahak, dan anti peradangan. Cara menggunakan kulit jeruk mandarin yaitu:

  • Anda bisa merebus kulit jeruk ini secukupnya dengan tiga gelas air.
  • Biarkan mendidih hingga tersisa sebanyak satu gelas.
  • Kemudian bagi menjadi tiga bagian untuk diminum tiga kali sehari.
  • Minumkan kepada penderita bronkitis selama sepuluh hari agar sembuh.
  • Bisa juga dicampur dengan daun beringin secukupnya untuk hasil yang lebih efektif.

Pada umumnya, jika tidak ada tanda infeksi yang serius ketika anak dibawa ke dokter maka tidak akan ada pemberian antibiotik yang diperlukan. Jika dokter memberikan resep antibiotik untuk anak yang sedang mengalami bronkitis tanpa tanda-tanda infeksi yang bisa dilihat atau yang sudah jelas, maka orang tua perlu mendiskusikan dengan dokter mengenai perlunya obat tersebut.

Cara Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak dengan Cepat dan Alami

Cara Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak dengan Cepat dan Alami

Mengetahui anak menyimpan kutu di kepalanya pasti membuat hampir semua ibu panik. Kutu rambut sangat mudah menular kepada orang lain, umumnya dari kontak antara kepala anak yang berkutu dengan kepala anak yang lainnya. Tidak hanya itu saja, penggunaan barang yang sama juga bisa menularkan kutu rambut, misalnya handuk, sisir, topi, helm, pakaian, dan banyak lagi yang berhubungan dengan kepala. Selain itu kutu juga menyebabkan rasa gatal karena gigitannya pada kulit kepala, terlebih lagi pada orang yang memiliki alergi.

Jika tidak dibasmi segera, kutu dapat berkembang menjadi suatu epidemi yang berlangsung seperti lingkaran yang tidak berujung, karena penularan akan terus menerus terjadi selama pembersihannya tidak berlangsung maksimal dan tuntas. Terutama, pada sekolah dimana anak – anak berusia antara 3-12 tahun berkumpul. Kutu memang tidak berbahaya secara signifikan, tetapi akibat yang ditimbulkannya sangat tidak nyaman. Kulit kepala anak dapat mengalami iritasi dan luka karena sering digaruk.

Tanda – tanda kutu rambut

Anda perlu mengetahui gejalanya ketika anak mengalami kutu rambut. Ketika anak mengalami rambut berkutu, yang paling terlihat adalah gerakan menggaruk, karena kutu menyebabkan gatal di kulit kepala, jadi anak mungkin akan mengalami lecet dan goresan di kulit kepala. Untuk melihat kutu dan telurnya, terkadang diperlukan kaca pembesar karena ukurannya yang kecil, namun biasanya Anda akan melihat kutu tersebut menempel di helaian rambut anak dekat dengan kulit kepala dan tidak bisa dihilangkan hanya dengan mengibaskan rambut saja. Sedangkan kutu biasanya ditemukan di area rambut dekat leher, telinga, dan puncak kepala. Masalah yang dapat dialami seorang anak bukan hanya kutu rambut saja, melainkan juga ada gejala cacingan pada anak, gangguan pencernaan pada anak, dan cara mengatasi keracunan pada anak.

Menghilangkan Kutu Rambut Dengan Sisir Serit

Menghilangkan kutu rambut sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai cara yang ada. Namun, cara utama yang tetap harus dilakukan adalah menggunakan sisir serit untuk menghilangkan kutu dan telur yang masih tertinggal di rambut.  Pada dasarnya, cara menghilangkan kutu rambut pada anak bisa dilakukan secara manual yaitu dengan menyisir menggunakan sisir serit dan mengambil kutu rambut satu persatu. Menghilangkan kutu akan lebih efektif jika sebelum atau setelah menggunakan ramuan apapun dilanjutkan dengan cara ini. Cara menggunakan sisir serit untuk menghilangkan kutu yaitu:

  • Anda bisa membasahi rambut atau keramas terlebih dulu.
  • Siapkan baskom yang berisi air hangat dan sabun pencuci piring atau air yang dicampur dengan cuka putih.
  • Siapkan juga sisir serit yang telah dibersihkan dengan air panas.
  • Beri handuk di pundak anak untuk menampung telur atau kutu yang berjatuhan.
  • Siapkan tempat yang terang dan alasi lantai dengan koran untuk menampung telur serta kutu yang tercecer.
  • Bagi rambut menjadi beberapa bagian dan mulai menyisir perlahan.
  • Sisirlah mulai dari akar rambut hingga ke ujung, uraikan jika ada yang kusut.
  • Amati sisir serit, jika terlihat ada kutu atau telur yang menyangkut, bersihkan menggunakan tisu lalu dengan mencelupkan ke dalam baskom.
  • Keringkan sisir serit dengan tisu sampai bersih dari kutu dan telurnya, lalu mulailah menyisir kembali.
  • Lakukan terus sampai seluruh rambut bersih dari kutu dan telurnya.
  • Keramas lagi setelah rambut bersih.
  • Keringkan rambut menggunakan hair dryer, suhu panas dapat mematikan telur kutu yang masih tertinggal.

Selain masalah kutu rambut, ada beberapa masalah kesehatan lain yang perlu diketahui oleh orang tua yang kerap terjadi pada seorang anak yaitu cara mengatasi biang keringat pada anak, cara mengatasi diare pada anak, dan penyebab perut kembung pada bayi.

Menghilangkan Kutu dengan Produk Khusus

Menghilangkan kutu di rambut anak menjadi satu hal yang harus dilakukan dengan cepat agar tidak menyebar kemana – mana dan menulari orang lain sehingga menciptakan lingkaran penularan yang tidak berkesudahan. Ada beberapa produk mengandung bahan kimia yang biasa digunakan untuk menghilangkan kutu pada rambut dengan cepat, yaitu:

1. Sampo Phyretrum

Phyretrum adalah bahan aktif alami yang terkandung dalam sampo anti kutu, yang berasal dari bunga krisan. Kandungan phyretrins dalam bunga krisan menyerang sistem syaraf pada kutu hidup. Cara menggunakannya yaitu:

  • Oleskan produk pada rambut kering dan tunggu sepuluh menit.
  • Tambahkan air setelahnya sampai berbusa dan bilas sampai bersih.
  • Sisir rambut dengan sisir serit.
  • Pemakaian kedua direkomendasikan pada waktu seminggu sampai sepuluh hari kemudian untuk menghilangkan sisa kutu yang masih ada.

2. Lotion Permethrin 1%

Permethrin merupakan versi sintetis dari Pirethrin. Cara kerjanya tidak jauh berbeda, yaitu menyerang kutu yang hidup. Cara menggunakannya yaitu:

  • Pakai lotion ini pada rambut yang lembab secara merata.
  • Biarkan selama sepuluh menit, bilas dan sisir dengan sisir serit.
  • Ulangi apabila kutu ada yang masih hidup  tujuh hari setelah perawatan.

3. Lotion Spinosad

Lotion yang dibuat dengan resep dokter ini mengandung spinosad, yaitu insektisida natural yang dibuat dari bakteri yang ditemukan di tanah. Pada tahun 2011 produk ini telah disetujui di Amerika untuk pasien berusia empat tahun keatas. Cara menggunakannya yaitu:

  • Lapisi kulit kepala dengan lotion ini dan sampai ke ujung rambut.
  • Biarkan selama sepuluh menit, bilas dan gunakan sisir serit.
  • Efek sampingnya adalah iritasi pada mata dan kulit, jadi penggunaannya harus sangat berhati – hati.

4. Lotion Ivermectin

Disetujui pada tahun 2012 di Amerika, lotion Ivermectin 0,5 % juga ditemukan dari bakteri yang hidup di tanah. Cara kerjanya melumpuhkan kutu beserta telurnya dan bisa digunakan pada anak berusia enam bulan keatas. Cara menggunakannya sama dengan lotion yang lain.

5. Lotion Benzyl Alkohol 5%

Obat ini dipasarkan di Amerika pada tahun 2009, bisa digunakan untuk anak berusia enam bulan keatas. Cara kerjanya dengan membuat kutu dewasa kehabisan napas sehingga mati lemas, namun lotion ini tidak dapat membunuh telur kutu. Cara menggunakannya yaitu:

  • Siramkan ramuan ke rambut dan kulit kepala yang kering.
  • Tunggu selama sepuluh menit, lalu bilas.
  • Anda bisa keramas setelahnya, dan melanjutkan dengan sisir serit untuk membuang telur kutu dan kutu dewasa yang sudah mati.

6. Lotion Malathion 0,5%

Ramuan ini merupakan insektisida yang diresepkan dan bisa membunuh kutu dewasa serta beberapa telurnya. Namun ramuan ini berbahaya karena mudah terbakar dan bisa menyebabkan kulit mengalami luka bakar hingga dua sampai tiga tingkat. Tidak disarankan untuk anak berusia di bawah enam tahun. Cara menggunakannya yaitu:

  • Gunakan pada rambut kering, biarkan untuk mengering di udara terbuka selama delapan sampai dua belas jam.
  • Jangan menggunakan alat pengering rambut atau terekspos kepada sumber panas.
  • Keramas dan bilas rambut, jika bisa di wastafel sebelum menggunakan sisir serit.
  • Jika masih ada kutu yang hidup selama tujuh sampai sembilan hari setelahnya, ulangi perawatan.

7. Sampo Lindane 1%

Neurotoksin ini dapat membunuh kutu dan telurnya, namun bahan yang terkandung di dalamnya dicurigai merupakan bahan pembawa kanker atau karsinogen. Penggunaan yang salah atau berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk kejang dan kematian. Bahkan walaupun digunakan secara tepat sesuai petunjuk, tetap ada resiko menyebabkan sebagian orang mengalami kejang, menurut FDA Amerika. Karena berbagai resikonya, obat ini tidak lagi direkomendasikan untuk membasmi kutu. Pemakaian obat ini hanya diperuntukkan pada orang yang tidak berhasil menghilangkan kutu dengan pengobatan apapun.

Menghilangkan Kutu dengan Bahan Alami

Mungkin Anda menjadi khawatir ketika membaca berbagai resiko yang dapat dialami dengan menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan kutu rambut. Masih ada alternatif lainnya jika Anda ragu menggunakan bahan kimia. Anda bisa mencoba menggunakan bahan alami yang memang akan memberikan hasil lebih lambat, namun lebih aman. Bahan – bahan tersebut adalah:

1. Minyak Zaitun

Bahan utama yang biasanya ada di dapur ini berkhasiat sebagai ramuan yang dapat membasmi kutu secara efektif. Kutu akan tercekik dan kehabisan nafas ketika minyak ini menutupi saluran nafasnya. Namun hal ini hanya akan berhasil apabila minyak zaitun diaplikasikan ke seluruh kepala dan dilakukan semalaman dengan ditutup menggunakan shower cap, sebab kutu dapat menahan kurangnya udara selama berjam – jam. Anda tetap akan harus menyisir dengan sisir serit keesokan harinya, tetapi minyak zaitun dapat membantu melepaskan telur dari rambut sehingga mudah dibersihkan.

2. Mayones

Kandungan minyak yang banyak pada mayones dapat membuat kutu mati lemas. Cara menggunakan mayones untuk menghilangkan kutu rambut yaitu:

  • Ambil mayones secukupnya, oleskan ke kepala dan rambut secara merata.
  • Bungkus rambut dengan shower cap atau handuk selama lebih dari enam jam.
  • Bilas rambut dan keramas dengan sampo sampai bersih.
  • Keringkan dengan hair dryer pada suhu panas sedang.
  • Sisir rambut menggunakan sisir serit sampai seluruh kutu dan telurnya habis dari rambut.
  • Ulangi selama seminggu sekali sampai rambut benar – benar terbebas dari kutu.

3. Cuka Putih

Sifat asam pada cuka sangat efektif untuk membunuh kutu rambut dengan cepat berkat kandungan asam asetat di dalamnya. Selain itu, asam asetat juga dapat meluruhkan telur kutu dengan cepat. Cara menggunakan cuka untuk rambut yaitu:

  • Siapkan dua sendok makan cuka dan dua sendok makan minyak kelapa.
  • Oleskan campuran cuka dan minyak kelapa pada kulit kepala dan rambut sebelum tidur.
  • Tutup rambut dan biarkan semalaman.
  • Bilas dan cuci rambut keesokan harinya dengan sampo biasa.
  • Anda bisa melakukan cara ini pada rambut anak dua kali seminggu selama dua bulan.

4. Bawang putih

Kandungan sulfur yang tinggi di dalam bawang putih dapat mematikan kutu dengan cepat. Kekurangannya hanya terletak pada baunya yang menyengat. Cara menggunakan bawang putih untuk menghilangkan kutu rambut pada anak yaitu:

  • Siapkan lima siung bawang putih lalu hancurkan sampai halus.
  • Campur dengan satu sendok makan air putih atau secukupnya saja.
  • Saring bawang putih untuk diambil sarinya
  • Oleskan bawang pada kulit kepala, gunakan shower cap dan tutup selama dua jam.
  • Setelahnya, bilas menggunakan air hangat dan sampo
  • Anda bisa melakukan cara ini setiap hari sampai seluruh kutu di rambut anak menghilang.

5. Lemon

Sifat asam juga ada pada jeruk lemon dan bisa membunuh kutu serta telurnya yang menempel pada rambut. Cara menggunakan lemon untuk menghilangkan kutu pada rambut anak yaitu:

  • Siapkan dua buah lemon dan peras airnya.
  • Campurkan dengan air bersih secukupnya.
  • Tuangkan ke kulit kepala secara merata dan diamkan selama setengah jam.
  • Bilas rambut dengan air hangat sesudahnya
  • Lakukan cara ini sebanyak dua kali seminggu.

6. Alkohol 70%

Alkohol juga dapat membunuh kutu beserta telur – telurnya di rambut dengan efektif. Cara menggunakan alkohol untuk menghilangkan kutu di rambut anak yaitu:

  • Semprotkan alkohol ke kulit kepala secara menyeluruh sampai semua bagian kepala terasa dingin.
  • Hati – hati agar tidak masuk ke mata anak karena dapat menyebabkan iritasi mata.
  • Biarkan dulu selama lima sampai sepuluh menit.
  • Kemudian oleskan kondisioner pada kepala sampai merata.
  • Gunakan sisir serit untuk menyisir rambut
  • Keramas dengan menggunakan sampo biasa.
  • Lakukan cara ini sekali seminggu sampai semua kutu menghilang dari rambut anak.

7. Listerine

Obat kumur ini juga mengandung alkohol dalam persentase yang tinggi. Namun Anda harus sangat berhati – hati untuk menggunakannya, karena beresiko tertelan oleh anak – anak ataupun mengenai mata dan menyebabkan iritasi. Pastikan juga agar anak tidak mengalami luka terbuka di kepala yang dapat terkena listerine. Cara menggunakan listerine untuk menghilangkan kutu di rambut anak yaitu:

  • Basahi rambut anak dengan listerine sampai merata dan tutup dengan shower cap.
  • Biarkan selama setengah jam atau lebih baik lagi biarkan semalaman.
  • Bilas rambut dengan air hangat dan oleskan cuka ke kulit kepala untuk merontokkan telur kutu.
  • Sisir rambut dengan sisir serit keesokan paginya sampai bersih dari telur dan kutu.

Membersihkan peralatan yang digunakan

Sangat penting untuk membersihkan secara tuntas peralatan yang digunakan saat menyisir rambut dari kutu dan telurnya. Cara membersihkan peralatan yang efektif yaitu:

  • Bersihkan dulu sisir serit dan peralatan lain yang digunakan dari kutu dan telurnya yang masih tertinggal di sela – sela sisir.
  • Rendam semua peralatan dalam air mendidih bersuhu diatas 54 derajat celcius selama lima sampai sepuluh menit, agar pasti tidak ada kutu yang masih hidup atau telurnya di sisir tersebut.
  • Anda juga dapat mencampur dua cangkir air mendidih dengan satu cangkir amonia. Rendam sisir serit dan peralatan lainnya selama lima belas menit di dalam larutan tersebut.
  • Bersihkan semuanya dengan sikat gigi bekas di bawah air mengalir.
  • Pisahkan penyimpanannya dari orang lain.

Sebagai orang tua, Anda pasti sangat tidak ingin melihat si kecil dalam keadaan kotor atau berantakan. Misalnya, ketika ia mengompol maka ada cara mudah menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak, atau anak menunjukkan tanda tumbuh gigi. Karena itulah, perlu melakukan cara menjaga kebersihan pada anak, terutama agar bebas dari kutu rambut.

Mencegah Kutu Datang Kembali

Sementara menghilangkan kutu di rambut anak, Anda juga dapat sambil melakukan pembersihan untuk memastikan agar kutu tidak kembali dan tidak menyebar. Langkah – langkah yang bisa dilakukan adalah:

  1. Mencuci semua sprei, sarung bantal, pakaian, sisir, helm dan handuk  serta barang lain yang digunakan anak menggunakan air panas minimal 50% celcius. Pisahkan dari pakaian anggota keluarga yang lainnya.
  2. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot tempat tidur, sofa, karpet dan lainnya.
  3. Telur kutu yang tertinggal dapat menetas setelah beberapa lama. Setelah rambut anak bebas kutu, ulangi lagi proses yang sama untuk rambut anak sekitar sepuluh sampai dua belas hari sesudahnya untuk mencegah kembalinya kutu.
  4. Jangan lupa menyisir rambut dengan sisir serit dua sampai tiga hari sekali selama sepuluh hari tersebut.
  5. Sebaiknya Anda dan anggota keluarga yang lain juga menjalani proses yang sama untuk membasmi kutu rambut walaupun belum merasa tertular, untuk tindakan pencegahan.
  6. Selama belum ada tanda bahwa rambut anak benar – benar terbebas dari kutu, jangan dulu gunakan benda yang sama dengan anak.
  7. Usahakan untuk menghindari bersentuhan kepala dengan orang lain.
  8. Keringkan rambut dengan hair dryer untuk mematikan sisa telur dan kutu yang tertinggal. Namun hati – hati janganlah menggunakan hair dryer setelah melakukan perawatan dengan bahan kimia atau juga ketika baru saja menggunakan bahan asam pada kulit kepala dan rambut, seperti jeruk lemon atau cuka.

Tidak hanya harus menguasai cara menghilangkan kutu dari rambut anak, para orang tua terutama ibu juga harus membekali diri dengan ilmu seperti cara mengatasi lidah putih pada bayi, cara mengatasi batuk pada anak, dan juga cara mengatasi demam yang dialami anak. Karena beberapa dari obat kutu mengandung bahan kimia berbahaya, sebaiknya Anda mencari informasi dengan lengkap terlebih dulu sebelum memutuskan menggunakannya agar tidak terkena resiko dari penggunaannya. Resiko tersebut seperti kanker, iritasi mata, keracunan, dan lain – lain. Adapun untuk kasus kutu yang sudah menahun tak kunjung teratasi, dan Anda sudah mencoba segala cara untuk menghilangkannya, sebaiknya meminta bantuan dokter agar masalahnya cepat teratasi.