gejala

7 Manfaat Bermain Untuk Anak Usia Dini bagi Tumbuh Kembangnya

7 Manfaat Bermain Untuk Anak Usia Dini bagi Tumbuh Kembangnya

Bagi anak usia dini, bermain adalah segalanya karena pada dasarnya dunia yang diinginkannya hanyalah dunia yang menyenangkan, penuh warna, dan bebas dari lika-liku kehidupan. Namun, tidak semua orang tua mengizinkan anaknya untuk bermain karena faktor kesehatan, kulit kusam, dan cuaca yang tidak baik. Menurut penelitian pakar kesehatan, ada beberapa tahapan perkembangan bermain anak yang dapat meningkatkan kemampuan motorik, fisik, sosial, kognitif, dan emosional si anak. Sehingga ia lebih berbaur dan mengenal dunia luar, serta merangsang tumbuh dan kembang anak tersebut.

Berikut adalah manfaat pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak di usia dini yang perlu diketahui:
  1. Meningkatkan Ketangkasan Anak

Dengan bermain, anak cenderung lebih tangkas dibandingkan membiarkannya berdiam diri di rumah. Ketangkasan ini meliputi: berjalan, melompat, menendang bola, merangkak, jongkok, dan melempar. Dengan menggerakkan anggota tubuhnya membuat anak aktif bergerak sehingga membuat otot-otot tubuhnya pun menjadi lebih kuat. Dengan kegiatan tersebut, kesehatan tubuh anak juga optimal karena bergerak membuat tubuh anak berolahraga.

Baca: Dampak negatif bermain game untuk anak – Bahaya bermain game untuk anak – Ciri-ciri anak hiperaktif – manfaat liburan untuk anak – manfaat makan bersama keluarga

  1. Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi

Banyak orang tua yang menuntut prestasi akademik dibandingkan kemampuan bersosialisasi. Padahal, kedua komponen ini sama pentingnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, biarkan anak Anda untuk berbaur dengan teman-temannya. Biarkan anak menjalin hubungan pertemanan dengan caranya sendiri. Secara otomatis, sosialisasi antara anak dan orang tua juga akan meningkat karena saling membangun komunikasi.

  1. Meningkatkan Kecerdasan Berbahasa

Bahasa sangat membantu anak untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Selain itu, bahasa juga mampu meningkatkan daya ingat si anak sehingga ia lebih mudah mengenali dunia di sekitarnya. Semakin banyak anak bermain, semakin tinggi pula sosialisasi yang dibangunnya. Sehingga kemampuannya untuk mengolah bahasa dan memahami kalimat baru juga akan semakin bertambah.

  1. Mengembangkan Kreativitas Anak

Jika selama ini Anda mengira kalau bermain itu wasting time atau buang-buang waktu, Anda salah besar. Faktanya ada beberapa jenis mainan yang merangsang otak anak, juga mengembangkan kreativitasnya. Kemampuan antara otak kanan dan kiri juga akan semakin meningkat bahkan berjalan dengan seimbang. Sehingga anak dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan di masa depan.

  1. Kemampuan Mengenal Diri Sendiri

Anak usia dini juga perlu diajak untuk mengenal dirinya sendiri. Mulai dari mengetahui nama, hobi, cita-cita, dan lain sebagainya. Semakin banyak anak diizinkan untuk bermain, semakin tinggi pula kemampuannya untuk mengenal dirinya sendiri. Sehingga anak lebih tahu apa yang ia sukai, apa yang tidak dia sukai. Ia juga lebih paham tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Percaya atau tidak, bermain dapat meningkatkan rasa percaya diri anak secara otomatis. Oleh sebab itu, jangan terlalu sering melarang anak untuk melakukan ini dan itu. Biarkan dia melakukan apapun yang diinginkannya. Selagi hal itu tidak berbahaya, mengapa orang tua melarangnya? Ingat, semakin Anda melarang si anak, semakin rendah pula tingkat kepercayaan dirinya. Ini tentu akan sangat berpengaruh ketika ia tumbuh dewasa nanti.

  1. Mengembangkan Karakter dan Kepribadian Anak

Karakter harus mulai dibangun sejak dini. Hal ini berguna agar anak mengenali siapa dirinya ketika ia tumbuh besar nanti. Selama bermain, anak tentu akan mengalami perselisihan dengan teman seusianya. Sebagai orang tua, jangan terlalu melindungi anak. Biarkan ia menyelesaikan masalahnya sendiri dan biarkan Anda yang menilainya. Karakter dan kepribadian si anak akan terlihat ketika ia menyelesaikan sebuah permasalahan. Apabila anak termasuk orang yang emosional, mulailah untuk mengajarkannya meredam emosi agar sifat ini dapat berubah.

Baca: Bahaya bayi tidak diimunisasi – Efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak – Tanda-tanda anak kurang gizi – Manfaat tidur siang untuk tumbuh kembang anak

Mulai dari sekarang, jangan pernah melarang anak apabila ia ingin bermain. Biarkan dia bermain bersama teman-temannya karena bermain akan memberikan banyak manfaat kepada si anak.

5 Bahaya Anak tidak Diimunisasi Sejak Dini

5 Bahaya Anak tidak Diimunisasi Sejak Dini

Jangankan bayi, kita orang dewasa saja kesakitan jika dikenakan dengan jarum suntik. Sebagian dari orang tua tidak ingin anaknya disuntik karena takut anaknya menangis terus-menerus. Namun, suntik itu diharuskan, apalagi suntik imunisasi. Tujuan suntik ini untuk melawan bakteri dan kuman yang masuk ke tubuh si anak. Cairan yang disuntikkan ke tubuh dianggap salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.

Ada beberapa jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya. Jika imunisasi tidak diberikan, maka anak akan mudah terserang penyakit demam, nafsu makannya berkurang, dan lain-lain. Namun, hal ini sangatlah wajar karena cairan yang disuntikkan sebenarnya lagi bekerja di dalam tubuh si anak. Lalu, apa jadinya ketika si anak tidak diberikan imunisasi?
  1. Mudah Terserang Penyakit Folio

Anak yang tidak diimunisasi memang akan lebih mudah diserang polio karena tulangnya tidak kuat untuk bertumbuh. Inilah yang menjadi penyebab terjadinya kelumpuhan. Maka tak heran sebelum imunisasi polio digalakkan, banyak anak-anak yang menderita lumpuh. Namun, saat ini penyakit polio sudah berkurang karena pemerintah mewajibkan anak-anak untuk suntik polio sewaktu masih balita.

Baca : ciri-ciri anemia pada anak – gejala sinusitis pada anak – gejala hipertensi pada anak – gejala diabetes pada anak

  1. Mudah Terkena Campak

Campak merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kulit menjadi merah-merah. Apabila tidak dilakukan pengobatan, maka campak akan menyebar ke seluruh bagian tubuh dan sulit untuk dihilangkan. Penyakit campak juga sangat mudah menyerang anak-anak, apalagi yang usianya sekitar 1 tahun. Oleh sebab itu, pastikan anak Anda diberi suntik imunisasi untuk mencegah penyakit campak ketika anak masih balita.

Baca : ciri-ciri flu singapura pada anak – gejala kolik pada anak – autis pada anak

  1. Murah Terkena Cacar Air

Cacar air pada anak adalah penyakit yang mudah diobati dengan memberikan suntik imunisasi kepada anak. Apabila tidak, penyakit menular ini akan tersebar ke seluruh tubuh, juga akan membahayakan orang lain yang ada di sekitar si anak.

Cacar air sendiri adalah penyakit kulit yang mirip seperti terkena luka bakar. Dimana kulit akan mengembung dan ada air di dalamnya. Nah, ketika cacar ini sudah masak, maka cacar akan melepuh dan menyisakan luka hitam di tubuh anak. Jika Anda tidak menginginkan tubuh si anak memiliki bekas hitam-hitam, segera bawa anak untuk diimunisasi.

Baca : cara mengatasi keracunan pada anak – cara mengatasi sakit perut pada anak

  1. Mudah Terkena Hepatitis

Hepatitis adalah salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Penyakit ini sangat mudah menyerang tubuh seseorang yang lemah. Apabila tidak segera diobati, maka virus hepatitis akan menyebabkan si penderitanya terkena kanker hati.

Penyakit ini banyak terjadi pada ibu hamil. Ketika usia kandungan sudah memasuki 7 bulanan, kondisi fisik si ibu akan melemah, sehingga virus-virus mudah masuk ke dalam tubuhnnya. Ibu yang terkena penyakit hepatitis dikabarkan juga akan menularkan penyakit ini kepada si anak di dalam kandungan. Agar di kemudian hari tidak terjadi bahaya kepada si anak, ibu harus segera membawanya untuk suntik imunisasi. Ibu yang mengandung juga harus selalu menjaga kesehatan dan stamina tubuh agar virus tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

Baca : bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak – gejala cacingan pada anak

  1. Mudah Terserang penyakit TBC

Imunisasi BCG adalah jenis imunisasi yang diharuskan untuk mencegah penyakit TBC. Anak yang tidak diberikan imunisasi ini cenderung mudah terkena TBC, apalagi jika si anak merokok ketika beranjak dewasa nanti. Penyakit TBC juga merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia.

Itulah dampak atau bahaya apabila anak tidak diimunisasi. Selain beberapa penyakit di atas, anak juga lebih mudah diserang penyakit difteri, rubella, radang selaput otak, dan tetanus pada anak. Jika Anda ingin si anak tumbuh sehat ketika ia beranjak dewasa, jangan lupa memberi imunisasi kepadanya. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati.

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

Siapa bilang liburan itu hanya berguna untuk orang dewasa? Fakta membuktikan kalau liburan juga penting bagi anak-anak. Selain sebagai momen untuk bersenang-senang, liburan juga menjadi salah satu tahapan perkembangan bermain anak. Ada banyak manfaat yang didapatkan dari liburan, baik liburan indoor maupun outdoor. Akan tetapi, liburan yang benar-benar berkesan itu ketika anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan di luar ruangan atau outdoor. Berikut adalah manfaat liburan bagi anak-anak, antara lain:

  1. Menumbuhkan Kreativitas

Kreativitas anak akan bertumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan anak, kreativitasnya akan berkembang secara signifikan. Ada banyak kegiatan yang dapat memancing kreativitas anak, misalnya mengajak liburan ke pantai, memancing, bermain teka-teki, dan membawanya ke kebun binatang. Agar pertumbuhan kreativitas anak semakin cepat, ajaklah anak Anda untuk melakukan hal-hal yang disukainya. Tanyakan kepadanya hobi yang menjadi kegemarannya agar ia juga semangat untuk melakukannya.

Baca: Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak – cara jitu mengenali bakat anak – cara mengasah bakat anak – cara meningkatkan daya ingat anak

  1. Mempelajari Hal-Hal Baru

Liburan yang baik tidak hanya liburan di lingkungan indoor saja, melainkan juga outdoor. Liburan disini juga tidak hanya mengajak anak berenang, pergi ke mall, atau menonton TV. Melainkan juga mengajaknya untuk mengenal alam sekitar, misalnya membawanya ke taman nasional atau kebun binatang. Ada banyak hal baru yang dapat dipelajari anak sewaktu dirinya berada di taman nasional atau kebun binatang. Contohnya, mengetahui nama-nama tumbuhan dan hewan. Selain itu, anak juga lebih dapat bersatu dengan alam sehingga ada keinginan untuk merawat alam sebaik-baiknya.

Baca: Dampak negatif bermain game untuk anak – Bahaya bermain game untuk anak

  1. Meningkatkan Perkembangan Otak

Ketika mengajak anak untuk berlibur, ada dua jenis sistem yang dilatih di dalam otak. Antara lain Play System dan Seeking System. Keduanya merupakan faktor penting yang akan meningkatkan daya berpikir anak. Latihan dua sistem ini tentu tidak akan didapatkan jika anak terus-menerus berada di rumah. Adanya kesinambungan antara dua sistem ini akan membuat anak juga lebih mampu mengontrol emosionalnya. Anak juga tidak akan mudah stres bahkan selalu bahagia, meskipun ia berada dalam situasi yang sulit sekalipun. Hal ini tentu sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak ketika ia beranjak dewasa.

Baca: Jenis mainan yang merangsang otak anak – manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak

  1. Menghilangkan Stres

Anak juga bisa mengalami stres apabila ia terus-menerus dipaksa untuk belajar dan belajar. Ketika anak sudah stres, Anda perlu mengajaknya ke luar rumah. Misalnya, berenang, memancing, dan bermain di pantai. Kegiatan seperti ini otomatis akan membuat otak si anak lebih fresh, sehingga ia mampu melaksanakan rutinitas di hari berikutnya dengan hasil yang maksimal. Sebagai orang tua, Anda perlu mengatur jadwal berlibur. Apakah itu sekali dalam seminggu atau sekali dalam dua minggu. Penjadwalan waktu untuk liburan penting, agar Anda bisa mempersiapkan liburan dengan sebaik-baiknya. Liburan yang dimaksud tidak harus ke luar kota, namun juga bisa di sekitar tempat tinggal Anda.

Baca: Ciri-ciri anak hiperaktif – cara mengatasi rasa takut pada anak – cara meningkatkan rasa percaya  diri anak – cara mengajarkan disiplin pada anak

  1. Lebih Dekat dengan Anggota Keluarga

Waktu liburan adalah momen yang penting untuk mempererat tali persaudaraan di dalam keluarga. Mengapa? Karena aktivitas yang dilakukan saat liburan dikerjakan bersama-sama. Sehingga anggota keluarga dapat semakin dekat antara yang satu dengan yang lainnya. Termasuk meningkatnya hubungan harmonis antara orang tua dan anak.

Baca : manfaat makan bersama keluarga – cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua

Setelah mengetahui manfaat liburan, apakah Anda masih ragu untuk membawa anak pergi liburan? Agar liburan semakin seru, ketahui tips nyaman bepergian dengan si kecil. Pastikan anak mendapatkan liburan yang cukup, agar ia tidak mengalami stres dan lebih semangat menjalani hari-harinya.

12 Macam-Macam Penyakit Mata pada Anak

12 Macam-Macam Penyakit Mata pada Anak

Salah satu organ yang vital dan sangat penting bagi manusia adalah mata. Tanpa mata, kita tidak akan dapat melihat berbagai hal yang ada di sekeliling kita. Kondisi mata harus selalu dijaga untuk selalu sehat karena banyak masalah yang bisa terjadi pada mata manusia. Tidak hanya orang dewasa yang bisa terkena penyakit mata, anak – anak pun juga bisa, malahan anak – anak lebih rentan untuk terkena penyakit mata karena mereka belum selalu ingat untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mata. Kebanyakan orang menganggap penyakit mata adalah suatu kondisi yang sepele dan dapat diobati hanya dengan obat tetes biasa, namun pada anak – anak tidaklah demikian.

Pada anak usia dini, penyakit atau kelainan pada matanya sering kali tidak terlihat dengan jelas, karena itu penyakit mata yang dialami anak harus dicermati dengan lebih serius oleh orang tua karena bisa jadi hal itu merupakan tanda dari kelainan mata yang lebih kompleks. Penyakit mata yang dialami anak bisa jadi disebabkan karena penyakit bawaan ataupun hanya karena terkena virus, namun jika tidak ditangani dengan baik dan diketahui sejak awal akan dapat mengganggu perkembangan pada penglihatan anak.

Penyakit dan Kelainan Mata Pada Anak

Kelainan mata dapat juga terjadi sebagai hasil dari bahaya benturan pada kepala bayi dan anak. Orang tua perlu mengetahui apa saja yang termasuk penyakit mata serta kelainan mata yang bisa terjadi pada anak agar dapat melakukan tindakan preventif atau pengobatan sejak awal demi menghindarinya kerusakan penglihatan anak, serta dapat menyebabkan hambatan pada tumbuh kembang anak. Beberapa penyakit dan kelainan mata yang umumnya dijumpai, adalah sebagai berikut :

1. Buta Warna

Kondisi ini merupakan suatu penyakit keturunan pada umumnya dijumpai pada anak laki – laki daripada anak perempuan karena gen buta warna dibawa oleh kromosom Y. Pada anak yang buta warna, sel kerucut di mata yang berfungsi untuk membedakan warna dalam kondisi abnormal sehingga sulit membedakan warna merah biru atau hijau dengan tingkat spektrum warna yang berbeda. Sehingga sejak lahir anak tidak mengenali ketiga warna tersebut dengan baik.

Buta warna ringan masih dapat melihat ketiga warna tersebut dalam spektrum tertentu, namun pada kasus buta warna berat yang terlihat hanyalah warna hitam putih saja. Pengobatan untuk buta warna belum ditemukan sampai sekarang. Diagnosa buta warna dilakukan dengan melakukan tes membaca Ishihara, yaitu ted yang berisi gambar yang bertuliskan angka yang disusun sedemikian rupa sehingga orang yang buta warna tidak akan dapat membacanya dengan tepat.

2. Juling atau Strabismus

Kelainan pada mata ini juga bersifat bawaan lahir. Jenisnya mulai dari ringan hingga berat. Penyebab umumnya yaitu karena terdapat kelainan pada saraf bola mata, yang menyebabkan sumbu bola mata menjadi tidak normal dan perlu dilaukan koreksi. Adapun mata juling bisa juga terjadi setelah kelahiran, misalnya karena menderita katarak berat atau menderita tumor di dalam bola mata. Mata juling perlu dilakukan tindakan koreksi agar tidak mengganggu ketajaman penglihatan anak dan menjaga perkembangannya tetap normal. Jika tidak dilakukan, anak akan sulit melihat engan normal, dan perkembangan mata anak bisa menjadi abnormal. Beberapa gejala mata juling yaitu :

  • Esotropia –  Kondisi dimana satu atau kedua mata mengarah ke hidung seseorang.
  • Eksotropia –  Yaitu kondisi ketika satu atau kedua bola mata mengarah ke luar.
  • Hipertropia –  Yaitu kondisi dimana satu atau kedua mata menghadap atau menatap ke arah atas.
  • Hipotropia – Kondisi mata yang berkebalika dengan hipertropia, yaitu mata menghadap ke bawah.

3. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan yang meninggi pada bola mata sehingga membuat saraf dan retina mata menjadi rusak. Glaukoma juga bisa didapat sejak lahir atau berdasarkan keturunan, dan biasanya terjadi pada penderita diabetes menahun. Jika demikian, orang tua juga perlu mewaspadai gejala diabetes pada anak.

Tingginya tekanan pada bola mata disebabkan karena ada gangguan pada sistem aliran cairan di dalam bola mata sehingga terbendung dan menekan bola mata. Tekanan ini membuat bola mata dan kepala mengalami nyeri hebat, mata tampak merah, timbulnya gangguan penglihatan pada kasus glaukoma berat seperti penglihatan mengabur dan jangkauan pandangan menyempit. Obat – obatan dapat digunakan untuk mengatasi ini, namun jika tidak berhasil maka bisa dilakukan operasi pembedahan untuk menormalkan cairan pada bola mata.

4. Bufthalmus

Ini juga merupakan penyakit mata yang disebabkan tekanan tinggi pada bola mata sejak lahir. Akibat tekanan tinggi pada bola mata, ukuran mata bayi atau anak bisa menjadi sangat besar dan mengganggu korna mata sehingga anak menjadi takut melihat cahaya, gangguan pada kelopak, bengkaknya kornea, dan warna kornea yang mengeruh. Untuk mengurangi penumpukan cairan dan juga mengurangi tekanan bola mata, dilakukan operasi sayatan atau goniotomy dalam waktu yang sesegera mungkin agar tidak mengganggu perkembangan serta ketajaman penglihatan anak. TAnda – tanda bufthalmus adalah pembesaran bola mata, juga adanya bercak putih pada kornea. Akibatnya anak dapat mengalami kerusakan mata, atau bahkan kehilangan penglihatannya.

5. Katarak

Kita sudah umum mendengar penyakit katarak pada orang tua, namun ternyata katarak juga bisa dialami oleh bayi dan anak – anak. Katarak pada bayi dan anak merupakan kelainan bawaan, terjadi akibat ibu terkena infeks campak jerman, toksoplasmosis, atau penyakit kencing manis ketika sedang mengandung. Faktor keturunan juga bisa menyebabkan hal ini. Jika refleks fundus mata bayi tidak ada atau jika katarak bersifat total, operasi perlu dilakukan agar perkembangan indera penglihatan anak tidak terhambat, seperti menjadi juling atau kondisi bola mata yang abnormal.

6. Ptosis

Penderita penyakit mata ini tampak seperti orang yang mengantuk terus, disebabkan kelopak mata bagian atas tidak dapat terbuka dengan sempurna karena otot yang mengungkit kelopak matanya lemah, sehingga kelopak mata cenderung rendah atau turun. Kelainan ini juga bisa disebabkan oleh pennyakit keturunan yang bernama myastenia gravis. Pengobatannya dilakuka pembedahan sebelum anak mencapai usia setahun.

7. Infeksi Mata

Banyak jenis infeksi pada mata, yang paling sering dialami anak adalah infksi pada selaput lendir putih dan kelopak mata atau juga sering disebut sebagai conjunctivitis atau mata merah. Penyebabnya bisa saja semua jenis virus, kuman, jamur atau parasit, juga alergi, penyakit tb, atau kelenjar getah bening. Jika mata bayi merah sejak lahir bisa juga disebabkan oleh chlamydia yang ada pada kemaluan ibu, atau kuman kencing nanah yang juga berasal dari ibu.

Penyakit mata ini bisa menular jika menggunakan barang yang sama seperti kaca mata, handuk, lensa kontak dan lainnya, kontak mata dengan jari yang terkotaminasi. Penularan dapat terjadi selama mata masih mengeluarkan cairan yang berbentuk seperti kotoran mata atau belek. Belekan pada anak yang berbahaya bahkan bisa terjadi jika tidak ditangani dengan benar. Gejala infeksi mata pada anak yaitu :

  • Terlihat kemerahan di balik kelopak mata yang menyebar hingga sampai ke bagian putih mata.
  • Mata bengkak dan keluar air mata yang berlebihan tidak seperti biasanya.
  • Adanya cairan yang berlebihan yang mengering seperti belek
  • Tidak nyaman melihat cahaya terang.

Ada dua macam konjungtivitis mata yaitu:

  • Konjungtivitis Virus – Konjungtivitis yang disebabkan virus biasanya menyebabkan mata yang sangat merah, cairan mata yang encer, dan mungkin saja ada perdarahan kecil.  Pengobatan khusus untuk sakit mata ini tidak ada, karena pada umumnya mata akan membaik dengan sendirinya. Yang bisa Anda lakukan hanya membersihkan bola mata dengan lembut menggunakan kapas yang dibasahi air hangat untuk membuat anak merasa lebih nyaman. Gunakan satu kapas untuk setiap mata, jangan mencampurnya dengan bekas mata yang lain. Bersihkan mata dengan satu arah yaitu dari bagian dalam ke luar, dan jangan membersihkan bagian dalam kelopak mata. Namun, ada juga kemungkinan pemberian resep obat tetes mata oleh dokter jika dirasa perlu.
  • Konjungtivitis Bakteri – Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri ditandai dengan belekan yang tebal, cairan mata kekuningan yang menyebabkan kelopak maata atas dan bawah lengket hingga tertutup. Bakteri penyebabnya yang tersering pada anak – anak adalah streptococcus pneumoniaehaemophilus influenzae, dan moraxella catarhalis. kemungkinan memerlukan pengobatan dari dokter berupa salep atau obat tetes mata. Walaupun tampaknya hanya satu mata yang terinfeksi, pengobatan harus dilakukan pada kedua mata.

8. Retinoblastoma

Ini adalah penyakit mata yang penyebabnya adalah neoplasma yang terdapat pada sel batang dan sel kerucut. Penyakit ini adalah tumor ganas yang merupakan salah satu penyakit keturunan dan sering dialami anak – anak, bahkan sejak lahir. Akan tetapi selain itu penyakit mata ini juga bisa terjadi pada anak sebagai akibat dari proses persalinan. Gejalanya sering tidak terlihat dan luput dari pemeriksaan, baru terlihat ketika sudah membesar. Gejala retinoblastoma biasanya berupa mata mendadak juling, sering merah, dan ketajaman pengglihatan anak menurun sehingga harus sering mengganti kaca mata.

9. Rabun Senja

Sesuai dengan namanya, rabun senja ini biasanya akan terlihat atau dirasakan ketika menjelang senja hari. Salah satu penyebabnya aalah kekurangan asupan vitamin A, yang menyebabkan sel – sel batang di retina mata terganggu fungsinya karena tidak mendapatkan vitamin A yang cukup. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kelainan ini akan menyebabkan timbulnya bercak pada bagian putih mata. Kelainan mata yang dibiarkan akan membuat mata kering dan kornea rusak, mengeriput dan kisut sebelum pecah.

10. Rabun Jauh

Biasanya rabun jauh didapati pada orang dewasa atau dewasa muda, namun zaman sekarang banyak juga anak – anak yang terkena rabun jauh sejak kecil. Ciri dan penyebab mata minus pada anak atau rabun jauh ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak membaca, namun dengan cara yang kurang tepat seperti tiduran, kurang pencahayaan, membaca di dalam kendaraan yang bergerak, dan juga banyak nya frekuensi bermain gadget atau game di telepon genggam dan komputer atau tablet, menonton televisi dalam jarak yang terlalu dekat.

Efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak bisa beragam, salah satu dampak negatifnya adalah mata yang menjadi minus.  Jika tingkat rabun jauh masih ringan, pemakaian kacamata masih mungkin memulihkan kondisi mata, akan tetapi jika tingkatnya sudah tinggi maka kemungkinan setiap tahun perlu menganti kaca mata. Waspadalah jika tingkat rabun jauh bertambah dengan cepat, bisa jadi ini merupakan gejala penyakit lain yang lebih berbahaya.

11. Bintitan

Penyakit mata ini sering kita kenali dengan timbulnya benjolan seperti bisul di kelopak mata dan biasanya sangat mengganggu karena terasa sakit atau gatal, namun biasanya tidak berlangsung lama. Bintitan bisa terjadi karena sering menggosok mata ketika kelilipan atau terkena debu dan benda asing, terkena infeksi dari kuman atau bakteri staphilokokus aureus, atau adanya peradangan atau infeksi dari muara kelenjar yang terdapat di lapisan kelopak mata. Anda dapat mengobati bintitan pada anak dengan cara berikut:

  • Kompres mata yang terkena bintitan dengan air hangat selama sepuluh sampai lima belas menit sebanyak tiga sampai empat kali sehari.
  • Perhatikan jika bintitan tidak membaik dalam kurun waktu 48 jam dan justru memburuk , maka Anda perlu membawa anak ke dokter.
  • Dokter biasanya dapat merekomendasikan antibiotik topikal untuk membantu mencegah kuman menyebar ke bagian mata lainnya.

Adapun upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah bintitan yaitu dengan menggunakan pelindung mata ketika sedang bekerja di tempat yang penuh dengan debu atau polutan, jangan menggosok mata dengan tangan kotor, cuci tangan sebelum memegang area mata, dan selalu mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin A.

12. Blepharitis

Ini adalah penyakit mata anak yang terjadi karena infeksi yang lebih kronis daripada konjunctivitis dan mempengaruhi kedua kelopak mata, penyebabnya umumnya adalah bakteri stapylococcus epidermidis. Gejalanya yaitu kelopak mata yang membengkak secara merata, kemerahan dan adanya ketombe di sekitar bulu mata, iritasi, rasa terbakar, dan gatal – gatal pada batas kelopak mata. Dokter biasanya akan meresepkan salep antibiotik seperti bacitrasin atau eritromisin.

Kapan Perlu ke Dokter

Penyakit mata tidak dapat dianggap sepele jika sudah menunjukkan berbagai gejala yang tidak normal, saat itulah Anda perlu membawa anak untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyakit dapat cepat ditangani sebelum kondisi mata anak menjadi semakin parah. Perhatikanlah tips memilih dokter anak yang tepat jika hendak membawa anak ke dokter. Gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Mata anak terasa sakit atau sangat pedih
  • Penglihatan anak mulai bermasalah seperti mengalami pandangan kabur, buram dan sebagainya.
  • Mata semakin bengkak, terasa nyeri dan kemerahan
  • Anak mengalami demam diatas 38 derajat celcius.

Mencegah Penyakit Mata Pada Anak

Melakukan tindakan pencegahan secara teliti pada umumnya akan membantu menghindarkan penyakit mata pada anak. Hal ini akan menghindarkan penyebaran infeksi dan memperburuk penyakit mata yang sedang diderita anak:

  • Hindarilah kebiasaan menyentuh mata terlebih jika tangan tidak bersih.
  • Jika melakukan kontak dengan mata yang terinfeksi, segeralah mencuci tangan.
  • Gunakan kompres baru pada mata yang sakit
  • Cuci handuk atau seprai yang bekas digunakan oleh orang yang sedang sakit mata dengan air panas.
  • Jangan sampai ujung botol tetes mata menyentuh mata atau bulu mata ketika menggunakannya, untuk menjaga kondisi ujung tabung tetap steril..
  • Jangan berbagi obat tetes mata dengan orang yang sedang sakit mata.
  • Pastikan untuk memberikan makanan terbaik untuk bayi sejak awal agar kesehatan mata anak terjaga.

Tips dan Trik Memberi Obat Mata Pada Anak

Memberi obat mata sebagai cara mengatasi sakit mata pada anak tentunya tidak bisa disamakan dengan pengobatan pada orang dewasa yang telah dapat mengendalikan diri dan mengetahui pentingnya pemberian obat tersebut. Diperlukan berbagai tips dan trik tertentu untuk memberikan obat mata pada anak, misalnya sebagai berikut:

  • Salep – Memberikan obat salep kepada anak kemungkinan akan lebih mudah. Anda cukup menarik kelopak mata anak ke bawah an mengoleskan salep tersebut. Salep akan masuk ke dalam mata saat anak mengedipkan mata.
  • Tetes Mata – Mintalah anak untuk berbaring dan mendongakkan kepalanya ke atas. Buka kelopak mata anak lebar – lebar dengan tangan Anda dan gunakan tangan yang satu lagi untuk meneteskan obat ke kelopak mata bagian dalam.

Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memberikan obat mata kepada anak dan bersihkan mata anak dari kotoran terlebih dulu dengan air hangat.

Penggunaan obat tetes mata tidak bisa digunakan secara sembarangan, terlebih lagi jika obat tetes tersebut dikhususkan untuk satu orang anggota keluarga saja berdasarkan resep dokter. Pada bayi, balita dan anak – anak, penggunaan obat tetes mata juga benar- benar harus berdasarkan resep dokter dan tidak dapat digunakan secara acak atau menggunakan obat tetes mata untuk orang dewasa.

Pengobatan penyakit mata harus dilakukan secara tuntas untuk mencegah terjadinya kerusakan kornea lebih lanjut terutama pada anak – anak. Karena itu, berhati – hatilah untuk memberikan sembarang obat kepada anak saat mereka mengalami penyakit mata, sebaiknya minta petunjuk dokter.

6 Macam-Macam Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Terjadi

6 Macam-Macam Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Terjadi

Selain batuk pilek, penyakit yang sering menyerang anak adalah penyakit kulit. Hal ini disebabkan oleh sifat anak yang masih suka bermain dalam lingkungan apa pun, baik di dalam atau di luar rumah. Selain itu, daya tahan tubuh anak masih tergolong rentan terhadap penyakit, belum sekuat orang dewasa. Hal ini menyebabkan paparan jamur, virus, dan/atau bakteri dapat dengan mudah menyerang pertahanan tubuhnya. Perubahan cuaca atau alergi juga dapat menjadi penyebab lain dari terjadinya infeksi kulit. Untuk alergi, ada beberapa cara mudah mengatasi alergi pada anak.

Gejala awal yang umum terjadi jika ada masalah pada kulit adalah kulit menjadi gatal atau muncul ruam merah pada kulit. Jika sudah muncul gejala seperti ini, para orang tua harus segera dapat mengatasinya dengan cepat dan tepat. Karena jika tidak dilakukan dapat berlanjut ke arah yang lebih parah. Infeksi sendiri diartikan sebagai gangguan tubuh yang disebabkan oleh masuknya kuman. Infeksi biasanya menular dari satu orang ke orang lain.

Baca : manfaat asi eksklusif untuk bayi, manfaat madu untuk anak dan balita, makanan terbaik untuk bayi, manfaat oatmeal untuk bayi dan anak

Berikut adalah beberapa macam infeksi kulit yang sering menyerang anak:

1. Impetigo

Apakah istilah impetigo sudah familiar di telinga para orang tua? Impetigo adalah penyakit kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah dan biasanya melepuh. Bintil-bintil ini biasanya berisi nanah hingga nanti ketika sudah kering berubah menjadi koreng. Penyebab impetigo ini akibat kurang terjaganya kebersihan dan daya tahan tubuh anak sedang tidak bagus. Misalnya ketika selesai bermain, anak tidak mencuci tangan menggunakan sabun sehingga masih ada kuman yang tertinggal pada kulit. Pada kondisi yang sama, tubuh anak sedang tidak fit. Hal ini memungkinkan bakteri Streptococcus Pyogenes dapat dengan mudah menyerang tubuh anak. Impetigo biasanya muncul di lengan, wajah, atau tungkai.

2.Biang Keringat

Istilah biang keringat tentunya sudah tidak asing lagi di telinga para orang tua kan? Dalam istilah Jawa, biang keringat sering disebut sebagai kringet buntet. Pada bayi dan anak-anak, biang keringat sangat sering terjadi. Biang keringat berupa bintik-bintik kecil pada kulit dan berwarna merah. Bayi atau anak-anak yang mengalami biang keringat akan merasa sangat gatal di kulitnya. Jika biang keringat ini dibiarkan akan berubah menjadi bintik kecil berisi air. Penyebab biang keringat pada umumnya diketahui karena cuaca yang panas. Saat cuaca panas inilah saluran keringat menjadi tersumbat oleh sel-sel kulit mati dan menyebabkan keringat tidak dapat keluar dari tubuh.

Ada beragam cara mengatasi biang keringat pada anak. Untuk mengurangi biang keringat, biasanya dokter akan menyarankan memberikan bedak tabur khusus dan meminta agar anak dipakaikan pakaian yang longgar dan nyaman dipakai. Namun jika biang keringat sudah parah, dokter akan memberikan salep khusus untuk biang keringat. Untuk bayi, pemberian bedak tabur harus hati-hati karena ada beberapa bahaya bedak tabur bagi bayi.

3. Cacar Air

Para orang tua hendaknya mewaspadai jika anak mengalami demam selama 1 sampai 2 hari dengan suhu yang tinggi, dan kemudian timbul gelembung air di kulit. Selain itu anak akan merasa sangat gatal pada area tersebut. Bisa jadi anak sedang terserang cacar air pada anak. Area gelembung air di kulit akan terasa sangat gatal saat masih basah, dan saat gelembung itu pecah bekas lukanya akan menjadi koreng. Penyakit cacar air disebabkan oleh virus herpes varcella zoster. Pada anak yang telah mendapat vaksin khusus untuk cacar biasanya akan terhindar dari penyakit ini.

4. Eksim

Eksim ditandai dengan adanya ruam di kulit, terasa gatal, kulit terasa bersisik, dan muncul gelembung kecil. Penyebab utama eksim adalah alergi, asma, dan daya tahan tubuh anak yang sedang melemah. Pada kasus ini, dokter akan memberikan krim pelembab khusus untuk mengurangi efek gatal dan kulit bersisik. Orang tua sebaiknya selalu memantau anak agar tidak menggaruk pada area yang terdapat gelembung kecil. Karena jika gelembung ini pecah maka akan menyebar ke area kulit yang lain.

5. Kutil

Kutil disebabkan oleh virus human papilloma virus. Wah seperti virus pada penyakit kanker ya. Tapi tenang, untuk kasus ini kutil yang dimaksud bukanlah kanker. Kutil dapat menular dari satu anak (penderita) ke anak yang lain (bukan penderita). Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menutup bagian kutil dengan perban bersih. Dan juga jangan khawatir karena kutil ini akan sembuh dan menghilang dengan sendirinya. Pada anak dengan daya tahan tubuh yang bagus dan pola hidup sehat, kutil akan sembuh dan menghilang paling lama dalam waktu 8 minggu.

Baca : macam-macam penyakit mata pada anak, ciri-ciri flu singapura pada anak, bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak, cara mengatasi diare pada anak

6. Jamur Kepala

Bukan hanya kulit di badan, tangan, kaki, atau wajah saja yang dapat terkena infeksi kulit. Kepala juga dapat terkena infeksi kulit akibat jamur. Jamur kepala ada yang seperti ketombe, dan ada pula yang dapat menyebabkan kebotakan sebagian. Untuk kasus ini harus diberikan obat khusus untuk anti jamur. Selain itu orang tua harus selalu memperhatikan kebersihan kulit kepala dan rambut. Perhatikan juga jika ada kutu rambut. Orang tua harus paham benar mengenai cara menghilangkan kutu rambut pada anak.

Infeksi pada kulit dapat disembuhkan dengan cepat jika dideteksi dini dan diberikan pengobatan yang tepat pula. Oleh karena itu, setiap orang tua harus selalu cermat dalam mengamati apa pun yang terjadi pada anak. Daya tahan tubuh anak yang baik bisa didapat dari manfaat sayuran untuk anak, kebersihan terjaga, makanan sehat untuk tumbuh kembang anak juga diperhatikan, sehingga segala jenis penyakit termasuk infeksi kulit dapat dihindarkan dengan mudah dari anak.

Waspadai Gejala Penyakit Polio pada Anak

Waspadai Gejala Penyakit Polio pada Anak

Polio (poliomyelitis) adalah penyakit yang timbul akibat virus poliovirus (PV). Dalam menjangkit penderitanya, virus ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut, menginfeksi saluran usus, dan mengalir ke saraf pusat melalui saluran darah. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan karena otot yang semakin lama semakin melemah. Penyakit polio termasuk penyakit yang menular melalui perantara, antara lain makanan, air, dan anggota tubuh yang terkontaminasi kotoran (tinja) atau ludah orang yang sudah terinfeksi virus polio ini. Polio dapat menjangkit anak maupun dewasa.

Untuk Indonesia sendiri, sebenarnya sudah dinyatakan bebas dari penyakit polio oleh Badan Kesehatan PBB WHO (World Health Organization). Hal ini karena di Indonesia imunisasi polio menjadi salah satu dari imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan pada anak. Imunisasi adalah salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak. Polio jika terjangkit pada anak akan menimbulkan gejala ringan seperti flu. Waktu inkubasi virus polio dalam tubuh anak mencapai 21 hari. Artinya, gejala polio baru akan terlihat 21 hari setelah virus tersebut masuk ke dalam tubuh anak. Dan dalam waktu ini, si anak (penderita) sudah dapat menularkan kepada orang lain.

Baca : macam-macam infeksi kulit pada anak, bahaya bayi tidak diimunisasi, manfaat menjemur bayi dan anak, manfaat sayuran untuk anak, manfaat asi eksklusif untuk bayi

Beberapa gejala penyakit polio yang harus diketahui para orang tua adalah sebagai berikut:

1. Gejala Polio Non-Paralitik

Gejala polio non-paralitik adalah gejala awal yang dirasakan oleh anak (penderita). Beberapa gejala tersebut antara lain flu, sakit tenggorokan, demam, mudah lelah, sakit kepala, nyeri pada leher dan punggung, kaku pada tangan dan kaki, muntah, otot lemah dan jika disentuh terasa lembek. Flu memang sering diderita oleh anak pada umumnya, dan para orang tua terkadang menganggap flu merupakan sakit biasa. Akan tetapi harap dicermati jika ketika anak flu apakah disertai dengan keluhan sakit yang lainnya. Bahkan ada jenis flu yang sangat berbahaya yaitu flu singapura dan kita pun harus mengetahui ciri-ciri flu singapura pada anak.

Begitu juga dengan demam. Demam pada anak adalah indikasi tubuh anak sedang melawan serangan kuman dalam tubuhnya. Tentunya kita tidak mengetahui kuman apa itu. Yang terpenting adalah kita mengetahui cara mengatasi demam, dan juga selalu menjaga kondisi badan anak serta berikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak  baik ketika sehat ataupun sakit. Anak penderita polio umumnya akan merasakan otot terasa lemah hingga sangat mudah kelelahan. Hal ini akan terlihat dari perilaku anak yang tidak tertarik untuk bermain atau melakukan aktivitas apa pun. Cermati dan rutin tanyakan apa yang dirasakan oleh anak. Bagian tubuh mana yang terasa sakit, karena terkadang beberapa anak hanya diam dan tidak berkata apa pun kepada orang tua mengenai yang dirasakannya. Kondisi gejala ini dapat berlangsung pada tubuh anak kurang lebih selama 10 hari.

2. Gejala Polio Paralitik

Gejala penyakit polio selanjutnya adalah gejala yang sudah mulai parah, namun gejala ini sebenarnya jarang terjadi. Gejala ini terjadi jika terlambat dilakukan penanganan setelah gejala awal muncul. Kemunculan gejala tergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi. Bagian tubuh yang dapat terserang virus ini antara lain tulang belakang dan otak. Jenis gejala ini muncul setelah  si anak (penderita) mengalami gejala polio non-paralitik. Gejala polio paralitik meliputi nyeri otot yang parah disertai dengan kelemahan, tidak bisa lagi gerak refleks, dan anggota tubuh menjadi lemas hingga mengarah ke lemah-lumpuh.

3. Gejala Pasca-Polio Syndrome

Gejala penyakit polio tingkat lanjut adalah gejala yang mengarah ke arah kelumpuhan. Beberapa gejala ini meliputi mudah kelelahan meskipun hanya melakukan aktivitas ringan, mengalami atrofi atau mengecilnya otot-otot tubuh, nyeri berkepanjangan pada sendi dan otot, terjadi henti nafas saat tidur, depresi, susah menelan, susah bernafas (terasa sesak nafas), sulit berkonsentrasi karena bagian saraf otak sudah mulai terganggu, dan tubuh tidak tahan dengan cuaca dingin.

Jika para orang tua menemui beberapa gejala penyakit polio di atas terjadi pada anak, maka segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan medis dan juga pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Untuk itu, akan lebih baik jika orang tua selalu memperhatikan jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya yang diberikan pada anak, salah satunya imunisasi polio. Selain itu, kebersihan pribadi dan lingkungan juga sangat penting untuk diperhatikan. Itulah beberapa informasi mengenai gejala penyakit polio pada anak. Semoga bermanfaat.

7 Bahaya Penyakit Campak pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

7 Bahaya Penyakit Campak pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Belakangan ini penyakit campak menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Pasalnya penyakit campak seringkali menyerang anak-anak, ditambah lagi cepatnya penularan campak. Campak disebabkan oleh paramiksovirus yang dapat ditularkan melalui sentuhan dan pernapasan.

Gejala awal  penyakit campak hampir mirip dengan gejala cacar air pada anak. Yang dimulai dari demam, hidung meler, dan nyeri pada tenggorokan. Setelah itu, muncul bintik-bintik merah yang sangat gatal. Apabila digaruk, bintik-bintik merah tersebut akan menular ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak diobati dengan cepat, maka akan menyebabkan campak komplikasi.

Ini dia bahaya penyakit campak pada anak yang harus diwaspadai oleh orang tua :

  1. Infeksi Pada Telinga

Peradangan pada bagian telinga akan menimbulkan infeksi akibat adanya penumpukan cairan di telinga. Cairan yang sudah menumpuk akan keluar melalui lubang telinga yang sangat bau. Anak-anak yang terkena gejala campak akan mengalami hal ini pada satu atau kedua telinganya. Adapun dampak dari infeksi ini yaitu demam tinggi pada anak.

Baca: Cara mengatasi demam – Cara meningkatkan kekebalan tubuh anak – Gejala sinusitis pada anak – Anemia pada anak – Ciri-ciri anemia pada anak – macam-macam infeksi kulit pada anak

  1. Dehidrasi

Sebelum dehidrasi, penderita akan mengalami muntah, mual, dan diare terlebih dahulu. Apabila tidak ditangani dengan cepat, maka si penderita akan mengalami rasa haus berlebih yang mengakibatkan dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan kurangnya pasokan air dalam tubuh sehingga kondisi tubuh si penderita sangat lemah dan hilangnya keseimbangan saat berjalan.

  1. Kejang-Kejang

Penyakit kejang bermula dari demam tinggi yang tidak kunjung ditangani. Adapun gejala kejang berupa kondisi tubuh yang lemah dan semua anggota tubuh menjadi kaku. Apabila kejang mencapai kondisi akut, maka ada kemungkinan anak sedikit kurang tanggap atau timbulnya gejala autis pada anak.

  1. Radang pada Selaput Suara

Penyakit campak juga bisa merambah ke bagian laring yang membuat gangguan pada selaput suara. Gejala ini muncul secara tiba-tiba karena tidak adanya pengobatan langsung. Apabila anak Anda tiba-tiba sulit bersuara, segera periksa keadaannya ke dokter. Apabila tidak ditangani, anak akan kehilangan nafsu makannya, bahkan akan sulit berbicara dan bernafas.

  1. Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada bagian paru-paru yang disebabkan oleh penyakit campak. Infeksi atau virus akan menggerogoti tubuh dan masuk ke dalam satu atau dua paru-paru sekaligus. Setelah itu, akan terjadi infeksi parah apabila kantung paru-paru dimasuki oleh cairan yang berisi virus. Adapun gejala yang timbul, berupa si penderita menjadi sulit bernapas.

  1. Mata Juling

Mata juling adalah kondisi dimana arah mata tidak seimbang. Artinya bola mata tidak tertuju pada satu posisi, melainkan dua posisi. Mata juling ini sendiri timbul karena virus yang berhasil masuk ke bagian saraf mata. Apabila tidak ditangani dengan cepat, maka mata anak akan juling sampai ia tumbuh dewasa nanti.

  1. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit paling parah yang disebabkan oleh campak. Virus yang berhasil masuk dalam tubuh akan menyebar ke bagian lainnya, termasuk ke bagian liver yang menjadi akar timbulnya penyakit hepatitis. Jika tidak segera ditangani, akan menimbulkan dampak yang cukup parah ke level akut. Adapun gejala yang timbul dapat berupa: demam tinggi, melemahnya kondisi otot sendi, lelah yang berlebihan, kurangnya nafsu makan, sakit perut, dan penglihatan yang tidak jelas.

Baca: Bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak – Makanan terbaik untuk bayi – Makanan sehat untuk tumbuh kembang anak – Cara mengatasi sakit mata pada anak – jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya – manfaat madu untuk anak dan balita – waspadai gejala penyakit polio pada anak

Penyakit campak termasuk penyakit yang sepele karena gejalanya hanya berupa bintik-bintik merah. Namun, penyakit ini akan sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Apabila anak Anda terkena penyakit campak, segera bawa ke dokter atau obati dengan cara tradisional. Misalnya, dengan memandikannya daun jarak dan mengoleskan tubuh anak dengan madu dan parutan kunyit.

5 Gejala Campak pada Bayi dan Anak yang Harus Diwaspadai

5 Gejala Campak pada Bayi dan Anak yang Harus Diwaspadai

Salah satu penyakit yang sering menyerang bayi dan anak adalah penyakit campak. Penyakit ini menjadi salah satu bahaya bayi tidak diimunisasi. Penyakit campak disebabkan oleh infeksi virus campak (measles virus) yang sangat menular. Biasanya virus ini dapat dideteksi melalui lendir di hidung dan tenggorokan. Virus campak ini dapat menular lewat saluran pernafasan, dapat juga ketika batuk atau bersin. Campak adalah penyakit sekali seumur hidup. Setiap orang tidak akan mengalami campak lebih dari satu kali. Hal ini karena ketika seseorang sudah terkena campak maka tubuhnya akan mempunyai kekebalan terhadap campak selama seumur hidupnya

Bayi dan anak yang terkena campak akan menunjukkan gejala awal seperti demam,batuk pilek, mata merah, ruam merah, kulit kering bersisik. Gejala campak ini sebenarnya baru akan muncul setelah masa inkubasi, yaitu sekitar 7-14 hari setelah bayi dan anak terpapar virus campak. Sebelum masa inkubasi ini, bayi dan anak akan terlihat sehat walaupun sebenarnya ia sudah terpapar virus. Untuk itu para orang tua harus benar-benar memperhatikan kondisi anak agar tidak muncul bahaya penyakit campak pada anak. Agar lebih  jelas, berikut dipaparkan mengenai gejala penyakit campak pada bayi dan anak:

1. Demam

Demam adalah indikasi awal adanya masalah pada tubuh bayi dan anak, tidak terkecuali ketika terpapar virus campak ini. Akan tetapi, demam terkadang dianggap hal yang sepele oleh orang tua. Ketika bayi dan anak demam, sistem kekebalan tubuh mereka sedang berperang melawan serangan virus yang menginfeksi tubuhnya. Demam pada bayi dan anak harus selalu dicermati. Bayi dan anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya sudah melebihi 37,5 derajat Celcius. Pada penyakit campak ini, deman pada bayi dan anak mencapai 38-40 derajat Celcius. Para orang tua harus cepat dan tepat dalam mengambil cara mengatasi demam pada bayi dan anak.

2. Batuk Pilek dan Tidak Nafsu Makan

Gejala campak selanjutnya adalah batuk pilek. Penyakit batuk dan pilek ini seringkali juga dianggap sepele. Jika seorang bayi dan anak mengalami pilek atau flu hanya diindikasikan sebagai efek cuaca atau alergi. Perlu diwaspadai juga bahwa flu juga menjadi salah satu gejala penyakit campak. Biasanya flu akan muncul pada hari ke-2 ketika anak demam. Tidak jauh berbeda dengan flu, batuk pun menjadi pertanda tubuh sudah terinfeksi virus. Bahkan ketika bayi dan anak sudah mengalami batuk, itu menjadi pertanda bahwa virus sudah berkembang di badan mereka. Jika memang batuk dan pilek itu merupakan efek dari virus campak, maka dari waktu ke waktu batuk akan semakin parah bersamaan dengan munculnya gejala campak yang lain, misalnya kondisi tubuh bayi dan anak menjadi lemas dan tidak nafsu makan. Orang tua harus punya cara mengatasi batuk pada anak yang ampuh untuk hal ini.

3. Mata Merah dan Berair

Ketika bayi dan anak terserang batuk pilek, ia juga akan menimbulkan gejala penyakit campak yang lain yaitu mata merah dan berair.  Kondisi ini bukanlah satu dari macam-macam penyakit mata pada anak.  Ini merupakan salah satu gejala penyakit campak mulai berkembang pada tubuh bayi dan anak. Ketika fase ini, bayi dan anak akan merasa sangat lemah. Dan untuk bayi biasanya akan sangat rewel. Mata yang berair ini dapat menjadi sarana penularan campak ke anak lain. Kondisi mata merah dan berair memang tidak hanya merupakan gejala penyakit campak. Oleh karena itu para orang tua harus banyak pengetahuan tentang kondisi bayi dan anak, serta segera konsultasi dengan dokter ketika anak sakit.

4. Ruam Merah dan Gatal

Penyakit campak ditandai dengan munculnya ruam merah setelah anak mengalami demam. Ruam ini berupa bintik-bintik merah yang sangat kecil. Biasanya ruam diawali pada wajah, hingga selanjutnya menyebar ke tangan, badan, hingga sekujur tubuh. Ketika ruam ini muncul, biasanya demam pada bayi dan anak mulai menurun. Ruam campak ini akan terasa gatal hingga menyebabkan bayi dan anak akan bertambah rewel. Rasa gatal ini dapat dikurangi dengan mengaplikasikan bedak tabur dingin. Akan tetapi harus dengan petunjuk dokter untuk menghindari bahaya bedak tabur bagi bayi dan anak.

5. Kulit Kering Bersisik

Kulit kering bersisik terkadang merupakan salah satu dari macam-macam penyakit kulit pada anak. Akan tetapi kondisi ini berbeda karena kulit kering bersisik akan terjadi setelah ruam merah muncul di seluruh badan. Kondisi ini biasanya terjadi setelah seminggu pasca semua gejala campak muncul. Ketika bayi atau anak memasuki fase ini menunjukkan bahwa campak mereka mulai sembuh. Pada fase ini, kulit bayi dan anak menjadi kering dan bersisik. Biasanya dokter akan memberikan bedak dingin yang digunakan sampai bayi dan anak-anak benar-benar sembuh.

Baca : ciri-ciri flu singapura pada anak, belekan pada anak yang berbahaya, anak terlambat bicara ciri penyebab dan cara mengatasinya, gejala kolik pada anak, cacar air pada anak

Satu-satunya cara mencegah penyakit campak pada bayi dan anak adalah melalui imunisasi campak. Vaksin ini menjadi salah satu imunisasi wajib bagi bayi dan anak. Pemberian awal vaksin ini adalah ketika bayi berusia 9 bulan. Untuk itu lakukan imunisasi lengkap kepada bayi dan anak agar mereka terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Perbanyak juga pengetahuan mengenai jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya.

Pentingnya Sopan Santun pada Anak Usia Dini

Pentingnya Sopan Santun pada Anak Usia Dini

Kita seringkali melihat anak kecil berbicara kasar, bahkan sampai membentak orang tuanya. Jika ini terjadi, orang tua perlu mengetahui cara mendidik anak yang suka membantah. Hal ini terjadi karena pengaruh zaman yang semakin modern, dimana orang tua jarang sekali mendidik anak-anaknya perihal sopan santun.

Sebagai orang tua, kita pasti sangat senang apabila melihat anak kita bersikap santun dan hormat. Ditambah lagi dengan tata krama dan nada suara yang halus, dunia ini rasanya seperti surga. Sebelum terlambat, ajarlah anak Anda perihal sopan santun sejak dia masih kecil.

Berikut adalah contoh sopan santun yang harus diajarkan kepada anak sejak dini.

  1. Mengucapkan Terima Kasih

Hal pertama yang perlu diajarkan kepada anak adalah mengucapkan terima kasih ketika dirinya menerima sesuatu. Apapun bentuk pemberian tersebut, baik benda maupun bantuan, usahakan untuk berterima kasih. Karena terima kasih termasuk bentuk penghargaan yang akan membuat si pemberi merasa dihargai.

  1. Meminta Maaf Ketika Melakukan Kesalahan

Ajarkan kepada anak cara mudah mendidik anak untuk minta maaf setiap kali melakukan kesalahan. Apapun bentuk kesalahannya dan kepada siapapun itu, ucapkan kata maaf tanpa pandang bulu. Minta maaf sama artinya dengan mengakui kesalahan. Jika hal ini diterapkan sejak kecil, maka anak akan terbiasa untuk meminta maaf ketika dirinya dewasa tanpa harus diperingatkan lagi.

  1. Meminta Tolong Ketika Butuh Bantuan

Kepada siapapun itu, ucapkan kata “tolong” setiap kali butuh bantuan. Saat meminta bantuan, posisi anak juga harus berada di bawah. Artinya hormat kepada orang yang akan dimintai tolong. Ini merupakan salah satu bentuk tata kesopanan dan cara mengajarkan disiplin pada anak untuk mengatakan “tolong” saat meminta bantuan.

  1. Tersenyum Pada Orang yang Dikenalnya

Jadi orang jangan terlalu jutek. Ajarkan kepada anak Anda untuk selalu tersenyum dan menyapa orang lain yang dikenalnya. Mengucapkan salam dan tersenyum merupakan bukti kalau anak Anda ramah, bukan orang yang angkuh.

Baca: Cara meningkatkan rasa percaya diri anak – Cara mengenali karakter anak – Cara jitu mengenali bakat anak – Cara mengatasi anak yang suka berbohong – Cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua

  1. Tidak Memotong Pembicaraan

Karena rasa ingin tahu dan egois yang tinggi, banyak anak yang suka memotong pembicaraan orang tuanya. Mulai dari sekarang, ajarlah anak Anda untuk bersabar ketika orang lain berbicara. Setelah orang tersebut selesai berbicara, barulah si anak boleh berkomentar. Kalaupun si anak ingin memotong pembicaraan, sebaiknya acungkan tangan sebagai bukti dari interupsi. Ini jauh lebih sopan dibandingkan langsung berkomentar tanpa aba-aba.

  1. Menghormati Orang yang Lebih Tua

Kadang-kadang anak tidak tahu kepada siapa dirinya berbicara. Bahkan banyak anak-anak yang menganggap lawan bicaranya masih seumuran dengannya. Sebagai orang tua, perkenalkan kepada anak dengan orang-orang di sekitarnya dan sebutan apa yang harus ia gunakan ketika berbicara dengan lawan bicaranya. Dengan demikian, si anak juga lebih tahu memposisikan dirinya setiap kali ia berbicara dengan orang lain.

  1. Berbicara dengan Nada Suara yang Lembut

Anak-anak memiliki tingkat emosional yang tinggi. Ketika ia tidak menyukai sesuatu, ia lebih suka berontak dan berbicara dengan suara yang keras. Untuk itu, ajarilah anak Anda untuk berbicara dengan suara yang lembut. Apalagi ketika si anak berbicara dengan orang-orang yang lebih tua dari dirinya.

  1. Memberi dan Menerima Menggunakan Tangan Kanan

Tangan kanan dan kiri memiliki fungsi yang berbeda. Ketika si anak memberi atau menerima sesuatu dari orang, ajarkan dia untuk selalu menggunakan tangan kanan. Ajaran ini sederhana, tapi akan sangat berpengaruh hingga ia dewasa nanti. Hal simpel seperti ini juga lebih mengajarkan sopan santun kepada si anak.

Baca: Cara bijak mengatasi anak yang suka memukul – efek pada mental anak yang sering dibentak – efek negatif sering menakut-nakuti balita – pentingnya mengajari anak berdoa

Walaupun budaya sopan santun mulai terkikis, jangan pernah berhenti untuk mengajarkan si anak tentang sopan santun ini. Adanya sopan santun juga akan membuat si anak lebih menghargai orang lain. Ketika ia berbuat tidak sopan, ingatkan lagi dan lagi akan sopan santun dan hindari kata-kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Adanya pendidikan membuat pengetahuan dan wawasan si anak bertambah. Anak juga akan mengetahui suatu hal yang tidak diketahui sebelumnya. Dengan pendidikan, si anak juga dapat meraih cita-cita yang diinginkannya, termasuk untuk memajukan nusa dan bangsa.

Dalam dunia pendidikan, si anak akan menempuh pendidikan secara bertahap. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga jenjang Perguruan Tinggi. Semua jalur pendidikan ini akan ditempuh sehingga si anak lebih matang lagi mempersiapkan dirinya di masa depan.

Pentingnya pendidikan si era sekarang membuat banyak orang tua rela menghabiskan banyak uang untuk menyekolahkan anaknya. Seberapa pentingkah pendidikan tersebut?

  1. Membuat Anak Lebih Berkembang

Perkembangan anak cenderung lebih pesat ketika ia masih berumur sangat belia (di bawah 10 tahun) dibandingkan saat dia sudah dewasa nanti. Sehingga pendidikan dari jenjang paling bawah menjadi momen-momen yang kritis yang akan membentuk diri si anak. Pada tahap ini, si anak juga menjadi lebih paham dan tahu membedakan mana yang harus dilakukannya dan mana yang tidak boleh dilakukannya. Apabila masa emas ini sampai terlewatkan, maka pembentukan diri si anak akan lebih sulit lagi.

Baca: Cara mengajarkan disiplin pada anak – Cara meningkatkan rasa percaya diri anak – Jenis mainan yang merangsang otak anak – Cara mengajarkan anak tentang uang – Cara mudah mendidik anak untuk minta maaf –  Cara mengenali karakter anak – pentingnya sopan santun pada anak

  1. Mempersiapkan Masa Depan Anak

Masa depan anak ditentukan dari pendidikan apa yang ditempuhnya. Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula kemungkinan si anak berhasil untuk menggapai mimpinya. Pada tahap ini, orang tua harus bisa memilih sekolah yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan si anak. Jangan ragu mengeluarkan biaya besar demi masa depan cemerlang anak Anda.

  1. Memiliki Keterampilan Khusus

Selama mengemban pendidikan, si anak akan mampu mengendalikan sistem motorik dalam dirinya. Baik motorik kasar maupun halus. Disaat ini juga si anak dapat mengetahui apa yang disukai dan apa tidak disukainya. Ada beberapa cara jitu mengenali bakat anak agar menjadi keterampilan khusus yang membedakan dirinya dengan anak orang lain.

  1. Memperluas Wawasan

Pendidikan menambah pengetahuan si anak. Segala sesuatu yang tidak diketahuinya dulu dapat ia ketahui melalui pendidikan. Bahkan tingkat pengetahuannya menjadi lebih luas dan tidak terkotak-kotak hanya pada satu bidang saja. Misalnya, si anak lebih mengenal dunia luar baik dari segi budaya, iklim, demografi, dan kejadian atau peristiwa yang terjadi di dunia ini. Pendidikan juga secara otomatis akan membuka cakrawala secara universal.

  1. Membuat Anak Lebih Teratur

Pendidikan apapun itu, baik Playgroup maupun SMA, keduanya sama-sama membuat anak lebih teratur. Bagaimana tidak, adanya jadwal kegiatan yang sudah tersusun membuat si anak memiliki rutinitas yang sudah terstruktur. Belum lagi peraturan yang ditetapkan di sekolahnya, pasti akan membuat si anak harus patuh dan taat pada peraturan tersebut. Apabila si anak melanggar, akan diberikan sanksi yang tegas. Sehingga dirinya akan selalu berusaha untuk berada di jalur yang benar.

  1. Menanamkan Nilai-Nilai Positif

Program pendidikan yang ditempuh si anak akan secara otomatis mengajarkannya nilai-nilai positif seputar kehidupan. Misalnya, toleransi, menghargai, kejujuran, patuh, dan lain sebagainya. Adanya ajaran ini tentu akan membuat si anak lebih menghargai orang-orang di sekitarnya. Nilai positif ini biasanya akan diajarkan melalui mata pelajaran atau dari pergaulan si anak. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai positif tersebut akan tertanam dalam dirinya, sehingga akan terbawa sampai ia dewasa nanti.

Baca : cara membiasakan anak bangun pagi – cara mengatasi rasa takut pada anak – cara jitu mengatasi anak yang cengeng dan manja – cara mengasah bakat anak – cara meningkatkan daya ingat anak

Ada banyak manfaat dari lembaga pendidikan bagi anak usia dini. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk menyekolahkan anak Anda sedini mungkin. Pengajaran yang akan diterima anak tentu akan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. Semakin cepat si anak diperkenalkan dengan dunia pendidikan, semakin pesat pula perkembangannya dibandingkan dengan anak seumurannya.

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

Makan bersama menjadi momen yang sering dilewatkan mengingat banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Kondisi ini mengakibatkan anggota keluarga lebih suka makan sendiri-sendiri. Misalnya, makan di depan televisi atau makan di kamar. Bahkan di era sekarang, tradisi makan malam sudah hilang dari peredaran. Hal inilah yang menyebabkan renggangnya hubungan silaturahmi antara anggota keluarga.

Baca : efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak – dampak negatif bermain game untuk anak – cara mengatasi anak yang susah makan – cara mengajarkan disiplin pada anak

Untuk membangun kembali hubungan silaturahmi dan kekeluargaan, mulailah untuk menjadikan makan malam sebagai tradisi keluarga. Ini dia manfaat makan malam bersama keluarga yang perlu Anda ketahui:

  1. Meningkatkan Komunikasi

Berkumpul sambil melahap makanan yang disajikan di meja makan tentu dapat meningkatkan komunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Selama berada di meja makan, ada saja topik yang akan dibicarakan. Mulai dari pelajaran anak di sekolah, rapat kerja, bahkan rencana untuk pergi liburan.

Adanya komunikasi yang baik akan merupakan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua. Mereka juga tidak enggan untuk menceritakan kejadian buruk yang dialaminya pada hari ini maupun pada hari yang sudah lewat. Sehingga anggota keluarga, terlebih orang tua dapat memberikan masukan atas masalah yang dihadapi. Komunikasi juga termasuk salah satu cara mengenali karakter anak.

  1. Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak

Pentingnya sopan santun pada anak bukan hanya tentang menghormati orang yang lebih tua. Namun, juga sopan santun selama berada di meja makan. Mulai dari cara mengunyah makanan, cara memasukkan makanan, hingga larangan berbicara saat sedang makan. Anak-anak yang diajari sopan santun tentu akan bertumbuh menjadi anak dengan tata krama yang bagus.

Selain mengajarkan tata krama ketika makan, makan bersama juga  merupakan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf ketika melakukan kesalahan. Hal ini berguna demi keberhasilan si anak di masa yang akan datang.

  1. Asupan Nutrisi yang Lebih Baik

Orang tua senantiasa memperhatikan apa yang dimakan oleh anaknya. Hal ini juga berlaku di meja makan, dimana orang tua akan selalu menyajikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Anak dengan gizi yang baik adalah anak yang tumbuhnya sehat dan terhindar dari obesitas.

  1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Keterampilan sosial yang diajarkan di meja makan dapat berupa keterampilan mendengar dan kesabaran. Contohnya, ketika orang tua sedang berbicara, si anak akan mendengar apa yang dikatakan orang tuanya dengan teliti. Anak juga tidak akan meyela atau memotong pembicaraan orang tua.

  1. Meningkatkan Performa Anak-Anak di Sekolah

Makan bersama anggota keluarga menunjukkan adanya hubungan harmonis di dalam keluarga. Sadar atau tidak, situasi ini akan membuat si anak lebih berprestasi di sekolah. Anak juga akan lebih bersemangat untuk belajar dan menjalani hari-harinya selama di sekolah.

  1. Lebih Hemat

Poin yang satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Makan bersama anggota keluarga tentu akan menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, orang tua menyajikan makanan lezat di meja makan tanpa perlu dibayar sepeser pun. Bandingkan jika anak makan di restoran, apalagi restoran mahal. Berapa biaya yang akan dikeluarkan oleh anak? Selain menambah pengeluaran, bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak juga patut diwaspadai.

Mempererat hubungan kekeluargaan harus dimulai dari kita selaku orang tua. Karena orang tua adalah panutan di dalam keluarga. Jika orang tua menunjukkan sifat jelek, otomatis si anak juga akan melakukan yang sama. Bahkan apa yang dilakukan si anak jauh lebih buruk dari yang dibayangkan orang tua. Oleh sebab itu, aturlah jadwal makan malam sebaik-baiknya. Selain mempererat kekeluargaan, anak juga terhindar dari jenis makanan yang berbahaya untuk anak.

7 Manfaat Buah untuk Anak agar Asupan Gizinya Terpenuhi

7 Manfaat Buah untuk Anak agar Asupan Gizinya Terpenuhi

Selain manfaat sayuran untuk anak, buah juga menjadi sumber gizi terbaik bagi anak-anak. Rasa buah yang manis dan lezat menjadi daya tarik utama. Namun, ada beberapa anak yang tidak suka makan buah. Hal ini tidak boleh dibiarkan ya Bunda. Pasalnya buah ini juga berfungsi sebagai sumber vitamin, serat, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Apabila anak tidak suka makan buah, lebih baik dipaksa walaupun yang dimakannya sedikit. Berikut adalah manfaat buah-buahan untuk anak, antara lain:

  1. Mengurangi Obesitas

Indonesia bukanlah negara dengan tingkat obesitas tertinggi. Namun, beberapa masyarakat mengalami obesitas karena pola makannya yang tidak teratur. Agar anak terhindar dari obesitas, mulailah memperkenalkannya dengan buah. Pilihlah buah dengan warna yang terang dan rasa yang manis agar si anak tertarik untuk mengonsumsinya.

Buah juga bisa dijadikan sebagai pengganti cemilan, yang tentunya akan jauh lebih sehat untuk tubuh. Buah juga dapat digunakan sebagai pengganti sarapan, begitu juga dengan manfaat oatmeal untuk bayi dan anak sebagai pengganti nasi. Mengonsumsi buah setiap hari sangat disarankan agar kebutuhan vitamin dan mineral tercukupi.

  1. Memenuhi Asupan Gizi dalam Tubuh

Buah-buahan mengandung serat, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dengan mengonsumsi buah, asupan gizi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga anak terhindar dari tanda-tanda anak kurang gizi. Selain itu, buah-buahan juga membuat anak terhindari dari penyakit, seperti anemia pada anak dan sakit mata.

  1. Melancarkan Sistem Pencernaan

Serat yang terkandung dalam buah-buahan sangat baik untuk melancarkan sistem pencernaan. Apabila terjadi gangguan pencernaan pada anak, berikan buah yang mengandung banyak serat, seperti pepaya dan pisang. Mengonsumsi buah-buahan juga lebih baik untuk mengatasi masalah pencernaan dibandingkan mengonsumsi obat-obatan dari dokter. Dimana obat-obatan tersebut banyak mengandung zat kimia.

  1. Meningkatkan Kinerja Otak

Anak-anak yang mengkonsumsi makanan sehat akan memiliki kinerja otak yang baik dan lancar. Anak juga akan lebih aktif dan bersemangat untuk menjalani hari-harinya. Beberapa penelitian juga membuktikan kalau anak yang sering mengonsumsi buah-buahan memiliki sistem nalar yang bagus. Seperti, mudah menghitung, menangkap materi pelajaran, dan mudah membaca. Walaupun buah-buahan bukanlah faktor utama yang mendukung kinerja otak, namun buah-buahan merupakan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak.

  1. Mengurangi Rasa Lapar

Buah-buahan bisa dijadikan sebagai makanan pengganti cemilan yang tentunya lebih sehat dibandingkan mengonsumsi makanan cepat saji. Banyak bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak. Oleh sebab itu, selalu sediakan buah di meja makan. Apabila perut si anak keroncongan, ia dapat mengonsumsi buah-buahan untuk mengatasi rasa laparnya.

  1. Menjaga Kesehatan Mata

Beberapa buah-buahan mengandung vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata. Sebut saja wortel dan tomat cara mengatasi mata minus pada anak yang sangat ampuh. Dengan mengonsumsi wortel dan tomat secara teratur, dipercaya dapat menjernihkan penglihatan. Namun, proses penyembuhan dengan buah ini membutuhkan proses yang cukup panjang. Apalagi jika kondisi mata si anak sudah parah.

  1. Mempercantik Kulit

Selain menjadi salah satu makanan terbaik untuk bayi, vitamin yang terkandung dalam buah-buahan juga bagus untuk menjaga kondisi kulit. Anak yang suka mengonsumsi buah-buahan memiliki kulit yang kenyal, putih, dan mulus. Bandingkan dengan anak-anak yang tidak suka makan buah, kondisi kulitnya kusam dan kering.

Baca : cara mengatasi anak yang susah makan – jenis makanan yang berbahaya untuk anak – makanan terbaik untuk bayi – bahaya susu formula pada bayi – manfaat madu untuk anak dan balita

Selain rasanya yang enak, buah-buahan juga memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Apabila anak Anda tidak suka makan buah, Anda bisa menyulap buah tersebut menjadi olahan lezat. Misalnya, jus, smoothie, atau bahkan salad buah. Campurkan olahan ini dengan susu atau coklat untuk menambah cita rasa dari buah tersebut.

3 Bahaya Penyakit Polio pada Anak

3 Bahaya Penyakit Polio pada Anak

Sudahkah anak Anda disuntik polio? Suntik polio merupakan salah satu bentuk waspadai gejala penyakit polio pada anak. Suntik folio sendiri berfungsi untuk mematikan virus-virus dalam tubuh agar pertumbuhan dan perkembangan anak tidak terhambat.

Virus polio sendiri dapat masuk ke dalam tubuh melalui mulut yang nantinya akan menginfeksi saluran usus. Apabila virus tersebut sudah memasuki aliran darah dan tersebar ke sistem tubuh yang lainnya, kondisi si anak akan melemah dan terjadilah kelumpuhan. Salah satu penyebab meningkatnya kelumpuhan di Indonesia karena kurangnya kepedulian dan pengetahuan orang tua tentang suntik polio.

Jenis-Jenis Polio

  • Polio Non-Paralisis – Adalah jenis polio yang sama sekali tidak menunjukkan gejala serius. Bahkan gejalanya sama sekali tidak kelihatan. Namun, seiring berjalannya waktu akan muncul gejala yang mulai serius. Gejala ini akan ditandai dengan sakit kepala, muntah, mengantuk, demam, mual, sembelit, dan sangat sensitif ketika mendapat sentuhan dari apapun di sekitarnya.
  • Polio Paralisis – Polio paralisis terjadi setelah bertahap, dimana virusnya akan menyerang susunan sistem syaraf. Mulai dari syaraf tulang belakang, melemahkan otot tungkai, dan menghancurkan sel tanduk interior. Hancurnya sistem saraf dalam tubuh akan menyebabkan kelumpuhan secara permanen terhadap si anak. Dimana sistem saraf tubuhnya bekerja sangat lambat ketika mengelola apa yang dikonsumsinya. Kelumpuhan yang terjadi biasanya pada bagian otot kaki, sehingga anak tidak dapat berjalan sempurna. Pada kondisi ini juga, makanan dan nutrisi yang hendak disalurkan ke seluruh tubuh akan terhambat masuk ke bagian kaki. Sehingga kaki anak terlihat lebih kecil, dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.
  • Polio Burbar – Jenis polio yang menyerang sistem saraf otak karena tidak adanya kekebalan pada sistem batang otak. Polio jenis ini mengakibatkan si penderitanya meninggal dunia karena saraf terpenting dalam tubuh tidak lagi berfungsi dengan baik. Sinyal-sinyal yang harusnya dikirimkan ke semua anggota tubuh juga akan terhambat, serta mengganggu fungsi pergerakan si penderitanya.

Baca: Cara mengatasi demam – Cara mengatasi batuk pada anak –Efek samping nebulizer pada balita – Efek samping anak sering di uap

Inilah beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh polio:

  1. Terhambatnya Pertumbuhan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, suntik polio sangat berguna untuk mematikan virus-virus dalam tubuh. Apabila virus ini tidak segera dimatikan, maka pertumbuhan anak akan terhambat. Tidak hanya pertumbuhan tubuhnya saja, namun juga sistem saraf otak.

Perkembangan sistem saraf yang lambat akan membuat si anak cenderung berperilaku kekanak-kanakan, bahkan menyebabkan autis pada anak. Maka tak heran jika si anak masih suka bermain bersama anak yang usianya jauh lebih muda dan merengek, walaupun usianya sudah tua.

  1. Kelumpuhan

Virus dalam tubuh juga akan menggerogoti sistem saraf dan melemahkan bagian otot yang akan menyebabkan kelumpuhan pada anak. Kelumpuhan yang banyak terjadi biasanya pada bagian kaki, sehingga si anak tidak dapat berjalan normal. Bentuk kakinya juga terlihat aneh dan sedikit mereng karena pertumbuhan dan perkembangan otot tungkainya yang tidak beres. Kelumpuhan ini  membuat si anak membutuhkan bantuan tongkat atau kursi roda setiap kali ia hendak berjalan.

  1. Kematian

Salah satu bahaya bayi tidak diimunisasi adalah terjadinya polio yang dapat berujung pada kematian. Hal ini ditandai dengan rusaknya saraf kranial. Fungsi utama saraf ini adalah mengirimkan perintah ke paru-paru agar bekerja memompa udara yang membuat manusia bernapas. Selain gangguan pada pernapasan, si penderita juga dapat meninggal karena adanya gangguan pada fungsi kerongkongan yang berguna untuk menelan makanan.

Baca: Cara mudah mengatasi lidah putih pada bayi – Tetanus pada anak – Ciri dan penyebab mata minus pada anak – Cara mengatasi mata minus pada anak

Penyakit folio bukanlah penyakit yang boleh dianggap enteng. Jika tidak segera ditindaklanjuti, penyakit ini malah akan membuat si penderitanya meninggal dunia. Oleh sebab itu, segera bawa anak Anda untuk ikut imunisasi polio agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan mulus tanpa gangguan dari virus-virus dalam tubuh.

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi diri perokok saja, melainkan juga mengandung resiko besar bagi orang – orang di sekitarnya. Orang yang terekspos asap rokok biasa disebut sebagai perokok pasif. Perokok pasif adalah orang – orang yang menghirup asap yang dihembuskan oleh orang lain yang mengisap rokok, cerutu, dan pipa. Jadi, walaupun Anda tidak merokok, menghirup asap rokok orang lain juga bisa membawa resiko kematian. Sekitar tiga ribu perokok pasif meninggal akibat kanker paru dan sekitar sepuluh ribu  orang dewasa mengalami kematian akibat penyakit jantung di Amerika Serikat setiap tahunnya. Sekitar jutaan anak telah menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya sendiri. Menjadi perokok pasif khususnya dapat membahayakan kesehatan anak karena paru – paru anak masih berada dalam tahap perkembangan.

Bahkan, ada teori yang menyatakan bawa perokok pasif bukan saja hanya orang yang terpapar asap rokok, namun juga orang -orang yang terpapar residu dari asap rokok tersebut, yang menempel di berbagai benda di sekitar perokok. Resiko terhadap anak – anak lebih besar karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. Jika Anda merokok di dekat anak – anak atau jika mereka terekspos pada asap rokok di tempat lain, mungkin saja ada bahaya yang lebih mengancam daripada yang dikira. Begitu juga pada anak – anak yang orang tuanya merokok hanya di luar rumah, akan tetap terekspos pada bahan kimia dari rokok melalui udara yang mereka hirup.

Racun dalam Asap Rokok

Seperti telah diuraikan sebelumnya, banyaknya kandungan bahan kimia dalam rokok menyebabkan rokok menjadi sarana yang sangat baik dalam menyebarkan racun kimia. Keberadaan asap rokok di rumah akan menyebabkan polusi yang berasal dari nikotin, karbonmonoksida serta aneka bahan kimia yang dapat menjadi sumber karsinogen atau pemicu kanker potensial. Bahan kimia dari rokok ada sekitar 4000 jenis, dan sebagian besar sangat berbahaya, lebih dari lima puluh jenis diantaranya diketahui menjadi penyebab kanker. Bahan kimia yang merupakan racun bagi tubuh yang ada di dalam sebatang rokok diantaranya adalah:

  • Asam asetik  – Bahan kimia ini juga terdapat pada cairan pembersih lantai.
  • Naptalin – Zat yang sama yang juga ada di dalam kamper pewangi pakaian.
  • Asetanisol – Juga terdapat di dalam parfum.
  • Hidrogen Sianida – Bahan yang biasa terdapat di racun tikus
  • Aseton –  Zat kimia yang digunakan untuk menghilangkan cat kuku.
  • Kadmium – Ini adalah zaat kimia yang ada di dalam baterai.
  • Metanol –  Bahan yang biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar
  • Polonium 210- Zat radioaktif yang juga terdapat dalam rokok.
  • Sodium Hidroksida – Zat yang membuat perih terdapat pada produk penghilang bulu
  • Formalin – Bahan pengawet
  • Geranol – Zat aktif yang terdapat dalam pestisida
  • Toluene – Salah satu zat dalam bensin
  • Hidrasin – Salah satu bahan dalam pesawat yang menggunakan mesin roket
  • Cinnamalde Hyde – Bahan yang ada pada produk racun untuk anjing atau kucing
  • Urea – Zat ini banyak digunakan pada produk tinta, cat, pupuk dan sebagainya.

Asap rokok mengandung lima kali lipat karbonmonoksida, tiga kali lipat tar dan nikotin, serta amonia yang 46 kali lebih banyak daripada asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri. Dengan demikian, resiko kanker bagi para perokok pasif mencapai 50 kali lebih tinggi daripada perokok aktif.  Asap rokok akan menyebarkan semua zat kimia yang ada di dalamnya tidak hanya di ruangan tempat perokok, namun juga ke ruangan lainnya. Bukan itu saja, asap rokok juga dapat bertahan selama 2,5 jam di udara walaupun ruangan dibuka ventilasinya. Bahaya lainnya lagi, asap rokok bisa mengendap atau menempel dilantai dan benda  – benda yang ada di sekitar tempat perokok, menempel di baju dan seluruh tubuh si perokok.

Resiko Jika Anak Terpapar Asap Rokok

Berdasarkan karakteristik yang ada pada penyebaran asap rokok, tentu saja akan ada bahaya yang timbul apabila anak – anak terekspos asap rokok dalam waktu lama. Saluran udara anak yang lebih kecil daripada orang dewasa menyebabkan mereka bernapas lebih cepat, dan karenanya juga akan lebih mudah menghirup asap rokok lebih banyak. Bahaya tersebut tentunya berkaitan dengan kesehatan serta tumbuh kembang anak, yaitu:

1. Sindrom kematian mendadak

Sindrom kematian mendadak atau Sudden Death Infant Syndrome kerap terjadi pada bayi berusia dibwaah satu tahun. Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, namun ada dugaan jika salah satu penyebabnya adalah asap rokok atau residu asap rokok yang mengganggu jalan napas atau proses pernapasan bayi. Anak yang lahir dari ibu yang merokok saat hamil memiliki resiko tinggi terhadap SIDS. Bayi yang mengalami SIDS cenderung memiliki kandungan nikotin tinggi pada paru – parunya, ada atau tidaknya keterlibatan faktor yang berhubungan dengan rokok.

2. Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran udara utama yang terdapat pada paru – paru yang bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, yaitu pneumonia. Bronkitis akut pada bayi dan anak bisa jadi merupakan hasil dari ekspos terhadap asap rokok dan residunya. Agar penyakit anak tidak berkembang menjadi lebih parah, Anda bisa mencoba cara mengatasi batuk pada anak secara herbal terlebih dulu, sesuai dengan porsi yang tepat.

3. Pneumonia

Pneumonia bisa terjadi pada anak yang terjadi karena penyakit bronkitis yang parah dan berlanjut, atau juga dikenal sebagai penyakit paru – paru basah, karena paru – paru penderita biasanya dipenuhi cairan. Pneumonia bisa terjadi karena banyak sebab, antara lain asap rokok dan polusi yang terhirup oleh bayi dan anak dalam jumlah yang besar atau sering. Selain itu, bahaya bedak tabur bagi bayi jika terlalu banyak terhirup juga beresiko membuat anak terkena pneumonia.

4. Menghambat pertumbuhan paru – paru

Paru – paru anak yang masih berkembang akan terganggu apabila terlalu sering terekspos dengan asap rokok. Akibatnya anak dapat menjadi lebih mudah sakit, mudah terkena bronkitis dan pneumonia, dan perkembangan paru – parunya tidak akan menjadi sekuat dan optimal seperti anak yang tumbuh dalam lingkungan bebas rokok. Tidak hanya akan ada berbagai penyakit jika anak terlalu banyak terekspos asap rokok, namun ada juga bahaya bayi tidak diimunisasi yang akan rentan terhadap berbagai penyakit seiring pertumbuhan usianya, misalnya bahaya penyakit polio pada anak.

5. Infeksi telinga

Penelitian juga mengungkapkan bahwa anak – anak yang mempunyai orang tua perokok dan sering merokok di sekitarnya akan cenderung menderita infeksi telinga lebih sering karena adanya penumpukan cairan pada telinga bagian tengah, dan resiko kehilangan pendengaran.

6. Masalah pernapasan

Lembaga EPA di Amerika Serikat melaporkan bahwa perokok pasif meningkatkan resiko infeksi pernapasan seperti batuk – batuk, napas berbunyi, sesak napas ,bronkitis dan pneumonia. Diperkirakan hingga ratusan ribu kasus infeksi pernapasan bagian bawah terjadi pada anak berusia lebih dari 18 bulan yang terekspos asap rokok. Beberapa ribu diataranya berakhir dengan rawat inap di rumah sakit. Anak yang ibunya merokok beresiko mengalami perawatan di rumah sakit karena infeksi pernapasan pada tahun pertama usianya dibandingkan dengan anak yang ibunya tidak merokok, sedangkan anak yang ibunya merokok di ruangan berbeda mempunyai tingkat resiko 56 persen, 73 persen apabila ibu merokok sambil mengasuh anak, dan 95 persen resiko apabila ibu merokok sambil menyusui atau memberi anak makan.

7. Mengajari anak jadi perokok

Anak akan belajar dengan mencontoh, karena itu apabila setiap hari ia hidup dalam lingkungan yang menganggap rokok sebagai sesuatu yang wajar seperti makan dan minum, maka tidak menutup kemungkinan ia akan menjadi perokok pula suatu hari nanti. Bahkan bisa saja anak menjadi perokok dalam usia yang lebih awal karena ingin mencoba – coba.

8. Gangguan perilaku

Anak – anak yang terlahir dari ibu yang merupakan perokok pasif selama kehamilan atau ibu yang merokok selama kehamilan diduga beresiko untuk mengalami ADHD atau Attention Deficit Hiperactivity Disorder dan sejenisnya. Anak perempuan akan lebih mudah terekspos sbagai perokok pasif, akan tetapi anak lelaki akan lebih bermasalah dengan hiperaktivitas atau menunjukkan ciri – ciri anak hiperaktif, agresi, depresi, autis pada anak dan masalah perilaku lainnya, walaupun penyebab gangguan perilaku tersebut bukan hanya dari asap rokok. Salah satu penyebab lainnya yaitu bahaya benturan pada kepala bayi dan anak yang bisa berupa penurunan fungsi kognitif atau pun autisme.

9. Asma

Serangan asma mungkin saja merupakan penyakit yang paling umum diketahui sebagai akibat dari sesoeorang yang menjadi perokok pasif. Sebab, asap rokok dapat tertinggal dan menempel dalam waktu lama di pakaian seseorang yang merokok ataupun berada di lingkungan perokok. Menjadi perokok pasif juga dapat memperburuk kondisi anak yang sudah menderita asma dengan kemungkinan serangan asma yang makin sering dan semakin berat. Anak yang mempunyai ibu yang merokok saat kehamilan mempunyai resiko tinggi terkena asma selama lima tahun pertama hidupnya, sedangkan anak yang ibunya berhenti merokok sebelum kehamilan tidak menunjukkan resiko yang sama. Temukan tips memilih dokter anak yang tepat untuk menangani ketika si kecil menunjukkan gejala asma, terutama jika Anda tinggal di lingkungan perokok.

10. Gangguan Kognitif

Ekspos terhadap asap rokok mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk belajar. Asap rokok adalah racun yang mengenai saraf walaupun dalam kandungan yang paling rendah. Diperkirakan jutaan anak mempunyai resiko gangguan kemampuan membaca sebagai akibat dari perokok pasif. Tingkat ekspos yang lebih tinggi trhadap asap rook juga dihubungkan dengan kekurang mampuan dalam maatematika dan kemampuan logika atau penalaran visual. Begitu pula bayi yang lahir dari ibu perokok yang mengisap paling tidak satu bungkus rokok setiap hari diketahui memiliki tingkat IQ lebih rendah dari anak – anak yang lahir dari ibu yang tidak merokok.

11. Berat Badan Lahir Rendah

Menjadi perokok pasif diketahui merupakan salah satu penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah yang meningkatkan resiko kematian bayi dan komplikasi kesehatan ketika telah dewasa. Ekspos terhadap asap rokok mengurangi berat lahir bayi dari ibu yang tidak merokok dan juga pada bayi yang lahir dari ibu yang merokok. Bayi yang memiliki berat lahir di bawah normal memiliki resiko tinggi akan mengalami berbagai resiko kesehatan.

Efek Asap Rokok pada Anak di Indonesia

Berdasarkan data yang didapat pada tahun 2015 dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI menurut Tempo.co, lebih dari 40 juta anak di Indonesia merupakan perokok pasif yang disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya seperti berdekatan dengan orang tua perokok dan orang dewasa lainnya yang merokok. Sedangkan UNICEF melaporkan pada tahun 2012 bahwa pneumonia yang disebabkan dari Infeksi Pernapasan Akut atau ISPA menjadi peringkat nomor satu penyebab kematian anak Indonesia, sebesar 14% atau sekitar 21 ribu anak bahkan melebihi kematian karena AIDS, malaria atau TBC.

Baca : bahaya susu formula pada bayi – bahaya popok sekali pakai terhadap kesehatan bayi –bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak – efek samping anak sering di uap – bahaya bermain game untuk anak

Bahaya Rokok Pada Janin

Jika seorang wanita hamil tetap merokok atau terkena pengaruh dari asap rokok sebagai perokok pasif, maka bayi atau janin yang dikandungnya akan tetap terkena akibat dari asap rokok tersebut juga. Akibatnya bisa sangat serius, seperti:

  1. Terjadi keguguran
  2. Kelahiran prematur
  3. Berat badan lahir yang rendah
  4. Mengalami sindrom kematian bayi mendadak karena ada masalah pada pernapasannya
  5. Mengalami gangguan belajar seperti ADHD dan lainnya.

Resiko kesehatan ini akan meningkat seiring dengan berapa lama dan banyaknya wanita hamil merokok atau terekspos pada asap rokok. Jika Anda merupakan perokok, sangat penting untuk berhenti segera ketika mengetahui kehamilan tersebut.

Bahaya yang terjadi ketika dewasa

Anak – anak yang terekspos asap rokok dalam taraf sedang hingga berat akan memiliki beberapa resiko tersendiri yang akan timbul ketika ia suda dewasa kelak, seperti:

  1. Fungsi paru – paru yang kurang baik dan cenderung mangalami masalah pernapasan saat dewasa.
  2. Resiko mengalami sindrom metabolisme yaitu suatu kelainan yang berhubungan dengan kelebihan lemak di perut yang meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
  3. Ketika dewasa, anak juga akan menjadi perokok aktif.
  4. Ekspos tingkat sedang pada anak – anak bisa dihubungkan dengan penurunan elastisitas pembuluh aorta di bagian abdomen pada anak usia sebelas tahun dan mengarah kepada penyakit atherosclerosis.
  5. Wanita yang terekspos asap rokok selama enam sampai delapan jam sehari  sebagai anak – anak akan mempunyai resiko sulit mengandung dan dapat mengalami resiko keguguran sebanyak 68 persen.

Melindungi anak dari asap rokok

Sebagai orang tua, Anda mempunyai hak untuk melindungi anak dari asap rokok yang bisa membahayakan dirinya, seperti anak juga mempunyai hak untuk menghirup udara yang bersih dari polusi untuk kelancaran pertumbuhan fisiknya. Walaupun mungkin akan sulit untuk sepenuhnya menjauhkan anak dari rokok, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi anak dari asap rokok yaitu:

  • Jangan izinkan siapapun untuk merokok di lingkungan rumah Anda atau di dalam rumah Anda, sebaiknya juga tidak menyediakan asbak di rumah agar orang tidak mengira bahwa mereka bebas merokok di rumah Anda.
  • Jangan izinkan juga siapapun untuk merokok di dalam mobil Anda, walaupun dengan jendela yang dibuka.
  • Pastikan sekolah anak atau tempat penitipan anak bebas rokok, begitu pula dengan staf di sekolah.
  • Carilah restoran atau tempat umum yang tidak mengizinkan orang merokok jika hendak makan di luar atau membawa anak berjalan – jalan.
  • Jika ada kerabat atau anggota keluarga yang merokok, pastikan mereka sudah mencuci tangan atau mengganti baju yang terkena asap rokok sebelum berdekatan dengan anak – anak, terutama bayi yang baru lahir.
  • Berhentilah merokok jika Anda sedang mengandung dan minta orang lain untuk tidak merokok di dekat Anda. Akan lebih baik jika berhenti merokok jauh sebelum Anda berencana untuk hamil.
  • Jangan pernah merokok di dalam rumah ataupun di dekat bayi dan anak – anak, begitu pula jika Anda baru saja merokok jangan mendekati bayi dan anak – anak.
  • Jauhkan anak dari lingkungan perokok walaupun pada saat itu tidak ada orang yang merokok di tempat tersebut. Sebabnya, bahan kimia dari rokok masih dapat ditemukan berhari – hari setelahnya pada permukaan semua barang yang terkena asap rokok.
  • Tekankan kepada orang yang bekerja di rumah Anda untuk tidak merokok selama bekerja dan sebelum datang ke rumah Anda.

Dalam hal yang berkaitan dengan rokok, perokok berat maupun orang yang merokok hanya sesekali hampir tidak ada bedanya. Asap rokok tetap akan meninggalkan jejak racun yang berbahaya, walaupun tidak terlihat. Jika Anda merupakan orang tua yang merokok, pastinya akan sangat sulit untuk berhenti. Akan tetapi, berhenti merokok juga merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan anak dari pengaruh buruk bahan kimia yang ada pada rokok dan juga merupakan sebentuk cara untuk mengalahkan keegoisan Anda yang tidak hanya meracuni diri sendiri namun juga meracuni orang di sekitar Anda. Banyak bantuan yang tersedia apabila Anda benar – benar ingin menghilangkan kecanduan pada rokok, selain itu berhenti merokok juga akan mendatangkan manfaat yang besar bagi diri Anda sendiri, dan juga untuk orang lain di keluarga Anda yang Anda sayangi.

5 Efek Buruk Telur Bagi Anak-Anak yang Harus Diwaspadai

5 Efek Buruk Telur Bagi Anak-Anak yang Harus Diwaspadai

Telur adalah salah satu lauk favorit anak-anak. Selain itu, telur juga merupakan sumber protein tinggi, cocok bagi anak-anak dan dewasa. Telur juga menjadi pilihan yang mudah bagi para orang tua untuk dapat memenuhi kebutuhan protein anak, jika dibandingkan dengan ikan dan daging. Kandungan protein yang tinggi dalam telur dipercaya sangat cocok diberikan kepada anak-anak. Telur juga dipercaya sebagai makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Hal ini sesuai dengan aktivitas anak yang menguras banyak energi.

Karena alasan mudah didapatkan dan mudah pula dalam pengolahannya, telur akhirnya menjadi primadona bagi para orang tua untuk lauk anak-anaknya setiap makan. Akan tetapi, pernahkah terpikir bahwa telur yang mempunyai banyak manfaat ternyata juga mempunyai efek buruk bagi anak-anak? Telur ternyata dapat menjadi salah satu jenis makanan yang berbahaya untuk anak. Ternyata ada bahaya anak telur setiap hari bagi anak-anak.

Baca : bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak – anemia pada anak – manfaat oatmeal untuk bayi dan anak – tanda-tanda anak kurang gizi – cara mengatasi anak yang susah makan

Berikut adalah beberapa efek buruk konsumsi telur bagi anak-anak:

1. Meningkatkan Kadar Kolesterol

Usia masih anak-anak bukan berarti ia bebas mengkonsumsi apa pun dan tidak memperhatikan kadar kolesterol dalam tubuhnya. Telur, terutama pada kuning telur, mengandung kadar kolesterol yang tinggi. Ketika anak terlalu banyak mengkonsumsi kuning telur akan membuka gerbang penyakit saat dewasa nanti. Kadar kolesterol yang tinggi dan terjadi penumpukan secara terus menerus dapat menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar. Konsumsi telur memang bagus, akan tetapi tetap batasi dalam konsumsi kuning telur. Hati-hati juga jika anak tersedak saat mengkonsumsi kuning telur.

2. Kebanyakan Protein

Protein memang sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Akan tetapi akan berdampak buruk jika ada kandungan protein dalam jumlah besar di tubuh anak. Keadaan ini tidaklah bagus untuk ginjal anak. Ketika ada protein dalam jumlah besar di tubuh, ginjal harus bekerja keras dalam menyaring darah. Jika setiap harinya ginjal harus bekerja di luar batas maka dapat menyebabkan cedera ginjal. Bahkan kegagalan ginjal dapat terjadi jika ginjal sudah tidak mampu menyaring kelebihan protein dalam tubuh.

3. Alergi

Beberapa anak dapat mengalami alergi akibat konsumsi telur secara berlebih. Alergi ini disebabkan kandungan albumin dalam telur. Gejala alergi yang muncul antara lain gatal, muncul ruam pada kulit, mual, muntah, hingga pembengkakan kulit. Jika anak masih dibiarkan mengkonsumsi telur akan muncul gejala yang lebih parah yaitu kesulitan bernafas, terjadi pembengkakan pada mulut dan saluran pernafasan, hingga penurunan tekanan darah dan hilangnya kesadaran. Reaksi alergi sering muncul pada anak balita. Ketika gejala ini sudah pernah muncul pada anak, maka hindarkan anak dari telur. Dan juga pilihlah sumber protein lain sebagai pengganti telur. Para orang tua juga harus tahu cara mudah mengatasi alergi pada anak.

4. Kekurangan Biotin

Kekurangan biotin atau vitamin B7 dapat terjadi jika anak lebih suka makan putih telur. Kondisi ini tidak akan menguntungkan bagi anak. Ketika anak kekurangan biotin, kondisi kulitnya akan mengalami masalah seperti dermatitis pada kulit kepala anak. Selain itu, kekurangan biotin dapat menyebabkan otot tubuh anak menjadi lemah, rambut rontok, hingga kram otot. Selalu imbangi antara pemberian kuning telur dan putih telur pada anak. Jangan selalu turuti keinginan anak yang hanya ingin makan bagian tertentu dari telur.

5. Bisul

Kandungan lemak dalam telur cukup tinggi. Bayangkan jika anak makan telur setiap hari dan dalam setiap waktu makannya. Hal ini akan mengganggu kestabilan kadar minyak alami dalam tubuh. Jika hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, salah satu dari macam-macam infeksi kulit pada anak dapat muncul yaitu bisul. Bisul akan lebih mudah muncul pada anak yang memang mempunyai riwayat alergi terhadap telur. Munculnya bisul disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus.

Baca : manfaat pentingnya sarapan untuk anak – cara meningkatkan daya ingat anak – makanan terbaik untuk bayi – cara meningkatkan kekebalan tubuh anak

Walaupun telur mempunyai banyak manfaat untuk perkembangan anak, akan tetapi tetap akan muncul efek buruk dari mengkonsumsi telur secara berlebihan. Maksimal 2 telur untuk setiap harinya. Untuk itu, para orang tua harus berusaha menyeimbangkan jenis makanan dan jenis nutrisi yang masuk dalam tubuh anak. Para orang tua juga harus mempertimbangkan manfaat buah untuk anak dan manfaat sayuran untuk anak. Itulah beberapa efek buruk telur bagi anak-anak. Semoga bermanfaat.

Pentingnya Mengajari Anak Berdoa Sejak Usia Dini

Pentingnya Mengajari Anak Berdoa Sejak Usia Dini

Semua orang tua tentunya menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang positif dalam segala hal dan juga memiliki kecerdasan mental, intelektual serta spiritual yang seimbang. Kedua kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki seseorang seringkali tidak akan terasa lengkap dan akan terasa kehilangan arah sebelum ada kecerdasan spiritual sebagai petunjuk jalannya. Agama adalah pegangan bagi setiap orang, tanpa keyakinan akan agama maka hidup seorang manusia  akan menjadi kurang berarti dan tidak bertujuan.

Mengajarkan doa kepada anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat efektif sebagai salah satu cara meningkatkan kecerdasan spiritual anak. Namun tugas orang tua untuk mengajarkan anak berdoa pada usia yang masih dini mungkin akan menjadi tugas yang menantang, sebab rentang perhatian dan fokus anak usia dini tentunya masih pendek serta mudah bosan. Walaupun demikian, ingatan anak – anak biasanya sangat baik apabila mereka mendengar hal yang sama terus menerus. Jika terbiasa, kemungkinan besar anak akan mudah menghafal doa – doa yang diperlukan untuk dipelajarinya.

Pengertian Berdoa

Secara bahasa, arti doa adalah panggilan atau seruan. Secara istilah artinya doa adalah permohonan seseorang kepada Tuhannya, untuk kepentingan manusia tersebut di dunia dan akhirat. Doa adalah salah satu cara manusia untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Ucapan dari dalam hati kepada Tuhan yang berisi segala sesuatu yang diinginkan manusia, dengan berbicara melalui suara hatinya. Berdoa berarti berbicara kepada Tuhan sebagai diri sendiri dengan jujur dan tulus hati.

Manfaat Berdoa

Doa merupakan bagian yang penting dalam setiap usaha yang dilakukan manusia. Memanjatkan doa juga berarti bahwa manusia mengakui bahwa segala permintaan dan keinginannya tidak akan terlaksana kecuali dengan persetujuan Tuhan. Secara garis besar, doa dapat disebut sebagai suatu permohonan dan pujian kepada Tuhan yang dilakukan oleh manusia sebagai hambaNya. Berdoa dapat menghindarkan seseorang dari kesombongan dan rasa tinggi hati. Anak yang terbiasa berdoa sejak kecil kelak juga akan tumbuh sebagai anak soleh yang dapat mendoakan orang tuanya. Manfaat lainnya dari berdoa yaitu:

  • Menjalankan ibadah serta menunjukkan bentuk kesetiaan kepada Tuhan yang dianut.
  • Dengan berdoa dapat mencegah bencana.
  • Mempertebal iman seseorang.
  • Mendekatkan diri kepada Tuhan.
  • Doa dapat menjadi benteng untuk perbuatan atau niat buruk
  • Melepaskan emosi terpendam
  • Mengurangi rasa stres mental dan fisik.
  • Membantu untuk mengendalikan diri.
  • Menjauhkan diri dari semua penyakit yang berhubungan dengan stress.
  • Membuat orang menjadi pribadi yang lebih baik
  • Membuat orang bahagia
  • Memudahkan segala urusan
  • Terhindar dari kemurkaan Tuhan serta kealpaan beribadah
  • Mendapatkan jalan keluar untuk pemecahan masalah
  • Menjalani hidup dengan lebih optimis dengan keyakinan bahwa doa akan dikabulkan
  • Menjaga diri dari tindakan yang tidak baik.
  • Menentramkan hati yang gelisah
  • Menjalin hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa

Cara Mengajarkan Anak Berdoa

Mengajarkan anak berdoa berarti melakukan langkah awal untuk mengenalkannya dengan Tuhan. Jika orang tua ingin anak dapat berdoa dengan benar, berikut adalah langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk mengajarkan berdoa kepada anak:

  • Berikan pengertian mengenai pentingnya berdoa dengan bahasa yang dapat dimengerti anak – anak.
  • Tunjukkan sikap tubuh dan suara yang pantas untuk berdoa.
  • Mulailah dari doa singkat lebih dulu seperti berdoa sebelum makan atau sebelum tidur.
  • Bacakan terlebih dulu doa – doa singkat tersebut oer kalimat lalu minta anak untuk mengulanginya
  • Terus ulangi membacakan satu doa sampai anak dapat menghafalnya sendiri
  • Ajarkan juga arti atau makna dari setiap doa tersebut kepada anak
  • Tambahkan doa lain setelah anak dapat mengingat satu macam doa.
  • Jangan memaksa apabila anak tidak mau diajak belajar berdoa, karena dapat membuatnya semakin enggan berdoa.
  • Bantu anak untuk mengingat orang yang ingin dia doakan secara khusus.
  • Buatlah anak memahami bahwa berdoa bisa dilakukan kapan saja dan dalam suasana hati apapun
  • Jelaskan kepada anak bahwa doa yang pantas adalah doa yang mengandung kata – kata baik
  • Ajarkan juga untuk bersyukur dalam doa selain meminta.
  • Sering – sering mengajak anak untuk berdoa sebelum memulai suatu kegiatan.
  • Jika anak sudah dapat membaca, berikan buku tata cara berdoa khusus untuk anak – anak, atau melalui aplikasi doa yang ada di gadget Anda.
  • Ajak anak untuk berdoa bersama – sama sesekali
  • Mengajarkan anak berdoa juga bisa dilakukan melalui berbagai manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak atau cerita keagamaan.

 

Manfaat Belajar Berdoa

 

Tentunya setiap orang tua menginginkan anak memiliki karakter positif agar bisa menjadi orang yang beragama dalam perkembangannya dan menjadi manusia yang berguna. Belajar berdoa tentunya mempunyai segudang manfaat yang dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak kelak. Apa saja manfaat tersebut, simaklah pembahasan berikut ini:

1. Mempelajari Pengendalian Diri

Berdoa membutuhkan saat yang tenang dan waktu khusus untuk dapat berfokus pada apa yang akan diminta kepada Tuhan. Dengan demikian, anak pun akan belajar untuk mengendalikan dirinya karena harus bersikap tenang saat berdoa, tidak boleh tertawa, bermain – main, ataupun sambil berlari – lari. Berdoa juga sekaligus dapat menjadi cara mengajarkan disiplin pada anak dan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua, karena terbiasa mengungkapkan isi hatinya ketika belajar berdoa dengan bimbingan orang tua. Belajar mengendalikan diri juga menjadi cara bijak mengatasi anak yang suka memukul dan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf.

2. Mengasah Kemampuan Berbahasa

Kalimat yang baik dan benar haruslah digunakan saat berdoa, karena itulah anak akan mempelajari cara merangkai kalimat dan kata – kata yang enak didengar melalui kegiatan berdoa. Hal ini sekaligus akan memperkaya koleksi kosa kata anak dan menggunakan kata – kata yang mudah dipahami untuk merangkai doanya. Mungkin juga bahkan dapat menjadi solusi untuk anak terlambat bicara, ciri, penyebab dan cara mengatasinya serta cara jitu mengatasi cadel pada anak dengan sering berlatih bicara saat berdoa.

3. Mengajarkan Empati

Mengajarkan anak berdoa tentunya juga mengajarkan agar anak selalu mendoakan hal – hal yang baik untuk dirinya sendiri serta orang – orang dekatnya. Secara perlahan anak akan mulai dapat mengembangkan rasa empati terhadap keadaan orang lain, dan ini akan membantu dirinya untuk menjadi orang yang lebih peka terhadap lingkungan serta situasi. Mengajarkan empati juga diperlukan sebagai bagian dari cara mendidik anak yang suka membantah dan cara mengatasi anak yang suka mencuri.

4. Membangun Kecerdasan Spiritual

Anak kecil tentu masih mempunyai keterbatasan dalam kemampuan mengenal Tuhan beserta konsep agama, namun memperkenalkan konsep tersebut sejak anak berusia dini sangat diperlukan. Jika sejak dini telah diperkenalkan dengan hal tersebut, paling tidak anak sudah terbiasa dengan konsepnya. Ketahuilah juga mengenai serba serbi perkembangan anak lainnya, seperti anak terlambat bicara, efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak, serta gejala autis pada anak.

5. Mengajarkan Bersyukur

Salah satu tujuan dari berdoa adalah untuk memanjatkan rasa syukur kita sebagai manusia yang telah mendapat banyak karunia dari Tuhan. Dengan belajar berdoa, anak akan terbiasa untuk mengucapkan syukur dan mengetahui apa saja karunia yang telah dia rasakan selama hidupnya. Anda juga dapat mencoba cara mengajarkan anak tentang uang.

6. Mengajarkan Kerendahan Hati

Segala sesuatu yang didapatkan semuanya melalui kerja keras dan imbalannya adalah kemudahan hidup yang kita dapatkan. Kerja keras kita untuk hidup tentunya akan menentukan kondisi kehidupan kita juga, namun manusia tetap harus menyadari bahwa jika Tuhan berkehendak maka rencana manusia bisa bubar begitu saja. Hal itulah yang akan menunjukkan betapa kecilnya kekuasaan manusia bila dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan. Mengajari anak berdoa juga dapat menjadi cara mengenali karakter anak dan cara meningkatkan daya ingat anak karena ia akan terbiasa mengingat bermacam – macam doa.

7. Membuat Anak Percaya Diri

Anda sebagai orang tua tentunya sering ikut bangga dan senang ketika anak melakukan sesuatu yang membanggakan. Begitu pula jika anak telah lancar mengucapkan doanya sendiri. Jika diberi respons positif atau apresiasi atas usahanya berdoa, maka itu akan menjadi suatu hal yang akan mendorong anak termotivasi untuk lebih giat berdoa  dan menjadi cara meningkatkan rasa percaya diri anak .

8. Belajar Menghargai

Segala sesuatu yang dimiliki merupakan karunia yang tidak terhingga. Anda dapat mengajarkan anak untuk menghargai apa saja yang dia miliki, misalnya mainan, kesempatan bersekolah, keluarga, teman – teman dan segala hal yang telah didapatkannya. Dengan berdoa anak akan belajar menghargai apa yang dia miliki baik itu benda ataupun hal – hal yang lebih abstrak.

9. Mempelajari Etika

Secara langsung anak akan mempelajari salah satu bentuk etika saat ia berdoa, sebab adab atau aturan berdoa adalah untuk berdoa dengan sikap tubuh, suara atau intonasi yang baik. Anak juga akan mempelajari nilai – nilai kebaikan dengan berdoa, karena kejujuran dan kerendahan hati sangat diperlukan ketika sedang berdoa kepada Tuhan.

10. Mengenal Tuhan

Konsep mengenai Tuhan tentunya masih sangat abstrak dan sulit dibayangkan oleh anak kecil, akan tetapi jika anak telah dibiasakan untuk berdoa sejak usia dini maka perlahan ia akan mulai dapat menerima konsep tersebut. Dengan berdoa orang tua akan mengajarkan bahwa dunia dan segala isinya ini bisa ada berkat ciptaan Tuhan yang harus disyukuri dan diterima apa adanya.

11. Mengenalkan Kejujuran

Jika kita berdoa tentunya tidak dapat dilakukan dengan berbohong. Tuhan Maha mengetahui jika sebuah doa diucapkan dengan kebohongan, maka bukan saja doa tidak akan dikabulkan, namun juga itu berarti meremehkan kekuasaan Tuhan. Dengan rajin berdoa, anak akan terlatih kejujurannya dan terbiasa mengungkapkan kebenaran dalam setiap ucapannya, dan menjadi cara mengatasi anak yang suka berbohong.

12. Mengenalkan Agama Pada Anak Sejak Dini

Konsep keagamaan sangatlah penting sebagai dasar kehidupan setiap orang, maka dari itu perlu dikenalkan sejak dini. Mengenalkan kebiasaan berdoa kepada anak akan membuat anak menjadi terbuka terhadap konsep keagamaan dan memupuk keimanannya sejak awal, sehingga akan menjadi dasar yang baik bagi jiwa anak.

Tata Cara Berdoa

Agar doa dikabulkan, kita harus mengikuti adab dan tata cara tertentu yang pantas dilakukan ketika sedang memanjatkan doa. Adab – adab mengenai tata cara berdoa yang pantas dan sesuai aturan inilah yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak, yaitu:

  • Mencari waktu yang tepat agar bisa berkonsentrasi dalam berdoa
  • Mengangkat tangan dengan telapak menghadap ke arah atas
  • Pandangan mata diarahkan ke bawah
  • Berdoa dengan suara yang lirih dan perlahan
  • Isi doa tidak dibuat berpanjang – panjang atau dibuat seperti nyanyian atau sajak
  • Berkonsentrasi dan merendahkan hati ketika memanjatkan doa
  • Memantapkan hati agar yakin bahwa doanya pasti dikabulkan
  • Mengulang doa selama belum terkabulkan
  • Tidak tergesa – gesa dalam berdoa.
  • Memohon ampunan kepada Tuhan dan memujiNya sambil berdoa
  • Jangan mendoakan keburukan untuk siapapun, namun berdoalah untuk kebaikan.

Apa Saja Yang Perlu Didoakan?

Dalam tata cara berdoa tentunya ada adab – adab tertentu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, karena berdoa pun harus dengan sikap tubuh yang khidmat. Selain itu, isi doa juga tidak kalah pentingnya. Kita tidak dapat mendoakan hal – hal yang buruk kepada orang lain, melainkan hanya pantas untuk memanjatkan doa yang baik, seperti:

  1. Meminta Perlindungan – Isi doa untuk meminta perlindungan adalah untuk dijauhkan dari hal – hal yang dapat mencelakakan diri kita dan agar selalu diberi perlindungan dari hal yang buruk. Terkadang ketika menyaksikan atau mendengar terjadinya hal yang buruk menimpa orang lain, akan ada ketakutan di dalam diri bahwa kita dapat mengalami hal yang serupa. Memanjatkan doa untuk meminta perlindungan juga dapat dilakukan lebih terperinci tentang suatu peristiwa khusus yang ingin dihindari, dan menjaga keselamatan diri sendiri serta keluarga dan orang lain yang kita kenal.
  2. Berdoa Untuk yang Membutuhkan – Ajarkan kepada anak bahwa kita juga dapat memanjatkan doa kepada orang lain yang sedang mengalami kesusahan untuk membantu mendukung orang tersebut bangkit dari cobaan yang sedang diterimanya. Hal ini sekaligus akan mengajarkan anak untuk memiliki rasa empati dan belas kasih terhadap sesama. Anda dapat mengajarkan kepada anak bahwa kita dapat berdoa untuk membantu orang lain walaupun tidak bisa melakukan sesuatu yang nyata untuk orang tersebut.
  3. Menahan Godaan – Anak juga dapat mempelajari cara menahan dorongan hati yang mengarah kepada perbuatan yang tidak benar atau merugikan dirinya dengan berdoa. Ketika ia berdoa untuk mendapatkan keputusan yang benar, maka doa tersebut bertujuan untuk menemukan kejernihan pikiran untuk memutuskan suatu masalah yang sedang dihadapi. Membiasakan diri anak untuk selalu mendoakan hal yang benar bagi dirinya sendiri sejak kecil akan membuatnya terbiasa meminta bimbingan agama dan Tuhan untuk membuat keputusan yang besar. Berdoa juga akan membantu dalam cara mengatasi rasa takut pada anak.
  4. Mengucapkan Syukur – Berdoa juga dapat menjadi jalan untuk menyatakan rasa terima kasih atas semua karunia dan berkat yang telah kita peroleh dalam hidup. Bersyukur tidak hanya berlaku untuk nikmat besar yang didapatkan, namun juga untuk setiap nikmat sekecil apapun. Dengan demikian anak akan terbiasa untuk mensyukuri segala hal yang dialaminya walaupun hal itu sangat kecil artinya, dan kelak ia dapat menjadi orang yang mudah bersyukur pula, dan selalu merasa cukup akan apa yang diperolehnya.
  5. Mendoakan Keluarga yang Telah Tiada – Berdoa tidak hanya ditujukan untuk orang yang masih hidup saja, namun juga berguna kepada orang – orang yang telah meninggalkan kita terutama keluarga. Kita dapat mengajarkan kepada anak bahwa orang yang sudah tiada pun memerlukan doa yang tulus dari keluarganya agar semua dosanya diampuni dan semua kebaikannya diterima ketika berada di alam kubur.
  6. Berdoa Untuk Mencari Jalan Keluar – Doa adalah hal yang sangat berguna ketika kita sedang dilanda kesusahan, atau ketika kita tidak bisa berpikir dengan jernih untuk mengatasi masalah yang sedang dialami untuk mencari jalan keluarnya. Dengan berdoa kita meminta pertolongan kepada Tuhan agar diberikan pikiran yang terbuka untuk dapat mengatasi masalah dengan baik.
  7. Memohon Ampun Dari Dosa – Kita bisa mengajarkan kepada anak bahwa manusia itu selama hidupnya tidak akan akan lepas dari dosa, karena itu berdoa adalah salah satu bentuk untuk meminta ampunan kepada Tuhan agar menghapus dosa – dosa yang telah dilakukan manusia.

Ketika orang tua mengajarkan anak untuk berdoa, itu artinya bahwa orang tua sedang memberi dasar – dasar ilmu spiritualisme kepada anak, dan hal ini akan menjadi landasan bagi aspek keagamaan anak seumur hidupnya. Doa dan agama merupakan salah satu cara untuk bertahan hidup dengan menjadikan keduanya sebagai pegangan hidup dan panduan hidup seseorang. Memahami konsep doa dan agama juga berarti menyadarkan seseorang atau anak sejak dini bahwa masih ada hal yang lebih besar dan lebih berkuasa daripada diri manusia dalam kehidupannya, karena itulah dia harus menjalani hidupnya dengan baik dan bermanfaat, serta menjadi manusia yang beragama dengan taat.

15 Cara Mengajari Anak Menyikat Gigi dengan Benar

15 Cara Mengajari Anak Menyikat Gigi dengan Benar

Menyikat gigi adalah salah satu kebiasaan sehat yang perlu ditularkan kepada anak sejak usianya yang masih dini agar kebersihan mulutnya selalu terjaga dan terpelihara. Seiring pertambahan usia anak, makanan yang dikonsumsinya pun akan semakin beragam sehingga meningkatkan resiko untuk mengalami kerusakan pada gigi. Misalnya mengonsumsi berbagai makanan manis seperti permen, minuman kemasan, coklat dan sebagainya yang akan membuat gigi mengalami kerusakan seperti keropos, berlubang, sampai bau mulut yang tidak sedap.

Walaupun kelihatannya sederhana, namun bukanlah hal yang mudah untuk menggosok gigi karena membutuhkan teknik tertentu yang ditujukan untuk membersihkan gigi secara menyeluruh. Menyikat gigi merupakan hal yang baru untuk anak, karena itu tanggapan anak terhadap kegiatan baru ini akan berbeda – beda sesuai dengan watak masing – masing anak. Akan tetapi jika dilakukan dengan menyenangkan maka kegiatan ini akan menjadi suatu kebiasaan yang akan mudah diterima dan dikerjakan anak dengan senang hati.

Cara Menyikat Gigi yang Tepat

Perlu diketahui bahwa ketika menyikat gigi kita harus memperhatikan beberapa hal untuk menjamin bahwa prosesnya tuntas dan benar – benar membersihkan gigi.

  • Menyikat gigi haruslah dapat membersihkan semua bagian gigi dan gusi dengan baik, termasuk ruang antar gigi dan pinggiran gusi.
  • Gerakan menyikat gigi jangan sampai merusak jaringan gusi dan mengabrasi lapisan gigi dengan melakukan tekanan yang berlebihan.
  • Menyikat gigi minimal dapat dilakukan dua kali sehari sebelum tidur malam, setelah sarapan atau maksimal tiga kali sehari setelah makan pagi, siang dan sebelum tidur malam.
  • Gosok mulai dari gigi belakang sebelah kanan atau kiri sambil digerakkan ke depan lalu berakhir pada gigi belakang sisi lainnya.
  • Menyikat gigi bisa dengan gerakan vertikal yaitu arah ke atas dan ke bawah dalam kondisi rahang tertutup pada gigi yang menghadap ke pipi bagian dalam, dan menggosok dari arah atas ke bawah dengan kondisi mulut terbuka pada gigi yang menghadap lidah.
  • Melakukan gerakan horizontal yaitu ke depan dan belakang pada sisi gigi yang menghadap pipi bagian dalam dan menghadap lidah.
  • Melakukan gerakan memutar mulai dari arah depan hingga belakang gigi.

Belajar Menyikat Gigi

Sebaiknya mengajarkan sikat gigi kepada anak sejak ia berusia satu tahun agar anak terbiasa untuk melakukannya sendiri. Berikut ini adalah beberapa tips atau cara mengajari anak menyikat gigi:

1. Mulai Sejak Usia Dini

Akan lebih mudah untuk membiasakan anak menyikat gigi jika telah dilakukan sejak usianya masih dini. Anda bahkan bisa memulainya sejak anak belum memiliki gigi, yaitu sejak ia bayi. Banyak tersedia sikat gigi bayi yang lembut di toko perlengkapan bayi agar Anda bisa sesegera mungkin mengajari anak untuk menggosok gigi. Atau menggosok gusi anak dengan menggunakan kain kasa yang dicelupkan ke dalam air hangat setelah anak selesai menyusu atau setelah selesai makan. Anak usia dini biasanya belum dibolehkan untuk menggunakan pasta gigi, hingga ia berusia dua tahun keatas. Untuk ilmu tentang kesehatan anak, ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai yaitu seperti cacar air pada anak, bronkitis akut pada anak, karena itu perlu menerapkan tips memilih dokter anak yang tepat.

2. Berikan Anak Kebebasan Memilih

Kebebasan memilih perlu diterapkan agar anak juga merasa terlibat dan memahami bahwa sikat gigi diperlukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Biarkan anak memilih sendiri pasta gigi dan sikat gigi yang dia sukai, jika perlu ajaklah anak untuk membelinya bersama ke supermarket. Sekarang ini banyak pilihan pasta gigi beragam rasa dan sikat gigi bergambar tokoh – tokoh kartun lucu yang pasti akan disukai anak – anak. Anda hanya perlu memastikan anak memilih sikat gigi dan pasta gigi yang tepat untuk usianya.

3. Jadikan Saat yang Menyenangkan

Usahakan untuk menjadikan pengalaman belajar menggosok gigi bagi anak menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anak balita memang belum dapat menggosok gigi hingga ke garis – garis atau cela diantara gigi dan gusi, namun sebaiknya Anda tidak terlalu mempermasalahkan hal ni. Pengalaman menggosok gigi adalah pengalaman yang sangat baru bagi anak, karena itu biarkanlah mereka menikmati dulu pada awalnya. Menjadikan setiap saat menyenangkan bagi anak juga berlaku pada cara membiasakan anak bangun pagi dan sebagai tips nyaman bepergian dengan si kecil.

4. Membangun Kebiasaan

Hal pertama yang perlu dibiasakan adalah bagaimana membangun budaya sikat gigi yang rutin pada anak – anak. Hal ini berguna untuk membentuk kebiasaan menyikat gigi pada anak. Jika sudah terbiasa, mereka akan langsung menyikat gigi dengan sendirinya ketika sudah tiba waktu menyikat gigi. Setelah anak sudah terbiasa, Anda bisa mulai mengajarkan teknik menggosok gigi yang tepat kepada anak secara bertahap. Teknik menggosok gigi anak akan semakin membaik jika telah sering dipraktekkan.

5. Beri Contoh

Untuk mengajarkan anak cara menyikat gigi yang benar, orang tua perlu mendampingi dan memberi contoh agar anak mudah meniru cara orang tua menyikat gigi. Memberi contoh adalah cara yang paling baik untuk mengajarkan sesuatu kepada anak. Peluang anak untuk mau belajar menyikat gigi lebih besar dengan mencontoh orang tua daripada jika orang tua hanya menyuruh saja tanpa memberi contoh. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui juga mengenai cara mengatasi sakit mata pada anak dan belekan pada anak yang berbahaya.

6. Ajak Anak Menyikat Gigi

Terkadang anak – anak masih bisa bersikap tidak konsisten. Ada kalanya ia lelah, atau sudah mengantuk sehingga menjadi malas untuk sikat gigi. Untuk memotivasi anak, terkadang sangat penting untuk sesekali menemani anak ketika menyikat gigi. Jika perlu, kumpulkan seluruh anggota keluarga dan biasakan untuk menyikat gigi bersama – sama. Atau jika tidak maka cukup dengan ayah dan ibu saja.

7. Jelaskan Akibatnya

Agar anak mau belajar menyikat gigi, ia harus memahami apa yang akan terjadi jika giginya tidak disikat. Orang tua dapat mengajarkan dengan menggunakan kata – kata yang mendidik mengenai akibatnya tidak menggosok gigi, yaitu gigi akan menjadi sakit atau menyebabkan bau mulut. Hindari mengancam atau menakut – nakuti anak agar ia mau sikat gigi, karena hal tersebut tidak akan menjadi efektif.

8. Sesuaikan Usia Anak

Anak yang baru berusia dua tahun pada umumnya belum memiliki keterampilan motorik yang baik pada mulutnya untuk berkumur dan meludah dengan benar. maka dari itu seharusnya belum dipaksakan untuk menggunakan pasta gigi. Walaupun telah banyak pasta gigi yang diklaim aman untuk anak batita, namun tetap saja faktanya pasta gigi tersebut mengandung bahan kimia yang tidak akan bagus efeknya apabila terlalu sering ditelan oleh anak. Gunakan saja dikat gigi dan air hangat untuk berkumur dua kali sehari.

9. Bila Anak Menolak, Cari Tahu Penyebabnya

Ada kalanya anak akan menolak ketika hendak diajak untuk mulai belajar menyikat gigi, atau sesekali ia akan terlihat enggan untuk menyikat giginya sendiri. Anda perlu mencari tahu penyebabnya jika anak menunjukkan sikap seperti ini. Bisa jadi anak mengalami sakit gigi akibat gigi bolong atau sikat gigi yang digunakan kurang nyaman untuk giginya.

10.Tentukan Waktu Menggosok Gigi 

Para ahli mengatakan bahwa waktu menyikat gigi yang ideal adalah selama dua menit. Anak kecil tentunya belum dapat mengukur seberapa lama tepatnya dua menit tersebut, oleh karena itu mereka memerlukan bantuan dari Anda untuk memberi tahu kapan tepatnya mereka bisa selesai menyikat gigi. Anda juga bisa memutarkan lagu yang berdurasi dua menit agar anak terbiasa menyikat gigi sendiri.

11. Jangan Permasalahkan Teknik

Tentu saja seorang anak tidak akan dapat langsung menguasai teknik menggosok gigi. Untuk permulaan, jangan sampai Anda mempermasalahkan teknik anak yang masih canggung atau tidak benar, belum dapat membersihkan gigi hingga ke sela – sela dengan tuntas. Terpenting pada saat ini adalah kemauannya untuk belajar. Apabila Anda terlalu meributkan kekurangan anak, bisa jadi ia akan kehilangan kemauan untuk belajar menyikat gigi.

12. Ajarkan Menyikat Lidah

Tidak hanya gigi, lidah pun perlu dibersihkan. Tetapi membersihkan lidah tidak perlu sesering menggosok gigi. Sisa – sisa makanan atau susu yang mungkin masih menempel di lidah akan bisa lenyap dengan menggosok lidah. Anda dapat mengajarkan kepada si balita untuk menyikat lidahnya sesekali dengan menyikat permukaan lidah secara perlahan selagi menyikat giginya. Lidah juga merupakan komponen yang penting untuk kemampuan bicara anak. Kasus anak terlambat bicara ciri penyebab dan cara mengatasinya bisa jadi berasal dari anatomi mulut, dan kerap kali orang tua juga perlu mencari cara mengatasi cadel pada anak yang juga bisa disebabkan karena anatomi lidah anak.

13. Evaluasi

Semakin lama anak belajar menyikat gigi maka ia akan semakin pandai melakukannya. Namun Anda juga perlu mengawasi anak untuk mengetahui sejauh mana kemajuannya dalam menyikat gigi. Agar anak tidak merasa terlalu dipaksa atau dituntut, Anda dapat berkompromi. Misalnya, membiarkan anak menyikat giginya pada pagi hari dan malam harinya didampingi oleh Anda. Menyikat gigi pada waktu yang sama setiap harinya juga merupakan salah satu cara mengajarkan disiplin pada anak.

14. Berikan Pujian

Pujian merupakan alat pemberi motivasi yang efektif untuk anak agar ia tetap bersemangat dengan kegiatannya. Agar semangat anak untuk belajar menyikat gigi tidak surut, Anda perlu memberikan apresiasi dengan memuji kemampuannya menyikat gigi sendiri dengan tuntas. Untuk masalah penyakit dan tumbuh kembang anak, ketahuilah bagaimana gambaran tetanus pada anak, autis pada anak, gejala kolik pada anak dan gejala sinusitis pada anak.

15. Ciptakan Permainan

Agar anak tertarik untuk mulai belajar menyikat gigi, Anda bisa mengenalkan konsepnya dengan mengajaknya bermain dulu. Contohnya, berpura – pura menyikat gigi dengan boneka atau bermain peran sebagai dokter gigi dan pasiennya dengan anak. Atau Anda juga bisa menunjukkan film anak – anak yang sedang menggosok gigi, kartun, buku atau video tentang menyikat gigi. Namun waspadalah pada efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak dan ciri serta penyebab mata minus pada anak yang dapat saja terjadi jika terlalu banyak menggunakan gadget.

Manfaat Menyikat Gigi Untuk Anak

Supaya anak menyadari pentingnya menyikat gigi, orang tua juga harus mengetahui dengan detil tentang manfaat menyikat gigi dengan benar dan teratur, lalu dapat memberi penjelasan yang memuaskan kepada anak.

  • Sikat Gigi Mencegah Gigi Berlubang – Dengan sikat gigi secara teratur pada malam hari dan pagi hari setelah sarapan, maka akan mengurangi resiko penumpukan plak dalam rongga mulut dan dengan demikian mencegah resiko gigi berlubang, yang kita ketahui sangat mengganggu apabila belum diobati dengan benar.
  • Sikat Gigi Menyegarkan Nafas – Kotoran yang tertinggal di dalam rongga mulut biasanya menjadi penyebab nafas kurang sedap, walaupun masih banyak penyebab nafas kurang sedap lainnya. Akan tetapi paling tidak dengan kebiasaan menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, akan menghilangkan kotoran di rongga mulut dan menyegarkan nafas.
  • Menghilangkan Kuman – Ketika kita tidur kuman di dalam mulut tetap beraktivitas, justru meningkat dua kali lipat. Sedangkan air liur yang mengandung bahan pembasmi kuman justru berkurang karena tidak ada aktivitas pada mulut. Karena itulah kegiatan menyikat gigi menjadi penting untuk mengurangi kuman dalam rongga mulut.
  • Mengurangi Resiko Penyakit Gigi – Aktivitas kuman yang tinggi dalam rongga mulut saat kita tidur akan beresiko menimbulkan penyakit karies gigi atau peradangan pada gusi, misalnya karena konsumsi makanan atau minuman manis sebelumnya. Bila rajin menyikat gigi sejak kecil maka resiko tersebut bisa diminimalkan.
  • Melatih Gerakan Refleks dan Motorik Anak – Anak akan belajar menggosok gusinya dengan tangan dan sikat gigi. Gerakan ini akan merangsang otak untuk terlatih melakukan gerakan refleks yang dapat membentuk gerak terkendali. Misalnya, mengendalikan tangan untuk memasukkan benda ke mulut.
  • Merangsang Sistem Pendengaran Anak – Menurut beberapa ahli, gerakan menyikat gigi yang akan membuat otot rahang bawah bergerak akan merangsang sistem pendengaran anak dengan baik karena kontraksi otot – otot tersebut.
  • Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak – Memiliki gigi yang terawat baik akan membuat anak merasa percaya diri dan lebih mudah untuk bergaul dengan lingkungan sekitarnya atau teman sebayanya. Anak akan mudah tersenyum dan juga keterampilan sosialnya bisa meningkat karena menemukan cara meningkatkan rasa percaya diri anak dengan gigi yang bagus.

Cara Memilih Sikat Gigi Anak

Walaupun Anda akan menyerahkan pemilihan sikat gigi kepada anak, namun bukan berarti Anda akan lepas tangan membiarkan anak memilih sembarang sikat gigi, bukan? Karena itu, ada beberapa hal yang dapat dijadikan panduan untuk memilih sikat gigi anak yang tepat:

  1. Bahan yang Aman – Sikat gigi merupakan barang yang akan dimasukkan ke dalam mulut, karenanya haruslah terbuat dari bahan yang aman untuk manusia. Contohnya, tidak mengandung BPA, bentuknya mudah ditekuk, mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan alergi bagi anak.
  2. Ukuran yang Cocok – Sikat gigi anak yang cocok seharusnya juga sesuai dengan tangan anak sehingga anak Anda nyaman memegangnya. Ukuran kepala sikat yang sesuai untuk anak – anak adalah sekitar 1,5 cm.
  3. Bentuknya – Bentuk kepala sikat gigi anak seharusnya bulat dan kecil untuk memudahkan Anda atau anak menyikat gigi dan gusi hingga ke bagian yang dalam dan sulit. Bentuk ini juga akan menghindari kemungkinan si kecil tersedak ketika sedang menyikat gigi akibat bentuk sikat yang terlalu besar. Bahaya anak tersedak adalah sebab anak kecil tidak dapat menggunakan sikat gigi untuk orang dewasa.
  4. Bulu Sikat  – Pilihlah bulu sikat yang lembut karena gusi serta gigi anak masih lembut dan sangat sensitif, penting agar tidak melukai gusinya dengan bulu sikat yang kasar. Bila perlu sebelum digunakan rendam terlebih dulu dengan air panas selama beberapa saat. Jika masih kasar, jangan berikan kepada anak, gantilah dengan yang halus.
  5. Gagang Kokoh – Pegangan yang mantap dibutuhkan ketika Anda atau anak sedang memegang sikat gigi tersebut agar tangan tidak tergelincir dan menyebabkan gusi anak terluka. Carilah sikat gigi yang mempunyai bentuk pegangan yang cocok untuk tangan anak dengan lekukan yang tepat untuk menampung buku – buku jari pada tempat yang tepat juga.
  6. Desain Menarik – Tidak hanya bentuknya, namun sikat gigi anak juga harus mempunyai desain dan warna yang menarik khas anak – anak. Gunanya tentu agar anak – anak menjadi semakin tertarik dan bersemangar menyikat gigi dengan alat bergambar tokoh kesukaannya.

Tidak hanya perlu memperhatikan bentuk sikat gigi anak, namun tidak kalah pentingnya Anda dapat memperhatikan kandungan dalam pasta gigi anak. Kandungan fluoride yang direkomendasikan untuk anak adalah 25 mg bagi anak di bawah 3 tahun, sedangkan 5mg untuk anak berusia antara 3 hingga 6 tahun. Menelan fluoride terlalu banyak bisa menyebabkan fluorosisi, yaitu munculnya noda putih pada gigi dewasa anak. Itulah sebabnya ada anjuran bahwa anak yang belum bisa berkumur dan meludahkan air dari mulut agar tidak diberi pasta gigi lebih dulu.

Anak Kidal – Fakta dan Keunikkannya

Anak Kidal – Fakta dan Keunikkannya

Kebanyakan orang melakukan kegiatan sehari-hari dengan tangan kanan secara otomatis. Gerakan dengan tangan kanan ini dilakukan sejak seseorang lahir, bahkan tanpa berpikir terlebih dulu. Hal ini tidak memerlukan banyak penyesuaian, hanya perlu latihan untuk memperkuat motorik agar tangan terbiasa melakukan berbagai macam gerakan.

Namun, ada juga orang yang tangan kirinya lebih dominan alias kidal. Di dunia barat, orang yang kidal merupakan hal yang biasa. Tetapi di Indonesia yang masih menganut budaya ketimuran, semua hal yang dianggap sopan harus dilakukan dengan tangan kanan. Sedangkan menggunakan tangan kiri dianggap sebagai gerakan yang kurang sopan.

Karakteristik otak anak yang kidal

Kidal berhubungan erat dengan perkembangan otak. Kemampuan anak menggunakan tangannya sangat berkaitan dengan fungsi otak. Otak besar kita terdiri dari dua bagian yaitu kiri dan kanan. Otak kanan berfungsi mengatur bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan otak kiri bertugas mengatur bagian otak sebelah kanan. Pada anak kidal, fungsi otak kanannya lebih dominan daripada otak kiri, dan mengalami perkembangan yang lebih baik. Otak kiri berfungsi sebagai pengatur kemampuan berbahasa, bicara, menulis, dan segala hal yang berkaitan dengan tata bahasa. Sementara otak kanan fungsinya sebagai pengatur kemampuan kreativitas dan persepsi, pengenalan dimensi ruang, situasi, kewaspadaan, dan konsentrasi.

Tanda jika anak kidal

Kidal merupakan sesuatu yang didapatkan melalui keturunan. Anak yang kidal dapat kita kenali sejak kecil. Hal ini dapat kita kenali dari tingkah laku anak yang aktif. Semakin mudah mengenali anak kidal dari seberapa aktif tangannya bereksplorasi. Segera setelah anak mengembangkan kemampuan motoriknya, anak akan menunjukkan tangan mana yang dominan. Sekitar usia 2 sampai 3 tahun paling tidak akan terlihat bila anak kidal, dan akan semakin jelas ketika usianya mencapai 5 tahun.

Menentukan anak kidal atau tidak

Sebelum menarik kesimpulan apakah si kecil termasuk orang yang bertangan kidal atau bukan, sebaiknya Anda usahakan bersikap tenang agar dapat bersikap obyektif. Tidak semua anak yang kerap menggunakan tangan kirinya adalah anak yang kidal. Kebanyakan batita dan balita akan tampak menggunakan tangan kanan dan kirinya secara bergantian ketika sedang beraktivitas sehari – harinya. Namun pada akhirnya sang anak memang akan memilih tangan mana yang dirasakan lebih nyaman untuk beraktivitas, dan Anda bisa melihat dengan jelas apakah ia kidal atau tidak. Tanda – tanda yang harus diperhatikan adalah:

  • Tangan mana yang digunakan ketika ia akan mengambil suatu benda
  • Tangan mana yang digunakan ketika akan makan
  • Tangan yang dipakai untuk menggosok gigi
  • Tangan yang dipakai untuk menyisir rambut
  • Tangan yang dipakai untuk mengaduk. Perhatikan arah adukannya, anak kidal biasanya akan mengaduk berlawanan dengan arah jarum jam.
  • Perhatikan dari arah mana anak mulai menggambar atau menulis. Jika ia kidal, anak akan mulai dari arah kanan.
  • Ketika diminta berdiri di atas satu kaki, perhatikan apakah ia lebih suka berdiri di atas kaki kiri.

Tantangan dengan anak kidal

Ketika Anda sudah mengetahui bahwa si kecil kidal, itu pertanda bahwa Anda harus lebih kreatif dalam mendidik dan mendukungnya. Menjadi orang bertangan kidal bukanlah sesuatu yang buruk atau negatif, akan tetapi dunia memang lebih mudah bagi orang yang bertangan kanan. Sebagian besar barang atau benda dibuat untuk orang yang bertangan kanan. Ada beberapa barang yang tidak bisa digunakan oleh orang bertangan kiri, misalnya gunting. Juga beragam tantangan lain seperti mengikat tali sepatu, pengaturan tenpat duduk, mengancingkan pakaian, dan membaca, sebab si kidal akan membaca dari kiri ke kanan.

Refleks anak kidal

Bertangan kidal artinya refleks tangan kiri lebih baik daripada tangan kanan. Anak yang kidal akan merasakan kecenderungan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan tangan kiri. Karena sering digunakan dengan kecenderungan tangan kiri maka otot – otot nya juga lebih kuat, sehingga tangan kananlah yang menjadi tangan yang lebih lemah refleksnya.

Fakta – fakta tentang orang kidal

Berikut ini ada beberapa fakta tentang kidal yang perlu diketahuiterutama oleh para orang tua dan keluarga anak yang kidal agar dapat lebih memahami sang anak:

  1. Kidal dapat terjadi karena faktor keturunan. Pada tahun 2007 seorang peneliti bernama Clyde Francks menemukan bahwa seseorang yang kidal dapat didukung oleh faktor keturunan. Ketika melakukan studi terhadap penderita disleksia, ia menemukan gen yang berkaitan dengan kelainan kesimetrisan otak. Gen ini diturunkan dari pihak ayah. Namun bukan berarti hal ini menyatakan bahwa kidal adalah suatu kelainan otak.
  2. Kidal bukan selalu bawaan lahir. Sekitar 10% lebih orang di dunia adalah orang yang kidal. Artinya mungkin saja diantara setiap satu dari sepuluh orang mungkin saja lahir dengan bawaan kidal. Namun kidal tidak hanya terjadi karena bawaan lahir saja, tapi juga bisa karena tangan kanan tidak bisa melakukan fungsinya dengan benar, misalnya ada kelemahan otot yang membuat tangan kanan tidak bisa berfungsi dengan semestinya.
  3. Anak kidal membutuhkan peralatan khusus. Seperti telah disebutkan di atas, anak yang kidal memerlukan beberapa benda khusus yang bisa digunakannya dalam keseharian. Pada benda – benda tertentu, anak kidal tidak bisa menggunakan benda yang dibuat untuk orang bertangan kanan. Begitu juga ketika anak melakukan aktivitas, diperlukan teknik yang berbeda dari orang bertangan kanan.
  4. Orang kidal lebih pemalu. Pada tes perilaku yang dilakukan di Skotlandia menunjukkan bahwa orang kidal lebih pemalu. Rata – rata menyatakan bahwa mereka lebih takut membuat kesalahan dan menerima kritikan. Karena itu pula mereka biasanya bersikap lebih ragu – ragu.
  5. Orang kidal lebih sensitif. Ditemukan juga bahwa beberapa orang yang kidal memiliki ketidakseimbangan ketika memproses emosi di bagian otak kanan dan kiri mereka. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh pemakaian tangan kiri dan kanan . Bisa jadi ini menjadi penyebab orang kidal yang mudah bad mood dan labil, sehingga orang yang kidal terkesan lebih sensitif daripada orang lainnya.
  6. Orang yang kidal lebih artistik. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa orang kidal lebih berbakat dalam bidang seni. Sebuah survei yang melibatkan lebih dari dua ribu orang kidal menunjukkan bahwa hasilnya sebagian besar orang kidal lebih berbakat dalam seni dan bidang artistik.
  7. Ada hari spesial bagi orang kidal. Komunitas orang kidal yang bernama Left Handler’s Club di Inggris mulai memperingati hari orang kidal sejak tahun 1900. Sejak itu setiap tanggal 13 Agustus diperingati sebagai hari untuk orang kidal.
  8. Orang kidal ber IQ tinggi. Otak orang yang kidal lebih terstruktur sehingga kerap memiliki kemampuan intelektual di atas rata – rata dalam berbagai bidang. Mensa, organisasi yang beranggotakan para pemilik IQ tertinggi di dunia menyatakan setidaknya 20 % dari anggotanya adalah para pengguna tangan kiri.
  9. Punya resiko gangguan mental lebih tinggi. Schizophrenia adalah salah satu bentuk gangguan mental yang diartikan sebagai gangguan biokimia komplek yang membuat seseorang sulit membedakan kenyataan dengankhaan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa walaupun orang kidal hanya menempati sejumlah 10% dari populasi, sebanyak 40% orang yang menderita skizoprenia adalah orang kidal. Penelitian lainnya lagi menyatakan bahwa satu gen tertentu dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menjadi kidal namun sekaligus juga mengalami skizoprenia. Daripada orang bertangan kanan, orang kidal lebih beresiko mengalaminya atau juga mengalami gangguan bipolar.
  10. Anak kidal berpikir secara berbeda. Sisi otak sebelah kiri yang mengontrol sisi tubuh bagian kanan termasuk tangan kanan mengatur kemampuan bicara, bahasa, logika, matematika dan sains. Sedangkan sisi otak kanan yang mengontrol bagian tubuh sebelah kiri temasuk tangan kiri, mengatur kemampuan bermusik, seni, persepsi, dan emosi. Sisi otak kanan mengatur pemikiran abstrak dan imajinasi, sedangkan sisi kiri berpikir secara logis. Fungsi otak anak yang bertangan kanan biasanya cenderung kaku. Sisi kanan hanya mengatur bahasa dan logika, sedangkan sisi kiri hanya mengatur emosi dan persepsi. Namun otak anak kidal biasanya lebih fleksibel.

Keuntungan dari Menjadi Kidal

Kidal bukanlah suatu cacat atau kerugian besar bagi seseorang, hal itu hanya menunjukkan bahwa otaknya bekerja dengan cara yang berbeda. Bahkan ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari menjadi seorang yang kidal, diantaranya:

  • Anak yang kidal lebih kreatif dan memiliki peluang besar untuk mengembangkan bakatnya di dunia seni. Namun, banyak juga orang kidal yang frustasi dan menyerah karena keterbatasan sarana yang cocok bagi mereka. Karena itu, untuk menjamin keberhasilan mereka dalam bidang seni diperlukan peralatan yang tepat.
  • Dalam dunia olah raga dimana kedua lawan harus saling berhadapan, pitcher baseball yang bertangan kiri selalu dicari, begitu juga dengan pemain tenis, petinju, pemain anggar, dan banyak lagi. Hal ini disebabkan tak lain karena lawannya yang bertangan kanan akan mengalami kesulitan saat menyesuaikan diri dengan lawan bertangan kiri.
  • Mata orang yang kidal lebih mudah menyesuaikan dari pandangan ketika berada di bawah air.
  • Orang bertangan kiri tercatat lebih mudah lulus tes mengemudi.
  • Orang kidal bisa mengetik sekitar 3400 kata pada keyboard QWERTY standar, dibandingkan dengan orang bertangan kanan yang hanya bisa mengetik 450 kata saja.
  • Memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik adalah juga salah satu kelebihan orang bertangan kiri. Mereka bisa dengan cepat memproses informasi yang didapatkannya.
  • Orang yang bertangan kiri juga lebih baik dalam melakukan multi tasking, karena terbiasa berpikir cepat untuk mengatasi tantangan yang mereka hadapi di dunia orang bertangan kanan.

Cara Mengatasi Anak Kidal

Orang tua dapat membantu anak yang kidal untuk tetap mengembangkan potensi dirinya seperti anak lainnya yang bertangan kanan, sehingga anak dapat mandiri dan tidak merasaa tersisih dalam kehidupan sosisal atau pergaulannya.

1. Jangan memaksa

Beberapa anggapan menyatakan bahwa jika anak terlihat lebih cenderung menggunakan tangan kiri, maka ia harus dilaatih untuk menggunakan tangan kanannya. Hal itu bisa jadi benar namun dalam melatih tangan kanan anak diperlukan kesabaran. Orang tua tidak bisa memaksa anak untuk mempelajari gerakan tubuh atau tangan sebelah kanan, karena secara alamiah anak bergerak dengan tangan kiri. Itu berarti perlu waktu yang panjang dan usaha yang telaten untuk melatih tangan kanan anak.

2. Latih tangan anak

Ketika berhubungan dengan aspek sosial, sebaiknya orang tua melatih tangan anak yang sebelah kanan agar terbiasa. terkadang, tangan kanan dianggap lebih baik untuk digunakan. Misalnya untuk berjabat tangan, memberikan sesuatu kepada orang lain, atau menerima pemberian orang lain. Anak yang kidal pasti akan merasa canggung untuk menggunakan benda yang dibuat untuk orang bertangan kanan. Karena itulah sebaiknya tangan kanan anak juga dilatih agar ia dapat menggunakan kedua tangannya dengan leluasa dan menyeimbangkan antara aktivitas otak kanan serta otak kirinya.

3. Gunakan trik

Mendidik anak yang kidal tidak bisa menggunakan metode yang terlalu kaku. Orang tua harus pandai berimprovisasi agar ia tidak merasa semakin rendah diri dan sensitif karena merasa dirinya berbeda dengan teman – temannya yang lain. Sesuaikan cara pendekatan orang tua terhadap anak yang kidal dengan karakter anak, sehingga orang tua juga dapat mengetahui celah yang bisa digunakan untuk dapat berkomunikasi dan memahami karakter anak.

4. Bekerja sama dengan sekolah anak

Sebagai orang tua dari anak yang kidal, sangat penting untuk menjalin kerjasama atau hubungan yang baik dengan sekolah anak. Usahakan agar semua pihak yang bertanggung jawab terhadap anak saat ia berada di sekolah mengetahui kondisi anak dan bisa memberi dukungan kepada anak yang kidal dengan cara yang sepatutnya. Orang tua terutama harus menyampaikan kondisi ini kepada guru yang mengajar anak sehari – hari. Pentingnya menemukan sekolah dan guru yang tepat juga harus diperhatikan oleh orang tua. Jangan memaksakan anak untuk bersekolah di tempat yang tidak dapat memahami dirinya.

5. Puji anak ketika dia berhasil

Melebihi anak lainnya, pujian sangat berpengaruh kepada anak yang kidal. Ketika anak kerap kali merasa tidak percaya diri karena berbeda dengan anak lainnya, sebuah pujian yang diberikan karena ia telah melakukan suatu keberhasilan akan meningkatkan rasa percaya dirinya dengan sangat efektif.

6. Bersabarlah

Anak yang kidal terkadang dianggap kurang sopan karena ia sering lupa menggunakan tangan kanannya untuk kegiatan yang membutuhkan tata krama seperti makan, bersalaman, atau memberikan barang kepada orang lain. Sebaiknya orang tua tidak langsung menegur atau memarahi anak karena ia lupa menggunakan tangan kanannya, sebab hal itu akan menghambat aktivitas otak kanannya. Ketika anak kidal banyak melakukan aktivitas dengan tangan kirinya, banyak orang yang akan menganggapnya kurang sopan. Orang tua biasanya akan bereaksi dengan memberikan teguran keras, memarahi, bahkan tidak jarang membentaknya karena merasa malu dengan periaku anak. Yang terpenting harus diingat bahwa anak tidak melakukan semua itu dengan sengaja, akan tetapi karena hal itu dikendalikan oleh otaknya.

Masalah yang Sering Dialami Anak Kidal

Dalam dunia yang dihuni oleh mayoritas orang bertangan kanan, seorang anak yang kidal tentu menjadi minoritas. Masalah yang dihadapi orang kidal biasanya berkisar tentang masalah teknis, seperti :

  • Sulit menggunakan komputer jika menggunakan mouse yang khusus dibuat oleh orang yang bertangan kanan, karena fungsi mouse dengan kebiasaan tangan akan tertukar.
  • Peralatan olahraga yang dibuat untuk orang bertangan kanan sehingga menyulitkan mereka untuk mahir dalam olahraga.
  • Alat tulis yang tidak sesuai yang mempengaruhi kemampuan menulis mereka, sehingga hasil tulisan seringkali menjadi kotor atau berantakan.
  • Sulit mempelajari alat musik yang tidak dibuat khusus untuk pemakaian tangan kiri.
  • Terhambat kreativitasnya dalam seni melukis juga karena peralatan yang tidak sesuai.
  • Penataan meja makan yang khusus dibuat untuk orang bertangan kanan ketika sedang berada di restoran yang menyajikan fine dining.
  • Mengalami ejekan dan sikap yang merendahkan dari orang lain yang tidak mengerti kondisi anak yang bertangan kiri.
  • Menggunting memakai gunting biasa juga akan menjadi kesulitan bagi anak yang bertangan kiri dan akan berakibat kepada hasil guntingan tidak rapi dan banyak kertas yang terbuang.
  • Menjadi objek keingintahuan dan keheranan orang lain yang tidak begitu sensitif dengan kondisi mereka yang bertangan kiri.
  • Makan bersama juga dapat menjadi kesulitan tersendiri karena siku orang yang kidal biasanya akan berbenturan dengan orang yang makan menggunakan tangan kanan, kecuali jika orang kidal ditempatkan di ujung meja sehingga ia bisa makan dengan nyaman.

Diatas semua hal yang perlu Anda lakukan bagi anak yang kidal, hal yang terutama harus dilakukan adalah memberikan dukungan kepadanya. Sekarang ini telah banyak benda – benda yang dibuat khusus untuk orang yang kidal, jadi dengan benda – benda tersebut akan memudahkan anak untuk melakukan berbagai aktivitasnya sehari – hari.

Artikel lainnya
  • anak tersedak penyebab bahaya dan cara mengatasinya
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • gejala hipertensi pada anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • cara mengatasi cegukan pada bayi
  • ciri ciri anak hiperaktif
  • gejala diabetes pada anak
  • jenis makanan yang berbahaya untuk anak
  • cara mengatasi bayi yang mudah terkejut ketika tidur
  • tanda tanda anak kurang gizi

Mungkin benda – benda khusus tersebut masih sulit ditemukan di negara kita, karena itu juga sangat penting untuk membiasakan anak menggunakan kedua tangannya agar hidupnya lebih mudah. Selain itu, usahakanlah untuk tidak selalu mengkhawatirkan kondisi anak. Kidal bukanlah suatu situasi yang buruk, namun anak akan dapat mengatasinya dengan dukungan dan kasih sayang orang tua.

5 Bahaya Anak Terjatuh Terlentang – Penyebab, Penanganan dan Pencegahan

5 Bahaya Anak Terjatuh Terlentang – Penyebab, Penanganan dan Pencegahan

Memiliki anak yang aktif adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi orangtua. Dengan aktifnya anak bergerak, kadangkala orangtua juga merasa was-was dengan bahaya anak terjatuh atau terluka. anak dapat terjatuh atau terluka pada saat bermain, atau bayi terjatuh saat mulai belajar berjalan, terjatuh dari gendongan dan sebagainya.

Terjatuh adalah hal yang wajar terjadi pada anak-anak, terutama pada batita yang masih belajar berjalan. Selain pada batita yang belajar berjalan, biasanya anak juga akan terjatuh ketika mereka bermain atau berlari-lari. Namun yang berbahaya ketika anak terjatuh dengan posisi terlentang.

Penyebab Anak Terjatuh

Banyak faktor atau penyebab yang membuat anak terjatuh, entah hal tersebut terjadi secara sengaja ataupun tak disengaja. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Anak Tersandung – Saat anak-anak bermain, ada baiknya kita menyingkirkan barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. letakkan barang tersebut di tempat yang tidak dapat dijangkau anak -anak, di gudang misalnya. Menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai untuk menghindari anak tersandung ketika bermain saat mereka berlari ataupun berjalan.
  2. Jatuh dari Tangga – Jika memiliki anak tangga dirumah, maka orangtua perlu memperhatikan keamanan anak. Yang dapat orangtua lakukan adalah pertama berikan pintu pada tangga agar anak tidak bisa melewati atau turun naik tangga sendiri. Dengan memberikan pintu tangga, maka anak akan lebih aman dan terhindar dari kemungkinan jatuh dari tangga. Karena hal ini dapat menyebabkan berbagai risiko seperti gegar otak, kelumpuhan dan bahkan kematian pada anak.
  3. Tempat Tidur Terlalu Tinggi – Dalam memilih tempat tidur anak, pertimbangkan beberapa hal untuk keamanan anak. Apalagi jika memilih tempat tidur bertingkat, resiko terjatuh lebih besar karena turun naik ke tempat tidur lebih sering anak lakukan.
  4. Lantai Licin – Ketika lantai sedang di pel, pastikan anak berada di tempat yang aman dan tidak sedang berjalan, bermain atau berlari di area tersebut. pada lantai licin, saat terpeleset jatuh dengan posisi terlentang sangatlah mungkin. hal ini sangat berbahayakarena dapat mengakibatkan anak mengalami gegar otak atau patah tulang.
  5. Terpeleset Sandal – Memilih sandal yang tepat untuk anak juga penting. Pilihlah sandal dengan sol yang sesuai dengan ukuran kaki anak. Sandal yang aman atau memiliki bahan anti selip walaupun digunakan di tempat yang basah. Orangtua seringkali membeli sepatu atau sandal yang ukurannya lebih besar dari ukuran kaki anak agar awet dan tidak sering membeli sandal. Sebaiknya lebih mengutamakan kenyamanan dan keselamatan anak. Karena jika kita memberikan anak sandal yang lebih besar dari ukuran kakinya, anak bisa terpeleset atau tersandung dalam beberapa posisi. Seperti lutut yang terjatuh duluan, muka yang terjatuh ke bawah dan bahkan jatuh dengan posisi terlentang.
  6. Susah Menjangkau Mainan – Masa anak-anak memang indentik dengan masa dimana aktivitas mereka dihabiskan untuk bermain. Hal inilah yang membuat orang tua lebih sering membelikan anak mainan baru. Tentu setiap anak memiliki mainan kesayangan, yang selalu mereka gunakan ketika bermain. Banyaknya mainan terkadang membuat orangtua lebih suka meletakkannya di atas meja, lemari atau tempat yang lainnya. Namun harus diingat, jika ingin menyimpan mainan anak, sebaiknya ditempat yang mudah di jangkau oleh mereka. karena meletakkan mainan pada tempat yang sulit di jangkau anak, seperti di atas meja akan membuat anak kesulitan untuk menjangkaunya. Mungkin saja mereka akan berpikir untuk memanjat dengan kursi atau yang lainnya, dan ini berbahaya bagi anak. Mereka dapat terpeleset dan jatuh terlentang saat akan mengambil mainan tersebut. Oleh sebab itu sebaiknya menyiapkan box mainan agar anak mudah menyimpan, meletakkan atau mengambil mainannya.
  7. Anak Memanjat Kursi – Anak-anak seringkali mencoba untuk menirukan orang dewasa di sekitar mereka. Seperti duduk di kursi atau naik ke tempat tidur. Jika tempat tersebut tidak tinggi mungkin tidak bermasalah untuk anak-anak. namun jika tempat tersebut tinggi dan anak-anak memanjat untuk menaikinya, tentu saja resiko terjatuh akan dialami oleh anak. Karena itu orangtua perlu ekstra mengawasi apa yang anak lakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  8. Lantai Kamar Mandi Licin – Kasus kematian akibat terpeleset di kamar mandi adalah yang paling sering terjadi. Membersihkan dan menyikat lantai kamar mandi agar tidak licin sudah pasti harus dilakukan. Jika anak terpeleset di kamar mandi, akibatnya sangat fatal sekali seperti gegar otak, patah tulang, kejang, dan bahkan kematian. Oleh sebab itu selalu perhatikan lantai kamar mandi agar tidak licin, sehingga anak tidak terpeleset.
  9. Jatuh dari Sepeda – Bermain sepeda adalah hal yang sangat disukai anak-anak. Dalam bermain sepeda, anak-anak perlu pengawasan orang dewasa. karena bisa sajahal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
  10. Bertengkar dengan Teman – Sekarang ini, tayangan di televisi seringkali mempertontonkan hal yang tidak seharusnya dilihat anak-anak. Atau permainan games di ipad, handphone, komputer dan lainnya. Seperti acara boxing, perkelahian atau kekerasan yang lainnya, karena anak akan meniru gaya atau tingkah laku tersebut ketika bertengkar dengan teman atau saudaranya.

Penyebab Bayi Terjatuh

Bukan saja anak-anak yang sudah aktif berjalan, berlarian dan melompat yang memiliki resiko terjatuh, namun bayi mungil pun memiliki resiko yang sama. Bahkan saat tidur pun bayi bisa terjatuh, jika bayi tersebut sudah bisa berguling. Selain itu ada beberapa hal lainnya yang menjadi penyebab bayi terjatuh, yaitu :

  • Belajar membalikkan badan – Pada tahap bayi sudah dapat membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan kiri, maka saat ini bayi sudah harus penjagaan ektra dari orangtua. Jika di letakkan di tempat tidur tanpa ada pembatas mungkin saja bayi terjatuh, karena bayi sudah mampu bergerak ke sana kemari. Sebagai pengamanan ada baiknya meletakkan kasur di bawah ranjang atau meletakkan bayi di kasur bawah (tanpa ranjang).
  • Belajar Berdiri – Pada bayi dalam masa belajar berdiri, sering kali mereka terjatuh dan bangun lagi. Hal ini wajar karena anak terus mencoba untuk menyeimbangkan berat badannya. Tidak meninggalkan bayi sendiri tentunya pilihan yang baik untuk orangtua. Atau mengalasi lantai dengan kasur tipis, matras atau media lainnya yang relatif aman untuk si kecil. Sehingga jika si kecil terbentur atau terjatuh tidak berakibat fatal.
  • Belajar Berjalan – Setelah melewati tahap belajar berdiri, anak pastinya akan mencoba untuk belajar berjalan. Pastikan anak berjalan di tempat yang aman dan tidak licin, jauhkan benda-benda yang bisa mengganggu proses berjalan anak.
Sebagai orangtua memberikan keamanan dan kenyamanan untuk anak sangatlah penting untuk mengatisipasi resiko-resiko yang tidak diharapkan dan mereka bisa menjalani aktivitasnya dengan ceria.

Bahaya Anak Jatuh Dengan Posisi Terlentang

Dari segala posisi saat anak terjatuh, pada saat anak jatuh terlentanglah yang paling berbahaya, karena posisi terjatuh ini berhubungan dengan otak anak. Beberapa hal yang dapat terjadi pada anak ketika anak jatuh terlentang adalah :

  1. Gegar Otak

Pada saat anak terjatuh dengan bagian kepala belakangnya membentur lantai, bisa saja anak mengalami gegar otak. Dalam masa pertumbuhan bayi dan anak, hal ini dapat menghambat fungsi kognitif anak, mengakibatkan gangguan syaraf bahkan dapat mengalami amnesia.

  1. Patah Tulang

Terjatuh dari tempat tinggi atau tertimpa suatu benda/barang juga dapat mengakibatkan tulang anak patah. Jika terjadi pada tulang belakang anak sangat berbahaya. Selain menganggu pertumbuhan tulang juga dapat mengakibatkan kelainan pada struktur tulang anak.

  1. Pendarahan Bagian Dalam Tubuh

Terjatuh juga dapat membuat organ-organ dalam tubuh anak mengalami pendarahan. Bukan hanya pendarahan akibat luka di kulit atau tubuh bagian luar, pendarahan atau luka didalam tubuh juga dapat terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, jika anak terjatuh dan orangtua menemukan hal-hal yang tidak semestinya atau perilaku anak tidak seperti biasanya, ada baiknya orangtua segera membawa anak ke rumah sakit untuk memeriksakannya lebih lanjut.

  1. Syaraf Terjepit

Kejadian syarat terjepit bukan hanya di derita oleh orangtua saja, anak-anak pun dapat mengalaminya apabila anak terjatuh dengan posisi punggung membentur lantai. Selain dapat mengakibatkan keseleo pada tulang, retak, mengganggu struktur tulangnya, dapat juga mengakibatkan kelumpuhan pada saraf. Banyak hal yang dapat terjadi pada kondisi anak terjatuh, maka dari itu waspadalah terhadap segala aktivitas anak Anda. Terutama anak-anak yang masih belum mengerti apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak.

  1. Kematian

Hal terburuk dan paling fatal yang tidak diharapkan semua orangtua adalah resiko kematian. Karena itu, orangtua diharapkan tidak lalai menjaga anak-anaknya dalam setiap kesempatan.

Yang Harus diLakukan jika Anak Jatuh Terlentang

  • Perhatikan posisi ketika anak jatuh
  • Perhatikan bagian tubuh anak manakah yang terbentur
  • Jika anak jatuh dari ketinggian, perkirakan berapa meter tingginya
  • Perhatikan reaksi anak saat terjatuh
  • Carilah apakah ada bagian tubuh anak yang memar atau benjol ( kepala, paha, lengan dan punggung ).
  • Jika ada bagian yang memar atau benjol berikan minyak tawon, minyak Sumbawa atau minyak kelapa, cara ini dilakukan untuk mengurangi memar pada bagian tubuh anak.
  • Jika menemukan benjol dan memar berlebihan hingga berdarah, bawalah ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan observasi medis.
  • Jika anak masih bayi, coba gerakkan tangan , kaki dan lihatlah kepala anak ke kanan, ke kiri.
  • Jika setelah jatuh anak merasa pusing bawalah ia ke dokter.
  • Jika setelah jatuh anak mual dan muntah bawalah anak ke rumah sakit .
  • Jika anak lebih diam setelah jatuh, bawalah anak ke dokter atau rumah sakit sesegara mungkin.
  • Catatlah urutan kejadian terjatuhnya anak jika dirasa perlu.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menangani anak terjatuh. Lakukan observasi sederhana di rumah, catatlah apa saja yang di alami anak dan dikeluhkan anak. Jika tiba-tiba menemukan anak terjatuh, tanpa melihat bagaimana kejadiannya, berikut beberapa tips yang bisa orangtua lakukan :

  • Perhatikan posisi anak saat menemukannya dalam keadaan jatuh
  • Perhatikan tingkat kesadaran anak, perhatikan apakah anak menangis atau tidak.
  • Jika menemukan anak hanya diam saja, sebaiknya segera bawa ke dokter atau rumah sakit.
  • Jika menemukan anak jatuh dalam keadaan terlentang, sebaiknya segera lakukan observasi dasar.
  • Gerakkan kaki dan tangan anak ( hal ini untuk mengetahui bagian mana yang sakit dan jika anak merasa sakit berlebihan, sebaiknya bawalah anak ke dokter)
  • Jika menemukan anak dalam keadaan tidak sadar, cepat bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan tim medis untuk meminimalisir kemungkinan terburuk yaitu kematian.

Cara Menghindari Anak Jatuh Terlentang

  1. Letakkan barang yang tidak terlalu penting digudang.
  2. Pilihlah tempat tidur yang nyaman dan aman untuk anak, terutama pada bayi.
  3. Berikan pintu pada tangga, agar anak tidak naik turun tangga dan terpeleset.
  4. Letakkan mainan anak dalam box khusus tempat mainannya, agar anak mudah menjangkau mainannya.
  5. Bersihkan kamar mandi, dan sikat lantai kamar mandi secara teratur.
  6. Jangan biarkan anak main di dalam kamar mandi.
  7. Jika keluar dari kamar mandi biasakan mengeringkan telapak kaki dengan keset, dan jangan lupa ajarkan anak untuk berkeset ketika keluar dari kamar mandi.
  8. Jika lantai sedang di pel, sebaiknya jangan perbolehkan anak berjalan.
  9. Ajarkan anak cara duduk atau naik ke tempat tidur dengan benar.
  10. Berikan anak sandal yang sesuai dengan ukuran kakinya, dan pilihlah sandal anti selip untuk anak
Artikel Lainnya
  • cara mengatasi anak kidal
  • anak tersedak
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • gejala hipertensi pada anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • cara mengatasi cegukan pada bayi
  • ciri ciri anak hiperaktif
  • gejala diabetes pada anak
  • jenis makanan yang berbahaya untuk anak
  • cara mengatasi bayi yang mudah terkejut ketika tidur

Walaupun orangtua sudah melakukan pencegahan, pengawasan dan penjagaan semaksimal mungkin, tetap ada kemungkinan bayi atau anak terjatuh. Jika sudah terjadi, lakukan observasi untuk mencegah hal-hal buruk yang lebih fatal.

Autis pada Anak – Ciri, Gejala dan Cara Mengobatinya

Autis pada Anak – Ciri, Gejala dan Cara Mengobatinya

Autisme berhubungan dengan perilaku saraf yang kompleks mencakup gangguan interaksi sosial, perkembangan bahasa mental, dan juga kemampuan berkomunikasi yang ditunjukkan melalui tingkah laku yang kaku dan berulang – ulang. Autisme tidak hanya berupa satu bidang saja, saat ini kajian tentang autisme disebut Autism Spectrum Disorder (ASD) karena bidangnya sangat luas, mencakup banyak gejala yang berhubungan dengan gangguan terhadap kemampuan seseorang.

Pada umumnya anak autis akan bisa dideteksi gejalanya pada usia awal sebelum mencapai tiga tahun. Beberapa anak telah memperlihatkan tandanya sejak lahir. Lainnya tampak berkembang dengan normal pada awalnya, namun tiba – tiba menunjukkan gejala pada usia 18 – 36 bulan. Anak dengan autisme memiliki kesulitan berkomunikasi, termasuk kesulitan untuk mengerti bagaimana cara orang lain berpikir dan bagaimana perasaan orang lain. Mereka sangat sulit mengekspresikan diri dengan kata – kata, gestur, ekspresi wajah atau sentuhan.

Autism Spectrum Disorder (ASD)

Beberapa sindrom lain yang juga merupakan bentuk autisme yang berbeda – beda yang termasuk kedalam spektrum ASD adalah:

1. Sindrom Asperger

Jenis spektrum autisme ini terlihat normal dan biasa seperti anak lain pada umumnya, dan sering disebutkan sebagai Hing Functioning Autism alias penderita autisme yang dapat berfungsi tinggi dalam kehidupan sehari – harinya. Anak yang memiliki sindrom Asperger juga memiliki inteligensi baik, berbeda dengan anak autis lainnya yang kebanyakan memiliki IQ rendah walaupun tidak mengalami retardasi mental. Anak – anak dengan asperger juga tidak memiliki masalah dengan perkembangan bahasanya.

Akan tetapi, anak – anak dengan sindrom asperger juga memiliki masalah dengan interaksi sosial, dan hal ini terlihat dari kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial, juga memiliki keterbatasan aktifitas dan perilaku. Selain itu, ada juga kesulitan dalam berkomunikasi non verbal, kontak mata yang tidak terlihat secara normal, sering menampakkan ekspresi wajah yang datar, dan jarang dapat berkomunikasi dengan teman sebayanya. Juga ada kecenderungan untuk membicarakan satu topik yang sangat menarik minatnya berulang – ulang.

2. Pervasive Developmental Disorder, not otherwise specified (PDD NOS)

Ini adalah istilah yang merujuk pada Atypical Autism, yaitu ketika seorang anak tidak menunjukkan gejala spektrum autisme yang spesifik seperti asperger, autis, rett syndrom, atau CDD. PDD Nos adalah diagnosa yang diberikan kepada seorang anak yang tidak memenuhi kriteria diagnostik keempat hal tersebut. Intensitas gangguan yang dialami anak – anak berbeda, ada yang hanya mengalami gangguan sosial saja, dan ada yang hanya mengalami gangguan belajar saja. Istilah ini diberikan jika anak menunjukkan beberapa gejala autistik namun tidak mengalami keseluruhan gejala untuk bisa didiagnosa sebagai golongan spektrum autistik lainnya.

3. Sindrom Autis

Istilah ini telah dikenal sejak lama, dan merupakan jenis gangguan yang lebih menyeluruh daripada sindrom Asperger ataupun PDD NOS. Dalam tipe ini, berbagai gangguan dan hambatan yang ada pada Asperger juga PDD NOS akan terlihat namun dalam tingkat yang lebih intensif.

4. Childhood Disintegrative Disorder (CDD)

Gangguan ini dikenal dengan istilah Infantile Autisme, adalah yang paling langka dan berat di antara spektrum autisme lainnya. Pada istilah ini menggambarkan anak yang tumbuh secara normal, lalu dengan cepat mulai kehilangan kemampuan mental, sosial dan bahasa, biasanya terjadi antara usia dua sampai empat tahun, selain itu anak – anak ini juga mulai menunjukkan kelainan seperti kejang.

Dulu para ahli masih menambahkan satu lagi istilah ke dalam spektrum autis yaitu Sindrom Rett , karena banyaknya ciri – ciri atau gejala yang menunjukkan kesamaan dengan autisme. Hanya saja, sindrom Rett berbeda dalam hal bahwa selain kehilangan kemampuan untuk melakukan berbagai kemampuan yang telah dimiliki, hal itu dibarengi pula dengan kehilangan kemampuan untuk menggunakan tangan, perkembangan yang menjadi melambat dan juga ada kecenderungan degeneratif sehingga pada akhirnya diketahui bahwa penyebab sindrom Rett sebagian besarnya adalah masalah genetis. Sindrom ini banyak terjadi pada anak perempuan daripada anak laki – laki.

Gejala Anak Autis

Penting bagi orang tua untuk dapat mengenal apa saja ciri atau gejala yang dapat menunjukkan tanda – tanda autis pada anak. Gejala dan ciri datri autisme bisa terlihat dari beberapa hal yang lebih rinci, seperti berikut ini:

1. Gejala yang menyangkut interaksi dan komunikasi dalam bersosialisasi:

Tampak ada gangguan pada interaksi sosial dan kemampuan berkomunikasi yang meliputi kepekaan anak terhadap lingkungan sosial dan juga masalah dalam penggunaan bahasa verbal dan non verbal.

  • Anak mengalami perkemnbangan bicara yang lamban atau tidak  bisa bicara sama sekali.
  • Tidak peka terhadap perasaan orang lain dan tidak pernah mengungkapkan emosi.
  • Mempunyai kemampuan pendengaran normal, namun tidak merespon saat namanya dipanggil.
  • Tidak mau dipeluk atau bermanja – manja dengan orang tua atau keluarga dekat lainnya.
  • Menghindari kontak mata, minim kontak mata atau tidak mau melakukan kontak mata sama sekali.
  • Jarang menggunakan bahasa tubuh untuk mengungkapkan maksudnya.
  • Jarang berekspresi saat berkomunikasi.
  • Kalau berbicara, menggunakan nada yang datar seperti robot.
  • Hanya mau bicara saat meminta sesuatu, tidak mau bicara atau meneruskan obrolan.
  • Sering mengulang kata – kata atau frasa favoritnya walaupun tidak mengerti makna dari perkataan tersebut secara tepat.
  • Anak tidak memahami interaksi sosial yang umum, misalnya cara menyapa seseorang.
  • Terlihat cenderung tidak memahami petunjuk sederhana atau instruksi sederhana.

2. Gejala dari Pola Perilaku

Kategori ini berupa hal yang meliputi keterbatasan pola pikir, perilaku, minat yang juga berupa pengulangan.

  • Anak terlihat memiliki kelainan dalam pola gerakan, misalnya selalu berjalan dengan berjinjit.
  • Anak tidak menyukai perubahan, ia lebih suka melakukan rutinitas yang telah dikenalnya.
  • Tidak bisa diam.
  • Anak sering melakukan gerakan repetitif atau berulang, misalnya mengayunkan tubuh ke depan dan ke belakang berulang – ulang.
  • Cara bermainnya kurang imajinatif, misalnya ketika menyusun balok hanya berdasarkan ukuran dan warna, tidak berdasarkan pada mencoba berbagai bentuk yang berbeda.
  • Pemilih terhadap makanan, misalkan ia hanya mau makan berdasarkan tekstur atau warna makanan yang disukainya.
  • Sering terpaku pada kegiatan tertentu dengan fokus yang terlalu intens dan berlebihan.
  • Sensitif terhadap cahaya, suara, dan sentuhan, tetapi kurang responsif terhadap rasa sakit.

Pada anak dengan autisme, umumnya juga terkena pengaruh atau menunjukkan gejala sindrom lain, seperti gangguan hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD), sindrom Tourette (mengalami kedutan berulang di area tubuh tertentu), gangguan obsesif kompulsif (OCD), depresi, mengalami gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan belajar, gangguan sensorik, dan gangguan bipolar.

Ciri Umum Anak Autis

Selain gejala diatas, ada beberapa ciri umum yang biasanya terlihat pada seorang anak dengan autisme. Ciri umum yang biasa terlihat pada anak dengan autisme tersebut adalah:

  1. Ada gangguan dalam kemampuan sosial – Anak dengan autisme akan berinteraksi secara berbeda dengan orang lain secara sosial. Bila gejalanya ringan, ciri – ciri yang tampak biasanya berupa kecanggungan ketika berhadapan dengan orang lain, sering mengeluarkan komentar yang menyinggung, tampak tidak nyaman dan terasing saat bersama orang lain. Tidak tertarik pada permainan bersama, berbagi dan bermain secara bergantian, dan tidak melakukan kontak mata.
  2. Sulit Berempati – Memahami perasaan orang lain adalah hal yang sulit bagi anak autis sehingga sulit juga untuk merasakan empati terhadap orang lain, termasuk mengenali bahasa tubuh atau intonasi suara. Anak lebih banyak membicarakan dirinya sendiri dan melakukan komunikasi satu arah. Kelak, kemampuan untuk berempati ini dapat dilatih sehingga anak bisa belajar untuk mengembangkan hal tersebut terhadap orang lain.
  3. Tidak Menyukai Kontak Fisik – Ketika anak lain senang disentuh dan dipeluk sebagai ungkapan kasih sayang, anak dengan autisme tidak. Mereka justru cenderung menghindari bentuk apapun yang berupa kontak fisik. Akan tetapi gejala ini tidak berlaku pada semua anak dengan autisme, karena masih ada sebagian anak yang senang melakkan kontak fisik dengan orang yang dekat dengannya.
  4. Sensitif – Anak dengan autisme tidak menyukai suara keras, beberapa aroma tertentu, dan cahaya terang. Juga perubahan suhu yang mendadak, karena mereka merasa terganggu. Bagi anak dengan autisme, semua hal itu menandakan perubahan yang mendadak yang tidak mereka sukai. Pada beberapa anak, mereka lebih menyukai jika diberi tahu terlebih dulu mengenai apa yang akan terjadi karena bisa mempersiapkan diri.
  5. Gangguan Bicara – Ciri autisme berikutnya juga bisa terlihat pada kemampuan bicara anak. Sekitar 40% dari anak yang mengalami autisme tidak dapat berbicara sama sekali atau hanya dapat menyebutkan beberapa kata saja. Lainnya bisa mengucapkan beberapa patah kata pada usia dua belas sampai delapan belas bulan, namun setelah itu mengalami stagnasi dalam kemampuan bicaranya. Sisanya baru bisa berbicara saat usianya sudah agak besar, dan semuanya berbicara dengan intonasi yang datar dan formal, juga menunjukkan echolalia yaitu suka mengulang kata atau frasa tertentu.
  6. Tindakan Berulang – Kepastian adalah sesuatu hal yang disukai anak autis sehingga mereka sangat menikmati untuk melakukan hal yang sama terus menerus. Perubahan pada rutinitas sehari – hari akan sangat mengganggu bagi anak autis.Ttindakan berulang yang mereka sukai bisa bervariasi. Hal ini disebut dengan stimulating activities atau stimming, dan biasanya menjadi obsesi bagi sang anak.
  7. Ketidak seimbangan perkembangan anak – Pada anak  – anak biasanya proses perkembangan berjalan dengan seimbang antara satu aspek dengan aspek lainnya. Namun pada anak autis biasanya ia akan menunjukkan perkembangan yang pesat di satu sisi dan hambatan perkembangan di sisi lain. Misal, perkembangan bicara terhambat sementara perkembangan motorik sangat pesat.

Penyebab Autisme

Sayangnya pada saat ini penyebab autisme masih belum dapat diketahui secara pasti, namun ada dugaan mengenai beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu gangguan ini pada anak, yaitu:

  • Jenis Kelamin – Diketahui bahwa pada anak laki – laki, resiko autisme meningkat sebanyak empat kali lebih tinggi dibandingkan anak perempuan.
  • Faktor Keturunan – Jika sebelumnya pernah memiliki anak dengan autisme atau kerabat yang mengidap autisme, ada resiko anak akan memiliki gangguan autisme yang sama. Resiko tersebut sebesar 1-20 kali lebih besar.
  • Resiko Kehamilan – Jika pada kehamilan janin terpapar sesuatu seperti obat – obatan, minuman alkohol, terutama jika ibu menderita epilepsi dan mengonsumsi obat, anak bisa terlahir dengan autisme. Jenis obat yang dapat meningkatkan resiko autisme adalah valproic acid, yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan mood dan bipolar disorder, dan juga thalidomide yang biasa digunakan untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan.
  • Gangguan lainnya – Yaitu jika anak juga mengalami sindrom down, distrofi otot, neurofibromatosis, sindrom Tourette, Cerebral Palsy.
  • Kelahiran Prematur – Anak yang lahir prematur khususnya pada masa kehamilan 26 minggu atau kurang, juga memiliki resiko mengalami autisme.
  • Usia Orangtua – Resiko anak menderita autisme semakin besar jika usia orang tua juga semakin tinggi ketika mempunyai anak. Walaupun belum diketahui hubungan pastinya, beberapa peneliti menduga hal ini ada kaitannya dengan mutasi genetika.
  • Perkembangan Otak Anak – Kelainan pada perkembangan otak anak yaitu pada area cerebral korteks dan cerebellum yang mengatur konsentrasi, pergerakan dan pengaturan mood, serta ketidakseimbangan neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin di otak.

Ada sejumlah dugaan yang belum terbukti kebenarannya mengenai beberapa penyebab autisme pada anak, seperti diet atau asupan makanan dan minuman, keracunan merkuri, perubahan saluran pencernaan, vitamin dan mineral yang tidak mampu dikelola tubuh dengan benar, dan akibat vaksinasi.

Mendiagnosa Autisme

Untuk mendiagnosa autisme, biasanya dilihat dari gejala yang ditunjukkan oleh anak dan melibatkan banyak ahli seperti psikiater anak, psikolog anak, ahli saraf anak, dokter spesialis anak, dan ahli terapi wicara. Mereka akan melakukan beberapa observasi secara mendalam kepada anak, yang bisa berlangsung dalam beberapa tahap. Karena otak manusia mempunyai susunan yang sangat rumit, sangat sulit memastikan penyebabnya dengan tepat. Tidak ada langkah pemeriksaan yang spesifik untuk mendiagnosa autisme secara akurat, namun ada beberapa jenis pemeriksaan yang mungkin dianjurkan:

  • Pemeriksaan fisik – Yang diperiksa dalam tahap ini bukan hanya fisik anak, melainkan juga anggota keluarga dengan meneliti riwayat kesehatan serta ciri fisik lainnya untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain.
  • Perkembangan kemampuan –  Para ahli biasanya akan memantau perkembangan kemampuan anak dengan mengikuti sejumlah kegiatan agar aktivitas dan kemampuannya dapat diamati serta diperiksa secara seksama. Yang akan diperiksa biasanya meliputi kemampuan bicara, perilaku, pola pikir dan interaksi anak dengan orang lain.

Walaupun demikian, pemeriksaan ini belum tentu mampu menjamin hasil yang akurat dan pasti. Jika para ahli tidak dapat menemukan diagnosa yang tepat, ada kemungkinan anak akan dianjurkan untuk kembali diperiksa saat gejalanya makin terlihat atau jika sudah lebih besar.

Terapi Autis

Tidak ada obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan autisme, karena kelainan ini tergolong tidak dapat disembuhkan. Namun yang bisa dilakukan untuk anak dengan autisme adalah terapi untuk memperbaiki perilaku yang dirancang untuk memperbaiki gejala spesifik dan meningkatkan perkembangan anak secara signifikan. Tujuannya agar anak – anak dengan autisme kelak bisa menjalani kehidupan sehari – hari dengan mandiri. Terapi yang biasa dilakukan adalah:

  • Terapi perilaku dan komunikasi, diperlukan agar penderita autisme dapat berkomunikasi dengan lebih mudah. Salah satu terapi perilaku yang sering dilakukan adalah Cognitive Behavioral Therapy atau terapi perilaku kognitif.
  • Terapi keluarga, hal ini diperlukan agar orang tua atau keluarga dekat lainnya bisa mengetahui cara berkomunikasi yang tepat dengan penyandang autis. Terapi keluarga juga dapat menjadi jalan untuk masalah lain, misalnya menjadi cara mengatasi anak yang suka mencuri, cara mengatasi anak yang suka berbohong, dan cara efektif mengatasi trauma pada anak.
  • Terapi psikologi, terapi ini dilakukan apabila anak dengan autisme juga menunjukkan gejala penyakit kejiwaan seperti depresi, gangguan kecemasan dan lainnya.
  • Obat – obatan, yang walaupun tidak bisa menyembuhkan gejala autisme namun perlu diberikan dalam beberapa situasi tertentu seperti antidepresan untuk gangguan kecemasan, SSRI atau penghambat pelepasan selektif serotonin untuk depresi, melatonin untuk gangguan tidur, anti psikotik untuk perilaku yang agresif dan membahayakan, obat untuk gangguan pencernaan, terapi untuk menghilangkan logam berat dari dalam tubuh.

Pantangan Makanan Bagi Anak dengan Autisme

Walaupun masih ada pro dan kontra mengenai pantangan untuk anak autis, namun dalam beberapa kasus ada menunjukkan perbaikan bagi anak yang menjalani diet tertentu. Anak dengan autisme disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung gluten dan kasein, keduanya adalah jenis makanan yang berbahaya untuk anak dengan autisme. Gluten yaitu protein dari gandum, dan kasein adalah protein dari susu. Dengan menjalani diet bebas gluten dan kasein serta memberikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak diyakini dapat memperbaiki gangguan pencernaan pada anak dan juga mengurangi gejala yang timbul.

Jika Anda termasuk orang tua yang sedang cemas karena menemukan perkembangan yang tidak biasa mengenai si kecil, sebaiknya tidak terburu – buru untuk menarik kesimpulan sendiri atau memberi label pada anak sesuai pengetahuan Anda saja. Yang terbaik memang  segera usahakan untuk berkonsultasi dengan ahlinya. Namun sebelum itu, lakukan riset lebih dulu mengenai kondisi anak dan terapis atau ahli mana yang mempunyai rekomendasi baik dan yang bisa membuat orang tua serta anak merasa nyaman pada sesi konsultasi kelak.

7 Gejala Kolik Pada Anak dan Cara Pencegahannya

7 Gejala Kolik Pada Anak dan Cara Pencegahannya

Tangis bayi menjadi hal yang lazim terdengar ketika suatu keluarga baru menyambut kehadiran seorang anak. Ketika Anda menjadi orang tua baru, mengasuh seorang bayi yang terus menerus rewel dan gelisah adalah suatu tantangan, bahkan hal yang tidak jarang menimbulkan stres karena bertanya – tanya bagaimana cara menenangkan si kecil. Seperti lazimnya bayi baru lahir, kebanyakan anak akan mengungkapkan perasaannya melalui tangisan.

Hal itu tentunya disebabkan karena si kecil masih belum dapat mengungkapkan perasaannya dalam bentuk kata – kata. Maka memang ada sebagian bayi yang akan banyak mengekspresikan dirinya melalui tangisan. Namun begitu, tidak semua tangis bayi bisa dianggap normal. Orang tua harus mulai waspada apabila si bayi selalu menangis tanpa henti selama berjam – jam dan sangat sulit untuk ditenangkan, karena bisa jadi hal itu menunjukkan bahwa ada sesuatu hal yang salah. Banyak hal yang bisa membuat bayi atau anak gelisah, salah satunya bisa jadi ia sedang mengalami kolik.

Apa Itu Kolik?

Sampai sekarang, apa yang menyebabkan kolik sebenarnya masih menjadi sebuah misteri. Kolik sering tidak dianggap sebagai suatu gangguan kesehatan, karena itu sering tidak terdiagnosis. Bagi beberapa bayi, sekitar 15-25% dari mereka akan menangis lebih banyak daripada bayi lainnya. Bayi – bayi ini biasanya tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit, lapar, mengompol, buang air besar, kepanasan atau kedinginan. Beberapa ahli menyebut kondisi seperti ini sebagai kolik, yang membuat kolik lebih kepada suatu observasi perilaku, bukan sebagai diagnosa suatu penyakit.

Faktanya, tangisan sudah menjadi bagian dari pengasuhan seorang bayi. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok mengenai apa yang membedakan kolik dengan tangisan biasa, namun pada sebagian besar kasus, tanda anak yang kolik dapat dengan mudah dilihat sehingga Anda akan tahu apakah si kecil hanya sedang protes atau memang sedang mengalami kolik. Pada anak yang kolik, ia akan sulit ditenangkan, tangisannya lama kelamaan semakin keras bahkan berubah menjadi jeritan, dan berlangsung selama beberapa jam, berhari – hari,dan beberapa minggu.

Kapan Anak Menderita Kolik

Karena hal diatas tersebut, maka definisi tentang kolik seringkali subjektif. Namun para dokter anak telah menentukan setidaknya tiga hal mendasar untuk menandai apakah seorang anak mengalami kolik atau tidak, yaitu :

  • Rutinitas menangis dimulai sejak anak berusia setidaknya tiga minggu, biasanya pada sore hari, walaupun sebenarnya tangisan bisa dimulai kapan saja.
  • Menangis selama tiga jam lebih dalam sehari non stop.
  • Menangis selama lebih dari tiga hari seminggu, lebih dari tiga minggu berturut – turut.
  • Kondisi ini akan memuncak selama 6-8 minggu, dan mereda dalam 3-4 bulan usia anak.

Penyebab Kolik Pada Anak

Apa sebenarnya penyebab kolik pada seorang anak, mengapa sebagian anak mengalaminya dan anak lain tidak, atau mengapa sebagian anak lebih rentan terhadap kolik daripada yang lain masih belum dapat ditentukan dengan pasti. Sebagian ahli menyatakan bahwa kolik adalah salah satu tahap yang harus dilalui sebagian anak dalam perkembangannya. Banyak ahli mengatakan penyebab kolik adalah gangguan pencernaan, alergi, intoleransi laktosa, dan lainnya.  Pada bayi yang kolik banyak ditemukan gas di dalam perutnya, namun juga dapat dikatakan bahwa gas tersebut terjadi akibat bayi menelan udara selama menangis berjam – jam. Beberapa teori menyatakan penyebab kolik yaitu:

1. Indera yang terstimulasi berlebihan

Bayi baru lahir mempunyai semacam mekanisme untuk mengacuhkan suara dan lingkungan sekitar mereka agar bisa tidur dan makan tanpa terganggu. Akan tetapi ketika usia anak hampir mendekati bulan pertamanya, kemampuan ini menghilang. Menyebabkan anak lebih sensitif terhadap stimulasi dari sekelilingnya. Dengan semua stimulasi yang dialami, beberapa anak akan menjadi kewalahan dan melampiaskan stressnya dengan tangisan di penghujung hari. Kolik berhenti apabila anak telah belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan menyaring stimulasi dari sekitarnya.

2. Pencernaan yang belum sempurna

Mencerna makanan adalah suatu tugas besar untuk sistem pencernaan bayi yang  baru berkembang. Makanan bisa saja lewat terlalu cepat dan tidak tercerna sepenuhnya, sehingga menghasilkan sakit perut karena gas di dalam saluran pencernaan.

3. Asam lambung yang naik

Para peneliti telah menemukan bahwa penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease) pada anak – anak bayi terkadang bisa menjadi pemicu kolik. GERD merupakan hasil dari organ yang belum berkembang sepenuhnya yaitu otot yang menahan asam lambung dari membalik ke arah kerongkongan dan mulut, yang dapat mengiritasi esofagus. Gejalanya termasuk sering meludah, sulit makan, dan anak sangat terganggu, lekas marah sebelum dan sesudah makan. Kabar baiknya, sebagian besar anak telah melewati GERD pada usia sebelum satu tahun.

4. Alergi Makanan atau Sensitifitas

Beberapa ahli juga menyatakan bahwa kolik terjadi sebagai hasil dari alergi terhadap protein susu atau intoleransi laktosa pada anak yang mengkonsumsi susu formula. Adapun yang lebih jarang, kolik merupakan kondisi reaksi dari makanan yang dimakan ibu yang menyusui bayi. Yang manapun, semuanya dapat menyebabkan sakit perut yang berujung pada kolik, Anda perlu mengenali berbagai jenis makanan yang berbahaya untuk anak.

5. Paparan Asap Rokok

Beberapa penelitian menyatakan bahwa ibu yang merokok selama atau setelah kehamilan lebih mungkin memiliki bayi yang kolik, perokok pasif juga dapat menjadi penyebabnya. Walaupun demikian, belum jelas mengapa asap rokok dapat menyebabkan kolik pada bayi.

6. Ketidakseimbangan Kimia Otak

Ada pula teori yang menyatakan bahwa kolik terjadi sebagai hasil dari ketidakseimbangan  dari senyawa kimia di otak, yaitu serotonin dan melatonin. Bayi yang mengalami kolik mungkin saja memiliki kadar serotonin lebih yang membuat otot – otot usus berkontraksi. Hal ini akan memuncak pada sore hari, karena pada saat itulah kadar serotonin sedang meninggi. Ketidak seimbangan ini akan mereda ketika tubuh bayi mulai dapat memproduksi melatonin, yang dapat menenangkan otot – otot pencernaan. Ketika berada di dalam kandungan, anak mendapatkan melatonin yang cukup dari ibu namun tingkat melatonin menurun setelah kelahiran sampai bayi mulai mamproduksinya sendiri saat usia 3 atau 4 bulan, waktu yang sama dimana serangan kolik mulai mereda.

Gejala Kolik Pada Anak

Pada umumnya anak yang sedang mengalami kolik akan menunjukkan berbagai gejala seperti berikut:

  • Ada demam yang dialami anak
  • Anak muntah dan terlihat kesakitan
  • Bayi yang menjerit dan menangis tanpa sebab
  • Bayi atau anak menangis berlebihan setiap selesai minum susu, waktu bangun tidur, dan di malam hari.
  • Wajah kemerahan, kaki diangkat dan dientak – entakkan saat menangis.
  • Anak yang sudah bisa bicara akan mengatakan bahwa perutnya sakit.
  • Adanya peningkatan aktivitas usus, perut anak kembung atau sering meludah.

Tanda yang Harus Diwaspadai

Kolik bisa saja membuat kondisi anak menurun dan memerlukan pertolongan medis segera. Anda dapat membawa anak ke dokter apabila:

  • Tubuh anak terkulai saat diangkat.
  • Suara tangisannya lama kelamaan menjadi tinggi.
  • Muntah dengan cairan berwarna hijau.
  • Buang air kecil dalam volume yang jauh lebih sedikit dari biasanya.
  • Demam mencapai 38 derajat pada anak berusia di bawah tiga bulan, atau 39  derajat pada anak yang berusia diatas tiga bulan.
  • Ada darah dalam feses nya.
  • Kurang mengonsumsi cairan
  • Terjadi kejang
  • Beberapa bagian kulit anak terlihat pucat atau membiru warnanya.
  • Ubun – ubun anak tampak menonjol.
  • Anak mengalami kesulitan pernapasan.

Menenangkan Anak yang Kolik

Anda mungkin akan merasa sangat lelah dan kewalahan untuk menghentikan tangisan anak ketika ia mengalami kolik. Walaupun sikap tenang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, beberapa tips berikut ini dapat membantu Anda untuk menangani anak yang sedang kolik. Cara yang digunakan untuk menenangkan anak yang sedang mengalami kolik biasanya berbeda – beda untuk setiap anak, karena penyebabnya pun sulit untuk diketahui dengan pasti. Namun Anda bisa melakukan beberapa hal ini secara umum untuk menenangkan anak ketika ia kolik :

  1. Memijat perutnya dengan lembut, tanpa tekanan. Ini bisa juga menjadi cara mengatasi sakit perut pada anak.
  2. Gendong anak ketika menangis, menggunakan gendongan kain atau bahan yang lembut dan selimuti.
  3. Cobalah untuk memandikan atau menyeka anak di dalam air hangat.
  4. Jangan memindah – mindahkan si kecil ke satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan karena akan membuatnya semakin kencang menangis.
  5. Tempatkan anak di ruangan yang sejuk, redup dan sunyi.
  6. Membawa anak berjalan – jalan dalam gendongan, dalam kursi goyang atau dengan mobil yang memiliki goyangan lembut untuk membuatnya tenang .
  7. Bersenandung atau membujuknya dengan suara – suara lembut.
  8. Jangan mengguncang bayi walaupun ia tidak bisa berhenti menangis sama sekali, karena itu sangat berbahaya. Efeknya bisa sama dengan bahaya benturan pada kepala bayi dan anak.
  9. Ketika bayi menangis, segeralah menanggapi dengan datang ke sisinya. Tangisan bukan hanya berupa protes bayi, namun mereka juga menangis untuk mengendalikan situasi yang mereka inginkan, yaitu memanggil ibu untuk datang ke sisinya.
  10. Bantu anak santai dengan menciptakan lingkungan yang tenang.
  11. Ajak anak keluar rumah untuk menghirup udara segar jika memungkinkan.
  12. Lakukan juga cara mengatasi demam jika anak mengalaminya.

Seperti telah disebutkan diatas, penanganan pada anak yang kolik bisa berbeda – beda. Beberapa anak ada yang bisa tenang jika mendengar suara mesin seperti mesin cuci dan mesin penyedot debu sambil tertidur, ada yang tenang ketika diayun – ayun, dan juga ada yang bisa tenang ketika digendong saja. Untuk mengetahui cara apa yang paling disukai anak, tentu orang tua harus mencoba berbagai stimulasi yang berbeda sehingga anak bisa tenang.

Mencegah Kolik Pada Anak

Anda bisa mencoba untuk mencegah anak mengalami kolik dengan beberapa cara berikut, yaitu:

  • Mengganti dot pada botol susu dengan yang ukuran lubangnya lebih sesuai. Ukuran lubang dot yang terlalu besar atau terlalu kecil beresiko membuat anak menghirup banyak udara ketika meminum susu.
  • Mengganti botol susu yang mempunyai teknologi anti kolik sebagai pencegahan. Saat ini sudah banyak botol yang mempunyai teknologib terkini, atau Anda juga bisa menggunakan cup feeder untuk memberi susu kepada anak.
  • Manfaat ASI eksklusif untuk bayi memang sangat besar sebagai makanan terbaik untuk bayi, namun terkadang apa yang ibu konsumsi pun dapa memberi pengaruh kepada bayi. Cobalah untuk menghindari konsumsi produk susu sapi untuk sementara jika Anda masih menyusui, juga makanan pedas dan kafein sebagai cara mudah mengatasi alergi pada anak.
  • Selalu usahakan agar bayi bersendawa setelah minum susu atau ASI. Tempatkan ia dalam posisi tegak lurus di bahu Anda, sangga kepalanya lalu tepuk – tepuk lembut punggung atas bayi untuk memancingnya bersendawa, dan juga cara mencegah cegukan pada bayi.

Pengobatan Kolik

Ada obat – obatan yang dapat di berikan untuk meringankan kolik pada bayi atau anak. Salah satunya adalah simetikon. Obat ini diberikan dengan cara diteteskan pada susu aatu ASI yang diberikan dalam botol. Manfaat cairan ini adalah membantu untuk melepaskan gelembung udara atau gas yang ada di dalam pencernaan bayi, yang membuat perutnya terasa tidak nyaman. Penggunaan obat ini harus mendapat pengawasan dan rekomendasi dokter ahli.

Efek Dari Kolik Bagi Anak dan Orang Tuanya

Walaupun kolik tidak melukai pada umumnya, namun kolik tetap dapat mendatangkan akibat yang cukup signifikan. Pertama, kolik memberikan tekanan berat bagi para orang tua baru, yang seringkali masih berkutat dengan membiasakan diri terhadap situasi barunya, dan juga merasakan akibat dari kelelahan karena mengasuh anak yang terus menangis berjam – jam, berhari – hari dan berminggu – minggu.

Akibat yang bisa terjadi biasanya ibu akan menyerah untuk memberikan ASI karena terlalu lelah, atau mengalami produksi ASI tersendat karena kelelahan tersebut, bahkan bisa kering sama sekali, memberi obat berlebihan kepada anak dengan harapan agar ia bisa segera tenang, sindrom bayi terguncang karena terlalu keras diayun, dan lebih lagi adalah stres pasca melahirkan atau post partum depression yang akan sangat membahayakan bagi ibu dan bayi.

Saran Untuk Para Orang Tua

Untuk menghindari bahaya stres dan kelelahan yang akan berakibat tidak baik bagi anak dan orang tuanya terutama ibu, ada beberapa langkah yang bisa ibu lakukan yaitu:

  1. Mencari Bantuan – Temukan waktu untuk Anda sendiri beberapa menit atau bahkan beberapa jam dalam sehari. Pertimbangkanlah pasangan Anda, ibu, saudara atau kerabat lain yang sekiranya bisa mengambil alih urusan mengasuh anak selama Anda beristirahat atau melakukan hal lainnya. Jangan lupa untuk menginformasikan kepada mereka apa yang biasanya terjadi agar mereka juga bisa siap menghadapi polah anak. Anda juga bisa bergabung dengan grup tertentu seputar pengasuhan anak. Mendapatkan dukungan akan membantu menjaga kejernihan pikiran Anda dan juga memberikan sedikit jarak dari kehebohan sehari – hari.
  2. Pastikan: Kolik Atau Penyakit? – Kolik sebenarnya normal dan tidak perlu menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan, walaupun Anda merasa sangat lelah karena kerewelan anak yang seakan tidak bisa berhenti. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa anak rewel karena merasakan sesuatu yang lain. Karena itulah, jika merasakan sesuatu yang tidak biasa, Anda perlu segera membawa anak ke dokter. Kewaspadaan orang tua sangat penting untuk mendukung berbagai diagnosa mengenai anak, seperti mengenali gejala diabetes pada anak, gejala hipertensi pada anak, dan hal-hal lainnya yang patut menjadi perhatian orang tua.

Fakta dan Mitos Mengenai Kolik

Banyak pendapat yang simpang siur tentang bagaimana mengasuh bayi dan juga beragam tips – tips yang terkadang sulit dibuktikan kebenarannya. Untuk membedakan antara mitos dan fakta mengenai kolik, simaklah beberapa uraian berikut ini:

  • Mitos 1 –  Anak yang mengalami kolik akan tumbuh menjadi anak yang tidak bahagia. Faktanya, kolik bukanlah gambaran tentang kepribadian seorang anak. Sekali anak telah bebas dari kolik, Anda akan melihat bahwa ia memiliki dan mengembangkan kepribadian yang berbeda dan beragam.
  • Mitos 2 – Kegelisahan Anda sebagai orang tua baru membuat bayi menangis. Faktanya, bayi tidak bisa merasakan kegelisahan orang tuanya secara insting, namun mereka merasakan ketegangan Anda dan bahasa tubuh Anda ketika menyentuhnya sehingga merasa tidak nyaman.
  • Mitos 3 – Kolik terjadi karena stimulasi yang berlebihan. Faktanya, anak yang menangis karena kolik biasanya disebabkan karena merindukan suasana, stimulasi atau suara – suara yang mereka dengar saat masih berada di dalam kandungan.
  • Mitos 4 – Obat – obatan bisa meringankan kolik. Faktanya, ada beberapa orang tua yang merasa bahwa sejenis antihistamin dapat menghentikan tangis bayi dan membantunya tidur, namun pada beberapa bayi hal itu justru memicu tangisan yang bertambah buruk. Walaupun dokter memberi resep obat, namun terkadang, dokter memberi resep obat karena desakan orang tua atau karena melihat kondisi orang tua.

Yang harus disadari para orang tua terutama ibu baru adalah, bahwa semua ini bukanlah kesalahan orang tua yang menyebabkan anak kolik, bukan juga ketidak mampuan untuk mengurus si kecil. Menyadari bahwa semua ini merupakan bagian dari masa pengasuhan bayi Anda dapat menghindarkan diri dari stres, termasuk stres paska melahirkan yang biasa dialami para ibu. Anda harus tetap memperhatikan dan merawat diri sendiri untuk menjaga kesehatan tubuh demi si kecil.

Anak Tersedak – Penyebab, Bahaya dan Cara Mengatasinya

Anak Tersedak – Penyebab, Bahaya dan Cara Mengatasinya

Tersedak merupakan suatu peristiwa yang terjadi secara tidak sengaja dan lumrah terjadi pada anak-anak. Bahkan orang dewasa pun seringkali mengalaminya. Tersedak terjadi karena trakea pada anak tersumbat oleh makanan, benda kecil, muntah, minuman dan lain sebagainya. Tersedak merupakan mekanisme awal saat anak menelan, yang dalam waktu bersamaan melakukan aktivitas tertentu seperti berbicara, berjalan atau bahkan memasukkan makanan berlebihan ke dalam mulut.

Menurut Muttaqin (2008) mekanisme menelan dimulai dengan persiapan makanan untuk bisa ditelan, yaitu dikunyah (saraf trigeminus) dan makanan dipindah–pindahkan (oleh lidah yang dipersyarafi saraf hipoglosus) untuk dapat dipecahkan dan digiling oleh gigi geligi kedua sisi. Kemudian makanan didorong ke orofaring. Pemindahan ini dilakukan oleh otot–otot lidah, arkus faringeus, dan dibantu oleh otot stilofaringeus (saraf faringeus). Adanya tekanan diruang mulut meningkatkan kontraksi otot–otot pipi (saraf fasialis). Agar tekanan meninggi ini mampu mendorong makanan ke orofaring, palatum mole menutup hubungan antara nasofaring dan orofaring (saraf vagus). Agar makanan yang dipindahkan dari mulut ke orofaring tidak tiba di laring, pintu laring ditutup oleh epiglotis (saraf vagus).

Menurut Sherwood (2011), makanan dicegah masuk ke trakea terutama oleh elevasi laring dan penutupan erat pita suara di pintu masuk laring atau glotis. Bagian pertama adalah laring atau voice box, yang dilintangi oleh pita suara. Sewaktu menelan, pita suara melakukan tugas yang tidak berkaitan dengan berbicara. Kontraksi otot laring mendekatkan kedua pita suara satu sama lain sehingga pintu masuk glotis tertutup. Lalu, mengapa bisa tersedak? Karena pada saat kita akan menelan, namun kita juga ingin berbicara hal tersebut mengakibatkan epiglotis secara otomatis dan mendadak terbuka sehingga menyebabkan bolus masuk ke laring, dan laring berusaha untuk mengeluarkan benda asing tersebut sehingga mengalami hal yang dinamakan dengan “tersedak”. Disamping itu, saat menelan sekali dimulai maka gerakan ini tidak bisa dihentikan meskipun berlangsung secara volunter, sebab berlangsung sekitar 1 detik.

Pada umumnya tersedak lebih sering terjadi pada bayi dengan usia 6 bulan ke bawah, hal ini terjadi karena bayi belum memiliki reflek menelan ASI dengan baik. Dan ketika bayi berusia diatas 6 bulan, maka bayi lebih mampu mengatasi atau memiliki reflek yang sudah bagus. Bayi sudah mampu mengatur keluar masuknya udara ataupun makanan dan minuman, hal ini terjadi karena rongga napasnya sudah lebih lebar dibandingkan saat usianya dibawah 6 bulan dan oleh sebab itu mereka akan lebih jarang tersedak pada usia tersebut. Tersedak pada bayi bisa batuk-batuk karena berusaha mengatur keluar masuknya udara, dan hal ini menimbulkan mual dan reflek dengan memuntahkan isi perutnya.

Penyebab Anak Tersedak

Walaupun tersedak terjadi secara tidak sengaja, namun tetap ada faktor yang menyebabkannya. Di bawah ini beberapa hal yang menjadi pemicu terjadinya tersedak pada anak, diantaranya :

  1. Makan sambil Berbicara – Ada baiknya orangtua mengajarkan anak ketika makan sebaiknya tidak berbicara atau mengobrol, apalagi saat mulut sedang penuh dengan makanan. Tersedak makanan dapat terjadi karena makanan dan udara yang masuk saling bertabrakan. Oleh sebab itu anak akan mudah tersedak dan makanan tidak bisa masuk ke jalan yang benar. Hal ini berbahaya bagi anak, karena anak bisa kekurangan oksigen.
  2. Makan sambil Berjalan – Dalam aturan keluarga manapun, tentunya makan sambil berjalan bukanlah hal yang baik. Setiap orang tua pasti akan mengajarkan anaknya untuk makan dengan duduk dan tenang. Karena makan sambil berjalan juga akan menimbulkan bahaya tersedak pada anak. Anak bisa saja tersedak dengan tiba-tiba sehingga anak  panik dan mengakibatkan anak kekurangan oksigen. Jika hal itu terjadi, orang tua dapat mengatasinya dengan cara memberikan anak sedikit minuman untuk mendorong masuknya makanan ke jalan masuk yang benar.
  3. Terburu-buru – Makan dengan tergesa-gesa atau mengunyah terlalu banyak makanan di dalam mulut juga menjadi salah satu faktor penyebab tersedak. Ajarkan anak untuk makan dan mengunyah dengan perlahan, tanpa harus merasa dikejar waktu.
  4. Memasukkan Benda Asing ke dalam Mulut – Anak-anak, terutama balita umumnya seringkali memasukkan mainan atau sesuatu ke dalam mulut, baik dalam ukuran besar maupun kecil. Hal ini harus menjadi perhatian orangtua, karena selain berbahaya akibat tersedak, bisa saja sesuatu barang tersebut tajam atau kotor.
  5. Makanan yang Keras dan Licin – Makanan yang belum bisa di kunyah anak dengan baik seperti permen, buah-buahan yang kecil (rambutan, leci, strawberi dan lainnya), biji-bijian, umumnya juga dapat membuat anak tersedak. Ada baiknya orang tua tidak memberikannya terlebih dahulu kepada anak. Jika pun orang tua ingin memberikan buah-buahan, potonglah buah tersebut kecil-kecil sehingga anak dapat mengunyahnya dengan aman.
  6. Potongan sayur atau daging yang Besar – Dalam beberapa kasus, anak-anak tersedak karena sayuran yang berserat. Potongan sayuran yang terlalu panjang membuat anak sulit untuk mengunyah dan menelan. Begitu juga daging yang potongannya terlalu besar dan teksturnya berserat. Contoh seperti sate. Anak-anak umumnya belum pandai untuk mengunyah dan menelan makanan tersebut. Orangtua harus memotong kecil makanan sesuai ukuran tenggorokan anak.
  7. Makan sambil bermain – Kadangkala orangtua seringkali menyuapi anak-anak makan sambil bermain. Selain tidak baik untuk kesehatan karena mainan anak belum tentu bersih, anak juga kdang bermain sambil meloncat atau berlarian. Hal ini bukan hanya membuat anak beresiko tersedak namun juga tidak baik untuk pencernaannya.

Penyebab Bayi Tersedak

Sama halnya dengan anak, bayi pun dapat tersedak. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab bayi tersedak, diantaranya adalah :

  1. Bayi tidak dibantu Sendawa – Penyebab bayi tersedak ketika selesai di susui ASi, umumnya karena orangtua tidak membantu bayinya bersendawa. Saat bayi selesai makan ataupun minum akan lebih baik jika orangtua membantunya agar bisa bersendawa. Membantu anak bersendawa perlu karena reflek yang ia miliki belum mampu berfungsi secara optimal, hal ini terjadi karena ia masih kecil dan masih belum bisa mengangkat lehernya dengan sempurna.
  2. Posisi yang Kurang Tepat saat Memberikan Bayi ASI – Ketika memberikan bayi makan, sebaiknya ibu mengatur posisi tubuh bayi untuk tegak. Jangan biarkan bayi makan dalam posisi tidur atau setengah tidur. Begitu juga ketika ibu menyusui bayinya, sebaiknya ibu mengatur posisi bayi untuk lebih tegak sekitar 30 derajat dari posisi tidurnya. Begitu juga ketika menyusui dengan berbaring, besar sekali kemungkinan anak gumoh lalu tersedak dan bahkan cairan tersebut bisa masuk ke telinga anak.
  3. Terlalu Memaksa Bayi untuk Menyusui – Mencegah dehidrasi pada anak memang penting, tapi memberikan bayi ASI berlebihan juga bukanlah hal yang baik. Hal ini dapat menyebabkan anak tersedak saat anak kekenyangan, dan akan membuat anak sulit untuk mengatur keluar masuknya udara. Jika memberikan anak ASI/susu dengan botol, gunakanlah botol khusus anti tersedak, sehingga dapat membantu bayi agar terhindar dari efek tersedak.
  4. Tersedak karena Pilek – Ada kalanya bayi memiliki kondisi tubuh yang kurang fit, sehingga bayi mengalami pilek atau flu pada waktu tertentu. Jika bayi pilek otomatis hidungnya akan tersumbat, dan ia akan bernapas dengan bantuan mulutnya. Tentu hal ini akan sangat mengganggu aktivitas bayi dalam menyusui sehingga membuat bayi tersedak dan sulit bernapas akibat cairan yang ada pada hidungnya.
  5. Kelainan pada Bayi – Kelainan bisa saja terjadi pada bayi, yang mengakibatkan bayi memiliki kesulitan dalam makan ataupun minum. Faktor kelainan juga dapat menyebabkan anak tersedak, karena reflek bayi kurang bagus ketika menelan makanan ataupun minuman. Pada bayi yang memiliki kelainan tentu akan lebih sulit dalam mengatur refleknya untuk menelan makanan atau minuman, gangguan ini dapat mempengaruhi reflek syaraf bayi.

Pertolongan Pada Anak Yang Tersedak

Walaupun anak tersedak bukanlah hal yang setiap hari terjadi, tetapi tetap saja bisa terjadi pada anak-anak. Untuk mengatisipasi hal tersebut, sebagai orangtua, kita juga harus tahu apa tindakan yang harus kita ambil untuk membantu mengurangi resiko tersedak pada anak-anak kita. Beberapa langkah penanganan anak yang tersedak adalah sebagai berikut :

  • Orang tua sebaiknya tidak panik berlebihan, baik bunda ataupun ayah harus tenang
  • Pastikan anak dalam keadaan sadar
  • Berikan anak sedikit minum (tergantung benda yang membuat anak tersedak dan jika dirasakan perlu)
  • Posisikan tubuh anak dengan tegap atau dibalik arah bawah
  • Jika orangtua melihat benda asing di mulut anak, segara minta anak memuntahkan barang tersebut atau orangtua dapat mengambilnya dari mulut anak (jika posisi barang tersebut masih bisa di ambil mengunakan jari)
  • Tepuklah punggung anak agar anak dapat memuntahkan sesuatu yang membuatnya tersedak
  • Berikan anak napas buatan

Jika bantuan tersebut tidak sukses membantu anak, maka lakukan langkah berikutnya,

  • Berikan anak oksigen atau ruangan yang terbuka / besar agar udara dapat keluar masuk dengan lancar
  • Periksa detak nadi di bagian leher anak selama 10 detik
  • Posisikan badan anak miring agar anak dapat bernapas dengan sempurna dan lancar
  • Bawalah anak ke rumah sakit terdekat, agar anak mendapatkan penanganan medis dengan tepat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kematian.

Penanganan Pada Bayi Yang Tersedak

Dalam penanganan pada bayi yang tersedak sedikit berbeda dengan penanganan pada anak-anak. Kita harus menggunakan teknik dengan menekan punggung bayi atau menepuknya dengan telapak tangan kita. Di bawah ini beberapa langkah untuk memberi pertolongan pada bayi tersedak.

  • Orang tua harus tenang
  • Pastikan bayi dalam keadaan sadar
  • Posisikan bayi dalam gendongan duduk atau menekuk ( berlutut )
  • Bukalah baju si bayi agar temperatur tubuh bayi tidak panas
  • Gendong bayi dengan posisi wajah mengarah ke bawah di atas tangan Anda. Posisi ini lebih jelasnya kaki anak di atas dan posisi kepala di bawah ( posisi menggendong terbalik )
  • Sanggah kepala anak dengan hati-hati dan pastikan Anda dapat menjangkaunya.
  • Jangan menekan leher anak, agar tidak menyumbat saluran napas bayi.
  • Tepuk bagian punggung bayi sebanyak 5 kali, dengan menggunakan pangkal tangan.
  • Setelah memberikan tepukan di punggung, sanggah leher bagian belakang bayi (balikkan badan) bayi pada posisi terlentang, dan tetap posisikan kepala bayi lebih rendah dari pada kaki bayi.
  • Lakukan penekanan dada sebanyak 5 kali, dan untuk menepuknya gunakan 2 jari bunda saja yakni jari telunjuk dan tengah.
  • Jika bayi hilang kesadaran bawalah segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti kematian

Bahaya Anak dan Bayi Tersedak

Dalam beberapa keadaan, tersedak dapat berakibat fatal. Ini diakibatkan penderita tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup sehingga dapat menyebabkan penderita kehilangan kesadaran bahkan kematian. Beberapa bahaya yang terjadi akibat tersedak, yaitu :

1. Dapat merusak otak anak

Jika anak dibiarkan tersedak selama 4 hingga 6 menit, maka anak berpotensi mengalami kerusakan pada sebagian otaknya. Otak membutuhkan oksigen setiap harinya, dan jika anak tersedak maka asupan oksigen yang dibutuhkan otak tidak dapat dipenuhi. Sehingga hal ini dapat memicu kerusakan otak pada anak, untuk menghindari hal tersebut segeralah berikan anak pertolongan pertama ketika ia tersedak.

2. Merusak fungsi otak dan kognitif anak

Jika kita tidak menanggapi anak yang tersedak selama 6 hingga 10 menit, maka dampak yang terjadi pada anak adalah kerusakan pada fungsi otak. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, jika anak tersedak maka asupan oksigen yang dibutuhkan otak tidak dapat dipenuhi. Dan dengan tidak dipenuhinya kebutuhan oksigen selama 6 hingga 10 menit, maka akan mengakibatkan kerusakan fungsi otak dan kognitif anak.

3. Otak anak rusak secara permanen

Akibat yang lebih buruk jika anak tersedak dibiarkan terjadi dalam waktu lebih lama bahkan lebih dari 10 menit. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen, bahkan kematian mendadak. Jangan biarkan otak anak mengalami kekurangan asupan oksigen, karena jika otak anak mengalami kekurangan dalam asupan oksigen hal ini akan sangat berbahaya bagi perkembangan si kecil. Berikan pertolongan pertama pada anak sesuai dengan langkah-langkah di atas, jika orangtua merasa tidak yakin lebih baik segera membawa anak ke rumah sakit agar anak segera menerima penanganan medis.

Cara Mencegah Anak atau Bayi agar tidak Tersedak

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Dan tentu saja hal ini akan jauh lebih baik di bandingkan melakukan penanganan pada anak yang tersedak. Untuk menghidari atau mencegah anak atau bayi tersedak, berikut beberapa tipsnya.

  • Ajarkan anak untuk makan di meja makan
  • Berikan anak porsi makanan yang sesuai dengan usianya
  • Berikan anak minuman di samping piring makannya
  • Jangan ajak anak berbicara saat ia makan
  • Ajarkan untuk makan dan minum dengan dalam posisi duduk
  • Berikan anak banyak waktu untuk menghabiskan makanannya dengan santai dan tenang
  • Jauhkan mainan ketika anak sedang makan atau minum susu
  • Jika anak masih dalam usia bayi, berikan ASI sesuai dengan keinginannya
  • Jangan memaksa anak untuk minum ASI secara berlebihan
  • Jauhkan bayi dari mainan yang bisa di masukkan dalam mulutnya
  • Berikan botol yang mampu mengontrol daya hisap bayi agar tidak tersedak
  • Posisikan bayi 30 derajat saat menyusui
  • Bantulah bayi untuk bersendawa setelah makan atau menyusui
Artikel Lainnya
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • gejala hipertensi pada anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • cara mengatasi cegukan pada bayi
  • ciri ciri anak hiperaktif
  • gejala diabetes pada anak
  • jenis makanan yang berbahaya untuk anak
  • cara mengatasi bayi yang mudah terkejut ketika tidur
  • tanda tanda anak kurang gizi
  • waktu tidur yang baik untuk anak

Kadang dalam beberapa hal, penyebab terjadinya sesuatu memang sepele, namun dapat berakibat fatal. Karena itu orang tua harus lebih berhati-hati dalam mengawasi anak-anaknya, terutama yang berusia balita.

14 Jenis-Jenis Imunisasi Dan Manfaatnya

14 Jenis-Jenis Imunisasi Dan Manfaatnya

Kata imunisasi sudah tidak asing lagi bagi kita, terutama para ibu yang memiliki bayi dan anak-anak. Imunisasi berarti kekebalan atau ketahanan tubuh. Untuk bayi dan anak-anak, beberapa jenis imunisasi diwajibkan, karena pada umumnya daya tahan tubuh bayi dan anak masih lemah.

( Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika ) Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini”.

Imunisasi adalah sebuah program kegiatan dalam mencegah penyakit menular yang dilakukan dengan pemberian vaksin pada manusia, sehingga mereka adapat resisten terhadap virus atau penyakit yang hendak menyerang. Imunisasi adalah program yang dapat kita lakukan semenjak bayi hingga usia anak sekolah.  Anak akan diberikan vaksinasi yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan untuk merangsang sistem imun anak agar dapat membentuk antibodi atau daya tahan tubuh yang kuat pada tubuh mereka. Dan antibodi yang sudah terbentuk atau lebih kuat, akan bermanfaat bagi tubuh anak agar terhindar dari serangan virus ataupun bakteri yang akan datang di kemudian hari.

(Dr. Richard Moskowitz, Harvard University) “Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun”.

Cara pemberian imunisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dapat dilakukan dengan cara disuntikan pada anak, disemprotkan ke dalam mulut anak atau hidung anak dan di teteskan ke dalam mulut anak. Beberapa vaksin biasanya diberikan hanya sekali seumur hidup ketika anak masih bayi, namun ada juga beberapa vaksinasi yang diberikan beberapa kali agar anak memiliki kekebalan tubuh yang sempurna hingga ia dewasa nanti. Dan tentu pemberian vaksinasi ini hanya bisa dilakukan tenaga medis seperti dokter atau bidan yang ahli dibidangnya.

Pada dasarnya seorang bayi yang baru lahir sudah memiliki antibodi dari ibunya, dan ini diterima bayi ketika ia masih berada di dalam kandungan. Walaupun bayi sudah menerima vaksinasi untuk kekebalan tubuh dari ibunya sebelum ia lahir, tapi kekebalan tersebut hanya akan bertahan hingga beberapa bulan atau bahkan beberapa minggu saja. Dan setelah itu bayi akan rentan sekali terserang virus atau bakteri, sehingga hal tersebut membuat bayi harus mampu untuk memproduksi antibodi untuk dirinya sendiri.

Dengan memberikan imunisasi maka bayi atau anak memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat, sehingga mereka siap dan mampu untuk menghadapi gejala munculnya penyakit di masa mendatang seperti campak, polio, cacar, gondok, atau tetanus, dan lainnya sesuai dengan jenis vaksin yang pernah diberikan pada anak. Selain itu imunisasi juga dapat mencegah jenis penyakit menular.

Pada umumnya imunisasi akan menimbulkan efek samping yang ringan. Namun orangttua kerap kali merasakan khawatir ketika anaknya akan menerima vaksinasi. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, karena efek samping dari imunisasi tergolong ringan.

Efek Samping Dari Imunisasi

  • Nyeri pada bagian yang disuntik
  • Timbul bekas suntikan
  • Mual / Muntah
  • Demam
  • Lemas
  • Hilang nafsu makan
  • Pusing disertai demam

Efek samping dari imunisasi yang tergolong parah seperti timbulnya reaksi alergi dan kejang mendadak, namun kasus ini sangat jarang sekali terjadi. Dibandingkan dengan efek samping yang timbul setelah pemberian imunisasi, pertimbangkanlah dengan efek manfaat yang di dapatkan anak setelah pemberian imunisasi tersebut. Bahkan semakin modernnya zaman, kini para ahli membuat inovasi baru, dengan menciptakan vaksin tanpa menimbulkan efek atau reaksi demam pada anak.

Hak anak untuk memperoleh imunisasi juga di atur negera melalui Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Di dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa, setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi dan pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak. Penyelenggaran imunisasi tertuang dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013.

Jenis-Jenis Imunisasi Untuk Anak

Menjaga kesehatan anak tidak hanya memberikan makanan yang bergizi, namun memberikan imunisasi sesuai usianya juga penting. Dengan diaturnya program imunisasi dalam Undang-Undang kesehatan dan Konvensi Hak Anak dalam PBB, maka sudah menjadi tanggungjawab pemerintah dan orang tua untuk wajib memberikan imunisasi guna menjaga kesehatan anak-anak.

Imunisasi yang diberikan pada anak-anak sudah memiliki jadwal yang telah di evaluasi oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Penjadwalan ini di evaluasi berdasarkan adanya epidemiologis penyakit atau yang biasa disebut perubahan pada penyakit. Selain itu pembuatan jadwal imunisasi juga terbentuk karena adanya kebijakan dari kementerian kesehatan, WHO, rencana pengadaan vaksin Indonesia dan kebijakan yang dibuat secara global.

Berikut beberapa jenis imunisasi yang umumnya diberikan kepada anak-anak, yaitu :

1. BCG (Bacillus Calmette-Guerin)

Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan guna membentuk ketahanan tubuh terhadap penyakit TB  (Tuberkulosis). Penyakit ini tidak mencegah infeksi TB, melainkan mengurangi resiko serangan virus tubercle bacii yang dapat hidup didalam darah atau misalnya seperti meningitis TB dan TB miller. Oleh sebab itulah imunisasi ini dilakukan agar anak memiliki kekebalan tubuh yang aktif, dengan memberikan jenis basil yang sudah dilemahkan kedalam tubuh anak. Vaksin BCG ini diberikan hanya satu kali, biasanya di kurun waktu usia anak dibawah 3 bulan.

2. Hepatitis B

Imunisasi ini termasuk imunisasi yang wajib diberikan pada anak untuk mencegah masuknya VHB, virus ini adalah virus penyebab timbulnya  penyakit Hepatitis B. Penyakit Hepatitis B adalah penyakit yang muncul akibat adanya sirosis atau yang bisa disebut pengerutan hati. Jika penyakit ini berkembang didalam hati, maka akan berubah menjadi lebih parah yaitu kanker hati. Dalam imunisasi ini terdapat kombinasi pada jenis vaksin seperti DPT dan HepB, berdasarkan penelitian Biofarma vaksin ini dapat merespon antibodi pada anak lebih optimal dibandingkan dengan vaksinasi yang diberikan secara terpisah. Vaksin hepatitis B diberikan 3 kali untuk anak. Rentang ke-1, setelah anak lahir, rntang ke-2, sebulan setelah vaksin pertama, rentang ke-3, antara usia anak 4-6 bulan.

3. Polio

Imunisasi polio adalah imunisasi yang diberikan guna merangsang kekebalan tubuh anak terhadap serangan virus polio. Polio adalah virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan sesak napas pada si penderitanya. Pada pemberian imunisasi polio, vaksin polio digolongkan menjadi dua macam yaitu OPV (Oral Polio Vaccine) dan IPV (Inacivated Polio Vaccine). Pada OPV vaksin yang akan disuntikan kedalam tubuh anak adalah berupa virus yang sudah dilemahkan. Sedangkan yang satunya adalah IPV yaitu suntikan yang berisi virus polio yang sudah dimatikan. Vaksin Polio diberikan 6 kali secara bertahap saat beberapa hari setelah anak lahir, anak menginjak usia di bulan ke-2, usia anak di bulan ke-4, usia anak di bulan ke-6, usia anak 18 bulan dan terakhir ketika anak berusia 5 tahun.

4. DPT

Imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan agar anak terhindar dari penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak 3 kali pada anak usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Metode yang dilakukan pada pemberian vaksin ini dengan cara disuntikan pada anak. Pada imunisasi ini efek samping yang akan dirasakan anak adalah demam, rasa nyeri pada bagian yang disuntik, dan anak akan rewel selama kurang lebih 2 hari.

5. Campak

Imunisasi campak adalah imunisasi yang dilakukan guna mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh virus Morbili. Sebenarnya antibodi ini sudah diterima bayi dari ibunya, namun semakin bertambahnya usia semakin menurun pula antibodi yang ia dapatkan dari ibunya. Oleh sebab itu si kecil membutuhkan bantuan vaksinasi campak untuk menguatkan kembali antibodinya. Vaksinasi campak diberikan 2 kali, yaitu ketika anak berusia 9 bulan dan saat anak berusia 6 tahun.

6. HIB

HIB adalah imunisasi yang diberikan guna mencegah penyakit HIB. Dengan memberikan imunisasi ini, akan mencegah resiko serangan virus atau bakteri lain. Imunisasi ini dilakukan ketika bayi berusia 2 bulan, 3 bulan dan 5 bulan.  Pada vaksin HIB terdapat sebuah vaksin kombinasi DPT dan HIB yang memiliki daya imunogenitas yang tinggi namun tidak akan mempengaruhi respon pada imun yang lain.

7. PCV

Bayi yang berisiko tinggi mengalami kolonisasi pneumokokus, yaitu bayi yang terindikasi dengan infeksi pada saluran napas bagian atas, merupakan perokok pasif, tidak memperoleh ASI, dan bayi yang bermukim di negara yang memiliki 4 musim (pada musim dingin). Umumnya vaksin ini hanya disarankan oleh dokter, tergantung beberapa indikasi tersebut diatas.

8. ROTAVIRUS

Imunisasi ROTAVIRUS adalah imunisasi dengan menggunakan vaksin yang dapat mencegah timbulnya penyakit rotavirus yang dapat menyebabkan kematian pada anak. Pada imunisasi ini vaksin yang diberikan adalah vaksin monovalent ( Rotarix ) dan pentavalen ( Rotareq ) Beberapa penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa vaksin rotavirus terbukti sangat efektif dalam melindungi tubuh anak. Para peneliti menyimpulkan bahwa vaksin ini efektif, karena pada rumah sakit yang mendapatkan kasus tersebut terbukti dapat menekan jumlah pasien diare sebanyak 50%. Dan penurunan kasus pada pasien tersebut terjadi sekitar kurang lebih 2 tahun setelah program imunisasi tersebut dijalankan.

9. INFLUENZA

Imunisasi influenza adalah imunisasi yang diberikan guna mencegah timbulnya flu pada anak. Imunisasi ini diberikan pada anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun. Imunisasi ini berguna untuk mencegah datangnya flu yang dapat ditularkan melalu udara, bersin ataupun batuk. Vaksinasi pada imunisasi ini disarankan untuk anak yang memiliki penyakit asma, ginjal dan diabet. Gejala yang akan dirasakan anak adalah demam, batuk, pilek dan bahkan terasa pegal-pegal pada tubuh anak.

10. VARISELA

Imunisasi varisela adalah imunisasi yang diberikan pada anak guna mencegah timbulnya virus varicella zostar atau yang biasa kita sebut cacar air. Virus ini memang bisa saja menyerang siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada pemberian vaksin ini, anak harus dalam keadaan sehat, tidak demam, tidak memiliki neomisin dan defisiensi imun seluler. Oleh sebab itu imunisasi menjadi cara efektif untuk mencegah timbunya virus varicella zostar atau cacar air.

11. TIFOID

Imunisasi tifoid atau yang sering disebut tifus adalah imunisasi yang diberikan pada anak guna mencegah terjadinya tifus pada anak. Imunisasi ini disarankan untuk anak usia 2 tahun, dan diberikan 3 tahun sekali pada anak. Penyakit ini terjadi karena adanya bakteri salmonella typhi yang sering ditemukan di air ataupun tempat tinggal yang kurang terjaga kebersihannya.

12. HEPATITIS  A

Imunisasi hepatitis A adalah imunisasi yang dapat diberikan pada anak usia 2 tahun. Imunisasi yang akan diberikan kepada anak berupa vaksinasi yang dapat mencegah timbulnya virus peradangan pada hati anak. Pemberian vaksinasi ini dilakukan dua kali, dan jarak antara suntikan pertama dan kedua berjarak antara 6 bulan hingga 12 bulan / 1 tahun.

13. HPV

Imunisasi HPV adalah imunisasi yang dapat diberikan pada anak usia remaja. Usia ini berguna untuk mencegah kanker serviks pada wanita sejak dini. Imunisasi ini dapat diberikan pada anak usia 12 tahun, dan sesuai dengan  ketentuan dokter. Pada imunisasi ini anak harus diberikan vaksin sebanyak 3 dosis, dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

14. MMR

Adalah imunisasi yang dilakukan untuk otak. Imunisasi ini sebenarnya tidak banyak disarankan oleh dokter, karena terjadi banyak kasus timbul gejala autisme setelah anak mendapatkan imunisasi ini. Akan lebih baik jika bunda mengeonsultasikan pada dokter dan mencari efek samping dari imunisasi ini melalui banyak sumber.

Beberapa jenis penyakit yang terjadi pada anak memang tidak terlalu berbahaya, namun mengantisipasi tentu lebih baik daripada mengobati. Beberapa manfaat yang didapat dari pemberian imunisasi pada anak, adalah :

  • Mencegah anak dari serangan penyakit, dewasa ini banyak sekali bermunculan jenis-jenis penyakit yang begitu mengkhawatirkan. Seperti flu burung, flu singapura, sapi gila, dan lainnya. Walaupun bisa diobati, namun ada penderita yang mengalami catat dalam anggota tubuhnya. Atau bisa juga dengan terlampau seringnya mengkonsumsi obat atau antibiotik membuat beberapa organ tubuh penderita menurun fungsi kerjanya. Denagn memberikan imunisasi, orangtua telah membentengi tubuh anak setidaknya mencegah atau mengurangi resiko yang lebih besar.
  • Memperkecil resiko penyakit menular, dengan musim yang tak jelas seperti sekarang, anak-anak tentu lebih rentan terhadap perubahan cuaca dan penyebaran penyakit. pemberian imunisasi kepada anak, setidaknya membuat anak dapat melakukan berbagai aktivitasnya di luar rumah dengan tenang tanpa kekhawatiran orangtua akan lingkungan yang kotor, kuman/virus yang berterbangan dan sebagainya.
  • Menghemat anggaran keluarga dan pemerintah, pemberian imunisasi diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi lebih baik, lebih sehat, lebih kuat. Dengan imunisasi juga diharapkan penyebaran berbagai jenis penyakit menular dan berbahaya menjadi lebih kecil sehingga biaya atau anggaran untuk berobat pun menjadi lebih hemat. Jika anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa sehat, tentunya masa depan bangsa pun lebih baik.

Program atau jadwal imunisasi untuk anak, biasanya sudah tersedia dalam buku panduan ketika anak lahir. Dan petugas rumah sakit (suster, dokter) memberikan catatan baik waktu untuk melakukan imunisasi maupun catatan jika imunisasi tersebut sudah dilakukan.

Artikel Lainnya
  • cara mengatasi anak kidal
  • anak tersedak
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • gejala hipertensi pada anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • cara mengatasi cegukan pada bayi
  • ciri ciri anak hiperaktif
  • gejala diabetes pada anak
  • jenis makanan yang berbahaya untuk anak
  • cara mengatasi bayi yang mudah terkejut ketika tidur

Beberapa hal yang perlu di perhatikan ketika memberikan vaksinasi kepada anak, waktu pemberian vaksinasi, kondisi kesehatan anak dan imunisasi yang wajib/harus diberikan. Tidak semua jenis imunisasi diwajibkan pemberiannya. Ada beberapa jenis imunisasi sifatnya dianjurkan (boleh dilakukan imunisasi atau boleh diabaikan). Untuk hal-hal tersebut, sebaiknya orangtua berkonsultasi terlebih dahulu kepada pihak medis atau dokter, karena bisa saja yang tadinya bersifat anjuran karena perubahan kondisi dan penyebaran penyakit yang lebih serius menjadi bersifat wajib. Selain itu agar hasil yang didapat anak bisa maksimal.

Bronkitis Akut dan Kronis pada Bayi dan Anak

Bronkitis Akut dan Kronis pada Bayi dan Anak

Bronkitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada saluran udara utama yang berhubungan dengan paru-paru, yang juga dikenal dengan nama bronkus. Ketika virus yang menyebabkan flu, batuk atau sinusitis menyebar dan berkembang biak sampai ke bronkus, itulah saatnya terjadi penyakit bronkitis. Saluran udara akan membengkak, dipenuhi oleh lendir dan meradang karena kuman yang berkembang biak di dalam saluran udara tersebut.

Mekanisme pernapasan manusia adalah ketika bernapas, itu berarti menghirup udara yang kaya akan oksigen dan membuang karbondioksida dari dalam tubuh. Dalam tubuh manusia ada saluran udara yang fungsinya mengalirkan udara untuk pernapasan melalui hidung, tenggorokan, lalu ke trakea, bronkus dan akhirnya ke paru-paru. Bronkus adalah bagian dari saluran nafas yang mempunyai bentuk seperti pipa. Letaknya ada di bagian dada dan terhubung dengan paru-paru.

Penyebab Bronkitis Pada Anak

Bronkitis berasal dari kata bronkus yang artinya adalah saluran napas besar dan itis, yang menunjukkan reaksi peradangan tersebut. Penyebab bronkitis yang paling umum pada anak adalah infeksi virus atau sejenisnya, terutama Respiratory Syncytial Virus atau RSV dan berbagai jenis virus lainnya seperti adenovirus dan virus penyebab influenza. Virus ini bisa menyebar melalui cairan hidung.

Jenis Bronkitis

Dilihat berdasarkan lama waktu sakitnya, bronkitis dapat dibagi menjadi dua macam yaitu bronkitis akut yang dapat bertahan selama dua atau tiga minggu dan bronkitis kronis yang dapat bertahan selama setidaknya tiga bulan dalam satu tahun dan dapat berulang pada tahun berikutnya. Anak – anak di bawah usia lima tahun kebanyakan terserang bronkitis akut, dan juga merupakan jenis bronkitis yang paling sering terjadi.

Gejala Bronkitis

Sesuai jenis bronkitis yang ada, gejalanya juga berbeda bagi bronkitis akut dan kronis. Berikut ini adalah gejala yang akan tampak apabila anak mengalami salah satu jenis bronkitis tersebut:

1. Bronkitis Akut

Anda perlu mewaspadai bahwa penyakit si kecil adalah bronkitis apabila telah menunjukkan beberapa tanda atau gejala seperti berikut ini, yang dapat menunjukkan gejala bronkitis akut:

  • Batuk sudah berlangsung selama lima hari atau lebih. Batuk terjadi karena reflek tubuh yang berusaha mengeluarkan lendir yang ada di dalam bronkus.
  • Anak mengalami batuk berdahak
  • Keluar dahak berwarna bening, putih, bahkan hijau atau kuning.
  • Ada rasa nyeri dada ketika batuk
  • Penyakit tidak selalu disertai demam, tetapi mungkin saja demam ringan akan muncul sekali – sekali yang menunjukkan proses bahwa tubuh melawan bakteri atau virus penyebab penyakit tersebut.

2. Bronkitis Kronis

Selain dari gejala bronkitis akut, anak juga dapat menunjukkan gejala bronkitis kronis yang perlu Anda kenali segera agar bisa cepat memberikan penanganan terbaik pada anak:

  • Anak batuk disertai dahak yang berwarna kuning atau hijau yang sudah berlangsung selama paling sedikit tiga bulan berturut – turut dalam setahun, atau bahkan dua tahun berturut – turut.
  • Mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas akibat saluran bronkus yang menyempit.
  • Kadang – kadang nafasnya berbunyi dan mudah merasa sangat lelah.

Waspadai beberapa hal berikut pada anak

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada beberapa hal yang dapat menunjukkan gejala bronkitis yang dapat dilihat jelas pada anak, yang perlu diwaspadai oleh orang tua:

  • Anak batuk terus menerus – Kebanyakan orang tua mungkin menganggap anak yang sedang batuk sebagai hal yang biasa, namun sebaiknya tidak meremehkan serangan batuk yang diderita anak tersebut. Batuk yang terus menerus dan berlangsung dalam waktu lama selama sekitar satu hingga tiga minggu yang tidak segera sembuh, orang tua perlu mewaspadai bahwa batuk tersebut terjadi karena peradangan paru-paru yang menyebabkan bronkitis.
  • Flu yang cukup lama – Penderita bronkitis juga mengalami flu yang berlangsung cukup lama dan tidak kunjung sembuh. Flu berkepanjangan juga bisa terjadi karena alergi, namun untuk menentukan penyebabnya dengan benar sebaiknya segera periksakan anak ke dokter jika anak mengalami flu yang sulit sembuhnya.
  • Mengalami kesulitan bernapas atau sesak – Karena bronkitis sangat berhubungan dengan sistem pernafasan, penderitanya pun akan menunjukkan beberapa gejala tertentu. Yang paling jelas terlihat adalah sesak napas yang bisa menandakan bahwa infeksi di saluran pernapasan sudah cukup parah. Masalah pernapasan ini juga akan membuat penderita merasa cepat lelah dan sulit untuk beraktivitas dengan aktif. Jika Anda menemukan gejala ini ada pada anak, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter untuk dapat benar-benar memastikan penyebabnya.

Anak yang Beresiko Terkena Bronkitis

Beberapa faktor yang membuat resiko anak terkena bronkitis semakin besar yaitu jika anak hidup diantara lingkungan perokok, masih berada di bawah usia enam bulan, lahir prematur, kurang mendapat asupan ASI, dan berada di lingkungan yang padat penduduk sehingga kualitas udara yang dihirup kurang baik.

Bronkitis Pada Bayi 

Bronkitis pada umumnya menyerang anak di bawah usia dua tahun, khususnya pada bayi yang berusia tiga sampai enam bulan. Pada bayi, gejala bronkitis ditandai dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas yang ringan atau ISPA. Kemudian bayi akan mengalami batuk yang memburuk dalam dua atau tiga hari, ada muntah, dan suara seperti berdesis ketika bernapas, bahkan bisa mengalami lebam kebiruan dan cuping hidungnya membesar setiap kali menarik napas.

Mengatasi Bronkitis Pada Bayi dan Anak

Jika kondisi bayi dan anak masih berada dalam tahap ringan, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejalanya di rumah yaitu:

  1. Bayi yang telah memasuki tahap MPASI dapat diberikan banyak cairan untuk mencegahnya mengalami dehidrasi dan meringankan gejala bronkitis yang dideritanya. Begitu juga dengan anak yang sudah berusia lebih besar, beri cairan pada anak dalam jumlah banyak untuk mencegahnya dehidrasi. Paling baik untuk memberinya air putih saja. Gunakan manfaat ASI eksklusif untuk bayi agar bayi tidak menjadi dehidrasi.
  2. Jika bisa, lembabkan udara di dalam ruangan agar bayi dapat bernafas lebih mudah dan juga perhatikan kebersihan ruangan agar terhindar dari kotoran serta debu yang dapat mempengaruhi sistem pernapasannya.
  3. Bila anak atau bayi mengalami batuk berdahak, Anda dapat membantunya dengan menguapi pernapasan bayi atau anak dengan menggunakan alat humidifier. Jika tidak memilikinya, biasanya dokter anak akan menyarankan untuk melakukannya di fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit.

Cara Mencegah Bronkitis

Pada dasarnya cara mencegah agar tidak terkena penyakit bronkitis adalah melalui sistem pertahanan tubuh yang baik. Oleh sebab itu, kondisi imunitas tubuh anak perlu dijaga agar tidak mudah tertular penyakit. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terkena bronkitis yaitu:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh – Banyak cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit dari virus atau kuman tertentu. Salah satunya adalah dengan mendapatkan vaksinasi yang tepat. Saat ini vaksinasi untuk penyakit influenza sudah tersedia. Anda bisa mendapatkannya untuk mencegah tertular flu yang bisa menyebabkan bronkitis. Kekebalan tubuh anak juga bisa diperoleh dari manfaat menjemur bayi dan anak pada waktu yang tepat serta jenis jenis imunisasi dan manfaatnya yang ada bagi anak-anak. Juga, perhatikan tanda tanda anak kurang gizi agar tidak sampai mempengaruhi kekebalan tubuh anak.
  • Melindungi pernapasan – Banyak orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit bronkitis karena sering terpapar polusi udara yang pekat seperti asap, debu dan beragam serbuk yang beterbangan di udara. Memakai masker atau penutup mulut dan hidung merupakan salah satu cara untuk menghindari terhirupnya hal – hal tersebut kedalam paru – paru dan mencegah resiko terkena bronkitis.
  • Menjauhi orang yang sedang terkena flu – Karena salah satu penyebab bronkitis adalah virus flu, maka sebaiknya menjauhi dulu orang yang sedang terkena flu agar tidak tertular. Minta orang tersebut mengenakan masker ketika berada di dekat anak – anak dan meminimalkan kontak untuk mencegah penularan seperti menghindari minum dan makan dari peralatan yang sama pada waktu yang sama, terkena bersin, atau lain-lain.
  • Mengatur pola makan – Salah satu penunjang kekebalan tubuh adalah asupan makanan yang baik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Menjaga pola makan yang seimbang dan penuh gizi seperti memperbanyak sayuran atau buah akan membantu tubuh mendapatkan asupan gizi yang diperlukan agar ketahanan tubuh semakin baik. Begitu juga dengan manfaat pentingnya sarapan untuk anak yang dapat menjaga energinya tetap penuh untuk beraktivitas. Berilah makanan terbaik untuk bayi dan anak agar mereka mendapatkan asupan gizi yang diperlukan. Penyebab perut kembung pada bayi dan gangguan pencernaan pada anak juga bisa disebabkan karena pola makan yang kurang baik.
  • Menjaga kebersihan – Infeksi virus yang menjadi penyebab penyakit bronkitis dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan pribadi, terutama tangan. Sering mencuci tangan setiap selesai beraktivitas akan membantu untuk mencegah penyebaran kuman atau virus penyakit, dan juga dapat menjadi cara mengatasi diare pada anak dan cara mengatasi keracunan pada anak, dan juga menghindari gejala cacingan pada anak.
  • Menghindari perokok – Untuk menghindari resiko terkena bronkitis, sebisa mungkin anak harus dijauhkan dari lingkungan yang banyak perokok. Asap rokok yang dihirup membuat saluran udara teriritasi dan akan memproduksi lendir yang akan menjadi salah satu faktor resiko terkena bronkitis. Begitu pula jika orang tua adalah perokok, sebaiknya sebisa mungkin berdekatan dengan anak dalam keadaan bersih dari sisa asap rokok yang berbahaya bagi anak.

Mengobati Bronkitis Pada Anak

Jika anak mengalami bronkitis biasanya orang tua akan membawanya untuk berkonsultasi dengan dokter. Namun ada beberapa pengobatan dengan menggunakan bahan alami yang bisa digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh anak dari penyakit bronkitis:

1. Bawang Putih

Hampir setiap masakan kita menggunakan bawang putih sebagai bumbu utamanya. Tidak hanya untuk bumbu masakan, bawang putih juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan kecantikan. Dalam bidang kesehatan, bawang putih dapat melancarkan peredaran darah, merangsang sistem imun serta dapat menjadi antioksidan alami. Untuk mengobati bronkitis, bawang putih dapat dikonsumsi langsung dalam porsi yang sewajarnya. Selain itu, bawang putih dapat menjadi cara meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak mudah sakit.

2. Bawang Merah

Bawang merah mempunyai khasiat untuk mengencerkan dahak yang menggumpal dan menyumbat saluran pernapasan. Untuk pengobatan bronkitis, bawang merah dapat dikonsumsi langsung atau dengan menambahkan irisan bawang merah pada makanan sehari – hari pada makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Cara lain yaitu dengan mengonsumsi jus bawang merah sebanyak satu atau dua sendok makan setiap pagi.

3. Garam Inggris atau Garam Epsom

Gejala bronkitis akut dapat Anda atasi dengan menggunakan garam inggris atau garam epsom. Hanya saja, garam ini tidak dikonsumsi melainkan digunakan untuk campuran pada air mandi. Caranya yaitu dengan menambahkan sekitar satu kilogram garam inggris ke dalam 60 liter air hangat. Tunggu sampai garam tersebut larut dalam air, , lalu gunakan air selama sekitar setengah jam untuk mandi atau berendam.

4. Biji Wijen

Khasiat biji wijen untuk mengobati bronkitis yaitu dapat mengurangi nyeri pada rongga dada. Cara menggunakan biji wijen untuk penyakit bronkitis yaitu:

  • Campur setengah sendok teh biji wijen dengan dua sendok makan air, lalu dimakan langsung.
  • Campur satu sendok teh biji rami, satu sendok teh biji wijen, sedikit garam dan satu sendok teh madu murni. Minum campuran ini setiap malam sebelum tidur.

5. Jahe

Jahe bukan hanya bermanfaat sebagai bahan untuk pengobatan flu biasa, namun juga dapat digunakan untuk mengobati bronkitis. Jahe mempunyai sifat anti inflamasi yang dapat mengurangi masalah iritasi, peradangan atau pembengkakan pada paru – paru. Cara menggunakan jahe untuk mengatasi penyakit bronkitis yaitu:

  • Siapkan secangkir air mendidih, campur satu sendok teh bubuk jahe kering. Tambahkan satu sendok teh lada hitam lalu aduk hingga rata. Tambahkan satu sendok madu dan minum campuran ini tiga kali sehari.
  • Campur satu sendok teh bubuk jahe kering, satu sendok teh lada hitam, dan satu sendok teh bubuk cengkeh ke dalam secangkir air panas. Diamkan sampai agak dingin lalu tambahkan satu sendok teh madu atau susu, minum tiga kali sehari.
  • Siapkan beberapa ruas jahe, bersihkan dan kupas lebih dulu. Rebus jahe tersebut dengan air secukupnya sampai mendidih, lalu minum jika sudah agak mendingin.

6. Daun Sambiloto

Daun ini berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit, anti radang, bisa menjadi penawar racun, menghilangkan bengkak dan menjadi penurun panas. Cara menggunakan daun sambiloto untuk penyakit bronkitis yaitu:

  • Ambil daun sambiloto beberapa lembar dan bersihkan.
  • Rebus dengan air sebanyak tiga gelas sampai tersisa air sejumlah satu setengah gelas.
  • Minumlah air rebusan daun sambiloto tersebut secara teratur.

7. Kumur Air Garam

Salah satu cara mengatasi batuk pada anak yaitu dengan kumur air garam. Peradangan yang terjadi pada tenggorokan dan rasa gatal akibat lendir yang mengental di tenggorokan dapat diatasi dengan cara berkumur air garam beberapa kali sehari. Cara menggunakan air garam untuk berkumur yaitu:

  • Siapkan segelas air hangat
  • Campur dengan beberapa sendok garam dan aduk rata
  • Kumur menggunakan air garam sebanyak tiga sampai lima kali sehari.

8. Madu

Madu sangat bermanfaat sebagai pengobatan untuk batuk yang juga merupakan salah satu gejala dari penyakit bronkitis, karena mengandung manfaat antibiotik. Manfaat madu untuk anak dan balita juga sangat baik sebagai cara mengatasi alergi pada anak dan mengatasi penyebab sariawan pada bayi . Cara menggunakan madu untuk mengobati bronkitis mudah saja, Anda tinggal mencampurkan madu ke dalam minuman yang biasa diminum anak sehari – hari seperti susu atau air putih secara rutin sampai batuknya berangsur reda.

9. Daun Sirih

Selain manfaatnya untuk menghilangkan jerawat di wajah, sirih juga dapat digunakan untuk mengatasi bronkitis. Caranya cukup dengan merebus beberapa lembar daun sirih yang sudah dibersihkan dengan beberapa butir gula batu di dalam panci dengan takaran dua gelas air. Diamkan sampai mendidih dan tersisa sebanyak satu gelas, lalu minumkan larutan itu kepada si penderita bronkitis.

10. Kulit Jeruk Mandarin

Manfaat kulit jeruk mandarin yang berhubungan dengan bronkitis antara lain anti asma, peluruh atau pengencer dahak, dan anti peradangan. Cara menggunakan kulit jeruk mandarin yaitu:

  • Anda bisa merebus kulit jeruk ini secukupnya dengan tiga gelas air.
  • Biarkan mendidih hingga tersisa sebanyak satu gelas.
  • Kemudian bagi menjadi tiga bagian untuk diminum tiga kali sehari.
  • Minumkan kepada penderita bronkitis selama sepuluh hari agar sembuh.
  • Bisa juga dicampur dengan daun beringin secukupnya untuk hasil yang lebih efektif.

Pada umumnya, jika tidak ada tanda infeksi yang serius ketika anak dibawa ke dokter maka tidak akan ada pemberian antibiotik yang diperlukan. Jika dokter memberikan resep antibiotik untuk anak yang sedang mengalami bronkitis tanpa tanda-tanda infeksi yang bisa dilihat atau yang sudah jelas, maka orang tua perlu mendiskusikan dengan dokter mengenai perlunya obat tersebut.

Cacar Air pada Anak – Gejala dan Cara mengatasinya

Cacar Air pada Anak – Gejala dan Cara mengatasinya

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin agar anak selalu sehat dan ceria. Untuk itu, sejak lahir para orang tua sudah membekali anak dengan berbagai macam tindakan yang berguna untuk membuat anak selalu sehat dan memiliki kekebalan tubuh yang baik. Seperti mengusahakan untuk memberi ASI selama enam bulan agar mendapatkan manfaat ASI eksklusif untuk bayi, memberi makanan terbaik untuk bayi dan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak sebagai cara meningkatkan kekebalan tubuh anak,  dan memberikan beberapa jenis jenis imunisasi dan manfaatnya sehingga diharapkan dapat memberikan kekebalan pada tubuh anak akan serangan penyakit tertentu.

ads

Sayangnya, walau bagaimanapun kita tidak dapat sepenuhnya mencegah anak agar tidak terkena penyakit. Jenis – jenis penyakit yang dapat menyerang anak – anak masih ada banyak sekali, diantaranya adalah bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak, gejala diabetes pada anak, gejala hipertensi pada anak, flu, campak dan penyakit cacar. Pada penyakit cacar, virus menyerang kulit dan menyebabkan timbulnya bintil – bintil yang berwarna merah dan melepuh. Umumnya penyakit cacar ini diderita anak yang berusia dibawah sepuluh tahun. Anak kecil masih rentan terkena cacar air karena kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna.

Proses Penularan

Cacar air umumnya disebabkan oleh virus Varicella Zoster yang termasuk ke dalam kelompok virus herpes. Ini merupakan penyakit yang sangat menular dan penularannya sangat cepat. Bisa melalui kontak langsung dengan penderita, melalui barang – barang yang digunakan penderita seperti handuk, seprai, dan selimut dari pecahan vesikel atau bintil, atau lewat percikan air liur saat bersin atau batuk. Virus masuk ke saluran pernapasan atas dan memperbanyak diri, kemudian menyebar ke peredaran darah dan akan menimbulkan gejala klinis.

Bahkan, seseorang dapat dikatakan sudah terkena virus cacar air jika telah melakukan kontak atau berada di ruangan yang sama dengan penderita cacar air. Saat – saat yang harus dihindari untuk berdekatan dengan penderita adalah satu atau dua hari sebelum timbulnya ruam dan sekitar seminggu setelah ruam muncul atau sebelum ruam mengering. Namun, apabila seseorang telah terkena infeksi pertama dari virus ini maka tubuhnya akan membentuk semacam kekebalan, sehingga sangat jarang ada seseorang yang terkena penyakit cacar hingga melebihi satu kali seumur hidupnya.

Gejala Cacar Air

Gejala utama berupa ruam akan timbul pada kulit, tampak merah – merah dan akan berubah menjadi berupa bintil yang melepuh. Bintil yang berisi cairan terasa sangat gata akan mengering dalam kurun waktu tujuh sampai empat belas hari. Biasanya bintil terdapat di wajah, telinga, kepala, dada, perut, lengan, dan kaki, bahkan di dalam mulut atau di sekitar alat kelamin anak. Gejala lainnya adalah:

  • Demam
  • Merasa mual
  • Tidak ada nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Mengalami kelelahan
  • Otot terasa nyeri atau sakit.

Setelah mengalami semua gejala tersebut dan juga terjadi pembesaran kelenjar getah bening, lalu dalam waktu dua puluh empat sampai tiga puluh enam jam kemudian muncul bintik – bintik merah yang mendatar atau makula, biasanya dimulai dari badan meyebar ke wajah, lengan dan kaki. Bintik tersebut kemudian menonjol atau yang biasa disebut dengan papula, berisi cairan atau vesikel yang terasa gatal. Selama tiga atau empat hari, bintik ini akan muncul secara bertahap hingga dapat ditemui dalam semua bentuk tahapan mulai dari bintik biasa, bintik berisi cairan, dan bintik yang mengering.

Pengobatan Cacar Air

Tujuan dari pengobatan yang dilakukan terhadap penyakit cacar air adalah untuk mengurangi tingkat keparahan gejala yang dialami. Beberapa hal yang dapat dilakukan ketika anak terkena cacar air adalah:

  • Pemberian obat seperti paracetamol atau obat antihistamin biasanya juga bukan untuk mengobati cacar air, melainkan untuk menghilangkan demam dan rasa tidak nyaman yang diderita anak.
  • Khusus untuk bayi baru lahir, dapat diberikan suntikan immunoglobulin untuk mencegah cacarnya menjadi semakin parah.
  • Anda bisa mengoleskan losion kalamin ke tubuh anak untuk mengurangi gatal – gatal di tubuhnya.
  • Jangan berikan anak yang sedang menderita cacar obat aspirin karena bisa menyebabkan anak menderita sindrom Reye, yaitu suatu penyakit yang dapat mengakibatkan kerusakan yang serius kepada organ hati dan otak.
  • Ada juga pemberian obat virus Acyclovir yang tujuannya bukan untuk menyembuhkan cacar air namun untuk meringankan saja gejala yang dirasakan oleh penderita. Anti virus ini harus diberikan dalam jangka waktu 48 jam setelah pertama kali muncul ruam.
  • Banyak memberi anak cairan seperti ASI, susu atau air  minum untuk menghindari kemungkinan dehidrasi.
  • Jangan menggaruk bintil yang ada karena dapat menimbulkan luka dan infeksi, sebab virus berdiam di dalam bintil – bintil atau gelembung tersebut. Anda dapat membungkus tangan anak dengan sarung tangan saat ia tidur untuk mencegah garukan. Jaga kebersihan kuku anak dan juga agar kukunya tetap pendek.
  • Pilihkan pakaian yang nyaman untuk dipakai seperti pakaian yang menyerap keringat, berbahan katun dan longgar. Ketika mencuci seprai atau pakaiannya, pastikan untuk menggunakan larutan antiseptik.
  • Mandikan anak seperti biasa jika memungkinkan. Jika tidak, anak cukup diseka menggunakan air hangat yang sudah dibubuhi cairan antiseptik.
  • Waspadai apabila anak mengalami bintil yang terinfeksi, demam yang meninggi, bengkak, bernanah, sakit kepala dan juga gatal yang tidak kunjung hilang.
  • Usahakan agar anak cukup beristirahat untuk pemulihan tubuhnya dan jangan dulu membiarkan anak bermain di luar rumah.
  • Beri anak makanan yang bergizi untuk memperkuat ketahanan tubuhnya terhadap penyakit cacar tersebut, misalnya makanan yang mengandung vitamin K.
  • Hindari pemakaian bedak tabur untuk mengurangi gatal yang dapat memperluas penyebaran cairan berisi virus.
ads

Komplikasi Penyakit Cacar Air

Cacar air termasuk penyakit ringan yang jarang berkembang menjadi suatu kasus yang lebih serius, walaupun kelihatannya semua bintil yang melepuh itu merupakan penyakit yang berat. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada beberapa resiko akan efek samping dan komplikasi berkaitan dengan penyakit cacar air yaitu:

  1. Infeksi Bakteri – Infeksi akibat bakteri adalah komplikasi yang paling umum terjadi pada area kulit, terutama disebabkan oleh bakteri Strepcococcus Pyogenes dan Staphylococcus Aureus. Keduanya termasuk tipe bakteri yang kebal terhadap pengobatan dengan methicillin. Infeksi terjadi akibat garukan pada bintil – bintil sehingga kulit terluka dan bakteri menjadi mudah masuk ke luka tersebut. Bahayanya, infeksi ini dapat menjadi kasus yang berat dan menyebar ke seluruh tubuh.
  2. Komplikasi Saraf – Komplikasi yang melibatkan sistem saraf pusat yang terjadi dalam bentuk radang di seluruh otak dengan gejala kejang – kejang, rasa kaku di area tengkuk, dan penurunan kesadaran. Selain itu juga bisa berupa gangguan berjalan dan bicara.
  3. Radang Paru – Komplikasi yang paling serius adalah terjadinya radang paru akibat cacar air tersebut, atau juga disebut varicella pneumonia. Muncul kurang lebih tiga sampai lima hari setelah cacar air gejala awal timbul. Sesak napas, napas yang cepat, batuk, demam, batuk darah, nyeri dada, dan tubuh membiru karena kekurangan oksigen. Lebih umum terjadi pada orang dewasa, wanita hamil, dan perokok.
  4. Komplikasi Lainnya – Walaupun sangat jarang, penyakit cacar air juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi lainnya seperti peradangan jantung, peradangan ginjal, peradangan hati, peradangan kornea mata, peradangan pada telinga, peradangan pembuluh darah arteri, dan kelainan darah.

Cara Pencegahan

Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk mencegah atau meminimalisasi kemungkinan penularan cacar air kepada anak atau juga kemungkinan anak yang terkena cacar menularkannya kepada orang lain:

  • Bila salah satu anggota keluarga atau anak terkena cacar air, buatlah suatu tempat isolasi untuk mereka agar terpisah untuk sementara dari anggota keluarga lainnya yang belum pernah terkena penyakit cacar air.
  • Usahakan untuk tinggal di dalam rumah selama masa inkubasi penyakit, yaitu mulai dari timbulnya gejala, terbentuknya lesi atau bintil sampai mengering.
  • Memberi anak vaksin cacar air. Apabila anak tetap terkena cacar setelah divaksin, setidaknya vaksin tersebut dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit. Anak dapat diberikan vaksin jika telah berusia diatas satu tahun.
  • Jangan memecah bintil atau lesi yang timbul saat menderita cacar air, karena disitulah tempat virus berdiam. Jika dipecah, virus dapat berpindah ke tempat lain menyebabkan bintil semakin banyak atau dapat menulari orang lain.

Pantangan Makanan

Penderita cacar harus menjaga asupan makanannya untuk sementara agar kondisi ruam atau lesi tidak bertambah parah, karena ternyata jenis makanan tertentu dapat membuat kondisi tersebut memburuk. Sebabnya, karena kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun membuat tubuh rentan terhadap alergi yang dapat memperburuk gatal karena lesi atau gelembung cacar tersebut. Apa saja makanan yang harus dihindari, simaklah beberapa macam makanan tersebut berikut ini:

  • Makanan berminyak atau gorengan yang bisa menambah kadar minyak di wajah.
  • Produk susu seperti keju, susu sapi cair, dan lainnya.
  • Makanan yang amis seperti ikan, makanan laut, telur dan lainnya.
  • Buah – buahan asam seperti jeruk dan sejenisnya.
  • Makanan asin
  • Makanan pedas
  • Junk food atau fast food

Pada intinya, untuk mempercepat pemulihan penyakit cacar dan membuat gelembung – gelembung cacar cepat mengering diperlukan kondisi tubuh yang memiliki daya tahan kuat, serta kondisi kulit yang bagus agar bekas luka akibat lesi juga cepat menghilang. Rata – rata jenis makanan diatas dapat membuat kulit menjadi iritasi dan menyulitkan penyembuhan bekas cacar. Karena itulah, sebaiknya menghindari makanan – makanan yang seperti diatas dan mengonsumsi makanan sehat untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit cacar.

Obat Tradisional Untuk Cacar

Bahan – bahan berikut ini akan sangat berguna untuk membantu penyembuhan penyakit cacar. Apa saja bahan alami yang bagus untuk mengobati cacar? Kita bisa menyimak ulasannya berikut:

1. Jagung

Parutan jagung bisa mengecilkan gelembung cacar dan mengurangi gatal yang sangat mengganggu. Caranya dengan membalurkan parutan jagung ke kulit yang mengalami cacar tersebut.

2. Kunyit

Sama dengan jagung, kunyit juga berfungsi untuk mengurangi gatal dan gelembung cacar. Kunyit dapat diminum ataupun dioleskan ke kulit.

3. Kacang hijau

Anda dapat merendam kacang hijau hingga melunak, setelah itu tumbuklah sampai halus dan balurkan hati – hati kepada kulit yang terkena cacar.

4. Mengkudu

Buah ini memiliki ciri khas dengan baunya yang menyengat serta rasanya yang pahit. Jarang orang yang menyukai buah ini, namun khasiatnya untuk kesehatan sangat besar. Terutama untuk membantu mengatasi penyakit seperti cacar air. Cara membuatnya yaitu dengan membersihkan dan memotong buah mengkudu secukupnya. Lalu hancurkan dengan blender untuk dibuat jus. Dapat dikonsumsi setiap hari untuk menyembuhkan cacar air.

5. Temulawak

Menggunakan temulawak untuk mempercepat penyembuhan penyakit cacar air dapat dilakukan dengan mencampurkannya bersama kencur. Siapkan 15 gr kencur dan 15 gr temulawak, lalu rebus dalam air sebanyak 600ml, biarkan mendidih dan tersisa setengahnya. Campuran ini bisa diminum dua atau tiga kali sehari. Temulawak juga bisa dibuat sebagai penambah nafsu makan bagi anak yang sulit makan.

6. Daun Jarak

Cara menggunakan daun jarak untuk cacar air adalah, ambil daun jarak sebanyak 5 hingga 7 lembar lalu rebus kurang lebih selama sepuluh hingga lima belas menit. Kemudian campurkan dengan air dan gunakan untuk mandi dua kali sehari hingga sembuh.

7. Cendana 

Bekas hitam dari lesi cacar dapat diatasi menggunakan cendana. Cara menggunakan cendana yaitu dengan menghancurkan beberapa potong sampai halus lalu dicampurkan dengan sedikit air. Perhatikan warna campuran, jika berwarna coklat setelah diaduk, maka ramuan tersebut bisa digunakan untuk dioleskan ke bekas luka.

8. Bengkoang

Salah satu khasiat bengkoang adalah untuk memulihkan bekas luka cacar yang ada di wajah. Cara menggunakannya adalah dengan menghaluskan bengkoang dan gunakan menjadi masker di wajah untuk memudarkan bekas – bekas cacar yang menghitam.

9. Kulit Pisang

Khasiat kulit pisang diantaranya adalah untuk menghilangkan kulit mati. Anda dapat menggosokkan kulit pisang pada bekas cacar air yang menghitam, lakukan dua kali sehari selama sepuluh menit.

10. Madu

Manfaat antiseptik dari madu berfungsi mencegah bekas luka menjadi terinfeksi. Anda bisa mengoleskan madu pada bekas cacar air anak.

11. Daun Pegagan

Proses peremajaan kulit dari dalam bisa dibantu dengan menggunakan manfaat dari daun pegagan. Daun ini dapat dibuat menjadi jus dan ditambahkan madu sehingga ada rasa enak yang membuat anak tidak enggan mengonsumsinya.

12. Air Kelapa Muda

Penderita cacar air umumnya merasa panas dan gerah, hal itu bisa dikurangi dengan konsumsi air kelapa. Selain diminum, air kelapa juga dapat digunakan sebagai obat luar untuk mempercepat pengeringan bintil cacar.

13. Lidah Buaya

Tumbuhan yang sangat mudah didapat ini banyak sekali manfaatnya untuk kulit. Salah satunya adalah untuk menghilangkan noda hitam di kulit, baik itu bekas jerawat atau termasuk juga untuk bekas cacar. Lidah buaya atau aloe vera juga dapat menghaluskan bekas luka yang ada di kulit. Caranya cukup dengan mengoleskan gel lidah buaya, biarkan mengering kemudian dibersihkan, lakukan secara teratur.

14. Lemon

Buah asam yang satu ini memiliki khasiat memutihkan yang alami, karena itu sangat cocok digunakan untuk menghilangkan bekas luka akibat cacar. Hana dibutuhkan sedikit olesan lemon pada kulit yang bernoda, namun usahakan agar jangan sampai terkena sinar matahari pada saat sedang menggunakan lemon di kulit. Cara menggunakannya juga sama, oleskan sedikit air lemon tersebut pada bekas luka, biarkan mengering lalu bilas.

Menghilangkan Bekas Cacar Air Secara Medis

Selain menggunakan bahan alami, kecanggihan teknologi masa sekarang tidak harus berangkat sendiri, bekas cacar air pada anak pun bisa dihilangkan dengan menggunakan prosedur medis. Jadi Anda tidak perlu khawatir apabila kulit si kecil yang tadinya mulus tidak bisa kembali seperti semula. Cara medis yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bekas cacar yaitu:

  • Mikrodermabrasi – Jenis perawatan ini akan membantu proses regenerasi sel kulit yang telah rusak, begitu juga dengan kulit yang pernah terkena cacar. Dokter akan menghapus lapisan kulit yang rusak sehingga jaringan di bawahnya tidak terganggu. Perawatan ini banyak dilakukan untuk modern.
  • Laser – Penggunaan sinar laser berguna untuk memecah pigmen hitam pada kulit yang terdapat bekas cacar sehingga pertumbuhan kolagen dalam lapisan kulit dibawahnya dapat dirangsang untuk membantu penghilangan bekas luka yang didapat dari penyakit cacar.
  • Eksisi – Teknik ini adalah ideal untuk bekas cacar yang membandel, yang sulit diatasi dengan cara lainnya. Jaringan parut akan diihapus oleh ahlinya atau dokter dengan cara dibedah. Memang akan meninggalkan bekas, akan tetapi teknik ini dapat membuat bekas cacar menjadi jauh lebih kecil.
Artikel Lainnya
  • anemia pada anak
  • cara jitu mengatasi cadel pada anak
  • cara mengajarkan anak tentang uang
  • cara mengatasi sakit perut pada anak
  • bayi tidur tengkurap
  • cara mengenali karakter anak
  • anak kidal
  • anak tersedak
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah

Jika ingin mencobanya pada anak-anak, sebaiknya tidak menggunakan perawatan tercanggih lebih dulu. Hal ini karena kulit anak masih bisa beregenerasi dengan cepat sekali. Bahan alami akan jauh lebih baik bagi anak karena tidak terlalu beresiko, namun sebelum menggunakannya Anda tetap harus mengujinya lebih dulu untuk keamanan. Gunakan bahan-bahan alami itu hanya setelah bekas cacar tidak lagi terisi virus, melainkan sudah kering dan tinggal bekasnya saja. Juga jangan sampai menggunakan terlalu banyak agar tidak menimbulkan reaksi alergi.

Cara Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak dengan Cepat dan Alami

Cara Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak dengan Cepat dan Alami

Mengetahui anak menyimpan kutu di kepalanya pasti membuat hampir semua ibu panik. Kutu rambut sangat mudah menular kepada orang lain, umumnya dari kontak antara kepala anak yang berkutu dengan kepala anak yang lainnya. Tidak hanya itu saja, penggunaan barang yang sama juga bisa menularkan kutu rambut, misalnya handuk, sisir, topi, helm, pakaian, dan banyak lagi yang berhubungan dengan kepala. Selain itu kutu juga menyebabkan rasa gatal karena gigitannya pada kulit kepala, terlebih lagi pada orang yang memiliki alergi.

Jika tidak dibasmi segera, kutu dapat berkembang menjadi suatu epidemi yang berlangsung seperti lingkaran yang tidak berujung, karena penularan akan terus menerus terjadi selama pembersihannya tidak berlangsung maksimal dan tuntas. Terutama, pada sekolah dimana anak – anak berusia antara 3-12 tahun berkumpul. Kutu memang tidak berbahaya secara signifikan, tetapi akibat yang ditimbulkannya sangat tidak nyaman. Kulit kepala anak dapat mengalami iritasi dan luka karena sering digaruk.

Tanda – tanda kutu rambut

Anda perlu mengetahui gejalanya ketika anak mengalami kutu rambut. Ketika anak mengalami rambut berkutu, yang paling terlihat adalah gerakan menggaruk, karena kutu menyebabkan gatal di kulit kepala, jadi anak mungkin akan mengalami lecet dan goresan di kulit kepala. Untuk melihat kutu dan telurnya, terkadang diperlukan kaca pembesar karena ukurannya yang kecil, namun biasanya Anda akan melihat kutu tersebut menempel di helaian rambut anak dekat dengan kulit kepala dan tidak bisa dihilangkan hanya dengan mengibaskan rambut saja. Sedangkan kutu biasanya ditemukan di area rambut dekat leher, telinga, dan puncak kepala. Masalah yang dapat dialami seorang anak bukan hanya kutu rambut saja, melainkan juga ada gejala cacingan pada anak, gangguan pencernaan pada anak, dan cara mengatasi keracunan pada anak.

Menghilangkan Kutu Rambut Dengan Sisir Serit

Menghilangkan kutu rambut sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai cara yang ada. Namun, cara utama yang tetap harus dilakukan adalah menggunakan sisir serit untuk menghilangkan kutu dan telur yang masih tertinggal di rambut.  Pada dasarnya, cara menghilangkan kutu rambut pada anak bisa dilakukan secara manual yaitu dengan menyisir menggunakan sisir serit dan mengambil kutu rambut satu persatu. Menghilangkan kutu akan lebih efektif jika sebelum atau setelah menggunakan ramuan apapun dilanjutkan dengan cara ini. Cara menggunakan sisir serit untuk menghilangkan kutu yaitu:

  • Anda bisa membasahi rambut atau keramas terlebih dulu.
  • Siapkan baskom yang berisi air hangat dan sabun pencuci piring atau air yang dicampur dengan cuka putih.
  • Siapkan juga sisir serit yang telah dibersihkan dengan air panas.
  • Beri handuk di pundak anak untuk menampung telur atau kutu yang berjatuhan.
  • Siapkan tempat yang terang dan alasi lantai dengan koran untuk menampung telur serta kutu yang tercecer.
  • Bagi rambut menjadi beberapa bagian dan mulai menyisir perlahan.
  • Sisirlah mulai dari akar rambut hingga ke ujung, uraikan jika ada yang kusut.
  • Amati sisir serit, jika terlihat ada kutu atau telur yang menyangkut, bersihkan menggunakan tisu lalu dengan mencelupkan ke dalam baskom.
  • Keringkan sisir serit dengan tisu sampai bersih dari kutu dan telurnya, lalu mulailah menyisir kembali.
  • Lakukan terus sampai seluruh rambut bersih dari kutu dan telurnya.
  • Keramas lagi setelah rambut bersih.
  • Keringkan rambut menggunakan hair dryer, suhu panas dapat mematikan telur kutu yang masih tertinggal.

Selain masalah kutu rambut, ada beberapa masalah kesehatan lain yang perlu diketahui oleh orang tua yang kerap terjadi pada seorang anak yaitu cara mengatasi biang keringat pada anak, cara mengatasi diare pada anak, dan penyebab perut kembung pada bayi.

Menghilangkan Kutu dengan Produk Khusus

Menghilangkan kutu di rambut anak menjadi satu hal yang harus dilakukan dengan cepat agar tidak menyebar kemana – mana dan menulari orang lain sehingga menciptakan lingkaran penularan yang tidak berkesudahan. Ada beberapa produk mengandung bahan kimia yang biasa digunakan untuk menghilangkan kutu pada rambut dengan cepat, yaitu:

1. Sampo Phyretrum

Phyretrum adalah bahan aktif alami yang terkandung dalam sampo anti kutu, yang berasal dari bunga krisan. Kandungan phyretrins dalam bunga krisan menyerang sistem syaraf pada kutu hidup. Cara menggunakannya yaitu:

  • Oleskan produk pada rambut kering dan tunggu sepuluh menit.
  • Tambahkan air setelahnya sampai berbusa dan bilas sampai bersih.
  • Sisir rambut dengan sisir serit.
  • Pemakaian kedua direkomendasikan pada waktu seminggu sampai sepuluh hari kemudian untuk menghilangkan sisa kutu yang masih ada.

2. Lotion Permethrin 1%

Permethrin merupakan versi sintetis dari Pirethrin. Cara kerjanya tidak jauh berbeda, yaitu menyerang kutu yang hidup. Cara menggunakannya yaitu:

  • Pakai lotion ini pada rambut yang lembab secara merata.
  • Biarkan selama sepuluh menit, bilas dan sisir dengan sisir serit.
  • Ulangi apabila kutu ada yang masih hidup  tujuh hari setelah perawatan.

3. Lotion Spinosad

Lotion yang dibuat dengan resep dokter ini mengandung spinosad, yaitu insektisida natural yang dibuat dari bakteri yang ditemukan di tanah. Pada tahun 2011 produk ini telah disetujui di Amerika untuk pasien berusia empat tahun keatas. Cara menggunakannya yaitu:

  • Lapisi kulit kepala dengan lotion ini dan sampai ke ujung rambut.
  • Biarkan selama sepuluh menit, bilas dan gunakan sisir serit.
  • Efek sampingnya adalah iritasi pada mata dan kulit, jadi penggunaannya harus sangat berhati – hati.

4. Lotion Ivermectin

Disetujui pada tahun 2012 di Amerika, lotion Ivermectin 0,5 % juga ditemukan dari bakteri yang hidup di tanah. Cara kerjanya melumpuhkan kutu beserta telurnya dan bisa digunakan pada anak berusia enam bulan keatas. Cara menggunakannya sama dengan lotion yang lain.

5. Lotion Benzyl Alkohol 5%

Obat ini dipasarkan di Amerika pada tahun 2009, bisa digunakan untuk anak berusia enam bulan keatas. Cara kerjanya dengan membuat kutu dewasa kehabisan napas sehingga mati lemas, namun lotion ini tidak dapat membunuh telur kutu. Cara menggunakannya yaitu:

  • Siramkan ramuan ke rambut dan kulit kepala yang kering.
  • Tunggu selama sepuluh menit, lalu bilas.
  • Anda bisa keramas setelahnya, dan melanjutkan dengan sisir serit untuk membuang telur kutu dan kutu dewasa yang sudah mati.

6. Lotion Malathion 0,5%

Ramuan ini merupakan insektisida yang diresepkan dan bisa membunuh kutu dewasa serta beberapa telurnya. Namun ramuan ini berbahaya karena mudah terbakar dan bisa menyebabkan kulit mengalami luka bakar hingga dua sampai tiga tingkat. Tidak disarankan untuk anak berusia di bawah enam tahun. Cara menggunakannya yaitu:

  • Gunakan pada rambut kering, biarkan untuk mengering di udara terbuka selama delapan sampai dua belas jam.
  • Jangan menggunakan alat pengering rambut atau terekspos kepada sumber panas.
  • Keramas dan bilas rambut, jika bisa di wastafel sebelum menggunakan sisir serit.
  • Jika masih ada kutu yang hidup selama tujuh sampai sembilan hari setelahnya, ulangi perawatan.

7. Sampo Lindane 1%

Neurotoksin ini dapat membunuh kutu dan telurnya, namun bahan yang terkandung di dalamnya dicurigai merupakan bahan pembawa kanker atau karsinogen. Penggunaan yang salah atau berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk kejang dan kematian. Bahkan walaupun digunakan secara tepat sesuai petunjuk, tetap ada resiko menyebabkan sebagian orang mengalami kejang, menurut FDA Amerika. Karena berbagai resikonya, obat ini tidak lagi direkomendasikan untuk membasmi kutu. Pemakaian obat ini hanya diperuntukkan pada orang yang tidak berhasil menghilangkan kutu dengan pengobatan apapun.

Menghilangkan Kutu dengan Bahan Alami

Mungkin Anda menjadi khawatir ketika membaca berbagai resiko yang dapat dialami dengan menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan kutu rambut. Masih ada alternatif lainnya jika Anda ragu menggunakan bahan kimia. Anda bisa mencoba menggunakan bahan alami yang memang akan memberikan hasil lebih lambat, namun lebih aman. Bahan – bahan tersebut adalah:

1. Minyak Zaitun

Bahan utama yang biasanya ada di dapur ini berkhasiat sebagai ramuan yang dapat membasmi kutu secara efektif. Kutu akan tercekik dan kehabisan nafas ketika minyak ini menutupi saluran nafasnya. Namun hal ini hanya akan berhasil apabila minyak zaitun diaplikasikan ke seluruh kepala dan dilakukan semalaman dengan ditutup menggunakan shower cap, sebab kutu dapat menahan kurangnya udara selama berjam – jam. Anda tetap akan harus menyisir dengan sisir serit keesokan harinya, tetapi minyak zaitun dapat membantu melepaskan telur dari rambut sehingga mudah dibersihkan.

2. Mayones

Kandungan minyak yang banyak pada mayones dapat membuat kutu mati lemas. Cara menggunakan mayones untuk menghilangkan kutu rambut yaitu:

  • Ambil mayones secukupnya, oleskan ke kepala dan rambut secara merata.
  • Bungkus rambut dengan shower cap atau handuk selama lebih dari enam jam.
  • Bilas rambut dan keramas dengan sampo sampai bersih.
  • Keringkan dengan hair dryer pada suhu panas sedang.
  • Sisir rambut menggunakan sisir serit sampai seluruh kutu dan telurnya habis dari rambut.
  • Ulangi selama seminggu sekali sampai rambut benar – benar terbebas dari kutu.

3. Cuka Putih

Sifat asam pada cuka sangat efektif untuk membunuh kutu rambut dengan cepat berkat kandungan asam asetat di dalamnya. Selain itu, asam asetat juga dapat meluruhkan telur kutu dengan cepat. Cara menggunakan cuka untuk rambut yaitu:

  • Siapkan dua sendok makan cuka dan dua sendok makan minyak kelapa.
  • Oleskan campuran cuka dan minyak kelapa pada kulit kepala dan rambut sebelum tidur.
  • Tutup rambut dan biarkan semalaman.
  • Bilas dan cuci rambut keesokan harinya dengan sampo biasa.
  • Anda bisa melakukan cara ini pada rambut anak dua kali seminggu selama dua bulan.

4. Bawang putih

Kandungan sulfur yang tinggi di dalam bawang putih dapat mematikan kutu dengan cepat. Kekurangannya hanya terletak pada baunya yang menyengat. Cara menggunakan bawang putih untuk menghilangkan kutu rambut pada anak yaitu:

  • Siapkan lima siung bawang putih lalu hancurkan sampai halus.
  • Campur dengan satu sendok makan air putih atau secukupnya saja.
  • Saring bawang putih untuk diambil sarinya
  • Oleskan bawang pada kulit kepala, gunakan shower cap dan tutup selama dua jam.
  • Setelahnya, bilas menggunakan air hangat dan sampo
  • Anda bisa melakukan cara ini setiap hari sampai seluruh kutu di rambut anak menghilang.

5. Lemon

Sifat asam juga ada pada jeruk lemon dan bisa membunuh kutu serta telurnya yang menempel pada rambut. Cara menggunakan lemon untuk menghilangkan kutu pada rambut anak yaitu:

  • Siapkan dua buah lemon dan peras airnya.
  • Campurkan dengan air bersih secukupnya.
  • Tuangkan ke kulit kepala secara merata dan diamkan selama setengah jam.
  • Bilas rambut dengan air hangat sesudahnya
  • Lakukan cara ini sebanyak dua kali seminggu.

6. Alkohol 70%

Alkohol juga dapat membunuh kutu beserta telur – telurnya di rambut dengan efektif. Cara menggunakan alkohol untuk menghilangkan kutu di rambut anak yaitu:

  • Semprotkan alkohol ke kulit kepala secara menyeluruh sampai semua bagian kepala terasa dingin.
  • Hati – hati agar tidak masuk ke mata anak karena dapat menyebabkan iritasi mata.
  • Biarkan dulu selama lima sampai sepuluh menit.
  • Kemudian oleskan kondisioner pada kepala sampai merata.
  • Gunakan sisir serit untuk menyisir rambut
  • Keramas dengan menggunakan sampo biasa.
  • Lakukan cara ini sekali seminggu sampai semua kutu menghilang dari rambut anak.

7. Listerine

Obat kumur ini juga mengandung alkohol dalam persentase yang tinggi. Namun Anda harus sangat berhati – hati untuk menggunakannya, karena beresiko tertelan oleh anak – anak ataupun mengenai mata dan menyebabkan iritasi. Pastikan juga agar anak tidak mengalami luka terbuka di kepala yang dapat terkena listerine. Cara menggunakan listerine untuk menghilangkan kutu di rambut anak yaitu:

  • Basahi rambut anak dengan listerine sampai merata dan tutup dengan shower cap.
  • Biarkan selama setengah jam atau lebih baik lagi biarkan semalaman.
  • Bilas rambut dengan air hangat dan oleskan cuka ke kulit kepala untuk merontokkan telur kutu.
  • Sisir rambut dengan sisir serit keesokan paginya sampai bersih dari telur dan kutu.

Membersihkan peralatan yang digunakan

Sangat penting untuk membersihkan secara tuntas peralatan yang digunakan saat menyisir rambut dari kutu dan telurnya. Cara membersihkan peralatan yang efektif yaitu:

  • Bersihkan dulu sisir serit dan peralatan lain yang digunakan dari kutu dan telurnya yang masih tertinggal di sela – sela sisir.
  • Rendam semua peralatan dalam air mendidih bersuhu diatas 54 derajat celcius selama lima sampai sepuluh menit, agar pasti tidak ada kutu yang masih hidup atau telurnya di sisir tersebut.
  • Anda juga dapat mencampur dua cangkir air mendidih dengan satu cangkir amonia. Rendam sisir serit dan peralatan lainnya selama lima belas menit di dalam larutan tersebut.
  • Bersihkan semuanya dengan sikat gigi bekas di bawah air mengalir.
  • Pisahkan penyimpanannya dari orang lain.

Sebagai orang tua, Anda pasti sangat tidak ingin melihat si kecil dalam keadaan kotor atau berantakan. Misalnya, ketika ia mengompol maka ada cara mudah menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak, atau anak menunjukkan tanda tumbuh gigi. Karena itulah, perlu melakukan cara menjaga kebersihan pada anak, terutama agar bebas dari kutu rambut.

Mencegah Kutu Datang Kembali

Sementara menghilangkan kutu di rambut anak, Anda juga dapat sambil melakukan pembersihan untuk memastikan agar kutu tidak kembali dan tidak menyebar. Langkah – langkah yang bisa dilakukan adalah:

  1. Mencuci semua sprei, sarung bantal, pakaian, sisir, helm dan handuk  serta barang lain yang digunakan anak menggunakan air panas minimal 50% celcius. Pisahkan dari pakaian anggota keluarga yang lainnya.
  2. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot tempat tidur, sofa, karpet dan lainnya.
  3. Telur kutu yang tertinggal dapat menetas setelah beberapa lama. Setelah rambut anak bebas kutu, ulangi lagi proses yang sama untuk rambut anak sekitar sepuluh sampai dua belas hari sesudahnya untuk mencegah kembalinya kutu.
  4. Jangan lupa menyisir rambut dengan sisir serit dua sampai tiga hari sekali selama sepuluh hari tersebut.
  5. Sebaiknya Anda dan anggota keluarga yang lain juga menjalani proses yang sama untuk membasmi kutu rambut walaupun belum merasa tertular, untuk tindakan pencegahan.
  6. Selama belum ada tanda bahwa rambut anak benar – benar terbebas dari kutu, jangan dulu gunakan benda yang sama dengan anak.
  7. Usahakan untuk menghindari bersentuhan kepala dengan orang lain.
  8. Keringkan rambut dengan hair dryer untuk mematikan sisa telur dan kutu yang tertinggal. Namun hati – hati janganlah menggunakan hair dryer setelah melakukan perawatan dengan bahan kimia atau juga ketika baru saja menggunakan bahan asam pada kulit kepala dan rambut, seperti jeruk lemon atau cuka.

Tidak hanya harus menguasai cara menghilangkan kutu dari rambut anak, para orang tua terutama ibu juga harus membekali diri dengan ilmu seperti cara mengatasi lidah putih pada bayi, cara mengatasi batuk pada anak, dan juga cara mengatasi demam yang dialami anak. Karena beberapa dari obat kutu mengandung bahan kimia berbahaya, sebaiknya Anda mencari informasi dengan lengkap terlebih dulu sebelum memutuskan menggunakannya agar tidak terkena resiko dari penggunaannya. Resiko tersebut seperti kanker, iritasi mata, keracunan, dan lain – lain. Adapun untuk kasus kutu yang sudah menahun tak kunjung teratasi, dan Anda sudah mencoba segala cara untuk menghilangkannya, sebaiknya meminta bantuan dokter agar masalahnya cepat teratasi.