dampak

5 Bahaya Anak tidak Diimunisasi Sejak Dini

5 Bahaya Anak tidak Diimunisasi Sejak Dini

Jangankan bayi, kita orang dewasa saja kesakitan jika dikenakan dengan jarum suntik. Sebagian dari orang tua tidak ingin anaknya disuntik karena takut anaknya menangis terus-menerus. Namun, suntik itu diharuskan, apalagi suntik imunisasi. Tujuan suntik ini untuk melawan bakteri dan kuman yang masuk ke tubuh si anak. Cairan yang disuntikkan ke tubuh dianggap salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.

Ada beberapa jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya. Jika imunisasi tidak diberikan, maka anak akan mudah terserang penyakit demam, nafsu makannya berkurang, dan lain-lain. Namun, hal ini sangatlah wajar karena cairan yang disuntikkan sebenarnya lagi bekerja di dalam tubuh si anak. Lalu, apa jadinya ketika si anak tidak diberikan imunisasi?
  1. Mudah Terserang Penyakit Folio

Anak yang tidak diimunisasi memang akan lebih mudah diserang polio karena tulangnya tidak kuat untuk bertumbuh. Inilah yang menjadi penyebab terjadinya kelumpuhan. Maka tak heran sebelum imunisasi polio digalakkan, banyak anak-anak yang menderita lumpuh. Namun, saat ini penyakit polio sudah berkurang karena pemerintah mewajibkan anak-anak untuk suntik polio sewaktu masih balita.

Baca : ciri-ciri anemia pada anak – gejala sinusitis pada anak – gejala hipertensi pada anak – gejala diabetes pada anak

  1. Mudah Terkena Campak

Campak merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kulit menjadi merah-merah. Apabila tidak dilakukan pengobatan, maka campak akan menyebar ke seluruh bagian tubuh dan sulit untuk dihilangkan. Penyakit campak juga sangat mudah menyerang anak-anak, apalagi yang usianya sekitar 1 tahun. Oleh sebab itu, pastikan anak Anda diberi suntik imunisasi untuk mencegah penyakit campak ketika anak masih balita.

Baca : ciri-ciri flu singapura pada anak – gejala kolik pada anak – autis pada anak

  1. Murah Terkena Cacar Air

Cacar air pada anak adalah penyakit yang mudah diobati dengan memberikan suntik imunisasi kepada anak. Apabila tidak, penyakit menular ini akan tersebar ke seluruh tubuh, juga akan membahayakan orang lain yang ada di sekitar si anak.

Cacar air sendiri adalah penyakit kulit yang mirip seperti terkena luka bakar. Dimana kulit akan mengembung dan ada air di dalamnya. Nah, ketika cacar ini sudah masak, maka cacar akan melepuh dan menyisakan luka hitam di tubuh anak. Jika Anda tidak menginginkan tubuh si anak memiliki bekas hitam-hitam, segera bawa anak untuk diimunisasi.

Baca : cara mengatasi keracunan pada anak – cara mengatasi sakit perut pada anak

  1. Mudah Terkena Hepatitis

Hepatitis adalah salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Penyakit ini sangat mudah menyerang tubuh seseorang yang lemah. Apabila tidak segera diobati, maka virus hepatitis akan menyebabkan si penderitanya terkena kanker hati.

Penyakit ini banyak terjadi pada ibu hamil. Ketika usia kandungan sudah memasuki 7 bulanan, kondisi fisik si ibu akan melemah, sehingga virus-virus mudah masuk ke dalam tubuhnnya. Ibu yang terkena penyakit hepatitis dikabarkan juga akan menularkan penyakit ini kepada si anak di dalam kandungan. Agar di kemudian hari tidak terjadi bahaya kepada si anak, ibu harus segera membawanya untuk suntik imunisasi. Ibu yang mengandung juga harus selalu menjaga kesehatan dan stamina tubuh agar virus tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

Baca : bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak – gejala cacingan pada anak

  1. Mudah Terserang penyakit TBC

Imunisasi BCG adalah jenis imunisasi yang diharuskan untuk mencegah penyakit TBC. Anak yang tidak diberikan imunisasi ini cenderung mudah terkena TBC, apalagi jika si anak merokok ketika beranjak dewasa nanti. Penyakit TBC juga merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia.

Itulah dampak atau bahaya apabila anak tidak diimunisasi. Selain beberapa penyakit di atas, anak juga lebih mudah diserang penyakit difteri, rubella, radang selaput otak, dan tetanus pada anak. Jika Anda ingin si anak tumbuh sehat ketika ia beranjak dewasa, jangan lupa memberi imunisasi kepadanya. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati.

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

Siapa bilang liburan itu hanya berguna untuk orang dewasa? Fakta membuktikan kalau liburan juga penting bagi anak-anak. Selain sebagai momen untuk bersenang-senang, liburan juga menjadi salah satu tahapan perkembangan bermain anak. Ada banyak manfaat yang didapatkan dari liburan, baik liburan indoor maupun outdoor. Akan tetapi, liburan yang benar-benar berkesan itu ketika anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan di luar ruangan atau outdoor. Berikut adalah manfaat liburan bagi anak-anak, antara lain:

  1. Menumbuhkan Kreativitas

Kreativitas anak akan bertumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan anak, kreativitasnya akan berkembang secara signifikan. Ada banyak kegiatan yang dapat memancing kreativitas anak, misalnya mengajak liburan ke pantai, memancing, bermain teka-teki, dan membawanya ke kebun binatang. Agar pertumbuhan kreativitas anak semakin cepat, ajaklah anak Anda untuk melakukan hal-hal yang disukainya. Tanyakan kepadanya hobi yang menjadi kegemarannya agar ia juga semangat untuk melakukannya.

Baca: Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak – cara jitu mengenali bakat anak – cara mengasah bakat anak – cara meningkatkan daya ingat anak

  1. Mempelajari Hal-Hal Baru

Liburan yang baik tidak hanya liburan di lingkungan indoor saja, melainkan juga outdoor. Liburan disini juga tidak hanya mengajak anak berenang, pergi ke mall, atau menonton TV. Melainkan juga mengajaknya untuk mengenal alam sekitar, misalnya membawanya ke taman nasional atau kebun binatang. Ada banyak hal baru yang dapat dipelajari anak sewaktu dirinya berada di taman nasional atau kebun binatang. Contohnya, mengetahui nama-nama tumbuhan dan hewan. Selain itu, anak juga lebih dapat bersatu dengan alam sehingga ada keinginan untuk merawat alam sebaik-baiknya.

Baca: Dampak negatif bermain game untuk anak – Bahaya bermain game untuk anak

  1. Meningkatkan Perkembangan Otak

Ketika mengajak anak untuk berlibur, ada dua jenis sistem yang dilatih di dalam otak. Antara lain Play System dan Seeking System. Keduanya merupakan faktor penting yang akan meningkatkan daya berpikir anak. Latihan dua sistem ini tentu tidak akan didapatkan jika anak terus-menerus berada di rumah. Adanya kesinambungan antara dua sistem ini akan membuat anak juga lebih mampu mengontrol emosionalnya. Anak juga tidak akan mudah stres bahkan selalu bahagia, meskipun ia berada dalam situasi yang sulit sekalipun. Hal ini tentu sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak ketika ia beranjak dewasa.

Baca: Jenis mainan yang merangsang otak anak – manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak

  1. Menghilangkan Stres

Anak juga bisa mengalami stres apabila ia terus-menerus dipaksa untuk belajar dan belajar. Ketika anak sudah stres, Anda perlu mengajaknya ke luar rumah. Misalnya, berenang, memancing, dan bermain di pantai. Kegiatan seperti ini otomatis akan membuat otak si anak lebih fresh, sehingga ia mampu melaksanakan rutinitas di hari berikutnya dengan hasil yang maksimal. Sebagai orang tua, Anda perlu mengatur jadwal berlibur. Apakah itu sekali dalam seminggu atau sekali dalam dua minggu. Penjadwalan waktu untuk liburan penting, agar Anda bisa mempersiapkan liburan dengan sebaik-baiknya. Liburan yang dimaksud tidak harus ke luar kota, namun juga bisa di sekitar tempat tinggal Anda.

Baca: Ciri-ciri anak hiperaktif – cara mengatasi rasa takut pada anak – cara meningkatkan rasa percaya  diri anak – cara mengajarkan disiplin pada anak

  1. Lebih Dekat dengan Anggota Keluarga

Waktu liburan adalah momen yang penting untuk mempererat tali persaudaraan di dalam keluarga. Mengapa? Karena aktivitas yang dilakukan saat liburan dikerjakan bersama-sama. Sehingga anggota keluarga dapat semakin dekat antara yang satu dengan yang lainnya. Termasuk meningkatnya hubungan harmonis antara orang tua dan anak.

Baca : manfaat makan bersama keluarga – cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua

Setelah mengetahui manfaat liburan, apakah Anda masih ragu untuk membawa anak pergi liburan? Agar liburan semakin seru, ketahui tips nyaman bepergian dengan si kecil. Pastikan anak mendapatkan liburan yang cukup, agar ia tidak mengalami stres dan lebih semangat menjalani hari-harinya.

7 Bahaya Penyakit Campak pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

7 Bahaya Penyakit Campak pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Belakangan ini penyakit campak menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Pasalnya penyakit campak seringkali menyerang anak-anak, ditambah lagi cepatnya penularan campak. Campak disebabkan oleh paramiksovirus yang dapat ditularkan melalui sentuhan dan pernapasan.

Gejala awal  penyakit campak hampir mirip dengan gejala cacar air pada anak. Yang dimulai dari demam, hidung meler, dan nyeri pada tenggorokan. Setelah itu, muncul bintik-bintik merah yang sangat gatal. Apabila digaruk, bintik-bintik merah tersebut akan menular ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak diobati dengan cepat, maka akan menyebabkan campak komplikasi.

Ini dia bahaya penyakit campak pada anak yang harus diwaspadai oleh orang tua :

  1. Infeksi Pada Telinga

Peradangan pada bagian telinga akan menimbulkan infeksi akibat adanya penumpukan cairan di telinga. Cairan yang sudah menumpuk akan keluar melalui lubang telinga yang sangat bau. Anak-anak yang terkena gejala campak akan mengalami hal ini pada satu atau kedua telinganya. Adapun dampak dari infeksi ini yaitu demam tinggi pada anak.

Baca: Cara mengatasi demam – Cara meningkatkan kekebalan tubuh anak – Gejala sinusitis pada anak – Anemia pada anak – Ciri-ciri anemia pada anak – macam-macam infeksi kulit pada anak

  1. Dehidrasi

Sebelum dehidrasi, penderita akan mengalami muntah, mual, dan diare terlebih dahulu. Apabila tidak ditangani dengan cepat, maka si penderita akan mengalami rasa haus berlebih yang mengakibatkan dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan kurangnya pasokan air dalam tubuh sehingga kondisi tubuh si penderita sangat lemah dan hilangnya keseimbangan saat berjalan.

  1. Kejang-Kejang

Penyakit kejang bermula dari demam tinggi yang tidak kunjung ditangani. Adapun gejala kejang berupa kondisi tubuh yang lemah dan semua anggota tubuh menjadi kaku. Apabila kejang mencapai kondisi akut, maka ada kemungkinan anak sedikit kurang tanggap atau timbulnya gejala autis pada anak.

  1. Radang pada Selaput Suara

Penyakit campak juga bisa merambah ke bagian laring yang membuat gangguan pada selaput suara. Gejala ini muncul secara tiba-tiba karena tidak adanya pengobatan langsung. Apabila anak Anda tiba-tiba sulit bersuara, segera periksa keadaannya ke dokter. Apabila tidak ditangani, anak akan kehilangan nafsu makannya, bahkan akan sulit berbicara dan bernafas.

  1. Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada bagian paru-paru yang disebabkan oleh penyakit campak. Infeksi atau virus akan menggerogoti tubuh dan masuk ke dalam satu atau dua paru-paru sekaligus. Setelah itu, akan terjadi infeksi parah apabila kantung paru-paru dimasuki oleh cairan yang berisi virus. Adapun gejala yang timbul, berupa si penderita menjadi sulit bernapas.

  1. Mata Juling

Mata juling adalah kondisi dimana arah mata tidak seimbang. Artinya bola mata tidak tertuju pada satu posisi, melainkan dua posisi. Mata juling ini sendiri timbul karena virus yang berhasil masuk ke bagian saraf mata. Apabila tidak ditangani dengan cepat, maka mata anak akan juling sampai ia tumbuh dewasa nanti.

  1. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit paling parah yang disebabkan oleh campak. Virus yang berhasil masuk dalam tubuh akan menyebar ke bagian lainnya, termasuk ke bagian liver yang menjadi akar timbulnya penyakit hepatitis. Jika tidak segera ditangani, akan menimbulkan dampak yang cukup parah ke level akut. Adapun gejala yang timbul dapat berupa: demam tinggi, melemahnya kondisi otot sendi, lelah yang berlebihan, kurangnya nafsu makan, sakit perut, dan penglihatan yang tidak jelas.

Baca: Bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak – Makanan terbaik untuk bayi – Makanan sehat untuk tumbuh kembang anak – Cara mengatasi sakit mata pada anak – jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya – manfaat madu untuk anak dan balita – waspadai gejala penyakit polio pada anak

Penyakit campak termasuk penyakit yang sepele karena gejalanya hanya berupa bintik-bintik merah. Namun, penyakit ini akan sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Apabila anak Anda terkena penyakit campak, segera bawa ke dokter atau obati dengan cara tradisional. Misalnya, dengan memandikannya daun jarak dan mengoleskan tubuh anak dengan madu dan parutan kunyit.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Adanya pendidikan membuat pengetahuan dan wawasan si anak bertambah. Anak juga akan mengetahui suatu hal yang tidak diketahui sebelumnya. Dengan pendidikan, si anak juga dapat meraih cita-cita yang diinginkannya, termasuk untuk memajukan nusa dan bangsa.

Dalam dunia pendidikan, si anak akan menempuh pendidikan secara bertahap. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga jenjang Perguruan Tinggi. Semua jalur pendidikan ini akan ditempuh sehingga si anak lebih matang lagi mempersiapkan dirinya di masa depan.

Pentingnya pendidikan si era sekarang membuat banyak orang tua rela menghabiskan banyak uang untuk menyekolahkan anaknya. Seberapa pentingkah pendidikan tersebut?

  1. Membuat Anak Lebih Berkembang

Perkembangan anak cenderung lebih pesat ketika ia masih berumur sangat belia (di bawah 10 tahun) dibandingkan saat dia sudah dewasa nanti. Sehingga pendidikan dari jenjang paling bawah menjadi momen-momen yang kritis yang akan membentuk diri si anak. Pada tahap ini, si anak juga menjadi lebih paham dan tahu membedakan mana yang harus dilakukannya dan mana yang tidak boleh dilakukannya. Apabila masa emas ini sampai terlewatkan, maka pembentukan diri si anak akan lebih sulit lagi.

Baca: Cara mengajarkan disiplin pada anak – Cara meningkatkan rasa percaya diri anak – Jenis mainan yang merangsang otak anak – Cara mengajarkan anak tentang uang – Cara mudah mendidik anak untuk minta maaf –  Cara mengenali karakter anak – pentingnya sopan santun pada anak

  1. Mempersiapkan Masa Depan Anak

Masa depan anak ditentukan dari pendidikan apa yang ditempuhnya. Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula kemungkinan si anak berhasil untuk menggapai mimpinya. Pada tahap ini, orang tua harus bisa memilih sekolah yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan si anak. Jangan ragu mengeluarkan biaya besar demi masa depan cemerlang anak Anda.

  1. Memiliki Keterampilan Khusus

Selama mengemban pendidikan, si anak akan mampu mengendalikan sistem motorik dalam dirinya. Baik motorik kasar maupun halus. Disaat ini juga si anak dapat mengetahui apa yang disukai dan apa tidak disukainya. Ada beberapa cara jitu mengenali bakat anak agar menjadi keterampilan khusus yang membedakan dirinya dengan anak orang lain.

  1. Memperluas Wawasan

Pendidikan menambah pengetahuan si anak. Segala sesuatu yang tidak diketahuinya dulu dapat ia ketahui melalui pendidikan. Bahkan tingkat pengetahuannya menjadi lebih luas dan tidak terkotak-kotak hanya pada satu bidang saja. Misalnya, si anak lebih mengenal dunia luar baik dari segi budaya, iklim, demografi, dan kejadian atau peristiwa yang terjadi di dunia ini. Pendidikan juga secara otomatis akan membuka cakrawala secara universal.

  1. Membuat Anak Lebih Teratur

Pendidikan apapun itu, baik Playgroup maupun SMA, keduanya sama-sama membuat anak lebih teratur. Bagaimana tidak, adanya jadwal kegiatan yang sudah tersusun membuat si anak memiliki rutinitas yang sudah terstruktur. Belum lagi peraturan yang ditetapkan di sekolahnya, pasti akan membuat si anak harus patuh dan taat pada peraturan tersebut. Apabila si anak melanggar, akan diberikan sanksi yang tegas. Sehingga dirinya akan selalu berusaha untuk berada di jalur yang benar.

  1. Menanamkan Nilai-Nilai Positif

Program pendidikan yang ditempuh si anak akan secara otomatis mengajarkannya nilai-nilai positif seputar kehidupan. Misalnya, toleransi, menghargai, kejujuran, patuh, dan lain sebagainya. Adanya ajaran ini tentu akan membuat si anak lebih menghargai orang-orang di sekitarnya. Nilai positif ini biasanya akan diajarkan melalui mata pelajaran atau dari pergaulan si anak. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai positif tersebut akan tertanam dalam dirinya, sehingga akan terbawa sampai ia dewasa nanti.

Baca : cara membiasakan anak bangun pagi – cara mengatasi rasa takut pada anak – cara jitu mengatasi anak yang cengeng dan manja – cara mengasah bakat anak – cara meningkatkan daya ingat anak

Ada banyak manfaat dari lembaga pendidikan bagi anak usia dini. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk menyekolahkan anak Anda sedini mungkin. Pengajaran yang akan diterima anak tentu akan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. Semakin cepat si anak diperkenalkan dengan dunia pendidikan, semakin pesat pula perkembangannya dibandingkan dengan anak seumurannya.

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

Makan bersama menjadi momen yang sering dilewatkan mengingat banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Kondisi ini mengakibatkan anggota keluarga lebih suka makan sendiri-sendiri. Misalnya, makan di depan televisi atau makan di kamar. Bahkan di era sekarang, tradisi makan malam sudah hilang dari peredaran. Hal inilah yang menyebabkan renggangnya hubungan silaturahmi antara anggota keluarga.

Baca : efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak – dampak negatif bermain game untuk anak – cara mengatasi anak yang susah makan – cara mengajarkan disiplin pada anak

Untuk membangun kembali hubungan silaturahmi dan kekeluargaan, mulailah untuk menjadikan makan malam sebagai tradisi keluarga. Ini dia manfaat makan malam bersama keluarga yang perlu Anda ketahui:

  1. Meningkatkan Komunikasi

Berkumpul sambil melahap makanan yang disajikan di meja makan tentu dapat meningkatkan komunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Selama berada di meja makan, ada saja topik yang akan dibicarakan. Mulai dari pelajaran anak di sekolah, rapat kerja, bahkan rencana untuk pergi liburan.

Adanya komunikasi yang baik akan merupakan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua. Mereka juga tidak enggan untuk menceritakan kejadian buruk yang dialaminya pada hari ini maupun pada hari yang sudah lewat. Sehingga anggota keluarga, terlebih orang tua dapat memberikan masukan atas masalah yang dihadapi. Komunikasi juga termasuk salah satu cara mengenali karakter anak.

  1. Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak

Pentingnya sopan santun pada anak bukan hanya tentang menghormati orang yang lebih tua. Namun, juga sopan santun selama berada di meja makan. Mulai dari cara mengunyah makanan, cara memasukkan makanan, hingga larangan berbicara saat sedang makan. Anak-anak yang diajari sopan santun tentu akan bertumbuh menjadi anak dengan tata krama yang bagus.

Selain mengajarkan tata krama ketika makan, makan bersama juga  merupakan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf ketika melakukan kesalahan. Hal ini berguna demi keberhasilan si anak di masa yang akan datang.

  1. Asupan Nutrisi yang Lebih Baik

Orang tua senantiasa memperhatikan apa yang dimakan oleh anaknya. Hal ini juga berlaku di meja makan, dimana orang tua akan selalu menyajikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Anak dengan gizi yang baik adalah anak yang tumbuhnya sehat dan terhindar dari obesitas.

  1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Keterampilan sosial yang diajarkan di meja makan dapat berupa keterampilan mendengar dan kesabaran. Contohnya, ketika orang tua sedang berbicara, si anak akan mendengar apa yang dikatakan orang tuanya dengan teliti. Anak juga tidak akan meyela atau memotong pembicaraan orang tua.

  1. Meningkatkan Performa Anak-Anak di Sekolah

Makan bersama anggota keluarga menunjukkan adanya hubungan harmonis di dalam keluarga. Sadar atau tidak, situasi ini akan membuat si anak lebih berprestasi di sekolah. Anak juga akan lebih bersemangat untuk belajar dan menjalani hari-harinya selama di sekolah.

  1. Lebih Hemat

Poin yang satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Makan bersama anggota keluarga tentu akan menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, orang tua menyajikan makanan lezat di meja makan tanpa perlu dibayar sepeser pun. Bandingkan jika anak makan di restoran, apalagi restoran mahal. Berapa biaya yang akan dikeluarkan oleh anak? Selain menambah pengeluaran, bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak juga patut diwaspadai.

Mempererat hubungan kekeluargaan harus dimulai dari kita selaku orang tua. Karena orang tua adalah panutan di dalam keluarga. Jika orang tua menunjukkan sifat jelek, otomatis si anak juga akan melakukan yang sama. Bahkan apa yang dilakukan si anak jauh lebih buruk dari yang dibayangkan orang tua. Oleh sebab itu, aturlah jadwal makan malam sebaik-baiknya. Selain mempererat kekeluargaan, anak juga terhindar dari jenis makanan yang berbahaya untuk anak.

3 Bahaya Penyakit Polio pada Anak

3 Bahaya Penyakit Polio pada Anak

Sudahkah anak Anda disuntik polio? Suntik polio merupakan salah satu bentuk waspadai gejala penyakit polio pada anak. Suntik folio sendiri berfungsi untuk mematikan virus-virus dalam tubuh agar pertumbuhan dan perkembangan anak tidak terhambat.

Virus polio sendiri dapat masuk ke dalam tubuh melalui mulut yang nantinya akan menginfeksi saluran usus. Apabila virus tersebut sudah memasuki aliran darah dan tersebar ke sistem tubuh yang lainnya, kondisi si anak akan melemah dan terjadilah kelumpuhan. Salah satu penyebab meningkatnya kelumpuhan di Indonesia karena kurangnya kepedulian dan pengetahuan orang tua tentang suntik polio.

Jenis-Jenis Polio

  • Polio Non-Paralisis – Adalah jenis polio yang sama sekali tidak menunjukkan gejala serius. Bahkan gejalanya sama sekali tidak kelihatan. Namun, seiring berjalannya waktu akan muncul gejala yang mulai serius. Gejala ini akan ditandai dengan sakit kepala, muntah, mengantuk, demam, mual, sembelit, dan sangat sensitif ketika mendapat sentuhan dari apapun di sekitarnya.
  • Polio Paralisis – Polio paralisis terjadi setelah bertahap, dimana virusnya akan menyerang susunan sistem syaraf. Mulai dari syaraf tulang belakang, melemahkan otot tungkai, dan menghancurkan sel tanduk interior. Hancurnya sistem saraf dalam tubuh akan menyebabkan kelumpuhan secara permanen terhadap si anak. Dimana sistem saraf tubuhnya bekerja sangat lambat ketika mengelola apa yang dikonsumsinya. Kelumpuhan yang terjadi biasanya pada bagian otot kaki, sehingga anak tidak dapat berjalan sempurna. Pada kondisi ini juga, makanan dan nutrisi yang hendak disalurkan ke seluruh tubuh akan terhambat masuk ke bagian kaki. Sehingga kaki anak terlihat lebih kecil, dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.
  • Polio Burbar – Jenis polio yang menyerang sistem saraf otak karena tidak adanya kekebalan pada sistem batang otak. Polio jenis ini mengakibatkan si penderitanya meninggal dunia karena saraf terpenting dalam tubuh tidak lagi berfungsi dengan baik. Sinyal-sinyal yang harusnya dikirimkan ke semua anggota tubuh juga akan terhambat, serta mengganggu fungsi pergerakan si penderitanya.

Baca: Cara mengatasi demam – Cara mengatasi batuk pada anak –Efek samping nebulizer pada balita – Efek samping anak sering di uap

Inilah beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh polio:

  1. Terhambatnya Pertumbuhan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, suntik polio sangat berguna untuk mematikan virus-virus dalam tubuh. Apabila virus ini tidak segera dimatikan, maka pertumbuhan anak akan terhambat. Tidak hanya pertumbuhan tubuhnya saja, namun juga sistem saraf otak.

Perkembangan sistem saraf yang lambat akan membuat si anak cenderung berperilaku kekanak-kanakan, bahkan menyebabkan autis pada anak. Maka tak heran jika si anak masih suka bermain bersama anak yang usianya jauh lebih muda dan merengek, walaupun usianya sudah tua.

  1. Kelumpuhan

Virus dalam tubuh juga akan menggerogoti sistem saraf dan melemahkan bagian otot yang akan menyebabkan kelumpuhan pada anak. Kelumpuhan yang banyak terjadi biasanya pada bagian kaki, sehingga si anak tidak dapat berjalan normal. Bentuk kakinya juga terlihat aneh dan sedikit mereng karena pertumbuhan dan perkembangan otot tungkainya yang tidak beres. Kelumpuhan ini  membuat si anak membutuhkan bantuan tongkat atau kursi roda setiap kali ia hendak berjalan.

  1. Kematian

Salah satu bahaya bayi tidak diimunisasi adalah terjadinya polio yang dapat berujung pada kematian. Hal ini ditandai dengan rusaknya saraf kranial. Fungsi utama saraf ini adalah mengirimkan perintah ke paru-paru agar bekerja memompa udara yang membuat manusia bernapas. Selain gangguan pada pernapasan, si penderita juga dapat meninggal karena adanya gangguan pada fungsi kerongkongan yang berguna untuk menelan makanan.

Baca: Cara mudah mengatasi lidah putih pada bayi – Tetanus pada anak – Ciri dan penyebab mata minus pada anak – Cara mengatasi mata minus pada anak

Penyakit folio bukanlah penyakit yang boleh dianggap enteng. Jika tidak segera ditindaklanjuti, penyakit ini malah akan membuat si penderitanya meninggal dunia. Oleh sebab itu, segera bawa anak Anda untuk ikut imunisasi polio agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan mulus tanpa gangguan dari virus-virus dalam tubuh.

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi diri perokok saja, melainkan juga mengandung resiko besar bagi orang – orang di sekitarnya. Orang yang terekspos asap rokok biasa disebut sebagai perokok pasif. Perokok pasif adalah orang – orang yang menghirup asap yang dihembuskan oleh orang lain yang mengisap rokok, cerutu, dan pipa. Jadi, walaupun Anda tidak merokok, menghirup asap rokok orang lain juga bisa membawa resiko kematian. Sekitar tiga ribu perokok pasif meninggal akibat kanker paru dan sekitar sepuluh ribu  orang dewasa mengalami kematian akibat penyakit jantung di Amerika Serikat setiap tahunnya. Sekitar jutaan anak telah menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya sendiri. Menjadi perokok pasif khususnya dapat membahayakan kesehatan anak karena paru – paru anak masih berada dalam tahap perkembangan.

Bahkan, ada teori yang menyatakan bawa perokok pasif bukan saja hanya orang yang terpapar asap rokok, namun juga orang -orang yang terpapar residu dari asap rokok tersebut, yang menempel di berbagai benda di sekitar perokok. Resiko terhadap anak – anak lebih besar karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. Jika Anda merokok di dekat anak – anak atau jika mereka terekspos pada asap rokok di tempat lain, mungkin saja ada bahaya yang lebih mengancam daripada yang dikira. Begitu juga pada anak – anak yang orang tuanya merokok hanya di luar rumah, akan tetap terekspos pada bahan kimia dari rokok melalui udara yang mereka hirup.

Racun dalam Asap Rokok

Seperti telah diuraikan sebelumnya, banyaknya kandungan bahan kimia dalam rokok menyebabkan rokok menjadi sarana yang sangat baik dalam menyebarkan racun kimia. Keberadaan asap rokok di rumah akan menyebabkan polusi yang berasal dari nikotin, karbonmonoksida serta aneka bahan kimia yang dapat menjadi sumber karsinogen atau pemicu kanker potensial. Bahan kimia dari rokok ada sekitar 4000 jenis, dan sebagian besar sangat berbahaya, lebih dari lima puluh jenis diantaranya diketahui menjadi penyebab kanker. Bahan kimia yang merupakan racun bagi tubuh yang ada di dalam sebatang rokok diantaranya adalah:

  • Asam asetik  – Bahan kimia ini juga terdapat pada cairan pembersih lantai.
  • Naptalin – Zat yang sama yang juga ada di dalam kamper pewangi pakaian.
  • Asetanisol – Juga terdapat di dalam parfum.
  • Hidrogen Sianida – Bahan yang biasa terdapat di racun tikus
  • Aseton –  Zat kimia yang digunakan untuk menghilangkan cat kuku.
  • Kadmium – Ini adalah zaat kimia yang ada di dalam baterai.
  • Metanol –  Bahan yang biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar
  • Polonium 210- Zat radioaktif yang juga terdapat dalam rokok.
  • Sodium Hidroksida – Zat yang membuat perih terdapat pada produk penghilang bulu
  • Formalin – Bahan pengawet
  • Geranol – Zat aktif yang terdapat dalam pestisida
  • Toluene – Salah satu zat dalam bensin
  • Hidrasin – Salah satu bahan dalam pesawat yang menggunakan mesin roket
  • Cinnamalde Hyde – Bahan yang ada pada produk racun untuk anjing atau kucing
  • Urea – Zat ini banyak digunakan pada produk tinta, cat, pupuk dan sebagainya.

Asap rokok mengandung lima kali lipat karbonmonoksida, tiga kali lipat tar dan nikotin, serta amonia yang 46 kali lebih banyak daripada asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri. Dengan demikian, resiko kanker bagi para perokok pasif mencapai 50 kali lebih tinggi daripada perokok aktif.  Asap rokok akan menyebarkan semua zat kimia yang ada di dalamnya tidak hanya di ruangan tempat perokok, namun juga ke ruangan lainnya. Bukan itu saja, asap rokok juga dapat bertahan selama 2,5 jam di udara walaupun ruangan dibuka ventilasinya. Bahaya lainnya lagi, asap rokok bisa mengendap atau menempel dilantai dan benda  – benda yang ada di sekitar tempat perokok, menempel di baju dan seluruh tubuh si perokok.

Resiko Jika Anak Terpapar Asap Rokok

Berdasarkan karakteristik yang ada pada penyebaran asap rokok, tentu saja akan ada bahaya yang timbul apabila anak – anak terekspos asap rokok dalam waktu lama. Saluran udara anak yang lebih kecil daripada orang dewasa menyebabkan mereka bernapas lebih cepat, dan karenanya juga akan lebih mudah menghirup asap rokok lebih banyak. Bahaya tersebut tentunya berkaitan dengan kesehatan serta tumbuh kembang anak, yaitu:

1. Sindrom kematian mendadak

Sindrom kematian mendadak atau Sudden Death Infant Syndrome kerap terjadi pada bayi berusia dibwaah satu tahun. Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, namun ada dugaan jika salah satu penyebabnya adalah asap rokok atau residu asap rokok yang mengganggu jalan napas atau proses pernapasan bayi. Anak yang lahir dari ibu yang merokok saat hamil memiliki resiko tinggi terhadap SIDS. Bayi yang mengalami SIDS cenderung memiliki kandungan nikotin tinggi pada paru – parunya, ada atau tidaknya keterlibatan faktor yang berhubungan dengan rokok.

2. Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran udara utama yang terdapat pada paru – paru yang bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, yaitu pneumonia. Bronkitis akut pada bayi dan anak bisa jadi merupakan hasil dari ekspos terhadap asap rokok dan residunya. Agar penyakit anak tidak berkembang menjadi lebih parah, Anda bisa mencoba cara mengatasi batuk pada anak secara herbal terlebih dulu, sesuai dengan porsi yang tepat.

3. Pneumonia

Pneumonia bisa terjadi pada anak yang terjadi karena penyakit bronkitis yang parah dan berlanjut, atau juga dikenal sebagai penyakit paru – paru basah, karena paru – paru penderita biasanya dipenuhi cairan. Pneumonia bisa terjadi karena banyak sebab, antara lain asap rokok dan polusi yang terhirup oleh bayi dan anak dalam jumlah yang besar atau sering. Selain itu, bahaya bedak tabur bagi bayi jika terlalu banyak terhirup juga beresiko membuat anak terkena pneumonia.

4. Menghambat pertumbuhan paru – paru

Paru – paru anak yang masih berkembang akan terganggu apabila terlalu sering terekspos dengan asap rokok. Akibatnya anak dapat menjadi lebih mudah sakit, mudah terkena bronkitis dan pneumonia, dan perkembangan paru – parunya tidak akan menjadi sekuat dan optimal seperti anak yang tumbuh dalam lingkungan bebas rokok. Tidak hanya akan ada berbagai penyakit jika anak terlalu banyak terekspos asap rokok, namun ada juga bahaya bayi tidak diimunisasi yang akan rentan terhadap berbagai penyakit seiring pertumbuhan usianya, misalnya bahaya penyakit polio pada anak.

5. Infeksi telinga

Penelitian juga mengungkapkan bahwa anak – anak yang mempunyai orang tua perokok dan sering merokok di sekitarnya akan cenderung menderita infeksi telinga lebih sering karena adanya penumpukan cairan pada telinga bagian tengah, dan resiko kehilangan pendengaran.

6. Masalah pernapasan

Lembaga EPA di Amerika Serikat melaporkan bahwa perokok pasif meningkatkan resiko infeksi pernapasan seperti batuk – batuk, napas berbunyi, sesak napas ,bronkitis dan pneumonia. Diperkirakan hingga ratusan ribu kasus infeksi pernapasan bagian bawah terjadi pada anak berusia lebih dari 18 bulan yang terekspos asap rokok. Beberapa ribu diataranya berakhir dengan rawat inap di rumah sakit. Anak yang ibunya merokok beresiko mengalami perawatan di rumah sakit karena infeksi pernapasan pada tahun pertama usianya dibandingkan dengan anak yang ibunya tidak merokok, sedangkan anak yang ibunya merokok di ruangan berbeda mempunyai tingkat resiko 56 persen, 73 persen apabila ibu merokok sambil mengasuh anak, dan 95 persen resiko apabila ibu merokok sambil menyusui atau memberi anak makan.

7. Mengajari anak jadi perokok

Anak akan belajar dengan mencontoh, karena itu apabila setiap hari ia hidup dalam lingkungan yang menganggap rokok sebagai sesuatu yang wajar seperti makan dan minum, maka tidak menutup kemungkinan ia akan menjadi perokok pula suatu hari nanti. Bahkan bisa saja anak menjadi perokok dalam usia yang lebih awal karena ingin mencoba – coba.

8. Gangguan perilaku

Anak – anak yang terlahir dari ibu yang merupakan perokok pasif selama kehamilan atau ibu yang merokok selama kehamilan diduga beresiko untuk mengalami ADHD atau Attention Deficit Hiperactivity Disorder dan sejenisnya. Anak perempuan akan lebih mudah terekspos sbagai perokok pasif, akan tetapi anak lelaki akan lebih bermasalah dengan hiperaktivitas atau menunjukkan ciri – ciri anak hiperaktif, agresi, depresi, autis pada anak dan masalah perilaku lainnya, walaupun penyebab gangguan perilaku tersebut bukan hanya dari asap rokok. Salah satu penyebab lainnya yaitu bahaya benturan pada kepala bayi dan anak yang bisa berupa penurunan fungsi kognitif atau pun autisme.

9. Asma

Serangan asma mungkin saja merupakan penyakit yang paling umum diketahui sebagai akibat dari sesoeorang yang menjadi perokok pasif. Sebab, asap rokok dapat tertinggal dan menempel dalam waktu lama di pakaian seseorang yang merokok ataupun berada di lingkungan perokok. Menjadi perokok pasif juga dapat memperburuk kondisi anak yang sudah menderita asma dengan kemungkinan serangan asma yang makin sering dan semakin berat. Anak yang mempunyai ibu yang merokok saat kehamilan mempunyai resiko tinggi terkena asma selama lima tahun pertama hidupnya, sedangkan anak yang ibunya berhenti merokok sebelum kehamilan tidak menunjukkan resiko yang sama. Temukan tips memilih dokter anak yang tepat untuk menangani ketika si kecil menunjukkan gejala asma, terutama jika Anda tinggal di lingkungan perokok.

10. Gangguan Kognitif

Ekspos terhadap asap rokok mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk belajar. Asap rokok adalah racun yang mengenai saraf walaupun dalam kandungan yang paling rendah. Diperkirakan jutaan anak mempunyai resiko gangguan kemampuan membaca sebagai akibat dari perokok pasif. Tingkat ekspos yang lebih tinggi trhadap asap rook juga dihubungkan dengan kekurang mampuan dalam maatematika dan kemampuan logika atau penalaran visual. Begitu pula bayi yang lahir dari ibu perokok yang mengisap paling tidak satu bungkus rokok setiap hari diketahui memiliki tingkat IQ lebih rendah dari anak – anak yang lahir dari ibu yang tidak merokok.

11. Berat Badan Lahir Rendah

Menjadi perokok pasif diketahui merupakan salah satu penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah yang meningkatkan resiko kematian bayi dan komplikasi kesehatan ketika telah dewasa. Ekspos terhadap asap rokok mengurangi berat lahir bayi dari ibu yang tidak merokok dan juga pada bayi yang lahir dari ibu yang merokok. Bayi yang memiliki berat lahir di bawah normal memiliki resiko tinggi akan mengalami berbagai resiko kesehatan.

Efek Asap Rokok pada Anak di Indonesia

Berdasarkan data yang didapat pada tahun 2015 dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI menurut Tempo.co, lebih dari 40 juta anak di Indonesia merupakan perokok pasif yang disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya seperti berdekatan dengan orang tua perokok dan orang dewasa lainnya yang merokok. Sedangkan UNICEF melaporkan pada tahun 2012 bahwa pneumonia yang disebabkan dari Infeksi Pernapasan Akut atau ISPA menjadi peringkat nomor satu penyebab kematian anak Indonesia, sebesar 14% atau sekitar 21 ribu anak bahkan melebihi kematian karena AIDS, malaria atau TBC.

Baca : bahaya susu formula pada bayi – bahaya popok sekali pakai terhadap kesehatan bayi –bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak – efek samping anak sering di uap – bahaya bermain game untuk anak

Bahaya Rokok Pada Janin

Jika seorang wanita hamil tetap merokok atau terkena pengaruh dari asap rokok sebagai perokok pasif, maka bayi atau janin yang dikandungnya akan tetap terkena akibat dari asap rokok tersebut juga. Akibatnya bisa sangat serius, seperti:

  1. Terjadi keguguran
  2. Kelahiran prematur
  3. Berat badan lahir yang rendah
  4. Mengalami sindrom kematian bayi mendadak karena ada masalah pada pernapasannya
  5. Mengalami gangguan belajar seperti ADHD dan lainnya.

Resiko kesehatan ini akan meningkat seiring dengan berapa lama dan banyaknya wanita hamil merokok atau terekspos pada asap rokok. Jika Anda merupakan perokok, sangat penting untuk berhenti segera ketika mengetahui kehamilan tersebut.

Bahaya yang terjadi ketika dewasa

Anak – anak yang terekspos asap rokok dalam taraf sedang hingga berat akan memiliki beberapa resiko tersendiri yang akan timbul ketika ia suda dewasa kelak, seperti:

  1. Fungsi paru – paru yang kurang baik dan cenderung mangalami masalah pernapasan saat dewasa.
  2. Resiko mengalami sindrom metabolisme yaitu suatu kelainan yang berhubungan dengan kelebihan lemak di perut yang meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
  3. Ketika dewasa, anak juga akan menjadi perokok aktif.
  4. Ekspos tingkat sedang pada anak – anak bisa dihubungkan dengan penurunan elastisitas pembuluh aorta di bagian abdomen pada anak usia sebelas tahun dan mengarah kepada penyakit atherosclerosis.
  5. Wanita yang terekspos asap rokok selama enam sampai delapan jam sehari  sebagai anak – anak akan mempunyai resiko sulit mengandung dan dapat mengalami resiko keguguran sebanyak 68 persen.

Melindungi anak dari asap rokok

Sebagai orang tua, Anda mempunyai hak untuk melindungi anak dari asap rokok yang bisa membahayakan dirinya, seperti anak juga mempunyai hak untuk menghirup udara yang bersih dari polusi untuk kelancaran pertumbuhan fisiknya. Walaupun mungkin akan sulit untuk sepenuhnya menjauhkan anak dari rokok, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi anak dari asap rokok yaitu:

  • Jangan izinkan siapapun untuk merokok di lingkungan rumah Anda atau di dalam rumah Anda, sebaiknya juga tidak menyediakan asbak di rumah agar orang tidak mengira bahwa mereka bebas merokok di rumah Anda.
  • Jangan izinkan juga siapapun untuk merokok di dalam mobil Anda, walaupun dengan jendela yang dibuka.
  • Pastikan sekolah anak atau tempat penitipan anak bebas rokok, begitu pula dengan staf di sekolah.
  • Carilah restoran atau tempat umum yang tidak mengizinkan orang merokok jika hendak makan di luar atau membawa anak berjalan – jalan.
  • Jika ada kerabat atau anggota keluarga yang merokok, pastikan mereka sudah mencuci tangan atau mengganti baju yang terkena asap rokok sebelum berdekatan dengan anak – anak, terutama bayi yang baru lahir.
  • Berhentilah merokok jika Anda sedang mengandung dan minta orang lain untuk tidak merokok di dekat Anda. Akan lebih baik jika berhenti merokok jauh sebelum Anda berencana untuk hamil.
  • Jangan pernah merokok di dalam rumah ataupun di dekat bayi dan anak – anak, begitu pula jika Anda baru saja merokok jangan mendekati bayi dan anak – anak.
  • Jauhkan anak dari lingkungan perokok walaupun pada saat itu tidak ada orang yang merokok di tempat tersebut. Sebabnya, bahan kimia dari rokok masih dapat ditemukan berhari – hari setelahnya pada permukaan semua barang yang terkena asap rokok.
  • Tekankan kepada orang yang bekerja di rumah Anda untuk tidak merokok selama bekerja dan sebelum datang ke rumah Anda.

Dalam hal yang berkaitan dengan rokok, perokok berat maupun orang yang merokok hanya sesekali hampir tidak ada bedanya. Asap rokok tetap akan meninggalkan jejak racun yang berbahaya, walaupun tidak terlihat. Jika Anda merupakan orang tua yang merokok, pastinya akan sangat sulit untuk berhenti. Akan tetapi, berhenti merokok juga merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan anak dari pengaruh buruk bahan kimia yang ada pada rokok dan juga merupakan sebentuk cara untuk mengalahkan keegoisan Anda yang tidak hanya meracuni diri sendiri namun juga meracuni orang di sekitar Anda. Banyak bantuan yang tersedia apabila Anda benar – benar ingin menghilangkan kecanduan pada rokok, selain itu berhenti merokok juga akan mendatangkan manfaat yang besar bagi diri Anda sendiri, dan juga untuk orang lain di keluarga Anda yang Anda sayangi.

5 Efek Buruk Telur Bagi Anak-Anak yang Harus Diwaspadai

5 Efek Buruk Telur Bagi Anak-Anak yang Harus Diwaspadai

Telur adalah salah satu lauk favorit anak-anak. Selain itu, telur juga merupakan sumber protein tinggi, cocok bagi anak-anak dan dewasa. Telur juga menjadi pilihan yang mudah bagi para orang tua untuk dapat memenuhi kebutuhan protein anak, jika dibandingkan dengan ikan dan daging. Kandungan protein yang tinggi dalam telur dipercaya sangat cocok diberikan kepada anak-anak. Telur juga dipercaya sebagai makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Hal ini sesuai dengan aktivitas anak yang menguras banyak energi.

Karena alasan mudah didapatkan dan mudah pula dalam pengolahannya, telur akhirnya menjadi primadona bagi para orang tua untuk lauk anak-anaknya setiap makan. Akan tetapi, pernahkah terpikir bahwa telur yang mempunyai banyak manfaat ternyata juga mempunyai efek buruk bagi anak-anak? Telur ternyata dapat menjadi salah satu jenis makanan yang berbahaya untuk anak. Ternyata ada bahaya anak telur setiap hari bagi anak-anak.

Baca : bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak – anemia pada anak – manfaat oatmeal untuk bayi dan anak – tanda-tanda anak kurang gizi – cara mengatasi anak yang susah makan

Berikut adalah beberapa efek buruk konsumsi telur bagi anak-anak:

1. Meningkatkan Kadar Kolesterol

Usia masih anak-anak bukan berarti ia bebas mengkonsumsi apa pun dan tidak memperhatikan kadar kolesterol dalam tubuhnya. Telur, terutama pada kuning telur, mengandung kadar kolesterol yang tinggi. Ketika anak terlalu banyak mengkonsumsi kuning telur akan membuka gerbang penyakit saat dewasa nanti. Kadar kolesterol yang tinggi dan terjadi penumpukan secara terus menerus dapat menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar. Konsumsi telur memang bagus, akan tetapi tetap batasi dalam konsumsi kuning telur. Hati-hati juga jika anak tersedak saat mengkonsumsi kuning telur.

2. Kebanyakan Protein

Protein memang sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Akan tetapi akan berdampak buruk jika ada kandungan protein dalam jumlah besar di tubuh anak. Keadaan ini tidaklah bagus untuk ginjal anak. Ketika ada protein dalam jumlah besar di tubuh, ginjal harus bekerja keras dalam menyaring darah. Jika setiap harinya ginjal harus bekerja di luar batas maka dapat menyebabkan cedera ginjal. Bahkan kegagalan ginjal dapat terjadi jika ginjal sudah tidak mampu menyaring kelebihan protein dalam tubuh.

3. Alergi

Beberapa anak dapat mengalami alergi akibat konsumsi telur secara berlebih. Alergi ini disebabkan kandungan albumin dalam telur. Gejala alergi yang muncul antara lain gatal, muncul ruam pada kulit, mual, muntah, hingga pembengkakan kulit. Jika anak masih dibiarkan mengkonsumsi telur akan muncul gejala yang lebih parah yaitu kesulitan bernafas, terjadi pembengkakan pada mulut dan saluran pernafasan, hingga penurunan tekanan darah dan hilangnya kesadaran. Reaksi alergi sering muncul pada anak balita. Ketika gejala ini sudah pernah muncul pada anak, maka hindarkan anak dari telur. Dan juga pilihlah sumber protein lain sebagai pengganti telur. Para orang tua juga harus tahu cara mudah mengatasi alergi pada anak.

4. Kekurangan Biotin

Kekurangan biotin atau vitamin B7 dapat terjadi jika anak lebih suka makan putih telur. Kondisi ini tidak akan menguntungkan bagi anak. Ketika anak kekurangan biotin, kondisi kulitnya akan mengalami masalah seperti dermatitis pada kulit kepala anak. Selain itu, kekurangan biotin dapat menyebabkan otot tubuh anak menjadi lemah, rambut rontok, hingga kram otot. Selalu imbangi antara pemberian kuning telur dan putih telur pada anak. Jangan selalu turuti keinginan anak yang hanya ingin makan bagian tertentu dari telur.

5. Bisul

Kandungan lemak dalam telur cukup tinggi. Bayangkan jika anak makan telur setiap hari dan dalam setiap waktu makannya. Hal ini akan mengganggu kestabilan kadar minyak alami dalam tubuh. Jika hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, salah satu dari macam-macam infeksi kulit pada anak dapat muncul yaitu bisul. Bisul akan lebih mudah muncul pada anak yang memang mempunyai riwayat alergi terhadap telur. Munculnya bisul disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus.

Baca : manfaat pentingnya sarapan untuk anak – cara meningkatkan daya ingat anak – makanan terbaik untuk bayi – cara meningkatkan kekebalan tubuh anak

Walaupun telur mempunyai banyak manfaat untuk perkembangan anak, akan tetapi tetap akan muncul efek buruk dari mengkonsumsi telur secara berlebihan. Maksimal 2 telur untuk setiap harinya. Untuk itu, para orang tua harus berusaha menyeimbangkan jenis makanan dan jenis nutrisi yang masuk dalam tubuh anak. Para orang tua juga harus mempertimbangkan manfaat buah untuk anak dan manfaat sayuran untuk anak. Itulah beberapa efek buruk telur bagi anak-anak. Semoga bermanfaat.

20 Efek Positif dan Negatif Televisi bagi Pertumbuhan Anak

20 Efek Positif dan Negatif Televisi bagi Pertumbuhan Anak

Televisi adalah salah satu media yang paling awal mempengaruhi kehidupan anak. Untuk sebagian orang, televisi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Sehingga ketika memiliki anak, sang anak pun juga akan mengenal televisi lebih dini. Bagi seorang anak, sulit untuk menghindari televisi sementara para orang dewasa di sekelilingnya justru sering terhubung dengan alat elektronik tersebut. Sebenarnya tidak hanya televisi, anak-anak pada masa kini telah terekspos pada banyak alat-alat elektronik yang canggih seperti hp, tablet, dan komputer. Akan tetapi televisi telah eksis dan dikenal anak bahkan sebelum mereka bisa bicara, berguling, tumbuh gigi, atau belajar mengendarai sepeda. Sebabnya, karena di sebagian rumah tangga, televisi tetap menyala bahkan ketika tidak ada seorangpun yang menonton.

Teknologi sebenarnya dapat menjadi bagian dari masa perkembangan anak, selama penggunaannya tepat guna dan menjadi suatu hal yang memberikan pengaruh positif. Misalnya, anak usia sekolah mendapatkan informasi yang berkaitan dengan pelajaran melalui internet. Namun jika penggunaannya berlebihan, hal itu akan menjadi suatu yang negatif, memberikan pengaruh buruk pada perkembangan anak. Terlebih lagi, orang tua sering menggunakan televisi sebagai pengganti pengasuh, karena menginginkan anaknya untuk tenang sehingga kerap menyuguhi anak dengan tayangan televisi tanpa batasan waktu, juga tanpa pengawasan yang diperlukan.

Faktor yang Mempengaruhi 

Untuk mengerti apa saja efek yang didapatkan anak dari menonton televisi, Anda harus memahami bagaimana televisi mempengaruhi perilaku anak terlebih dulu. Seberapa banyak televisi mempengaruhi anak, perlu dilihat dari berbagai aspek antara lain:

  • Berapa lama anak menonton televisi setiap harinya.
  • Usia anak saat pertama kali mengenal televisi
  • Perkembangan kepribadian anak atau tipe kepribadian anak
  • Apakah anak mendapatkan pendampingan dari orang tua ketika menonton
  • Konten apa yang ditonton anak
  • Apakah ada penjelasan dari orang tua mengenai apa yang ditonton anak.

Efek Negatif Televisi

Tidak dapat dipungkiri, konten-konten yang ada di televisi tidak selamanya memberikan pengaruh baik bagi penontonnya, terutama anak-anak. Beberapa efek negatif yang dapat dialami anak karena menonton televisi yaitu:

1. Mengekspos Anak Terhadap Kekerasan

Televisi seringkali menampilkan tayangan mengandung kekerasan yang jauh lebih parah daripada kenyataan sesungguhnya. Anak yang telah menyaksikan tayangan semacam ini dengan cukup sering bisa jadi merasa bahwa dunia yang dia tinggali adalah tempat yang menakutkan. Selain itu, jika anak sering menyaksikan kekerasan maka ia akan memiliki pola pikir bahwa kekerasan adalah suatu hal biasa yang dapat diterima.

2. Meningkatkan Sikap Agresif

Ada hubungan antara media yang penuh kekerasan dan agresivitas, namun masih belum jelas apakah media yang membuat anak dapat berperilaku agresif ataukah anak yang sudah memiliki kecenderungan melakukan kekerasan menjadi tertarik terhadap tayangan kekerasan di televisi. Ada pula kemungkinan bahwa anak yang cenderung agresif lebih memilih tayangan yang mendorong sifat agresifnya.

3. Obesitas

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak yang menonton televisi melebihi empat jam sehari menjadi beresiko tinggi untuk mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini tentu erat hubungannya dengan kekurangan gerak atau aktivitas yang dilakukan anak, sebab menonton televisi adalah suatu kegiatan yang minim gerakan. Selain itu, anak biasanya terpengaruh oleh iklan makanan yang tidak sehat yang tampak lezat di televisi, padahal sebagian besar merupakan jenis makanan berbahaya untuk anak. Akan sulit mengenalkan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak jika ia sudah terbiasa melihat makanan yang tidak sehat.

4. Perilaku Buruk 

Anak dapat mengadopsi perilaku beberapa karakter di televisi yang mendorong kehidupan seks bebas, konsumsi alkohol, merokok, memakai obat  obatan terlarang, bersikap rasis, sering mengeluarkan kata-kata kasar, tidak santun, hubungan sesama jenis, pembullyan terhadap temannya, dan masih banyak lagi.

5. Mempengaruhi Pendidikan Anak

Menonton televisi dapat mempengaruhi proses belajar dan performa anak di sekolah apabila mengambil waktu yang seharusnya dipergunakan untuk aktivitas yang penting bagi perkembangan fisik dan mental anak. Akibatnya anak dapat mengalami penurunan konsentrasi belajar yang berefek pada pencapaiannya di sekolah. Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak daripada menonton televisi terus menerus perlu disadari para orang tua sehingga seharusnya diberikan jenis mainan yang merangsang otak anak daripada menonton televisi. Sebagian besar waktu luang anak seharusnya dihabiskan untuk melakukan aktivitas seperti bermain, membaca, berolah raga, dan lainnya.

6. Mempengaruhi Proses Perkembangan Anak 

Sementara televisi yang menayangkan konten berpendidikan belum akan dapat mempengaruhi anak yang berusia di bawah dua tahun, kebiasaan menonton televisi pada usia tersebut akan merampas waktu yang seharusnya digunakan untuk perkembangan fisiknya, terutama perkembangan otak dengan bermain dan berinteraksi dengan orang lain. Menonton televisi juga dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk mengembangkan motorik, bahasa, kreativitas dan kemampuan sosialnya. Terlalu banyak menonton televisi dapat membuat kemampuan inteligensi anak menjadi tumpul, membuatnya menjadi orang yang pasif, apatis, dan kemampuan untuk berimajinasi serta berpikir logis, bahkan dapaat membuat anak terlambat bicara menjadi semakin sulit mengatasi hambatan tersebut.

7. Konsumtif

Satu lagi efek negatif televisi adalah tumbuhnya sifat konsumtif pada anak. Jumlah iklan yang anak lihat di televisi telah mengekspos mereka kepada banyak merk atau produk yang tidak mereka butuhkan. Iklan-iklan tersebut dapat mendorong anak untuk tertarik kepada makanan atau minuman yang tidak menyehatkan, dan mulai menganggap bahwa semua itu adalah makanan dan minuman yang baik dan wajar disantap kapan saja. Orang tua juga dapat menerima paksaan dari anak untuk membelikan sesuatu barang yang mereka lihat di televisi.

8. Meningkatkan Resiko Penyakit

Para peneliti dari Universitas Sydney melaporkan bahwa ada hubungan dengan jumlah total waktu anak menonton televisi dengan pembuluh retina pada anak. Anak-anak yang menonton televisi dalam waktu lama dilaporkan memiliki pembuluh yang lebih sempit, yang dapat meningkatkan resiko sakit jantung. Sedangkan pada tahun 2014 dipublikasikan penelitian yang menyebutkan bahwa anak berusia diantara 2-10 tahun yang menonton televisi lebih dari dua jam sehari lebih berpotensi memiliki penyakit tekanan darah. Kekurangan gerak juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

9. Menjauhkan Anak dari Anggota Keluarga

Menonton televisi adalah kegiatan yang bersifat satu arah saja sehingga tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan orang lain. Apabila kegiatan anak dan anggota keluarga yang lain sehari-hari hanya terfokus kepada menonton televisi, hal tersebut akan mengurangi waktu yang seharusnya dimiliki untuk menjalin ikatan antara satu sama lain sebagai sebuah keluarga. Kurangnya ikatan emosional dengan anggota keluarga lain bisa memberi pengeruh negatif pada tahap perkembangan karakter anak. Padahal cara mendidik anak yang suka membantah, cara mendidik anak yang suka mencuri, atau cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua akan bergantung pada kedekatan yang terjalin dengan anggota keluarga lainnya.

10. Matang Secara Seksual Sebelum Waktunya

Konten bermuatan seksual sekarang bisa disebut ditayangkan secara bebas di media massa, termasuk televisi. Apabila anak sering dibiarkan menonton tayangan apa saja tanpa ada pendampingan orang tua, kemungkinan sangat besar ia akan terekspos pada tayangan bermuatan seksual. Akibatnya, anak dapat menjadi lebih cepat matang secara seksual berkat tayangan yang ia tonton. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bisa saja ia akan mencoba mempraktekkan apa yang diketahuinya dengan cara yang salah. Pemahaman tentang seksualitas yang salah dapat tertanam di otak anak, terlebih lagi jika ia tidak mendapatkan informasi yang benar secara seimbang. Inilah yang mendasari banyaknya kasus perkosaan yang dilakukan oleh anak kecil kepada teman sebayanya, anak-anak yang kecanduan konten porno, terjerumus ke dalam pergaulan bebas, dan banyak kasus lainnya.

11. Merusak Mata

Menonton televisi dalam waktu lama dapat membuat anak mengalami kelelahan otot mata atau juga bisa disebut sebagai Asthenopia. Hal ini terutama dapat dialami oleh anak yang berusia kurang dari satu tahun, karena sebenarnya pada usia ini anak mengalami rabun dekat, yaitu kondisi dimana bayangan suatu benda jatuh di belakang retina. Anak pada usia tersebut masih menyesuaikan jarak pandangnya yang sedang berkembang. Terlalu fokus menonton akan membuat mata anak lelah karena terus menerus berusaha menempatkan bayangan pada titik yang benar. Apabila anak yang lebih besar sering menonton televisi dalam jarak dekat, bukan tidak mungkin orang tua akan harus mencari cara mengatasi mata minus pada anak.

12. Tidak Dapat Membedakan Kenyataan

Ekspos tayangan televisi yang bertubi-tubi pada seorang anak akan membuatnya kehilangan sense of reality atau pemahaman terhadap kenyataan. Anak akan sulit membedakan antara hal yang dapat dilakukan di dunia nyata dengan imajinasi yang dilihaatnya pada acara televisi. Akibatnya, ia akan kesulitan juga untuk membedakan hal yang benar dan salah, serta memahami berbagai nilai moral yang berlaku.

13. Malas

Anak-anak yang kecanduan dengan tontonan televisi dapat membuat anak menjadi malas. Mereka lebih mengutamakan menonton acara-acara kesayangan mereka ketimbang belajar, mengerjakan PR maupun melaksanakan tugas-tugasnya seperti membantu orangtua.

Efek Positif Televisi

Kendati banyak efek negatif yang dapat dialami oleh anak akibat menonton televisi, namun apabila dilakukan dengan sejumlah peraturan tertentu, televisi dapat menjadi suatu hal yang positif bagi anak. Manfaat positif yang bisa didapatkan dari menonton televisi yaitu:

1. Televisi Sebagai Sarana Pendidikan

Beberapa stasiun televisi memfokuskan diri pada produksi tayangan yang mendidik dan memberi informasi kepada penontonnya, terutama anak-anak. Contohnya, tayangan Sesame Street, Hi Five, Mr. Maker, dan banyak lagi. Lalu ada saluran lain yang mengkhususkan diri kepada konten ilmiah, sejarah, dokumenter, geografi, dunia hewan, lingkungan dan matematika, serta banyak lagi informasi yang berguna. Anak juga dapat mengetahui berbagai bahasa yang berbeda dari seluruh dunia. Memberi izin kepada anak untuk menonton saluran-saluran pendidikan ini dengan pengawasan akan memberi mereka pengetahuan akan apa yang terjadi di dunia pada saat ini.

2. Sarana Hiburan

Televisi adalah salah satu sumber hiburan utama bagi anak-anak. Suara dan imaji yang beragam serta penuh warna akan menarik minat anak dan membuat mereka memperhatikannya. Mulai dari film hingga pada film kartun, ada beberapa program yang dapat membuat anak terpikat. Pastikan bahwa isi tayangan tersebut memang layak untuk anak, berdasarkan tingkat pemahaman dan usianya.

3. Olahraga

Manfaat olahraga untuk anak usia dini sangat besar, karena dapat mendukung perkembangan kemampuan motorik anak. Cara yang paling baik untuk memperkenalkan anak pada kegiatan berolah raga adalah melalui televisi. Dorong mereka untuk menonton berbagai tayangan olah raga yang berbeda seperti sepak bola, renang, senam, tenis, bola basket dan sebagainya dengan pendampingan orang tua. Jelaskan kepada anak mengenai aturan permainan, cara bermain, dan berbagai fakta menarik seputar cabang olahraga tertentu. Jika anak mulai tertarik kepada salah satu jenis olahraga, ajak mereka untuk mencobanya.

4. Membuka Wawasan Anak

Televisi memungkinkan kita menjelajah bagian dunia lain yang tidak mungkin didatangi sendiri, tanpa harus melangkahkan kaki keluar rumah atau mengeluarkan biaya perjalanan. Tayangan yang tepat dapat membawa anak ke ebrbagai negara dan mempelajari tentang beragam budaya di dunia. Anak dapat mempelajari berbagai tradisi, sifat dan tingkah laku orang – orang di belahan dunia lain, selain itu juga dapat menjadi cara meningkatkan daya ingat anak dengan menghafal berbagai pengetahuan positif yang diserapnya melalui televisi.

5. Memberi Inspirasi

Program televisi yang bagus tidak hanya bisa mendidik pemirsanya saja, akan tetapi juga memberi inspirasi. Progtam pendidikan akan memberi anak ide untuk melakukan sesuatu berdasarkan apa yang dia tonton. Contohnya, acara televisi yang berisi tentang praktek kerajinan tangan dapat memberi anak ide untuk mencoba sesuatu yang baru dengan menggunakan clay, cat atau kertas. Selain itu, acara dokumenter mengenai beragam profesi juga dapat mendorong anak untuk menentukan minatnya kelak, dan dorongan untuk berbuat suatu kreativitas bisa menjadi cara mengasah bakat anak sejak dini.

6. Hiburan

Menonton televisi merupakan salah satu kegiatan yang dapat memberikan hiburan murah pada anak-anak. Ketika mereka sedang jenuh atau lelah dengan tugas sekolah, menonton televisi dapat menjadi hiburan untuk menyegarkan pikiran anak. Sehingga dengan demikian anak akan kembali bersemangat dan merasa terhibur.

7. Mendukung Kemampuan Visual Anak

Melalui tontonan televisi, anak dapat mulai mengenali bentuk-bentuk visual dari berbagai kosa kata yang diketahuinya. Misalnya, bagaimana bentuk huruf, penampilan dan karekteristik hewan-hewan, bentuk-bentuk geometri, dan lain sebagainya. Kemampuan visual anak yang meningkat akan membantunya untuk memahami sesuatu hal dengan lebih baik.

Tips Menonton Televisi

Untuk mengurangi efek negatif yang akan timbul pada saat anak menonton televisi, diperlukan sejumlah pembatasan dan aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh anak. Pihak yang dapat memberikan peraturan dan pembatasan seperti ini tentu saja adalah orang tua sebagai pihak yang terdekat dengan anak. Hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh para orang tua yaitu:

  • Jangan membiarkan anak berusia dua tahun untuk menonton televisi, karena pada usia semuda itu mereka tidak dapat merasakan manfaatnya.
  • Batasi waktu menonton hanya maksimal selama dua jam sehari untuk anak.
  • Dampingi anak ketika menonton televisi dan berikan penjelasan kepadanya untuk beberapa adegan yang diperlukan.
  • Perlakukan televisi sebagai suatu reward bagi anak, sehingga kesempatan menonton televisi akan menjadi hal yang bermanfaat dan bisa mendorong anak untuk berperilaku positif. Anda juga bisa menjadikannya sebagai suatu konsekuensi jika anak tidak mengikuti  peraturan maka ia akan kehilangan hak istimewa nya untuk menonton selama beberapa waktu.
  • Orang tua juga harus rela mengurangi atau bahkan meniadakan acara menonton televisi untuk memberikan contoh baik kepada anak.
  • Pilihkan acara yang layak ditonton anak, jika perlu orang tua dapat memasang parental control untuk mencegah anak menonton acara yang tidak layak untuknya.
  • Matikan televisi ketika tidak ditonton.
  • Ajak anak untuk bersikap aktif ketika menonton televisi, misalnya dengan mengikuti alunan lagu atau tarian yang dilihatnya, juga mengajak anak berdiskusi tentang tayangan yang ditontonnya.
  • Beri anak kegiatan untuk mengalihkan pikirannya dari televisi seperti mainan – mainan edukatif dan kegiatan yang merangsang kreativitas.
  • Matikan televisi saat anak sedang konsentrasi belajar, dan jangan biarkan anak belajar di ruangan dengan televisi menyala.
  • Tidak perlu menaruh televisi di kamar tidur anak, karena hal itu akan memberinya akses tanpa batas untuk menonton sendirian berbagai acara yang tidak layak untuk anak.

Besarnya pengaruh negatif televisi pada perkembangan anak harus disadari oleh para orang tua. Masih banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa dampak menonton televisi tanpa pendampingan yang layak bisa sangat merusak mental anak. Kita tidak dapat menyamakan anak yang masih mengembangkan kemampuan perseptifnya dengan orang dewasa yang memang sudah memiliki kemampuan untuk menyaring mana saja hal-hal yang baik serta yang buruk. Terlebih lagi jika anak diberi kebebasan menonton apa saja yang ada di televisi tanpa dipilihkan orang tua. Karena itulah sebaiknya tidak memanfaatkan televisi sebagai alat untuk menenangkan anak sementara orang tua melakukan kesibukannya sendiri. Akan jauh lebih baik jika memberikan anak permainan yang mendidik untuk membuatnya tenang ketika orang tua perlu melakukan hal lain.