cara

7 Bahaya Susu Formula pada Bayi yang Harus Bunda Ketahui

7 Bahaya Susu Formula pada Bayi yang Harus Bunda Ketahui

Banyak ibu-ibu gaul zaman sekarang yang lebih pro memberikan susu formula kepada bayinya. Alasannya karena lebih praktis dibandingkan memberikan ASI. Padahal ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Asupan gizi si bayi juga lebih tercukupi dengan ASI dibandingkan dengan susu formula.

Walaupun lebih praktis, susu formula sebenarnya memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan bayi itu sendiri. menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ini dia bahaya susu formula yang harus diketahui oleh sang bunda.
  1. Tidak Cocok untuk Bayi

Susu formula terutama yang sudah berbentuk bubuk tidak baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Susu formula yang biasanya berasal dari susu sapi hanya diperuntukkan untuk anak sapi, bukan anak manusia. Apabila kebutuhan ASI tidak dipenuhi hingga bayi berumur enam bulan penuh, yang ada bayi lebih mudah terserang berbagai macam penyakit. Misalnya, alergi, eksim, dan gangguan pernapasan.

Baca : manfaat oatmeal untuk bayi – manfaat madu untuk anak dan balita – manfaat pentingnya sarapan untuk anak

  1. Perkembangan Bayi Terganggu

Susu formula juga berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Apabila bayi telah diberikan susu formula dua bulan setelah ia dilahirkan, dapat dipastikan ia tidak akan bertumbuh dengan sehat. Bahkan ini akan berpengaruh bagi pertumbuhan otaknya sendiri. Kondisi ini tentu sangat berbeda apabila si bayi diberikan asupan ASI selama enam bulan penuh. Dimana bayi memiliki pertumbuhan fisik dan kognitif yang jauh lebih baik. Pemberian ASI juga dapat menghindarkan anemia pada anak.

Baca : ciri-ciri anemia pada anak – anak tersedak – anak kidal – ciri-ciri anak hiperaktif – autis pada anak

  1. Susu Formula Diperuntukkan untuk Anak Sapi

Kebanyakan susu formula terbuat dari susu sapi. Oleh sebab itu, Prof. Dr. Hiromi Shinya mengatakan kalau susu formula hanya diperuntukkan untuk anak sapi, bukan untuk anak manusia. Ia mengatakan demikian karena kondisi bayi yang masih terbilang cukup lemah. Dimana bayi tersebut membutuhkan nutrisi yang cukup agar ia mampu berkembang lebih baik lagi di kemudian hari.

  1. Susu Formula Mengandung Bahan Kimia

Walaupun pada komposisi dikatakan bahwa susu formula mengandung 90% susu sapi, tetap saja susu formula mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan bayi. Tanpa adanya campuran bahan kimia, tidak mungkin susu formula dapat tahan satu hingga dua tahun kemudian. Semahal apapun susu formula tersebut, tetap saja akan ada campuran bahan pengawet agar komposisi susu masih bagus sampai jangka waktu yang ditetapkan.

  1. Memiliki Kadar Aluminium Tinggi

Susu formula memiliki kadar aluminium yang tinggi. Walaupun kadarnya masih berada di bawah kadar kalsium dan vitamin, akan tetapi, kadar aluminium ini sendiri sangatlah berbahaya bagi kesehatan bayi. Apabila susu formula mengandung kadar aluminium terlalu tinggi, maka akan berdampak bagi perkembangan saraf bayi. Hal ini akan menyebabkan kerusakan pada saraf bayi dan mudah terserang penyakit demensia.

  1. Mudah Terserang Penyakit

Kualitas dan asupan gizi yang terkandung dalam ASI dan susu formula tentu saja berbeda. Padahal bayi membutuhkan asupan gizi yang tinggi untuk menunjang pertumbuhannya. Tentu salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh pada anak adalah dengan memberikan ASI eksklusif. Sedangkan mengonsumsi susu formula terlalu banyak menyebabkan daya tahan tubuh bayi melemah. Hal ini akan berakibat si bayi mudah terserang penyakit.

  1. Susu Formula Mengandung Kasein

Kasein adalah zat yang sering dicampurkan dalam susu formula. Zat ini sendiri memiliki tekstur yang sedikit sulit untuk dicerna oleh pencernaan si bayi. Sehingga seringkali terjadi gangguan pencernaan pada anak, bahkan mencret setelah minum susu formula.

Itulah bahaya susu formula bagi bayi. Apapun kandungan susu formula, tidak ada yang dapat mengalahkan asupan gizi dalam ASI dan manfaat ASI eksklusif untuk bayi . Karena ASI merupakan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Semahal apapun susu formula yang Bunda berikan, tetap saja akan berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jika Anda ingin anak tumbuh sehat, begitu juga dengan fisiknya, lebih baik kurangi pemberian susu formula kepada bayi.

7 Manfaat Bermain Untuk Anak Usia Dini bagi Tumbuh Kembangnya

7 Manfaat Bermain Untuk Anak Usia Dini bagi Tumbuh Kembangnya

Bagi anak usia dini, bermain adalah segalanya karena pada dasarnya dunia yang diinginkannya hanyalah dunia yang menyenangkan, penuh warna, dan bebas dari lika-liku kehidupan. Namun, tidak semua orang tua mengizinkan anaknya untuk bermain karena faktor kesehatan, kulit kusam, dan cuaca yang tidak baik. Menurut penelitian pakar kesehatan, ada beberapa tahapan perkembangan bermain anak yang dapat meningkatkan kemampuan motorik, fisik, sosial, kognitif, dan emosional si anak. Sehingga ia lebih berbaur dan mengenal dunia luar, serta merangsang tumbuh dan kembang anak tersebut.

Berikut adalah manfaat pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak di usia dini yang perlu diketahui:
  1. Meningkatkan Ketangkasan Anak

Dengan bermain, anak cenderung lebih tangkas dibandingkan membiarkannya berdiam diri di rumah. Ketangkasan ini meliputi: berjalan, melompat, menendang bola, merangkak, jongkok, dan melempar. Dengan menggerakkan anggota tubuhnya membuat anak aktif bergerak sehingga membuat otot-otot tubuhnya pun menjadi lebih kuat. Dengan kegiatan tersebut, kesehatan tubuh anak juga optimal karena bergerak membuat tubuh anak berolahraga.

Baca: Dampak negatif bermain game untuk anak – Bahaya bermain game untuk anak – Ciri-ciri anak hiperaktif – manfaat liburan untuk anak – manfaat makan bersama keluarga

  1. Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi

Banyak orang tua yang menuntut prestasi akademik dibandingkan kemampuan bersosialisasi. Padahal, kedua komponen ini sama pentingnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, biarkan anak Anda untuk berbaur dengan teman-temannya. Biarkan anak menjalin hubungan pertemanan dengan caranya sendiri. Secara otomatis, sosialisasi antara anak dan orang tua juga akan meningkat karena saling membangun komunikasi.

  1. Meningkatkan Kecerdasan Berbahasa

Bahasa sangat membantu anak untuk mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Selain itu, bahasa juga mampu meningkatkan daya ingat si anak sehingga ia lebih mudah mengenali dunia di sekitarnya. Semakin banyak anak bermain, semakin tinggi pula sosialisasi yang dibangunnya. Sehingga kemampuannya untuk mengolah bahasa dan memahami kalimat baru juga akan semakin bertambah.

  1. Mengembangkan Kreativitas Anak

Jika selama ini Anda mengira kalau bermain itu wasting time atau buang-buang waktu, Anda salah besar. Faktanya ada beberapa jenis mainan yang merangsang otak anak, juga mengembangkan kreativitasnya. Kemampuan antara otak kanan dan kiri juga akan semakin meningkat bahkan berjalan dengan seimbang. Sehingga anak dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan di masa depan.

  1. Kemampuan Mengenal Diri Sendiri

Anak usia dini juga perlu diajak untuk mengenal dirinya sendiri. Mulai dari mengetahui nama, hobi, cita-cita, dan lain sebagainya. Semakin banyak anak diizinkan untuk bermain, semakin tinggi pula kemampuannya untuk mengenal dirinya sendiri. Sehingga anak lebih tahu apa yang ia sukai, apa yang tidak dia sukai. Ia juga lebih paham tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Percaya atau tidak, bermain dapat meningkatkan rasa percaya diri anak secara otomatis. Oleh sebab itu, jangan terlalu sering melarang anak untuk melakukan ini dan itu. Biarkan dia melakukan apapun yang diinginkannya. Selagi hal itu tidak berbahaya, mengapa orang tua melarangnya? Ingat, semakin Anda melarang si anak, semakin rendah pula tingkat kepercayaan dirinya. Ini tentu akan sangat berpengaruh ketika ia tumbuh dewasa nanti.

  1. Mengembangkan Karakter dan Kepribadian Anak

Karakter harus mulai dibangun sejak dini. Hal ini berguna agar anak mengenali siapa dirinya ketika ia tumbuh besar nanti. Selama bermain, anak tentu akan mengalami perselisihan dengan teman seusianya. Sebagai orang tua, jangan terlalu melindungi anak. Biarkan ia menyelesaikan masalahnya sendiri dan biarkan Anda yang menilainya. Karakter dan kepribadian si anak akan terlihat ketika ia menyelesaikan sebuah permasalahan. Apabila anak termasuk orang yang emosional, mulailah untuk mengajarkannya meredam emosi agar sifat ini dapat berubah.

Baca: Bahaya bayi tidak diimunisasi – Efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak – Tanda-tanda anak kurang gizi – Manfaat tidur siang untuk tumbuh kembang anak

Mulai dari sekarang, jangan pernah melarang anak apabila ia ingin bermain. Biarkan dia bermain bersama teman-temannya karena bermain akan memberikan banyak manfaat kepada si anak.

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

5 Manfaat Liburan Untuk Anak

Siapa bilang liburan itu hanya berguna untuk orang dewasa? Fakta membuktikan kalau liburan juga penting bagi anak-anak. Selain sebagai momen untuk bersenang-senang, liburan juga menjadi salah satu tahapan perkembangan bermain anak. Ada banyak manfaat yang didapatkan dari liburan, baik liburan indoor maupun outdoor. Akan tetapi, liburan yang benar-benar berkesan itu ketika anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan di luar ruangan atau outdoor. Berikut adalah manfaat liburan bagi anak-anak, antara lain:

  1. Menumbuhkan Kreativitas

Kreativitas anak akan bertumbuh dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan anak, kreativitasnya akan berkembang secara signifikan. Ada banyak kegiatan yang dapat memancing kreativitas anak, misalnya mengajak liburan ke pantai, memancing, bermain teka-teki, dan membawanya ke kebun binatang. Agar pertumbuhan kreativitas anak semakin cepat, ajaklah anak Anda untuk melakukan hal-hal yang disukainya. Tanyakan kepadanya hobi yang menjadi kegemarannya agar ia juga semangat untuk melakukannya.

Baca: Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak – cara jitu mengenali bakat anak – cara mengasah bakat anak – cara meningkatkan daya ingat anak

  1. Mempelajari Hal-Hal Baru

Liburan yang baik tidak hanya liburan di lingkungan indoor saja, melainkan juga outdoor. Liburan disini juga tidak hanya mengajak anak berenang, pergi ke mall, atau menonton TV. Melainkan juga mengajaknya untuk mengenal alam sekitar, misalnya membawanya ke taman nasional atau kebun binatang. Ada banyak hal baru yang dapat dipelajari anak sewaktu dirinya berada di taman nasional atau kebun binatang. Contohnya, mengetahui nama-nama tumbuhan dan hewan. Selain itu, anak juga lebih dapat bersatu dengan alam sehingga ada keinginan untuk merawat alam sebaik-baiknya.

Baca: Dampak negatif bermain game untuk anak – Bahaya bermain game untuk anak

  1. Meningkatkan Perkembangan Otak

Ketika mengajak anak untuk berlibur, ada dua jenis sistem yang dilatih di dalam otak. Antara lain Play System dan Seeking System. Keduanya merupakan faktor penting yang akan meningkatkan daya berpikir anak. Latihan dua sistem ini tentu tidak akan didapatkan jika anak terus-menerus berada di rumah. Adanya kesinambungan antara dua sistem ini akan membuat anak juga lebih mampu mengontrol emosionalnya. Anak juga tidak akan mudah stres bahkan selalu bahagia, meskipun ia berada dalam situasi yang sulit sekalipun. Hal ini tentu sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak ketika ia beranjak dewasa.

Baca: Jenis mainan yang merangsang otak anak – manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak

  1. Menghilangkan Stres

Anak juga bisa mengalami stres apabila ia terus-menerus dipaksa untuk belajar dan belajar. Ketika anak sudah stres, Anda perlu mengajaknya ke luar rumah. Misalnya, berenang, memancing, dan bermain di pantai. Kegiatan seperti ini otomatis akan membuat otak si anak lebih fresh, sehingga ia mampu melaksanakan rutinitas di hari berikutnya dengan hasil yang maksimal. Sebagai orang tua, Anda perlu mengatur jadwal berlibur. Apakah itu sekali dalam seminggu atau sekali dalam dua minggu. Penjadwalan waktu untuk liburan penting, agar Anda bisa mempersiapkan liburan dengan sebaik-baiknya. Liburan yang dimaksud tidak harus ke luar kota, namun juga bisa di sekitar tempat tinggal Anda.

Baca: Ciri-ciri anak hiperaktif – cara mengatasi rasa takut pada anak – cara meningkatkan rasa percaya  diri anak – cara mengajarkan disiplin pada anak

  1. Lebih Dekat dengan Anggota Keluarga

Waktu liburan adalah momen yang penting untuk mempererat tali persaudaraan di dalam keluarga. Mengapa? Karena aktivitas yang dilakukan saat liburan dikerjakan bersama-sama. Sehingga anggota keluarga dapat semakin dekat antara yang satu dengan yang lainnya. Termasuk meningkatnya hubungan harmonis antara orang tua dan anak.

Baca : manfaat makan bersama keluarga – cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua

Setelah mengetahui manfaat liburan, apakah Anda masih ragu untuk membawa anak pergi liburan? Agar liburan semakin seru, ketahui tips nyaman bepergian dengan si kecil. Pastikan anak mendapatkan liburan yang cukup, agar ia tidak mengalami stres dan lebih semangat menjalani hari-harinya.

7 Bahaya Penyakit Campak pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

7 Bahaya Penyakit Campak pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Belakangan ini penyakit campak menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Pasalnya penyakit campak seringkali menyerang anak-anak, ditambah lagi cepatnya penularan campak. Campak disebabkan oleh paramiksovirus yang dapat ditularkan melalui sentuhan dan pernapasan.

Gejala awal  penyakit campak hampir mirip dengan gejala cacar air pada anak. Yang dimulai dari demam, hidung meler, dan nyeri pada tenggorokan. Setelah itu, muncul bintik-bintik merah yang sangat gatal. Apabila digaruk, bintik-bintik merah tersebut akan menular ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak diobati dengan cepat, maka akan menyebabkan campak komplikasi.

Ini dia bahaya penyakit campak pada anak yang harus diwaspadai oleh orang tua :

  1. Infeksi Pada Telinga

Peradangan pada bagian telinga akan menimbulkan infeksi akibat adanya penumpukan cairan di telinga. Cairan yang sudah menumpuk akan keluar melalui lubang telinga yang sangat bau. Anak-anak yang terkena gejala campak akan mengalami hal ini pada satu atau kedua telinganya. Adapun dampak dari infeksi ini yaitu demam tinggi pada anak.

Baca: Cara mengatasi demam – Cara meningkatkan kekebalan tubuh anak – Gejala sinusitis pada anak – Anemia pada anak – Ciri-ciri anemia pada anak – macam-macam infeksi kulit pada anak

  1. Dehidrasi

Sebelum dehidrasi, penderita akan mengalami muntah, mual, dan diare terlebih dahulu. Apabila tidak ditangani dengan cepat, maka si penderita akan mengalami rasa haus berlebih yang mengakibatkan dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan kurangnya pasokan air dalam tubuh sehingga kondisi tubuh si penderita sangat lemah dan hilangnya keseimbangan saat berjalan.

  1. Kejang-Kejang

Penyakit kejang bermula dari demam tinggi yang tidak kunjung ditangani. Adapun gejala kejang berupa kondisi tubuh yang lemah dan semua anggota tubuh menjadi kaku. Apabila kejang mencapai kondisi akut, maka ada kemungkinan anak sedikit kurang tanggap atau timbulnya gejala autis pada anak.

  1. Radang pada Selaput Suara

Penyakit campak juga bisa merambah ke bagian laring yang membuat gangguan pada selaput suara. Gejala ini muncul secara tiba-tiba karena tidak adanya pengobatan langsung. Apabila anak Anda tiba-tiba sulit bersuara, segera periksa keadaannya ke dokter. Apabila tidak ditangani, anak akan kehilangan nafsu makannya, bahkan akan sulit berbicara dan bernafas.

  1. Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada bagian paru-paru yang disebabkan oleh penyakit campak. Infeksi atau virus akan menggerogoti tubuh dan masuk ke dalam satu atau dua paru-paru sekaligus. Setelah itu, akan terjadi infeksi parah apabila kantung paru-paru dimasuki oleh cairan yang berisi virus. Adapun gejala yang timbul, berupa si penderita menjadi sulit bernapas.

  1. Mata Juling

Mata juling adalah kondisi dimana arah mata tidak seimbang. Artinya bola mata tidak tertuju pada satu posisi, melainkan dua posisi. Mata juling ini sendiri timbul karena virus yang berhasil masuk ke bagian saraf mata. Apabila tidak ditangani dengan cepat, maka mata anak akan juling sampai ia tumbuh dewasa nanti.

  1. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit paling parah yang disebabkan oleh campak. Virus yang berhasil masuk dalam tubuh akan menyebar ke bagian lainnya, termasuk ke bagian liver yang menjadi akar timbulnya penyakit hepatitis. Jika tidak segera ditangani, akan menimbulkan dampak yang cukup parah ke level akut. Adapun gejala yang timbul dapat berupa: demam tinggi, melemahnya kondisi otot sendi, lelah yang berlebihan, kurangnya nafsu makan, sakit perut, dan penglihatan yang tidak jelas.

Baca: Bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak – Makanan terbaik untuk bayi – Makanan sehat untuk tumbuh kembang anak – Cara mengatasi sakit mata pada anak – jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya – manfaat madu untuk anak dan balita – waspadai gejala penyakit polio pada anak

Penyakit campak termasuk penyakit yang sepele karena gejalanya hanya berupa bintik-bintik merah. Namun, penyakit ini akan sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Apabila anak Anda terkena penyakit campak, segera bawa ke dokter atau obati dengan cara tradisional. Misalnya, dengan memandikannya daun jarak dan mengoleskan tubuh anak dengan madu dan parutan kunyit.

Pentingnya Sopan Santun pada Anak Usia Dini

Pentingnya Sopan Santun pada Anak Usia Dini

Kita seringkali melihat anak kecil berbicara kasar, bahkan sampai membentak orang tuanya. Jika ini terjadi, orang tua perlu mengetahui cara mendidik anak yang suka membantah. Hal ini terjadi karena pengaruh zaman yang semakin modern, dimana orang tua jarang sekali mendidik anak-anaknya perihal sopan santun.

Sebagai orang tua, kita pasti sangat senang apabila melihat anak kita bersikap santun dan hormat. Ditambah lagi dengan tata krama dan nada suara yang halus, dunia ini rasanya seperti surga. Sebelum terlambat, ajarlah anak Anda perihal sopan santun sejak dia masih kecil.

Berikut adalah contoh sopan santun yang harus diajarkan kepada anak sejak dini.

  1. Mengucapkan Terima Kasih

Hal pertama yang perlu diajarkan kepada anak adalah mengucapkan terima kasih ketika dirinya menerima sesuatu. Apapun bentuk pemberian tersebut, baik benda maupun bantuan, usahakan untuk berterima kasih. Karena terima kasih termasuk bentuk penghargaan yang akan membuat si pemberi merasa dihargai.

  1. Meminta Maaf Ketika Melakukan Kesalahan

Ajarkan kepada anak cara mudah mendidik anak untuk minta maaf setiap kali melakukan kesalahan. Apapun bentuk kesalahannya dan kepada siapapun itu, ucapkan kata maaf tanpa pandang bulu. Minta maaf sama artinya dengan mengakui kesalahan. Jika hal ini diterapkan sejak kecil, maka anak akan terbiasa untuk meminta maaf ketika dirinya dewasa tanpa harus diperingatkan lagi.

  1. Meminta Tolong Ketika Butuh Bantuan

Kepada siapapun itu, ucapkan kata “tolong” setiap kali butuh bantuan. Saat meminta bantuan, posisi anak juga harus berada di bawah. Artinya hormat kepada orang yang akan dimintai tolong. Ini merupakan salah satu bentuk tata kesopanan dan cara mengajarkan disiplin pada anak untuk mengatakan “tolong” saat meminta bantuan.

  1. Tersenyum Pada Orang yang Dikenalnya

Jadi orang jangan terlalu jutek. Ajarkan kepada anak Anda untuk selalu tersenyum dan menyapa orang lain yang dikenalnya. Mengucapkan salam dan tersenyum merupakan bukti kalau anak Anda ramah, bukan orang yang angkuh.

Baca: Cara meningkatkan rasa percaya diri anak – Cara mengenali karakter anak – Cara jitu mengenali bakat anak – Cara mengatasi anak yang suka berbohong – Cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua

  1. Tidak Memotong Pembicaraan

Karena rasa ingin tahu dan egois yang tinggi, banyak anak yang suka memotong pembicaraan orang tuanya. Mulai dari sekarang, ajarlah anak Anda untuk bersabar ketika orang lain berbicara. Setelah orang tersebut selesai berbicara, barulah si anak boleh berkomentar. Kalaupun si anak ingin memotong pembicaraan, sebaiknya acungkan tangan sebagai bukti dari interupsi. Ini jauh lebih sopan dibandingkan langsung berkomentar tanpa aba-aba.

  1. Menghormati Orang yang Lebih Tua

Kadang-kadang anak tidak tahu kepada siapa dirinya berbicara. Bahkan banyak anak-anak yang menganggap lawan bicaranya masih seumuran dengannya. Sebagai orang tua, perkenalkan kepada anak dengan orang-orang di sekitarnya dan sebutan apa yang harus ia gunakan ketika berbicara dengan lawan bicaranya. Dengan demikian, si anak juga lebih tahu memposisikan dirinya setiap kali ia berbicara dengan orang lain.

  1. Berbicara dengan Nada Suara yang Lembut

Anak-anak memiliki tingkat emosional yang tinggi. Ketika ia tidak menyukai sesuatu, ia lebih suka berontak dan berbicara dengan suara yang keras. Untuk itu, ajarilah anak Anda untuk berbicara dengan suara yang lembut. Apalagi ketika si anak berbicara dengan orang-orang yang lebih tua dari dirinya.

  1. Memberi dan Menerima Menggunakan Tangan Kanan

Tangan kanan dan kiri memiliki fungsi yang berbeda. Ketika si anak memberi atau menerima sesuatu dari orang, ajarkan dia untuk selalu menggunakan tangan kanan. Ajaran ini sederhana, tapi akan sangat berpengaruh hingga ia dewasa nanti. Hal simpel seperti ini juga lebih mengajarkan sopan santun kepada si anak.

Baca: Cara bijak mengatasi anak yang suka memukul – efek pada mental anak yang sering dibentak – efek negatif sering menakut-nakuti balita – pentingnya mengajari anak berdoa

Walaupun budaya sopan santun mulai terkikis, jangan pernah berhenti untuk mengajarkan si anak tentang sopan santun ini. Adanya sopan santun juga akan membuat si anak lebih menghargai orang lain. Ketika ia berbuat tidak sopan, ingatkan lagi dan lagi akan sopan santun dan hindari kata-kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Adanya pendidikan membuat pengetahuan dan wawasan si anak bertambah. Anak juga akan mengetahui suatu hal yang tidak diketahui sebelumnya. Dengan pendidikan, si anak juga dapat meraih cita-cita yang diinginkannya, termasuk untuk memajukan nusa dan bangsa.

Dalam dunia pendidikan, si anak akan menempuh pendidikan secara bertahap. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga jenjang Perguruan Tinggi. Semua jalur pendidikan ini akan ditempuh sehingga si anak lebih matang lagi mempersiapkan dirinya di masa depan.

Pentingnya pendidikan si era sekarang membuat banyak orang tua rela menghabiskan banyak uang untuk menyekolahkan anaknya. Seberapa pentingkah pendidikan tersebut?

  1. Membuat Anak Lebih Berkembang

Perkembangan anak cenderung lebih pesat ketika ia masih berumur sangat belia (di bawah 10 tahun) dibandingkan saat dia sudah dewasa nanti. Sehingga pendidikan dari jenjang paling bawah menjadi momen-momen yang kritis yang akan membentuk diri si anak. Pada tahap ini, si anak juga menjadi lebih paham dan tahu membedakan mana yang harus dilakukannya dan mana yang tidak boleh dilakukannya. Apabila masa emas ini sampai terlewatkan, maka pembentukan diri si anak akan lebih sulit lagi.

Baca: Cara mengajarkan disiplin pada anak – Cara meningkatkan rasa percaya diri anak – Jenis mainan yang merangsang otak anak – Cara mengajarkan anak tentang uang – Cara mudah mendidik anak untuk minta maaf –  Cara mengenali karakter anak – pentingnya sopan santun pada anak

  1. Mempersiapkan Masa Depan Anak

Masa depan anak ditentukan dari pendidikan apa yang ditempuhnya. Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula kemungkinan si anak berhasil untuk menggapai mimpinya. Pada tahap ini, orang tua harus bisa memilih sekolah yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan si anak. Jangan ragu mengeluarkan biaya besar demi masa depan cemerlang anak Anda.

  1. Memiliki Keterampilan Khusus

Selama mengemban pendidikan, si anak akan mampu mengendalikan sistem motorik dalam dirinya. Baik motorik kasar maupun halus. Disaat ini juga si anak dapat mengetahui apa yang disukai dan apa tidak disukainya. Ada beberapa cara jitu mengenali bakat anak agar menjadi keterampilan khusus yang membedakan dirinya dengan anak orang lain.

  1. Memperluas Wawasan

Pendidikan menambah pengetahuan si anak. Segala sesuatu yang tidak diketahuinya dulu dapat ia ketahui melalui pendidikan. Bahkan tingkat pengetahuannya menjadi lebih luas dan tidak terkotak-kotak hanya pada satu bidang saja. Misalnya, si anak lebih mengenal dunia luar baik dari segi budaya, iklim, demografi, dan kejadian atau peristiwa yang terjadi di dunia ini. Pendidikan juga secara otomatis akan membuka cakrawala secara universal.

  1. Membuat Anak Lebih Teratur

Pendidikan apapun itu, baik Playgroup maupun SMA, keduanya sama-sama membuat anak lebih teratur. Bagaimana tidak, adanya jadwal kegiatan yang sudah tersusun membuat si anak memiliki rutinitas yang sudah terstruktur. Belum lagi peraturan yang ditetapkan di sekolahnya, pasti akan membuat si anak harus patuh dan taat pada peraturan tersebut. Apabila si anak melanggar, akan diberikan sanksi yang tegas. Sehingga dirinya akan selalu berusaha untuk berada di jalur yang benar.

  1. Menanamkan Nilai-Nilai Positif

Program pendidikan yang ditempuh si anak akan secara otomatis mengajarkannya nilai-nilai positif seputar kehidupan. Misalnya, toleransi, menghargai, kejujuran, patuh, dan lain sebagainya. Adanya ajaran ini tentu akan membuat si anak lebih menghargai orang-orang di sekitarnya. Nilai positif ini biasanya akan diajarkan melalui mata pelajaran atau dari pergaulan si anak. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai positif tersebut akan tertanam dalam dirinya, sehingga akan terbawa sampai ia dewasa nanti.

Baca : cara membiasakan anak bangun pagi – cara mengatasi rasa takut pada anak – cara jitu mengatasi anak yang cengeng dan manja – cara mengasah bakat anak – cara meningkatkan daya ingat anak

Ada banyak manfaat dari lembaga pendidikan bagi anak usia dini. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk menyekolahkan anak Anda sedini mungkin. Pengajaran yang akan diterima anak tentu akan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. Semakin cepat si anak diperkenalkan dengan dunia pendidikan, semakin pesat pula perkembangannya dibandingkan dengan anak seumurannya.

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

6 Manfaat Makan Bersama Keluarga bagi Anak

Makan bersama menjadi momen yang sering dilewatkan mengingat banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Kondisi ini mengakibatkan anggota keluarga lebih suka makan sendiri-sendiri. Misalnya, makan di depan televisi atau makan di kamar. Bahkan di era sekarang, tradisi makan malam sudah hilang dari peredaran. Hal inilah yang menyebabkan renggangnya hubungan silaturahmi antara anggota keluarga.

Baca : efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak – dampak negatif bermain game untuk anak – cara mengatasi anak yang susah makan – cara mengajarkan disiplin pada anak

Untuk membangun kembali hubungan silaturahmi dan kekeluargaan, mulailah untuk menjadikan makan malam sebagai tradisi keluarga. Ini dia manfaat makan malam bersama keluarga yang perlu Anda ketahui:

  1. Meningkatkan Komunikasi

Berkumpul sambil melahap makanan yang disajikan di meja makan tentu dapat meningkatkan komunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Selama berada di meja makan, ada saja topik yang akan dibicarakan. Mulai dari pelajaran anak di sekolah, rapat kerja, bahkan rencana untuk pergi liburan.

Adanya komunikasi yang baik akan merupakan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua. Mereka juga tidak enggan untuk menceritakan kejadian buruk yang dialaminya pada hari ini maupun pada hari yang sudah lewat. Sehingga anggota keluarga, terlebih orang tua dapat memberikan masukan atas masalah yang dihadapi. Komunikasi juga termasuk salah satu cara mengenali karakter anak.

  1. Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak

Pentingnya sopan santun pada anak bukan hanya tentang menghormati orang yang lebih tua. Namun, juga sopan santun selama berada di meja makan. Mulai dari cara mengunyah makanan, cara memasukkan makanan, hingga larangan berbicara saat sedang makan. Anak-anak yang diajari sopan santun tentu akan bertumbuh menjadi anak dengan tata krama yang bagus.

Selain mengajarkan tata krama ketika makan, makan bersama juga  merupakan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf ketika melakukan kesalahan. Hal ini berguna demi keberhasilan si anak di masa yang akan datang.

  1. Asupan Nutrisi yang Lebih Baik

Orang tua senantiasa memperhatikan apa yang dimakan oleh anaknya. Hal ini juga berlaku di meja makan, dimana orang tua akan selalu menyajikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Anak dengan gizi yang baik adalah anak yang tumbuhnya sehat dan terhindar dari obesitas.

  1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Keterampilan sosial yang diajarkan di meja makan dapat berupa keterampilan mendengar dan kesabaran. Contohnya, ketika orang tua sedang berbicara, si anak akan mendengar apa yang dikatakan orang tuanya dengan teliti. Anak juga tidak akan meyela atau memotong pembicaraan orang tua.

  1. Meningkatkan Performa Anak-Anak di Sekolah

Makan bersama anggota keluarga menunjukkan adanya hubungan harmonis di dalam keluarga. Sadar atau tidak, situasi ini akan membuat si anak lebih berprestasi di sekolah. Anak juga akan lebih bersemangat untuk belajar dan menjalani hari-harinya selama di sekolah.

  1. Lebih Hemat

Poin yang satu ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Makan bersama anggota keluarga tentu akan menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, orang tua menyajikan makanan lezat di meja makan tanpa perlu dibayar sepeser pun. Bandingkan jika anak makan di restoran, apalagi restoran mahal. Berapa biaya yang akan dikeluarkan oleh anak? Selain menambah pengeluaran, bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak juga patut diwaspadai.

Mempererat hubungan kekeluargaan harus dimulai dari kita selaku orang tua. Karena orang tua adalah panutan di dalam keluarga. Jika orang tua menunjukkan sifat jelek, otomatis si anak juga akan melakukan yang sama. Bahkan apa yang dilakukan si anak jauh lebih buruk dari yang dibayangkan orang tua. Oleh sebab itu, aturlah jadwal makan malam sebaik-baiknya. Selain mempererat kekeluargaan, anak juga terhindar dari jenis makanan yang berbahaya untuk anak.

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi diri perokok saja, melainkan juga mengandung resiko besar bagi orang – orang di sekitarnya. Orang yang terekspos asap rokok biasa disebut sebagai perokok pasif. Perokok pasif adalah orang – orang yang menghirup asap yang dihembuskan oleh orang lain yang mengisap rokok, cerutu, dan pipa. Jadi, walaupun Anda tidak merokok, menghirup asap rokok orang lain juga bisa membawa resiko kematian. Sekitar tiga ribu perokok pasif meninggal akibat kanker paru dan sekitar sepuluh ribu  orang dewasa mengalami kematian akibat penyakit jantung di Amerika Serikat setiap tahunnya. Sekitar jutaan anak telah menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya sendiri. Menjadi perokok pasif khususnya dapat membahayakan kesehatan anak karena paru – paru anak masih berada dalam tahap perkembangan.

Bahkan, ada teori yang menyatakan bawa perokok pasif bukan saja hanya orang yang terpapar asap rokok, namun juga orang -orang yang terpapar residu dari asap rokok tersebut, yang menempel di berbagai benda di sekitar perokok. Resiko terhadap anak – anak lebih besar karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. Jika Anda merokok di dekat anak – anak atau jika mereka terekspos pada asap rokok di tempat lain, mungkin saja ada bahaya yang lebih mengancam daripada yang dikira. Begitu juga pada anak – anak yang orang tuanya merokok hanya di luar rumah, akan tetap terekspos pada bahan kimia dari rokok melalui udara yang mereka hirup.

Racun dalam Asap Rokok

Seperti telah diuraikan sebelumnya, banyaknya kandungan bahan kimia dalam rokok menyebabkan rokok menjadi sarana yang sangat baik dalam menyebarkan racun kimia. Keberadaan asap rokok di rumah akan menyebabkan polusi yang berasal dari nikotin, karbonmonoksida serta aneka bahan kimia yang dapat menjadi sumber karsinogen atau pemicu kanker potensial. Bahan kimia dari rokok ada sekitar 4000 jenis, dan sebagian besar sangat berbahaya, lebih dari lima puluh jenis diantaranya diketahui menjadi penyebab kanker. Bahan kimia yang merupakan racun bagi tubuh yang ada di dalam sebatang rokok diantaranya adalah:

  • Asam asetik  – Bahan kimia ini juga terdapat pada cairan pembersih lantai.
  • Naptalin – Zat yang sama yang juga ada di dalam kamper pewangi pakaian.
  • Asetanisol – Juga terdapat di dalam parfum.
  • Hidrogen Sianida – Bahan yang biasa terdapat di racun tikus
  • Aseton –  Zat kimia yang digunakan untuk menghilangkan cat kuku.
  • Kadmium – Ini adalah zaat kimia yang ada di dalam baterai.
  • Metanol –  Bahan yang biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar
  • Polonium 210- Zat radioaktif yang juga terdapat dalam rokok.
  • Sodium Hidroksida – Zat yang membuat perih terdapat pada produk penghilang bulu
  • Formalin – Bahan pengawet
  • Geranol – Zat aktif yang terdapat dalam pestisida
  • Toluene – Salah satu zat dalam bensin
  • Hidrasin – Salah satu bahan dalam pesawat yang menggunakan mesin roket
  • Cinnamalde Hyde – Bahan yang ada pada produk racun untuk anjing atau kucing
  • Urea – Zat ini banyak digunakan pada produk tinta, cat, pupuk dan sebagainya.

Asap rokok mengandung lima kali lipat karbonmonoksida, tiga kali lipat tar dan nikotin, serta amonia yang 46 kali lebih banyak daripada asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri. Dengan demikian, resiko kanker bagi para perokok pasif mencapai 50 kali lebih tinggi daripada perokok aktif.  Asap rokok akan menyebarkan semua zat kimia yang ada di dalamnya tidak hanya di ruangan tempat perokok, namun juga ke ruangan lainnya. Bukan itu saja, asap rokok juga dapat bertahan selama 2,5 jam di udara walaupun ruangan dibuka ventilasinya. Bahaya lainnya lagi, asap rokok bisa mengendap atau menempel dilantai dan benda  – benda yang ada di sekitar tempat perokok, menempel di baju dan seluruh tubuh si perokok.

Resiko Jika Anak Terpapar Asap Rokok

Berdasarkan karakteristik yang ada pada penyebaran asap rokok, tentu saja akan ada bahaya yang timbul apabila anak – anak terekspos asap rokok dalam waktu lama. Saluran udara anak yang lebih kecil daripada orang dewasa menyebabkan mereka bernapas lebih cepat, dan karenanya juga akan lebih mudah menghirup asap rokok lebih banyak. Bahaya tersebut tentunya berkaitan dengan kesehatan serta tumbuh kembang anak, yaitu:

1. Sindrom kematian mendadak

Sindrom kematian mendadak atau Sudden Death Infant Syndrome kerap terjadi pada bayi berusia dibwaah satu tahun. Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, namun ada dugaan jika salah satu penyebabnya adalah asap rokok atau residu asap rokok yang mengganggu jalan napas atau proses pernapasan bayi. Anak yang lahir dari ibu yang merokok saat hamil memiliki resiko tinggi terhadap SIDS. Bayi yang mengalami SIDS cenderung memiliki kandungan nikotin tinggi pada paru – parunya, ada atau tidaknya keterlibatan faktor yang berhubungan dengan rokok.

2. Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran udara utama yang terdapat pada paru – paru yang bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, yaitu pneumonia. Bronkitis akut pada bayi dan anak bisa jadi merupakan hasil dari ekspos terhadap asap rokok dan residunya. Agar penyakit anak tidak berkembang menjadi lebih parah, Anda bisa mencoba cara mengatasi batuk pada anak secara herbal terlebih dulu, sesuai dengan porsi yang tepat.

3. Pneumonia

Pneumonia bisa terjadi pada anak yang terjadi karena penyakit bronkitis yang parah dan berlanjut, atau juga dikenal sebagai penyakit paru – paru basah, karena paru – paru penderita biasanya dipenuhi cairan. Pneumonia bisa terjadi karena banyak sebab, antara lain asap rokok dan polusi yang terhirup oleh bayi dan anak dalam jumlah yang besar atau sering. Selain itu, bahaya bedak tabur bagi bayi jika terlalu banyak terhirup juga beresiko membuat anak terkena pneumonia.

4. Menghambat pertumbuhan paru – paru

Paru – paru anak yang masih berkembang akan terganggu apabila terlalu sering terekspos dengan asap rokok. Akibatnya anak dapat menjadi lebih mudah sakit, mudah terkena bronkitis dan pneumonia, dan perkembangan paru – parunya tidak akan menjadi sekuat dan optimal seperti anak yang tumbuh dalam lingkungan bebas rokok. Tidak hanya akan ada berbagai penyakit jika anak terlalu banyak terekspos asap rokok, namun ada juga bahaya bayi tidak diimunisasi yang akan rentan terhadap berbagai penyakit seiring pertumbuhan usianya, misalnya bahaya penyakit polio pada anak.

5. Infeksi telinga

Penelitian juga mengungkapkan bahwa anak – anak yang mempunyai orang tua perokok dan sering merokok di sekitarnya akan cenderung menderita infeksi telinga lebih sering karena adanya penumpukan cairan pada telinga bagian tengah, dan resiko kehilangan pendengaran.

6. Masalah pernapasan

Lembaga EPA di Amerika Serikat melaporkan bahwa perokok pasif meningkatkan resiko infeksi pernapasan seperti batuk – batuk, napas berbunyi, sesak napas ,bronkitis dan pneumonia. Diperkirakan hingga ratusan ribu kasus infeksi pernapasan bagian bawah terjadi pada anak berusia lebih dari 18 bulan yang terekspos asap rokok. Beberapa ribu diataranya berakhir dengan rawat inap di rumah sakit. Anak yang ibunya merokok beresiko mengalami perawatan di rumah sakit karena infeksi pernapasan pada tahun pertama usianya dibandingkan dengan anak yang ibunya tidak merokok, sedangkan anak yang ibunya merokok di ruangan berbeda mempunyai tingkat resiko 56 persen, 73 persen apabila ibu merokok sambil mengasuh anak, dan 95 persen resiko apabila ibu merokok sambil menyusui atau memberi anak makan.

7. Mengajari anak jadi perokok

Anak akan belajar dengan mencontoh, karena itu apabila setiap hari ia hidup dalam lingkungan yang menganggap rokok sebagai sesuatu yang wajar seperti makan dan minum, maka tidak menutup kemungkinan ia akan menjadi perokok pula suatu hari nanti. Bahkan bisa saja anak menjadi perokok dalam usia yang lebih awal karena ingin mencoba – coba.

8. Gangguan perilaku

Anak – anak yang terlahir dari ibu yang merupakan perokok pasif selama kehamilan atau ibu yang merokok selama kehamilan diduga beresiko untuk mengalami ADHD atau Attention Deficit Hiperactivity Disorder dan sejenisnya. Anak perempuan akan lebih mudah terekspos sbagai perokok pasif, akan tetapi anak lelaki akan lebih bermasalah dengan hiperaktivitas atau menunjukkan ciri – ciri anak hiperaktif, agresi, depresi, autis pada anak dan masalah perilaku lainnya, walaupun penyebab gangguan perilaku tersebut bukan hanya dari asap rokok. Salah satu penyebab lainnya yaitu bahaya benturan pada kepala bayi dan anak yang bisa berupa penurunan fungsi kognitif atau pun autisme.

9. Asma

Serangan asma mungkin saja merupakan penyakit yang paling umum diketahui sebagai akibat dari sesoeorang yang menjadi perokok pasif. Sebab, asap rokok dapat tertinggal dan menempel dalam waktu lama di pakaian seseorang yang merokok ataupun berada di lingkungan perokok. Menjadi perokok pasif juga dapat memperburuk kondisi anak yang sudah menderita asma dengan kemungkinan serangan asma yang makin sering dan semakin berat. Anak yang mempunyai ibu yang merokok saat kehamilan mempunyai resiko tinggi terkena asma selama lima tahun pertama hidupnya, sedangkan anak yang ibunya berhenti merokok sebelum kehamilan tidak menunjukkan resiko yang sama. Temukan tips memilih dokter anak yang tepat untuk menangani ketika si kecil menunjukkan gejala asma, terutama jika Anda tinggal di lingkungan perokok.

10. Gangguan Kognitif

Ekspos terhadap asap rokok mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk belajar. Asap rokok adalah racun yang mengenai saraf walaupun dalam kandungan yang paling rendah. Diperkirakan jutaan anak mempunyai resiko gangguan kemampuan membaca sebagai akibat dari perokok pasif. Tingkat ekspos yang lebih tinggi trhadap asap rook juga dihubungkan dengan kekurang mampuan dalam maatematika dan kemampuan logika atau penalaran visual. Begitu pula bayi yang lahir dari ibu perokok yang mengisap paling tidak satu bungkus rokok setiap hari diketahui memiliki tingkat IQ lebih rendah dari anak – anak yang lahir dari ibu yang tidak merokok.

11. Berat Badan Lahir Rendah

Menjadi perokok pasif diketahui merupakan salah satu penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah yang meningkatkan resiko kematian bayi dan komplikasi kesehatan ketika telah dewasa. Ekspos terhadap asap rokok mengurangi berat lahir bayi dari ibu yang tidak merokok dan juga pada bayi yang lahir dari ibu yang merokok. Bayi yang memiliki berat lahir di bawah normal memiliki resiko tinggi akan mengalami berbagai resiko kesehatan.

Efek Asap Rokok pada Anak di Indonesia

Berdasarkan data yang didapat pada tahun 2015 dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI menurut Tempo.co, lebih dari 40 juta anak di Indonesia merupakan perokok pasif yang disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya seperti berdekatan dengan orang tua perokok dan orang dewasa lainnya yang merokok. Sedangkan UNICEF melaporkan pada tahun 2012 bahwa pneumonia yang disebabkan dari Infeksi Pernapasan Akut atau ISPA menjadi peringkat nomor satu penyebab kematian anak Indonesia, sebesar 14% atau sekitar 21 ribu anak bahkan melebihi kematian karena AIDS, malaria atau TBC.

Baca : bahaya susu formula pada bayi – bahaya popok sekali pakai terhadap kesehatan bayi –bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak – efek samping anak sering di uap – bahaya bermain game untuk anak

Bahaya Rokok Pada Janin

Jika seorang wanita hamil tetap merokok atau terkena pengaruh dari asap rokok sebagai perokok pasif, maka bayi atau janin yang dikandungnya akan tetap terkena akibat dari asap rokok tersebut juga. Akibatnya bisa sangat serius, seperti:

  1. Terjadi keguguran
  2. Kelahiran prematur
  3. Berat badan lahir yang rendah
  4. Mengalami sindrom kematian bayi mendadak karena ada masalah pada pernapasannya
  5. Mengalami gangguan belajar seperti ADHD dan lainnya.

Resiko kesehatan ini akan meningkat seiring dengan berapa lama dan banyaknya wanita hamil merokok atau terekspos pada asap rokok. Jika Anda merupakan perokok, sangat penting untuk berhenti segera ketika mengetahui kehamilan tersebut.

Bahaya yang terjadi ketika dewasa

Anak – anak yang terekspos asap rokok dalam taraf sedang hingga berat akan memiliki beberapa resiko tersendiri yang akan timbul ketika ia suda dewasa kelak, seperti:

  1. Fungsi paru – paru yang kurang baik dan cenderung mangalami masalah pernapasan saat dewasa.
  2. Resiko mengalami sindrom metabolisme yaitu suatu kelainan yang berhubungan dengan kelebihan lemak di perut yang meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
  3. Ketika dewasa, anak juga akan menjadi perokok aktif.
  4. Ekspos tingkat sedang pada anak – anak bisa dihubungkan dengan penurunan elastisitas pembuluh aorta di bagian abdomen pada anak usia sebelas tahun dan mengarah kepada penyakit atherosclerosis.
  5. Wanita yang terekspos asap rokok selama enam sampai delapan jam sehari  sebagai anak – anak akan mempunyai resiko sulit mengandung dan dapat mengalami resiko keguguran sebanyak 68 persen.

Melindungi anak dari asap rokok

Sebagai orang tua, Anda mempunyai hak untuk melindungi anak dari asap rokok yang bisa membahayakan dirinya, seperti anak juga mempunyai hak untuk menghirup udara yang bersih dari polusi untuk kelancaran pertumbuhan fisiknya. Walaupun mungkin akan sulit untuk sepenuhnya menjauhkan anak dari rokok, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi anak dari asap rokok yaitu:

  • Jangan izinkan siapapun untuk merokok di lingkungan rumah Anda atau di dalam rumah Anda, sebaiknya juga tidak menyediakan asbak di rumah agar orang tidak mengira bahwa mereka bebas merokok di rumah Anda.
  • Jangan izinkan juga siapapun untuk merokok di dalam mobil Anda, walaupun dengan jendela yang dibuka.
  • Pastikan sekolah anak atau tempat penitipan anak bebas rokok, begitu pula dengan staf di sekolah.
  • Carilah restoran atau tempat umum yang tidak mengizinkan orang merokok jika hendak makan di luar atau membawa anak berjalan – jalan.
  • Jika ada kerabat atau anggota keluarga yang merokok, pastikan mereka sudah mencuci tangan atau mengganti baju yang terkena asap rokok sebelum berdekatan dengan anak – anak, terutama bayi yang baru lahir.
  • Berhentilah merokok jika Anda sedang mengandung dan minta orang lain untuk tidak merokok di dekat Anda. Akan lebih baik jika berhenti merokok jauh sebelum Anda berencana untuk hamil.
  • Jangan pernah merokok di dalam rumah ataupun di dekat bayi dan anak – anak, begitu pula jika Anda baru saja merokok jangan mendekati bayi dan anak – anak.
  • Jauhkan anak dari lingkungan perokok walaupun pada saat itu tidak ada orang yang merokok di tempat tersebut. Sebabnya, bahan kimia dari rokok masih dapat ditemukan berhari – hari setelahnya pada permukaan semua barang yang terkena asap rokok.
  • Tekankan kepada orang yang bekerja di rumah Anda untuk tidak merokok selama bekerja dan sebelum datang ke rumah Anda.

Dalam hal yang berkaitan dengan rokok, perokok berat maupun orang yang merokok hanya sesekali hampir tidak ada bedanya. Asap rokok tetap akan meninggalkan jejak racun yang berbahaya, walaupun tidak terlihat. Jika Anda merupakan orang tua yang merokok, pastinya akan sangat sulit untuk berhenti. Akan tetapi, berhenti merokok juga merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan anak dari pengaruh buruk bahan kimia yang ada pada rokok dan juga merupakan sebentuk cara untuk mengalahkan keegoisan Anda yang tidak hanya meracuni diri sendiri namun juga meracuni orang di sekitar Anda. Banyak bantuan yang tersedia apabila Anda benar – benar ingin menghilangkan kecanduan pada rokok, selain itu berhenti merokok juga akan mendatangkan manfaat yang besar bagi diri Anda sendiri, dan juga untuk orang lain di keluarga Anda yang Anda sayangi.

9 Ciri Ciri Anemia pada Anak yang Harus di Waspadai Orang Tua

9 Ciri Ciri Anemia pada Anak yang Harus di Waspadai Orang Tua

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat berbahaya. Anemia juga tidak mengenal gender maupun usia dalam penyerangannya. Oleh karena itu, tentunya kita harus tetap wasapada dengan segala kemungkinan yang ada. Karena anemia dapat menyerang segala usia, hal ini berarti bahwa anak-anak pun memiliki peluang besar untuk terkena anemia. Penyakit akibat kekurangan sel darah ini juga kerap sekali menyerang wanita. Hal ini terkait dengan menstruasi yang dialami oleh setiap wanita di setiap bulannya. Saat seorang wanita mengalami menstruasi, sudah sepatutnya dia memperhatikan pola makannya termasuk asupan zat besi.

Kekurangan zat besi menjadi salah satu penyebab kuat seseorang terkena anemia. Zat besi bisa didapat dari berbagai makanan seperti kuning telur dan daging merah. Pada bayi, sumber zat besi yang dapat diperolehnya adalah yang berasal dari Air Susu Ibu. Inilah yang menyebabkan mengapa seorang ibu yang sedang berada di masa menyusui juga harus memperhatikan asupan gizi dan kesehatan dirinya juga, untuk menjaga kesehatan anaknya. Selain kekurangan zat besi, ada juga beberapa alasan mengapa seorang anak terkena anemia. Seorang anak yang terinfeksi cacing maupun malaria juga memiliki potensi besar untuk terjangkit anemia. Agar Anda dapat mengenali apakah anak Anda terkena anemia atau tidak, dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri anemia pada anak.

1. Merasa Lemah dan Lesu

Sebagai orang tua, Anda tentunya sadar bahwa anak-anak sedang berada pada masa pertumbuhannya. Dia akan bergerak sangat cepat untuk sebuah kemajuan pada dirinya. Dia juga akan belajar dari sekelilingnya mengenai banyak hal, termasuk ketika mereka sedang bermain. Sebagai seorang ibu, untuk mengimbangi keinginan belajarnya, Anda mungkin harus menyediakan mainan yang mampu merangsang otak anak Anda. Akan tetapi, apa jadinya ketika anak Anda malah lesu seperti kekurangan semangat? Semangat tertinggi dalam melakukan sesuatu tentunya adalah semangat yang dimiliki oleh anak-anak sehingga kondisi kesehatannya juga harus terjamin aman.

Ketika seorang anak terkena anemia, maka dia akan sering terlihat lesu di antara teman-temannya yang sedang asyik bermain sambal tertawa. Anehnya, walaupun kinerja yang dilakukan oleh anak tersebut tidak tergolong berat, dia juga terlihat sangat lemas. Tentunya hal ini berdampak buruk akan perkembangan kemampuan sosialnya di kemudian hari karena sudah banyak waktu yang dia lewatkan karena kelesuan tersebut. Kelesuan pada anak yang terkena anemia juga dapat disebabkan karena aliran oksigen yang tidak lancar sehingga otak dan otot tidak memiliki oksigen yang cukup untuk melakukan pembakaran dalam menghasilkan energi.

2. Mata Pucat

Sebagai seorang ibu, tentunya Anda ingin anak Anda menjadi seseorang yang disiplin di kemudian hari. Salah satu caranya adalah mengajarinya untuk bangun pagi sehingga Anda memerlukan cara membiasakan anak bangun pagi. Selain itu, tentunya Anda juga membiasakan anak Anda untuk tidur yang cukup. Pada orang-orang yang tidak tidur dengan cukup, konsentrasinya di keesokan harinya tentu akan bermasalah dan inilah yang harus dihindari pada anak-anak. Mata pucat biasanya juga terjadi pada anak-anak yang kurang tidur. Akan tetapi, ketika anak Anda memiliki jadwal tidur yang teratur namun tetap masih terlihat lesu, Anda patut mencurigai bahwa anak Anda sedang terkena anemia.

Anemia pada anak diketahui membuat matanya terlihat lesu yang didukung oleh kelopak mata yang terlihat kelelahan juga. Oleh karena itu, segeralah membawa anak Anda ke dokter anak terdekat dimana sebelumnya sudah Anda ketahui bagaimana tips memilih dokter anak yang tepat untuk buah hati Anda.

3. Telapak Tangan Terlihat Pucat

Seorang anak yang memiliki kesehatan yang baik, tentunya tidak akan memiliki masalah pada warna telapak tangannya. Warna pada telapak tangan sendiri tentunya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh bagian dalam. Oksigen adalah salah satu penentu warna dari telapak tangan Anda. Seseorang yang kekurangan oksigen akan memberikan sinyal pada telapak tangannya dimana ditemukan warna yang pucat pada kedua telapak tangannya. Anemia pada anak juga memberikan sinyal yang sama karena memang oksigen dan zat besi saling bekerja sama pada system di dalam tubuh.

4. Wajah Pucat

Selain tidak terlihat semangat sewaktu bermain dan didukung dengan mata yang lesu, anak yang terka anemia juga memiliki wajah yang pucat. Kepucatan tersebut diakibatkan oleh adanya kesalahan pada darah yakni kurangnya darah pada anak Anda. Anda mungkin telah memberikannya makan, namun tetap saja terlihat pucat dan tidak bersemangat. Hal ini dapat dicurigai karena bisa saja itu adalah suatu pertanda bahwa anak Anda sedang menderita kelainan darah, yakni anemia. Darah sendiri sangat dibutuhkan tubuh untuk menyebarkan sari-sari makanan sehingga ketika seseorang memiliki masalah dengan darah, tentu tenaga yang dimilikinya juga tidak sefit yang dimiliki oleh orang normal.

5. Sulit Konsentrasi

Konsentrasi sangat dibutuhkan oleh semua anak karena pada masa tersebutlah daya tangkapnya terbilang tinggi sehingga lebih mudah untuknya untuk mempelajari sesuatu. Akan tetapi, ketika seorang anak mengalami masalah konsentrasi, tentunya dia akan menyerap pelajaran lebih sedikit dari teman-temannya. Kesulitan dalam konsentrasi ini juga tentunya sangat berdampak pada prestasi akademis yang dimilikinya. Oleh karena itu, Anda perlu segera mengajaknya ke dokter agar dokter dapat menanganinya lebih dini.

6. Mudah Mengantuk

Anemia pada anak juga memberikan ciri ke 6 pada anak yakni mudah mengantuk. Ketika anak Anda sangat mudah untuk mengantuk bahkan setelah dia bangun pun dia masih meraa mengantuk, bisa jadi karena anemia. Perlu untuk Anda ketahui bahwa kadar zat besi dalam tubuh yang kurang juga akan mempengaruhi oksigen di dalam tubuhnya. Ketika seorang anak tidak mendapatkan asupan oksigen yang dialirkan ke otak dengan cukup, bukan hanya mengurangi konsentrasinya, namun juga membuatnya dengan sangat mudah untuk merasa ngantuk. Selain harus memperhatikan waktu tidur yang baik untuk anak, Anda juga harus mengetahui bagaimana tanda-tanda anak kurang gizi.

7. Menurunnya Sistem Imun

Sistem imun menjadi salah satu pendukung pencegahan anak terhadap infeksi penyakit di lingkungannya. Ketika seorang anak mengalami penurunan pada system imunnya, maka dikhawatirkan dia akan dengan mudah terkena penyakit. Padahal teman-temannya yang lain tidak terserang bahkan masih sangat aktif dengan kegiatan belajarnya. Sebagai orang tua, tentunya kita mengetahui dengan pasti bahwa pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak serta manfaatnya untuk tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kita juga harus memperhatikan bagaimana cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Perlu untuk Anda ketahui, anemia dapat menurunkan kekebalan tubuhnya dan setelah itu, tubuhnya akan sangat mudah untuk terjangkit penyakit lainnya sehingga dikhawatirkan dapat memperparah keadaannya.

8. Sering Pingsan

Ketika anak Anda sudah masuk dalam tahap sekolah, dia tentunya akan mengadakan Upacara Bendera setiap Seninnya dengan teman dan gurunya di sekolah. Saat upacara, tentunya dia akan berdiri dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan stamina yang cukup pada anak Anda. Akan tetapi, pada anak yang terkena anemia, dia akan kerap pingsan pada saat upacara tersebut. Hal ini disebabkan karena oksigen yang ditujukan ke otak tidak cukup sehingga tenaganya berkurang. Bukan hanya itu. Anak yang mengalami anemia juga tidak boleh melakukan kerja yang sangat berat. Pekerjaan yang berat dapat membuatnya sangat kelelahan. Oleh karena itu, banyak anak yang terkena anemia tidak dianjurkan untuk mengikuti olahraga yang berat ketika sedang dalam pelajaran olahraga.

9. Kekurangan Nafsu Makan

Sebagai seorang ibu, nutrisi anak tentunya sangat penting bagi Anda. Oleh karena itu, Anda selalu mengusahakan anak Anda untuk makan tepat waktu yakni 3 kali dalam sehari. Akan tetapi, hal ini tentunya akan sangat sulit dilakukan pada anak yang terkena anemia. Anemia pada anak menyebabkan menurunnya nafsu makan yang dimilikinya sehingga dia tidak begitu menikmati hidangan lezat dan bergizi yang Anda sajikan. Anak tersebut justru lebih memilih untuk tidur sepanjang hari. Tentu, sangat membahayakan kesehatannya.

Artikel Lainnya
  • belekan pada anak yang berbahaya
  • ciri ciri flu singapura pada anak
  • ciri dan penyebab mata minus pada anak
  • cara mengatasi sakit mata pada anak
  • efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak
  • manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak
  • gejala kolik pada anak
  • cara mengajarkan anak tentang uang
  • jenis jenis imunisasi dan manfaatnya
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • cara mengatasi rasa takut pada anak
  • cara meningkatkan rasa percaya diri anak
  • cara mengenali karakter anak
  • penyebab sariawan pada bayi
  • cara mengatasi keracunan pada anak

Demikian informasi mengenai ciri-ciri anemia pada anak. Dengan artikel ini, diharapkan mampu memberikan pengetahuan pada Anda agar bisa lebih dini mengatasi permasalahan anemia pada anak tersebut. Semoga bermanfaat.

Pentingnya Mengajari Anak Berdoa Sejak Usia Dini

Pentingnya Mengajari Anak Berdoa Sejak Usia Dini

Semua orang tua tentunya menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang positif dalam segala hal dan juga memiliki kecerdasan mental, intelektual serta spiritual yang seimbang. Kedua kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki seseorang seringkali tidak akan terasa lengkap dan akan terasa kehilangan arah sebelum ada kecerdasan spiritual sebagai petunjuk jalannya. Agama adalah pegangan bagi setiap orang, tanpa keyakinan akan agama maka hidup seorang manusia  akan menjadi kurang berarti dan tidak bertujuan.

Mengajarkan doa kepada anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat efektif sebagai salah satu cara meningkatkan kecerdasan spiritual anak. Namun tugas orang tua untuk mengajarkan anak berdoa pada usia yang masih dini mungkin akan menjadi tugas yang menantang, sebab rentang perhatian dan fokus anak usia dini tentunya masih pendek serta mudah bosan. Walaupun demikian, ingatan anak – anak biasanya sangat baik apabila mereka mendengar hal yang sama terus menerus. Jika terbiasa, kemungkinan besar anak akan mudah menghafal doa – doa yang diperlukan untuk dipelajarinya.

Pengertian Berdoa

Secara bahasa, arti doa adalah panggilan atau seruan. Secara istilah artinya doa adalah permohonan seseorang kepada Tuhannya, untuk kepentingan manusia tersebut di dunia dan akhirat. Doa adalah salah satu cara manusia untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Ucapan dari dalam hati kepada Tuhan yang berisi segala sesuatu yang diinginkan manusia, dengan berbicara melalui suara hatinya. Berdoa berarti berbicara kepada Tuhan sebagai diri sendiri dengan jujur dan tulus hati.

Manfaat Berdoa

Doa merupakan bagian yang penting dalam setiap usaha yang dilakukan manusia. Memanjatkan doa juga berarti bahwa manusia mengakui bahwa segala permintaan dan keinginannya tidak akan terlaksana kecuali dengan persetujuan Tuhan. Secara garis besar, doa dapat disebut sebagai suatu permohonan dan pujian kepada Tuhan yang dilakukan oleh manusia sebagai hambaNya. Berdoa dapat menghindarkan seseorang dari kesombongan dan rasa tinggi hati. Anak yang terbiasa berdoa sejak kecil kelak juga akan tumbuh sebagai anak soleh yang dapat mendoakan orang tuanya. Manfaat lainnya dari berdoa yaitu:

  • Menjalankan ibadah serta menunjukkan bentuk kesetiaan kepada Tuhan yang dianut.
  • Dengan berdoa dapat mencegah bencana.
  • Mempertebal iman seseorang.
  • Mendekatkan diri kepada Tuhan.
  • Doa dapat menjadi benteng untuk perbuatan atau niat buruk
  • Melepaskan emosi terpendam
  • Mengurangi rasa stres mental dan fisik.
  • Membantu untuk mengendalikan diri.
  • Menjauhkan diri dari semua penyakit yang berhubungan dengan stress.
  • Membuat orang menjadi pribadi yang lebih baik
  • Membuat orang bahagia
  • Memudahkan segala urusan
  • Terhindar dari kemurkaan Tuhan serta kealpaan beribadah
  • Mendapatkan jalan keluar untuk pemecahan masalah
  • Menjalani hidup dengan lebih optimis dengan keyakinan bahwa doa akan dikabulkan
  • Menjaga diri dari tindakan yang tidak baik.
  • Menentramkan hati yang gelisah
  • Menjalin hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa

Cara Mengajarkan Anak Berdoa

Mengajarkan anak berdoa berarti melakukan langkah awal untuk mengenalkannya dengan Tuhan. Jika orang tua ingin anak dapat berdoa dengan benar, berikut adalah langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk mengajarkan berdoa kepada anak:

  • Berikan pengertian mengenai pentingnya berdoa dengan bahasa yang dapat dimengerti anak – anak.
  • Tunjukkan sikap tubuh dan suara yang pantas untuk berdoa.
  • Mulailah dari doa singkat lebih dulu seperti berdoa sebelum makan atau sebelum tidur.
  • Bacakan terlebih dulu doa – doa singkat tersebut oer kalimat lalu minta anak untuk mengulanginya
  • Terus ulangi membacakan satu doa sampai anak dapat menghafalnya sendiri
  • Ajarkan juga arti atau makna dari setiap doa tersebut kepada anak
  • Tambahkan doa lain setelah anak dapat mengingat satu macam doa.
  • Jangan memaksa apabila anak tidak mau diajak belajar berdoa, karena dapat membuatnya semakin enggan berdoa.
  • Bantu anak untuk mengingat orang yang ingin dia doakan secara khusus.
  • Buatlah anak memahami bahwa berdoa bisa dilakukan kapan saja dan dalam suasana hati apapun
  • Jelaskan kepada anak bahwa doa yang pantas adalah doa yang mengandung kata – kata baik
  • Ajarkan juga untuk bersyukur dalam doa selain meminta.
  • Sering – sering mengajak anak untuk berdoa sebelum memulai suatu kegiatan.
  • Jika anak sudah dapat membaca, berikan buku tata cara berdoa khusus untuk anak – anak, atau melalui aplikasi doa yang ada di gadget Anda.
  • Ajak anak untuk berdoa bersama – sama sesekali
  • Mengajarkan anak berdoa juga bisa dilakukan melalui berbagai manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak atau cerita keagamaan.

 

Manfaat Belajar Berdoa

 

Tentunya setiap orang tua menginginkan anak memiliki karakter positif agar bisa menjadi orang yang beragama dalam perkembangannya dan menjadi manusia yang berguna. Belajar berdoa tentunya mempunyai segudang manfaat yang dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak kelak. Apa saja manfaat tersebut, simaklah pembahasan berikut ini:

1. Mempelajari Pengendalian Diri

Berdoa membutuhkan saat yang tenang dan waktu khusus untuk dapat berfokus pada apa yang akan diminta kepada Tuhan. Dengan demikian, anak pun akan belajar untuk mengendalikan dirinya karena harus bersikap tenang saat berdoa, tidak boleh tertawa, bermain – main, ataupun sambil berlari – lari. Berdoa juga sekaligus dapat menjadi cara mengajarkan disiplin pada anak dan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua, karena terbiasa mengungkapkan isi hatinya ketika belajar berdoa dengan bimbingan orang tua. Belajar mengendalikan diri juga menjadi cara bijak mengatasi anak yang suka memukul dan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf.

2. Mengasah Kemampuan Berbahasa

Kalimat yang baik dan benar haruslah digunakan saat berdoa, karena itulah anak akan mempelajari cara merangkai kalimat dan kata – kata yang enak didengar melalui kegiatan berdoa. Hal ini sekaligus akan memperkaya koleksi kosa kata anak dan menggunakan kata – kata yang mudah dipahami untuk merangkai doanya. Mungkin juga bahkan dapat menjadi solusi untuk anak terlambat bicara, ciri, penyebab dan cara mengatasinya serta cara jitu mengatasi cadel pada anak dengan sering berlatih bicara saat berdoa.

3. Mengajarkan Empati

Mengajarkan anak berdoa tentunya juga mengajarkan agar anak selalu mendoakan hal – hal yang baik untuk dirinya sendiri serta orang – orang dekatnya. Secara perlahan anak akan mulai dapat mengembangkan rasa empati terhadap keadaan orang lain, dan ini akan membantu dirinya untuk menjadi orang yang lebih peka terhadap lingkungan serta situasi. Mengajarkan empati juga diperlukan sebagai bagian dari cara mendidik anak yang suka membantah dan cara mengatasi anak yang suka mencuri.

4. Membangun Kecerdasan Spiritual

Anak kecil tentu masih mempunyai keterbatasan dalam kemampuan mengenal Tuhan beserta konsep agama, namun memperkenalkan konsep tersebut sejak anak berusia dini sangat diperlukan. Jika sejak dini telah diperkenalkan dengan hal tersebut, paling tidak anak sudah terbiasa dengan konsepnya. Ketahuilah juga mengenai serba serbi perkembangan anak lainnya, seperti anak terlambat bicara, efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak, serta gejala autis pada anak.

5. Mengajarkan Bersyukur

Salah satu tujuan dari berdoa adalah untuk memanjatkan rasa syukur kita sebagai manusia yang telah mendapat banyak karunia dari Tuhan. Dengan belajar berdoa, anak akan terbiasa untuk mengucapkan syukur dan mengetahui apa saja karunia yang telah dia rasakan selama hidupnya. Anda juga dapat mencoba cara mengajarkan anak tentang uang.

6. Mengajarkan Kerendahan Hati

Segala sesuatu yang didapatkan semuanya melalui kerja keras dan imbalannya adalah kemudahan hidup yang kita dapatkan. Kerja keras kita untuk hidup tentunya akan menentukan kondisi kehidupan kita juga, namun manusia tetap harus menyadari bahwa jika Tuhan berkehendak maka rencana manusia bisa bubar begitu saja. Hal itulah yang akan menunjukkan betapa kecilnya kekuasaan manusia bila dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan. Mengajari anak berdoa juga dapat menjadi cara mengenali karakter anak dan cara meningkatkan daya ingat anak karena ia akan terbiasa mengingat bermacam – macam doa.

7. Membuat Anak Percaya Diri

Anda sebagai orang tua tentunya sering ikut bangga dan senang ketika anak melakukan sesuatu yang membanggakan. Begitu pula jika anak telah lancar mengucapkan doanya sendiri. Jika diberi respons positif atau apresiasi atas usahanya berdoa, maka itu akan menjadi suatu hal yang akan mendorong anak termotivasi untuk lebih giat berdoa  dan menjadi cara meningkatkan rasa percaya diri anak .

8. Belajar Menghargai

Segala sesuatu yang dimiliki merupakan karunia yang tidak terhingga. Anda dapat mengajarkan anak untuk menghargai apa saja yang dia miliki, misalnya mainan, kesempatan bersekolah, keluarga, teman – teman dan segala hal yang telah didapatkannya. Dengan berdoa anak akan belajar menghargai apa yang dia miliki baik itu benda ataupun hal – hal yang lebih abstrak.

9. Mempelajari Etika

Secara langsung anak akan mempelajari salah satu bentuk etika saat ia berdoa, sebab adab atau aturan berdoa adalah untuk berdoa dengan sikap tubuh, suara atau intonasi yang baik. Anak juga akan mempelajari nilai – nilai kebaikan dengan berdoa, karena kejujuran dan kerendahan hati sangat diperlukan ketika sedang berdoa kepada Tuhan.

10. Mengenal Tuhan

Konsep mengenai Tuhan tentunya masih sangat abstrak dan sulit dibayangkan oleh anak kecil, akan tetapi jika anak telah dibiasakan untuk berdoa sejak usia dini maka perlahan ia akan mulai dapat menerima konsep tersebut. Dengan berdoa orang tua akan mengajarkan bahwa dunia dan segala isinya ini bisa ada berkat ciptaan Tuhan yang harus disyukuri dan diterima apa adanya.

11. Mengenalkan Kejujuran

Jika kita berdoa tentunya tidak dapat dilakukan dengan berbohong. Tuhan Maha mengetahui jika sebuah doa diucapkan dengan kebohongan, maka bukan saja doa tidak akan dikabulkan, namun juga itu berarti meremehkan kekuasaan Tuhan. Dengan rajin berdoa, anak akan terlatih kejujurannya dan terbiasa mengungkapkan kebenaran dalam setiap ucapannya, dan menjadi cara mengatasi anak yang suka berbohong.

12. Mengenalkan Agama Pada Anak Sejak Dini

Konsep keagamaan sangatlah penting sebagai dasar kehidupan setiap orang, maka dari itu perlu dikenalkan sejak dini. Mengenalkan kebiasaan berdoa kepada anak akan membuat anak menjadi terbuka terhadap konsep keagamaan dan memupuk keimanannya sejak awal, sehingga akan menjadi dasar yang baik bagi jiwa anak.

Tata Cara Berdoa

Agar doa dikabulkan, kita harus mengikuti adab dan tata cara tertentu yang pantas dilakukan ketika sedang memanjatkan doa. Adab – adab mengenai tata cara berdoa yang pantas dan sesuai aturan inilah yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak, yaitu:

  • Mencari waktu yang tepat agar bisa berkonsentrasi dalam berdoa
  • Mengangkat tangan dengan telapak menghadap ke arah atas
  • Pandangan mata diarahkan ke bawah
  • Berdoa dengan suara yang lirih dan perlahan
  • Isi doa tidak dibuat berpanjang – panjang atau dibuat seperti nyanyian atau sajak
  • Berkonsentrasi dan merendahkan hati ketika memanjatkan doa
  • Memantapkan hati agar yakin bahwa doanya pasti dikabulkan
  • Mengulang doa selama belum terkabulkan
  • Tidak tergesa – gesa dalam berdoa.
  • Memohon ampunan kepada Tuhan dan memujiNya sambil berdoa
  • Jangan mendoakan keburukan untuk siapapun, namun berdoalah untuk kebaikan.

Apa Saja Yang Perlu Didoakan?

Dalam tata cara berdoa tentunya ada adab – adab tertentu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, karena berdoa pun harus dengan sikap tubuh yang khidmat. Selain itu, isi doa juga tidak kalah pentingnya. Kita tidak dapat mendoakan hal – hal yang buruk kepada orang lain, melainkan hanya pantas untuk memanjatkan doa yang baik, seperti:

  1. Meminta Perlindungan – Isi doa untuk meminta perlindungan adalah untuk dijauhkan dari hal – hal yang dapat mencelakakan diri kita dan agar selalu diberi perlindungan dari hal yang buruk. Terkadang ketika menyaksikan atau mendengar terjadinya hal yang buruk menimpa orang lain, akan ada ketakutan di dalam diri bahwa kita dapat mengalami hal yang serupa. Memanjatkan doa untuk meminta perlindungan juga dapat dilakukan lebih terperinci tentang suatu peristiwa khusus yang ingin dihindari, dan menjaga keselamatan diri sendiri serta keluarga dan orang lain yang kita kenal.
  2. Berdoa Untuk yang Membutuhkan – Ajarkan kepada anak bahwa kita juga dapat memanjatkan doa kepada orang lain yang sedang mengalami kesusahan untuk membantu mendukung orang tersebut bangkit dari cobaan yang sedang diterimanya. Hal ini sekaligus akan mengajarkan anak untuk memiliki rasa empati dan belas kasih terhadap sesama. Anda dapat mengajarkan kepada anak bahwa kita dapat berdoa untuk membantu orang lain walaupun tidak bisa melakukan sesuatu yang nyata untuk orang tersebut.
  3. Menahan Godaan – Anak juga dapat mempelajari cara menahan dorongan hati yang mengarah kepada perbuatan yang tidak benar atau merugikan dirinya dengan berdoa. Ketika ia berdoa untuk mendapatkan keputusan yang benar, maka doa tersebut bertujuan untuk menemukan kejernihan pikiran untuk memutuskan suatu masalah yang sedang dihadapi. Membiasakan diri anak untuk selalu mendoakan hal yang benar bagi dirinya sendiri sejak kecil akan membuatnya terbiasa meminta bimbingan agama dan Tuhan untuk membuat keputusan yang besar. Berdoa juga akan membantu dalam cara mengatasi rasa takut pada anak.
  4. Mengucapkan Syukur – Berdoa juga dapat menjadi jalan untuk menyatakan rasa terima kasih atas semua karunia dan berkat yang telah kita peroleh dalam hidup. Bersyukur tidak hanya berlaku untuk nikmat besar yang didapatkan, namun juga untuk setiap nikmat sekecil apapun. Dengan demikian anak akan terbiasa untuk mensyukuri segala hal yang dialaminya walaupun hal itu sangat kecil artinya, dan kelak ia dapat menjadi orang yang mudah bersyukur pula, dan selalu merasa cukup akan apa yang diperolehnya.
  5. Mendoakan Keluarga yang Telah Tiada – Berdoa tidak hanya ditujukan untuk orang yang masih hidup saja, namun juga berguna kepada orang – orang yang telah meninggalkan kita terutama keluarga. Kita dapat mengajarkan kepada anak bahwa orang yang sudah tiada pun memerlukan doa yang tulus dari keluarganya agar semua dosanya diampuni dan semua kebaikannya diterima ketika berada di alam kubur.
  6. Berdoa Untuk Mencari Jalan Keluar – Doa adalah hal yang sangat berguna ketika kita sedang dilanda kesusahan, atau ketika kita tidak bisa berpikir dengan jernih untuk mengatasi masalah yang sedang dialami untuk mencari jalan keluarnya. Dengan berdoa kita meminta pertolongan kepada Tuhan agar diberikan pikiran yang terbuka untuk dapat mengatasi masalah dengan baik.
  7. Memohon Ampun Dari Dosa – Kita bisa mengajarkan kepada anak bahwa manusia itu selama hidupnya tidak akan akan lepas dari dosa, karena itu berdoa adalah salah satu bentuk untuk meminta ampunan kepada Tuhan agar menghapus dosa – dosa yang telah dilakukan manusia.

Ketika orang tua mengajarkan anak untuk berdoa, itu artinya bahwa orang tua sedang memberi dasar – dasar ilmu spiritualisme kepada anak, dan hal ini akan menjadi landasan bagi aspek keagamaan anak seumur hidupnya. Doa dan agama merupakan salah satu cara untuk bertahan hidup dengan menjadikan keduanya sebagai pegangan hidup dan panduan hidup seseorang. Memahami konsep doa dan agama juga berarti menyadarkan seseorang atau anak sejak dini bahwa masih ada hal yang lebih besar dan lebih berkuasa daripada diri manusia dalam kehidupannya, karena itulah dia harus menjalani hidupnya dengan baik dan bermanfaat, serta menjadi manusia yang beragama dengan taat.

15 Cara Mengajari Anak Menyikat Gigi dengan Benar

15 Cara Mengajari Anak Menyikat Gigi dengan Benar

Menyikat gigi adalah salah satu kebiasaan sehat yang perlu ditularkan kepada anak sejak usianya yang masih dini agar kebersihan mulutnya selalu terjaga dan terpelihara. Seiring pertambahan usia anak, makanan yang dikonsumsinya pun akan semakin beragam sehingga meningkatkan resiko untuk mengalami kerusakan pada gigi. Misalnya mengonsumsi berbagai makanan manis seperti permen, minuman kemasan, coklat dan sebagainya yang akan membuat gigi mengalami kerusakan seperti keropos, berlubang, sampai bau mulut yang tidak sedap.

Walaupun kelihatannya sederhana, namun bukanlah hal yang mudah untuk menggosok gigi karena membutuhkan teknik tertentu yang ditujukan untuk membersihkan gigi secara menyeluruh. Menyikat gigi merupakan hal yang baru untuk anak, karena itu tanggapan anak terhadap kegiatan baru ini akan berbeda – beda sesuai dengan watak masing – masing anak. Akan tetapi jika dilakukan dengan menyenangkan maka kegiatan ini akan menjadi suatu kebiasaan yang akan mudah diterima dan dikerjakan anak dengan senang hati.

Cara Menyikat Gigi yang Tepat

Perlu diketahui bahwa ketika menyikat gigi kita harus memperhatikan beberapa hal untuk menjamin bahwa prosesnya tuntas dan benar – benar membersihkan gigi.

  • Menyikat gigi haruslah dapat membersihkan semua bagian gigi dan gusi dengan baik, termasuk ruang antar gigi dan pinggiran gusi.
  • Gerakan menyikat gigi jangan sampai merusak jaringan gusi dan mengabrasi lapisan gigi dengan melakukan tekanan yang berlebihan.
  • Menyikat gigi minimal dapat dilakukan dua kali sehari sebelum tidur malam, setelah sarapan atau maksimal tiga kali sehari setelah makan pagi, siang dan sebelum tidur malam.
  • Gosok mulai dari gigi belakang sebelah kanan atau kiri sambil digerakkan ke depan lalu berakhir pada gigi belakang sisi lainnya.
  • Menyikat gigi bisa dengan gerakan vertikal yaitu arah ke atas dan ke bawah dalam kondisi rahang tertutup pada gigi yang menghadap ke pipi bagian dalam, dan menggosok dari arah atas ke bawah dengan kondisi mulut terbuka pada gigi yang menghadap lidah.
  • Melakukan gerakan horizontal yaitu ke depan dan belakang pada sisi gigi yang menghadap pipi bagian dalam dan menghadap lidah.
  • Melakukan gerakan memutar mulai dari arah depan hingga belakang gigi.

Belajar Menyikat Gigi

Sebaiknya mengajarkan sikat gigi kepada anak sejak ia berusia satu tahun agar anak terbiasa untuk melakukannya sendiri. Berikut ini adalah beberapa tips atau cara mengajari anak menyikat gigi:

1. Mulai Sejak Usia Dini

Akan lebih mudah untuk membiasakan anak menyikat gigi jika telah dilakukan sejak usianya masih dini. Anda bahkan bisa memulainya sejak anak belum memiliki gigi, yaitu sejak ia bayi. Banyak tersedia sikat gigi bayi yang lembut di toko perlengkapan bayi agar Anda bisa sesegera mungkin mengajari anak untuk menggosok gigi. Atau menggosok gusi anak dengan menggunakan kain kasa yang dicelupkan ke dalam air hangat setelah anak selesai menyusu atau setelah selesai makan. Anak usia dini biasanya belum dibolehkan untuk menggunakan pasta gigi, hingga ia berusia dua tahun keatas. Untuk ilmu tentang kesehatan anak, ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai yaitu seperti cacar air pada anak, bronkitis akut pada anak, karena itu perlu menerapkan tips memilih dokter anak yang tepat.

2. Berikan Anak Kebebasan Memilih

Kebebasan memilih perlu diterapkan agar anak juga merasa terlibat dan memahami bahwa sikat gigi diperlukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Biarkan anak memilih sendiri pasta gigi dan sikat gigi yang dia sukai, jika perlu ajaklah anak untuk membelinya bersama ke supermarket. Sekarang ini banyak pilihan pasta gigi beragam rasa dan sikat gigi bergambar tokoh – tokoh kartun lucu yang pasti akan disukai anak – anak. Anda hanya perlu memastikan anak memilih sikat gigi dan pasta gigi yang tepat untuk usianya.

3. Jadikan Saat yang Menyenangkan

Usahakan untuk menjadikan pengalaman belajar menggosok gigi bagi anak menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anak balita memang belum dapat menggosok gigi hingga ke garis – garis atau cela diantara gigi dan gusi, namun sebaiknya Anda tidak terlalu mempermasalahkan hal ni. Pengalaman menggosok gigi adalah pengalaman yang sangat baru bagi anak, karena itu biarkanlah mereka menikmati dulu pada awalnya. Menjadikan setiap saat menyenangkan bagi anak juga berlaku pada cara membiasakan anak bangun pagi dan sebagai tips nyaman bepergian dengan si kecil.

4. Membangun Kebiasaan

Hal pertama yang perlu dibiasakan adalah bagaimana membangun budaya sikat gigi yang rutin pada anak – anak. Hal ini berguna untuk membentuk kebiasaan menyikat gigi pada anak. Jika sudah terbiasa, mereka akan langsung menyikat gigi dengan sendirinya ketika sudah tiba waktu menyikat gigi. Setelah anak sudah terbiasa, Anda bisa mulai mengajarkan teknik menggosok gigi yang tepat kepada anak secara bertahap. Teknik menggosok gigi anak akan semakin membaik jika telah sering dipraktekkan.

5. Beri Contoh

Untuk mengajarkan anak cara menyikat gigi yang benar, orang tua perlu mendampingi dan memberi contoh agar anak mudah meniru cara orang tua menyikat gigi. Memberi contoh adalah cara yang paling baik untuk mengajarkan sesuatu kepada anak. Peluang anak untuk mau belajar menyikat gigi lebih besar dengan mencontoh orang tua daripada jika orang tua hanya menyuruh saja tanpa memberi contoh. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui juga mengenai cara mengatasi sakit mata pada anak dan belekan pada anak yang berbahaya.

6. Ajak Anak Menyikat Gigi

Terkadang anak – anak masih bisa bersikap tidak konsisten. Ada kalanya ia lelah, atau sudah mengantuk sehingga menjadi malas untuk sikat gigi. Untuk memotivasi anak, terkadang sangat penting untuk sesekali menemani anak ketika menyikat gigi. Jika perlu, kumpulkan seluruh anggota keluarga dan biasakan untuk menyikat gigi bersama – sama. Atau jika tidak maka cukup dengan ayah dan ibu saja.

7. Jelaskan Akibatnya

Agar anak mau belajar menyikat gigi, ia harus memahami apa yang akan terjadi jika giginya tidak disikat. Orang tua dapat mengajarkan dengan menggunakan kata – kata yang mendidik mengenai akibatnya tidak menggosok gigi, yaitu gigi akan menjadi sakit atau menyebabkan bau mulut. Hindari mengancam atau menakut – nakuti anak agar ia mau sikat gigi, karena hal tersebut tidak akan menjadi efektif.

8. Sesuaikan Usia Anak

Anak yang baru berusia dua tahun pada umumnya belum memiliki keterampilan motorik yang baik pada mulutnya untuk berkumur dan meludah dengan benar. maka dari itu seharusnya belum dipaksakan untuk menggunakan pasta gigi. Walaupun telah banyak pasta gigi yang diklaim aman untuk anak batita, namun tetap saja faktanya pasta gigi tersebut mengandung bahan kimia yang tidak akan bagus efeknya apabila terlalu sering ditelan oleh anak. Gunakan saja dikat gigi dan air hangat untuk berkumur dua kali sehari.

9. Bila Anak Menolak, Cari Tahu Penyebabnya

Ada kalanya anak akan menolak ketika hendak diajak untuk mulai belajar menyikat gigi, atau sesekali ia akan terlihat enggan untuk menyikat giginya sendiri. Anda perlu mencari tahu penyebabnya jika anak menunjukkan sikap seperti ini. Bisa jadi anak mengalami sakit gigi akibat gigi bolong atau sikat gigi yang digunakan kurang nyaman untuk giginya.

10.Tentukan Waktu Menggosok Gigi 

Para ahli mengatakan bahwa waktu menyikat gigi yang ideal adalah selama dua menit. Anak kecil tentunya belum dapat mengukur seberapa lama tepatnya dua menit tersebut, oleh karena itu mereka memerlukan bantuan dari Anda untuk memberi tahu kapan tepatnya mereka bisa selesai menyikat gigi. Anda juga bisa memutarkan lagu yang berdurasi dua menit agar anak terbiasa menyikat gigi sendiri.

11. Jangan Permasalahkan Teknik

Tentu saja seorang anak tidak akan dapat langsung menguasai teknik menggosok gigi. Untuk permulaan, jangan sampai Anda mempermasalahkan teknik anak yang masih canggung atau tidak benar, belum dapat membersihkan gigi hingga ke sela – sela dengan tuntas. Terpenting pada saat ini adalah kemauannya untuk belajar. Apabila Anda terlalu meributkan kekurangan anak, bisa jadi ia akan kehilangan kemauan untuk belajar menyikat gigi.

12. Ajarkan Menyikat Lidah

Tidak hanya gigi, lidah pun perlu dibersihkan. Tetapi membersihkan lidah tidak perlu sesering menggosok gigi. Sisa – sisa makanan atau susu yang mungkin masih menempel di lidah akan bisa lenyap dengan menggosok lidah. Anda dapat mengajarkan kepada si balita untuk menyikat lidahnya sesekali dengan menyikat permukaan lidah secara perlahan selagi menyikat giginya. Lidah juga merupakan komponen yang penting untuk kemampuan bicara anak. Kasus anak terlambat bicara ciri penyebab dan cara mengatasinya bisa jadi berasal dari anatomi mulut, dan kerap kali orang tua juga perlu mencari cara mengatasi cadel pada anak yang juga bisa disebabkan karena anatomi lidah anak.

13. Evaluasi

Semakin lama anak belajar menyikat gigi maka ia akan semakin pandai melakukannya. Namun Anda juga perlu mengawasi anak untuk mengetahui sejauh mana kemajuannya dalam menyikat gigi. Agar anak tidak merasa terlalu dipaksa atau dituntut, Anda dapat berkompromi. Misalnya, membiarkan anak menyikat giginya pada pagi hari dan malam harinya didampingi oleh Anda. Menyikat gigi pada waktu yang sama setiap harinya juga merupakan salah satu cara mengajarkan disiplin pada anak.

14. Berikan Pujian

Pujian merupakan alat pemberi motivasi yang efektif untuk anak agar ia tetap bersemangat dengan kegiatannya. Agar semangat anak untuk belajar menyikat gigi tidak surut, Anda perlu memberikan apresiasi dengan memuji kemampuannya menyikat gigi sendiri dengan tuntas. Untuk masalah penyakit dan tumbuh kembang anak, ketahuilah bagaimana gambaran tetanus pada anak, autis pada anak, gejala kolik pada anak dan gejala sinusitis pada anak.

15. Ciptakan Permainan

Agar anak tertarik untuk mulai belajar menyikat gigi, Anda bisa mengenalkan konsepnya dengan mengajaknya bermain dulu. Contohnya, berpura – pura menyikat gigi dengan boneka atau bermain peran sebagai dokter gigi dan pasiennya dengan anak. Atau Anda juga bisa menunjukkan film anak – anak yang sedang menggosok gigi, kartun, buku atau video tentang menyikat gigi. Namun waspadalah pada efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak dan ciri serta penyebab mata minus pada anak yang dapat saja terjadi jika terlalu banyak menggunakan gadget.

Manfaat Menyikat Gigi Untuk Anak

Supaya anak menyadari pentingnya menyikat gigi, orang tua juga harus mengetahui dengan detil tentang manfaat menyikat gigi dengan benar dan teratur, lalu dapat memberi penjelasan yang memuaskan kepada anak.

  • Sikat Gigi Mencegah Gigi Berlubang – Dengan sikat gigi secara teratur pada malam hari dan pagi hari setelah sarapan, maka akan mengurangi resiko penumpukan plak dalam rongga mulut dan dengan demikian mencegah resiko gigi berlubang, yang kita ketahui sangat mengganggu apabila belum diobati dengan benar.
  • Sikat Gigi Menyegarkan Nafas – Kotoran yang tertinggal di dalam rongga mulut biasanya menjadi penyebab nafas kurang sedap, walaupun masih banyak penyebab nafas kurang sedap lainnya. Akan tetapi paling tidak dengan kebiasaan menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, akan menghilangkan kotoran di rongga mulut dan menyegarkan nafas.
  • Menghilangkan Kuman – Ketika kita tidur kuman di dalam mulut tetap beraktivitas, justru meningkat dua kali lipat. Sedangkan air liur yang mengandung bahan pembasmi kuman justru berkurang karena tidak ada aktivitas pada mulut. Karena itulah kegiatan menyikat gigi menjadi penting untuk mengurangi kuman dalam rongga mulut.
  • Mengurangi Resiko Penyakit Gigi – Aktivitas kuman yang tinggi dalam rongga mulut saat kita tidur akan beresiko menimbulkan penyakit karies gigi atau peradangan pada gusi, misalnya karena konsumsi makanan atau minuman manis sebelumnya. Bila rajin menyikat gigi sejak kecil maka resiko tersebut bisa diminimalkan.
  • Melatih Gerakan Refleks dan Motorik Anak – Anak akan belajar menggosok gusinya dengan tangan dan sikat gigi. Gerakan ini akan merangsang otak untuk terlatih melakukan gerakan refleks yang dapat membentuk gerak terkendali. Misalnya, mengendalikan tangan untuk memasukkan benda ke mulut.
  • Merangsang Sistem Pendengaran Anak – Menurut beberapa ahli, gerakan menyikat gigi yang akan membuat otot rahang bawah bergerak akan merangsang sistem pendengaran anak dengan baik karena kontraksi otot – otot tersebut.
  • Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak – Memiliki gigi yang terawat baik akan membuat anak merasa percaya diri dan lebih mudah untuk bergaul dengan lingkungan sekitarnya atau teman sebayanya. Anak akan mudah tersenyum dan juga keterampilan sosialnya bisa meningkat karena menemukan cara meningkatkan rasa percaya diri anak dengan gigi yang bagus.

Cara Memilih Sikat Gigi Anak

Walaupun Anda akan menyerahkan pemilihan sikat gigi kepada anak, namun bukan berarti Anda akan lepas tangan membiarkan anak memilih sembarang sikat gigi, bukan? Karena itu, ada beberapa hal yang dapat dijadikan panduan untuk memilih sikat gigi anak yang tepat:

  1. Bahan yang Aman – Sikat gigi merupakan barang yang akan dimasukkan ke dalam mulut, karenanya haruslah terbuat dari bahan yang aman untuk manusia. Contohnya, tidak mengandung BPA, bentuknya mudah ditekuk, mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan alergi bagi anak.
  2. Ukuran yang Cocok – Sikat gigi anak yang cocok seharusnya juga sesuai dengan tangan anak sehingga anak Anda nyaman memegangnya. Ukuran kepala sikat yang sesuai untuk anak – anak adalah sekitar 1,5 cm.
  3. Bentuknya – Bentuk kepala sikat gigi anak seharusnya bulat dan kecil untuk memudahkan Anda atau anak menyikat gigi dan gusi hingga ke bagian yang dalam dan sulit. Bentuk ini juga akan menghindari kemungkinan si kecil tersedak ketika sedang menyikat gigi akibat bentuk sikat yang terlalu besar. Bahaya anak tersedak adalah sebab anak kecil tidak dapat menggunakan sikat gigi untuk orang dewasa.
  4. Bulu Sikat  – Pilihlah bulu sikat yang lembut karena gusi serta gigi anak masih lembut dan sangat sensitif, penting agar tidak melukai gusinya dengan bulu sikat yang kasar. Bila perlu sebelum digunakan rendam terlebih dulu dengan air panas selama beberapa saat. Jika masih kasar, jangan berikan kepada anak, gantilah dengan yang halus.
  5. Gagang Kokoh – Pegangan yang mantap dibutuhkan ketika Anda atau anak sedang memegang sikat gigi tersebut agar tangan tidak tergelincir dan menyebabkan gusi anak terluka. Carilah sikat gigi yang mempunyai bentuk pegangan yang cocok untuk tangan anak dengan lekukan yang tepat untuk menampung buku – buku jari pada tempat yang tepat juga.
  6. Desain Menarik – Tidak hanya bentuknya, namun sikat gigi anak juga harus mempunyai desain dan warna yang menarik khas anak – anak. Gunanya tentu agar anak – anak menjadi semakin tertarik dan bersemangar menyikat gigi dengan alat bergambar tokoh kesukaannya.

Tidak hanya perlu memperhatikan bentuk sikat gigi anak, namun tidak kalah pentingnya Anda dapat memperhatikan kandungan dalam pasta gigi anak. Kandungan fluoride yang direkomendasikan untuk anak adalah 25 mg bagi anak di bawah 3 tahun, sedangkan 5mg untuk anak berusia antara 3 hingga 6 tahun. Menelan fluoride terlalu banyak bisa menyebabkan fluorosisi, yaitu munculnya noda putih pada gigi dewasa anak. Itulah sebabnya ada anjuran bahwa anak yang belum bisa berkumur dan meludahkan air dari mulut agar tidak diberi pasta gigi lebih dulu.

25 Tips Nyaman Bepergian dengan si Kecil

25 Tips Nyaman Bepergian dengan si Kecil

Bagi keluarga yang masih mempunyai anak kecil, tentunya tidak dapat menghindarkan untuk membawa anak  jika akan bepergian kemanapun, termasuk juga jika bepergian untuk berlibur. Bepergian dengan anak-anak memang bisa menjadi suatu hal yang rumit dan menguras tenaga para orang tua. Banyak sekali faktor yang terlibat jika Anda akan mengajak anak-anak bepergian dalam jarak jauh. Tidak penting apakah ini adalah pertama kali atau kesekian kalinya Anda bepergian dengan membawa anak, bepergian dengan anak akan selalu menjadi hal yang menantang.

Mulai dari awal persiapan hingga kembali pulang, perjalanan akan selalu penuh dengan resiko tidak terduga. Karena itulah tanpa persiapan yang matang, bisa jadi perjalanan Anda akan menjadi hal yang tidak diharapkan alias tidak lancar. Perencanaan adalah kunci utama untuk mensukseskan rencana Anda jika membawa anak-anak. Hal ini sangat penting untuk mengurangi kecemasan dan resiko kacaunya rencana perjalanan Anda sekeluarga.

Merencanakan Perjalanan dengan Si Kecil

Anda perlu mempersiapkan rencana yang matang hingga kepada hal-hal yang mendetil apabila akan membawa anak-anak dalam perjalanan. Beberapa hal yang perlu direncanakan dengan seksama yaitu:

1. Menentukan Rute Perjalanan

Hal yang paling utama adalah kenyamanan anak-anak, oleh karena itu apabila tempat tujuan Anda cukup jauh, sebaiknya pilihlah rute yang paling singkat. Kalau pun terpaksa memilih rute yang memakan waktu lebih lama, usahakan untuk memberi jeda pada setiap waktu keberangkatan agar anak-anak bisa beristirahat sejenak. Sesuaikan rute yang akan ditempuh dengan daya tahan anak. Jika Anda merasa bahwa anak dapat bertahan, maka jangan ragu untuk memilih rute tertentu.

2. Santai

Bepergian bersama anak kecil tidak akan menjadi suatu hal yang bisa diburu-buru, karena mereka belum terbiasa dengan ritme perjalanan tersebut. Anda harus melakukan perjalanan dalam tempo yang lambat. Karena itulah sangat penting untuk merencanakan perjalanan yang agak lama dari biasanya agar anak-anak memiliki waktu untuk memulihkan diri dan menyesuaikan diri dengan perjalanan. Bepergian dengan waktu yang sempit akan sangat melelahkan bagi anak kecil yang kondisi tubuhnya belum terbiasa.

3. Kemas Barang Secukupnya

Ketika bepergian dengan anak-anak, barang bawaan yang minimal adalah suatu keharusan. Penting untuk membawa barang secukupnya agar Anda tidak terlalu disibukkan dengan urusan bagasi dan lalai mengawasi anak. Tidak perlu khawatir kekurangan pakaian ganti, karena Anda dapat mencari laundry di tempat tujuan untuk memudahkan. Bawalah barang secukupnya disesuaikan dengan jumlah hari Anda menginap dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

4. Utamakan Kebutuhan Anak

Anak-anak tidak sefleksibel orang dewasa, karena itu kebutuhan mereka selama liburan haruslah terpenuhi semuanya. Pastikan Anda membawa baju ganti yang lebih dari cukup untuk anak sebagai persiapan untuk keadaan yang tidak terduga. Siapkan beberapa mainan atau buku kesukaannya dalam tas khusus untuk digunakan selama perjalanan, juga obat-obatan dan keperluan anak lainnya. Jika anak sudah cukup besar, ia bisa membawa sendiri tas tersebut.

5. Siapkan Akomodasi

Sudah barang tentu, bepergian dengan anak-anak menuntut kita untuk lebih sigap dan terencana. Untuk itu, sangat penting agar Anda menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk penginapan dan transportasi. Bila perlu, Anda dapat menggunakan internet dan aplikasi-aplikasi yang beragam untuk mencari harga yang paling sesuai untuk akomodasi Anda serta tujuan yang ramah anak. Pilihlah perusahaan transportasi atau penginapan yang telah mendapatkan nama baik sejak lama sehingga akan menjamin pelayanan yang prima untuk Anda serta anak.

6. Rencanakan Jauh Hari

Untuk keperluan tertentu seperti liburan, agar anak-anak dapat menikmatinya tentu kita harus memastikan bahwa kesulitan yang dihadapi saat berlibur adalah minimal, agar mendapatkan harga tiket transportasi atau penginapan yang murah Anda perlu merencanakannya jauh-jauh hari. Sebab, transportasi dan penginapan yang dipesan mendadak bisa jadi akan memakan biaya yang mahal.

7. Sesuaikan Cuaca di Tempat Tujuan

Mencari informasi di tempat tujuan juga sangat penting untuk dilakukan, apakah Anda akan bepergian ke iklim tropis atau ke iklim yang dingin. Mempersiapkan bawaan dan baju ganti yang sesuai dengan kondisi tempat yang akan kita datangi akan menambah kenyamanan anak-anak dalam bepergian. Siapkanlah baju hangat jika tempat tujuan berhawa dingin, atau baju yang berbahan nyaman dan menyerap keringat jika akan mengunjungi tempat berhawa panas.

8.  Cek Jadwal Keberangkatan

Mengatur ulang perjalanan jika terdapat kesalahan pada perencanaannya tentu saja akan sangat merepotkan.  Pastikan jadwal keberangkatan Anda tidak ada yang salah atau terlewat, jika perlu lakukan cek ulang berkali-kali untuk memastikannya. Cek juga jadwal  dengan maskapai penerbangan jika akan menggunakan pesawat terbang sehari sebelum berangkat agar Anda mengetahui info perubahan jadwal, jika ada. Tinggalkan alamat email dan nomor telepon yang jelas yang dapat dihubungi jika ada perubahan pada menit terakhir.

9. Sediakan Biaya yang Cukup

Seperti telah disinggung diatas, bepergian bersama anak merupakan suatu kegiatan yang penuh dengan kemungkinan tidak terduga. Dalam beberapa aspek mungkin biaya perjalanan bisa ditekan hingga hemat, namun akan ada pos pengeluaran yang memerlukan dana lebih, biasanya untuk kenyamanan anak-anak maupun kejadian tidak terduga lain. Sebaiknya tidak bepergian dengan anak-anak dengan biaya yang terlalu minim untuk menghindari kerepotan di kemudian hari.

10. Periksa Peraturan Perjalanan

Tidak kalah pentingnya untuk memeriksa dengan teliti panduan perjalanan serta peraturan yang berlaku mengenai bepergian dengan anak kecil di maskapai penerbangan ataupun moda transportasi lainnya. Hal yang sama juga berlaku di tempat tujuan menginap Anda. Ini berguna agar Anda dan anak tidak mengalami kendala akibat ketidak tahuan mengenai peraturan perjalanan yang ada.

11. Lakukan Riset Mengenai Tempat Tujuan

Akan sulit merencanakan kegiatan berlibur secara spontan jika bepergian bersama anak, karena itu persiapan yang lebih matang pun diperlukan. Misalnya, untuk mengecek tujuan wisata yang akan dikunjungi, juga adat kebiasaan tempat tujuan serta kondisi keamanannya. Anda bisa mengecek apakah di tempat tujuan mudah didapatkan transportasi umum, tempat makan, keamanan yang terjamin, dan sebagainya. Jangan lupa pula untuk mencari tempat atau fasilitas kesehatan darurat yang mudah dijangkau, juga adat kebiasaan setempat.

12. Temui Dokter

Jika akan bepergian ke luar negeri, usahakan untuk membawa anak ke dokter langganan terlebih dulu. Mintalah saran kepada dokter mengenai bagaimana kondisi kesehatan anak, apakah memungkinkan untuk dibawa bepergian jauh dan sebagainya. Anda bisa meminta saran bagaimana cara menjaga kondisi anak agar ketika waktunya berangkat ia tetap sehat dan berada dalam kondisi tubuh yang fit. Dokter dapat memberi multivitamin untuk anak atau memberinya vaksin tertentu yang diperlukan, misalnya untuk malaria jika Anda akan mengunjungi tempat yang masih berpotensi. Ketahuilah tips memilih dokter anak yang tepat untuk kesehatan anak . Dengan berkonsultasi kepada dokter yang tepat juga Anda dapat mengetahui jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya yang mungkin dibutuhkan oleh anak jika akan bepergian ke suatu tempat.

13. Mencari Promo Wisata

Dengan semakin meningkatnya minat orang untuk berlibur dan juga banyaknya aplikasi yang memudahkan Anda untuk merencanakan perjalanan, memesan penginapan serta tiket dengan mudah maka pastinya juga banyak terdapat promosi potongan harga yang akan dapat membantu menekan biaya perjalanan. Rajin-rajinlah mengecek promo yang tersedia terutama lewat aplikasi di internet yang mungkin bisa Anda gunakan.

14. Siapkan Surat-surat Penting

Melakukan perjalanan tanpa membawa surat – surat penting yang berisi data pribadi seperti KTP, SIM, dan lain sebagainya termasuk paspor jika Anda bepergian keluar negeri sangatlah beresiko. Memang tidak seorang pun ingin berpikiran akan terjadi hal yang buruk selama berlibur, akan tetapi semua identitas dan surat-surat penting ini berguna untuk perlindungan diri Anda dan anak-anak jika terjadi hal yang tidak diharapkan.

15. Siapkan Fisik Anak

Melakukan perjalanan membutuhkan kondisi fisik yang prima, terlebih lagi untuk anak – anak. Anda dapat mengusahakan agar fisik anak kuat menempuh jarak yang akan ditempuh dengan memastikan anak memiliki jadwal tidur dan waktu tidur yang cukup sebelum bepergian. Cukup tidur akan membuat anak tidak mudah lelah dan tetap dalam kondisi yang fit ketika akan memulai dan selama melakukan perjalanan. Anda bisa mencoba manfaat mendongeng bagi pertumbuhan anak agar mereka dapat tidur nyenyak sebelum bepergian. Manfaat madu untuk anak dan balita juga dapat Anda coba sebagai cara meningkatkan kekebalan tubuh anak. Jangan lupakan juga manfaat pentingnya sarapan untuk anak sebelm memulai perjalanan.

Tips Ketika Dalam Perjalanan

Tidak hanya setumpuk hal yang harus diperhatikan selama persiapan keberangkatan Anda dan anak-anak namun ketika sedang berada dalam suatu perjalanan juga diperlukan berbagai tips tertentu agar anak tidak mudah menjadi bosan dan tetap aman. Hal-hal yang perlu dilakukan selama perjalanan yaitu:

  • Berbagi Tugas

Jika Anda bepergian bersama suami atau anggota keluarga lainnya, sebaiknya diskusikan dan buat kesepakatan lebih dulu apa tugas masing-masing selama perjalanan, dan bagaimana mengenai giliran untuk menjaga anak-anak. Kesepakatan di awal sangat diperlukan untuk mencegah perbedaan pendapat di jalan yang akan membuang waktu Anda, karena harus berdebat mengenai giliran siapa yang dapat menjaga anak. Kerjasama antar orang dewasa yang bergabung dalam suatu perjalanan sangat penting untuk tetap menjaga agar perjalanan tetap menjadi saat yang menyenangkan bagi semua orang.

  • Sibukkan Anak

Kerewelan anak selama perjalanan biasanya sulit dihindari, suasana yang monoton dan membatasi gerak mereka biasanya memang akan membuat jenuh anak-anak. Untuk tetap menyibukkan anak-anak dan juga mengajarkan nilai-nilai kerjasama kepada mereka, Anda dapat memberi tugas kepada anak yang sudah lebih besar. Misalnya untuk mengawasi anak yang lebih kecil, membantu membawakan barang, dan lain-lain yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan anak. Selain itu, Anda juga dapat membawakan buku serta mainan yang biasanya dapat menarik perhatian anak, sehingga dapat mengalihkan mereka dari kebosanan selama perjalanan. Berikan jenis mainan yang merangsang otak anak, dan bukannya sekedar mainan yang akan membuatnya sibuk tapi membuatnya kecanduan seperti gadget.

  • Bawa Bekal yang Cukup

Apabila Anda melakukan perjalanan yang cukup jauh tentunya akan sulit mencari tempat yang menjual minuman dan makanan yang cocok untuk anak-anak, karena itulah sebaiknya Anda menyediakan cemilan atau kudapan yang biasanya dimakan oleh anak sebagai pengganjal perut jika mereka lapar dan belum memasuki waktu makan atau sedang berada di atas kendaraan yang menuju destinasi Anda, dan tidak memungkinkan untuk mencari tempat makan. Bawalah juga air putih yang mencukupi agar tidak mudah mengalami dehidrasi dalam perjalanan. Jangan lupa juga untuk mengawasi jenis makanan yang berbahaya untuk anak. Siapkan makanan terbaik untuk bayi dan anak, dan juga berikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak misalnya manfaat oatmeal untuk bayi dan anak. Bisa jadi melakukan perjalanan dapat menjadi cara mengatasi anak yang susah makan, karena ia mengalami suasana baru yang membuatnya berselera untuk mulai makan dengan benar.

  • Bawa Obat-obatan

Jika membawa anak kecil, orang tua memang harus selalu siap dengan pertolongan pertama untuk kecelakaan seperti plester dan sebagainya. Juga sangat penting untuk membawa obat apabila si kecil mempunyai penyakit yang memerlukan obat khusus. Siapkan juga plester kompres demam, obat penurun panas, obat gosok, termometer, dan alat-alat dasar lainnya jika kelak diperlukan. Jangan lupakan pula lotion anti nyamuk untuk aktivitas di tempat yang beresiko. Obat dapat menjadi solusi untuk cara mengatasi sakit perut pada anak, cara mengatasi batuk pada anak, cara mengatasi demam, dan cara mengatasi diare pada anak dalam perjalanan.

  • Beri Anak waktu Istirahat

Kondisi tubuh anak kecil tentunya tidak seperti orang dewasa yang mampu melalui berjam – jam perjalanan tanpa istirahat sebelum mencapai tempat tujuan. Dalam hal inilah orang tua harus peka akan kebutuhan anak. Jika perjalanan jauh dan memakan waktu lama membuat anak lelah, maka beri mereka kesempatan untuk memulihkan diri dengan beristirahat sejenak.

  • Tentukan Peraturan Untuk Anak

Bepergian bukan berarti menghilangkan semua aturan yang harus dipatuhi oleh anak. Sebelum dan ketika bepergian, sebaiknya Anda menegaskan lagi kepada anak mengenai apa saja aturan yang harus mereka patuhi, beserta alasannya. Misalnya, tetap menentukan waktu tidur yang baik untuk anak selama perjalanan, agar ritme tidur mereka tidak menjadi kacau. Buatlah anak mengerti bahwa dalam perjalanan yang akan dilakukannya ia tetap harus menampilkan tingkah laku yang baik. Kesepakatan mengenai peraturan selama perjalanan dengan anak akan mempermudah Anda untuk melakukan perjalanan tersebut dengan lancar. Hal ini juga sekaligus dapat menjadi cara mengajarkan disiplin pada anak. Jika perlu, ciptakan kode – kode tertentu untuk keamanan anak yang mudah dimengerti.

  • Beri Anak Reward

Untuk memotivasi anak agar ia terus dapat mengikuti peraturan, Anda dapat memberinya reward, atau semacam tanda yang menunjukkan penghargaan atas perjuangannya. Misalnya, jika ia berhasil untuk melewati beberapa jam perjalanan tanpa mengeluh atau melaksanakan tugasnya selama perjalanan dengan baik, berikan anak stiker untuk menghargai setiap usahanya. Anda juga dapat memberikan reward dalam bentuk lain yang sederhana. Hal ini akan menjadi cara meningkatkan rasa percaya diri anak, karena ia akan merasa bahwa usaha kerasnya dihargai oleh orang tuaya.

  • Periksa Rute Perjalanan

Pada masa sekarang ini, kegunaan GPS sangat besar ketika Anda melakukan perjalanan. Terutama jika bepergian ke tempat tujuan yang asing bagi Anda, kegunaan GPS dapat dipakai untuk mencari arah yang benar pada setiap tujuan dan juga sebagai pegangan agar Anda tidak mengalami penipuan tarif atau rute dari transportasi umum yang digunakan. Sebab sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di beberapa tempat memang akan selalu ada oknum nakal yang memanfaatkan ketidak tahuan para pendatang untuk kentungannya sendiri.

  • Jangan Menyuap Anak

Seringkali ketika orang tua ingin anak berkelakuan baik maka tanpa sadar mereka menawarkan cara untuk menyuap sang anak dengan beragam makanan manis seperti coklat, kembang gula atau permen. Sebaiknya hindari memberikan anak makanan semacam ini, karena bisa jadi asupan gula akan membuat anak semakin bersemangat dan Anda akan semakin kerepotan mengimbangi antusiasme mereka.

  • Libatkan Anak

Anda bisa mengajak anak berdiskusi setiap kali mengunjungi atau melewati suatu tempat yang baru. Jelaskan  kepada anak mengenai tempat tersebut dan dorong anak untuk berdiskusi aktif dan memancing rasa ingin tahunya. Anda bisa mencari informasi mengenai tempat – tempat tersebut di internet jika Anda sendiri tidak banyak mengetahuinya.

Pada intinya, melakukan perjalanan dengan anak – anak memerlukan kesabaran dan kerjasama yang baik antara kedua orang tua. Karena itulah, pastikan juga agar kondisi mental dan fisik orang tua berada dalam keadaan yang prima ketika akan melakukan perjalanan agar dapat menangani situasi yang timbul selama perjalanan dengan baik. Kondisi fisik dan mental yang prima juga diperlukan agar Anda dan pasangan dapat menciptakan suasana berlibur yang menyenangkan untuk Anda sekeluarga, dan bukannya mengisi perjalanan dengan ketegangan serta pertengkaran yang akan disaksikan oleh anak – anak.

Ciri Ciri FLu Singapura pada Anak

Ciri Ciri FLu Singapura pada Anak

Sebagai orang tua, tentunya Anda menginginkan anak Anda dalam kesehatan yang maksimal. Anda tentunya tidak ingin anak Anda terkena penyakit yang dapat membahayakannya. Biasanya penyakit banyak disebabkan virus maupun bakteri yang pada umumunya sangat mudah ditemukan di kalangan masyarakat. Meskipun virus dan bakteri memiliki sifat yakni tidak kasat mata, sehingga membutuhkan bantuan miskroskop untuk melihatnya, akan tetapi, dampak dari virus dan bakteri tersebut sangat berbahaya bagi anak-anak Anda. Pencegahan adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan dengan selalu mengendalikan anak Anda dalam lingkungannya. Selain itu, tentunya juga Anda harus mengendalikan asupan gizi anak Anda. Hal tersebut disebabkan karena daya tahan tubuh memang sangat diuji saat berada di tempat yang memiliki banyak virus dan bakteri.

Berbicara mengenai virus dan bakteri, biasanya virus yang lebih mendominasi dalam menyerangan anak-anak. Contoh kecil dari akibat serangan virus yang sangat umum dijumpai sebagai penyakit pada anak-anak adalah flu. Flu memang mengakibatkan ketidaknyamanan pada siapapun termasuk pada anak-anak sehingga diperlukan penanganan khusus untuk itu. Ketika anak Anda sudah terlanjur terkena virus dan sifatnya membahayakan, tentunya Anda akan segera membawa anak Anda ke dokter. Selain itu, juga pastinya terdapat banyak tips memilih dokter anak yang tepat untuk anak Anda, terkait memang anak membutuhkan dokter yang khusus untuknya. Berbicara mengenai flu, terdapat salah satu jenis flu yakni flu singapura. Agar Anda dapat memberikan penanganan cepat pada anak Anda, berikut akan dijelaskan mengenai ciri-ciri dlu singapura pada anak.

1. Demam Tinggi

Anak-anak memang sangat rentan terhadap penyakit yang satu ini. Ada berbagai macam penyebab yang membuat anak Anda terkena demam, bisa saja daya tahan tubuh yang lemah atau bahkan virus atau bakteri yang terlampau kuat. Manfaat dongeng bagi pertumbuhan anak yang Anda lantunkan juga menjadi tidak begitu menarik lagi baginya karena konsentrasinya yang berkurang akibat demam. Ketika anak Anda mengalami demam, tentunya Anda membutuhkan cara mengatasi demam anak Anda tersebut.

2. Sakit Tenggorokan

Rasa sakit pada tenggorokan kerap juga terjadi sesaat anak mengalami demam tinggi. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi kesehatannya. Alasan bahwa sakit tenggorokan dapat membahayakan kesehatannya karena ketidaknyamanan anak dalam menelan makanan tentunya akan berdampak pada selera makannya. Sakit tenggorokkan tentunya dapat membuatnya tidak nyaman juga saat berbicara. Biasanya ciri sakit pada tenggorokan membuat anak menangis dalam frekuensi yang berlebihan. Anda tentu merasa kasian ketika melihat buah hati Anda terus-terusan menangis karena merasa sakit. Oleh karena itu, segeralah membawanya ke dokter karena bisa saja sakit tenggorokan tersebut disebabka karena sudah terjangkitnya anak Anda akan flu singapura.

3. Hilangnya Nafsu Makan

Pada anak yang menderita flu singapura, seperti yang sebelumnya telah dijelaskan di poin kedua, biasanya anak tersebut kehilangan selera makannya. Anak-anak memang kerap sekali sangat sulit untuk diberikan makan. Ada yang beralasan karena memang tidak selera makan atau ada juga karena anak tersebut merasa kenyang dengan sangat cepat. Biasanya rasa kenyang yang terlampau cepat tersebut disebabkan karena lambatnya proses makan anak tersebut. Ketika makan, anak yang sulit diberi makan adalah mereka yang juga cepat merasa kenyang. Mengingat bahwa tubuhnya membutuhkan asupan energy, tentunya Anda tidak akan membiarkan anak Anda untuk terus-terusan bermalas-malasan untuk makan, karena tentu sangat membahayakan kondisi fisiknya. Terlebih lagi dia masih sangat aktif bermain dan belajar.

4. Lidah, Gusi dan Pipi Seperti Melepuh

Pada anak yang menderita penyakit flu singapura, biasanya juga akan mengalami ciri-ciri lidah, gusi dan pipinya yang terluka. Luka yang berada pada tiga tempat tersebut biasanya terkesan melepuh. Hal ini tentunya sangat membuat Anda, sebagai seorang ibu sangat khawatir terhadap kondisi kesehatan anak Anda tersebut. Lidah yang sangat berperan saat dia mengkonsumsi makanan. Sehingga ketika terjadi luka di lidahnya, dia akan memberikan respon yakni menangis da nada sedikit rasa takut untuk makan. Begitu juga halnya dengan gusi. Makanan dan minuman memang kerap sekali menyentuh gusi. Sementara itu, pada pipi yang memerah dan melepuh, biasanya digunakan adanya alergi pada anak tersebut.

5. Rewel pada Bayi

Bayi memang masih sangat sensitive terhadap perubahan pada sekitarnya. Bahkan, suara yang sangat kecil saja mampu membuatnya menangis. Akan tetapi, hal tersebut adalah sebuah kewajaran bagi anak karena memang mereka berusaha memberitahu bahwa ada sesuatu yang menyakiti dan mengganggunya. Sehingga tidak perlu diambil pusing. Namun, ketika anak Anda menangis dan rewel tanpa adanya masalah yang kasat mata, Ana patut mencurigainya bahwa anak Anda tersebut sedang terserang flu singapura. Flu singapura memang kerap sekali menyerang anak-anak hingga membuat mereka menangis dan kesakitan.

6. Sakit Perut

Ciri keenam yang dapat digunakan untuk mencurigai apakah anak Anda terkena flu singapura adalah rasa sakit yang luar biasa yang dideritanya. Anak yang menderita sakit perut pastinya memiliki sesuatu yang salah pada system pencernaannya. Kesalahan pada system pencernaan tentunya memiliki banyak penyebab, mungkin saja pola makannya yang salah. Selain itu, flu singapura ternyata juga mengganggu system pencernaan anak-anak. Hal ini karena system imunnya yang sudah diserang sehingga organ pencernaannya bekerja lebih lemah dari biasanya.

7. Kulit Melepuh

Selain pada gusi, pipi dan lidah, ternyata bagian kulit anak Anda juga akan diserang akibat flu singapura ini. Kulit yang melepuh tentunya sangat membuat Anda, sebagi seorang sosok ibu menjadi tidak tenang karena takut sesuatu yang buruk terjadi terhadap anak Anda. Kulit yang melepuh pada anak yang terkena flu singapura akan terlihat banyak bitnik-bintik di kulitnya. Pertanda ini juga mirip dengan pertanda seorang anak terkena penyakit deman berdarah. Akan tetapi, jika lepuhan juga menyebar ke daerah mulut, lutut, kaki, dan telapak tangan, segeralah memeriksanya ke dokter untuk penanganan yang lebih cepat.

8. Tubuh Terasa Tidak Nyaman

Pada anak yang terkena flu singapura juga memberikan ciri yakni tubuh terasa tidak nyaman. Flu singapura sendiri adalah salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak akibat virus coxsacievirus. Anak-anak tentunya memiliki kesan yang sangat aktif dimana dia akan melakukan banyak sekali aktivitas seperti bermain dengan teman-temannya. Ketika dia terkena flu singapura, tentunya dapat sangat merugikannya dan menyiksanya juga. Apalagi, jika dia melihat teman-temannya sedang asyik bermain sedangkan dia hanya terbaring di kamarnya. Hal ini juga tentunya tidak baik bagi mereka yang sudah mulai sekolah karena flu singapura ini membuatnya tidak bisa terlampau banyak bergerak. Biasanya dia bangun pagi untuk segera bergegas ke sekolah, karena Anda sendiri sudah mengetahui bagaimana cara membiasakan anak bangun pagi.

Cara Mencegah Anak Terjangkit Flu Singapura

Beberapa tips atau cara dapat orang tua lakukan untuk mencegah penularan flu singapura pada anak-anak, diantaranya adalah :

  1. Jika Anda adalah seorang ibu yang senang membawa anak Anda ke tempat umum untuk bermain ataupun untuk bersantap, jangan lupa untuk mencuci kaki dan tangannya setelahnya. Pastikan bahwa tubuh anak Anda bersih agar terhindar dari penularan flu singapura.
  2. Selain itu, Anda juga tentunya harus mengajari dia tentang bagaimana menjaga kebersihan diri sendiri sehingga dia bisa menjaga dirinya ketika Anda sedang tidak ada disekitarnya, seperti mencuci tangan.
  3. Hindari kontak tangan yang kotor dengan hidung maupun mulut. Kontak tersebut dipercaya sangat tidak baik untuk kesehatan mengingat kondisi tangan anak Anda sangat tidak memungkinkan karena kotor.
  4. Poin keempat mengenai pencegahan penularan flu singapura pada anak adalah dengan membiasakan dia untuk memakai perlengkapan yang sudah Anda sediakan dari rumah, misalkan sendok. Hindari pemakaian sendok yang sama antara anak Anda dengan anak lainnya karena bisa saja anak tersebut sedang terjangkit flu singapura atau tidak higenis.
  5. Ketika anak Anda terjangkit, pastikan bahwa dia beristirahat dengan cukup. Hal ini dimaksudkan untuk memulihkan keadaan kesehatan anak Anda. Selain itu, dengan beristirahat juga tentunya dia sedang mencoba untuk tidak menularkan virus tersebut kepada teman-temannya.
Artikel Lainnya
  • cacar air pada anak
  • autis pada anak
  • gejala sinusitis pada anak
  • Gangguan Pencernaan pada Anak
  • Cacar Air pada Anak
  • Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak
  • bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak
  • jenis jenis imunisasi dan manfaatnya
  • anak tersedak
  • cara jitu mengenali bakat anak
  • manfaat tidur siang untuk tumbuh kembang anak

Demikian informasi mengenai ciri ciri flu singapura pada anak yang juga dilengkapi dengan cara pencegahannya. Dengan artikel ini diharapkan mampu membantu Anda dalam menjaga kesehatan anak Anda. Semoga bermanfaat.

Belekan pada Anak yang Berbahaya

Belekan pada Anak yang Berbahaya

Belekan pada mata disebabkan karena lendir kotoran mata bercampur dengan air mata yang mengering. Lendir kotoran mata ini sendiri berasal dari debu, polusi udara, sel kulit mati, dan benda asing yang masuk ke dalam mata dan berpotensial belekan pada anak yang berbahaya.

Mengalami mata belekan sangat normal untuk terjadi. Namun jika kondisi mata belekan ini sudah disertai mata berair terus menerus dengan kantong mata yang berasa lengket dan susah untuk dibuka, Anda sebagai orang tua harus mewaspadai hal ini. Sebab, reaksi mata berair menunjukkan adanya respon alami tubuh terhadap benda asing yang mengganggu kerja mata.

Oleh sebab itu jangan abaikan mata belekan pada anak, perhatikan dan kenali belekan yang biasa atau yang butuh penangan yang lebih serius pada anak Anda.

Beberapa jenis-jenis mata belekan pada anak yang harus Anda waspadai, diantaranya :

  1. Adanya kotoran mata berupa lendir berwarna hijau atau abu yang kental

Kondisi ini pertanda adanya infeksi mata karena bakteri piogenik yang memproduksi nanah, atau bahasa ilmiahnya konjungtivitas bacterial. Dimana kondisi ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus, Haemophilus atau Staphylococcus yang berasal dari kulit diri sendiri atau saluran napas bagian atas, juga karena ketularan orang lain yang sedang mengalami masalah yang sama.

Kondisi peradangan karena bakteri ini ditandai dengan korena mata berwarna merah, kotoran mata berasa seperti berpasir, mata berasa perih dan gatal sekali juga ketika bangun tidur terasa mata susah sekali untuk dibuka karena lengket dengan belek dan harus dilap basah dulu jika ingin melek.

  1. Munculnya lendir mata kekuningan yang disertai rasa sakit

Kondisi ini timbul biasanya disertai dengan sensasi sakit dan nyeri ketika sedang berkedip dan muncul benjolan kecil di ujung kelopak mata, mirip seperti bintitan tapi bukan yang disebabkan oleh hordoleum atau bintitan. Hordoleum ini muncul lantaran ada bakteri Stafilokokus. Jadi, lendir yang keluar pada mata ketika bangun tidur ini bewarna kuning dan diikuti rasa sakit pada sekitar mata.

  1. Munculnya rasa sakit seperti lebam pada bagian wajah, rahang pipi, sekitar hidung atau pojok mata bagian dalam

Hal ini lumrah terjadi jika mata mengalami dakriosistitis, yakni kondisi infeksi pada saluran air mata di dekat hidung atau bahasa mudahnya infeksi saluran air mata yang disebabkan oleh bakteri S. Aureus, S. Pneumoniae dan Pseudomonas. Jika Anda sebgaai orang tua menemukan kondisi seperti ini kepada anak Anda, sebaiknya langsung diberikan penanganan oleh dokter mata berupa obat antibiotik, supaya keadaannya tidak semakin memburuk.

  1. Adanya kotoran mata yang tebal dan kasar di seluruh kelopak mata dan bulu mata

Kondisi kotoran mata yang tebal dan kasar ini bisa disebabkan oleh bakteri kulit yang bernama Blepharitis. Dimana bakteri ini tumbuh untuk menginfeksi kelopak mata dan bulu mata yang disertai dengan tanda mata mengalami kemerahan dan diikuti peradangan di sekitar area mata. Juga akan timbul sisik kulit seperti ketombe pada bagian kelopak mata ketika bangun tidur.

  1. Kondisi lendir kotoran mata yang berbusa

Ini terjadi lantaran ada masalah dengan kelenjar meibom (MGD) yang tidak bisa bekerja maksimal dan menyebabkan munculnya kotoran mata yang berlendir kehijauan seperti ada nanah, diikuti lendir mata yang berbusa dan peradangan di sekitar mata.

  1. Timbul sensasi kelilipan terus menerus

Kondisi mata yang seperti kelilipan terus menerus ini bisa menular. Hal ini disebabkan oleh adanya virus kongjungtivitis yang mengganggu bagian pernapasan atas hingga menimbulkan sensasi pembengkakan pada bagian kelopak mata, pandangan mata menjadi kabur dan mata akan terus berair tanpa henti.

  1. Munculnya lendir kotoran mata berwarna putih, lengket, tebal dan kasar

Penyebab dari kondisi abnormal ini bisa dibilang banyak sekali, di antaranya karena alergi konjungtivitis yang disebabkan oleh serbuk sari tanaman, debu polusi, make up, alergi terhadap cairan lensa mata ataupun obat tetes mata. Selain itu juga disebabkan oleh pemakaian lensa kontak yang terus menerus dan tidak pernah dilepas termasuk berenang dan tidur sekalipun, terjadi karena herpes mata (infeksi karena virus yang terjadi berulang), peradangan pada kornea mata, atau juga infeksi pada mata karena parasit.

Jika anak Anda mengalami salah satu dari masalah tersebut, sebaiknya segera bergegas memberikan pertolongan pada dokter mata, terlebih bila mendadak mata belekannya berupa nanah atau terjadi pendarahan pada cedera mata. Jika Anda mengabaikan begitu saja salah satu dari semua masalah ini, jangan salahkan diri sendiri bila sampai mata sang anak mengalami kebutaan permanen.

Kondisi mata belekan pada anak ini memang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus segera dilakukan penanganan pertama ketika sang anak sudah menunjukkan gejala sakit mata seperti mata terus menerus berair hingga sang anak tidak berhenti menguvek mata. Guna mendapat pertolongan yang cepat dan pencegahan untuk masalah mata serius nantinya.

Tindakan pertama kali yang harus diberikan kepada anak ketika mengalami belekan pada anak yang berbahaya :

  • Untuk sementara, jangan ijinkan anak bermain ke luar rumah, supaya debu dan udara kotor tidak masuk mata. Misalkan anak masih ingin keluar rumah, berikan anak kacamata guna meminimalisir sakit mata belekan yang lebih parah
  • Kurangi waktu bermain bersama teman atau bertemu keluarga yang lain guna pencegahan penularan kepada yang lain
  • Berikan obat tetes mata untuk pertama kali ketika anak sedang mengucek mata terus menerus. Namun ketika sudah memasuki hari ketiga tidak kunjung sembuh juga malah timbul rasa nyeri dan bengkak di sekitaran mata, hidung, pipi, atau semua area wajah diikuti rasa sakit ketika menelan makanan, segeralah bawa ke dokter mata untuk penanganan obat yang lebih lanjut.

Selain tiga langkah tindakan pertama tersebut, ada beberapa bahan alami yang bisa dibuat sendiri untuk pengobatan awal mata belekan pada anak yang berbahaya :

1. Daun sirih

Siapkan daun sirih muda beberapa lembar, lantas cuci bersih dan rebus dengan garam hingga mendidih. Jika sudah mendidih peras air daun sirih tersebut. Nah, perasan air daun sirih inilah yang akan menjadi obat mata belekan pada anak Anda. Caranya minta anak Anda cuci muka menggunakan air perasan daun sirih ini dengan cara menenggelamkan seluruh wadah ke baskom air yang berisi perasan daun sirih sembari anak mengedipkan mata berulang kali guna membersihkan kotoran atau mensterilkan virus di dalam mata. Lakukan pengobatan ini setiap hari dengan tiga kali dalam sehari. Jika tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter mata.

2. Bawang putih

Bawang putih yang terkenal akan banyak khasiatnya ini, bisa Anda gunakan sebagai obat mata menjelang anak tidur siang atau tidur malam. Caranya yakni, cuci muka anak Anda hingga bersih dan lap kering dengan handuk. Lalu ambil 1 ruas bawang putih, kupas dan cuci bersih. Setelah itu, potong bagian ujung bawang putih yang lancip tersebut. Gunakan bawang putih yang sudah dipotong tadi sebagai obat oles mata untuk kelopak mata bagian bawah saja. Sensasi pedih dan gatal yang timbul karena bawang putih untuk sementara harus ditahan hingga sembuh. Namun bila tak kunjung sembuh, periksakan sang anak ke dokter mata.

3. Madu

Madu yang merupakan bahan alami untuk mengatasi beragam penyakit ini, ternyata juga bisa dijadikan alternatif pertolongan herbal ketika anak mengalami mata belekan. Caranya, minta sang anak untuk cuci muka terlebih dahulu hingga bersih dan lap menggunakan handuk kering. Setelah itu, bersihkan area mata dengan mengusapnya menggunakan kapas yang sudah dibasahi air hangat. Gunakan kapas hanya untuk satu kali pemakaian saja. Setelah itu, teteskan setetes madu murni pada area bawah kelopak mata sang anak. Nanti akan muncul sensasi dingin menjalar di kornea mata. Lakukan pengobatan ini setiap hari. Namun jika sudah lebih dari tiga hari tidak menunjukkan kesembuhan, segera periksakan anak ke dokter mata.

Artikel Lainnya
  • Ciri dan Penyebab Mata Minus pada Anak
  • Cara Mengatasi Sakit Mata pada Anak
  • Cara Membiasakan Anak Bangun Pagi
  • Tips Nyaman Bepergian dengan si Kecil
  • Efek Positif dan Negatif Televisi bagi Pertumbuhan Anak
  • Tips Memilih Dokter Anak yang Tepat
  • Manfaat Mendongeng bagi Pertumbuhan Anak
  • Cara Menghilangkan Kutu Rambut pada Anak
  • Gejala Kolik pada Anak
  • Autis pada Anak
  • tetanus pada anak
  • cacar air pada anak
  • anemia pada anak
  • cara jitu mengatasi cadel pada anak
  • cara mengajarkan anak tentang uang

Itulah tadi beberapa langkah pertolongan pertama juga alternatif obat herbal yang bisa Anda berikan kepada sang anak untuk antisipasi kondisi mata belekan yang lebih parah. Langkah pertolongan pertama tadi memang harus disegerakan, supaya peradangan karena mengucek mata terus menerus, tidak mengakibatkan mata rabun pada anak. Dan sebagai orang tua, jangan pernah abaikan kesehatan mata untuk anak Anda. Karena mata adalah aset yang sangat berharga, jangan lupa untuk memberinya kacamata ketika bepergian menggunakan kendaraan bermotor. Juga rajinlah meneteskan obat tetes mata minimal satu minggu dua kali, guna mengatasi mata kering karena terlalu lama kena radiasi layar televisi atau gadget juga untuk membersihkan kornea mata dari debu polusi.

5 Bahaya Anak Terjatuh Terlentang – Penyebab, Penanganan dan Pencegahan

5 Bahaya Anak Terjatuh Terlentang – Penyebab, Penanganan dan Pencegahan

Memiliki anak yang aktif adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi orangtua. Dengan aktifnya anak bergerak, kadangkala orangtua juga merasa was-was dengan bahaya anak terjatuh atau terluka. anak dapat terjatuh atau terluka pada saat bermain, atau bayi terjatuh saat mulai belajar berjalan, terjatuh dari gendongan dan sebagainya.

Terjatuh adalah hal yang wajar terjadi pada anak-anak, terutama pada batita yang masih belajar berjalan. Selain pada batita yang belajar berjalan, biasanya anak juga akan terjatuh ketika mereka bermain atau berlari-lari. Namun yang berbahaya ketika anak terjatuh dengan posisi terlentang.

Penyebab Anak Terjatuh

Banyak faktor atau penyebab yang membuat anak terjatuh, entah hal tersebut terjadi secara sengaja ataupun tak disengaja. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Anak Tersandung – Saat anak-anak bermain, ada baiknya kita menyingkirkan barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. letakkan barang tersebut di tempat yang tidak dapat dijangkau anak -anak, di gudang misalnya. Menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai untuk menghindari anak tersandung ketika bermain saat mereka berlari ataupun berjalan.
  2. Jatuh dari Tangga – Jika memiliki anak tangga dirumah, maka orangtua perlu memperhatikan keamanan anak. Yang dapat orangtua lakukan adalah pertama berikan pintu pada tangga agar anak tidak bisa melewati atau turun naik tangga sendiri. Dengan memberikan pintu tangga, maka anak akan lebih aman dan terhindar dari kemungkinan jatuh dari tangga. Karena hal ini dapat menyebabkan berbagai risiko seperti gegar otak, kelumpuhan dan bahkan kematian pada anak.
  3. Tempat Tidur Terlalu Tinggi – Dalam memilih tempat tidur anak, pertimbangkan beberapa hal untuk keamanan anak. Apalagi jika memilih tempat tidur bertingkat, resiko terjatuh lebih besar karena turun naik ke tempat tidur lebih sering anak lakukan.
  4. Lantai Licin – Ketika lantai sedang di pel, pastikan anak berada di tempat yang aman dan tidak sedang berjalan, bermain atau berlari di area tersebut. pada lantai licin, saat terpeleset jatuh dengan posisi terlentang sangatlah mungkin. hal ini sangat berbahayakarena dapat mengakibatkan anak mengalami gegar otak atau patah tulang.
  5. Terpeleset Sandal – Memilih sandal yang tepat untuk anak juga penting. Pilihlah sandal dengan sol yang sesuai dengan ukuran kaki anak. Sandal yang aman atau memiliki bahan anti selip walaupun digunakan di tempat yang basah. Orangtua seringkali membeli sepatu atau sandal yang ukurannya lebih besar dari ukuran kaki anak agar awet dan tidak sering membeli sandal. Sebaiknya lebih mengutamakan kenyamanan dan keselamatan anak. Karena jika kita memberikan anak sandal yang lebih besar dari ukuran kakinya, anak bisa terpeleset atau tersandung dalam beberapa posisi. Seperti lutut yang terjatuh duluan, muka yang terjatuh ke bawah dan bahkan jatuh dengan posisi terlentang.
  6. Susah Menjangkau Mainan – Masa anak-anak memang indentik dengan masa dimana aktivitas mereka dihabiskan untuk bermain. Hal inilah yang membuat orang tua lebih sering membelikan anak mainan baru. Tentu setiap anak memiliki mainan kesayangan, yang selalu mereka gunakan ketika bermain. Banyaknya mainan terkadang membuat orangtua lebih suka meletakkannya di atas meja, lemari atau tempat yang lainnya. Namun harus diingat, jika ingin menyimpan mainan anak, sebaiknya ditempat yang mudah di jangkau oleh mereka. karena meletakkan mainan pada tempat yang sulit di jangkau anak, seperti di atas meja akan membuat anak kesulitan untuk menjangkaunya. Mungkin saja mereka akan berpikir untuk memanjat dengan kursi atau yang lainnya, dan ini berbahaya bagi anak. Mereka dapat terpeleset dan jatuh terlentang saat akan mengambil mainan tersebut. Oleh sebab itu sebaiknya menyiapkan box mainan agar anak mudah menyimpan, meletakkan atau mengambil mainannya.
  7. Anak Memanjat Kursi – Anak-anak seringkali mencoba untuk menirukan orang dewasa di sekitar mereka. Seperti duduk di kursi atau naik ke tempat tidur. Jika tempat tersebut tidak tinggi mungkin tidak bermasalah untuk anak-anak. namun jika tempat tersebut tinggi dan anak-anak memanjat untuk menaikinya, tentu saja resiko terjatuh akan dialami oleh anak. Karena itu orangtua perlu ekstra mengawasi apa yang anak lakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  8. Lantai Kamar Mandi Licin – Kasus kematian akibat terpeleset di kamar mandi adalah yang paling sering terjadi. Membersihkan dan menyikat lantai kamar mandi agar tidak licin sudah pasti harus dilakukan. Jika anak terpeleset di kamar mandi, akibatnya sangat fatal sekali seperti gegar otak, patah tulang, kejang, dan bahkan kematian. Oleh sebab itu selalu perhatikan lantai kamar mandi agar tidak licin, sehingga anak tidak terpeleset.
  9. Jatuh dari Sepeda – Bermain sepeda adalah hal yang sangat disukai anak-anak. Dalam bermain sepeda, anak-anak perlu pengawasan orang dewasa. karena bisa sajahal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
  10. Bertengkar dengan Teman – Sekarang ini, tayangan di televisi seringkali mempertontonkan hal yang tidak seharusnya dilihat anak-anak. Atau permainan games di ipad, handphone, komputer dan lainnya. Seperti acara boxing, perkelahian atau kekerasan yang lainnya, karena anak akan meniru gaya atau tingkah laku tersebut ketika bertengkar dengan teman atau saudaranya.

Penyebab Bayi Terjatuh

Bukan saja anak-anak yang sudah aktif berjalan, berlarian dan melompat yang memiliki resiko terjatuh, namun bayi mungil pun memiliki resiko yang sama. Bahkan saat tidur pun bayi bisa terjatuh, jika bayi tersebut sudah bisa berguling. Selain itu ada beberapa hal lainnya yang menjadi penyebab bayi terjatuh, yaitu :

  • Belajar membalikkan badan – Pada tahap bayi sudah dapat membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan kiri, maka saat ini bayi sudah harus penjagaan ektra dari orangtua. Jika di letakkan di tempat tidur tanpa ada pembatas mungkin saja bayi terjatuh, karena bayi sudah mampu bergerak ke sana kemari. Sebagai pengamanan ada baiknya meletakkan kasur di bawah ranjang atau meletakkan bayi di kasur bawah (tanpa ranjang).
  • Belajar Berdiri – Pada bayi dalam masa belajar berdiri, sering kali mereka terjatuh dan bangun lagi. Hal ini wajar karena anak terus mencoba untuk menyeimbangkan berat badannya. Tidak meninggalkan bayi sendiri tentunya pilihan yang baik untuk orangtua. Atau mengalasi lantai dengan kasur tipis, matras atau media lainnya yang relatif aman untuk si kecil. Sehingga jika si kecil terbentur atau terjatuh tidak berakibat fatal.
  • Belajar Berjalan – Setelah melewati tahap belajar berdiri, anak pastinya akan mencoba untuk belajar berjalan. Pastikan anak berjalan di tempat yang aman dan tidak licin, jauhkan benda-benda yang bisa mengganggu proses berjalan anak.
Sebagai orangtua memberikan keamanan dan kenyamanan untuk anak sangatlah penting untuk mengatisipasi resiko-resiko yang tidak diharapkan dan mereka bisa menjalani aktivitasnya dengan ceria.

Bahaya Anak Jatuh Dengan Posisi Terlentang

Dari segala posisi saat anak terjatuh, pada saat anak jatuh terlentanglah yang paling berbahaya, karena posisi terjatuh ini berhubungan dengan otak anak. Beberapa hal yang dapat terjadi pada anak ketika anak jatuh terlentang adalah :

  1. Gegar Otak

Pada saat anak terjatuh dengan bagian kepala belakangnya membentur lantai, bisa saja anak mengalami gegar otak. Dalam masa pertumbuhan bayi dan anak, hal ini dapat menghambat fungsi kognitif anak, mengakibatkan gangguan syaraf bahkan dapat mengalami amnesia.

  1. Patah Tulang

Terjatuh dari tempat tinggi atau tertimpa suatu benda/barang juga dapat mengakibatkan tulang anak patah. Jika terjadi pada tulang belakang anak sangat berbahaya. Selain menganggu pertumbuhan tulang juga dapat mengakibatkan kelainan pada struktur tulang anak.

  1. Pendarahan Bagian Dalam Tubuh

Terjatuh juga dapat membuat organ-organ dalam tubuh anak mengalami pendarahan. Bukan hanya pendarahan akibat luka di kulit atau tubuh bagian luar, pendarahan atau luka didalam tubuh juga dapat terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, jika anak terjatuh dan orangtua menemukan hal-hal yang tidak semestinya atau perilaku anak tidak seperti biasanya, ada baiknya orangtua segera membawa anak ke rumah sakit untuk memeriksakannya lebih lanjut.

  1. Syaraf Terjepit

Kejadian syarat terjepit bukan hanya di derita oleh orangtua saja, anak-anak pun dapat mengalaminya apabila anak terjatuh dengan posisi punggung membentur lantai. Selain dapat mengakibatkan keseleo pada tulang, retak, mengganggu struktur tulangnya, dapat juga mengakibatkan kelumpuhan pada saraf. Banyak hal yang dapat terjadi pada kondisi anak terjatuh, maka dari itu waspadalah terhadap segala aktivitas anak Anda. Terutama anak-anak yang masih belum mengerti apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak.

  1. Kematian

Hal terburuk dan paling fatal yang tidak diharapkan semua orangtua adalah resiko kematian. Karena itu, orangtua diharapkan tidak lalai menjaga anak-anaknya dalam setiap kesempatan.

Yang Harus diLakukan jika Anak Jatuh Terlentang

  • Perhatikan posisi ketika anak jatuh
  • Perhatikan bagian tubuh anak manakah yang terbentur
  • Jika anak jatuh dari ketinggian, perkirakan berapa meter tingginya
  • Perhatikan reaksi anak saat terjatuh
  • Carilah apakah ada bagian tubuh anak yang memar atau benjol ( kepala, paha, lengan dan punggung ).
  • Jika ada bagian yang memar atau benjol berikan minyak tawon, minyak Sumbawa atau minyak kelapa, cara ini dilakukan untuk mengurangi memar pada bagian tubuh anak.
  • Jika menemukan benjol dan memar berlebihan hingga berdarah, bawalah ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan observasi medis.
  • Jika anak masih bayi, coba gerakkan tangan , kaki dan lihatlah kepala anak ke kanan, ke kiri.
  • Jika setelah jatuh anak merasa pusing bawalah ia ke dokter.
  • Jika setelah jatuh anak mual dan muntah bawalah anak ke rumah sakit .
  • Jika anak lebih diam setelah jatuh, bawalah anak ke dokter atau rumah sakit sesegara mungkin.
  • Catatlah urutan kejadian terjatuhnya anak jika dirasa perlu.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menangani anak terjatuh. Lakukan observasi sederhana di rumah, catatlah apa saja yang di alami anak dan dikeluhkan anak. Jika tiba-tiba menemukan anak terjatuh, tanpa melihat bagaimana kejadiannya, berikut beberapa tips yang bisa orangtua lakukan :

  • Perhatikan posisi anak saat menemukannya dalam keadaan jatuh
  • Perhatikan tingkat kesadaran anak, perhatikan apakah anak menangis atau tidak.
  • Jika menemukan anak hanya diam saja, sebaiknya segera bawa ke dokter atau rumah sakit.
  • Jika menemukan anak jatuh dalam keadaan terlentang, sebaiknya segera lakukan observasi dasar.
  • Gerakkan kaki dan tangan anak ( hal ini untuk mengetahui bagian mana yang sakit dan jika anak merasa sakit berlebihan, sebaiknya bawalah anak ke dokter)
  • Jika menemukan anak dalam keadaan tidak sadar, cepat bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan tim medis untuk meminimalisir kemungkinan terburuk yaitu kematian.

Cara Menghindari Anak Jatuh Terlentang

  1. Letakkan barang yang tidak terlalu penting digudang.
  2. Pilihlah tempat tidur yang nyaman dan aman untuk anak, terutama pada bayi.
  3. Berikan pintu pada tangga, agar anak tidak naik turun tangga dan terpeleset.
  4. Letakkan mainan anak dalam box khusus tempat mainannya, agar anak mudah menjangkau mainannya.
  5. Bersihkan kamar mandi, dan sikat lantai kamar mandi secara teratur.
  6. Jangan biarkan anak main di dalam kamar mandi.
  7. Jika keluar dari kamar mandi biasakan mengeringkan telapak kaki dengan keset, dan jangan lupa ajarkan anak untuk berkeset ketika keluar dari kamar mandi.
  8. Jika lantai sedang di pel, sebaiknya jangan perbolehkan anak berjalan.
  9. Ajarkan anak cara duduk atau naik ke tempat tidur dengan benar.
  10. Berikan anak sandal yang sesuai dengan ukuran kakinya, dan pilihlah sandal anti selip untuk anak
Artikel Lainnya
  • cara mengatasi anak kidal
  • anak tersedak
  • bahaya benturan pada kepala bayi dan anak
  • cara mengatasi mata minus pada anak
  • bahaya bedak tabur bagi bayi
  • gejala hipertensi pada anak
  • jenis mainan yang merangsang otak anak
  • manfaat oatmeal untuk bayi dan anak
  • cara mendidik anak yang suka membantah
  • manfaat menjemur bayi dan anak
  • cara mengatasi cegukan pada bayi
  • ciri ciri anak hiperaktif
  • gejala diabetes pada anak
  • jenis makanan yang berbahaya untuk anak
  • cara mengatasi bayi yang mudah terkejut ketika tidur

Walaupun orangtua sudah melakukan pencegahan, pengawasan dan penjagaan semaksimal mungkin, tetap ada kemungkinan bayi atau anak terjatuh. Jika sudah terjadi, lakukan observasi untuk mencegah hal-hal buruk yang lebih fatal.

Bayi Tidur Tengkurap – Resiko dan Manfaatnya

Bayi Tidur Tengkurap – Resiko dan Manfaatnya

Tidur yang nyenyak sangat penting bagi  bayi terutama yang baru lahir. Hal – hal yang menentukan apakah seorang bayi mendapatkan cukup tidur dipengaruhi banyak faktor, seperti keadaan lingkungan sekitar, rutinitas sebelum tidur, cukup makan atau mendapatkan susu, dan juga pemilihan waktu tidur yang tepat serta posisi tidur yang tepat juga. Setiap bayi biasanya memiliki posisi tidur favoritnya sendiri. Ketika mulai tertidur, posisi tubuh bayi secara otomatis akan menyesuaikan dengan posisi yang dia sukai.

Bayi – bayi diketahui senang tengkurap. Sekilas posisi tidur tengkurap memang membuat bayi terlihat lucu dan menggemaskan. Namun dibalik itu semua ternyata ada beberapa kekurangan yang terdapat pada posisi tidur bayi yang tengkurap tersebut. Banyak orang tua yang merasa khawatir untuk membiarkan bayi tidur tengkurap terlalu lama atau tanpa pengawasan, karena itu mereka lebih suka menidurkan bayi dengan posisi telentang. Sebenarnya tidak hanya telentang atau tengkurap saja, pada dasarnya ada beberapa posisi tidur bayi yang bisa diamati oleh para orang tua.

Posisi Tidur Bayi

Pada umumnya para bayi biasa tidur dalam tiga posisi berikut yaitu:

  • Telentang – Biasanya bayi yang berusia antara nol sampai tiga bulan tidur dalam posisi telentang karena belum banyak bergerak dan berguling. Posisi tidur telentang dianggap oleh para ahli sebagai posisi yang paling aman karena dapat menurunkan tingkat resiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) sampai 50%.
  • Miring – Posisi ini lebih sering terlihat pada bayi yang lahir secara prematur, terutama pada bayi prematur yang masih menggunakan alat bantu untuk pernafasannya. Biasanya posisi tidur untuk bayi prematur ini dimiringkan tubuhnya ke kanan agar proses dalam pengosongan lambungnya dapat berjalan optimal.
  • Tengkurap – Posisi tidur ini seringkali menjadi perdebatan di kalangan para ahli, karena dianggap bisa menjadi penyebab utama sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS. Para orang tua pun terbagi antara menyetujui bayi tidur tengkurap dan yang lebih cemas jika bayinya terbiasa tidur tengkurap.

Resiko Tidur Tengkurap Bagi Bayi

Untuk bayi yang belum bisa mengendalikan anggota tubuhnya sendiri dan yang sistem motoriknya belum matang, tidur tengkurap memang bisa menimbulkan banyak bahaya. Bahaya untuk bayi jika tidur tengkurap yaitu:

  1. Mengganggu pernafasan bayi

Tidur tengkurap dengan wajah menghadap ke alas tidur akan membuat bayi sulit bernafas karena hidung dan mulutnya akan terhalang oleh alas tidur tersebut. Jika hidung tersumbat, maka pertukaran udara untuk bernafas akan sulit. Karbondioksida yang keluar akan dihirup lagi oleh bayi. Tengkurap juga akan membuat dada bayi tertekan karena menopang tubuhnya dan sulit untuk mengembang ketika bernapas, membuat bayi rentan akan mengalami sesak napas. Anda juga perlu mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan pernafasan bayi, yaitu bahaya bedak tabur bagi bayi, cara mengatasi cegukan pada bayi, dan serba serbi mengenai anak tersedak.

  1. Menghambat kinerja otak bayi

Ketika bayi dalam posisi tengkurap, organ tubuhnya mulai dari kepala hingga kaki akan tertekan oleh berat badannya. Hal itu juga akan mempengaruhi peredaran darah di tubuh bayi, dan juga mempengaruhi peredaran darah ke otak bayi yang akan berakibat mengganggu fungsi otak bayi. Perkembangan otak bayi juga dapat terganggu ketika terjatuh, ada bahaya benturan pada kepala bayi dan anak, bahaya anak terjatuh terlentang, dan namun ada pula faktor yang dapat mengoptimalkan perkembangan otak bayi dengan beberapa jenis mainan yang merangsang otak anak.

  1. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Sindrom kematian bayi mendadak adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi dimana seorang bayi yang tampak sehat bisa meninggal secara tiba-tiba. Biasanya hal ini rentan terjadi pada bayi berusia satu bulan hingga satu tahun. Walaupun telah dilakukan berbagai penelitian akan tetapi masih belum diketahui faktor penyebab yang pasti, namun posisi tidur tengkurap bayi ditenggarai sebagai salah satu penyebabnya.

Penyebab SIDS

Kombinasi antara faktor fisik dan lingkungan tidur bayi bisa menjadikannya lebih rentan terhadap SIDS. Faktor penyebab ini bisa bervariasi dari satu anak dengan anak lainnya.

  1. Faktor Fisik

Faktor fisik yang biasa dihubungkan dengan SIDS termasuk beberapa hal berikut ini:

  • Abnormalitas otak – Beberapa bayi yang lahir dengan bermasalah, membuat mereka lebih rentan mengalami kematian dengan SIDS. Pada banyak bayi yang mengalami SIDS, bagian otak yang mengatur pernapasan serta kegiatan tubuh saat tidur belum berkembang dengan baik sepenuhnya.
  • Berat Badan Lahir yang Rendah – Bayi yang lahir prematur atau merupakan bagian dari kelahiran multiple seperti anak kembar, meningkatkan kemungkinan bahwa otak bayi belum berkembang sepenuhnya, jadi tubuh bayi belum mengembangkan kontrol yang baik terhadap pernapasan dan detak jantungnya sendiri.
  • Infeksi pernapasan – Banyak dari bayi yang mengalami SIDS baru saja sembuh dari penyakit flu, yang juga bisa berperan dalam masalah pernapasan.
  1. Faktor Lingkungan Tidur Bayi

Benda – benda yang ada di boks bayi atau posisi tidurnya dikombinasikan dengan masalah fisik pada bayi dapat meningkatkan resiko SIDS. Contohnya seperti berikut ini:

  • Tidur pada perut atau sisi tubuh – Bayi yang ditempatkan pada perutnya atau pada posisi miring lebih mudah mengalami kesulitan bernapas ketimbang yang diletakkan pada posisi telentang.
  • Tidur pada permukaan yang terlalu lembut – Berbaring dengan wajah menghadap ke bawah pada kasur berbulu atau pada kasur air dapat menghalangi jalur pernapasan bayi. Menyelimuti bayi hingga ke kepala juga sangat beresiko.
  • Tidur dengan orang tua – Sementara resiko SIDS menurun ketika bayi tidur di satu ruangan yang sama dengan orang tuanya, resiko yang sama justru meningkat apabila bayi tidur satu tempat tidur dengan orang tua.

Sebagaimana diuraikan pada point diatas, posisi tengkurap memang sangat rawan untuk bayi dengan faktor – faktor fisik tertentu untuk mengalami SIDS, namun bukan berarti bayi yang tidak memiliki faktor fisik tertentu bisa bebas dari resiko mengalami SIDS pula ketika sedang tidur dalam posisi tengkurap.

Faktor Resiko SIDS

SIDS bisa menyerang bayi manapun, namun para peneliti telah mendapatkan beberapa faktor resiko yang mungkin menyebabkan seorang bayi lebih rentan mengalami SIDS yaitu:

  • Bayi laki – laki lebih mungkin terkena SIDS daripada bayi perempuan.
  • Bayi lebih rapuh pada usia sekitar dua sampai tiga bulan pertama hidupnya, sehingga pada usia itu lebih mungkin terserang SIDS.
  • Untuk alasan yang kurang dimengerti dan belum ditemukan penyebabnya, bayi berkulit hitam dan Indian Amerika serta penduduk asli Alaska lebih mungkin mengalami SIDS.
  • Bayi yang mempunyai sepupu atau kerabat yang meninggal akibat SIDS juga mempunyai resiko lebih besar terhadap SIDS.
  • Bayi yang hidup bersama perokok lebih mempunyai resiko tinggi terhadap SIDS, karena menjadi perokok yang pasif dengan menghirup asap rokok setiap harinya. Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahayanya merokok di dekat bayi dan anak – anak sehingga masih banyak orang tua atau keluarga perokok yang mengekspos bayi dan anak terhadap racun dari asap rokok.

Lahir terlalu awal atau memiliki berat badan lahir yang rendah juga meningkatkan resiko bayi mengalami SIDS, begitu juga dengan saat kehamilan jika ibu berusia lebih muda dari dua puluh tahun, seorang perokok, menggunakan obat – obatan dan alkohol, serta tidak mendapatkan perawatan yang layak setelah melahirkan. Untuk menambah pengetahuan Anda tentang seluk beluk membesarkan seorang anak, perlu diketahui ciri – ciri anak hiperaktif , cara mengatasi mata minus untuk anak, dan apa saja manfaat oatmeal untuk bayi dan anak.

Posisi Tidur yang Tepat Untuk Bayi

Para ahli masih menganggap bahwa resiko bayi mengalami SIDS masih tinggi sampai bayi berusia 12 bulan. Karena itulah disarankan untuk menidurkan bayi dalam posisi telentang sampai usianya setidaknya satu tahun. Ada kekhawatiran para orang tua bahwa bayi yang tidur telentang dapat tersedak atau menelan muntahnya sendiri, namun sejauh ini tidak ada bukti bahwa hal tersebut beresiko terjadi karena bayi memiliki perlindungan pada sistem pernapasannya. Walaupun bayi yang tidur telentang mungkin saja akan mengalami kurang tidur karena ia lebih mudah terkejut atau sering terbangun, akan tetapi secara keseluruhan posisi terlentang sangat lebih aman dibandingkan tidur tengkurap.

Kapan Bayi Boleh Tidur Tengkurap?

Ketika bayi berusia satu sampai empat bulan, sangat tidak disarankan untuk membiarkannya tidur tengkurap. Pada umumnya bayi yang berusia tiga sampai enam bulan bisa tengkurap sendiri, akan tetapi usia yang paling tepat untuk menidurkan bayi dengan posisi tengkurap adalah pada usia empat bulan. Sebab, pada usia ini bayi telah mampu menopang kepala dan lehernya dengan sadar. Bayi juga sudah mampu mendorong badannya dengan menggunakan sikunya, karena otot – otot dan kemampuan motoriknya sudah mulai berkembang dengan baik. Sementara itu, Anda dapat melatih bayi untuk tidur lebih teratur di waktu yang tepat sehingga ia cepat memperoleh pola tidur yang benar. Dan juga ketahuilah beberapa hal yang berhubungan dengan kesehatan serta tumbuh kembang anak, seperti gejala hipertensi pada anak, gejala diabetes pada anak, dan apa saja manfaat menjemur bayi dan anak secara teratur di pagi hari.

Cara lain Membuat Bayi Tengkurap

Bila Anda masih ingin mendapatkan manfaat tengkurap untuk bayi namun masih khawatir membiarkannya tidur tengkurap terlalu lama, ada cara lain untuk membuat bayi tengkurap tanpa harus tidur nyenyak yaitu:

  • Bila Anda sedang berbaring, letakkan bayi tengkurap di perut Anda.
  • Anda bisa menengkurapkan bayi pada alas yang padat dan aman bagi bayi, seperti diatas selimut di lantai.
  • Gendong si bayi di lengan Anda dengan posisi tengkurap.

Hal yang harus diingat adalah jangan pernah membuat bayi tengkurap di saat ia baru saja minum ASI, makan atau minum susu karena dapat membuatnya muntah. Tunggu ketika bayi tampak rileks dan senang serta tidak terlalu mengantuk, baru Anda bisa memancingnya untuk tengkurap.

Cara Melatih Bayi Tengkurap

Untuk mendapatkan manfaat tengkurap bagi bayi, Anda bisa juga mulai melatih bayi tengkurap sejak usianya menginjak empat bulan. Hal – hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan saat melatih bayi tengkurap adalah:

  • Bagi waktu tengkurap – Bayi seringkali rewel jika ditengkurapkan terlalu lama, hal ini tentu saja karena ia merasa bosan. Untuk mensiasati hal tersebut, Anda bisa membagi waktu bayi tengkurap menjadi beberapa kali. Perhatikan ketika bayi mulai merasa tidak nyaman, Anda bisa menggendongnya sebentar dan kembali meletakkan bayi dalam posisi tengkurap setelah ia kelihatan tidak rewel lagi. Hal ni juga berarti Anda bisa memberi kesempatan kepada bayi untuk beristirahat sehingga ia tidak merasa bosan.
  • Sediakan mainan kesukaannya – Agar bayi tidak mudah bosan ketika sedang tengkurap, Anda bisa menyediakan mainan kesukaan si bayi di sekelilingnya tempat ia tengkurap. Hal ini juga sekaligus berguna untuk mengalihkan perhatian bayi dan melatih motoriknya karena ia akan berusaha sendiri untuk meraih benda tersebut. Anda juga bisa menyediakan cermin di hadapan si bayi. Ia tidak akan mudah bosan karena tertarik dengan bayangannya sendiri di cermin.
  • Sabar – Melatih bayi untuk terbiasa melakukan sesuatu pastinya membutuhkan kesabaran yang besar. Tak jarang bayi akan menangis untuk menunjukkan bahwa ia bosan, tidak suka dan tidak ingin ditengkurapkan. Jika ini terjadi, janganlah memaksa bayi untuk tengkurap. Kesabaran Anda akan diuji untuk dapat menunggu sampai bayi memiliki mood yang baik. Sabar juga menjadi kunci dari cara mendidik anak yang suka membantah, cara mengatasi anak yang suka mencuri, dan cara mengatasi rasa takut pada anak.

Keuntungan Tengkurap Untuk Bayi

Tidur tengkurap tidak selamanya berakibat buruk pada bayi. Ada juga beberapa keuntungan atau manfaat yang didapatkan bayi dari aktivitas tengkurap tersebut, seperti berikut ini :

  1. Tengkurap dapat membantu pembentukan tengkorak bayi

Bayi memiliki tulang tengkorak yang masih belum sempurna pembentukannya, sehingga bentuk kepalanya dapat berubah. Karena itu tidur tengkurap diyakini dapat memberikan keseimbangan bagi bentuk kepala bayi agar tidak peyang. Kepala bayi yang peyang atau gepeng bisa terjadi karena terlalu lama telentang atau miring ke satu sisi.

  1. Tengkurap dapat melatih otot leher bayi

Bayi yang dalam posisi tengkurap dapat melatih kekuatan otot lehernya. Hal ini disebabkan karena ketika bayi tengkurap, ia akan terdorong untuk mengangkat kepalanya sendiri. Kemampuan mengangkat lehernya ini akan mulai tampak ketika bayi berusia mulai empat bulan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang lebih banyak tidur telentang sulit menggunakan lehernya dan sulit menggerakkan anggota tubuhnya, sebalinya bayi yang sering ditengkurapkan akan lebih mudah untuk belajar menggerakkan tangan, kaki dan lehernya untuk bergerak maju dan mundur.

  1. Tengkurap dapat membantu melatih kemampuan motorik bayi

Bayi yang sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri dan menggerakkan tangan serta kakinya maju dan mundur akan lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan motoriknya yang lain seperti berguling, merangkak, berdiri lalu berjalan.

  1. Kualitas tidur bayi bisa lebih baik

Bayi bisa tidur lebih nyenyak saat berada dalam posisi tengkurap. Hal ini disebabkan posisi tengkurap dapat lebih meredam refleks bayi yang kerap terkejut saat sedang tidur. Bayi yang baru lahir seringkali menunjukkan refleks moro, yaitu refleks yang tampak seperti gerak terkejut. Dengan begitu tidur tengkurap bisa menjadi cara mengatasi bayi yang mudah terkejut saat tidur dan juga akan mempengaruhi kualitas tidurnya sehingga bayi bisa tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.

  1. Tengkurap dapat menguatkan paru – paru

Ketika tidur tengkurap, posisi paru – paru yang berhadapan dengan kasur akan menopang tubuh bayi sehingga akan membentuk tulang paru – paru yang lebih kuat. Tulang paru – paru yang kuat akan mendukung juga pada pembentukan paru – paru yang bekerja lebih baik.

Tips Ketika Bayi Tidur Tengkurap

Bagi para orang tua yang ingin mendapatkan manfaat tidur tengkurap bagi bayi, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk keamanan dan keselamatan di bayi sendiri.

  • Selalu awasi bayi ketika ia sedang tidur tengkurap. Carilah tanda – tanda bayi mulai tidak nyaman. Ketika bayi mulai terlihat sulit bernafas, segera ubah posisi tidurnya.
  • Batasi waktu bayi tidur tengkurap, jangan terlalu lama. Bayi cukup tidur tengkurap sekitar 30 menit saja.
  • Biarkan bayi tengkurap sendiri, jangan sekali – sekali memaksanya untuk tengkurap.
  • Walaupun alas tidur bayi merupakan bagian yang tak kalah penting, hindari untuk menggunakan alas tidur yang terlalu empuk karena dapat mengganggu pernafasan bayi.
  • Pastikan sprei terpasang dengan pas pada tempat tidur bayi.
  • Pastikan pernafasan bayi tidak terganggu dan hidung serta mulutnya tidak tertutup apapun.
  • Pakaikan bayi busana yang nyaman, menyerap keringat dan sesuai dengan suhu udara saat bayi tidur.
  • Usahakan untuk tidak menaruh terlalu banyak aksesoris atau mainan seperti boneka, bantal ekstra, selimut yang besar atau bantalan di boks bayi.
  • Jika bisa, jangan tengkurapkan bayi untuk tidur pada malam hari, karena bisa jadi Anda tidur nyenyak dan tidak bisa mengawasinya atau memindahkan posisi tidurnya semalaman.

Walaupun terbukti bahwa tidur dengan posisi tengkurap bisa memberikan banyak manfaat bagi bayi, namun tetap diperlukan adanya suatu tindakan preventif untuk mencegah bahaya yang bisa dialaminya. Untuk itu para orang tua terutama ibu sebaiknya memperhatikan keamanan bayi dengan menerapkan berbagai tips yang mengarah kepada keamanan si bayi, dan jangan sampai lengah ketika sedang menengkurapkan bayi.

Tetanus pada Anak – Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya

Tetanus pada Anak – Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya

Untuk orangtua yang memiliki anak balita atau berusia di bawah itu, Anda tentu sering mendengar tentang jenis jenis imunisasi dan manfaatnya yang dianjurkan atau diwajibkan oleh pihak petugas kesehatan. Salah satunya adalah imunisasi tetanus. Tetanus merupakan penyakit yang masih sering ditemukan pada anak-anak, terutama di negara-negara berkembang. Tetanus merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyerang tubuh manusia.

Kata Tetanus diambil dari bahasa Yunani yaitu Tetanos atau Teinein yang artinya menegang. Konon tetanus pertama kali disebutkan atau dikaji oleh orang Mesir Kuno pada sekitar tahun 3000 SM. Tetanus juga dikenal sebagai penyakit kejang mulut, adalah sebuah penyakit serius namun dapat dicegah yang mempengaruhi otot dan syaraf tubuh.

Tentang Penyakit Tetanus

Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium Tetani yang biasa ditemukan pada tanah, debu dan bahkan pada usus manusia atau binatang. Bakteri tersebut dapat memasuki tubuh manusia atau tubuh anak melalui luka di kulit. Ketika bakteri sudah berada di dalam tubuh, bakteri tersebut memproduksi racun berupa neurotoksin yang merusak syaraf dan menyebabkan beberapa kekejangan otot. Racun tersebut dapat beredar di dalam tubuh melalui aliran darah dan kelenjar getah bening. Ketika racun semakin menyebar, itu mempengaruhi aktivitas syaraf normal dan menyebabkan kejang yang bisa begitu kuat sehingga dapat merobek otot atau bahkan menyebabkan patah tulang belakang. Jika tidak ditangani dengan benar, tetanus dapat menjadi penyakit yang mengancam nyawa manusia.

Penyebab Tetanus

Kebanyakan tetanus berasal dari luka yang terkontaminasi atau luka yang dalam, seperti luka karena menginjak sebatang paku. Terkadang luka yang diderita sangat kecil sehingga orang tersebut tidak menemui dokter untuk berobat. Luka yang melibatkan kulit mati seperti gangren, luka terbakar, radang dingin, atau luka yang hancur juga beresiko terkena tetanus. Selain itu, luka yang terkontaminasi oleh tanah, ludah atau kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, juga berada dalam keadaan resiko tetanus.

Tanda dan Gejala Tetanus Pada Anak

Gejala tetanus yang dapat dilihat adalah apabila anak menunjukkan otot yang kaku dan lemah hanya di sekitar area otot. Hal seperti ini disebut tetanus lokal, dan gejalanya bisa menghilang tanpa melakukan perawatan. Pada bayi baru lahir, gejala umumnya akan terlihat pada tiga sampai empat belas hari setelah kelahiran. Sedangkan pada anak yang lebih tua, gejala kemungkinan akan berkembang dalam hitungan hari atau bulan sejak terinfeksi. Tanda dan gejala tetanus yang umum adalah seperti berikut ini:

  • Pada bayi baru lahir, sulit mengisap dan terus menangis.
  • Kejang rahang, yaitu kekejangan otot di sekitar rahang dan leher yang menyebabkan rahang anak terkunci.
  • Kekejangan otot yang menyakitkan, dipicu oleh cahaya, sentuhan atau suara.
  • Otot wajah yang kaku, atau alis yang tertarik dan bibir membentuk seringai atau ringisan.
  • Otot perut, lengan dan kaki yang kaku.
  • Sulit bernapas dan menelan.
  • Merasa gelisah dan terganggu, detak jantung atau napas cepat.
  • Sakit kepala atau mengalami kejang – kejang.
  • Berkeringat, sulit buang air kecil dan demam ringan.

Macam – macam Tetanus dan Gejalanya

Penyakit tetanus tidak hanya berupa satu macam saja, melainkan ada beberapa macam disertai dengan gejala yang berbeda namun mirip satu sama lain:

1. Tetanus Pada Umumnya

Gejala yang timbul pada tetanus pada umumnya seperti telah disebutkan di atas yaitu:

  • Sikap lekas marah dan lemah pada otot
  • Merasa kejang atau nyeri otot
  • Kesulitan menelan makanan karena kaku otot leher
  • Kesulitan mengunyah atau tersenyum karena kejang otot mulut.
  • Kejang pada sebagian besar otot tubuh yang dalam beberapa kasus cukup kuat untuk menyebabkan dislokasi sendi dan patah tulang.
  • Kaku otot leher dan dada menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Ada juga gejala lain seperti tinja berdarah, diare, sakit kepala, demam, sensitif terhadap cahaya atau sentuhan, sakit tenggorokan, berkeringat, denyut jantung cepat.

2. Tetanus Cephalic

Ini adalah bentuk paling langka dari penyakit tetanus. Biasanya berhubungan dengan luka di wajah atau kepala dan berkaitan dengan ostitis media. Masa inkubasinya hanya satu atau dua hari. Tanda cephalic tetanus ditandai pada kejang mulut dan disertai setidaknya satu otot wajah lain yang melemah. Juga ditandai dengan kelumpuhan syaraf otak, dan bisa berkembang menjadi gejala tetanus umum.

3. Tetanus Lokal

Jenis ini terjadi jika kejang otot hanya mempengaruhi tempat terjadinya luka. Kejang otot pada tetanus lokal dapat memburuk dalam beberapa kasus dan juga berkembang menjadi gejala tetanus umum.

4. Tetanus Neonatal

Tipe tetanus ini terjadi pada bayi yang lahir dalam kondisi tidak steril terutama ketika bekas tali pusar terkontaminasi bakteri. Imunisasi tetanus pada ibu hamil akan menurunkan kekebalan tubuh yang didapat ibu kepada bayinya.

Anak yang Beresiko Tetanus

Seorang anak bisa memiliki peluang untuk terkena tetanus dibandingkan dengan anak lainnya karena beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu:

  • Ibu tidak menerima imunisasi tetanus
  • Bekas tali pusarnya tidak dibersihkan dengan baik.
  • Melewatkan dosis vaksin tetanus pada anak
  • Mengalami luka akut atau kronis seperti luka bakar, luka tusukan atau luka yang menghancurkan.
  • Memiliki luka yang tidak dibersihkan.
  • Mengalami patah tulang yang menyebabkan tulang menusuk kulit anak.
  • Pernah menjalani operasi atau perawatan gigi.
  • Mengalami luka akibat gigitan serangga.

Mendiagnosa Penyakit Tetanus

Diagnosa yang tepat sangat penting untuk penanganan penyakit pada anak. Tidak saja untuk penyakit tetanus, tetapi juga untuk cacar air pada anak, bronkitis akut pada bayi dan anak, gejala hipertensi pada anak, dan gejala diabetes pada anak. Petugas kesehatan atau dokter yang memeriksa anak Anda akan memeriksa luka anak dan menanyakan tentang gejala apa saja yang dialaminya. Katakan jika Anda tidak langsung membersihkan luka dengan menyeluruh atau jika Anda melihat kotoran atau benda asing lain di dalam luka. Dokter akan mencari beberapa gejala khas seperti kejang rahang, untuk membantu menegakkan diagnosa tetanus. Jika infeksinya sudah dipastikan, anak akan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Ia akan ditempatkan pada ruangan yang gelap dan sunyi untuk mencegah kejang otot. Tindakan lainnya bisa berupa:

  • Obat – obatan yang diperlukan untuk menghentikan atau mencegah kejang pada otot. Anti toksin juga mungkin diberikan untuk mencegah toksin menyebar di tubuh anak. Obat – obatan lain akan diberikan untuk mencegah infeksi bakteri atau mengontrol rasa sakit, juga vaksin tetanus.
  • Tindakan operasi bisa dilakukan untuk menyingkirkan jaringan tubuh yang terpengaruhi oleh tetanus, membersihkan luka dari kotoran dan benda asing lainnya dan menghilangkan jaringan yang mati.

Tidak ada tes laboratorium yang dapat menguji penyakit tetanus, walaupun begitu ada tes sederhana yang bisa dilakukan yaitu tes spatula. Caranya dengan menyentuh dinding tenggorokan dengan menggunakan spatula. Orang normal akan menunjukkan reaksi menghindar, sedangkan pada penderita tetanus ia akan menggigit spatula tersebut dan menutup mulut.

Pengobatan Tetanus

Tetanus dapat diatasi dengan pemberian beberapa obat – obatan yaitu :

  1. Antitoksin atau Anti Tetanus Serum (ATS) – Saat ini sudah tersedia anti toksin tetanus berupa tetanus immunoglobulin, namun ini hanya bisa menetralkan racun yang belum terikat jaringan saraf.
  2. Antibiotik – Penggunaan antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri yang menyebabkan tetanus. Dapat diberikan secara oral atau diminum maupun melalui cara suntikan.
  3. Vaksin – Pemberian vaksin untuk tetanus adalah suatu keharusan untuk mencegah penyakit ini kembali, karena sekali mengalami penyakit tetanus tidak akan membuat seseorang kebal terhadap penyakit ini. Di Indonesia, vaksin tetanus termasuk ke dalam bagian dari vaksin DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) yang harus dijalani sebanyak lima tahap yaitu pada usia 2, 4, 6 dan 18 bulan, lalu pada usia 5 tahun. SEtelahnya adalah pemberian booster TD setiap 10 tahun.
  4. Obat penenang dan obat lainnya- Kejang otot yang kuat terkadang membutuhkan obat penenang yang kuat. Dokter mungkin akan meresepkan obat seperti diazepam. Obat penenang seringkali menyebabkan pernapasan yang dangkal, maka kemungkinan alat bantu pernapasan diperlukan. Sedangkan magnesium sulfat dan jenis beta blocker lainnya bisa digunakan untuk mengontrol aktivitas otot tak sadar semisal detak jantung dan pernapasan.

Langkah Pencegahan Tetanus

Tetanus memang penyakit yang sangat mengkhawatirkan karena dapat membuat orang kehilangan anggota tubuh bahkan hingga mengancam nyawa. Penyakit tetanus pada anak bisa dicegah sebelumnya jika Anda melakukan beberapa langkah berikut:

  • Lakukan Imunisasi Tetanus Untuk Anak

Imunisasi atau pemberian vaksin untuk anak merupakan cara meningkatkan kekebalan tubuh anak. Carilah informasi dan keterangan pada petugas kesehatan mengenai vaksin untuk tetanus, karena terkena tetanus tidak akan membuat anak mendapatkan kekebalan seperti halnya penyakit cacar pada anak. Vaksin tetanus diberikan kepada anak dalam beberapa dosis. Untuk wanita hamil, biasanya vaksin tetanus diberikan pada trimester kedua kehamilan untuk mencegah bayi tertular tetanus melalui proses kelahiran.

  • Imunisasi Tetanus Pada Ibu Hamil

Pemberian imunisasi tetanus atau suntikan TT (Tetanus Toxoid) pada ibu hamil sangat berguna untuk mencegah tetanus pada ibu dan bayi. Hal ini bertujuan untuk mencegah tetanus pada proses persalinan, karena selalu ada resiko mengalami luka pada rahim atau pada jalan lahir dan tali pusat bayi. Terutama pada persalinan berisiko tinggi yaitu yang menggunakan alat – alat tidak steril. Pemberian imunisasi ini akan membentuk dalam tubuh ibu dan dapat diteruskan kepada bayi dan akan melindunginya beberapa bulan setelah kelahiran.

  • Bersihkan Setiap Luka Segera

Tekan luka anak jika mengalami pendarahan untuk menghentikannya. Bersihkan luka menggunakan air dan sabun, hilangkan semua kotoran dan benda asing dari luka. Ganti perban setiap hari atau jika basah dan kotor.

  • Bersihkan Tali Pusar Bayi Sesuai Petunjuk

Ingatlah untuk selalu mencuci tangan sebelum memeriksa bekas tali pusar bayi. Bersihkan dengan lembut dan juga kulit di sekitarnya dengan sabun ringan dan air hangat setiap memandikannya. Usaplah dengan alkohol menggunakan cotton bud sesekali. Tepuk dengan lembut menggunakan handuk, segera ganti perban jika terkena kotoran atau air seni bayi, atau ganti perban ketika mengganti popok.

Efek Samping Vaksin Tetanus

Perhatikan kondisi anak ketika Anda akan memberikan imunisasi tetanus. Jika anak mengalami sakit yang lumayan parah saat jadwal imunisasi, sebaiknya tunda dulu pemberian imunisasi tersebut. Vaksin tetanus yang diberikan kepada anak berupa vaksin DTP, DTap, atau TdaP. Efek samping yang biasa muncul setelah pemberian vaksin biasanya berupa beberapa hal berikut:

  • Demam ringan. Anda bisa memberikan parasetamol atau ibuprofen untuk cara mengatasi demam dan meredakan demam anak, namun hindari memberikan aspirin karena pada beberapa kasus dapat menyebabkan kerusakan hati dan otak.
  • Bengkak pada bagian yang disuntik.
  • Kulit yang disuntik agak memerah dan sakit.
  • Anak terlihat lelah dan rewel, waspadai jika setidaknya selama tiga jam anak tidak berhenti menangis atau mengalami kejang dan pingsan.

Efek samping ini akan muncul dalam waktu satu sampai tiga hari setelah pemberian vaksin. Efek yang sangat jarang terjadi adalah kejang, koma, kerusakan otak, masalah saraf dan alergi yang parah. Jika timbul efek samping yang diluar dugaan seperti gangguan pada sistem syaraf anak atau otak setelah 7 hari pemberian vaksin, alergi berat, demam tinggi, jangan teruskan pemberian vaksin dan konsultasikan dengan dokter anak.

Komplikasi Tetanus

Penyakit tetanus dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti berikut:

  1. Cacat tubuh – Penggunaan obat penenang biasanya diperlukan untuk mengendalikan kejang otot yang diderita karena tetanus. Namun, efek penggunaan obat penenang yang terus menerus bisa menyebabkan imobilitas permanen pada anak.
  2. Cedera Otak – Pada bayi,  kekurangan oksigen karena tetanus bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, gangguan ringan atau hingga celebral palsy. Cedera otak juga merupakan salah satu akibat dan bahaya benturan pada kepala bayi dan anak.
  3. Patah tulang – Seperti telah disebutkan di atas, kekejangan yang kuat bisa menyebabkan patah tulang di tubuh anak. Salah satu bahaya anak terjatuh telentang adalah juga dapat mengalami patah tulang.
  4. Pneumonia Pernapasan – Kekakuan otot dapat menyebabkan kesulitan menelan dan batuk yang berakibat pada timbulnya pneumonia pernapasan, karena menghirup cairan di dalam perut, dan bisa mempengaruhi sistem pernapasan bagian bawah. Bahaya bedak tabur bagi bayi dan anak juga berkaitan dengan sistem pernapasan anak, karena butiran bedak bisa terhirup ke dalam sistem pernapasan bayi dan anak.
  5. Laryngospasm – Yaitu jika laring atau kotak suara mengalami kekejangan sementara, biasanya berlangsung antara tiga puluh sampai enam puluh detik. Akibatnya udara tidak dapat memasuki paru – paru dan menyebabkan kesulitan bernapas. Setelah ini biasanya pita suara akan menjadi rileks kembali, namun pada beberapa kasus justru dapat menyebabkan mati lemas karena kekurangan oksigen.
  6. Kejang Teitanic – Yaitu kejang yang mirip dengan kejang epilepsi. Bisa muncul pada beberapa kasus tetanus ketika infeksi sudah mencapai otak. Bisa terjadi beberapa kali dan cukup berat pada orang yang terinfeksi tetanus.
  7. Gagal Ginjal Akut – Hal ini bisa terjadi jika otot – otot hancur atau rusak dengan cepat dan menyebabkan protein otot bocor ke air seni.
  8. Pulmonary Embolism – Ini adalah kondisi serius yang dapat mengancam nyawa, terjadi ketika aliran darah di paru – paru tersumbat dan mempengaruhi sirkulasi darah serta proses pernapasan.
  9. Kematian – Kegagalan pernapasan menjadi penyebab yang paling umum sebagai akibat dari  komplikasi tetanus karena kekejangan otot dada membuat penderita tidak bisa bernapas sama sekali. Kesulitan bernapas juga akan membuat tubuh kekurangan oksigen yang menyebabkan serangan jantung.

Kapan Harus Mencari Pertolongan

Ketika menyangkut gejala tetanus dan juga penyakit lain pada anak, Anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis. Beberapa tanda yang bisa jadi mengarah kepada situasi gawat darurat anak yang harus diperhatikan yaitu:

  • Apabila anak mengalami kesulitan bernapas atau mengalami kesulitan menelan.
  • Detak jantung anak amat cepat atau tidak biasa.
  • Anak menderita kejang otot di wajah.
  • Anak mulai merasakan kejang atau tegang otot di sekitar luka.
  • Ada luka yang besar atau tidak dapat dibersihkan dengan menyeluruh.
  • Ada luka terbuka atau luka tusukan pada tubuh anak.
  • Tidak yakin atau lupa mengenai kapan waktu pemberian vaksin tetanus terakhir, atau tidak yakin mengenai apakah sudah mendapatkan vaksin sama sekali.
  • Anda mempunyai kekhawatiran dan pertanyaan mengenai kondisi anak.
  • Anak berkeringat sangat banyak tidak seperti biasanya.

Sebagai orang tua, Anda mempunyai hak untuk menentukan bentuk perawatan anak dan sebaiknya Anda memiliki dasar – dasar tentang perawatan kesehatan anak. Contohnya, bagaimana menangani anemia pada anak, mengetahui cara mengatasi anak tersedak, cara mengatasi mata minus pada anak dan cara mengatasi sakit perut pada anak. Sangat penting untuk mempelajari kondisi kesehatan anak dan bagaimana perawatan yang tepat, dengan mendiskusikannya bersama dokter anak mengenai perawatan apa yang Anda inginkan untuk anak. Pembahasan diatas hanya ditujukan untuk tujuan pemberian informasi, dan bukan sebagai saran medis resmi. Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

11 Tips Memilih Dokter Anak yang Tepat

11 Tips Memilih Dokter Anak yang Tepat

Memilih dokter yang cocok bagi anak adalah suatu keputusan yang sangat penting. Sebagian besar masa-masa ketika anak baru saja lahir akan dihabiskan di ruang praktek dokter anak, entah itu untuk kegiatan pemeriksaan rutin, imunisasi, atau ketika si kecil sakit. Bagi para orang tua baru, memilih dokter diantara sekian banyak pilihan adalah suatu kegiatan yang memusingkan, mungkin bahkan merasa seperti memilih kucing di dalam karung apabila benar-benar tidak mempunyai bayangan atau gambaran yang jelas tentang seorang dokter anak yang baik.

Penentuan dokter yang cocok untuk anak Anda kelak menjadi suatu hal yang perlu dilakukan sebelum melahirkan, karena setelah si bayi lahir, Anda akan memiliki terlalu banyak hal untuk dikerjakan sehingga mustahil mempunyai waktu untuk mempertimbangkan pilihan dokter anak dengan seksama. Selain itu, memiliki pilihan dokter anak yang telah mantap sebelum melahirkan juga akan membawa manfaat positif bagi anak, karena ia akan ditangani secara medis oleh dokter yang Anda pilih ketika proses kelahiran, sehingga dokter tersebut akan mengetahui riwayat kesehatan si kecil sejak ia lahir.

Pemilihan Dokter yang Tepat

Waktu yang baik untuk menentukan dokter mana yang akan Anda percaya untuk menangani sang anak yaitu ketika usia kehamilan berada pada usia 28 sampai 34 minggu. Pada usia kandungan seperti ini, biasanya orang tua telah dapat menentukan kriteria apa yang dicari dan diinginkan dari seorang dokter anak. Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mulai menentukan dokter anak yang tepat, yaitu:

1. Melakukan Riset

Pilihan seseorang mengenai dokter anak seringkali merupakan hasil rekomendasi dari orang lain, karena itu Anda perlu mencari setidaknya beberapa nama dokter yang menurut teman-teman serta kerabat Anda dapat menjadi kandidat yang cocok. Anda juga dapat mencari referensi kepada perusahaan asuransi mengenai nama-nama dokter yang direkomendasikan, menyimak forum-forum mengenai ibu dan anak di internet, bahkan membaca artikel mengenai dokter anak di majalah atau sumber terpercaya manapun.

2. Tentukan Lokasi Praktek Dokter

Menemukan dokter anak yang memiliki lokasi praktek tidak jauh dari tempat tinggal adalah suatu keharusan, karena ketika berurusan dengan anak kecil, perkara yang sering muncul adalah sebuah urgensi. Anda harus mempertimbangkan kemudahan mencapai lokasi praktek dokter jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat pada si kecil. Mulai dari akses kendaraan, rute kendaraan umum, lokasi parkir, dan tingkat keamanan pada lokasi tersebut.

3. Tentukan Tipe Dokter yang Diinginkan

Setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda, karena itu pula dapat mempunyai keinginan dan harapan yang berbeda mengenai sosok dokter yang mereka butuhkan. Ada yang memilih dokter wanita karena lebih lembut dan keibuan, ada pula yang menyukai dokter muda yang masih mudah diajak berdiskusi dan berpikiran terbuka, namun ada juga yang memilih dokter yang sudah senior dengan alasan sudah berpengalaman yang banyak. Untuk mendapatkan tipe dokter yang cocok bagi anak, Anda perlu menjumpai dokter secara langsung dan menentukan kriteria apa saja yang dicari.

4. Temui Dokter Secara Langsung

Jika memungkinkan, jadwalkan untuk pertemuan secara langsung dengan dokter-dokter yang telah menjadi pilihan Anda, katakanlah minimal tiga orang kandidat yang telah dipilih untuk menjadi dokter bagi anak Anda. Pastikan terlebih dulu apakah para dokter ini menetapkan tarif untuk kunjungan pre natal tersebut. Saat berhasil membuat janji temu, Anda bisa mendiskusikan apa saja yang ingin Anda tanyakan kepada dokter dan melihat bagaimana ia menanggapi pembicaraan Anda, juga bagaimana cara dokter tersebut berkomunikasi dengan para orang tua.

5. Tanyakan Hal yang Relevan

Siapkan pertanyaan yang relevan dengan maksud dan tujuan Anda ketika bertemu dengan dokter anak tersebut, yaitu pertanyaan yang dapat memberikan gambaran mengenai cara kerja dokter dan bukan pertanyaan yang ditujukan untuk menyelidiki sang dokter. Bertanyalah sehingga Anda dapat melihat bagaimana reaksi dokter terhadap setiap pertanyaan, dan Anda dapat menentukan apakah ia adalah orang yang Anda cari dengan tanya jawab tersebut.

6. Cek Reputasi Dokter

Seorang dokter yang telah banyak berpengalaman akan memiliki berbagai hal baik terkait dengan namanya. Anda dapat mencari berbagai hal yang telah menjadi pencapaian sang dokter yang akan membuktikan bahwa ia adalah seorang tenaga medis yang kompeten. Anda juga dapat menyelidiki latar belakang pendidikannya dan keanggotaan sang dokter dalam asosiasi kedokteran resmi.

Siapkan pertanyaan yang penting yang akan memberi jawaban dan gambaran untuk Anda mengenai apakah ia adalah dokter yang dapat selalu hadir ketika terjadi keadaan darurat, bagaimana caranya berkomunikasi, apakah ia peduli kepada pasien, bagaimana kecenderungannya terhadap pemberian obat, imunisasi, ASI, apakah ia orang yang adil atau suka menghakimi para pasien, tingkat keramahan, kemudahan dihubungi, dan banyak hal lainnya sesuai kriteria Anda.

7. Cari Tahu Apakah Dokter Tersebut Berkeluarga

Bagi beberapa orang mungkin pertanyaan ini akan terdengar usil dan tidak perlu, namun Anda perlu menanyakannya karena dalam beberapa kasus, dokter yang telah berkeluarga dan memiliki anak akan menjadi suatu nilai tambah bagi para orang tua karena biasanya akan memiliki lebih banyak empati kepada pasiennya. Namun, hal ini tidak selalu dapat dijadikan patokan karena beberapa dokter yang belum berkeluarga atau memiliki anakpun tetap dapat merasakan empati kepada pasiennya.

8. Minta Pendapat Pasien Lainnya

Ketika berkunjung untuk sesi pra natal ke kantor dokter anak, Anda dapat berbincang dengan pasien lainnya mengenai dokter tersebut. Tanyakan kesan-kesan mereka selama anak mereka menjadi pasiennya, apa kelebihan dan kekurangan dari praktek dokter tersebut. Perhatikan, apakah ruangan tunggu dan ruang prakteknya adalah tempat yang nyaman dan cocok untuk anak-anak, setidaknya memiliki beberapa benda yang dapat menarik perhatian anak dan membuat anak tidak rewel selama menunggu giliran berkonsultasi. Perhatikan juga keadaan tempat praktek dokter, apakah kebersihannya terjaga.

9. Dokter yang Mendukung ASI

Menemukan dokter anak yang mendukung pemberian air susu ibu dan mengerti manfaat ASI eksklusif untuk bayi tentunya sangat penting, karena melalui dokterlah Anda akan mendapatkan penjelasan dan dukungan yang tepat untuk mengetahui seluk beluk tentang menyusui sebagai orang tua baru yang belum berpengalaman. Carilah dokter yang dapat memberi penjelasan dan bantuan medis secara modern, namun juga dapat menyesuaikan dengan situasi ibu dan bayi.

10. Menyamakan Pandangan

Salah satu hal yang penting lainnya yaitu untuk menyamakan persepsi Anda dengan sang dokter. Anda dapat mencari tahu bagaimana pandangan dokter mengenai tumbuh kembang bayi, pola pengasuhan, pemberian imunisasi, ASI, sunat, pengobatan alternatif. Dan jika tidak, apakah sang dokter terlihat dapat menerima pendapat atau masukan dari pihak lain? Hal ini penting, karena Anda tidak dapat memercayakan kondisi medis anak kepada orang yang tidak mempunyai pandangan sama dengan Anda, atau terhadap orang yang tidak terbuka dan bersedia berdiskusi bersama.

11. Kenali Tipe Dokter

Ada tipe dokter yang akan memberikan banyak pilihan kepada Anda beserta nilai-nilai positif dan negatif mengenai sesuatu hal dan membiarkan orang tualah yang memutuskan, ada pula yang lebih suka memberikan arahan mengenai apa yang dia pikir merupakan pilihan terbaik, ada yang merasa dirinya mampu memutuskan tanpa mengetahui pendapat orang tua. Karena hal-hal inilah Anda perlu menyamakan pandangan dengan dokter tersebut.

Pertanyaan yang Perlu Diajukan

Seringkali kita merasa terintimidasi oleh sikap seorang dokter sehingga urung mengajukan berbagai pertanyaan yang seharusnya diajukan. Namun tetaplah mengingat, bahwa Anda sedang mencari seseorang untuk mengurus berbagai hal terkait dengan kondisi medis sang buah hati, karena itu tetapkanlah hati untuk mencari tahu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Anda dapat mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

  • Rumah sakit mana saja yang bekerja sama dengan sang dokter? Hal ini penting, pastikan bahwa rumah sakit pilihan Anda untuk bersalin nanti telah menjalin kerja sama dengan dokter yang dipiih.
  • Biaya, seperti asuransi yang ditanggung dan berapa tarif untuk konsultasi serta berbagai tindakan medis.
  • Apakah dokter akan menyertai saat kelahiran anak ataukah hanya bertemu saat kunjungan pertama setelah lahir?
  • Apakah jam praktek dokter dapat disesuaikan dengan jadwal Anda, misalnya jadwal pada hari kerja atau akhir pekan.
  • Bagaimana cara para staf dokter bekerja, apakah ada nomor darurat yang bisa dihubungi, apakah akan ada waktu untuk Anda sekedar bertanya tanpa perlu menemui dokter secara langsung kelak, bagaimana cara stafnya berkomunikasi dengan pasien, apakah ramah dan sangat membantu, dan lain-lain.
  • Apakah sang dokter dapat dihubungi diluar praktek, misalnya melalui telepon, sms, email atau sarana media sosial lainnya.
  • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menunggu agar mendapatkan janji temu dengan dokter.
  • Bagaimana penanganan anak yang sakit, apakah ada ruang terpisah untuk anak yang sakit dan yang tidak.
  • Apa yang harus dilakukan ketika dokter tidak dapat dihubungi dalam keadaan darurat.
  • Apakah ia memiliki dokter cadangan yang dapat menggantikan jika sewaktu-waktu berhalangan untuk memenuhi tanggung jawabnya?
  • Apakah para staf dokter memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk mengurus seorang anak dalam kriteria medis?
  • Apakah peralatan yang dimiliki lengkap, paling tidak untuk memberikan pertolongan pertama?

Menguji Kecocokan

Ketika telah memilih seorang dokter yang menurut Anda paling memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, Anda juga tetap harus melihat seberapa jauh pilihan tersebut benar-benar dapat memenuhi kebutuhan anak. Caranya dengan mengamati hal-hal berikut ini:

  1. Interaksi – Jika si kecil sudah lahir, Anda dapat melihat interaksi yang dilakukan dokter dengan anak ketika sedang dilakukan pemeriksaan. Cermati apakah dokter benar – benar tulus memberikan perhatian sepenuhnya terhadap keadaan kesehatan anak dan bagaimana caranya membuat anak merasa nyaman, dengan melihat respon anak terhadap dokter. Misalnya, bagaimana sikap dokter ketika memeriksa gejala diabetes pada anak, anak terlambat bicara, atau masalah anemia pada anak dan lainnya.
  2. Ketelitian – Seorang dokter yang berkualitas dan kompeten akan bisa langsung Anda lihat pada kesempatan awal. Dokter yang teliti dan mau menyimak keluhan pasien dengan seksama sangat dibutuhkan saat ini, karena posisi Anda sebagai orang tua yang tentunya ingin mengetahui detail mengenai kesehatan anak. Pastikan sang dokter memeriksa semua yang dibutuhkan dan tidak menganjurkan pemeriksaan yang tidak perlu atau berlebihan, misalnya apa saja jenis jenis imunisasi dan manfaatnya bagi anak.
  3. Tarif – Tidak dapat dibantah bahwa biaya akan menjadi salah satu ukuran dalam memilih dokter anak. Biasanya, kita akan sulit mengetahui tarif pasti dari sebuah sesi konsultasi dengan dokter sebelum benar-benar bertemu dengan dokter tersebut. Dengan sekali kunjungan, biasanya langsung tergambar berapa kira-kira biaya yang dibutuhkan untuk setiap kali kita memerlukan jasa sang dokter. Ketahuilah bahwa tidak selamanya tarif yang tinggi itu adalah dokter terbaik, demikian juga tidak selalu tarif murah menyatakan kemampuan dokter yang kurang baik.

Kapan Saatnya Membutuhkan Dokter Anak

Memiliki dokter anak yang telah terpercaya bukan berarti Anda dapat menyerahkan begitu saja semua masalah yang terjadi pada anak. Anda perlu jeli untuk menentukan kondisi yang penting dan yang masih dapat ditangani sendiri, atau melalui konsultasi telepon dengan waktu genting ketika anak benar-benar perlu dibawa untuk mendapatkan pertolongan dokter. Misalnya dalam beberapa situasi seperti berikut:

  • Anak mengalami masalah pencernaan

Masalah pencernaan tidak hanya bisa diderita oleh orang tua, tetapi juga anak-anak. Gangguan pencernaan adalah penyebab perut kembung pada bayi. Gejala lainnya seperti muntah, batuk, flu dan diare. Anak wajib dibawa ke dokter apabila terdapat darah pada feses atau muntahnya. Sakit perut di titik tertentu, diare berat hingga dehidrasi, juga merupakan kondisi yang wajib dibawa ke dokter.

  • Anak mengalami demam

Pada anak yang masih berusia di bawah tiga bulan, Anda perlu membawanya ke dokter walaupun demamnya masih berada di bawah suhu 38 derajat celcius. Jika anak sudah berusia diatas tiga bulan, Anda dapat membawanya ke dokter apabila telah mengalami demam lebih dari tiga hari dan tampak lemah serta lesu, dan cara mengatasi demam yang dilakukan tidak berhasil. Dan dalam usia berapapun jika demam anak mencapai suhu 40 derajat celcius, Anda perlu membawa anak ke dokter secepatnya, terutama jika demam disertai gejala lain seperti lesu, muntah, sulit makan, dehidrasi, kejang, susah bernapas, sulit terjaga, dan menangis terus menerus. Demam dapat menjadi salah satu gejala tetanus pada anak. Jangan meremehkan demam pada anak Anda, karena banyak kasus anak yang fatal terjadi hanya karena orangtua menyepelekan demam pada anak mereka.

  • Anak mengalami konstipasi

Pada bayi yang mendapatkan ASI, akan ada saat-saat dimana si kecil tidak buang air besar namun hal itu tidak akan berlangsung lama. Bila anak mengalami kesulitan buang air besar yang disertai dengan gejala lain seperti perut membengkak, muntah, lesu, tidak ada nafsu makan. Adapun konstipasi yang perlu diwaspadai adalah pada bayi yang berusia empat bulan kebawah jika tidak buang air besar setiap hari, dan pada bayi usia empat minggu keatas yang tidak buang air besar dalam seminggu. Anda juga dapat untuk mengecek gejala kolik pada anak yang baru lahir.

  • Kekurangan Cairan

Ketika anak mengalami diare atau muntah-muntah ada kemungkinan besar ia akan mengalami dehidrasi. Jika anak telah mengalami buang air besar sebanyak melebihi delapan kali sehari dan muntah darah atau feses mengandung darah dan berlendir, maka itu adalah waktunya anak dibawa ke dokter, dan juga jika anak mengalami muntah yang tidak berhenti selama kurun waktu 24 jam.

  • Flu dan Batuk

Anak-anak sangat sering mengalami flu dan batuk, seperti diketahui oleh Anda yang telah memiliki anak. Biasanya dalam tingkat yang ringan, dengan istirahan yang cukup dan obat tradisional maka anak dapat segera sehat kembali. Namun jika disertai gejala lain seperti sesak napas, batuk berbunyi, muntah, sulit tidur, demam yang melebihi tiga hari, dan tampak dehidrasi, maka anak perlu dibawa ke dokter. Anda juga dapat mengecek gejala sinusitis pada anak jika anak sering mengalami batuk dan pilek. Penyakit flu yang lama  juga dapat mengarah kepada bronkitis akut pada bayi dan anak.

  • Ruam

Penyebab ruam dapat terjadi karena berbagai hal, antara lain karena reaksi alergi, iritasi akibat sabun atau produk  perawatan bayi lainnya, ataupun infeksi. Bila ruam tidak menunjukkan tanda-tanda membaik selama tiga hari, disertai demam dan muntah, tidak berubah warna saat ditekan, Anda wajib membawa anak ke dokter. Ruam yang tampak  berisi cairan juga dapat menjadi tanda gejala cacar air pada anak.

Satu hal yang paling penting, ketika Anda telah memutuskan untuk membawa anak berkonsultasi dengan seorang dokter, jangan biarkan pendapat orang lain menggoyahkan keyakinan Anda. Selama Anda tetap bersikap objektif dan yakin bahwa dokter tersebut adalah yang paling tepat untuk si kecil, maka tidak ada alasan untuk merasa ragu akan pilihan tersebut. Anda bisa merasa yakin terhadap seorang dokter apabila anak tetap terlihat nyaman dan terjaga kesehatannya selama ditangani oleh sang dokter.

20 Efek Positif dan Negatif Televisi bagi Pertumbuhan Anak

20 Efek Positif dan Negatif Televisi bagi Pertumbuhan Anak

Televisi adalah salah satu media yang paling awal mempengaruhi kehidupan anak. Untuk sebagian orang, televisi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Sehingga ketika memiliki anak, sang anak pun juga akan mengenal televisi lebih dini. Bagi seorang anak, sulit untuk menghindari televisi sementara para orang dewasa di sekelilingnya justru sering terhubung dengan alat elektronik tersebut. Sebenarnya tidak hanya televisi, anak-anak pada masa kini telah terekspos pada banyak alat-alat elektronik yang canggih seperti hp, tablet, dan komputer. Akan tetapi televisi telah eksis dan dikenal anak bahkan sebelum mereka bisa bicara, berguling, tumbuh gigi, atau belajar mengendarai sepeda. Sebabnya, karena di sebagian rumah tangga, televisi tetap menyala bahkan ketika tidak ada seorangpun yang menonton.

Teknologi sebenarnya dapat menjadi bagian dari masa perkembangan anak, selama penggunaannya tepat guna dan menjadi suatu hal yang memberikan pengaruh positif. Misalnya, anak usia sekolah mendapatkan informasi yang berkaitan dengan pelajaran melalui internet. Namun jika penggunaannya berlebihan, hal itu akan menjadi suatu yang negatif, memberikan pengaruh buruk pada perkembangan anak. Terlebih lagi, orang tua sering menggunakan televisi sebagai pengganti pengasuh, karena menginginkan anaknya untuk tenang sehingga kerap menyuguhi anak dengan tayangan televisi tanpa batasan waktu, juga tanpa pengawasan yang diperlukan.

Faktor yang Mempengaruhi 

Untuk mengerti apa saja efek yang didapatkan anak dari menonton televisi, Anda harus memahami bagaimana televisi mempengaruhi perilaku anak terlebih dulu. Seberapa banyak televisi mempengaruhi anak, perlu dilihat dari berbagai aspek antara lain:

  • Berapa lama anak menonton televisi setiap harinya.
  • Usia anak saat pertama kali mengenal televisi
  • Perkembangan kepribadian anak atau tipe kepribadian anak
  • Apakah anak mendapatkan pendampingan dari orang tua ketika menonton
  • Konten apa yang ditonton anak
  • Apakah ada penjelasan dari orang tua mengenai apa yang ditonton anak.

Efek Negatif Televisi

Tidak dapat dipungkiri, konten-konten yang ada di televisi tidak selamanya memberikan pengaruh baik bagi penontonnya, terutama anak-anak. Beberapa efek negatif yang dapat dialami anak karena menonton televisi yaitu:

1. Mengekspos Anak Terhadap Kekerasan

Televisi seringkali menampilkan tayangan mengandung kekerasan yang jauh lebih parah daripada kenyataan sesungguhnya. Anak yang telah menyaksikan tayangan semacam ini dengan cukup sering bisa jadi merasa bahwa dunia yang dia tinggali adalah tempat yang menakutkan. Selain itu, jika anak sering menyaksikan kekerasan maka ia akan memiliki pola pikir bahwa kekerasan adalah suatu hal biasa yang dapat diterima.

2. Meningkatkan Sikap Agresif

Ada hubungan antara media yang penuh kekerasan dan agresivitas, namun masih belum jelas apakah media yang membuat anak dapat berperilaku agresif ataukah anak yang sudah memiliki kecenderungan melakukan kekerasan menjadi tertarik terhadap tayangan kekerasan di televisi. Ada pula kemungkinan bahwa anak yang cenderung agresif lebih memilih tayangan yang mendorong sifat agresifnya.

3. Obesitas

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak yang menonton televisi melebihi empat jam sehari menjadi beresiko tinggi untuk mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini tentu erat hubungannya dengan kekurangan gerak atau aktivitas yang dilakukan anak, sebab menonton televisi adalah suatu kegiatan yang minim gerakan. Selain itu, anak biasanya terpengaruh oleh iklan makanan yang tidak sehat yang tampak lezat di televisi, padahal sebagian besar merupakan jenis makanan berbahaya untuk anak. Akan sulit mengenalkan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak jika ia sudah terbiasa melihat makanan yang tidak sehat.

4. Perilaku Buruk 

Anak dapat mengadopsi perilaku beberapa karakter di televisi yang mendorong kehidupan seks bebas, konsumsi alkohol, merokok, memakai obat  obatan terlarang, bersikap rasis, sering mengeluarkan kata-kata kasar, tidak santun, hubungan sesama jenis, pembullyan terhadap temannya, dan masih banyak lagi.

5. Mempengaruhi Pendidikan Anak

Menonton televisi dapat mempengaruhi proses belajar dan performa anak di sekolah apabila mengambil waktu yang seharusnya dipergunakan untuk aktivitas yang penting bagi perkembangan fisik dan mental anak. Akibatnya anak dapat mengalami penurunan konsentrasi belajar yang berefek pada pencapaiannya di sekolah. Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak daripada menonton televisi terus menerus perlu disadari para orang tua sehingga seharusnya diberikan jenis mainan yang merangsang otak anak daripada menonton televisi. Sebagian besar waktu luang anak seharusnya dihabiskan untuk melakukan aktivitas seperti bermain, membaca, berolah raga, dan lainnya.

6. Mempengaruhi Proses Perkembangan Anak 

Sementara televisi yang menayangkan konten berpendidikan belum akan dapat mempengaruhi anak yang berusia di bawah dua tahun, kebiasaan menonton televisi pada usia tersebut akan merampas waktu yang seharusnya digunakan untuk perkembangan fisiknya, terutama perkembangan otak dengan bermain dan berinteraksi dengan orang lain. Menonton televisi juga dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk mengembangkan motorik, bahasa, kreativitas dan kemampuan sosialnya. Terlalu banyak menonton televisi dapat membuat kemampuan inteligensi anak menjadi tumpul, membuatnya menjadi orang yang pasif, apatis, dan kemampuan untuk berimajinasi serta berpikir logis, bahkan dapaat membuat anak terlambat bicara menjadi semakin sulit mengatasi hambatan tersebut.

7. Konsumtif

Satu lagi efek negatif televisi adalah tumbuhnya sifat konsumtif pada anak. Jumlah iklan yang anak lihat di televisi telah mengekspos mereka kepada banyak merk atau produk yang tidak mereka butuhkan. Iklan-iklan tersebut dapat mendorong anak untuk tertarik kepada makanan atau minuman yang tidak menyehatkan, dan mulai menganggap bahwa semua itu adalah makanan dan minuman yang baik dan wajar disantap kapan saja. Orang tua juga dapat menerima paksaan dari anak untuk membelikan sesuatu barang yang mereka lihat di televisi.

8. Meningkatkan Resiko Penyakit

Para peneliti dari Universitas Sydney melaporkan bahwa ada hubungan dengan jumlah total waktu anak menonton televisi dengan pembuluh retina pada anak. Anak-anak yang menonton televisi dalam waktu lama dilaporkan memiliki pembuluh yang lebih sempit, yang dapat meningkatkan resiko sakit jantung. Sedangkan pada tahun 2014 dipublikasikan penelitian yang menyebutkan bahwa anak berusia diantara 2-10 tahun yang menonton televisi lebih dari dua jam sehari lebih berpotensi memiliki penyakit tekanan darah. Kekurangan gerak juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

9. Menjauhkan Anak dari Anggota Keluarga

Menonton televisi adalah kegiatan yang bersifat satu arah saja sehingga tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan orang lain. Apabila kegiatan anak dan anggota keluarga yang lain sehari-hari hanya terfokus kepada menonton televisi, hal tersebut akan mengurangi waktu yang seharusnya dimiliki untuk menjalin ikatan antara satu sama lain sebagai sebuah keluarga. Kurangnya ikatan emosional dengan anggota keluarga lain bisa memberi pengeruh negatif pada tahap perkembangan karakter anak. Padahal cara mendidik anak yang suka membantah, cara mendidik anak yang suka mencuri, atau cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua akan bergantung pada kedekatan yang terjalin dengan anggota keluarga lainnya.

10. Matang Secara Seksual Sebelum Waktunya

Konten bermuatan seksual sekarang bisa disebut ditayangkan secara bebas di media massa, termasuk televisi. Apabila anak sering dibiarkan menonton tayangan apa saja tanpa ada pendampingan orang tua, kemungkinan sangat besar ia akan terekspos pada tayangan bermuatan seksual. Akibatnya, anak dapat menjadi lebih cepat matang secara seksual berkat tayangan yang ia tonton. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bisa saja ia akan mencoba mempraktekkan apa yang diketahuinya dengan cara yang salah. Pemahaman tentang seksualitas yang salah dapat tertanam di otak anak, terlebih lagi jika ia tidak mendapatkan informasi yang benar secara seimbang. Inilah yang mendasari banyaknya kasus perkosaan yang dilakukan oleh anak kecil kepada teman sebayanya, anak-anak yang kecanduan konten porno, terjerumus ke dalam pergaulan bebas, dan banyak kasus lainnya.

11. Merusak Mata

Menonton televisi dalam waktu lama dapat membuat anak mengalami kelelahan otot mata atau juga bisa disebut sebagai Asthenopia. Hal ini terutama dapat dialami oleh anak yang berusia kurang dari satu tahun, karena sebenarnya pada usia ini anak mengalami rabun dekat, yaitu kondisi dimana bayangan suatu benda jatuh di belakang retina. Anak pada usia tersebut masih menyesuaikan jarak pandangnya yang sedang berkembang. Terlalu fokus menonton akan membuat mata anak lelah karena terus menerus berusaha menempatkan bayangan pada titik yang benar. Apabila anak yang lebih besar sering menonton televisi dalam jarak dekat, bukan tidak mungkin orang tua akan harus mencari cara mengatasi mata minus pada anak.

12. Tidak Dapat Membedakan Kenyataan

Ekspos tayangan televisi yang bertubi-tubi pada seorang anak akan membuatnya kehilangan sense of reality atau pemahaman terhadap kenyataan. Anak akan sulit membedakan antara hal yang dapat dilakukan di dunia nyata dengan imajinasi yang dilihaatnya pada acara televisi. Akibatnya, ia akan kesulitan juga untuk membedakan hal yang benar dan salah, serta memahami berbagai nilai moral yang berlaku.

13. Malas

Anak-anak yang kecanduan dengan tontonan televisi dapat membuat anak menjadi malas. Mereka lebih mengutamakan menonton acara-acara kesayangan mereka ketimbang belajar, mengerjakan PR maupun melaksanakan tugas-tugasnya seperti membantu orangtua.

Efek Positif Televisi

Kendati banyak efek negatif yang dapat dialami oleh anak akibat menonton televisi, namun apabila dilakukan dengan sejumlah peraturan tertentu, televisi dapat menjadi suatu hal yang positif bagi anak. Manfaat positif yang bisa didapatkan dari menonton televisi yaitu:

1. Televisi Sebagai Sarana Pendidikan

Beberapa stasiun televisi memfokuskan diri pada produksi tayangan yang mendidik dan memberi informasi kepada penontonnya, terutama anak-anak. Contohnya, tayangan Sesame Street, Hi Five, Mr. Maker, dan banyak lagi. Lalu ada saluran lain yang mengkhususkan diri kepada konten ilmiah, sejarah, dokumenter, geografi, dunia hewan, lingkungan dan matematika, serta banyak lagi informasi yang berguna. Anak juga dapat mengetahui berbagai bahasa yang berbeda dari seluruh dunia. Memberi izin kepada anak untuk menonton saluran-saluran pendidikan ini dengan pengawasan akan memberi mereka pengetahuan akan apa yang terjadi di dunia pada saat ini.

2. Sarana Hiburan

Televisi adalah salah satu sumber hiburan utama bagi anak-anak. Suara dan imaji yang beragam serta penuh warna akan menarik minat anak dan membuat mereka memperhatikannya. Mulai dari film hingga pada film kartun, ada beberapa program yang dapat membuat anak terpikat. Pastikan bahwa isi tayangan tersebut memang layak untuk anak, berdasarkan tingkat pemahaman dan usianya.

3. Olahraga

Manfaat olahraga untuk anak usia dini sangat besar, karena dapat mendukung perkembangan kemampuan motorik anak. Cara yang paling baik untuk memperkenalkan anak pada kegiatan berolah raga adalah melalui televisi. Dorong mereka untuk menonton berbagai tayangan olah raga yang berbeda seperti sepak bola, renang, senam, tenis, bola basket dan sebagainya dengan pendampingan orang tua. Jelaskan kepada anak mengenai aturan permainan, cara bermain, dan berbagai fakta menarik seputar cabang olahraga tertentu. Jika anak mulai tertarik kepada salah satu jenis olahraga, ajak mereka untuk mencobanya.

4. Membuka Wawasan Anak

Televisi memungkinkan kita menjelajah bagian dunia lain yang tidak mungkin didatangi sendiri, tanpa harus melangkahkan kaki keluar rumah atau mengeluarkan biaya perjalanan. Tayangan yang tepat dapat membawa anak ke ebrbagai negara dan mempelajari tentang beragam budaya di dunia. Anak dapat mempelajari berbagai tradisi, sifat dan tingkah laku orang – orang di belahan dunia lain, selain itu juga dapat menjadi cara meningkatkan daya ingat anak dengan menghafal berbagai pengetahuan positif yang diserapnya melalui televisi.

5. Memberi Inspirasi

Program televisi yang bagus tidak hanya bisa mendidik pemirsanya saja, akan tetapi juga memberi inspirasi. Progtam pendidikan akan memberi anak ide untuk melakukan sesuatu berdasarkan apa yang dia tonton. Contohnya, acara televisi yang berisi tentang praktek kerajinan tangan dapat memberi anak ide untuk mencoba sesuatu yang baru dengan menggunakan clay, cat atau kertas. Selain itu, acara dokumenter mengenai beragam profesi juga dapat mendorong anak untuk menentukan minatnya kelak, dan dorongan untuk berbuat suatu kreativitas bisa menjadi cara mengasah bakat anak sejak dini.

6. Hiburan

Menonton televisi merupakan salah satu kegiatan yang dapat memberikan hiburan murah pada anak-anak. Ketika mereka sedang jenuh atau lelah dengan tugas sekolah, menonton televisi dapat menjadi hiburan untuk menyegarkan pikiran anak. Sehingga dengan demikian anak akan kembali bersemangat dan merasa terhibur.

7. Mendukung Kemampuan Visual Anak

Melalui tontonan televisi, anak dapat mulai mengenali bentuk-bentuk visual dari berbagai kosa kata yang diketahuinya. Misalnya, bagaimana bentuk huruf, penampilan dan karekteristik hewan-hewan, bentuk-bentuk geometri, dan lain sebagainya. Kemampuan visual anak yang meningkat akan membantunya untuk memahami sesuatu hal dengan lebih baik.

Tips Menonton Televisi

Untuk mengurangi efek negatif yang akan timbul pada saat anak menonton televisi, diperlukan sejumlah pembatasan dan aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh anak. Pihak yang dapat memberikan peraturan dan pembatasan seperti ini tentu saja adalah orang tua sebagai pihak yang terdekat dengan anak. Hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh para orang tua yaitu:

  • Jangan membiarkan anak berusia dua tahun untuk menonton televisi, karena pada usia semuda itu mereka tidak dapat merasakan manfaatnya.
  • Batasi waktu menonton hanya maksimal selama dua jam sehari untuk anak.
  • Dampingi anak ketika menonton televisi dan berikan penjelasan kepadanya untuk beberapa adegan yang diperlukan.
  • Perlakukan televisi sebagai suatu reward bagi anak, sehingga kesempatan menonton televisi akan menjadi hal yang bermanfaat dan bisa mendorong anak untuk berperilaku positif. Anda juga bisa menjadikannya sebagai suatu konsekuensi jika anak tidak mengikuti  peraturan maka ia akan kehilangan hak istimewa nya untuk menonton selama beberapa waktu.
  • Orang tua juga harus rela mengurangi atau bahkan meniadakan acara menonton televisi untuk memberikan contoh baik kepada anak.
  • Pilihkan acara yang layak ditonton anak, jika perlu orang tua dapat memasang parental control untuk mencegah anak menonton acara yang tidak layak untuknya.
  • Matikan televisi ketika tidak ditonton.
  • Ajak anak untuk bersikap aktif ketika menonton televisi, misalnya dengan mengikuti alunan lagu atau tarian yang dilihatnya, juga mengajak anak berdiskusi tentang tayangan yang ditontonnya.
  • Beri anak kegiatan untuk mengalihkan pikirannya dari televisi seperti mainan – mainan edukatif dan kegiatan yang merangsang kreativitas.
  • Matikan televisi saat anak sedang konsentrasi belajar, dan jangan biarkan anak belajar di ruangan dengan televisi menyala.
  • Tidak perlu menaruh televisi di kamar tidur anak, karena hal itu akan memberinya akses tanpa batas untuk menonton sendirian berbagai acara yang tidak layak untuk anak.

Besarnya pengaruh negatif televisi pada perkembangan anak harus disadari oleh para orang tua. Masih banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa dampak menonton televisi tanpa pendampingan yang layak bisa sangat merusak mental anak. Kita tidak dapat menyamakan anak yang masih mengembangkan kemampuan perseptifnya dengan orang dewasa yang memang sudah memiliki kemampuan untuk menyaring mana saja hal-hal yang baik serta yang buruk. Terlebih lagi jika anak diberi kebebasan menonton apa saja yang ada di televisi tanpa dipilihkan orang tua. Karena itulah sebaiknya tidak memanfaatkan televisi sebagai alat untuk menenangkan anak sementara orang tua melakukan kesibukannya sendiri. Akan jauh lebih baik jika memberikan anak permainan yang mendidik untuk membuatnya tenang ketika orang tua perlu melakukan hal lain.

Bronkitis Akut dan Kronis pada Bayi dan Anak

Bronkitis Akut dan Kronis pada Bayi dan Anak

Bronkitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada saluran udara utama yang berhubungan dengan paru-paru, yang juga dikenal dengan nama bronkus. Ketika virus yang menyebabkan flu, batuk atau sinusitis menyebar dan berkembang biak sampai ke bronkus, itulah saatnya terjadi penyakit bronkitis. Saluran udara akan membengkak, dipenuhi oleh lendir dan meradang karena kuman yang berkembang biak di dalam saluran udara tersebut.

Mekanisme pernapasan manusia adalah ketika bernapas, itu berarti menghirup udara yang kaya akan oksigen dan membuang karbondioksida dari dalam tubuh. Dalam tubuh manusia ada saluran udara yang fungsinya mengalirkan udara untuk pernapasan melalui hidung, tenggorokan, lalu ke trakea, bronkus dan akhirnya ke paru-paru. Bronkus adalah bagian dari saluran nafas yang mempunyai bentuk seperti pipa. Letaknya ada di bagian dada dan terhubung dengan paru-paru.

Penyebab Bronkitis Pada Anak

Bronkitis berasal dari kata bronkus yang artinya adalah saluran napas besar dan itis, yang menunjukkan reaksi peradangan tersebut. Penyebab bronkitis yang paling umum pada anak adalah infeksi virus atau sejenisnya, terutama Respiratory Syncytial Virus atau RSV dan berbagai jenis virus lainnya seperti adenovirus dan virus penyebab influenza. Virus ini bisa menyebar melalui cairan hidung.

Jenis Bronkitis

Dilihat berdasarkan lama waktu sakitnya, bronkitis dapat dibagi menjadi dua macam yaitu bronkitis akut yang dapat bertahan selama dua atau tiga minggu dan bronkitis kronis yang dapat bertahan selama setidaknya tiga bulan dalam satu tahun dan dapat berulang pada tahun berikutnya. Anak – anak di bawah usia lima tahun kebanyakan terserang bronkitis akut, dan juga merupakan jenis bronkitis yang paling sering terjadi.

Gejala Bronkitis

Sesuai jenis bronkitis yang ada, gejalanya juga berbeda bagi bronkitis akut dan kronis. Berikut ini adalah gejala yang akan tampak apabila anak mengalami salah satu jenis bronkitis tersebut:

1. Bronkitis Akut

Anda perlu mewaspadai bahwa penyakit si kecil adalah bronkitis apabila telah menunjukkan beberapa tanda atau gejala seperti berikut ini, yang dapat menunjukkan gejala bronkitis akut:

  • Batuk sudah berlangsung selama lima hari atau lebih. Batuk terjadi karena reflek tubuh yang berusaha mengeluarkan lendir yang ada di dalam bronkus.
  • Anak mengalami batuk berdahak
  • Keluar dahak berwarna bening, putih, bahkan hijau atau kuning.
  • Ada rasa nyeri dada ketika batuk
  • Penyakit tidak selalu disertai demam, tetapi mungkin saja demam ringan akan muncul sekali – sekali yang menunjukkan proses bahwa tubuh melawan bakteri atau virus penyebab penyakit tersebut.

2. Bronkitis Kronis

Selain dari gejala bronkitis akut, anak juga dapat menunjukkan gejala bronkitis kronis yang perlu Anda kenali segera agar bisa cepat memberikan penanganan terbaik pada anak:

  • Anak batuk disertai dahak yang berwarna kuning atau hijau yang sudah berlangsung selama paling sedikit tiga bulan berturut – turut dalam setahun, atau bahkan dua tahun berturut – turut.
  • Mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas akibat saluran bronkus yang menyempit.
  • Kadang – kadang nafasnya berbunyi dan mudah merasa sangat lelah.

Waspadai beberapa hal berikut pada anak

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada beberapa hal yang dapat menunjukkan gejala bronkitis yang dapat dilihat jelas pada anak, yang perlu diwaspadai oleh orang tua:

  • Anak batuk terus menerus – Kebanyakan orang tua mungkin menganggap anak yang sedang batuk sebagai hal yang biasa, namun sebaiknya tidak meremehkan serangan batuk yang diderita anak tersebut. Batuk yang terus menerus dan berlangsung dalam waktu lama selama sekitar satu hingga tiga minggu yang tidak segera sembuh, orang tua perlu mewaspadai bahwa batuk tersebut terjadi karena peradangan paru-paru yang menyebabkan bronkitis.
  • Flu yang cukup lama – Penderita bronkitis juga mengalami flu yang berlangsung cukup lama dan tidak kunjung sembuh. Flu berkepanjangan juga bisa terjadi karena alergi, namun untuk menentukan penyebabnya dengan benar sebaiknya segera periksakan anak ke dokter jika anak mengalami flu yang sulit sembuhnya.
  • Mengalami kesulitan bernapas atau sesak – Karena bronkitis sangat berhubungan dengan sistem pernafasan, penderitanya pun akan menunjukkan beberapa gejala tertentu. Yang paling jelas terlihat adalah sesak napas yang bisa menandakan bahwa infeksi di saluran pernapasan sudah cukup parah. Masalah pernapasan ini juga akan membuat penderita merasa cepat lelah dan sulit untuk beraktivitas dengan aktif. Jika Anda menemukan gejala ini ada pada anak, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter untuk dapat benar-benar memastikan penyebabnya.

Anak yang Beresiko Terkena Bronkitis

Beberapa faktor yang membuat resiko anak terkena bronkitis semakin besar yaitu jika anak hidup diantara lingkungan perokok, masih berada di bawah usia enam bulan, lahir prematur, kurang mendapat asupan ASI, dan berada di lingkungan yang padat penduduk sehingga kualitas udara yang dihirup kurang baik.

Bronkitis Pada Bayi 

Bronkitis pada umumnya menyerang anak di bawah usia dua tahun, khususnya pada bayi yang berusia tiga sampai enam bulan. Pada bayi, gejala bronkitis ditandai dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas yang ringan atau ISPA. Kemudian bayi akan mengalami batuk yang memburuk dalam dua atau tiga hari, ada muntah, dan suara seperti berdesis ketika bernapas, bahkan bisa mengalami lebam kebiruan dan cuping hidungnya membesar setiap kali menarik napas.

Mengatasi Bronkitis Pada Bayi dan Anak

Jika kondisi bayi dan anak masih berada dalam tahap ringan, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejalanya di rumah yaitu:

  1. Bayi yang telah memasuki tahap MPASI dapat diberikan banyak cairan untuk mencegahnya mengalami dehidrasi dan meringankan gejala bronkitis yang dideritanya. Begitu juga dengan anak yang sudah berusia lebih besar, beri cairan pada anak dalam jumlah banyak untuk mencegahnya dehidrasi. Paling baik untuk memberinya air putih saja. Gunakan manfaat ASI eksklusif untuk bayi agar bayi tidak menjadi dehidrasi.
  2. Jika bisa, lembabkan udara di dalam ruangan agar bayi dapat bernafas lebih mudah dan juga perhatikan kebersihan ruangan agar terhindar dari kotoran serta debu yang dapat mempengaruhi sistem pernapasannya.
  3. Bila anak atau bayi mengalami batuk berdahak, Anda dapat membantunya dengan menguapi pernapasan bayi atau anak dengan menggunakan alat humidifier. Jika tidak memilikinya, biasanya dokter anak akan menyarankan untuk melakukannya di fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit.

Cara Mencegah Bronkitis

Pada dasarnya cara mencegah agar tidak terkena penyakit bronkitis adalah melalui sistem pertahanan tubuh yang baik. Oleh sebab itu, kondisi imunitas tubuh anak perlu dijaga agar tidak mudah tertular penyakit. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terkena bronkitis yaitu:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh – Banyak cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit dari virus atau kuman tertentu. Salah satunya adalah dengan mendapatkan vaksinasi yang tepat. Saat ini vaksinasi untuk penyakit influenza sudah tersedia. Anda bisa mendapatkannya untuk mencegah tertular flu yang bisa menyebabkan bronkitis. Kekebalan tubuh anak juga bisa diperoleh dari manfaat menjemur bayi dan anak pada waktu yang tepat serta jenis jenis imunisasi dan manfaatnya yang ada bagi anak-anak. Juga, perhatikan tanda tanda anak kurang gizi agar tidak sampai mempengaruhi kekebalan tubuh anak.
  • Melindungi pernapasan – Banyak orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit bronkitis karena sering terpapar polusi udara yang pekat seperti asap, debu dan beragam serbuk yang beterbangan di udara. Memakai masker atau penutup mulut dan hidung merupakan salah satu cara untuk menghindari terhirupnya hal – hal tersebut kedalam paru – paru dan mencegah resiko terkena bronkitis.
  • Menjauhi orang yang sedang terkena flu – Karena salah satu penyebab bronkitis adalah virus flu, maka sebaiknya menjauhi dulu orang yang sedang terkena flu agar tidak tertular. Minta orang tersebut mengenakan masker ketika berada di dekat anak – anak dan meminimalkan kontak untuk mencegah penularan seperti menghindari minum dan makan dari peralatan yang sama pada waktu yang sama, terkena bersin, atau lain-lain.
  • Mengatur pola makan – Salah satu penunjang kekebalan tubuh adalah asupan makanan yang baik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Menjaga pola makan yang seimbang dan penuh gizi seperti memperbanyak sayuran atau buah akan membantu tubuh mendapatkan asupan gizi yang diperlukan agar ketahanan tubuh semakin baik. Begitu juga dengan manfaat pentingnya sarapan untuk anak yang dapat menjaga energinya tetap penuh untuk beraktivitas. Berilah makanan terbaik untuk bayi dan anak agar mereka mendapatkan asupan gizi yang diperlukan. Penyebab perut kembung pada bayi dan gangguan pencernaan pada anak juga bisa disebabkan karena pola makan yang kurang baik.
  • Menjaga kebersihan – Infeksi virus yang menjadi penyebab penyakit bronkitis dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan pribadi, terutama tangan. Sering mencuci tangan setiap selesai beraktivitas akan membantu untuk mencegah penyebaran kuman atau virus penyakit, dan juga dapat menjadi cara mengatasi diare pada anak dan cara mengatasi keracunan pada anak, dan juga menghindari gejala cacingan pada anak.
  • Menghindari perokok – Untuk menghindari resiko terkena bronkitis, sebisa mungkin anak harus dijauhkan dari lingkungan yang banyak perokok. Asap rokok yang dihirup membuat saluran udara teriritasi dan akan memproduksi lendir yang akan menjadi salah satu faktor resiko terkena bronkitis. Begitu pula jika orang tua adalah perokok, sebaiknya sebisa mungkin berdekatan dengan anak dalam keadaan bersih dari sisa asap rokok yang berbahaya bagi anak.

Mengobati Bronkitis Pada Anak

Jika anak mengalami bronkitis biasanya orang tua akan membawanya untuk berkonsultasi dengan dokter. Namun ada beberapa pengobatan dengan menggunakan bahan alami yang bisa digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh anak dari penyakit bronkitis:

1. Bawang Putih

Hampir setiap masakan kita menggunakan bawang putih sebagai bumbu utamanya. Tidak hanya untuk bumbu masakan, bawang putih juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan kecantikan. Dalam bidang kesehatan, bawang putih dapat melancarkan peredaran darah, merangsang sistem imun serta dapat menjadi antioksidan alami. Untuk mengobati bronkitis, bawang putih dapat dikonsumsi langsung dalam porsi yang sewajarnya. Selain itu, bawang putih dapat menjadi cara meningkatkan kekebalan tubuh anak agar tidak mudah sakit.

2. Bawang Merah

Bawang merah mempunyai khasiat untuk mengencerkan dahak yang menggumpal dan menyumbat saluran pernapasan. Untuk pengobatan bronkitis, bawang merah dapat dikonsumsi langsung atau dengan menambahkan irisan bawang merah pada makanan sehari – hari pada makanan sehat untuk tumbuh kembang anak. Cara lain yaitu dengan mengonsumsi jus bawang merah sebanyak satu atau dua sendok makan setiap pagi.

3. Garam Inggris atau Garam Epsom

Gejala bronkitis akut dapat Anda atasi dengan menggunakan garam inggris atau garam epsom. Hanya saja, garam ini tidak dikonsumsi melainkan digunakan untuk campuran pada air mandi. Caranya yaitu dengan menambahkan sekitar satu kilogram garam inggris ke dalam 60 liter air hangat. Tunggu sampai garam tersebut larut dalam air, , lalu gunakan air selama sekitar setengah jam untuk mandi atau berendam.

4. Biji Wijen

Khasiat biji wijen untuk mengobati bronkitis yaitu dapat mengurangi nyeri pada rongga dada. Cara menggunakan biji wijen untuk penyakit bronkitis yaitu:

  • Campur setengah sendok teh biji wijen dengan dua sendok makan air, lalu dimakan langsung.
  • Campur satu sendok teh biji rami, satu sendok teh biji wijen, sedikit garam dan satu sendok teh madu murni. Minum campuran ini setiap malam sebelum tidur.

5. Jahe

Jahe bukan hanya bermanfaat sebagai bahan untuk pengobatan flu biasa, namun juga dapat digunakan untuk mengobati bronkitis. Jahe mempunyai sifat anti inflamasi yang dapat mengurangi masalah iritasi, peradangan atau pembengkakan pada paru – paru. Cara menggunakan jahe untuk mengatasi penyakit bronkitis yaitu:

  • Siapkan secangkir air mendidih, campur satu sendok teh bubuk jahe kering. Tambahkan satu sendok teh lada hitam lalu aduk hingga rata. Tambahkan satu sendok madu dan minum campuran ini tiga kali sehari.
  • Campur satu sendok teh bubuk jahe kering, satu sendok teh lada hitam, dan satu sendok teh bubuk cengkeh ke dalam secangkir air panas. Diamkan sampai agak dingin lalu tambahkan satu sendok teh madu atau susu, minum tiga kali sehari.
  • Siapkan beberapa ruas jahe, bersihkan dan kupas lebih dulu. Rebus jahe tersebut dengan air secukupnya sampai mendidih, lalu minum jika sudah agak mendingin.

6. Daun Sambiloto

Daun ini berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit, anti radang, bisa menjadi penawar racun, menghilangkan bengkak dan menjadi penurun panas. Cara menggunakan daun sambiloto untuk penyakit bronkitis yaitu:

  • Ambil daun sambiloto beberapa lembar dan bersihkan.
  • Rebus dengan air sebanyak tiga gelas sampai tersisa air sejumlah satu setengah gelas.
  • Minumlah air rebusan daun sambiloto tersebut secara teratur.

7. Kumur Air Garam

Salah satu cara mengatasi batuk pada anak yaitu dengan kumur air garam. Peradangan yang terjadi pada tenggorokan dan rasa gatal akibat lendir yang mengental di tenggorokan dapat diatasi dengan cara berkumur air garam beberapa kali sehari. Cara menggunakan air garam untuk berkumur yaitu:

  • Siapkan segelas air hangat
  • Campur dengan beberapa sendok garam dan aduk rata
  • Kumur menggunakan air garam sebanyak tiga sampai lima kali sehari.

8. Madu

Madu sangat bermanfaat sebagai pengobatan untuk batuk yang juga merupakan salah satu gejala dari penyakit bronkitis, karena mengandung manfaat antibiotik. Manfaat madu untuk anak dan balita juga sangat baik sebagai cara mengatasi alergi pada anak dan mengatasi penyebab sariawan pada bayi . Cara menggunakan madu untuk mengobati bronkitis mudah saja, Anda tinggal mencampurkan madu ke dalam minuman yang biasa diminum anak sehari – hari seperti susu atau air putih secara rutin sampai batuknya berangsur reda.

9. Daun Sirih

Selain manfaatnya untuk menghilangkan jerawat di wajah, sirih juga dapat digunakan untuk mengatasi bronkitis. Caranya cukup dengan merebus beberapa lembar daun sirih yang sudah dibersihkan dengan beberapa butir gula batu di dalam panci dengan takaran dua gelas air. Diamkan sampai mendidih dan tersisa sebanyak satu gelas, lalu minumkan larutan itu kepada si penderita bronkitis.

10. Kulit Jeruk Mandarin

Manfaat kulit jeruk mandarin yang berhubungan dengan bronkitis antara lain anti asma, peluruh atau pengencer dahak, dan anti peradangan. Cara menggunakan kulit jeruk mandarin yaitu:

  • Anda bisa merebus kulit jeruk ini secukupnya dengan tiga gelas air.
  • Biarkan mendidih hingga tersisa sebanyak satu gelas.
  • Kemudian bagi menjadi tiga bagian untuk diminum tiga kali sehari.
  • Minumkan kepada penderita bronkitis selama sepuluh hari agar sembuh.
  • Bisa juga dicampur dengan daun beringin secukupnya untuk hasil yang lebih efektif.

Pada umumnya, jika tidak ada tanda infeksi yang serius ketika anak dibawa ke dokter maka tidak akan ada pemberian antibiotik yang diperlukan. Jika dokter memberikan resep antibiotik untuk anak yang sedang mengalami bronkitis tanpa tanda-tanda infeksi yang bisa dilihat atau yang sudah jelas, maka orang tua perlu mendiskusikan dengan dokter mengenai perlunya obat tersebut.