bicara

Anak Terlambat Bicara – Ciri, Penyebab dan Cara mengatasinya

Anak Terlambat Bicara – Ciri, Penyebab dan Cara mengatasinya

Perkembangan sang buah hati sekecil apapun itu akan menjadi hal yang ditunggu dan menggembirakan orang tua. Termasuk juga jika si kecil sudah mulai terdengar mengoceh dan bergumam, walaupun belum jelas apa yang dia gumamkan. Kata-kata pertama yang keluar dari mulut seorang anak akan menjadi suatu keajaiban tersendiri bagi orang tuanya. Pada umumnya ketika anak menginjak usia dua tahun, ia akan mulai bisa mengucapkan lebih dari satu atau dua patah kata. Anak seusia itu biasanya sudah belajar untuk menggabungkan beberapa kata menjadi sebuah kalimat yang sudah dapat dimengerti oleh orang tuanya atau pengasuhnya.

Anak dapat dikatakan mengalami keterlambatan bicara bila pada usia dua tahun belum dapat mengatakan lebih dari satu atau dua patah kata saja. Setiap anak memang memiliki tingkat kecepatan yang berbeda dalam setiap masa perkembangannya. Misalnya, ada anak yang sudah pintar bicara pada usia dua tahun, tetapi ada juga yang masih berjuang untuk merangkai kata – kata menjadi sebuah kalimat. Namun walaupun begitu, anak tetap akan berkembang sesuai dengan masa tahapan perkembangan yang normal. Jika anak terlihat tidak mengalami perkembangan sesuai tahapan yang normal, maka bisa jadi anak memang mengalami keterlambatan.

Tahapan Perkembangan Bicara Anak

Perkembangan bicara anak sama pentingnya dengan tahapan perkembangannya yang lain. Hal ini seharusnya menjadi topik yang dapat dibicarakan serta didiskusikan dengan dokter anak setiap kali waktu konsultasi rutin tiba, karena terkadang bisa menjadi sulit untuk melihat apakah anak sekadar belum berkembang atau mempunyai masalah yang harus diatasi dengan bantuan profesional, seperti cara jitu mengatasi cadel pada anak yang juga membutuhkan bantuan terapi bicara.

  • Sebelum 12 bulan

Pada usia ini, penting untuk memperhatikan tanda – tanda apakah anak menggunakan suaranya untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Mengoceh dan menggumam adalah beberapa tanda perkembangan awal. Ketika anak mulai berusia sekitar sembilan bulan, mereka mulai menggabungkan beberapa suara dan nada yang berbeda secara bersamaan, mungkin bahkan membentuk kata ‘mama’ atau ‘papa’ tanpa benar – benar mengerti artinya. Menjelang usia dua belas bulan, anak biasanya terlihat menaruh perhatian terhadap suara dan mulai mengenali nana – nama benda yang umum. Mulai sejak lahir, Anda bisa memberikan jenis mainan yang merangsang otak anak untuk mendukung tumbuh kembangnya, dan pada usia awal bayi, waspadalah jika bayi tidur tengkurap karena ada resikonya.

  • Usia 12-15 bulan

Anak – anak pada rentang usia ini seharusnya juga memiliki pilihan kosa kata yang lebih luas ketika sedang mengoceh, seperti menyebutkan huruf P, B, M, D atau N, mulai meniru atau mengulangi suara yang dibuat oleh anggota keluarga lain, mengatakan lebih dari satu kata secara spontan. Biasanya kata benda akan dikuasai terlebih dulu, mengerti dan memahami kalimat perintah sederhana seperti, “Tolong ambilkan mainan itu”. Ketika anak sudah bisa meraih dan mengambil sesuatu, Anda juga bisa mengamati apakah ada tanda – tanda anak kidal pada si kecil. Pada usia ini anak juga sudah mulai belajar berjalan, waspadailah bahaya anak terjatuh telentang ketika ia sedang mencoba berjalan sendiri.

  • Usia 18-24 bulan

Walaupun ada banyak faktor yang mempengaruhi, kebanyakan anak pada usia ini dapat menyatakan lebih dari 20 kata ketika berusia 18 bulan dan 50 kata ketika ia menginjak usia 2 tahun. Memasuki usia dua tahun, anak mulai menggabungkan dua kata untuk membentuk kalimat sederhana, dan mengenali objek yang umum dalam gambar atau kenyataan yang dia lihat sehari – hari, menunjuk mata, telinga dan hidungnya ketika ditanya, dan mengikuti dua tahap kalimat perintah seperti “Tolong ambilkan mainan itu dan berikan kepada Mama”. Pada usia dini, Anda bisa lebih mengetahui cara mengenali karakter anak karena ia sudah mulai menunjukkan dirinya sendiri.

  • Usia 2 sampai 3 tahun

Pada usia ini, orang tua sering melihat pencapaian besar pada anak mereka. Kosa kata anak seharusnya meningkat menjadi banyak kata yang sulit untuk dihitung dan anak biasanya dapat menggabungkan tiga atau lebih kata – kata menjadi satu kalimat. Pemahaman anak juga biasanya meningkat, pada usia tiga tahun seorang anak akan dapat mengerti kalimat seperti ” Taruhlah mainan itu di meja” atau “Taruhlah mainan itu di bawah meja”. Anak juga biasanya mulai memahami konsep deskriptif seperti besar dan kecil, dan mengidentifikasi warna.

Perbedaan Antara Bicara dan Bahasa

Bahasa dan bicara seringkali disalah artikan, namun ada perbedaan yang signifikan antara keduanya yaitu:

  • Bicara adalah ekspresi verbal dari bahasa dan termasuk artikulasi, yang mana merupakan cara untuk membentuk suara dan kata – kata.
  • Bahasa mempunyai cakupan lebih luas dan merujuk kepada seluruh sistem untuk mengekspresikan dan menerima informasi yang bermakna. Bahasa dimengerti melalu proses komunikasi verbal, non verbal dan tertulis.

Walaupun masalah pada bahasa dan kemampuan bicara berbeda, keduanya seringkali menjadi tumpang tindih. Seorang anak dengan kemampuan bahasa yang bermasalah mungkin saja mampu mengucapkan kata – kata dengan baik namun tidak bisa menggabungkan lebih dari dua kata dalam pembicaraannya.

Sementara pada anak lain, pembicaraannya mungkin saja sulit dimengerti namun ia bisa menggunakan dua kata atau lebih untuk menyampaikan maksudnya. Yang lainnya mungkin saja bisa berbicara dengan baik namun mempunyai kesulitan untuk mengikuti perintah dan arahan.

Ciri – ciri Anak Terlambat Bicara

Walaupun pada usianya anak Anda belum dapat berbicara sesuai dengan yang seharusnya terjadi, jangan dulu terburu – buru untuk memvonis si kecil mengalami terlambat bicara atau speech delay. Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk memastikan apakah seorang anak mengalami speech delay atau tidak, yaitu:

  1. Tidak Responsif  – Biasanya pada anak yang mengalami keterlambatan bicara sudah dapat dilihat tandanya sejak ia berusia satu tahun. Anak akan terlihat jarang atau tidak mengoceh dan bisa jadi tidak merespon apa yang ia dengar. Tidak responsif juga bisa merupakan tanda autis pada anak.
  2. Kosakata anak yang terbatas – Memasuki usia tiga tahun rata – rata anak akan dapat menguasai hingga ratusan kosa kata atau yang tidak dapat dihitung. Anak yang menguasai kosa kata jauh di bawah jumlah tersebut, kemungkinan besar dapat mengalami keterlambatan bicara. Anda bisa melihat jika anak terus menerus menggunakan kata yang sama dan sepertinya ia tidak tahu cara lain untuk menyampaikan maksudnya.
  3. Sulit berbicara dalam kalimat – Ketika berusia dua sampai tiga tahun umumnya anak sudah bisa berbicara menggunakan dua kalimat sederhana, mampu mengajukan pertanyaan dan mengikuti lirik lagu yang sederhana, mengucapkan tiga bagian tubuh yang dia ketahui.
  4. Sulit mengucapkan kata tertentu – Keterlambatan bicara berhubungan dengan kesulitan perkembangan bicara yang dialami anak, yaitu kesulitan untuk menggerakkan mulut dan lidah. Karena itu bagi anak yang mengalami keterlambatan bicara biasanya akan sedikit kesulitan untuk mengucapkan kata – kata atau huruf tertentu, dan salah dalam mengucapkan kata.
  5. Ucapannya sulit dipahami – Tanda ini sulit untuk dikenali, karena ketika anak berbicara kurang jelas dan tidak berurutan biasanya orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan anak akan langsung mengetahui maksudnya. Jadi, sulit untuk mengatakan apakah seorang anak benar–benar mengalami keterlambatan bicara dengan cara demikian.  Namun jika sudah memasuki usia 3 tahun keatas anak masih belum bisa menyampaikan maksudnya dengan jelas, ada kemungkinan ia akan mengalami keterlambatan bicara.
  6. Banyak menggunakan bahasa tubuh – Ketidakmampuan anak untuk menyatakan perasaan atau maksudnya akan membuat anak mencari cara lain untuk itu. Misalnya, dengan menggunakan bahasa tubuh. Jika anak lebih banyak menggunakan bahasa isyarat untuk menyatakan kemauannya seperti menunjuk dan lain – lain daripada berbicara, bisa saja anak mengalami keterlambatan bicara.

Penyebab Anak Terlambat Bicara

Keterlambatan bicara pada anak tidak terjadi begitu saja, namun ada beberapa penyebab yang menjadi alasan mengapa si kecil mengalami hal tersebut yaitu:

1. Gangguan pada kemampuan berbahasa

Gangguan ini berupa kesulitan untuk memproduksi suara seperti berbicara, meniru bunyi, sulit menggunakan bahasa lisan ketika bicara dengan orang lain, serta akan sulit memahami orang lain juga. Hal ini terjadi karena otak beberapa anak bekerja secara berbeda.

2. Gangguan Pendengaran

Anak yang mengalami gangguan pendengaran kesulitan menangkap nada dan intonasi suara atau bahkan tidak bisa menangkap suara – suara sama sekali, sehingga ia tidak paham bagaimana seharusnya berbicara dengan benar atau bagaimana menggunakan intonasi yang tepat ketika berbicara. Dengan begitu, anak akan mengalami kesulitan ketika meniru atau menggunakan bahasa secara jelas.

3. Pengaruh Televisi

Menonton televisi juga berpengaruh terhadap kemampuan bicara anak, karena alat hiburan ini hanya bekerja satu arah saja. Jika seorang anak yang masih sangat kecil terbiasa menonton televisi sendirian, ia bisa jadi akan tumbuh dengan tidak menyadari keadaan sekelilingnya, termasuk tidak merasa perlu untuk menjalin kontak dengan orang lain. Kurangnya interaksi dengan manusia  lain akan membuat anak tidak tahu caranya belajar berbicara.

4. Hambatan Pada Otak

Anak dapat mengalami keterlambatan bicara jika ia memiliki suatu gangguan di otak yang menghalangi fungsinya. Adanya gangguan pada daerah oral motor anak, akan menyebabkan anak bermasalah dalam pengolahan suara. Untuk memproduksi suara, diperlukan fungsi bibir, lidah dan rahang. Terjadinya gangguan pada ketiga organ mulut tersebut, akan menyebabkan keterlambatan bicara.

5. Lahir Prematur

Bayi prematur adalah anak yang lahir sebelum waktunya karena satu dan lain hal yang menjadi penyebabnya. Pada anak yang dilahirkan prematur, kondisi organ – organ tubuhnya belum sepenuhnya siap untuk dilahirkan, karena itu ada kemungkinan anak akan mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, salah satunya adalah keterlambatan bicara.

6. Hambatan pada saraf 

Anak dapat mengalami keterlambatan bicara karena ada hambatan pada sistem neurologisnya. Contohnya jika anak mengalami celebral palsy atau distrofi otot yang dapat mempengaruhi otot – otot yang diperlukan untuk berbicara sehingga anak akan kesulitan untuk sekedar memproduksi sebuah kata yang ada artinya.

7. Autisme

Autisme merupakan suatu gangguan pada anak yang terkait erat dengan masalah komunikasi. Autisme pada anak menggambarkan bahwa seorang anak yang memiliki autisme akan mengalami hambatan besar dalam berkomunikasi dengan orang lain. Keterlambatan bicara bahkan dinyatakan sebagai salah satu tanda awal dari autisme pada anak.

8. Gangguan Pada Pengolahan Auditori

Yang dimaksud dengan pengolahan auditori adalah cara seseorang mendapatkan pemahaman tentang suatu situasi berdasarkan kata – kata. Anak yang pengolahan auditorinya terganggu akan mengalami kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain.

9. Terlalu sering menonton televisi atau gadget

Televisi dan gadget seperti telepon genggam, tablet, dan bermain laptop adalah alat hiburan yang bersifat satu arah saja. Anak yang terbiasa menerima saja tanpa melakukan proses interaksi hanya dapat menerima informasi yang masuk tanpa harus mencerna dan memprosesnya. Akibatnya anak bisa tidak mengerti pentingnya interaksi secara sosial dengan orang lain, dan ia akan mengira bahwa komunikasi satu arah hanya bentuk komunikasi yang wajar dilakukan.

10. Minim interaksi dengan orang tua

Terkadang orang tua yang sibuk sulit meluangkan waktu untuk mengajak balitanya bercakap – cakap, ada pula orang tua yang tidak menyadari pentingnya membangun komunikasi dan memberi contoh kepada anak mengenai pentingnya berkomunikasi dengan orang lain, sehingga anak tidak terstimulasi untuk banyak berbicara.

Apa yang harus dilakukan

Perkembangan bicara anak sangat dipengaruhi oleh orang tua. Pada banyak kasus, kesulitan anak untuk berbicara dapat diatasi dengan keterlibatan orang tua. Cobalah lakukan beberapa langkah ini untuk menstimulasi anak yang terlambat bicara:

  • Ulangi ucapannya  – Anak yang terlambat bicara terkadang sulit dimengerti maksud ucapannya. Anda bisa mengulang kata – kata yang dia ucapkan sambil bertanya apa yang dia maksud, bila perlu ajak anak untuk – menunjukkan maksudnya tersebut.
  • Banyak berekspresi – Ketika berkomunikasi dengan anak, usahakan untuk aktif bergerak dan menunjukkan ekspresi yang jelas, misalnya menunjuk benda yang kita maksud atau menggerak – gerakan botol susu atau gelas ketika mengajak anak minum.
  • Bercerita – Anda juga bisa berbicara dengan anak menggunakan cara seperti sedang bercerita. Katakan pada anak dalam kalimat yang baku, lengkap dan berpola Subjek – Objek – Predikat – Keterangan agar anak mengenal pola kalimat dan berbicara dengan bahasa yang runtut.
  • Bermain peran – Bermain peran atau berpura – pura menjadi orang lain atau berpura – pura melakukan suatu hal dengan anak akan merangsang daya imajinasinya dan kemampuan verbalnya juga. Misalnya, bermain berjualan di pasar, pura – pura menelepon dengan telepon mainan dan mengobrol di telepon tersebut.
  • Jangan lupa memuji – Untuk memotivasi anak, Anda bisa memujinya setiap kali ia berhasil menambah kosa katanya, menyusun sebuah kalimat, dan berbicara dengan jelas . Berilah pujian sambil tersenyum dan pelukan agar anak mengerti bahwa kemajuan yang dicapainya tersebut merupakan hal yang sangat baik.
  • Ajak anak bergaul – Mungkin Anda merasa takut anak akan merasa minder karena ia belum bisa bicara dengan jelas, jadi membuka pergaulan anak dengan kawan – kawan sebayanya tidak menjadi pilihan. Namun bergaul dengan kawan sebaya sebenarnya justru dapat memberikan anak motivasi untuk terus berusaha berbicara dengan benar, karena ia ingin bergabung dengan teman – temannya. Anda hanya harus memastikan bahwa anak terlibat di dalam lingkungan yang baik yang tidak akan menurunkan rasa percaya dirinya dengan mengejek kemampuan bicara anak, atau lingkungan yang akan memberikan pengaruh buruk.

Berkonsultasi dengan spesialis

Jika Anda atau dokter mencurigai adanya masalah dalam perkembangan bicara anak, evaluasi awal dengan ahli patologi sangat penting untuk dilakukan. Ketika melakukan evaluasi, seorang ahli patologis akan melakukan berbagai tes mengenai keseluruhan perkembangan anak dan kemampuan berbahasa anak:

  • Mencari tahu apa yang dipahami anak dengan menguji bahasa reseptif yang dikuasai anak.
  • Menguji bahasa ekspresif anak, melihat apakah anak bisa mengekspresikan maksudnya dengan menggunakan bahasa.
  • Melihat apakah anak berusaha berkomunikasi dengan cara lain, misalnya menunjuk, menggerakkan kepala, dan anggota tubuh lainnya karena ia belum lancar berbicara.
  • Melihat perkembangan suara dan kejelasan bicara anak ketika berkomunikasi dengan orang lain.
  • Melihat perkembangan motorik oral anak seperti lidah, mulut, langit – langit mulut, bekerja dengan mengamati cara anak makan, bicara, menelan dan sebagainya.

Jika para ahli memutuskan bahwa anak memerlukan terapi bicara, maka peran serta orang tua sangat penting. Orang tua perlu mengamati seluruh proses terapi agar dapat mempelajari caranya dan ikut berpartisipasi. Ahli terapi bicara juga akan menunjukkan pada orang tua bagaimana caranya menerapkan terapi di rumah untuk memperbaiki kemampuan bicara anak. Ketika gangguan bicara, bahasa, pendengaran atau perkembangan lainnya terjadi, penanganan yang awal akan membantu mendukung kebutuhan anak. Karena itulah, berapapun usia anak, mengenali adanya masalah dalam tumbuh kembangnya merupakan suatu hal yang sangat penting agar masalah apapun yang ada dapat diatasi sejak awal, misalnya cara mendidik anak yang suka membantah dan cara mengatasi anak yang suka mencuri. Begitu pula dalam hal mendeteksi penyakit seperti gejala sinusitis pada anak, bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak, ataupun gejala kolik pada anak.