anak – anak

12 Macam-Macam Penyakit Mata pada Anak

12 Macam-Macam Penyakit Mata pada Anak

Salah satu organ yang vital dan sangat penting bagi manusia adalah mata. Tanpa mata, kita tidak akan dapat melihat berbagai hal yang ada di sekeliling kita. Kondisi mata harus selalu dijaga untuk selalu sehat karena banyak masalah yang bisa terjadi pada mata manusia. Tidak hanya orang dewasa yang bisa terkena penyakit mata, anak – anak pun juga bisa, malahan anak – anak lebih rentan untuk terkena penyakit mata karena mereka belum selalu ingat untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mata. Kebanyakan orang menganggap penyakit mata adalah suatu kondisi yang sepele dan dapat diobati hanya dengan obat tetes biasa, namun pada anak – anak tidaklah demikian.

Pada anak usia dini, penyakit atau kelainan pada matanya sering kali tidak terlihat dengan jelas, karena itu penyakit mata yang dialami anak harus dicermati dengan lebih serius oleh orang tua karena bisa jadi hal itu merupakan tanda dari kelainan mata yang lebih kompleks. Penyakit mata yang dialami anak bisa jadi disebabkan karena penyakit bawaan ataupun hanya karena terkena virus, namun jika tidak ditangani dengan baik dan diketahui sejak awal akan dapat mengganggu perkembangan pada penglihatan anak.

Penyakit dan Kelainan Mata Pada Anak

Kelainan mata dapat juga terjadi sebagai hasil dari bahaya benturan pada kepala bayi dan anak. Orang tua perlu mengetahui apa saja yang termasuk penyakit mata serta kelainan mata yang bisa terjadi pada anak agar dapat melakukan tindakan preventif atau pengobatan sejak awal demi menghindarinya kerusakan penglihatan anak, serta dapat menyebabkan hambatan pada tumbuh kembang anak. Beberapa penyakit dan kelainan mata yang umumnya dijumpai, adalah sebagai berikut :

1. Buta Warna

Kondisi ini merupakan suatu penyakit keturunan pada umumnya dijumpai pada anak laki – laki daripada anak perempuan karena gen buta warna dibawa oleh kromosom Y. Pada anak yang buta warna, sel kerucut di mata yang berfungsi untuk membedakan warna dalam kondisi abnormal sehingga sulit membedakan warna merah biru atau hijau dengan tingkat spektrum warna yang berbeda. Sehingga sejak lahir anak tidak mengenali ketiga warna tersebut dengan baik.

Buta warna ringan masih dapat melihat ketiga warna tersebut dalam spektrum tertentu, namun pada kasus buta warna berat yang terlihat hanyalah warna hitam putih saja. Pengobatan untuk buta warna belum ditemukan sampai sekarang. Diagnosa buta warna dilakukan dengan melakukan tes membaca Ishihara, yaitu ted yang berisi gambar yang bertuliskan angka yang disusun sedemikian rupa sehingga orang yang buta warna tidak akan dapat membacanya dengan tepat.

2. Juling atau Strabismus

Kelainan pada mata ini juga bersifat bawaan lahir. Jenisnya mulai dari ringan hingga berat. Penyebab umumnya yaitu karena terdapat kelainan pada saraf bola mata, yang menyebabkan sumbu bola mata menjadi tidak normal dan perlu dilaukan koreksi. Adapun mata juling bisa juga terjadi setelah kelahiran, misalnya karena menderita katarak berat atau menderita tumor di dalam bola mata. Mata juling perlu dilakukan tindakan koreksi agar tidak mengganggu ketajaman penglihatan anak dan menjaga perkembangannya tetap normal. Jika tidak dilakukan, anak akan sulit melihat engan normal, dan perkembangan mata anak bisa menjadi abnormal. Beberapa gejala mata juling yaitu :

  • Esotropia –  Kondisi dimana satu atau kedua mata mengarah ke hidung seseorang.
  • Eksotropia –  Yaitu kondisi ketika satu atau kedua bola mata mengarah ke luar.
  • Hipertropia –  Yaitu kondisi dimana satu atau kedua mata menghadap atau menatap ke arah atas.
  • Hipotropia – Kondisi mata yang berkebalika dengan hipertropia, yaitu mata menghadap ke bawah.

3. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan yang meninggi pada bola mata sehingga membuat saraf dan retina mata menjadi rusak. Glaukoma juga bisa didapat sejak lahir atau berdasarkan keturunan, dan biasanya terjadi pada penderita diabetes menahun. Jika demikian, orang tua juga perlu mewaspadai gejala diabetes pada anak.

Tingginya tekanan pada bola mata disebabkan karena ada gangguan pada sistem aliran cairan di dalam bola mata sehingga terbendung dan menekan bola mata. Tekanan ini membuat bola mata dan kepala mengalami nyeri hebat, mata tampak merah, timbulnya gangguan penglihatan pada kasus glaukoma berat seperti penglihatan mengabur dan jangkauan pandangan menyempit. Obat – obatan dapat digunakan untuk mengatasi ini, namun jika tidak berhasil maka bisa dilakukan operasi pembedahan untuk menormalkan cairan pada bola mata.

4. Bufthalmus

Ini juga merupakan penyakit mata yang disebabkan tekanan tinggi pada bola mata sejak lahir. Akibat tekanan tinggi pada bola mata, ukuran mata bayi atau anak bisa menjadi sangat besar dan mengganggu korna mata sehingga anak menjadi takut melihat cahaya, gangguan pada kelopak, bengkaknya kornea, dan warna kornea yang mengeruh. Untuk mengurangi penumpukan cairan dan juga mengurangi tekanan bola mata, dilakukan operasi sayatan atau goniotomy dalam waktu yang sesegera mungkin agar tidak mengganggu perkembangan serta ketajaman penglihatan anak. TAnda – tanda bufthalmus adalah pembesaran bola mata, juga adanya bercak putih pada kornea. Akibatnya anak dapat mengalami kerusakan mata, atau bahkan kehilangan penglihatannya.

5. Katarak

Kita sudah umum mendengar penyakit katarak pada orang tua, namun ternyata katarak juga bisa dialami oleh bayi dan anak – anak. Katarak pada bayi dan anak merupakan kelainan bawaan, terjadi akibat ibu terkena infeks campak jerman, toksoplasmosis, atau penyakit kencing manis ketika sedang mengandung. Faktor keturunan juga bisa menyebabkan hal ini. Jika refleks fundus mata bayi tidak ada atau jika katarak bersifat total, operasi perlu dilakukan agar perkembangan indera penglihatan anak tidak terhambat, seperti menjadi juling atau kondisi bola mata yang abnormal.

6. Ptosis

Penderita penyakit mata ini tampak seperti orang yang mengantuk terus, disebabkan kelopak mata bagian atas tidak dapat terbuka dengan sempurna karena otot yang mengungkit kelopak matanya lemah, sehingga kelopak mata cenderung rendah atau turun. Kelainan ini juga bisa disebabkan oleh pennyakit keturunan yang bernama myastenia gravis. Pengobatannya dilakuka pembedahan sebelum anak mencapai usia setahun.

7. Infeksi Mata

Banyak jenis infeksi pada mata, yang paling sering dialami anak adalah infksi pada selaput lendir putih dan kelopak mata atau juga sering disebut sebagai conjunctivitis atau mata merah. Penyebabnya bisa saja semua jenis virus, kuman, jamur atau parasit, juga alergi, penyakit tb, atau kelenjar getah bening. Jika mata bayi merah sejak lahir bisa juga disebabkan oleh chlamydia yang ada pada kemaluan ibu, atau kuman kencing nanah yang juga berasal dari ibu.

Penyakit mata ini bisa menular jika menggunakan barang yang sama seperti kaca mata, handuk, lensa kontak dan lainnya, kontak mata dengan jari yang terkotaminasi. Penularan dapat terjadi selama mata masih mengeluarkan cairan yang berbentuk seperti kotoran mata atau belek. Belekan pada anak yang berbahaya bahkan bisa terjadi jika tidak ditangani dengan benar. Gejala infeksi mata pada anak yaitu :

  • Terlihat kemerahan di balik kelopak mata yang menyebar hingga sampai ke bagian putih mata.
  • Mata bengkak dan keluar air mata yang berlebihan tidak seperti biasanya.
  • Adanya cairan yang berlebihan yang mengering seperti belek
  • Tidak nyaman melihat cahaya terang.

Ada dua macam konjungtivitis mata yaitu:

  • Konjungtivitis Virus – Konjungtivitis yang disebabkan virus biasanya menyebabkan mata yang sangat merah, cairan mata yang encer, dan mungkin saja ada perdarahan kecil.  Pengobatan khusus untuk sakit mata ini tidak ada, karena pada umumnya mata akan membaik dengan sendirinya. Yang bisa Anda lakukan hanya membersihkan bola mata dengan lembut menggunakan kapas yang dibasahi air hangat untuk membuat anak merasa lebih nyaman. Gunakan satu kapas untuk setiap mata, jangan mencampurnya dengan bekas mata yang lain. Bersihkan mata dengan satu arah yaitu dari bagian dalam ke luar, dan jangan membersihkan bagian dalam kelopak mata. Namun, ada juga kemungkinan pemberian resep obat tetes mata oleh dokter jika dirasa perlu.
  • Konjungtivitis Bakteri – Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri ditandai dengan belekan yang tebal, cairan mata kekuningan yang menyebabkan kelopak maata atas dan bawah lengket hingga tertutup. Bakteri penyebabnya yang tersering pada anak – anak adalah streptococcus pneumoniaehaemophilus influenzae, dan moraxella catarhalis. kemungkinan memerlukan pengobatan dari dokter berupa salep atau obat tetes mata. Walaupun tampaknya hanya satu mata yang terinfeksi, pengobatan harus dilakukan pada kedua mata.

8. Retinoblastoma

Ini adalah penyakit mata yang penyebabnya adalah neoplasma yang terdapat pada sel batang dan sel kerucut. Penyakit ini adalah tumor ganas yang merupakan salah satu penyakit keturunan dan sering dialami anak – anak, bahkan sejak lahir. Akan tetapi selain itu penyakit mata ini juga bisa terjadi pada anak sebagai akibat dari proses persalinan. Gejalanya sering tidak terlihat dan luput dari pemeriksaan, baru terlihat ketika sudah membesar. Gejala retinoblastoma biasanya berupa mata mendadak juling, sering merah, dan ketajaman pengglihatan anak menurun sehingga harus sering mengganti kaca mata.

9. Rabun Senja

Sesuai dengan namanya, rabun senja ini biasanya akan terlihat atau dirasakan ketika menjelang senja hari. Salah satu penyebabnya aalah kekurangan asupan vitamin A, yang menyebabkan sel – sel batang di retina mata terganggu fungsinya karena tidak mendapatkan vitamin A yang cukup. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kelainan ini akan menyebabkan timbulnya bercak pada bagian putih mata. Kelainan mata yang dibiarkan akan membuat mata kering dan kornea rusak, mengeriput dan kisut sebelum pecah.

10. Rabun Jauh

Biasanya rabun jauh didapati pada orang dewasa atau dewasa muda, namun zaman sekarang banyak juga anak – anak yang terkena rabun jauh sejak kecil. Ciri dan penyebab mata minus pada anak atau rabun jauh ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak membaca, namun dengan cara yang kurang tepat seperti tiduran, kurang pencahayaan, membaca di dalam kendaraan yang bergerak, dan juga banyak nya frekuensi bermain gadget atau game di telepon genggam dan komputer atau tablet, menonton televisi dalam jarak yang terlalu dekat.

Efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak bisa beragam, salah satu dampak negatifnya adalah mata yang menjadi minus.  Jika tingkat rabun jauh masih ringan, pemakaian kacamata masih mungkin memulihkan kondisi mata, akan tetapi jika tingkatnya sudah tinggi maka kemungkinan setiap tahun perlu menganti kaca mata. Waspadalah jika tingkat rabun jauh bertambah dengan cepat, bisa jadi ini merupakan gejala penyakit lain yang lebih berbahaya.

11. Bintitan

Penyakit mata ini sering kita kenali dengan timbulnya benjolan seperti bisul di kelopak mata dan biasanya sangat mengganggu karena terasa sakit atau gatal, namun biasanya tidak berlangsung lama. Bintitan bisa terjadi karena sering menggosok mata ketika kelilipan atau terkena debu dan benda asing, terkena infeksi dari kuman atau bakteri staphilokokus aureus, atau adanya peradangan atau infeksi dari muara kelenjar yang terdapat di lapisan kelopak mata. Anda dapat mengobati bintitan pada anak dengan cara berikut:

  • Kompres mata yang terkena bintitan dengan air hangat selama sepuluh sampai lima belas menit sebanyak tiga sampai empat kali sehari.
  • Perhatikan jika bintitan tidak membaik dalam kurun waktu 48 jam dan justru memburuk , maka Anda perlu membawa anak ke dokter.
  • Dokter biasanya dapat merekomendasikan antibiotik topikal untuk membantu mencegah kuman menyebar ke bagian mata lainnya.

Adapun upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah bintitan yaitu dengan menggunakan pelindung mata ketika sedang bekerja di tempat yang penuh dengan debu atau polutan, jangan menggosok mata dengan tangan kotor, cuci tangan sebelum memegang area mata, dan selalu mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin A.

12. Blepharitis

Ini adalah penyakit mata anak yang terjadi karena infeksi yang lebih kronis daripada konjunctivitis dan mempengaruhi kedua kelopak mata, penyebabnya umumnya adalah bakteri stapylococcus epidermidis. Gejalanya yaitu kelopak mata yang membengkak secara merata, kemerahan dan adanya ketombe di sekitar bulu mata, iritasi, rasa terbakar, dan gatal – gatal pada batas kelopak mata. Dokter biasanya akan meresepkan salep antibiotik seperti bacitrasin atau eritromisin.

Kapan Perlu ke Dokter

Penyakit mata tidak dapat dianggap sepele jika sudah menunjukkan berbagai gejala yang tidak normal, saat itulah Anda perlu membawa anak untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyakit dapat cepat ditangani sebelum kondisi mata anak menjadi semakin parah. Perhatikanlah tips memilih dokter anak yang tepat jika hendak membawa anak ke dokter. Gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Mata anak terasa sakit atau sangat pedih
  • Penglihatan anak mulai bermasalah seperti mengalami pandangan kabur, buram dan sebagainya.
  • Mata semakin bengkak, terasa nyeri dan kemerahan
  • Anak mengalami demam diatas 38 derajat celcius.

Mencegah Penyakit Mata Pada Anak

Melakukan tindakan pencegahan secara teliti pada umumnya akan membantu menghindarkan penyakit mata pada anak. Hal ini akan menghindarkan penyebaran infeksi dan memperburuk penyakit mata yang sedang diderita anak:

  • Hindarilah kebiasaan menyentuh mata terlebih jika tangan tidak bersih.
  • Jika melakukan kontak dengan mata yang terinfeksi, segeralah mencuci tangan.
  • Gunakan kompres baru pada mata yang sakit
  • Cuci handuk atau seprai yang bekas digunakan oleh orang yang sedang sakit mata dengan air panas.
  • Jangan sampai ujung botol tetes mata menyentuh mata atau bulu mata ketika menggunakannya, untuk menjaga kondisi ujung tabung tetap steril..
  • Jangan berbagi obat tetes mata dengan orang yang sedang sakit mata.
  • Pastikan untuk memberikan makanan terbaik untuk bayi sejak awal agar kesehatan mata anak terjaga.

Tips dan Trik Memberi Obat Mata Pada Anak

Memberi obat mata sebagai cara mengatasi sakit mata pada anak tentunya tidak bisa disamakan dengan pengobatan pada orang dewasa yang telah dapat mengendalikan diri dan mengetahui pentingnya pemberian obat tersebut. Diperlukan berbagai tips dan trik tertentu untuk memberikan obat mata pada anak, misalnya sebagai berikut:

  • Salep – Memberikan obat salep kepada anak kemungkinan akan lebih mudah. Anda cukup menarik kelopak mata anak ke bawah an mengoleskan salep tersebut. Salep akan masuk ke dalam mata saat anak mengedipkan mata.
  • Tetes Mata – Mintalah anak untuk berbaring dan mendongakkan kepalanya ke atas. Buka kelopak mata anak lebar – lebar dengan tangan Anda dan gunakan tangan yang satu lagi untuk meneteskan obat ke kelopak mata bagian dalam.

Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memberikan obat mata kepada anak dan bersihkan mata anak dari kotoran terlebih dulu dengan air hangat.

Penggunaan obat tetes mata tidak bisa digunakan secara sembarangan, terlebih lagi jika obat tetes tersebut dikhususkan untuk satu orang anggota keluarga saja berdasarkan resep dokter. Pada bayi, balita dan anak – anak, penggunaan obat tetes mata juga benar- benar harus berdasarkan resep dokter dan tidak dapat digunakan secara acak atau menggunakan obat tetes mata untuk orang dewasa.

Pengobatan penyakit mata harus dilakukan secara tuntas untuk mencegah terjadinya kerusakan kornea lebih lanjut terutama pada anak – anak. Karena itu, berhati – hatilah untuk memberikan sembarang obat kepada anak saat mereka mengalami penyakit mata, sebaiknya minta petunjuk dokter.

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

21 Bahaya Asap Rokok pada Anak dan Pertumbuhannya

Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi diri perokok saja, melainkan juga mengandung resiko besar bagi orang – orang di sekitarnya. Orang yang terekspos asap rokok biasa disebut sebagai perokok pasif. Perokok pasif adalah orang – orang yang menghirup asap yang dihembuskan oleh orang lain yang mengisap rokok, cerutu, dan pipa. Jadi, walaupun Anda tidak merokok, menghirup asap rokok orang lain juga bisa membawa resiko kematian. Sekitar tiga ribu perokok pasif meninggal akibat kanker paru dan sekitar sepuluh ribu  orang dewasa mengalami kematian akibat penyakit jantung di Amerika Serikat setiap tahunnya. Sekitar jutaan anak telah menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya sendiri. Menjadi perokok pasif khususnya dapat membahayakan kesehatan anak karena paru – paru anak masih berada dalam tahap perkembangan.

Bahkan, ada teori yang menyatakan bawa perokok pasif bukan saja hanya orang yang terpapar asap rokok, namun juga orang -orang yang terpapar residu dari asap rokok tersebut, yang menempel di berbagai benda di sekitar perokok. Resiko terhadap anak – anak lebih besar karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. Jika Anda merokok di dekat anak – anak atau jika mereka terekspos pada asap rokok di tempat lain, mungkin saja ada bahaya yang lebih mengancam daripada yang dikira. Begitu juga pada anak – anak yang orang tuanya merokok hanya di luar rumah, akan tetap terekspos pada bahan kimia dari rokok melalui udara yang mereka hirup.

Racun dalam Asap Rokok

Seperti telah diuraikan sebelumnya, banyaknya kandungan bahan kimia dalam rokok menyebabkan rokok menjadi sarana yang sangat baik dalam menyebarkan racun kimia. Keberadaan asap rokok di rumah akan menyebabkan polusi yang berasal dari nikotin, karbonmonoksida serta aneka bahan kimia yang dapat menjadi sumber karsinogen atau pemicu kanker potensial. Bahan kimia dari rokok ada sekitar 4000 jenis, dan sebagian besar sangat berbahaya, lebih dari lima puluh jenis diantaranya diketahui menjadi penyebab kanker. Bahan kimia yang merupakan racun bagi tubuh yang ada di dalam sebatang rokok diantaranya adalah:

  • Asam asetik  – Bahan kimia ini juga terdapat pada cairan pembersih lantai.
  • Naptalin – Zat yang sama yang juga ada di dalam kamper pewangi pakaian.
  • Asetanisol – Juga terdapat di dalam parfum.
  • Hidrogen Sianida – Bahan yang biasa terdapat di racun tikus
  • Aseton –  Zat kimia yang digunakan untuk menghilangkan cat kuku.
  • Kadmium – Ini adalah zaat kimia yang ada di dalam baterai.
  • Metanol –  Bahan yang biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar
  • Polonium 210- Zat radioaktif yang juga terdapat dalam rokok.
  • Sodium Hidroksida – Zat yang membuat perih terdapat pada produk penghilang bulu
  • Formalin – Bahan pengawet
  • Geranol – Zat aktif yang terdapat dalam pestisida
  • Toluene – Salah satu zat dalam bensin
  • Hidrasin – Salah satu bahan dalam pesawat yang menggunakan mesin roket
  • Cinnamalde Hyde – Bahan yang ada pada produk racun untuk anjing atau kucing
  • Urea – Zat ini banyak digunakan pada produk tinta, cat, pupuk dan sebagainya.

Asap rokok mengandung lima kali lipat karbonmonoksida, tiga kali lipat tar dan nikotin, serta amonia yang 46 kali lebih banyak daripada asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri. Dengan demikian, resiko kanker bagi para perokok pasif mencapai 50 kali lebih tinggi daripada perokok aktif.  Asap rokok akan menyebarkan semua zat kimia yang ada di dalamnya tidak hanya di ruangan tempat perokok, namun juga ke ruangan lainnya. Bukan itu saja, asap rokok juga dapat bertahan selama 2,5 jam di udara walaupun ruangan dibuka ventilasinya. Bahaya lainnya lagi, asap rokok bisa mengendap atau menempel dilantai dan benda  – benda yang ada di sekitar tempat perokok, menempel di baju dan seluruh tubuh si perokok.

Resiko Jika Anak Terpapar Asap Rokok

Berdasarkan karakteristik yang ada pada penyebaran asap rokok, tentu saja akan ada bahaya yang timbul apabila anak – anak terekspos asap rokok dalam waktu lama. Saluran udara anak yang lebih kecil daripada orang dewasa menyebabkan mereka bernapas lebih cepat, dan karenanya juga akan lebih mudah menghirup asap rokok lebih banyak. Bahaya tersebut tentunya berkaitan dengan kesehatan serta tumbuh kembang anak, yaitu:

1. Sindrom kematian mendadak

Sindrom kematian mendadak atau Sudden Death Infant Syndrome kerap terjadi pada bayi berusia dibwaah satu tahun. Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, namun ada dugaan jika salah satu penyebabnya adalah asap rokok atau residu asap rokok yang mengganggu jalan napas atau proses pernapasan bayi. Anak yang lahir dari ibu yang merokok saat hamil memiliki resiko tinggi terhadap SIDS. Bayi yang mengalami SIDS cenderung memiliki kandungan nikotin tinggi pada paru – parunya, ada atau tidaknya keterlibatan faktor yang berhubungan dengan rokok.

2. Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada saluran udara utama yang terdapat pada paru – paru yang bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, yaitu pneumonia. Bronkitis akut pada bayi dan anak bisa jadi merupakan hasil dari ekspos terhadap asap rokok dan residunya. Agar penyakit anak tidak berkembang menjadi lebih parah, Anda bisa mencoba cara mengatasi batuk pada anak secara herbal terlebih dulu, sesuai dengan porsi yang tepat.

3. Pneumonia

Pneumonia bisa terjadi pada anak yang terjadi karena penyakit bronkitis yang parah dan berlanjut, atau juga dikenal sebagai penyakit paru – paru basah, karena paru – paru penderita biasanya dipenuhi cairan. Pneumonia bisa terjadi karena banyak sebab, antara lain asap rokok dan polusi yang terhirup oleh bayi dan anak dalam jumlah yang besar atau sering. Selain itu, bahaya bedak tabur bagi bayi jika terlalu banyak terhirup juga beresiko membuat anak terkena pneumonia.

4. Menghambat pertumbuhan paru – paru

Paru – paru anak yang masih berkembang akan terganggu apabila terlalu sering terekspos dengan asap rokok. Akibatnya anak dapat menjadi lebih mudah sakit, mudah terkena bronkitis dan pneumonia, dan perkembangan paru – parunya tidak akan menjadi sekuat dan optimal seperti anak yang tumbuh dalam lingkungan bebas rokok. Tidak hanya akan ada berbagai penyakit jika anak terlalu banyak terekspos asap rokok, namun ada juga bahaya bayi tidak diimunisasi yang akan rentan terhadap berbagai penyakit seiring pertumbuhan usianya, misalnya bahaya penyakit polio pada anak.

5. Infeksi telinga

Penelitian juga mengungkapkan bahwa anak – anak yang mempunyai orang tua perokok dan sering merokok di sekitarnya akan cenderung menderita infeksi telinga lebih sering karena adanya penumpukan cairan pada telinga bagian tengah, dan resiko kehilangan pendengaran.

6. Masalah pernapasan

Lembaga EPA di Amerika Serikat melaporkan bahwa perokok pasif meningkatkan resiko infeksi pernapasan seperti batuk – batuk, napas berbunyi, sesak napas ,bronkitis dan pneumonia. Diperkirakan hingga ratusan ribu kasus infeksi pernapasan bagian bawah terjadi pada anak berusia lebih dari 18 bulan yang terekspos asap rokok. Beberapa ribu diataranya berakhir dengan rawat inap di rumah sakit. Anak yang ibunya merokok beresiko mengalami perawatan di rumah sakit karena infeksi pernapasan pada tahun pertama usianya dibandingkan dengan anak yang ibunya tidak merokok, sedangkan anak yang ibunya merokok di ruangan berbeda mempunyai tingkat resiko 56 persen, 73 persen apabila ibu merokok sambil mengasuh anak, dan 95 persen resiko apabila ibu merokok sambil menyusui atau memberi anak makan.

7. Mengajari anak jadi perokok

Anak akan belajar dengan mencontoh, karena itu apabila setiap hari ia hidup dalam lingkungan yang menganggap rokok sebagai sesuatu yang wajar seperti makan dan minum, maka tidak menutup kemungkinan ia akan menjadi perokok pula suatu hari nanti. Bahkan bisa saja anak menjadi perokok dalam usia yang lebih awal karena ingin mencoba – coba.

8. Gangguan perilaku

Anak – anak yang terlahir dari ibu yang merupakan perokok pasif selama kehamilan atau ibu yang merokok selama kehamilan diduga beresiko untuk mengalami ADHD atau Attention Deficit Hiperactivity Disorder dan sejenisnya. Anak perempuan akan lebih mudah terekspos sbagai perokok pasif, akan tetapi anak lelaki akan lebih bermasalah dengan hiperaktivitas atau menunjukkan ciri – ciri anak hiperaktif, agresi, depresi, autis pada anak dan masalah perilaku lainnya, walaupun penyebab gangguan perilaku tersebut bukan hanya dari asap rokok. Salah satu penyebab lainnya yaitu bahaya benturan pada kepala bayi dan anak yang bisa berupa penurunan fungsi kognitif atau pun autisme.

9. Asma

Serangan asma mungkin saja merupakan penyakit yang paling umum diketahui sebagai akibat dari sesoeorang yang menjadi perokok pasif. Sebab, asap rokok dapat tertinggal dan menempel dalam waktu lama di pakaian seseorang yang merokok ataupun berada di lingkungan perokok. Menjadi perokok pasif juga dapat memperburuk kondisi anak yang sudah menderita asma dengan kemungkinan serangan asma yang makin sering dan semakin berat. Anak yang mempunyai ibu yang merokok saat kehamilan mempunyai resiko tinggi terkena asma selama lima tahun pertama hidupnya, sedangkan anak yang ibunya berhenti merokok sebelum kehamilan tidak menunjukkan resiko yang sama. Temukan tips memilih dokter anak yang tepat untuk menangani ketika si kecil menunjukkan gejala asma, terutama jika Anda tinggal di lingkungan perokok.

10. Gangguan Kognitif

Ekspos terhadap asap rokok mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk belajar. Asap rokok adalah racun yang mengenai saraf walaupun dalam kandungan yang paling rendah. Diperkirakan jutaan anak mempunyai resiko gangguan kemampuan membaca sebagai akibat dari perokok pasif. Tingkat ekspos yang lebih tinggi trhadap asap rook juga dihubungkan dengan kekurang mampuan dalam maatematika dan kemampuan logika atau penalaran visual. Begitu pula bayi yang lahir dari ibu perokok yang mengisap paling tidak satu bungkus rokok setiap hari diketahui memiliki tingkat IQ lebih rendah dari anak – anak yang lahir dari ibu yang tidak merokok.

11. Berat Badan Lahir Rendah

Menjadi perokok pasif diketahui merupakan salah satu penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah yang meningkatkan resiko kematian bayi dan komplikasi kesehatan ketika telah dewasa. Ekspos terhadap asap rokok mengurangi berat lahir bayi dari ibu yang tidak merokok dan juga pada bayi yang lahir dari ibu yang merokok. Bayi yang memiliki berat lahir di bawah normal memiliki resiko tinggi akan mengalami berbagai resiko kesehatan.

Efek Asap Rokok pada Anak di Indonesia

Berdasarkan data yang didapat pada tahun 2015 dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI menurut Tempo.co, lebih dari 40 juta anak di Indonesia merupakan perokok pasif yang disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya seperti berdekatan dengan orang tua perokok dan orang dewasa lainnya yang merokok. Sedangkan UNICEF melaporkan pada tahun 2012 bahwa pneumonia yang disebabkan dari Infeksi Pernapasan Akut atau ISPA menjadi peringkat nomor satu penyebab kematian anak Indonesia, sebesar 14% atau sekitar 21 ribu anak bahkan melebihi kematian karena AIDS, malaria atau TBC.

Baca : bahaya susu formula pada bayi – bahaya popok sekali pakai terhadap kesehatan bayi –bahaya makanan cepat saji untuk kesehatan anak – efek samping anak sering di uap – bahaya bermain game untuk anak

Bahaya Rokok Pada Janin

Jika seorang wanita hamil tetap merokok atau terkena pengaruh dari asap rokok sebagai perokok pasif, maka bayi atau janin yang dikandungnya akan tetap terkena akibat dari asap rokok tersebut juga. Akibatnya bisa sangat serius, seperti:

  1. Terjadi keguguran
  2. Kelahiran prematur
  3. Berat badan lahir yang rendah
  4. Mengalami sindrom kematian bayi mendadak karena ada masalah pada pernapasannya
  5. Mengalami gangguan belajar seperti ADHD dan lainnya.

Resiko kesehatan ini akan meningkat seiring dengan berapa lama dan banyaknya wanita hamil merokok atau terekspos pada asap rokok. Jika Anda merupakan perokok, sangat penting untuk berhenti segera ketika mengetahui kehamilan tersebut.

Bahaya yang terjadi ketika dewasa

Anak – anak yang terekspos asap rokok dalam taraf sedang hingga berat akan memiliki beberapa resiko tersendiri yang akan timbul ketika ia suda dewasa kelak, seperti:

  1. Fungsi paru – paru yang kurang baik dan cenderung mangalami masalah pernapasan saat dewasa.
  2. Resiko mengalami sindrom metabolisme yaitu suatu kelainan yang berhubungan dengan kelebihan lemak di perut yang meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
  3. Ketika dewasa, anak juga akan menjadi perokok aktif.
  4. Ekspos tingkat sedang pada anak – anak bisa dihubungkan dengan penurunan elastisitas pembuluh aorta di bagian abdomen pada anak usia sebelas tahun dan mengarah kepada penyakit atherosclerosis.
  5. Wanita yang terekspos asap rokok selama enam sampai delapan jam sehari  sebagai anak – anak akan mempunyai resiko sulit mengandung dan dapat mengalami resiko keguguran sebanyak 68 persen.

Melindungi anak dari asap rokok

Sebagai orang tua, Anda mempunyai hak untuk melindungi anak dari asap rokok yang bisa membahayakan dirinya, seperti anak juga mempunyai hak untuk menghirup udara yang bersih dari polusi untuk kelancaran pertumbuhan fisiknya. Walaupun mungkin akan sulit untuk sepenuhnya menjauhkan anak dari rokok, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi anak dari asap rokok yaitu:

  • Jangan izinkan siapapun untuk merokok di lingkungan rumah Anda atau di dalam rumah Anda, sebaiknya juga tidak menyediakan asbak di rumah agar orang tidak mengira bahwa mereka bebas merokok di rumah Anda.
  • Jangan izinkan juga siapapun untuk merokok di dalam mobil Anda, walaupun dengan jendela yang dibuka.
  • Pastikan sekolah anak atau tempat penitipan anak bebas rokok, begitu pula dengan staf di sekolah.
  • Carilah restoran atau tempat umum yang tidak mengizinkan orang merokok jika hendak makan di luar atau membawa anak berjalan – jalan.
  • Jika ada kerabat atau anggota keluarga yang merokok, pastikan mereka sudah mencuci tangan atau mengganti baju yang terkena asap rokok sebelum berdekatan dengan anak – anak, terutama bayi yang baru lahir.
  • Berhentilah merokok jika Anda sedang mengandung dan minta orang lain untuk tidak merokok di dekat Anda. Akan lebih baik jika berhenti merokok jauh sebelum Anda berencana untuk hamil.
  • Jangan pernah merokok di dalam rumah ataupun di dekat bayi dan anak – anak, begitu pula jika Anda baru saja merokok jangan mendekati bayi dan anak – anak.
  • Jauhkan anak dari lingkungan perokok walaupun pada saat itu tidak ada orang yang merokok di tempat tersebut. Sebabnya, bahan kimia dari rokok masih dapat ditemukan berhari – hari setelahnya pada permukaan semua barang yang terkena asap rokok.
  • Tekankan kepada orang yang bekerja di rumah Anda untuk tidak merokok selama bekerja dan sebelum datang ke rumah Anda.

Dalam hal yang berkaitan dengan rokok, perokok berat maupun orang yang merokok hanya sesekali hampir tidak ada bedanya. Asap rokok tetap akan meninggalkan jejak racun yang berbahaya, walaupun tidak terlihat. Jika Anda merupakan orang tua yang merokok, pastinya akan sangat sulit untuk berhenti. Akan tetapi, berhenti merokok juga merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan anak dari pengaruh buruk bahan kimia yang ada pada rokok dan juga merupakan sebentuk cara untuk mengalahkan keegoisan Anda yang tidak hanya meracuni diri sendiri namun juga meracuni orang di sekitar Anda. Banyak bantuan yang tersedia apabila Anda benar – benar ingin menghilangkan kecanduan pada rokok, selain itu berhenti merokok juga akan mendatangkan manfaat yang besar bagi diri Anda sendiri, dan juga untuk orang lain di keluarga Anda yang Anda sayangi.

13 Cara Jitu Mengatasi Cadel pada Anak

13 Cara Jitu Mengatasi Cadel pada Anak

Cadel adalah istilah yang biasa disematkan untuk balita yang kesulitan menyebutkan lafal beberapa huruf, seperti huruf R,L,S,V,F dan lainnya saat sedang belajar bicara. Hal ini sebenarnya wajar terjadi, karena anatomi lidah anak yang belum sempurna. Sebab itulah para balita sering terdengar tidak jelas ketika mengucapkan sesuatu. Dalam pengucapan kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi, artikulasi yang tepat sangat diperlukan. Sebabnya karena jika melafalkan suatu kata yang tidak sempurna, bunyi yang keluar tentu akan berbeda dengan arti sebenarnya.

Jika cadel terjadi pada anak balita, kasus seperti ini masih dianggap normal dan akan membaik seiring dengan pertambahan usianya. Namun kebanyakan anak biasanya sudah bisa berbicara dengan jelas pada usia 7 tahun keatas. Kalau si kecil masih juga terdengar cadel walaupun usianya sudah bukan balita lagi, maka hal tersebut perlu diselidiki lebih lanjut. Ketahuilah, bahwa masalah cadel yang tidak ditangani dengan tepat bisa terbawa hingga anak dewasa nanti.

Penyebab Anak Cadel

Masalah cadel pada anak cukup sulit untuk dideteksi apakah akan berlanjut setelah mencapai usia lima tahun atau lebih, karena menyangkut sistem otak yang mengatur fungsi bahasa, yaitu Area Broca. Area ini mengatur koordinasi pada area vokal dan area wernicke untuk bagian pemahaman terhadap kata-kata. Anak yang masih menemui kesulitan mengucapkan kata-kata dengan jelas bisa saja merupakan akibat dari beberapa hal berikut ini:

  1. Penggunaan dot atau empeng – Menggunakan dot terlalu lama bisa membuat anak mengalami cadel karena lidah anak terdorong ke depan dan berada di antara giginya. Kondisi demikian bisa membuat anak tidak jelas ketika mengucapkan huruf S dan Z.
  2. Tongue Tied – Kondisi yang juga disebut Ankyloglossia ini merupakan suatu keadaan dimana ketika Frenulum Lingue,  jaringan yang menempel di bawah lidah sampai ke bagian bawah mulut terlalu pendek. Keadaan ini akan membatasi pergerakan lidah ketika berbicara, dan hal ini biasanya terjadi sejak bayi lahir atau merupakan bawaan lahir.
  3. Kelainan Fisiologis lain – Cadel juga bisa disebabkan oleh kelainan fisiologis lain seperti kelainan pendengaran dan gangguan pada otak, atau kelainan pembentukan langit – langit mulut.
  4. Lingkungan – Dalam kondisi ini, anak menjadi cadel bukan karena masalah perkembangan fisiknya, melainkan karena orang tuanya membiasakan berbicara dengan logat cadel dengan sang anak. Sehingga si kecil menganggap bahwa hal itu adalah cara berbicara yang normal untuk dilakukan.
  5. Psikologis – Banyak faktor psikologis yang menyebabkan anak menjadi cadel, misalnya terlalu dimanja, mencari perhatian orang-orang di sekelilingnya, atau mengikuti tontonan di televisi yang dia lihat dan banyak lagi.

Gangguan Fonologis

Masalah cadel pada anak merupakan salah satu gangguan fonologis atau phonological disorder. Gangguan ini berarti anak tidak mampu memproduksi bunyi atau suara dari kata-kata sesuai dengan tahapan usianya, sementara ia sebenarnya memiliki perbendaharaan kata yang cukup banyak. Kendalanya adalah si anak tidak bisa mengucapkannya dengan jelas. Biasanya,anak tidak menguasai artikulasi dari huruf R, S, T, F, Z, L dan C. Gangguan fonologis dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:

  • Ringan

Gangguan fonologis dikatakan termasuk ringan apabila pada anak usia 3 tahun yang belum dapat mengucapkan huruf L, R atau S. Misalnya, mengucapkan ‘es krim’ menjadi ‘es klim’, ‘rumah’ menjadi ‘lumah’ dan sebagainya. Gangguan ringan ini akan hilang sejalan dengan pertambahan usia anak dan jika orang tua juga terbiasa melatih anak berbicara dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

  • Berat

Gangguan fonologis berat terjadi ketika anak mengucapkan beberapa huruf dengan bunyi yang sama, sebagian atau semua huruf, menghilangkan sebagian atau semua huruf, atau menggantikan beberapa huruf dalam pengucapannya dengan lafal yang tidak jelas sehingga sulit dimengerti. Misalnya, ‘pulang’ menjadi ‘puang’.

Beberapa Macam Cadel

Cadel bisa dibedakan menjadi beberapa macam sesuai dengan kondisi lidah anak yaitu:

  1. Interdental – Yaitu cadel yang disebabkan oleh lidah yang menonjol pada antara dua gigi depan.
  2. Dental – Penyebabnya adala posisi lidah yang menyentuh kedua gigi depan anak, sehingga anak sulit melafalkan huruf S, T atau Z.
  3. Lateral – Cadel ini terjadi ketika udara yang masuk ke rongga mulut justru mengarah ke lidah bagian bawah, sehingga jika melafalkan huruf S tidak terdengar mendesis.
  4. Palatal – Disebabkan karena lidah menyentuh langit – langit mulut yang lunak saat berbicara sehingga anak melafalkan kata – kata secara berbeda.

Apa yang harus dilakukan?

Ketika melihat bahwa buah hati Anda misalnya cenderung cadel dalam pengucapan dan artikulasi walaupun usianya sudah melewati balita, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut terlebih dulu:

  • Mengamati

Jika anak cadel, orang tua dapat melakukan pengamatan terlebih dulu terhadap kondisi cadel anak. Amatilah bagaimana anak meletakkan lidahnya terhadap gigi saat berbicara. Sebaiknya hal ini dilakukan di depan cermin agar anak bisa melihat bagaimana caranya sendiri ketika mengucapkan berbagai kata atau huruf yang belum dia kuasai. Dengan mengamati, Anda bisa mengetahui pada bagian mana masalah cadel anak yang harus diperbaiki.

  • Bantuan Ahli

Masalah cadel dapat diatasi dengan bantuan terapi bicara yang dilakukan oleh seorang ahli. Pada awalnya, seorang ahli terapi akan melihat terlebih dulu bagaimana cara si kecil mengucapkan berbagai huruf lainnya. Tes dengan berbagai pengucapan kata dan huruf akan diberikan kepada anak untuk menentukan terapi yang tepat.

Mengatasi Cadel Pada Anak di Rumah

Bagi orang tua yang memiliki anak cadel, tidak perlu cemas karena masalah ini bisa diatasi dengan beberapa terapi yang cocok untuk melatih kemampuan artikulasi anak. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melatih anak cadel di rumah yaitu:

  1. Untuk mengatasi masalah cadel dari rumah yang sekiranya disebabkan oleh faktor psikologis, maka diperlukan kerjasama seluruh anggota keluarga. Orang tua bisa meminta anggota keluarga lain untuk tidak mengajak anak berbicara dengan logat cadel lagi, melainkan berusaha mengajaknya bicara menggunakan pengucapan dan bahasa yang benar.
  2. Bantu anak mengucapkan kata yang benar ketika ia berbicara cadel. Gunakan kata – kata yang bijak agar anak tidak merasa malu ketika dikoreksi atau malah menjadi mogok mengucapkan kata – kata. Ingatlah jangan mengucapkan kata kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak.
  3. Sering mengajak anak berbicara dengan menggunakan kata – kata yang benar setiap hari, sebagai cara meningkatkan rasa percaya diri anak bahwa ia bisa berbicara dengan tepat dan jelas.
  4. Pujilah anak ketika ia berhasil mengucapkan kata dengan benar sehingga ia termotivasi untuk terus berusaha memperbaiki artikulasinya sendiri. Jangan memarahi anak ketika ia tidak bisa mengucapkan satu kata dengan benar, ingatlah bahwa ada efek pada mental anak yang sering dibentak dalam jangka panjang kelak.
  5. Biasakan anak untuk menggunakan sedotan. Gerakan mengisap dengan menggunakan sedotan ini bisa melatih anak untuk memperbaiki kekuatan motorik mulutnya yang penting untuk mengembangkan kemampuannya berbicara.
  6. Latih anak di depan cermin untuk merapatkan giginya saat mengucapkan huruf S.
  7. Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak bisa mendorongnya untuk bersmangat berlatih berbicara. dengan jelas. Ajak anak bermain meniup gelembung sabun atau meniup terompet mainan untuk melatih kekuatan motorik mulutnya. Bisa juga memberikan jenis mainan yang merangsang otak anak sekaligus. Berhati – hatilah agar anak tidak sampai jatuh terpeleset sabun karena ada bahaya anak terjatuh telentang.
  8. Jangan biasakan anak mengisap ibu jarinya karena dapat memicu cadel. Mengisap ibu jari biasa dilakukan bayi  ketika bayi tidur tengkurap dan akan berlanjut sampai anak besar jika dibiarkan saja.

Mengatasi Cadel Pada Anak dengan Terapi

Selain dengan latihan sendiri di rumah, Anda dapat meminta bantuan ahli terapi bicara untuk mengatasi masalah cadel pada anak.

  1. Terapi Gerakan Lidah  – Terapi untuk lidah cadel bisa dilakukan dengan cara menggetarkan lidah yaitu dengan cara melafalkan vokal secara konsisten mulai dari huruf A sampai Z menggunakan titik artikulasi yang tepat dan jelas. Atau juga dengan berlatih mengucapkan huruf vokal seperti AIUEO dengan cepat dan jelas.
  2. Terapi Hipnotis – Metode hipnotis termasuk berlatih mengucapkan kata  yang benar secara bertahap sampai membentuk suatu rangkaian kalimat yang benar dengan intonasi yang benar pula.
  3. Terapi Psikologis – Terapi ini dilakukan dengan meyakinkan keluarga untuk mendukung latihan anak dengan tidak mengucapkan kata – kata dengan lafal cadel, melainkan membantu memberi contoh bagaimana cara pengucapan yang benar.
  4. Latihan Otot Lidah – Latihan ini berguna untuk kekuatan otot lidah. Caranya dengan menjulurkan lidah keluar sepanjang mungkin lalu menarik lidah ke dalam sambil memutarnya di dalam rongga mulut berulang kali. Latihan ini dapat dilakukan sebelum tidur atau pada pagi hari setelah bangun tidur agar otot lidah dapat terbiasa mengucapkan kata – kata dengan lafal dan intonasi yang benar.
  5. Mengunyah permen karet – Walaupun kedengarannya lucu, mengunyah permen karet sambil berlatih mengucapkan kata – kata yang sulit diucapkan karena dapat mengendurkan ketegangan pada rongga mulut yang kaku dan merangsang syaraf di sekitar mulut.

Sambil melatih anak untuk memperbaiki artikulasinya, Anda juga bisa mendukungnya dengan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak, manfaat pentingnya sarapan untuk anak dan menetapkan manfaat tidur siang untuk tumbuh kembang anak setiap hari.

Berlatih mengucapkan huruf R

Sebagian besar orang yang cadel kesulitan mengucapkan huruf R dengan benar. Anda bisa melatih si kecil sendiri atau menggunakan bantuan ahli terapi bicara dengan menggunakan beberapa metode latihan untuk mengucapkan huruf R berikut:

  • Membuat gerakan yang benar dengan mulut dan lidah

Huruf R dihasilkan dari gerakan bibir bawah dan gigi bagian atas atau menggetarkan lidah dengan gigi atas bagian belakang, hampir sama dengan gerakan mulut saat melakukan cara pengucapan huruf T dan D. Cobalah untuk mengucapkan huruf R dengan lafal seperti mengucapkan R dalam bahasa Inggris yaitu ‘errrr’ . Perhatikan gerakan lidah yang tidak menyentuh gigi bagian dalam. melainkan hanya sampai di tengah bagian dalam mulut saja. Saat mengucapkan R, lidah harus digetarkan untuk mendapatkan bunyi yang tepat. Anda juga bisa memperkenalkan kata – kata yang memiliki huruf R kepada anak untuk belajar diucapkan.

  • Menggetarkan lidah

Pertama – tama, jaga agar lidah rileks di dalam mulut dan hembuskan napas. Menghembuskan napas akan membantu aliran udara ke mulut dari paru – paru yang dapat mendorong lidah bervibrasi. Posisikan lidah sedikit menempel pada bagian belakang gigi depan, lalutarik napas dan hembuskan keluar dengan tidak mengubah posisi lidah.

  • Latih anak dengan frasa khusus

Frasa ‘Ular melingkar-lingkar di atas pagar’ bukan hanya berguna untuk permainan saja, namun sebenarnya frasa ini baik untuk melatih artikulasi sehingga sering digunakan untuk melatih orang yang sulit mengucapkan huruf R. Anda bisa membantu melatih anak untuk sering mengucapkannya. Bantu anak untuk mengulangi frasa ini hingga lidahnya terbiasa dengan frasa tersebut dan bisa mengucapkannya tanpa kesulitan.

  • Ulangi terus menerus

Untuk dapat mengucapkan huruf R dengan sempurna mungkin saja akan membutuhkan waktu lama bagi seorang anak. Anda dapat memberinya motivasi agar tidak mudah jenuh berusaha berlatih mengucapkan huruf R. Dorong si kecil untuk lebih sering mengucapkan berbagai kata yang mengandung huruf R ketika dia sudah bisa mengucapkannya dengan benar.

Pentingnya untuk dapat mengucapkan huruf R tunggal dengan benar disebabkan karena lafal huruf R yang biasanya sama dalam sebagian besar bahasa. Jadi, jika anak sudah menguasai artikulasi huruf R yang tepat, ia tidak akan kesulitan untuk mengucapkan huruf  R dalam bahasa – bahasa yang berbeda.

Akibat dari Cadel

Masalah cadel pada anak seharusnya memang ditangani dan ditindaklanjuti dengan serius, karena jika tidak bisa saja anak kelak akan mengalami berbagai masalah. Mulai dari masalah sosial, karena ia sulit berkomunikasi dengan lafal yang benar untuk membuat orang lain mengerti kata – kata yang dia ucapkan. Lambat laun karena kesulitan menyampaikan maksudnya dengan jelas, hal itu akan mempengaruhi kepercayaan diri anak dan kemampuannya bersosialisasi. Selain itu juga dapat mempengaruhi kemampuan belajarnya di sekolah, terutama menulis. Karena terbiasa mengucapkan beberapa kata – kata yang tidak jelas, anak akan sulit mengeja kata tersebut dengan benar. Ia akan cenderung mengeja kata – kata sesuai dengan yang biasa ia ucapkan, bukan sesuai dengan susunan huruf yang benar.

Mitos Seputar Cadel

Sayangnya, orang yang cadel biasanya mendapat banyak mitos negatif yang sebenarnya tidak berhubungan sema sekali dengan masalah cadelnya tersebut. Terutama dari lingkungan sekitarnya. Beberapa mitos seputar orang cadel yaitu:

  1. Orang cadel berlidah pendek – Memang benar ada hubungannya berlidah pendek dengan cadel. Setidaknya, anatomi lidah yang kurang sempurna membuat seseorang kesulitan mengucapkan beberapa huruf tertentu, sehingga ia menjadi cadel. Namun letak mitosnya adalah bahwa banyak orang yang mengatakan kalau orang cadel harus sering menjulurkan lidah agar lidahnya menjadi lebih panjang. Sebenarnya, latihan menjulurkan lidah tersebut gunanya untuk merilekskan otot lidah yang tegang agar lebih luwes dalam mengucapkan huruf – huruf tertentu, dan sama sekali bukan untuk memanjangkan lidah.
  2. Orang cadel pintar berbahasa asing – Mitos ini berasal dari kebiasaan mengamati orang asing yang berusaha mengucapkan bahasa kita. Karena lafal yang sangat jauh berbeda, ucapan mereka pun terdengar aneh dan membuat mereka dijuluki cadel. Dari hal inilah maka berkembang mitos jika orang cadel itu adalah orang yang akan mudah mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris dan lainnya, karena cara pengucapan mereka sudah mirip dengan orang – orang asing tersebut.
  3. Orang cadel kurang makan pedas – Bila dilihat dari sisi logika, sama sekali tidak ada hubungannya antara makan pedas dan kemampuan seseorang untuk berartikulasi dengan baik. Karena itulah hal ini termasuk suatu mitos yang sulit dibuktikan kebenarannya.
  4. Dikira berasal dari suku tertentu – Beberapa orang bisa jadi langsung mencap orang cadel sebagai keturunan suku tertentu, padahal dalam kenyataannya tidak begitu. Karena cara mereka berbicara yang berbeda, orang lain biasanya langsung menganggap kalau orang cadel mempunyai logat tertentu.
  5. Orang cadel mencari perhatian – Mungkin saja memang ada orang yang ingin mencari perhatian dengan berbicara cadel, karena ia menganggap hal itu lucu dan membuat orang lain memperhatikannya. Namun kebiasaan itu akan berimbas kepada orang yang benar – benar cadel, karena orang lain mengira mereka hanya berpura – pura dan dianggap menjengkelkan.

Terlepas dari semua mitos tersebut, orang cadel seringkali menjadi sasaran ejekan orang lain karena mereka berbeda. Begitu jugalah yang akan dialami oleh anak kecil yang cadel seumur hidupnya, ia pasti akan selalu bertemu dengan orang yang mempermainkan kondisi cadelnya tersebut. Sama kondisinya dengan anak kidal atau saat ada anak yang menampakkan ciri ciri anak hiperaktif.  Saat inilah orang tua harus menanamkan kepada anak bahwa cadel bukanlah kondisi yang membutuhkan ejekan dan membuat anak menjadi tidak percaya diri. Tanamkan kepada anak bahwa cadel merupakan suatu keunikan dan menjadi ciri khas dirinya dibandingkan dengan orang lain.

(lebih…)

Anemia pada Anak – Jenis, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anemia pada Anak – Jenis, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anemia adalah penyakit kekurangan darah yang biasanya diderita oleh kaum wanita. Masalahnya antara lain karena setiap bulan wanita mendapatkan siklus menstruasi. Kehilangan banyak darah ketika masa menstruasi adalah penyebabnya. Anemia atau kurang darah tepatnya adalah penyakit yang terjadi karena penderitanya kekurangan kadar hemoglobin atau sel darah merah di dalam tubuh. Hemoglobin adalah sel darah merah yang fungsinya untuk mengangkut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh. Selain kaum wanita, yang paling banyak terkena anemia adalah anak-anak.

Pada umumnya anemia yang banyak ditemukan di Indonesia atau di negara-negara berkembang adalah anemia karena kekurangan zat besi dalam tubuh. Apabila sel darah merah mengalami kekurangan zat besi, maka hal itu akan berakibat kepada penurunan kemampuan hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, yang pada akhirnya dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Jenis Jenis Anemia

Anemia bisa juga dideskripsikan sebagai penurunan kemampuan sel darah untuk mengantarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Anemia dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan penyebabnya yaitu:

1. Anemia Karena Kekurangan Asam Folat

Kekurangan asam folat atau vitamin B9 dalam darah adalah penyebab anemia ini. Asupan asam folat yang tidak cukup adalah sumber dari anemia jenis ini. Sayuran banyak mengandung asam folat, namun kandungan asam folatnya bisa hilang apabila sayuran dimasak terlalu matang. Orang yang banyak mengonsumsi alkohol atau minuman keras bisa menderita kekurangan asam folat. Selain itu, wanita hamil juga rentan mengalami kekurangan asam folat karena banyaknya jatah asam folat yang didistribusikan ke kandungannya. Gejala yang timbul apabila mengalami anemia jenis ini adalah lemas, letih, mudah lupa dan juga mudah marah atau tersinggung. Untuk mengatasinya, bisa menambahkan makanan yang mengandung asam folat ke dalam menu harian Anda seperti hati sapi, asparagus dan kacang merah.

2. Anemia Pernisiosa

Ini adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan biasanya diderita oleh orang berusia antara 50-60 tahun. Walaupun biasanya penyebabnya berupa keturunan, namun pada beberapa kasus juga ditemukan penyebabnya dari penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah gangguan ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh yang sehat dan merusaknya. Gejalanya adalah sesak nafas, letih, jantung berdebar dan mati rasa atau kesemutan pada bagian kaki.

3. Anemia Aplastik

Hilangnya atau berkurangnya sel darah merah adalah penyebab anemia aplastik. Karena cedera tertentu, darah yang berfungsi membentuk jaringan dalam sumsum tulang menjadi hancur. Hal ini menyebabkan penderita kesulitan untuk melawan infeksi dan menjadi mudah mengalami perdarahan. Gejala anemia jenis ini adalah lesu, pucat, bercak keunguan pada bawah kulit, detak jantung yang cepat, mengalami infeksi, jantung tidak cukup kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Penyebab pastinya hingga sekarang belum diketahui, namun menurut dugaan sementara, anemia aplastik disebabkan oleh paparan dari racun tertentu dan virus hepatitis.

4. Anemia Sel Sabit

Ini merupakan jenis anemia turunan dan penyebabnya adalah kondisi sel darah merah yang abnormal. Sel darah merah pada anemia ini berbentuk seperti sel bulan sabit. Penyakit ini tidak dapat dicegah dan dapat bersifat mengancam jiwa penderitanya. Gejala pada anemia jenis ini yaitu adanya serangan nyeri pada bagian lengan, kaki dan perut, bagian putih mata berwarna kuning, demam, rasa letih yang kronis, detak jantung cepat dan pucat. Anemia ini dapat berkembang menjadi borok, gangguan tulang, syok dan perdarahan pada otak.

5. Polisitemia

Penyakit anemia ini umumnya diderita oleh pria paruh baya, ditandai dengan peningkatan jumlah sel darah merah (eritrosit) serta sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit) dalam tubuh. Proses reproduksi sel tubuh serta sel sumsum tulang dewasa terjadi sangat cepat, tidak seperti normalnya yang biasa. Sampai sekarang penyebabnya belum diketahui. Gejala yang timbul biasanya berupa warna keunguan pada kulit, mata yang merah, sakit kepala, pusing dan pembesaran limpa.

6. Anemia Kekurangan Zat Besi

Jenis anemia ini adalah yang paling umum diderita oleh banyak orang. Zat besi di dalam darah yang terlalu sedikit, umum ditemukan pada wanita, anak – anak dan remaja. Gejala anemia jenis ini biasanya berupa perasaan lemas, letih, pucat, sakit kepala, mudah marah serta pada tingkat yang lebih parah bisa termasuk sesak napas, detak jantung cepat, rambut dan kuku yang menjadi rapuh.

Penyebab Anemia Pada Anak

Kekurangan zat besi pada anak yang berakibat kepada terjadinya anemia, berasal dari beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya, antara lain:

  • Pertumbuhan anak yang pesat – Pada tahun-tahun pertama, biasanya anak akan mengalami fase dimana ia bertumbuh dengan cepat sekali atau juga bisa disebut dengan Growth Spurt. Hal ini sangat wajar terjadi dan justru menjadi indikasi bahwa tumbuh kembang anak berada pada tahap yang sangat baik. Namun, pertumbuhan anak yang pesat juga memerlukan asupan zat gizi dalam jumlah banyak untuk mengimbanginya. Selain itu, Anda juga perlu mengenali berbagai masalah yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak seperti apa saja ciri ciri anak hiperaktif, bagaimana karakteristik seorang anak kidal, dan bagaimana cara jitu mengatasi cadel pada anak.
  • Kesalahan pola makan anak – Kebutuhan  zat besi yang ada di tubuh bayi hanya bisa dicukupi oleh ASI selama enam bulan saja. Itulah sebabnya mengapa pada usia enam bulan bayi mulai dianjurkan untuk memasuki tahap MPASI atau makanan pendamping ASI. Kebutuhan zat besi bayi akan dicukupi melalui asupan makanan mulai usia enam bulan, sehingga tidak hanya bergantung kepada ASI saja. Bila tahapan makan anak tidak dijalankan sebagaimana mestinya, bisa saja anak akan mengalami kekurangan zat besi yang serius. Karena itulah usahakan selalu untuk memberikan makanan sehat bagi tumbuh kembang anak yang penuh gizi dan nutrisi, seperti makanan – makanan yang banyak mengandung zat besi tersebut.
  • Anak mengalami infeksi – Ketika anak menderita suatu infeksi, kuman penyakit yang ada di tubuhnya menggunakan zat besi sebagai alat untuk tumbuh dan berkembang biak. Itulah sebabnya mudah bagi anak untuk mengalami anemia saat ia sedang menderita suatu penyakit infeksi. Infeksi ini juga dapat terjadi pada usus dan mengganggu penyerapan zat besi. Penyebab infeksi ini biasanya adalah cacing tambang atau bakteri dan kuman yang masuk ke tubuh anak saat anak bermain di tempat kotor. Salah satu gejala infeksi usus adalah apabila anak mengeluarkan darah ketika buang air besar. Agar anak tidak mudah terkena anemia, Anda juga perlu mengetahui pentingnya manfaat tidur siang untuk tumbuh kembang anak dan manfaat pentingnya sarapan untuk anak yang penuh gizi.
  • Gangguan Fisiologis – Penyebab anak mengalami anemia juga bisa disebabkan karena ada gangguan pada proses penyerapan zat besi di tubuhnya. Usus adalah organ tubuh yang menjadi tempat terjadinya proses penyerapan zat besi. Gangguan tersebut bisa jadi karena ada penyakit di selaput lendir usus yang dapat menimbulkan diare atau juga karena ada zat tertentu yang mengganggu proses penyerapan zat besi tersebut.

Gejala Anemia

Anda dapat menentukan apakah si kecil menderita anemia atau tidak dari beberapa gejala yang tampak. Sebagian besar gejala anemia pada anak sama dengan gejala anemia orang dewasa. Gejalanya terdiri dari beberapa tahap ringan dan sedang seperti lelah, lesu, pusing  dan pucat. Pada tahap ini anak akan merasa cepat lelah dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, mungkin saja dapat mengganggu pelajarannya di sekolah. Sedangkan anemia yang memasuki tahap berat dapat mengganggu fungsi jantung dan menimbulkan gejala seperti sesak nafas, jantung berdebar, kedua kaki bengkak, sampai mengalami gagal jantung. Bayi yang mengalami anemia biasanya akan lebih rewel, terlihat pucat, susah makan/minum ASI atau susu, suhu tubuh terkadang dingin dan mudah jatuh sakit dibandingkan anak sebayanya yang lain.

Akibat Penyakit Anemia pada Anak

Bila tidak segera diatasi, gejala anemia dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai gangguan pada organ dan sistem tubuh anak seperti berikut:

  1. Anak akan terhambat pertumbuhannya, misalnya terlihat lebih kecil dan kurus dibandingkan anak lain seusianya dan menurut standar usia anak tertentu. Anda juga perlu mengetahui jenis mainan yang merangsang otak anak untuk mendukung perkembangan motorik halusnya.
  2. Mengalami gangguan pada kulit dan selaput lendir di tubuh.
  3. Gangguan sistem pencernaan, karena anemia juga mempengaruhi berkurangnya asam lambung.
  4. Gangguan pada otot gerak anak dan sistem kekebalan tubuh. Akibat gangguan pada otot, bisa saja ada bahaya anak terjatuh telentang.
  5. Berkurangnya kemampuan jantung untuk memompa darah.
  6. Mengalami gangguan kognitif, seperti kurang kemampuan belajar dan mengganggu perkembangan intelektual anak.
  7. Gangguan mental apabila anak sudah mengalami anemia sejak bayi dan tidak diatasi hingga usianya dua tahun lebih.
  8. Mengalami gangguan konsentrasi, penurunan daya ingat, dan rendahnya kemampuan memecahkan masalah.

Proses Terjadinya Anemia

Anemia pada anak akan terjadi dalam tiga tahap, yaitu pertama ketika anak mengalami kekurangan zat besi, maka tubuh akan menggunakan cadangan zat besi yang ada. Hal ini lama kelamaan akan membuat cadangan zat besi di tubuh anak menipis dan akan habis, namun anak belum akan menunjukkan gejala pucat. Sebabnya karena di dalam darah masih ada juga cadangan zat besi berupa serum iron dan transferin. Cadangan zat besi yang di dalam darah ini menandakan terjadinya fase kedua. Kemudian ketika memasuki stadium tiga, kadar hemoglobin mulai menurun dan bila dilakukan pemeriksaan darah akan terlihat bahwa sel darah merah menjadi lebih kecil dan pucat daripada sel darah merah yang normal. Waktu berlangsungnya tahap – tahap dalam anemia tergantung kepada jumlah kekurangan zat besi yang ada di tubuh anak.

Mengatasi Anemia Pada si Kecil

Karena sebagian besar anemia yang terjadi pada anak adalah anemia karena defisiensi zat besi, maka Anda bisa mengatasi anemia pada anak dengan memfokuskan kepada pemenuhan kebutuhan zat besi anak. Ada beberapa cara mengatasi anemia pada anak yaitu:

  • Mencari penyebab dari kekurangan zat besi tersebut.

Apabila penyebabnya sudah bisa dideteksi, maka akan jauh lebih mudah menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kadar zat besi dalam tubuh. Sebab jika akar permasalahannya tidak ditemukan dan hanya berobat saja, maka ada kemungkinan anemia yang dialami anak akan kembali berulang. Tidak hanya perbaikan asupan zat gizi saja, perbaikan gizi secara keseluruhan pada anak juga dapat mencegah gejala diabetes pada anak, gejala hipertensi pada anak, dan mencegah bronkitis akut dan kronis pada bayi dan anak seiring dengan kekebalan tubuh anak yang makin kuat.

  • Suplemen

Untuk kasus anemia ringan, pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian preparat besi atau sulfat ferosus. Proses pemberian preparat besi ini waktunya tidak bisa ditentukan, tergantung sampai kadar hemoglobin  kembali normal. Sebelum menempuh jalan dengan suplemen, sebaiknya lakukan tes untuk mengetahui seberapa besar nilai hemoglobin di tubuh anak. Selain itu, sebaiknya pemberian suplemen benar – benar dilakukan atas saran dokter agar tidak berlebihan. Karena konsumsi suplemen zat besi yang berlebihan dapat berakibat fatal kepada anak.

  • Makanan Bergizi

Kekurangan zat gizi bisa diatasi dengan pemberian makanan yang mengandung zat besi untuk anak. Sumber zat besi bisa didapatkan dari makanan hewani maupun nabati. Namun yang lebih mudah diserap adalah zat besi yang berasal dari makanan yang berasal dari hewan. Zat besi yang berasal dari tumbuhan seperti kacang – kacangan, sayuran, gandum, dan wijen ternyata tingkat penyerapannya sangat rendah. Vitamin C dapat membantu dalam penyerapan zat besi agar lebih optimal, karena itu Anda bisa memadukan makanan yang kaya akan zat besi dengan makanan yang mengandung vitamin C. Pemberian makanan yang bergizi berguna sebagai cara mengatasi diare pada anak dan juga sebagai cara mengatasi keracunan pada anak. Daging sapi adalah salah satu makanan yang dapat menjadi sumber zat besi terbaik, selain ikan, unggas, makanan laut, dan telur.

Mencegah Anemia Pada Anak

Anemia karena kekurangan zat besi adalah jenis anemia yang paling lumrah diderita anak – anak. Untuk mencegah anak mengalami anemia, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Pemberian ASI eksklusif – Pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi anak telah berulangkali ditekankan oleh para tenaga medis. Manfaat ASI eksklusif untuk bayi akan sangat berpengaruh kepada tumbuh kembang anak dan menjadi salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh anak, terutama jika anak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan. Karena itulah bagi ibu yang mampu, seringkali ditekankan untuk memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati.
  2. Waktu MPASI yang Tepat – Aturan pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI adalah ketika anak memasuki usia enam bulan. Penentuan usia yang tepat untuk anak memulai makanan padat tentunya ada penyebab yang jelas. Yaitu, ketika usia enam bulan usus anak sudah siap untuk menerima makanan padat. Serta, asupan zat besi yang didapat anak dari ASI tidak akan mencukupi lagi ketika anak memasuki usia tersebut. Karena itulah maka perlu diberikan makanan pendamping ASI yang bergizi berupa makanan terbaik untuk bayi. Bila anak tidak diberikan makanan yang tepat, tidak saja ada resiko terkena anemia tetapi bisa menjadi salah satu penyebab perut kembung pada bayi dan gangguan pencernaan pada anak.
  3. Hindari Makanan Penghambat Zat Besi –Anda juga perlu mengetahui bahwa ternyata ada juga makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Jenis makanan ini dapat menjadi jenis makanan yang berbahaya untuk anak jika dikonsumsi melewati batas. Makanan tersebut salah satunya yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi yaitu:
    • Makanan yang termasuk ke dalam golongan Polifenol, seperti teh, paprika, kunyit.
    • Golongan Asam Fitrat seperti kacang – kacangan, dan gandum.
    • Golongan Asam Oksalat: Makanan jenis ini sangat mudah mengikat zat besi sehingga membentuk senyawa kompleks yang akan sulit diserap oleh tubuh misalnya bayam, ubi manis, wortel, kacang tanah, teh hitam, kopi dan cokelat.

Sedangkan beberapa makanan yang dapat membantu penyerapan zat besi pada anak adalah golongan makanan yang mangandung vitamin C seperti brokoli, tomat, jeruk, strawberry dan lainnya juga golongan organik seperti asam laktat, tartart, asam sitrat dan malart. Manfaat menjemur bayi dan anak juga dapat meningkatkan kemampuan anak menyerap zat gizi ke dalam tubuhnya.

Bahaya yang bisa dialami anak sebagai akibat dari penyakit anemia memang akan sangat merugikan tumbuh kembangnya, karena itu orang tua memang harus waspada terhadap tanda – tanda anemia pada anak atau adanya tanda tanda anak kurang gizi. Jangan pernah menganggap remeh apabila anak sulit makan atau kurang makan makanan yang bergizi, terlihat lesu dan tidak bersemangat terus menerus untuk melakukan aktivitasnya sehari – hari. Selain itu, kekurangan zat besi juga dapat dicegah sejak anak berada dalam kandungan dengan konsumsi makanan yang mengandung gizi mencukupi bagi ibu yang hamil, misalnya pemberian tablet zat besi.