Sponsors Link

Separation Anxiety disorder pada bayi dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Separation anxiety disorder pada bayi atau lebih dikenal dengan nama gangguan kecemasan berpisah, sering terjadi pada bayi. biasanya  bayi berusia 7 – 10 bulan lebih rentan mengalami kondisi ini. Pada beberapa kasus, gangguan kecemasan ini dapat menetap atau baru terjadi saat si kecil berusia lebih dari 18 bulan. Sekilas kecemasan anak terlihat normal. Sebab sering kali orang tua menemui bayi bahkan balita yang menangis dengan keras, ketika terpisah dari orang tuanya. Atau mereka tampak ketakutan saat bertemu dengan orang asing. Namun, perlu diwaspadai beberapa kondisi yang dapat menunjukkan gejala gangguan emosi pada anak.

ads

Separation anxiety disorder pada bayi mudah dikenali dari reaksi bayi saat ditinggal oleh orang tua atau orang yang dekat dengan mereka. seperti nenek atau pengasuhnya. Bayi tidak mau melepaskan cengkraman saat akan dipindahkan ke gendongan orang lain. Atau, bayi menangis keras saat tidak melihat orang tua di sekitarnya. Ibu mungkin lebih sering mengalami kondisi seperti ini dibandingkan ayah. Karena anak hingga usia satu tahun biasanya lebih dekat dengan ibunya dibandingkan ayah, apalagi bayi yang memperoleh manfaat asi ekslusif untuk bayi.

Penyebab Separation Anxiety Disorder pada bayi

Orang tua tidak harus selalu khawatir apabila mendapati ciri-ciri anak mengalami gangguan kecemasan berpisah. Bantu dan beri dukungan si kecil untuk melewati kecemasannya tersebut. Sebab, semua bayi dapat mengalami fase gangguan kecemasan berpisah dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.  Karena hal tersebut merupakan tahapan normal dari tumbuh kembang bayi. seiring perkembangan usianya, kemampuan penginderaan dan memori bayi semakin baik. Sehingga bayi mulai memahami kehadiran orang-orang disekitarinya. Meskipun merupakan hal yang lumrah terjadi, beberapa faktor berikut ini dapat menyadi penyebab separation anxiety disorder pada bayi.

  • Genetik – gangguan kecemasan bukan jenis penyakit neurologi pada anak, namun terdapat korelasi apabila orang tua merupakan tipe pencemas, maka anak juga mudah cemas.
  • Jenis kelamin – gangguan kecemasan lebih sering terjadi pada anak perempuan dibandingkan laki-laki.
  • Over protective – terkadang orang tua secara emosional terlalu khawatir dengan anak, sehingga khawatir meninggalkan si kecil. Sehingga anak menjadi tidak biasa ditinggalkan orang tua.

Cara Mengatasi Separation Anxiety Disoder pada bayi

Seringkali ada kebutuhan dari orang tua sehingga harus berpisah dengan bayi dalam jangka waktu yang cukup lama. kondisi ibu bekerja misalnya, sehingga memerlukan jasa pengasuh atau jasa penitipan anak. Hal ini tentu saja berpotensi menyebabkan bayi mengalami masalah separation anxiety disorder. Agar tidak menyebabkan macam-macam gangguan pada tumbuh kembang anak, atau berkembang menjadi gangguan stres pada anak lainnya. Orang tua perlu mensiasati agar anak tidak sampai mengalami gangguan kecemasan yang berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi separation anxiety disoder pada bayi yang dapat orang tua lakukan:

  1. Kenalkan bayi terlebih dahulu dengan pengasuhnya – Nenek atau kakek tentu lebih mudah diterima bayi dibandingkan pengasuh barunya. Sehingga melakukan beberapa kali kunjungan atau pertemuan dengan pengasuh baru dapat membantu anak mengurangi kecemasannya.
  2. Bangun kepercayaan dari bayi ke orang tua – Meskipun bayi belum sepenuhnya memahami apa yang orang tua katakan. Namun, memenuhi janji yang orang tua buat, dapat membangun rasa saling percaya antara orang tua dan bayi.
  3. Lakukan dengan rutin – Rutinitas yang terprediksi akan membantu bayi dalam membangun kepercayaannya terhadap orang tua, dan dengan sendirinya bayi akan lebih mudah untuk berpisah dari orang tua.
  4. Latihlah untuk berpisah – berpisah dapat menjadi penyebab stres pada anak. Latihan berpisah dirumah dapat membuat bayi lebih mudah menangani ketidakhadiran orang tua. Sebaiknya katakan pada bayi saat akan meninggalkan ruangan, kemana tujuan dan kapan kembali. Bayi akan belajar bahwa semuanya baik-baik saja ketika saat orang tuanya pergi beberapa menit, dan kemudian benar-benar kembali.
  5. Buatlah menyenangkan – Selalu mengucapkan selamat tinggal, mencium dan memeluk bayi ketika orang tua akan pergi. Beritahu bayi jika saatnya akan pergi dan dan katakan kapan akan kembali. Jangan lewat pintu belakang, karena bayi Anda akan kesal jika orang tua pergi tanpa pamitan.

Demikianlah beberapa cara mengatasi separation anxiety disorder pada bayi yang dapat orang tua lakukan. Dukungan orang tua dapat membantu si kecil melewati fase perkembangannya ini. Sehinga seringin bertambah usia, anak tidak mengalami gangguan kecemasan lagi. Namun, jika teramati menunjukkan gejala separation anxiety disorder akut, sebaiknya bawa anak untuk memperoleh perawatan dari tenaga professional.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 10th, February 2018 / 08:48 Oleh :