Sponsors Link

Selective Mutism pada Anak – Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Banyak orang tua mungkin tidak tahu apa itu selective mutism pada anak. Karena ini merupakan istilah yang jarang diketahui oleh sebagian besar orang tua. Selain itu kondisi ini jarang dialami anak, sehingga istilah tersebut jarang didengar dan terjadi pada anak-anak. Namun ada kalanya cukup perlu mengetahui kondisi tersebut. Sehingga apa bila memiliki anak dengan gejala tersebut, maka dapat dilakukan terapi yang sesuai untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kondisi psikologi anak yang demikian. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan tentang selective mutism pada anak.

Apa Itu Selective Mutism

Selective mustism merupakan salah satu kondisi psikologis yang terjadi pada anak yang cenderung introvert. Lebih tepatnya ini merupakan keputusan anak dari sisi psikologi untuk masalah anak terlambat bicara pada orang tertentu. Hal ini terutama pada orang yang jarang ditemui. Dimana anak merasa tidak nyaman dan merasa malu untuk berbicara pada orang lain yang kurang atau bahkan tidak dikenalnya.

Penyebab

Ada beberapa penyebab yang membuat terjadinya kondisi psikologis pada anak yang demikian, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  • Penyebab anak tidak percaya diri jika di depan banyak orang. Sehingga anak menjadi malu dan tidak dapat berbicara dengan orang lain yang tidak biasa dia temui.
  • Rasa malu yang kuat membuat anak tidak ingin berbicara dengan orang lain yang belum dikenalnya.
  • Pendiam sehingga tidak ingin diusik dan tidak berani mengemukakan pendapat atau menyapa orang lain yang bukan teman atau saudaranya.
  • Stres pada anak yang dapat berupa trauma maupun rasa takut akan sesuatu.
  • Sifat autis pada anak yang baru diketahui saat anak beranjak bertumbuh usianya.

Gejala

Beberapa ciri atau gejala selective mutism pada anak yaitu antara lain sebagai berikut:

  • Tidak mau berbicara pada orang yang belum dikenal.
  • Timbul penyebab gangguan komunikasi pada anak baik dengan teman dan saudara terutama tidak berkata-kata saat bertemu orang yang baru.
  • Menghindari acara sosial atau berbicara di depan umum.
  • Gangguan psikosomatis pada anak yang membuat anak tidak berani tampil di depan umum tanpa ditemani oleh orang tua.
  • Menyembunyikan muka atau selalu menunduk jika bertemu orang lain.

Cara Mengatasi

Jika mendapat anak dengan gejala di atas, sebaiknya lakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut. Tujuannya agar anak tidak keterusan menjadi introvert atau terlalu pendiam. Oleh sebab itu lakukan beberapa hal berikut yang dapat membantu mengatasi anak yang menderita selective mutism.

Itulah sekilas penjelasan tentang selective mutism pada anak. Yang walaupun jarang terjadi namun bisa kemungkinan terjadi pada anak dimana saja. Sehingga sebaiknya tetap miliki informasi yang sesuai tentang kondisi psikologi tersebut. Dengan demikian dapat segera dilakukan penanganan dan pencegahan yang sesuai untuk mengatasi keadaan anak yang demikian.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Sunday 22nd, April 2018 / 08:32 Oleh :