Sponsors Link

Rambut Rontok dan Botak pada Anak – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Pernahkah Anda mendapati anak Anda sedang mengalami rambut rontok bahkan gejala kebotakan? Jika iya, bisa jadi itu gejala dari alopecia areata. Kondisi tersebut merupakan gejala karena adanya serangan dari sistem imunitas tubuh atau disebut juga autoimun yang dalam hal ini menyerang sel folikel rambut. Saat sistem imun tubuh anak menyerang folikel rambut, folikel akan mengecil hingga rambut rontok dan tidak lagi tumbuh. Penyakit ini bisa terjadi sementara, namun terkadang dapat menjadi permanen. Bahkan tidak hanya rambut di kepala saja yang bisa mengalaminya, namun rambut pada bagian tubuh yang lain juga bisa mendapat dampaknya. Alopecia areata biasanya tidak berbahaya, namun tentu saja dapat mengurangi rasa percaya diri anak sehingga perlu segera diatasi.

Penyebab Rambut Rontok dan Botak pada Anak

Ada banyak faktor yang dapat memicu anak mengalami rambut rontok hingga gejala kebotakan, beberapa di antaranya sebagai berikut.

  • Faktor keturunan atau riwayat keluarga, sehingga kita dapat memprediksi kapan anak mengalami gejala yang sama seperti yang dialami orang tuanya.
  • Terjadinya perubahan hormon dalam tubuh anak, termasuk kondisi hipotiroid.
  • Anak mengalami tekanan sehingga stres pada anak memicu gangguan pada pertumbuhan rambut.
  • Anak mengalami bahaya kekurangan kalium pada anak, yang mempengaruhi kekuatan folikel rambut.
  • Anak mengalami trauma yang menyebabkan rambut menjadi rontok.
  • Adanya indikasi penyakit tertentu, seperti infeksi kulit kepala, infeksi virus, jamur atau bakteri, gangguan pencernaan pada anak dan penyakit autoimun lainnya.
  • Terjadi gangguan penyerapan nutrisi atau kekurangan asupan nutrisi yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi pada anak dan penyakit akibat kekurangan kalium pada tumbuh kembang anak.
  • Induksi obat tertentu yang diberikan pada anak juga dapat memicu terjadinya alopecia areata.

Gejala Rambut Rontok dan Botak pada Anak

Rambut secara normal akan rontok sendiri dalam jumlah yang wajar yaitu 50-100 helai per harinya. Jika melebihi angka tersebut, artinya anak mengalami rambut rontok yang beresiko kebotakan. Biasanya saat anak mengalami alopecia areata, akan muncul beberapa gejala seperti:

  • jumlah helaian rambut yang rontok melebihi batas kewajaran
  • adanya rasa tidak nyaman di kulit kepala bahkan seperti sensasi kulit terbakar
  • kulit kepala terasa gatal dan panas
  • permukaan kulit kepala menjadi mulus, berbentuk bulat atau oval
  • dalam kasus yang jarang, perubahan pada kuku anak juga terlihat seperti munculnya garis putih, terasa kasar dan melengkuk.

Cara Mengatasi Rambut Rontok dan Botak pada Anak

Hingga sekarang tidak ada obat yang benar-benar dapat mengatasi alopecia areata secara permanen, namun terkadang penyakit ini dapat sembuh sendiri dan perlahan rambut akan kembali tumbuh. Meskipun sebanyak 10% penderitanya akan mengalami kondisi tersebut secara permanen. Beberapa cara yang dapat membantu mengatasi atau meminimalisir dampak dari rambut rontok dan resiko kebotakan yaitu:

  1. pemberian obat, yaitu minoxidil, finasteride, kortikosteroid, anthralin, dan diphencyprone
  2. terapi laser yang dilakukan oleh tenaga ahli
  3. menggunakan rambut palsu
  4. tindakan operasi untuk mengimplantasi rambut pada kulit kepala, namun ini sangat beresiko dan menimbulkan rasa nyeri.

Ada baiknya untuk melakukan tindakan pencegahan apabila diketahui anak beresiko mengalami rambut rontok dan botak, apalagi jika memang memiliki riwayat keturunan. Seperti halnya cara menghilangkan kutu rambut pada anak, orang tua dapat melakukan pencegahan dengan memberikan anak makanan yang kaya nutrisi, penuhi kebutuhan cairan tubuhnya, menjaga kebersihan tubuh termasuk kulit kepala, menerapkan pola hidup sehat dan menghindarkan anak dari kondisi yang memicunya mengalami stres. Jika anak mengalaminya dan menimbulkan rasa tidak nyaman atau mengganggu penampilannya, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Tips memilih dokter anak yang tepat akan membantu untuk mengatasi masalah tersebut pada anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 26th, November 2018 / 11:50 Oleh :