Sponsors Link

4 Posisi Menggendong Bayi yang Tepat dan Aman

Sponsors Link

Menjadi orang tua memang merupakan kebahagiaan yang luar biasa, dan bagi orang tua baru memiliki bayi mungkin akan sedikit membutuhkan usaha ekstra agar dapat merawat dan mengasuh bayi dengan baik serta penuh kasih sayang. Ada beberapa hal yang mungkin perlu dipelajari saat pertama kali memiliki anak, salah satunya yaitu mengetahui posisi menggendong bayi yang tepat, aman dan nyaman sehingga bayi merasa tenang dalam dekapan Anda.

ads

Hal ini penting dipahami selain manfaat membedong bayi, karena jika posisi menggendong salah dapat berdampak buruk terhadap kesehatan bayi yang tubuhnya masih lemah. Meski terdapat efek negatif bayi sering digendong, banyak juga manfaat menggendong bayi yang bisa diperoleh dengan posisi menggendong yang tepat seperti berikut ini.

1. Posisi Menimang

Menggendong dengan cara menimang ini sangat cocok dilakukan pada bayi yang baru lahir. Caranya dengan meletakkan salah satu tangan pada bagian kepala dan leher bayi, lalu tangan lainnya memegang bokong bayi. Secara perlahan, angkatlah bayi dan posisikan bayi pada lengan bagian dalam. Posisi kepala dan leher berada pada lipatan siku, sementara punggung dan bahu pada lengan bagian dalam dan bokongnya disangga dengan tangan satunya. Dalam posisi ini wajah bayi menghadap ke dada ibu, dan sambil diayun perlahan bayi akan merasa sangat nyaman.

2. Posisi Tegak

Bayi juga bisa digendong dengan posisi tegak sambil memeluk, yang biasanya dilakukan setelah bayi selesai menyusu dan mendapatkan manfaat ASI eksklusif untuk bayi. Caranya, letakkan satu tangan pada bagian kepala dan leher bayi, lalu tangan lainnya memegang bokong bayi. Angkat dengan hati-hati lalu posisikan bayi secara vertikal ke arah bahu atau dada. Pastikan wajah dan hidung bayi tidak tertutup dan dengan penuh kelembutan, peluklah bayi Anda hingga ia merasa tenang dan nyaman. Cara ini juga ampuh sebagai cara menenangkan bayi yang menangis karena dalam posisi ini bayi berada dalam dekapan ibu.

3. Posisi Tengkurap

Ibu juga bisa menggendong bayi dengan posisi tengkurap, terutama jika bayi sedang menangis atau rewel. Selain memahami arti tangisan bayi, menggendong bayi juga bisa membantunya untuk menjadi lebih tenang. Caranya, Ibu menganbil posisi duduk tegak, kemudian posisikan bayi dalam keadaan tengkurap di atas pangkuan ibu. Bagian dalam lengan ibu yang satu menopang kepala dan leher bayi sementara telapak tangan dan jari menyangga tubuh bayi. Sedangkan tangan ibu yang satunya lagi bisa digunakan untuk mengelus tubuh bayi atau menepuk lembut bokongnya sehingga ia bisa lebih tenang. Bayi tidur tengkurap memang tidak boleh karena dikhawatirkan dapat mengganggu pernapasannya, namun dengan posisi menggendong seperti ini bayi tetap merasa aman dan nyaman.

4. Posisi Duduk

Jika bayi sudah berusia di atas 3 bulan dan sudah kuat mengangkat kepalanya saat tengkurap, ibu bisa mulai menggendongnya dengan posisi duduk. Angkat bayi lalu posisikan menghadap ke depan, sehingga tubuhnya bersandar pada dada ibu. Tangan ibu yang satu menopang bokongnya sementara tangan yang satu lagi melingkar diperutnya agar bayi tidak terjatuh. Selain itu, bila usianya sudah di atas 6 bulan, variasi menggendong dengan posisi duduk sudah lebih banyak karena bayi sudah lebih kuat. Ibu bisa menggunakan kain gendong dan memposisikan bayi memeluk tubuh ibu, baik di depan maupun di samping bagian tubuh ibu sesuai dengan kenyamanan si kecil.

Nah, itulah posisi menggendong bayi yang tepat dan perlu dipahami terutama bagi orang tua baru. Bayi yang digendong dengan posisi yang benar ditambah dengan kelembutan dan kasih sayang tentu akan merasakan kenyamanan. Ikatan antara orang tua dan anak pun semakin erat karena keduanya sering saling menatap, memeluk dan berdekapan.

Sponsors Link
, , , , , ,
Post Date: Tuesday 15th, May 2018 / 05:13 Oleh :