Sponsors Link

Perlukah Les Tambahan untuk Anak?

Sponsors Link

Di zaman serba modern dan maju sekarang ini tingkat pendidikan sudah semakin tinggi. Anak TK sudah tidak lagi dipenuhi dengan pembelajaran bermain, namun sudah diajarkan dengan belajar menulis, membaca dan berhitung. Tak heran bila sekolah dasar sekarang ini juga menuntut anak yang akan masuk SD sudah harus pandai menulis dan membaca. Kondisi tersebut memaksa para orang tua yang khawatir dengan prestasi anak di sekolah untuk memaksa anak masuk les tambahan atau bimbel agar bisa memenuhi kriteria sekolah yang bersangkutan.

ads

Hal tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan. Sesuai dengan usianya, anak-anak tetap membutuhkan waktu bermain karena dalam masa bermain tersebut anak justru dapat belajar dan mengembangkan kepekaan sosialnya. Jika anak dipaksa untuk belajar seharian di sekolah lalu harus ditambah dengan les tambahan sepulang sekolah, maka anak bisa kelelahan hingga berujung stres pada anak dan depresi. Anak yang terlalu lelah dan bosan dengan pelajaran justru akan mengalami penurunan prestasi akademik dan akhirnya malash untuk bersekolah. Karena itu les tambahan tidak benar-benar diperlukan bagi anak yang masih SD apalagi TK.

Ada beberapa hal yang sangat penting dan harus diperhatikan setiap orang tua jika ingin memberikan les tambahan untuk anaknya. Setidaknya hal-hal berikut ini bisa menjadi pertimbangan apakah anak sebenarnya membutuhkan les tambahan atau tidak.

1. Bakat dan Kemauan Anak

Adakalanya memang ada anak yang gemar belajar dan sangat menyukai matematika maupun sains. Dengan kemauan anak yang tinggi untuk menggali pengetahuan yang lebih dalam, anak boleh diberikan les tambahan agar rasa ingin tahunya bisa terjawab. Selain itu, bila anak memang memiliki bakat khusus seperti kemampuan bermain musik atau berbahasa asing mungkin anak bisa mendapat les tambahan yang sesuai dengan bakatnya tersebut.

2. Mengatur Waktu yang Baik

Anak sangat perlu untuk mendapatkan istirahat yang cukup, karena itu orang tua harus tahu pola tidur anak sesuai usianya dan menyediakan waktu tersebut agar tumbuh kembang anak juga berjalan optimal. Jika anak sudah belajar seharian di sekolah terutama di sekolah full day, maka anak sebenarnya tidak lagi membutuhkan les tambahan. Hampir seluruh waktunya telah digunakan untuk belajar di sekolah, jika ia harus belajar lagi di luar maka anak dapat mengalami tekanan yang berdampak buruk terhadap kejiwaannya. Berikan anak waktu untuk bermain, karena bermain juga merupakan proses pembelajaran anak sehingga pemikirannya menjadi lebih matang.

3. Prestasi Anak di Sekolah

Orang tua perlu memantau setiap pencapaian yang telah diraih oleh anak di sekolah. Jika nilainya kurang memuaskan dan anak memang masih belum memahami pelajaran yang diperolehnya, maka les tambahan mungkin diperlukan agar anak dapat mengejar ketertinggalannya. Namun bila anak masih dapat mengikuti pelajaran di sekolah apalagi bisa mendapat ranking 3 besar, maka les tambahan tidak diperlukan.

4. Komunikasikan dengan Guru

Guru merupakan pengganti orang tua yang mengajari dan mendidik anak di sekolah. Karena itu guru seyogyanya memahami karakter dan kemampuan seluruh anak didiknya sehingga ia bisa memutuskan apakah anak perlu mengikuti les tambahan atau tidak. Jika anak mulai tidak bergairah, bisa dilakukan cara mendidik anak yang malas belajar.

5. Orang Tua sebagai Guru Les Privat

Hal yang lebih penting sebenarnya adalah peran orang tua terhadap perkembangan anak, karena itu lebih baik anak belajar kepada orang tuanya langsung yang memang memahami bagaimana kemampuan anaknya. Orang tua dapat bertindak sebagai guru les privat bagi anaknya dan membantu anak memahami setiap pelajaran yang diperoleh di sekolah. Orang tua dapat menerapkan berbagai cara seperti cara melatih otak kanan anak, cara meningkatkan daya ingat anak, melatih kecerdasan otak anak dan memberikan makanan untuk kecerdasan otak anak.

Nah, ternyata memang les tambahan tidak begitu diperlukan oleh anak. Orang tua tidak perlu khawatir jika anak tidak mendapat ranking di kelasnya. Yang terpenting adalah anak memahami setiap pelajaran dan menikmati masa sekolahnya sehingga ilmu yang diberikan dapat lebih mudah diserap anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Wednesday 07th, March 2018 / 17:24 Oleh :
Kategori : Pendidikan