Sponsors Link

7 Tahap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini

Sponsors Link

Sejak lahir hingga usia sekolah merupakan periode terbesar pertumbuhan dan perkembangan anak. Masa-masa usia dini bukan saja waktu untuk belajar bicara, namun juga untuk membangun antisipasi anak terhadap dunianya dan juga orang-orang di dalamnya. Perkembangan sosial dan emosional dalam skala besar akan terjadi saat anak berada di usia dini. Ketika anak mengalami temper tantrum, perubahan mood, dan meluasnya dunia sosialnya, mereka harus mempelajari lebih banyak mengenai emosinya sebagaimana orang lain. Melalui masa-masa usia dini, anak akan mempelajari berbagai macam hal yang akan menunjang tumbuh kembangnya kelak. Anak akan mengembangkan kemampuan untuk mengenali dirinya sendiri dan kemampuan sosialnya untuk dapat bergaul secara sosial, dan mengenali kondisi emosi orang lain, belajar berekspresi dan mengelola perasaannya sendiri. Dalam hal ini orang tua perlu mengelola imajinasi dan tumbuh kembang anak dengan baik.

Tahapan Perkembangan Sosial Emosional Anak

Perkembangan fisik anak merupakan salah satu tahapan yang paling mudah diamati, namun tidak begitu dengan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Banyaknya faktor yang terlibat membuatnya sulit diidentifikasi. Walau bagaimanapun, ada beberapa tahapan dasar yang biasanya dialami anak usia dini yaitu:

  1. Usia 0-3 Bulan – Selama tiga bulan pertama, para bayi belajar aktif mengenai diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Misalnya, mengenali tangannya sendiri dan mengisap jari, melihat bagian tubuh yang disentuh orang tuanya, belajar bagaimana rasanya ditenangkan oleh orang dewasa, menikmati stimulus sosial dan lainnya.
  2. Usia 3-6 Bulan – Interaksi sosial meningkat pesat pada usia ini dan mulai menjadi hal yang penting. Kebanyakan bayi mengembangkan kemampuan baru seperti merespon ketika dipanggil namanya, tersenyum, tertawa dan bisa bermain cilukba.
  3. Usia 6-9 Bulan – Seiring dengan pertambahan usianya, bayi mungkin akan menunjukkan pengenalan kepada orang – orang di sekitarnya. Kebanyakan anak di usia ini dapat mengekspresikan beberapa emosi seperti bahagia, sedih, takut dan marah, menunjukkan rasa frustrasi ketika mainannya diambil, merespon kata – kata dan gestur, membedakan anggota keluarga dan orang asing.
  4. Usia 9-12 Bulan – Pada usia ini anak mulai menjadi lebih sosial dan sering mulai meniru tindakan orang lain. Anak bisa meniru tindakan sederhana, mengekspresikan kegelisahan ketika dipisahkan dengan orang tua atau pengasuhnya, dan beberapa hal lainnya lagi. Waspadai adanya masalah anak terlambat bicara, karakteristik anak tunagrahita, dan ciri-ciri bayi tuli.
  5. Usia 1-2 Tahun – Anak lebih sadar diri dan kemampuannya untuk melakukan sesuatu, menunjukkan kebanggaan dan kepuasan pada kemampuan barunya, menunjukkan perasaan diri yang kuat dengan sikap asertif, mengarahkan orang lain untuk melakukan suatu hal.
  6. Usia 2-3 Tahun – Pada rentang usia ini akan mulai mengeksplorasi semuanya, menunjukkan naluri yang lebih kuat mengenai dirinya sendiri dan mengembangkan kemampuan untuk menolong diri sendiri. Anak juga dapat membangun kesan mengenai dirinya sendiri dan mulai waspada mengenai perasaannya sendiri dan juga orang lain.
  7. Usia 3-4 Tahun – Kali ini anak akan lebih tertarik pada teman seusianya dalam tahapan perkembangan bermain anak sehingga mulai berinisiatif untuk bermain dengan anak lain, berbagi mainan, bermain bersama dan lain sebagainya. Orang tua juga perlu mengetahui mengenai terapi untuk mengatasi anak yang terlambat bicara, perbedaan anak agresif dan tuna laras, serta cara mengatasi anak tunalaras.

Selama beberapa tahun pertama usianya, sangat penting bagi anak untuk dapat mempercayai pengasuhnya. Orang tua dapat membantu anak untuk belajar bahwa mereka dapat bergantung kepada orang dewasa yang ada di dekatnya. Kematangan perkembangan sosial emosional anak usia dini sangat berhubungan dengan kesiapannya untuk memasuki bangku sekolah. Anak yang akan memasuki jenjang sekolah, sebaiknya telah dipastikan memang memiliki kesiapan untuk itu agar dapat menyerap pelajaran tanpa kendala. Keberhasilan orang tua mendidik anak saat usia dini juga akan menentukan perkembangan sosial emosional anak remaja kelak. Pada saat itu juga akan diperlukan cara mengenal perkembangan psikologi anak remaja.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 10th, August 2018 / 04:01 Oleh :
Kategori : Parenting