Sponsors Link

3 Perbedaan Anak Agresif dan Tuna Laras yang Mendasar

Sponsors Link

Jika dilihat secara sekilas, perbedaan anak agresif dan tuna laras hampir memiliki kesamaan. Dimana perilaku agresif dan tuna laras ini sama-sama merugikan orang lain dan lingkungan. Namun, bila dilihat dengan lebih jeli, terdapat perbedaan yang lebih spesifik antara sifat penyebab anak berperilaku agresif dan tuna laras tersebut. Jika menurut definisinya, agresif cenderung mengacu pada keinginan untuk menyerang sesuatu atau orang lain yang dipandang telah mengecewakan, sedangkan tuna laras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan jenis gangguan emosi pada anak serta tingkah laku.

Dalam kesehariannya, seorang tuna laras bisa saja memiliki sikap agresif sehingga dapat melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, misalnya dengan melakukan penyerangan terhadap orang lain pada saat ia merasa dirugikan oleh orang tersebut. Dengan kata lain, agresif merupakan sebuah sikap, sedangkan tuna laras mengacu pada individu atau pelaku. Adapun, baik ciri-ciri anak berperilaku agresif maupun si tuna laras memiliki perilaku dan karakter yang berbeda dalam lingkup sosial. Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan anak agresif dan tuna laras secara lebih rinci.

  1. Pergaulan di lingkungan sosial.

Seseorang yang agresif bisa saja leluasa dalam bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Namun, seorang anak yang agresif tidak mampu menahan rasa kecewa. Bila ia merasa dihambat dan dihalangi oleh orang lain, maka, dengan melakukan berbagai cara, ia tak akan segan menyerang orang tersebut. Perbuatannya cenderung melukai orang lain dan hampir sama dengan perbuatan tuna laras yang umumnya suka melanggar norma sosial. Hanya saja anak tuna laras tidak mampu menjalin hubungan yang menyenangkan dengan orang lain sebab ia selalu berada dalam keadaan yang tidak bahagia dan suka menyalahkan dirinya sendiri. Dengan kata lain lebih mirip gejala autis pada bayi.

  1. Karakter

Perbedaan anak agresif dan tuna laras juga terdapat pada cara mengenali karakter anak. Seseorang yang agresif, baik ekstrovert ataupun introvert, umumnya hanya peduli dengan tercapainya tujuan dirinya sendiri dan seringkali mengabaikan hak serta perasaan orang lain. Namun cenderung jujur dan terbuka dalam mengekspresikan perasaannya. Berbeda dengan tuna laras yang cenderung menjadi penyendiri, memisahkan diri dari keramaian, dan juga tertutup sehingga lebih ke arah introvert dan anti sosial.

  1. Perilaku

Jenis perilaku yang tergolong agresif antara lain berkelahi, mengata-ngatai, mengancam, serta berbagai perilaku intimidasi lainnya yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain. Perilaku agresif umumnya juga disertai dengan perasaan ingin menjatuhkan orang lain dan cenderung suka memaksakan kehendak. Perilaku ini umumnya mengandung stress pada anak dan cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan pribadinya. Seorang agresif juga seringkali melakukan kekerasan secara verbal, yakni melalui kata-kata yang kasar dan sinis pada orang lain. Dengan kata lain, seorang agresif umumnya langsung bertindak menyerang tanpa berpikir panjang jika ia merasa terlukai perasaannya. Perilaku ini sebenarnya hampir sama dengan perilaku tuna laras, mengingat bahwa sikap agresif bisa saja dimiliki oleh seorang anak tuna laras. Sebaiknya anak tuna laras mendapat cara melatih anak agar percaya diri dalam bergaul.

Itulah tadi beberapa perbedaan anak agresif dan tuna laras yang dilihat dari kelakuan dan hasil perilakunya. Dengan demikian maka orang tua akan lebih memahami sifat anak, apakah memang cenderung agresif atau sebenarnya tuna laras. Karena dalam menyikapi perbedaan keduanya ini akan diambil langkah berbeda yang sesuai. Inilah pentingnya pendidikan moral untuk anak supaya anak dapat memiliki karakter berimbang di kemudian hari.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 14th, April 2018 / 14:18 Oleh :
Kategori : Karakter