Sponsors Link

3 Penyebab Infeksi Usus pada Anak beserta Gejalanya

Sponsors Link

Pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh anak didapatkan melalui serangkaian proses pengolahan makanan pada saluran cernanya. Salah satu proses tersebut adalah penyerapan zat gizi makanan sehat untuk tumbuh kembang anak pada usus, baik usus kecil maupun usus besar. Optimal atau tidaknya kemampuan usus melakukan penyerapan nutrisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan lainnya memiliki pengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Jika penyerapan makanan pada usus baik, anak dapat memperoleh cukup nutrisi untuk pertumbuhanya dan terhindar dari tanda-tanda anak kurang gizi. Oleh karena itu, kesehatan usus anak perlu menjadi perhatian orang tua. Sebab, beberapa penyakit infeksi usus pada anak dapat menimbulkan akibat serius bagi kesehatan si buah hati.

Infeksi usus adalah penyakit karena organ usus mengalami peradangan. Peradangan atau inflamasi tersebut terjadi akibat serangan mikroorganisme seperti virus, bakteri, parasit maupun jamur, yang masuk melalui makanan yang dikonsumsi si kecil. Saat gejala infeksi usus muncul, perhatikan setiap keluhan yang dirasakan oleh anak. Agar orang tua dapat mengkomunikasikan dengan tepat kepada dokter nantinya.

Secara umum infeksi usus pada anak, ditandai oleh hal berikut :

  • Sakit perut – anak mengalami rasa nyeri di daerah perut karena infeksi usus bertambah parah.
  • Kram perut – jika radang usus semakin parah, anak merasakan perutnya kram yang berlangsung selama 3-4 menit.
  • Demam – jika anak mengeluhkan gejala gangguan pencernaan seperti diare atau sakit perut disertai gejala demam pada bayi dan anak, waspadailah kondisi peradangan usus pada anak.
  • Sakit Kepala – Biasanya terjadi menyertai demam atau karena anak mengalami dehidrasi.
  • Diarepenyebab diare pada bayi dan anak menimbulkan mekanisme tubuh untuk membersihkan mikroorganisme penyebab infeksi usus, sehingga anak mengalami BAB lebih dari 3 x sehari. Penuhi kebutuhan cairan anak agar tidak dehidrasi.
  • Susah BAB – beberapa penyebab infeksi usus, seperti cacing usus, dapat menyebabkan sembelit pada anak.
  • Selera makan menurun –  anak cenderung susah menghabiskan makannya. Hal ini karena rasa sakit yang dirasakannya, karena penyerapan makanan pada ususnya terganggu atau karena mual.

Penyakit infeksi usus pada anak dan gejalanya

Orang tua perlu mewaspadai penyakit infeksi atau peradangan usus pada anak dan gejala-gejalanya. Karena penanganan yang terlambat dapat menimbulkan sakit yang lebih parah, hingga menimbulkan resiko kematian. Berikut ini adalah 3 penyakit infeksi usus yang dapat membahayakan anak.

  1. Kolitis pseudomembran

Anak penderita penyakit ini mengalami peradangan yang berat pada usus besarnya, akibat populasi bakteri clostridium difficile meningkat. Bakteri ini memang ada dalam usus manusia. Namun, jumlahnya dapat melebihi normal karena dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun, penggunaan antibiotik atau lama berada di tempat perawatan seperti rumah sakit. Gejala yang timbul akibat penyakit ini adalah gangguan pencernaan pada anak seperti diare selama lebih dari dua hari, selalu ingin buang air besar, terkadang ada darah pada tinja anak, dan kram perut.

  1. Kolitis hemoragik

Kolitis hemoragik (Hemorrhagic enterocolitis) terjadi akibat racun yang dihasilkan oleh infeksi bakteri Eschericia Coli pada usus besar. Gejala yang dialami anak meliputi diare cair hingga berdarah, demam dan disertai dengan kram perut hebat. Selain menimbulkan peradangan pada usus anak, racun bakteri eschericia coli dapat menimbulkan kerusakan pada organ tubuh anak lainnya, seperti ginjal. Sebaiknya segera mendatangi tenaga medis untuk pengobatannya.

  1. Necrotizing Enterocolitis

Penyakit ini timbul karena ada jaringan usus yang mati (necrotizing) pada usus halus (entero) anak. Meskipun, umumnya terjadi pada bayi yang lahir prematur. Namun, tetap perhatian gejala infeksi usus pada anak. Seperti diare, muntah, perut tampak membesar, lemas dan suhu tubuh tidak stabil pada usia awal dari kelahirannya. Belum diketahui dengan pasti penyebabnya. namun, bayi yang memperoleh manfaat asi ekslusif untuk bayi, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit necrotizing Enterocolitis dibandingkan  yang diberikan konsumsi bahaya susu formula bagi bayi.

Agar infeksi usus pada anak tidak bertambah parah, sebaiknya segera bawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan dokter. Hasil evaluasi dokter terhadap gejala radang usus pada anak dapat membantu orang tua memberikan perawatan yang tepat bagi anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Sunday 17th, December 2017 / 04:16 Oleh :
Kategori : Infeksi Usus