Sponsors Link

5 Penyebab Anak Suka Mencuri akibat Kelalaian Orang Tua

Sponsors Link

Pepatah Bugis-Makassar mengatakan, seorang anak layaknya batang kayu yang masih lunak dan bisa dibengkokkan dengan mudah. Tergantung orang tuanya hendak membengkokkan ke kiri atau ke kanan. Sehingga, setiap perbuatan anak adalah hasil goresan orang tua, baik sadar maupun tidak sadar. Perilaku negatif seperti kebiasaan mencuri tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepadanya. Faktor-faktor dari luar, terutama orang tua dan lingkungan, juga patut dipertanyakan. Maka ada baiknya untuk orang tua agar mampu mengetahui faktor-faktor tersebut agar tahu cara mengatasi anak yang suka mencuri sedini mungkin.

ads

Adapun beberapa faktor yang umumnya menjadi penyebab anak suka mencuri adalah sebagai berikut :

1. Gejala gangguan kleptomania

Kleptomania merupakan salah satu dari jenis-jenis gangguan mental pada anak, yaitu gangguan kejiwaan yang sampai sekarang belum diketahui bagaimana ia bisa hadir dalam diri seorang anak. Gangguan ini menjadi salah satu pendorong anak untuk mencuri, di mana tindakan tersebut bukanlah untuk kepentingan materi. Kebanyakan penderita kleptomania, meskipun dilahirkan dalam keluarga yang mapan secara keuangan, tetap melakukan tindakan negatif tersebut. Motifnya lebih disebabkan oleh kekangan batin. Ketika dia mencuri, perasaannya menjadi bebas dan terlepas dari himpitan batin yang membelenggu. Untuk itu orang tua harus tahu cara mengenali karakter anak dengan baik sehingga dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi gangguan mental pada anak.

2. Mencontoh perilaku yang tidak baik

Selain gangguan kejiwaan, penyebab utama lainnya adalah pengajaran yang salah. Orang tua harus ingat, seorang anak memiliki kecerdasan yang tinggi. Setiap gerak-gerik dari orang tua akan diamati, dan kemudian dicontoh tanpa menyaring apa yang baik dan buruknya. Orang tua hendaknya bukan hanya tahu cara mengatasi anak yang suka berbohong, namun sebagai orang tua pun jangan sekali-kali Anda berbohong di hadapan anak, bahkan jika alasannya untuk kebaikan sang anak.

Misalnya dengan berjanji untuk membelikannya sesuatu ketika anak mengerjakan dan mematuhi perintah Anda.  Tetapi pada hakikatnya Anda sedang membohonginya agar melakukan sesuatu. Kebiasan berbohong ini selain menimbulkan kebiasaan buruk juga akan membentuk ciri-ciri anak berperilaku agresif, yang mana tentunya sang anak akan terbiasa berbohong juga. Para psikolog menengarai bahwa kebiasaan berbohong inilah yang mengajarkan anak untuk mulai mencuri. Bukan hanya mencuri, tetapi kebiasaan Anda membohongi mereka akan melahirkan generasi yang buruk secara etika.

3. Ingin mendapatkan perhatian

Gejala ini sering terjadi, terutama bagi anak-anak yang tak mendapatkan perhatian dengan layak, baik dari orang tua maupun lingkungan. Terutama bagi anak yang kedua orang tuanya memiliki pekerjaan dan karir masing-masing, sehingga tidak memiliki waktu untuk anak-anak. Sehingga bentuk protesnya adalah melakukan sesuatu yang buruk. Begitu juga dengan lingkungan. Kadangkala seorang anak merasa ingin masuk dan diperlakukan layaknya teman-temannya yang lain. Namun rasa rendah diri yang berlebihan, tak ada bakat tertentu yang membuat ia menonjol di antara teman, bahkan paras wajah yang tidak rupawan dibanding teman lainnya, adalah salah satu penyebabnya. Karena tak memiliki kelebihan, ia mencoba cara lain dengan menonjolkan sisi kekurangan dan keburukannya. Ada banyak cara, salah satunya dengan mencuri. Karenanya, salah satu cara mengatasi anak yang pemalu dan minder adalah dengan cara meningkatkan rasa percaya diri anak. Selain itu manfaat makan bersama keluarga dan manfaat liburan untuk anak dapat menjadi alternatif untuk memberikan waktu bagi anak agar merka tidak merasa kesepian.

4. Tidak mengenal konsep hak milik

Hampir semua anak kecil, antara umur 3-5 tahun belum memiliki pengetahuan tentang hak milik. Segala yang ada di hadapannya diartikan sebagai hak milik sendiri. Sejatinya bukan mencuri, tetapi mereka merasa memiliki apa yang seharusnya tidak menjadi miliknya. Tak ada motif apapun dalam kasus anak seperti ini. Terlebih jika orang tuanya tidak melakukan pengajaran dan pembimbingan yang baik terkait masalah ini, seperti dampak buruk memanjakan anak atau dampak buruk selalu menuruti keinginan anak, maka kebiasaan tersebut akan berlanjut terus-menerus sampai dewasa, bahkan dapat merupaka faktor penyebab anak menjadi keras kepala.

5. Rasa ingin memiliki

Beberapa anak memiliki keinginan yang tinggi terhadap suatu barang. Kadang ia meminta terhadap orang tuanya untuk dibelikan, namun karena kurang memahami maksud anak, beberapa orang tua malah mengabaikan hal tersebut. Meski beberapa lainnya karena alasan ekonomi, tetapi bisa dikatakan faktor utamanya adalah kelalaian orang tua untuk mengerti kebutuhan anaknya sendiri. Memang tidak semua keingian dan kemauan anak harus orang tua turuti, namun perlunya pengajaran dan pendidikan agar anak paham akan hal tersebut.

Kelima faktor ini bisa dikatakan penyebab utama perilaku mencuri seorang anak. Orang tua harus bisa memahaminya, bukan untuk menyalahkan seorang anak, tetapi memahami bahwa perilaku negatif dalam diri sang anak bukanlah timbul dari dalam dirinya sendiri, kecuali jika itu memang gejala penyakit kejiwaan. Seperti perilaku buruk orang tua lainnya yang memiliki dampak negatif untuk tumbuh kembang anak, yaitu dampak buruk orang tua bertengkar di depan anak dan kata-kata yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak. Maka seharusnya orang tua lebih mawas dan memperhatikan secara saksama keadaan sang anak, sebagai salah satu cara mendidik anak yang baik dan benar.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 27th, November 2017 / 05:23 Oleh :
Kategori : Karakter