Sponsors Link

Kenali 3 Penyebab Anak Kurang Percaya Diri

Sponsors Link

Setiap orang tua pasti mendambakan mempunyai anak-anak yang cerdas, mandiri, dan percaya diri. Hal ini tentu berkaitan dengan pentingnya pendidikan karakter untuk anak. Dalam kaitannya dengan sosialisasi bermasyarakat, tentunya mereka ingin anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dengan diri dan kemampuan mereka sendiri. Akan tetapi, terkadang ada saja hal-hal yang menyebabkan anak mereka tidak percaya diri. Kepercayaan diri ini terkadang hilang ketika anak bertemu dengan orang dan lingkungan baru. Mereka akan lebih pendiam dan tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kepercayaan diri penting bagi perkembangan anak, baik pada masa kanak-kanaknya atau ketika nanti mereka sudah dewasa. Orang tua terkadang memaksa anak untuk percaya diri namun dengan cara yang salah. Dengan kata lain kurang atau hilangnya kepercayaan diri pada anak sangat bergantung pada masing-masing orang tua. Orang tua lah yang berperan besar dalam menentukan bagaimana perkembangan anak, termasuk kepercayaan dirinya. Penentuan cara meningkatkan rasa percaya diri anak juga bergantung pada orang tua.

Gejala kurangnya percaya diri pada anak dapat bermacam-macam, misalnya anak terlambat bicara. Kesulitan berbicara ini bisa berupa kesulitan anak dalam menyampaikan keinginannya tentang sesuatu. Pada kondisi ini para orang tua hendaknya menerapkan beberapa cara menangani anak terlambat bicara. Anak juga lebih suka menutup diri dan tidak berani bertemu dengan orang lain. Ia lebih suka bersama orang tuanya daripada bermain bersama teman sebayanya. Anak yang kurang percaya diri juga akan susah dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Ia akan lebih memilih membawa persoalan tersebut ke orang tua daripada berusaha memecahkannya sendiri.

Berbagai gejala tersebut dapat menjadi pertanda bagi kita para orang tua untuk segera mencari penanganan anak kurang percaya diri. Namun sebelum itu ada baiknya kita mengetahui apa yang menjadi penyebab anak kurang percaya diri. Dengan mengetahui penyebab yang pasti maka kita akan lebih mudah mencari tahu cara penyelesaiannya. Berikut adalah beberapa penyebab anak kurang percaya diri:

1. Pola Asuh yang Salah

Kebanyakan anak yang kurang percaya diri disebabkan oleh kesalahan dalam mendidik anak balita atau pola asuh orang tua yang salah. Pola asuh ini berawal dari anak masih berusia bayi hingga usia dua tahun. Pada masa ini adalah masa keemasan pertumbuhan otaknya. Perlakuan yang salah pada masa keemasan ini dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak di usia selanjutnya. Kesalahan sederhana namun berakibat fatal misalnya kebiasaan orang tua yang langsung berlari, menggendong, dan memberikan kasih sayang berlebih ketika anak jatuh. Padahal kondisinya baik-baik saja. Bayi atau anak yang mendapatkan perlakuan ini, apalagi secara berulang, akan merasa sangat diperhatikan dan merasa spesial.

Contoh perlakuan sederhana tersebut jika dilakukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama akan membentuk anak menjadi sosok yang manja. Harus dicermati mengenai berbagai dampak buruk memanjakan anak dan juga dampak buruk selalu menuruti keinginan anak. Ia akan lebih mengandalkan orang tua daripada berusaha dengan kemampuannya sendiri. Dan akhirnya menjadi anak yang kurang percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki. Perhatian dan kasih sayang memang perlu untuk anak, karena hal ini juga berpengaruh terhadap perkembangan otaknya. Namun, perhatian dan kasih sayang yang berlebih juga justru berakibat buruk bagi si kecil.

2. Kurang Bersosialisasi

Lagi-lagi peran orang tua dalam mendidik atau menanamkan kebiasaan pada anak menjadi penyebab anak kurang percaya diri yang paling dominan. Anak yang kurang terbiasa diajak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar cenderung menjadi anak yang pemalu dan kurang percaya diri. Ia terbiasa bersama keluarga, terutama ayah dan ibu. Dalam kesehariannya, ia sudah merasa nyaman bermain bersama orang tua. Ia akan merasa aman bermain bersama keluarganya dan ia merasa sudah cukup bersama keluarganya. Akibatnya, ketika Anda mengajaknya kepada lingkungan baru maka ia akan lebih memilih untuk menarik diri.

Sikap ini wajar terjadi pada awal-awal Anda mengenalkannya dengan lingkungan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya sejak bayi Anda mulai mengenalkan sosialisasi dan bermasyarakat kepada anak. Tahap awal adalah mengenalkannya dengan tetangga sekitar. Biasakan dan kenalkan atmosfer bermasyarakat kepada anak. Kenalkan pula bahwa ia harus berinteraksi dengan dunia luar. Dengan membiasakannya sedari kecil, rasa percaya diri akan mulai muncul dalam dirinya.

3. Pengalaman Buruk

Penyebab anak kurang percaya diri selanjutnya adalah pengalaman buruk yang dialami anak. Apa yang terjadi pada anak, terutama hal yang tidak mengenakkan, akan selalu diingat anak. Terlebih jika orang tua tidak memberikan umpan balik untuk mengatasi hal tersebut. Misalnya saja, ketika ia bermain bersama teman-temannya kemudian ia melakukan sedikit kesalahan dan justru teman-temannya memberikan perlakuan kasar atau tidak mengenakkan kepada dirinya. Kejadian ini dapat menjadi awal mula ia mulai enggan untuk bersama dengan teman-temannya. Selanjutnya, akan muncul perasaan malu atau justru takut untuk keluar rumah dan berinteraksi dengan orang sekitar. Untuk kasus ini, para orang tua harus tahu mengenai cara mengatasi anak yang pemalu dan minder.

Itulah tadi penyebab utama anak menjadi kurang percaya diri. Kepercayaan diri sangatlah penting untuk dikembangkan. Anak dengan kepercayaan diri yang bagus akan mempunyai sikap yang cerdas dan mandiri dalam menghadapi setiap permasalahan. Cara mendidik anak agar mandiri dan percaya diri harus diterapkan sejak dini. Begitu juga tentang cara menumbuhkan kreativitas anak sejak dini.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Wednesday 13th, December 2017 / 21:07 Oleh :
Kategori : Karakter