Sponsors Link

5 Penyebab Anak Berperilaku Agresif Terus Menerus

Sponsors Link

Sifat agresif pada anak – anak bisa jadi merupakan sebuah gejala untuk banyak masalah yang tersembunyi. Ketika anak menunjukkan perilaku yang agresif tingkat tinggi, tentu saja orang tua dan gurunya akan merasa cemas. Anak – anak yang berperilaku agresif menunjukkan ketegangan dan kemarahan, dan seringkali sulit untuk ditenangkan. Merupakan hal yang sulit untuk menenangkan mereka dan membantu mereka dalam mengelola perilakunya. Perilaku ini juga menyumbangkan  masalah pada anak yang agresif sehingga kerap dianggap nakal dan mendapatkan hukuman. Kekerasan yang dilakukan anak mencakup berbagai rentang perilaku antara lain mengancam, membully, menyakiti hewan, bersikap agresif, temper tantrum yang meledak – ledak dan juga penggunaan alat untuk kekerasan.

Mengapa Anak Agresif

Anak – anak yang menunjukkan pola perilaku seringkali didiagnosa dengan kelainan perilaku. Penyebab perilaku kasar tersebut atau kelainan perilaku agak sulit untuk dijabarkan. Kombinasi berbagai faktor bisa menjadi penyebab munculnya kelainan perilaku tersebut. Adapun beberapa penyebab yang mungkin adalah sebagai berikut:

1. Genetik dan Lingkungan

Menurut beberapa penelitian, anak – anak yang berasal dari orang tua yang anti sosial lebih mungkin mengembangkan kelainan perilaku walaupun misalnya anak – anak tersebut tidak dibesarkan di rumah yang sama. Hal ini mengindikasikan adanya warisan genetika berupa penyebab kekerasan di usia muda. Pada saat yang bersamaan, resiko untuk mengembangkan kelainan perilaku akan lebih tinggi diantara anak – anak ini bila mereka dibesarkan dalam kondisi keluarga yang tidak mendukung sehingga faktor lingkungan juga menjadi penyebab anak berperilaku agresif.

2. Pola Pengasuhan Buruk

Beberapa aspek dari pola pengasuhan juga dapat mempengaruhi perilaku kasar dan agresif pada anak – anak. Kesalahan dalam mendidik anak balita dapat berakibat fatal. Lima hal penting yang merupakan kesalahan dalam pengasuhan yaitu pengawasan yang minim, tak menentu, disiplin yang keras, ketidak harmonisan orang tua, penolakan terhadap anak, dan kurang terlibat dalam kegiatan anak. Orang tua yang menunjukkan perilaku ini berada dalam pola interaksi anak dan orang tua yang secara tidak langsung mendorong perilaku agresif pada anak dan menjadi penyebab anak berperilaku agresif. Untuk menghindari pemberian disiplin yang terlalu keras perlu adanya cara memberikan hukuman yang mendidik untuk anak daripada menggunakan kekerasan.

3. Ekspos Terhadap Kekerasan

Menurut beberapa penelitian bahwa 60% anak di Amerika mengalami kekerasan di rumah, sekolah atau di lingkungannya setiap tahun. Anak – anak yang terekspos pada kekerasan bisa juga menunjukkan ciri – ciri anak berperilaku agresif dan menderita luka batin, fisik serta emosional. Sehingga apabila tidak dilakukan cara efektif mengatasi trauma pada anak oleh orang tua, maka anak – anak akan lebih mudah untuk mengikuti pola kekerasan tersebut. Perlu juga dilakukan cara bijak mengatasi anak yang suka memukul oleh orang tua agar kebiasaan itu tidak berlanjut hingga dewasa.

4. Faktor Sosial dan Ekonomi

Variasi dari faktor sosial dan ekonomi dapat menciptakan kondisi yang mengarah kepada kekerasan dan penyebab anak berperilaku egresif. Termasuk situasi keluarga yang penuh ketegangan  seperti orang tua tunggal, perceraian orang tua, orang tua yang tidak bekerja, kemiskinan dan lainnya.

5. Media

Dampak  negatif bermain game untuk anak juga dapat mengarahkan anak kepada kekerasan yang berasal dari permainan tersebut apabila dilakukan tanpa pengawasan orang tua. Ada perdebatan mengenai peranan media khususnya kekerasan yang ada di televisi , film dan video game tentang menyebabkan kekerasan pada anak dan remaja. Beberapa penelitian memang menemukan hubungan antara kekerasan melalui media dan kekerasan melalui dunia nyata, misalnya bahwa anak dan remaja yang menonton televisi  lebih dari satu jam sehari berpotensi melakukan kekerasan sebagai orang dewasa.

Pada intinya, kekerasan yang terjadi pada anak dapat menjadi semakin buruk jika tidak ada campur tangan orang dewasa dalam hal ini orang tuanya. Untuk memperbaiki dan menghindari penyebab anak berperilaku agresif tidak bisa hanya dilakukan melalui anak saja, melainkan perlunya ada keterlibatan orang tua yang mendalam untuk membantu mengatasi masalah yang dialami anak. Ketidak acuhan orang tua terhadap kebutuhan kejiwaan dan tumbuh kembang anak bisa memperburuk resiko perilaku agresif pada anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 09th, February 2018 / 06:23 Oleh :
Kategori : Karakter