Sponsors Link

Pentingnya Bermain Untuk Pertumbuhan Anak

Sponsors Link

Dunia anak-anak identik dengan dunia bermain. Orangtua tentunya paham, kebutuhan anak bukan hanya makanan dan pakaian saja yang harus di penuhi. Namun ada kebutuhan batin si anak juga harus dipenuhi. Kadang tidak semua orangtua paham tentang apa yang diinginkan anak-anaknya. Sebagian orang tua berpikir pada satu sisi saja, namun tidak memperhatikan bagaimana perasaan si kecil yang tidak pernah merasakan asiknya bermain.

ads

“Kali ini saya akan memberikan satu cerita nyata. Kisah nyata ini menceritakan tentang gadis kecil yang sangat pintar. Namun, dibalik kepintaran si gadis kecil itu, ada sebuah tekanan batin yang luar biasa. Cerita awal dari kisah ini ketika si orangtua gadis kecil sangat terobsesi dengan anak yang pintar, berprestasi dan sebagainya, hingga akhirnya mereka berusaha membuat anak mereka mejadi seperti apa yang mereka mau. Les private, les sains, les bahasa dan sebagainya, setiap pulang sekolah si anak tidak pernah punya kesempatan bermain, karena dia harus pergi les hingga jam 8-9 malam. Dan tentu ketika pulang les anak merasa lelah dan langsung tidur. Pola hidup si gadis ini terus begitu, bahkan dihari minggu juga hanya sedikit kesempatannya bermain. Hingga suatu hari si anak mengalami panas, dan keesokan paginya si bunda menemukan anaknya dengan perubahan yang sangat menyedihkan, yaitu gangguan jiwa dan berbicara tentang pelajaran dan pelajaran” .

Bagi sebagian orangtua yang bekerja, mungkin tidak memiliki waktu untuk menemani anak-anaknya bermain. Bermain untuk anak-anak merupakan salah satu hal penting dan harus dilakukan setiap anak, karena bermain dapat merangsang tumbuh kembang anak baik motorik dan otaknya. Bermain tidaklah hanya untuk bersenang-senang, tapi kita juga memberikan sentuhan edukasi di dalam permainan tersebut guna merangsang tumbuh kembang si kecil.

Dan akan lebih baik jika orang tua juga terlibat dalam kegiatan bermain anak. Jadilah orang tua yang aktif, tanggap dan kreatif. Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman dan asik ketika sedang bermain dengan orangtuanya. Orangtua juga bisa membuat permainan yang bermanfaat untuk mengasah pertumbuhan otak si kecil, singkirkan pikiran jika hanya sekolahlah tempat anak untuk belajar hal-hal baru.

Banyak orang tua yang tidak paham pengertian dari bermain atau sebuah permainan, padahal orang tua selalu mengajak anak mereka untuk bermain atau memberikan sebuah permainan. Banyak sekali orangtua yang tidak tahu manfaat dan kegunaan bermain untuk anak. Seorang anak memerlukan aktivitas bermain untuk menyalurkan energinya dan lebih bersemangat menjalani harinya. Untuk lebih lanjut marilah kita simak beberapa pengertian bermain dari para ahli.

Menurut Hughes (1999), seorang ahli perkembangan anak dalam bukunya Children, Play, and Development, mengatakan bermain merupakan hal yang berbeda dengan belajar dan bekerja. Suatu kegiatan yang disebut bermain harus ada lima unsur didalamnya, yaitu:

  • Mempunyai tujuan yaitu permainan itu sendiri untuk mendapat kepuasan .
  •  Memilih dengan bebas dan atas kehendak sendiri, tidak ada yang menyuruh ataupun memaksa.
  • Menyenangkan dan dapat menikmati.
  • Mengkhayal untuk mengembangkan daya imaginatif dan kreativitas
  • Melakukan secara aktif dan sadar (DWP, 2005)

Friedrich Froebel ( 1782- 1852 ) menjelaskan bahwa konsep bermain merupakan proses belajar bagi anak usia dini. Anak diajak bekerja di kebun, bermain dengan pimpinan, bernyanyi, pekerjaan tangan atau keterampilan, bersosialisasi, berfantasi, adalah merupakan proses belajar sambil bekerja.

Kini dapat kita simpulkan, bahwa bermain adalah suatu kegiatan atau suatu proses belajar yang tidak disadari tapi menghasilkan sebuah kepuasan dan mampu merangsang tumbuh kembang anak dan kemampuan dalam bersosialisasi. Banyak sekali manfaat yang bisa anak kita dapatkan dari aktivitas bermain, berikut penjelasannya.

Manfaat Bermain Untuk Anak

  1. Bermain Merangsang Kreativitas Anak

Bermain adalah aktivitas yang sangat bermanfaat untuk anak. Karena proses bermain adalah proses dimana seorang ingin mengetahui hal-hal baru yang ada disekitarnya. Seperti contoh ketika anak bermain bongkar pasang, didalam permainan bongkar pasang, otak memberikan perintah untuk menyusun bongkar pasang tersebut agar menjadi sesuatu, entah itu menjadi rumah, robot ataupun bentuk yang tidak jelas.

Pada permainan ini, otak anak akan terstimulasi secara alami untuk berimajinasi dan kreatif. Dan dengan memberikan anak permainan tersebut, maka orang tua dapat mreangsang kreativitas pada anak-anaknya.

  1. Menanamkan Nilai Kedisiplinan Pada Anak

Bermain dapat menanamkan sebuah kedisplinan pada diri anak. Pada setiap permainan pasti ada sebuah rules atau peraturan yang wajib anak patuhi, misalnya saja bermain ular tangga. Pada permainan ular tangga pasti memiliki peraturan yang wajib anak patuhi, seperti giliran bermain misalnya. Dengan adanya giliran bermain, tentu si anak harus mematuhi peraturan tersebut. Jika anak lupa dan menyerobot untuk bermain, maka anak akan mendapatkan sanksi yang sudah disiapkan oleh permainan tersebut. Dengan adanya peraturan dan sanksi tersebut, maka anak-anak akan lebih berhati-hati dan mengikuti peraturan yang ada di dalam permainan tersebut. Dan dengan begitu, maka lama kelamaan akan tertanam sebuah kedisiplinan pada diri anak.

  1. Melatih Kolektivitas Atau Kekompakan Anak

Sebuah kekompakan dalam suatu kelompok adalah hal yang penting, dan tentu kekompakan dapat terjadi karena adanya rasa sadar pada diri masing-masing. Ajarkan anak untuk membuat kerja sama yang baik, hal ini dapat melatih anak untuk mampu bersosialisasi dan mampu untuk hadir dalam sebuah kelompok. Ikutkan anak beberapa kegiatan olahraga, seperti klub sepak bola atau basket. Dalam olahraga tersebut memerlukan kolektivitas atau kekompakan yang maksimal dari seluruh pemain, dan tanpa adanya kolektivitas dari pemain, maka akan susah bagi tim tersebut mendapatkan point untuk memenangkan perlombaan. Dan seperti yang kita ketahui, jika dalam bermain basket atau sepak bola memerlukan kerja antar pemain untuk memenangkan sebuah kompetisi.

  1. Mengasah Mental Anak

Didalam hidup ini manusia pasti akan mengalami keberhasilan ataupun kegagalan, begitu juga dalam sebuah permainan, pasti ada kalah dan menang. Biarkan si kecil melalui proses bermain apa adanya, jangan paksa anak untuk terus berhasil dalam sebuah permainan. Jika anak terus menerus berhasil dan ketika ia kalah, maka hal ini akan mempengaruhi mental si anak. Biarkan dia melalui proses kegagalan, ajarkan padanya jika kekalahan dan kemenangan dalam permainan, dapat memberikan ia pengalaman dan kekuatan di masa mendatang. Jangan paksa anak atau menuntut anak untuk menang dalam permainan, jadilah orangtua yang selalu memotivasi anak dengan penuh kehangatan dan kata-kata positif. Dan jangan biarkan anak terlarut dalam rasa sedih akan kekalahan yang ia hadapi.

  1. Mengajarkan Anak Berkomunikasi

Bermain adalah sarana yang bisa digunakan untuk mengajarkan anak cara berkomunikasi dengan baik. Ketika anak bermain dengan orangtua atau temannya, maka akan timbul rasa ingin berhubungan atau kontak dengan teman bermainnya. Hal ini akan membantu anak untuk mengolah kata-kata mereka dalam berbicara.

Sponsors Link

  1. Mengasah Rasa Percaya Diri Anak

Bermain adalah masa dimana anak-anak mulai memiliki rasa ingin tahu, rasa ingin mengenal hal baru dan masuk ke dalam permainan tersebut. Bermain dapat menjadi sarana dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Ajaklah anak untuk mengenal hal-hal baru yang aman untuknya, cara ini dapat membantu untuk mengasah rasa percaya diri pada anak.

Banyak sekali cara yang dapat kita lakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak tidak hanya mengenai kesehatan tubuh atau struktur fisik pada anak, tapi juga memberikan rangsangan pada emosi anak. Pilihlah jenis permainan yang mengedukasi anak-anak, karena sekali lagi kita harus paham tentang arti bermain.

Bermain tidak hanya berguna untuk mendapatkan kesenangan saja, melainkan juga ilmu yang bermanfaat bagi anak. Oleh sebab itu, berikanlah permainan yang mengedukasi anak dan memberikan manfaat bagi tumbuh kembangnya.

Jenis Permainan Yang Dapat Mengedukasi

  • Permainan Sensorimotor adalah permainan yang sangat mudah bunda lakukan dirumah bersama anak, bunda dapat menerapkan permainan sensorimotor dengan menggunakan alat indera dengan berlari, meluncur, menyentuh, melompat, melempar dan sebagainya. Permainan jenis ini sangat mudah dilakukan bunda di rumah, di halaman rumah bahkan di dalam kamar anak.
  • Permainan Sombolik adalah permainan yang dapat anak mainkan bersama orang tua di rumah. Permainan ini biasanya banyak dimainkan anak perempuan dengan bonekanya.
  • Permainan Sosial adalah permainan yang membutuhkan adanya teman ketika bermain, dengan demikian akan terjadi suatu interaksi sosial yang baik anatara anak dan teman-temannya.
  • Permainan Konstruktif adalah permainan yang membutuhkan sensorimotor dan simbolik. Permainan konstruktif mampu mengajarkan anak untuk mengerti bagaimana cara memecahkan suatu masalah
  • Games adalah kegiatan bermain yang sering dilakukan anak-anak. Games tidak hanya bisa dilakukan di sekolah saja bersama teman-temannya, namun bunda juga bisa mengajak anak untuk bermain games di rumah. Games memberi banyak kesenangan, dan mampu mengajarkan anak untuk lebih sportif dan siap menghadapi kenyataan.

Banyak sekali bukan, manfaat bermain bagi putra putri tercinta. Karena bermain memberikan kontribusi yang besar dalam mengolah diri anak dalam bersosialisasi, emosi, kecerdasan kognitif dan fisik. Jika sebagian orangtua bertanya, bagaimana jika anak masih dalam kategori balita dan manfaat apa yang bisa balita dapat dari bermain ?? Maka berikut penjelasannya.

Manfaat Bermain Pada Anak Yang Masih Balita

Banyak diantara orangtua yang takut melepaskan anak balitanya untuk bermain bersama teman-teman sebayanya. Orangtua takut anak akan dikasari, didorong, dipukul dan sebagainya. Jika bunda takut akan hal tersebut, maka sebaiknya bunda segera membuang pikiran itu. Karena jika kita lebih membiarkan anak bermain dengan teman sebayanya, ini akan memberikan banyak manfaat untuk si kecil, diantaranya :

  1. Belajar berinteraksi Dengan Teman

Memberi ruang untuk anak bermain dengan teman sebayanya, anak akan lebih mengerti bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain. Disini anak akan mengamati bagaimana cara menyapa, mengajak main dan sebaginya. Jika anak hanya berdiam di rumah tanpa mengenal teman baru atau orang baru, maka anak akan merasa minder dan takut dengan orang. Maka dari itu, ketika anak masih dalam usia balita, sering-seringlah mengajak si kecil untuk keluar, misalnya mengajak si kecil ke mall, bermain dalam playground atau mengikut sertakan anak dalam sekolah bayi/balita. Tentu hal ini akan membantu dia untuk lebih mudah berinteraksi dengan teman-temannya.

  1. Mengontrol sifat agresif

Jika si kecil memiliki sifat agresif, maka ajaklah si kecil untuk bermain dengan anak seusianya. Dan ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahukan anak, jika apa yang dilakukannya tidaklah baik. Cobalah mengingatkan anak dengan lembut, ajarkan dia cara meminta maaf pada teman, ajarkan dia rasa menyayangi sesama teman. Cara ini akan mampu merubah sifat agresif pada anak, dan jangan diamkan anak ketika berbuat yang tidak seharusnya.

  1. Menyelesaikan masalah.

Ketika si kecil bermain, pasti ada satu momen dimana dia harus menyelesaikan masalahnya sendiri. Biasanya anak akan takut jika berada diantara banyak teman, namun kita harus tetap menguatkan dia agar mampu berkoordinasi dengan anak lainnya. Dan tentu seiring berjalannya waktu, anak akan mudah untuk memecahkan masalah ketakutannya sendiri.

  1. Berlatih jadi pemimpin.

Sifat kepemimpinan anak dapat kita deteksi sejak ia masih balita. Perhatikan ketika si kecil sedang bermain, jika saat ia bermain terlihat lebih menonjol dan lebih di ikuti teman, maka hal tersebut menunjukan jika anak memiliki sifat kepemimpinan yang hebat.

  1. Mudah beradaptasi.

Bermain adalah alat pembentuk kepribadian yang unik untuk anak. Mengajak anak untuk sering bermain dengan dunia luar, dengan teman baru, setelah dia besar, anak akan lebih mampu menerima hal-hal baru dan bisa beradaptasi dengan hal-hal disekitarnya dengan waktu yang singkat. Tentu ini sangat bermanfaat bagi si kecil.

  1. Mengasah kemampuan motorik

Bermain pasti memerlukan energi yang banyak, dan melakukan banyak gerakan seperti berlari, melempar, melompat dan sebagainya. Dengan bermain, kemampuan motorik anak akan lebih ter-asah dengan baik. Anak akan menggunakan banyak gerakan untuk mengeksplorasi dirinya dalam sebuah permainan, dan tentu ini sangat membantu anak dalam mengasah kemampuan motoriknya.

Bermain bagi anak-anak memang sangat menyenangkan. Dengan bermain anak akan banyak belajar hal baru, mengenal teman baru dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Berikan anak motivasi yang positif, berikan anak perhatian khusus terutama untuk balita ketika ia sedang bermain. Usia balita adalah usia keemasan, maka dari itu dalam usia ini orangtua harus mengasah segala kemampuan yang dimiliki anak.

Sponsors Link

Memberikan waktu bermain pada anak memang hal yang baik, karena berdasarkan para ahli yang mengatakan “ masa anak-anak adalah masa dimana mereka hanya melakukan aktivitas bermain saja “. Namun, ada kalanya kita tidak membiarkan anak untuk bermain sendirian, mengapa demikian?? berikut penjelasannya.

  • Memilih mainan yang aman, adalah kewajiban yang perlu orangtua perhatikan. Pilihlah mainan yang aman untuk putra putri tercinta, misalnya seperti masak-masakan. Pilihlah bahan mainan yang memenuhi standart SNI, karena ini lebih aman untuk dimainkan anak-anak. Untuk harganya sendiri bervariasi, jadi bunda tidak terlalu pusing memikirkannya. Selain itu, pilihlah bentuk mainan yang aman untuk anak, hindari mainan yang menggunakan material kecil-kecil agar tidak tertelan anak.
  • Mengawasi anak ketika bermain game, ini adalah hal yang harus perhatikan. Awasi setiap gerak gerik anak ketika sedang menggunakan gadget dalam bermain game, karena tanpa kita ketahui anak bisa men-download game-game yang berbau kekerasan dan pornografi. Dan tentu sebagai orang tua, kita harus waspada terhadap hal-hal yang bisa merusak mental si kecil. Jika perlu orang tua harus membuatkan akun khusus untuk si kecil, dengan begitu konten-konten atau game dewasa tidak akan muncul secara otomatis.

Tentunya banyak sekali hal yang bisa kita lakukan dalam memilih permainan untuk anak. Jangan biarkan anak mendownload atau mengunduh sendiri game di internet tanpa didampingi orangtua. Setelah kita mempelajari banyak hal tentang pentingnya bermain pada anak, kali ini kita bisa membuat review keuntungan apa saja yang anak dapatkan dari aktivitas bermain.

Keuntungan Anak Dalam Bermain :

  1. Anak menggunakan energi dengan benar (kognitif)
  2. Bermain dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak
  3. Bermain dapat meningkatkan nafsu makan pada anak-anak
  4. Bermain dapat mengajarkan anak untuk mampu mengontrol emosi pada dirinya
  5. Bermain dapat mengasah kreatifitas dan keterampilan lainnya
  6. Dengan bermain, anak akan lebih muda untuk beradaptasi dengan hal-hal baru
  7. Bermain dapat mengajarkan anak cara bersosialisasi yang baik dengan teman
  8. Dengan bermain dapat mengajarkan anak untuk bersikap sportif
  9. Dengan bermain anak dapat mengasah kemampuan intelektualnya
  10. Dengan bermain anak akan mengerti apa arti sebuah perjuangan menang/kalah

Setelah kita sudah paham mengapa bermain itu sangat penting untuk anak, sebaiknya mulailah memberikan stimulasi pada anak, dengan cara bermain. Bermain tidak hanya membuat anak menjadi senang dan lebih cerdas, akan tetapi dengan bermain anak juga bisa semakin sehat.

Bermain tidak hanya bisa dilakukan didalam ruangan, tetapi juga bisa mengajak anak untuk bermain diluar rumah dengan sarana olahraaga seperti sepak bola, basket, lompat tali dan sebagainya  dan tentunya ini akan menjadi hal yang menyenangkan untuk putra putri kita.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Thursday 05th, January 2017 / 05:00 Oleh :
Kategori : Parenting