Sponsors Link

Kudis pada Anak – Gejala dan Cara Pengobatannya

Sponsors Link

Kudis atau yang secara medis disebut sebagai penyakit Scabies, merupakan suatu kondisi penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau. Penyakit kulit ini adalah satu dari jenis penyakit, yang umum terjadi di negara berkembang. Menurut data WHO kudis telah menjangkiti lebih dari 130-300 juta orang di seluruh dunia, terutama di daerah-daerah miskin pada anak-anak dan orang lanjut usia. Walaupun demikian, kudis tidak hanya berpotensi menyerang anak-anak dan orang tua saja, melainkan siapa pun yang berada dekat dengan penderitanya karena penyakit ini sangat mudah menular. Anak-anak lebih mudah terkena penyakit kudis karena daya tahan tubuh mereka masih belum terbentuk sempurna. Kudis pada anak biasanya terlihat di area kepala, wajah, leher dan telapak tangan. Kudis merupakan salah satu dari macam-macam infeksi kulit pada anak, jenis-jenis penyakit kulit pada anak, macam-macam alergi kulit pada anak dan penyakit kulit pada bayi yang umum terjadi.

ads

Penyebab Kudis

Kudis pada anak disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes Scabiei yang menggali terowongan di bawah kulit epidermis untuk meletakkan telur-telurnya. Kulit anak yang terinfeksi biasanya pada area lipatan kulit, ketiak, sela-sela jari, kelamin dan pantat anak. Akibatnya timbul rasa gatal yang sangat mengganggu pada kulit anak sebagai reaksi alergi dari tubuh anak terhadap protein dan feses tungau. Gatal yang terus menerus pada akhirnya akan membentuk ruam. Walaupun tungau sudah dibasmi dengan pengobatan yang tepat, gatal masih akan tetap terasa selama beberapa waktu.

Gejala Kudis

Bayi atau anak-anak yang belum pernah terkena kudis sebelumnya mungkin membutuhkan  waktu selama 4-5 minggu setelah tertular untuk mulai menampakkan gejalanya. Sedangkan bagi yang pernah terkena kudis sebelumnya, gejala akan muncul lebih cepat yaitu pada waktu 1-4 hari setelah tertular tungau penyebab kudis.Gejala kudis pada anak yaitu:

  1. Terdapat ruam-ruam merah pada kulit yang gatal luar biasa dan memburuk pada malam hari.
  2. Terdapat jejak seperti galian tipis dan tidak teratur pada kulit.
  3. Kulit anak tampak melepuh

Walaupun gejala belum muncul, seseorang yang tertular juga sudah dapat menyebarkan infeksi tungau pada orang lain. Penularan kudis pada anak sangat mudah melalui kontak dengan kulit penderita, sprei, bantal, selimut, pakaian, handuk dan semua barang yang digunakan bersama-sama.

Pengobatan Kudis

Tungau penyebab kudis berkembang biak pada kulit penderita apabila tidak dilakukan tindakan pengobatan yang tepat. Walaupun penderita sudah menggosok tubuh dengan bersih menggunakan sabun saat mandi, tungau ini tahan terhadap sabun dan air hangat sehingga tidak dapat dibasmi semudah itu. Pengobatan yang manjur untuk tungau penyebab kudis pada anak dilakukan dengan obat oles berupa krim dan lotion mengandung insektisida yang diresepkan dokter untuk kulit yang terinfeksi. Obat-obatan oles seperti permethrin dan crotamiton ini menjadi cara mengobati kudis pada anak dengan dioleskan pada ruam dan daerah sekitar kulit yang terinfeksi dan harus didiamkan selama setidaknya 12-24 jam. Dokter juga biasanya akan meresepkan Ivermectin pada kasus kudis yang lebih parah. Lindane tadinya juga merupakan salah satu obat oles yang digunakan untuk membasmi tungau, namun karena terlalu beracun dan menimbulkan efek samping yang sangat buruk maka pengobatan menggunakan lindane tidak lagi disarankan.

Komplikasi kudis pada anak juga dapat menjadi suatu penyakit yang lebih parah berupa kudis berkeropeng, terutama jika digaruk. Garukan akan membuat permukaan kulit terluka sehingga rentan terkena infeksi bakteri, misalnya impetigo yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus atau streptococcus pyrogenes. Kudis berkeropeng disebut juga dengan nama Norwegian Scabies yang walaupun sedikit dan tidak gatal, namun sangat menular dan sulit untuk diobati. Ketahuilah gejala impetigo pada bayi dan penyebab panu pada anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Sunday 22nd, April 2018 / 03:40 Oleh :
Kategori : Kudis
Doctors Talk

Kecanduan game & gadget bisa jadi momok bagi ibu, bahkan bisa membuat anak depresi dan bunuh diri, yuk kenali dan jangan lupa subscribe ya.