Sponsors Link

Hiperplasia Adrenal Congenital pada Anak – Jenis, Gejala, Diagnosis dan Pengobatannya

Sponsors Link

Hiperplasia adrenal congenital pada anak pada dasarnya merupakan serangkaian kelainan genetika yang dapat berpengaruh terhadap kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal memiliki peran penting yaitu menghasilkan hormon-hormon yang penting di dalam tubuh. Berikut ini hal-hal mengenai kelainan hiperplasia adrenal congenital.

Jenis

Kelainan hiperplasia adrenal congenital sebenarnya lebih mudah terdeteksi pada anak perempuan sehingga kasus tersebut bisa ditangani secara lebih cepat. Kelainan tersebut pada dasarnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu klasik dan nonklasik. Untuk kasus klasik masih dibagi lagi menjadi 2 golongan yaitu salt losing dan non salt losing. Hiperplasia adrenal congenital pada dasarnya lebih parah daripada jenis nonklasik. Namun kelainan yang berjenis klasik ini bisa terdeteksi pada saat penyebab bayi lahir prematur yaitu pada saat pemeriksaan skrining. Pada kasus ini tampaknya bayi perempuan labih mudah untuk terdeteksi jika mengalami kelainan tersebut sebab kelainan bisa dilihat dari bentuk organ kelaminnya. Untuk kasus hiperplasia adrenal conginetal berjenis nonklasik tentunya memiliki gejala yang lebih ringan dan umumnya terjadi pada anak-anak.

Gejala

Pada kelainan jenis klasik diketahui gejala yang ada pada anak perempuan ditandai dengan adanya bentuk kelamin yang bersifat abnormal. Bentuk yang abnormal tersebut bisa saja meliputi lubang vagina dan ukuran uretra. Namun pada bayi laki-laki kasus salt-losing ternyata tidak menimbulkan gejala yang begitu jelas. Hanya saja warna kulit bayi lebih gelap. Seminggu setelahnya barulah bayi akan mengalami gejala berupa penyebab bayi sering muntah dan lelah atau bahkan kehilangan kesadaran. Namun pada jenis non salt losing kasus kelainan tersebut baru terdeteksi pada usia kanak-kanak. Sedangkan pada kasus non klasik gejala yang muncul lebih ringan. Misalnya saja anak perempuan mengalami gejala berupa adanya karakter maskulin. Pada anak laki-laki muncul gejala berupa perkembangan seksual secara lebih awal.

Diagnosis

Kelainan hiperplasia adrenal congenital bisa dideteksi pada janin di dalam kandungan. Untuk mendeteksinya bisa dilakukan amniocentesis yaitu dengan mengambil sampel cairan air ketuban yang mengandung sel janin. Bisa juga dilakukan chorionic villus sampling yang mengambil sampel dari jaringan plasenta. Namun untuk melakukan diagnosis terhadap anak-anak dan juga anak yang telah lahir maka diagnosis dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan terhadap darah dan urin untuk mengetahui kadar gangguan metabolik pada anak dari kelenjar adrenal. Bisa pula dilakukan USG untuk melihat ada atau tidaknya kelainan pada bentuk organ dalam. Selain itu bisa juga dilakukan foto rontgen untuk melihat perkembangan tulang. Adapun pemeriksaan jenis kelamin serta pemeriksaan genetik juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis kelainan tersebut.

Pengobatan

Penyebab kelainan kongential non genetik jenis ini sebenarnya tidak dapat disembuhkan. Namun beberapa penderita kelainan tersebut menerima penanganan dengan tepat sehingga dapat menjalani hidupnya secara normal. Penanganan terhadap kelainan hiperplasia adrenal congenital dapat dilakukan dengan cara pemberian obat-obatan dari dokter pada pasien anak. Jenis obat bisa berupa glukokortitoid, mineralokortikoid, serta natrium klorida. Penanganan untuk mengatasi kasus kelainan yang lebih parah pada perempuan dapat dilakukan tindakan operasi rekonstruksi. Tindakan ini biasanya dilakukan pada saat bayi telah menginjak usia 2 bulan sampai dengan 6 bulan. Tidak hanya itu saja namun perlu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh dokter untuk memantau kondisi pasien anak yang menderita kelainan tersebut.

Hiperplasia adrenal congenital pada anak sebaiknya selalu diwaspadai agar dapat segera ditangani. Dengan demikian maka anak dapat menjalani aktivitasnya dengan normal.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 05th, November 2018 / 22:55 Oleh :