Sponsors Link

5 Komplikasi Gigantisme pada Anak yang Mungkin Terjadi

Sponsors Link

Gigantisme pada anak sebenarnya merupakan suatu kondisi saat produksi hormon pertumbuhan pada anak terjadi secara berlebihan. Gigantisme pada dasarnya merupakan suatu kelainan yang bersifat langka. Keterlambatan penanganan terhadap penyakit gigantisme dapat menyebabkan terjadinya beberapa macam komplikasi kesehatan pada anak. Berikut ini beberapa contoh jenis komplikasi yang mungkin saja terjadi jika kondisi gigantisme pada anak diabaikan dan tidak ditangani dengan tepat.

1. Pertumbuhan Abnormal

Anak yang menderita kelainan gigantisme umumnya mengalami beberapa keluhan fisik. Diantaranya adalah ukuan tangan dan kakinya semakin membesar. Tentu saja kondisi ini bisa tampak dengan jelas sehingga bisa menjadi ciri dari gigantisme. Jari tangan dan kakinya pun akan terasa semakin tebal serta dahi dan dagunya berukuran lebar. Pertumbuhan yang dialami oleh penderita gigantisme ini seringkali disertai pula dengan adanya macam-macam gangguan tidur pada anak. Selain itu anak penderita gigantisme juga cenderung sering mengeluarkan keringat.

2. Hipogonadisme

Seorang anak disebut mengalami hipogonadisme jika hormon seksual yang dihasilkan oleh kelenjar seksual berada di bawah jumlah normal. Kondisi ini bisa saja dialami oleh anak yang mulai memasuki usia remaja dan ia mengalami perkembangan seksual yang kurang baik. Beberapa anak laki-laki yang mengalami kondisi ini akan mengalami pertumbuhan penis dan juga testis yang terhambat. Sedangkan pada anak perempuan gejala ini bisa saja berupa lambatnya pertumbuhan atau perkembangan payudara serta gangguan dalam hal penyebab menstruasi dini pada anak.

3. Hipotiroidisme

Saat mengalami hipotiroidisme maka anak berarti mengalami suatu kelainan pada kelenjar tiroidnya. Akibatnya kelenjar tersebut tidak dapat menghasilkan hormon dengan jumlah yang cukup. Hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid pada dasarnya berperan dalam mengatur proses metabolisme dalam tubuh. Jadi jika seorang anak menderita ciri-ciri hipertiroid pada anak maka proses metabolisme tubuhnya akan mengalami perlambatan sehingga produksi energi oleh tubuh akan semakin berkurang. Kondisi ini jika dibiarkan saja akan menyebabkan anak mengalami penyebab gondongan pada anak. Sedangkan bayi jika mengalami hipotiroidisme akan mengalami kelainan berupa pertumbuhan fisik dan mental yang terlambat.

4. Insufisiensi Adrenal

Kondisi ini seringkali disebut juga dengan penyakit Addison. Kondisi ini digambarkan dengan adanya gangguan metabolik pada anak yang membuat hormon yang diperlukan oleh tubuh tidak dapat diproduksi lagi. Tentu saja kondisi ini harus segera ditangani dan diobati agar tidak menjadi suatu penyakit yang berbahaya bagi penderitanya. Insufisiensi adrenal pada awalnya tidak dapat dideteksi sebab gejalanya sama saja dengan gejala penyakit lainnya. Namun dalam hitungan beberapa bulan ternyata penyakit ini menyebabkan anak mengalami perubahan pada kulitnya serta gangguan pernapasan disertai dengan penurunan kesadaran.

5. Diabetes Insipidus

Seseorang yang menderita gejala diabetes pada anak umumnya akan memiliki gejala berupa mudah haus serta mudah buang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Penyakit ini bisa saja dialami oleh seorang anak saat anak tersebut mengalami gangguan pada hormon antidiuretiknya. Hormon tersebut berfungsi untuk mengatur jumlah cairan di dalam tubuh. Saat produksi hormon tersebut berkurang maka ginjal tidak dapat lagi merespons hormon tersebut. Kondisi inilah yang melahirkan diabetes insipidus pada anak. Penderita penyakit ini akan selalu banyak minum untuk mengimbangi hilangnya banyak cairan melalui urin.

Gigantisme pada anak sudah seharusnya diwaspadai dan segera ditangani. Sebab jika gigantisme tidak ditangani dan dibiarkan saja maka bukan tidak mungkin anak akan mengalami berbagai macam komplikasi kesehatan seperti yang telah diulas di atas.

Sponsors Link
, , , , , , ,
Post Date: Sunday 04th, November 2018 / 22:33 Oleh :