Sponsors Link

Gejala dan Penyebab Depresi pada Anak yang Sering Terjadi

Sponsors Link

Depresi pada anak kadang disalah pahami orang tua sebagai gejala stres pada anak. Namun, gejala dan penyebab depresi pada anak lebih berdampak negatif bagi si kecil, dibandingkan stres. Sebab, stres pada anak yang mampu diatasi buah hati dengan baik, akan membuat mereka bersemangat mengatasi tantangan. Sebaliknya, jika penyebab stres pada anak tidak mampu diatasi dan melewati batas normal, maka anak berpotensi mengalami depresi.

Meskipun bukan merupakan ciri-ciri anak mengalami gangguan mental yang sering terjadi. Depresi adalah sebuah penyakit mental yang menyebabkan anak mengalami kelainan mood sehingga mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan  berperilaku anak. Terkadang pada tingkatan depresi tertentu dapat membuat anakmemiliki berbagai masalah emosional dan fisik.

Gejala Depresi pada Anak

Anak dapat mengalami depresi sejak mulai usia pra sekolah, hingga usia remaja. Depresi pada remaja lebih sering terjadi dibandingkan depresi pada anak usia pra sekolah. Orang tua perlu cermat dalam memantau perkembangan perilaku anak. Sebab, pengamatan orang tua yang cermat dapat membantu mengenali gejala depresi pada anak sedini mungkin. Sehingga jika anak menunjukkan tanda-tanda depresi, oran tuadapat segera melakukan cara mengatasi depresi pada anak, dengan meminta bantuan dan arahan dari pakar kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiatri.

Penting diketahui anak depresi tidak selalu menunjukkan perilaku tantrum ataupun nakal. Berikut ini adalah beberapa gejala depresi pada anak yang perlu orang tua cermati:

  1. Perubahan signifikan pada perilakunya

Setiap anak memiliki kekhasan perilaku masing-masing. Sebagian memiliki ciri-ciri anak aktif, sebagian lagi mungkin tidak. Saat depresi mereka tampak tidak seperti anak yang biasa orang tua dapati. Tanda-tanda perubahan perilaku anak dapat terjadi dalam beberapa bentuk perilaku berikut ini,

  • Anak tampak lesu dan merasa bosan
  • Anak berhenti atau tidak tertarik melakukan kegiatan favoritnya tanpa alasan atau sebab yang dapat dijelaskannya
  • Terkadang kemampuan anak menurun, mudah diamati pada bakat-bakat yang dia tekuni
  • Anak mengalami perubahan pola tidur yang drastis.

Pada anak yang telah mampu berkomunikasi, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi dan bercerita mengenai perasaannya. Jika depresi anak terjadi karena akumulasi stres, lakukan cara mengatasi stres pada anak untuk mengurangi gejala depresinya.

  1. Memburuknya suasana hati anak

Seperti halnya depresi pada orang dewasa, anak yang mengalami depresi juga mengalami perubahan suasana hati menjadi lebih buruk. Jika, hal ini terjadi, jangan langsung menghakimi atau melabeli anak dengan perkataan negatif. Sebab, bisa saja memperburuk gejala depresi pada anak yang ditunjukkan dengan perilaku berikut,

  • Anak sering menangis, dan menampakkan kesedihan dalam waktu yang lama
  • Lebih emosional sehingga mudah marah dan tersinggung
  • Anak gelisah, terkadang tampak melakukan perbuatan yang berulang, seperti berjalan mondar-mandir
  • Sulit untuk berkonsentrasi dan fokus

Selain itu, jika anak telah bersekolah, orang tua juga dapat mengamati perubahan prestasi belajar anak. Komunikasikan dengan pengajar di sekolah untuk mengetahui kondisi kesehatan anak untuk mengantisipasi gejala depresi.

  1. Kecendrungan menarik diri

Umumnya anak-anak menyenagi kegiatan bermain ataupun berolahraga. Selain itu, umumnya mereka senang bersosialisasi dengan teman seumurannya. Namun saat mereka mengalami depresi mereka cenderung menarik diri. Perilaku berikut perlu orang tua cermati sebagai gejala depresi pada anak,

  • Anak enggan berangkat sekolah atau tidak mau pergi ke tempat penitipan anak seperti biasanya
  • Sering mengeluh dan merasa tak berdaya
  • Saat dalam keramaian anak tampak sering termenung, tidak fokus dan menarik diri dari orang di sekitarnya.

Pada tingkat keparahan tertentu, depresi pada anak menyebabkan anak tidak peduli dengan dirinya sendiri. Sehingga anak memiliki pikiran atau melakukan perbuatan yang menyakiti dirinya sendiri.

Penyebab Depresi pada Anak

Depresi dapat terjadi karena beberapa faktor pemicu. Beberapa diantaranya terjadi karena faktor bawaan, keperibadian anak dan juga faktor lingkungan. Berikut ini adalah beberapa penyebab depresi pada anak yang perlu menjadi perhatian orang tua,

  1. Keturunan – anak dengan orang tua yang memiliki riwayat depresi, lebih berpotensi mengalami hal serupa.
  2. Temperamen anak – anak yang mudah bergaul dan memiliki suasana hati positif, beresiko lebih kecil mengalami depresi dibandingkan anak yang memiliki reaksi refleks negatif, sering menagis, atau memiliki kreativitas rendah.
  3. Stres – berbagai tuntutan kepada anak dapat meningkatkan resiko stres pada anak, ajak anak untuk menikmati manfaat liburan untuk anak guna menghindari stres.
  4. Kurang bermain – anak yang kurang memperoleh manfaat bermain untuk anak usia dini dapat lebih mudah mengalami depresi. Sebab bermain dapat menjadi terapi stres efektif bagi anak.
  5. Kecanduanbahaya bermain game untuk anak dan dampak negatif bermain game untuk anak berpotensi menjadi penyebab depresi yang mempengaruhi tumbuh kembangnya.
  6. Kebanyakan gula – penelitian menunjukkan bahwa bahaya gula untuk bayi dan anak yang dikonsumi berlebih berkorelasi dengan kasus depresi.

Demikianlah gejala dan penyebab depresi pada anak yang perlu diwaspadai orang tua. Orang tua sangat berperan dalam mencegah anak mengalami depresi. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan perhatian terhadap kebutuhan komunikasi anak serta perhatian terhadap perilaku anak.

Sponsors Link
, , , , , ,
Post Date: Wednesday 10th, October 2018 / 12:01 Oleh :