Sponsors Link

Fistula Ani pada Anak – Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatannya

Sponsors Link

Fistula ani pada anak bisa saja terjadi saat terbentuk suatu saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit yang ada di sekitar anus atau dubur. Kondisi ini merupakan reaksi dari infeksi kelenjar pada anus yang kemudian berkembang menjadi abses anus. Fistula umumnya tampak seperti suatu saluran atau lubang kecil setelah nanah di dalamnya keluar. Berikut ini beberapa hal mengenai fistula ani pada anak.

Gejala

Beberapa gejala yang ditunjukkan oleh anak saat menderita fistula ani antara lain:

  • keluar darah atau nanah saat sedang buang air besar.
  • daerah di sekitar anus akan memerah dan membengkak.
  • kulit di sekitar anus juga akan mengalami iritasi .
  • anak akan merasa nyeri pada anusnya terutama saat ia duduk atau batuk kronis pada anak.
  • anak juga umumnya mengalami penyebab demam pada anak dan mudah merasa lelah.
  • aktivitas anak menurun akibat rasa tidak nyaman yang ada pada sekitar anus.

Penyebab

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya fistula ani adalah adanya abses anus yang tidak sembuh secara sempurna sehingga kondisi ini menyisakan saluran atau lubang kecil pada kulit yang ada di sekitar anus. Abses anus merupakan penyebab yang paling banyak terjadi pada kasus fistula ani. Selain abses anus ternyata fistula ani juga bisa terjadi karena adanya gangguan pada saluran cerna di bagian bawah atau di daerah anus. Di samping itu ada pula penyebab lain dari terjadinya fistula ani. Di antaranya adalah beberapa jenis infeksi seperti misalnya infeksi TBC, infeksi HIV pada anak, serta divertikulitis. Penyebab lainnya adalah komplikasi sebagai akibat dari operasi yang dilakukan di dekat anus serta pasca radioterapi untuk kanker usus besar

Diagnosis

Untuk melakukan diagnosis terhadap penyakit fistula ani pada anak maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada anak. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang pada anak. Misalnya saja dengan melakukan pemindaian dengan menggunakan foto rontgen, USG, CT scan, serta MRI. Selain itu dokter juga akan melakukan anaskopi dengan menggunakan alat bernama speculum anus. Ada pula proktokospi yang akan dilakukan oleh dokter untuk melihat kondisi anus gatal pada anak. Selain itu ada pula fistula probe yang dilakukan untuk melihat lokasi dari fistula yang terbuka. Masih ada pula pemeriksaan lain misalnya dengan menggunakan selang kecil berkamera yang dimasukkan melalui anus untuk melihat kondisi penyebab infeksi usus pada anak. Tindakan ini dinamakan kolonoskopi.

Pengobatan

Pada dasarnya fistula ani memerlukan tindakan pengobatan dari tim medis agar dapat disembuhkan. Pengobatan yang umumnya dilakukan pada anak yang menderita fistula ani adalah melalui tindakan operasi. Namun untuk menjalani operasi tentunya terlebih dahulu pasien anak harus menjalani pemeriksaan awal dan dilanjutkan dengan pemberian anestesi umum oleh tim medis. Ada pula prosedur bernama fistulotomi yang merupakan pembedahan kulit dan distrofi otot pada anak pada lokasi fistula. Melalui prosedur ini maka fistula akan dikeruk serta dibersihkan lalu dibiarkan terbuka. Kondisi ini akan memungkinkan terjadinya penyembuhan dari dalam hingga ke permukaan saluran fistula.

Fistula ani pada anak bisa jadi akan cukup berbahaya. Jika tidak segera ditangani maka dapat mengganggu kesehatan anak sehari-hari. Karena itu sebaiknya kondisi ini segera ditangani dengan segera. Sehingga aktifitas anak juga dapat kembali normal.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Wednesday 10th, October 2018 / 11:50 Oleh :