Sponsors Link

5 Bahaya Fenilketonuria pada Anak Wajib Waspada

Sponsors Link

Fenilketonuria pada anak bisa saja terjadi karena disebabkan oleh mutasi genetik. Fenilketonuria sendiri pada dasarnya merupakan suatu kelainan genetik yang bersifat langka dan dialami oleh seorang anak sejak lahir. Penyakit ini akan menyebabkan tubuh anak tidak dapat mengurai asam amino fenilalanin yang merupakan bahan baku untuk pembentukan sumber protein terbaik untuk anak oleh tubuh. Jika fenilalanin tidak terbentuk maka akan terjadi penumpukan asam amino di dalam darah dan otak. Kondisi ini tentu saja akan menimbulkan resiko komplikasi ataupun bahaya yang dapat menyerang anak. Beberapa macam bahaya fenilketonuria pada anak antara lain sebagai berikut.

1. Kerusakan Otak

Penyakit fenilketonuria yang disebabkan oleh mutasi gen tersebut bisa saja menyebabkan anak mengalami gejala dan penyebab abses otak pada anak secara permanen. Jika memang terjadi demikian maka anak akan mengalami gangguan dalam hal kognitif maupun motorik. Sebab seluruh aktivitas yang dilakukan oleh tubuh selalu berhubungan dengan saraf pusat yaitu otak. Jika otak mengalami gangguan dan kerusakan maka tentunya daya pikir anak dan kemampuan kognitifnya akan mengalami gangguan. Selain itu gerakan tubuhnya juga terganggu dan tidak bisa terkoordinasi dengan baik.

2. Gangguan Saraf

Saat anak menderita kelainan fenilketonuria maka kerusakan otak yang dialaminya tidak hanya berpengaruh terhadap kemampuan berpikirnya serta keseimbangan gerak tubuhnya saja. Namun kondisi ini juga berpengaruh terhadap organ atau bagian tubuh yang lain. Anak yang menderita jenis kelainan tersebut akan mengalami gangguan saraf. Sebab anak tersebut tentu mengalami gangguan berupa bahaya abses otak pada anak. Jika otak terganggu maka sistem saraf pada tubuh yang lain juga akan ikut terpengaruh serta ikut terganggu pula.

3. Kelainan Microcephaly

Microcephaly pada dasarnya merupakan suatu kelainan yang dialami oleh seorang anak sejak lahir. Kondisi ini ditandai dengan adanya ukuran kepala yang cenderung kecil sehingga akan terlihat tidak wajar. Anak yang mengalami kondisi kelainan ini bisa saja mengalami komplikasi lainnya seperti rendahnya kemampuan berpikir serta gangguan dalam hal koordinasi tubuh. Anak juga akan mengalami krisis penyebab anak tidak percaya diri sehingga hal ini berdampak tidak baik pada kondisi perkembangan psikisnya.

4. Keterbelakangan Mental

Saat anak mengalami gangguan pada otaknya maka ia juga beresiko mengalami keterbelakangan mental. Banyak hal pada anak yang menandakan bahwa ia mengalami kondisi keterbelakangan mental. Di antaranya adalah bentuk tubuhnya yang mungkin tidak sempurna serta tingkah lakunya yuang tidak wajar atau bisa dibilang aneh. Kemampuan kognitifnya juga mengalami gangguan sehingga ia tidak dapat melakukan pemecahan masalah dan tak dapat menerima suatu informasi dengan jelas. Tentu saja anak yang mengalami jenis-jenis gangguan mental pada anak harus menjalani terapi agar dapat beraktivitas dengan baik.

5. Gangguan Kulit

Beberapa jenis gangguan kulit yang bisa timbul pada penderita fenilketonuria berupa ruam atau eksim. Kulit yang bermasalah akan mengganggu anak. Bisa saja kulit tersebut terasa nyeri dan semakin sensitif. Akibatnya anak diharuskan untuk melindungi tubuhnya dari apapun agar kulitnya tidak mudah terluka. Selain itu anak harus melakukan perawatan ekstra pada kulitnya agar tidak sampai mengalami ruam. DI samping itu ia juga harus menjalani pengobatan agar kondisi infeksi kulit pada anak bisa pulih.

Fenilketonuria pada anak merupakan kondisi yang tidak bisa dicegah karena proses terjadinya berhubungan dengan genetik. Namun penyakit ini bisa disembuhkan yaitu melalui pengobatan yang dilakukan oleh dokter. Dengan tujuan untuk mengendalikan kadar fenilketonuria di dalam tubuh.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 09th, October 2018 / 15:55 Oleh :