Sponsors Link

4 Faktor Penyebab Kenakalan Remaja Paling Umum

Sponsors Link

Faktor penyebab kenakalan remaja ada berbagai macam. Mulai dari faktor internal yang berasal dari dalam diri remaja maupun faktor eksternal yang berasal dari lingkungan remaja tersebut. Adapun beberapa hal yang dapat menyebabkan kenakalan remaja antara lain sebagai berikut.

1. Krisis Identitas

Cara berkomunikasi dengan anak remaja yang mencari jati dirinya dengan cara mencari sosok yang bisa dijadikan sebagai idola. Sosok idola itu kemudian akan dijadikan panutan dalam kehidupannya. Namun sering kali remaja menjadi labil dan sensitif sehingga berpeluang untuk mengidolakan sosok yang kurang baik. Dalam hal ini remaja tersebut disebut tidak berhasil dalam mencapai penemuan akan identitasnya. Ia akan seolah-olah beralih peran dan semakin menjadi seperti idola yang dijadikannya sebagai panutan. Bisa jadi ia juga akan melakukan kenakalan remaja seperti yang dilakukan oleh panutannya. Oleh karena itu orang tua seharusnya memberikan panutan yang baik bagi anak-anaknya sekaligus mendampingi anaknya dalam menghadapi masa-masa pencarian identitas. Orang tua juga perlu mengajak anak untuk bisa lebih mengenal dirinya sendiri, apa yang ia suka, apa yang menjadi cita-cita dan ambisinya, serta apa yang menjadi tujuan dari hidupnya. Dengan demikian mengenal perkembangan psikologi anak remaja akan menjadi cukup penting.

2. Lemahnya Kontrol Diri

Terkadang dampak positif dan negatif anak remaja pacaran termasuk belum dapat membedakan manakah tingkah laku yang dapat diterima oleh masyarakat dan manakah yang dipandang buruk oleh masyarakat. Akibatnya terjadilah kenakalan remaja karena kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana seseorang itu harus bersikap. Ada pula remaja yang berpeluang untuk terseret pada perilaku menyimpang. Hal ini bisa saja terjadi selama ia belum bisa mengembangkan sikap kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Memang ia tahu mengenai apa yang pantas dan apa yang tidak pantas untuk dilakukan. Namun ia tidak mampu menahan dirinya untuk tidak melakukan tindakan yang tidak pantas. Ia akan mudah terbawa arus karena kurang dapat mengontrol keinginan dirinya. Tentu saja ini sangatlah berbahaya jika dibiarkan.

3. Masalah Keluarga

Dampak negatif mengancam anak dapat menyebabkan seorang anak bertumbuh dan berkembang menjadi sosok remaja yang nakal. Anak akan merasa malu karena keadaan keluarganya sehingga menutupi rasa malunya itu dengan perbuatan yang cenderung menyimpang. Tentu saja anak dari keluarga yang bercerai kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian. Kehilangan salah satu orang tua memang dapat mengakibatkan dampak negatif berbohong kepada anak. Selain itu kurangnya komunikasi keluarga juga menyebabkan anak mencari perhatian di luar rumah. Perilaku lain dalam keluarga seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama dan budi pekerti, tidak menghargai eksistensi anak, memberikan contoh perilaku yang salah tentunya juga bisa saja membuat anak bertumbuh menjadi sosok remaja yang kurang baik.

4. Salah Pergaulan

Jika seorang remaja berteman dan bergaul dengan teman sebayanya yang cenderung tidak baik maka bukan tidak mungkin bahwa ia akan menjadi sama dengan temannya tersebut. Pergaulan memang ikut menentukan pentingnya pendidikan karakter untuk anak seseorang terutama di masa remajanya. Orang tua sebaiknya selalu mengawasi dan mengontrol pergaulan anak supaya anak tidak sampai terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Bukan hal yang salah jika orang tua mau mengenal teman-teman anaknya agar dapat mengawasi pergaulan anak di usianya yang masih remaja.

Faktor penyebab kenakalan remaja tentunya dapat diatasi jika pentingnya pendidikan agama untuk anak dan moral diberikan pada anak sejak kecil. Hal ini merupakan suatu upaya untuk mengantisipasi timbulnya perilaku negatif dari seorang remaja.

Sponsors Link
, , , , , , , ,
Post Date: Friday 15th, June 2018 / 10:23 Oleh :
Kategori : Karakter