Sponsors Link

6 Efek Labeling pada Anak yang Paling Sering Terjadi di Masyarakat

Sponsors Link

Labeling merupakan istilah dari tindakan orang tua yang memberikan label atau cap pada anaknya karena sering melakukan hal-hal yang negatif. Mungkin banyak orang tua yang tidak sadar telah mengucapkan kata-kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak, padahal tindakan tersebut dapat berdampak negatif pada perkembangan mental dan pembentukan karakter anak. Labeling yang sering kita temukan di masyarakat seperti “dasar anak nakal”, “dasar anak penakut”, “begitu saja tidak bisa”, dan lainnya yang bernada negatif tentu akan membekas di hati dan benak anak. Anak bisa terluka dan menganggap perkataan tersebut memojokkan dirinya hingga berdampak pada karakternya hingga beranjak dewasa.

ads

Efek labeling pada anak juga bisa menjadi penyebab stres pada anak, sehingga cara mengatasi stres pada anak mungkin diperlukan. Labeling pada anak bukanlah cara mendidik anak yang suka membantah, karena efeknya hampir sama dengan efek pada mental anak yang sering dibentak yang akhirnya akan membentuk karakter anak yang negatif. Demikian pula, cara bijak mengatasi anak yang suka memukul bukanlah dengan memberikan label “anak nakal” padanya, namun harus diberi pengertian secara tepat agar anak mau menerima apa yang kita sampaikan. Karena itu sebaiknya hindari memberikan labeling negatif pada anak, karena labeling dapat menimbulkan efek sebagai berikut.

1. Anak Mengikuti Label yang Diberikan Padanya

Ketika kita memberikan label kepada anak yang bernilai negatif, maka kita cenderung memperlakukannya sesuai dengan label yang diberikan. Akhirnya anak semakin terjerat dalam label tersebut, ditambah si anak juga mengiyakannya sehingga akhirnya anak benar-benar memiliki karakter seperti yang dilabelkan padanya. Jadi, jika kita memberi label “anak bodoh”, kemudian kita memperlakukannya seperti anak yang bodoh dan si anak meyakini bahwa ia bodoh, maka akhirnya si anak akan menjadi benar-benar bodoh.

2. Malas Belajar

Orang tua yang mengatakan anaknya bodoh atau malas dan menganggapnya tidak dapat mengatasi tugas yang didapat dari sekolah, akan memberikan dampak bagi psikologi anak kalau ia memang tidak mampu menyelesaikan tugas tersebut. Akhirnya anak juga akan semakin malas belajar, dan menganggap dirinya tidak akan mampu belajar dengan baik sehingga prestasi sekolahnya menurun.

3. Mengurangi Kepercayaan Diri Anak

Pemberian label negatif pada anak akan membuatnya menjadi tidak percaya diri, karena kata-kata yang negatif terus diucapkan kepadanya maka ia berpikir ia memang anak yang seperti itu. Anak pun menjadi tidak percaya diri dengan kemampuannya, jika ia sering dikatakan anak yang bodoh oleh orang tuanya.

4. Tidak Mampu berinteraksi dengan Baik

Anak yang diberi label negatif seperti anak bodoh, anak malas dan anak nakal akan membuat karakternya ikut menjadi negatif. Seperti misalnya label anak nakal, akan membuat anak tersebut menjadi lebih emosional, tidak dapat diatur dan cenderung tidak dapat berinteraksi dengan baik terhadap orang-orang di lingkungannya.

5. Pengaruh Negatif Sepanjang Hidupnya

Anak akan menjadi tidak bersemangat dalam menjalani kehidupannya hingga usia dewasa karena karakternya telah terbentuk dengan cara yang negatif. Misalnya jika anak sering dikatakan sebagai anak pemalas, maka lama kelamaan sifatnya akan benar-benar menjadi pemalas. Sehingga saat ia sekolah hingga kerja nanti semua dilakukan dengan setengah-setengah, malas mengerjakan kewajiban dan akhirnya hidup penuh dengan masalah.

6. Suka Membantah

Saat orang tua mengatakan anaknya anak yang nakal, tentu dalam benaknya ia berpikir bahwa ia memang anak yang nakal, yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Akhirnya anak menjadi lebih mudah marah, suka membantah dan melakukan perbuatan yang membuat kesal orang tuanya. Jika dibiarkan tentu hal ini akan merugikan anak dan orang tuanya sendiri.

Itulah dampak atau efek labeling pada anak yang paling sering terjadi di masyarakat. Kita sebagai orang tua sebaiknya menghindari pemberian label pada anak. Jika memang ingin melakukannya, berilah label yang positif seperti “anak pintar” dan “anak rajin” agar ia dapat berperilaku positif sesuai dengan label yang diberikan padanya.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 29th, January 2018 / 08:49 Oleh :
Kategori : Karakter