Sponsors Link

Dystonia pada Anak – Gejala dan Jenisnya

Sponsors Link

Dystonia pada anak bukanlah kondisi medis yang umum, meskipun begitu, gangguan kesehatan ini merupakan jenis penyakit kronis pada anak yang perlu diwaspadai. Sebab, dystonia dapat terjadi pada usia anak-anak hingga anak-anak usia remaja. Orang tua perlu mewaspadai beberapa gejala anak mengalami dystonia seperti kram kaki, anak tampak sering menyeret kakinya (dragging leg), anak terlambat bicara, mata anak berkedip tanpa dikendali, dan yang paling umum adalah kontraksi otot berulang tanpa disadari anak. Sehingga anak tampak mengalami bahaya tremor pada anak.

Mengenali Dystonia

Secara medis, dsytonia merupakan kondisi medis yang dicirikan dengan terjadinya kontraksi otot tanpa disadari akibat posisi tubuh abnormal dan gerakan-gerakan yang berulang. Para peneliti mempercayai bahwa penyebab dystonia pada anak terjadi karena ketidakmampuan bagian otak yang berfungsi mengatur kontraksi otot, berperan dalam menimbulkan macam-macam jenis dystonia berikut ini:

  1. Ideopatik – Jenis dystonia yang tidak diketahui penyebab pastinya.
  2. genetik – dystonia karena diturunkan dari orangtua anak
  3. sekunder – apabila dystonia disebabkan oleh dampak lanjut penyakit lainnya.

Konsultasi dan pemeriksaan medis, merupakan solusi terbaik untuk mengetahui dampak dan penanggulangan dystonia pada buah hati orang tua. Untuk membantu proses diagnosa penyakit oleh dokter, sebaiknya orang tua menyiapkan informasi-informasi berikut ini:

  • usia saat anak mulai merasakan gejala pertama gangguan kesehatan ini
  • urutan bagian tubuh anak yang sering terdampak gejala dystonia
  • informasi mengenai kondisi penyakit anak, apakah memburuk dengan cepat atau tidak?
  • Informasi mengenai penyakit-penyakit yang pernah dialami anak

Keterangan akurat yang orang tua berikan akan membantu dokter membedakan jenis dystonia yang terjadi. Apalagi jika anak pernah mengalami beberapa gangguan kesehatan yang berdampak pada kepala dan otak anak.

Sepereti gangguan pada sistem saraf akibat anak menderita sklerosis ganda. Atau gangguan pada otak dikarena si kecil megalami penyakit lumpuh otak pada anak dan juga gejala cerebral palsy pada bayi dan anak.

Selain itu, infeksi otak pada anak akibat komplikasi penyakit radang otak pada anak, dan trauma akibat benturan, yang menyebabkan cedera pada tulang kepala atau tulang belakang anak, juga berpotensi memicu anak terserang dystonia.

Gejala Dsytonia pada Anak

Dystonia bisa menyerang satu anggota tubuh anak saja (dystonia fokal). Pada tingkat keparahan berikutnya, dystonia menyerang dua atau lebih bagian tubuh yang berkaitan dengan bagian tubuh yang telah terlebih dahulu mengalami gangguan (dystonia segmental). Pada situasi yang lebih gawat, dystonia menyebar keseluruhan tubuh anak (dystonia general).

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui macam-macam gejala dystonia. Sebab, gejala dystonia bervariasi berdasarkan waktu awal kejadian gejalanya. Dystonia pada anak disebut juga dystonia onset dini, sebab kemunculan gejalanya bermula pada usia kanak-kanak hingga remaja.

Berikut ini adalah beberapa jenis Dystonia yang sering terjadi pada anak-anak beserta gejala yang perlu diwaspadai.

  1. Dystonia paroxysmal

Penderita mengalami kejang mendadak, biasanya saat kondisi stres pada anak dan kelelahan. Terkadang tampak mirip dengan gejala epilepsi pada anak. Orang tua dapat membedakannya dengan gejala epilepsi dengan memperhatikan periode kejang yang dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Selain itu, anak tidak mengalami kehilangan kesadaran.

  1. Dystonia Myoclonus

Penderita mengalami kondisi kontraksi otot seperti sedang tersengat listrik, sehingga bagian tubuh yang terserang seperti menghentak. Biasanya, penderita mengalami dystonia segmental. Karena terdapat dua bagian tubuh yang terserang, biasanya pada lengan, leher dan pundak anak. Sama seperti dsytonia paroxysmal, dystonia myoclonus merupakan penyakit yang jarang terjadi.

  1. Dystonia dopa-responsive

Onset jenis dystonia pada anak ini dapat terjadi saat anak berusia 6 hingga 16 tahun. Gejalanya dapat diamati dengan mudah. Yaitu, anak mengalami gaya berjalan yang aneh terkadang kaku. Selain itu, pada fisik kaki anak terjadi tekukan kearah atas pada telapak kaki. Terkadang, disertai keluhan otot kaku dan bahaya kram pada anak di area lengan dan pundaknya.

  1. Dystonia generalisasi

Dystonia pada anak ini mulai menunjukkan gejala awal pada saat anak menjelang usia remaja. Gejalanya ditandai dengan gangguan kontraksi otot kaki, yang kemudian menyebar kebagian tubuh anak lainnya. Kram pada otot, dan postur tubuh anak yang tidak normal, sepeti mengalami bengkok atau kaki dan tangan menekuk ke arah dalam, merupakan gejala yang sering dialami penderita dystonia ini. Bahkan, terkadang disertai kejang.

Demikianlah gejala dan jenis dystonia pada anak yang perlu diwaspadai. Sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga ahli atau dokter spesialis jika orang tua khawatir buah hatinya terserang dystonia.

Sponsors Link
, , , , , , ,
Post Date: Wednesday 10th, October 2018 / 12:06 Oleh :