Sponsors Link

10 Ciri-Ciri Kelainan Jantung pada Bayi dan Cara Mencegahnya

Sponsors Link

Kelainan jantung bawaan pada bayi dapat dialami oleh satu anak dari seratus kelahiran, yang terjadi karena adanya kelainan struktur jantung yang timbul sejak bayi masih di dalam kandungan. Penyakit jantung bawaan ini dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Penyebab kelainan jantung pada bayi dan anak ini belum dapat diketahui secara pasti, namun ada sejumlah faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan resikonya seperti paparan obat kimia, rokok, alkohol, kelainan gen atau kromosom, bawaan lahir, infeksi virus, dan lain sebagainya.

ads

Gejala Kelainan Jantung

Ciri-ciri kelainan jantung pada bayi bisa dikenali melalui beberapa gejala seperti berikut ini:

  1. Bayi tampak sulit bernapas atau justru bernapas dengan cepat.
  2. Bibir, lidah dan kuku bayi tampak berwarna kebiruan atau yang biasa disebut dengan sianosis. Waspadai penyebab sianosis pada bayi dan anak.
  3. Anak berkeringat berlebihan terutama ketika sedang makan.
  4. Bayi susah makan atau kurang memiliki nafsu makan. Kenali penyebab anak susah makan.
  5. Berat badan anak sulit naik atau turun tidak sesuai dengan perkembangan usianya.
  6. Kulit bayi yang biasanya merah tampak menjadi lebih gelap atau berwarna abu-abu.
  7. Bengkak pada beberapa bagian tubuh bayi seperti mata, perut dan kaki.
  8. Pada saat menyusui bayi seringkali tidak dapat bernapas dengan baik sehingga membuatnya seringkali rewel.
  9. Terdengar suara detak jantung yang tidak normal.
  10. Bayi terlihat lebih lesu dan rewel daripada anak lainnya.

Mencegah Kelainan Jantung pada Bayi

  • Ibu hamil yang sedang mengalami masalah kesehatan atau masalah pada kehamilannya sebaiknya tidak mengonsumsi obat yang dijual bebas di pasaran tanpa berkonsultasi pada dokter. Walaupun masalah kesehatan tersebut hanya membutuhkan obat ringan, sebaiknya biasakan untuk meminta saran dokter mengenai obat yang aman untuk dikonsumsi.
  • Pada saat hamil atau tidak, sebaiknya jauhi alkohol dan rokok karena pengaruh negatifnya terhadap kesehatan tubuh. Terutama pada ibu hamil, kebiasaan merokok dan minum alkohol dapat membawa masalah kesehatan yang serius, diantaranya dapat menimbulkan gangguan pada jantung anak. Ketahui pula bahaya asap rokok pada anakbahaya minuman bersoda untuk anak dan jenis minuman yang berbahaya untuk anak.
  • Gangguan diabetes atau gejala diabetes yang dialami ibu hamil atau sebelum hamil sebaiknya dikendalikan dengan mengatur kadar gula pada tubuh ibu dan melakukan diet sehat untuk menjaga kadar gula tersebut. Juga perlu dilakukan pemeriksaan kandungan serta kadar gula secara teratur untuk memantau kondisi penyakit diabetes ibu, untuk menghindari resiko tinggi janin dapat mengalami kelainan jantung dan gangguan lainnya. Kenali bahaya diabetes melitus pada anak dan penyebab diabetes pada anak.
  • Ibu hamil yang tidak mendapatkan vaksin lengkap semasa kanak-kanak ataupun semasa dewasa harus menjaga kesehatannya dengan baik, menjauhi semua sumber infeksi, lingkungan yang buruk atau kotor, hewan peliharaan. Sedapat mungkin menjalani hidup yang sehat dan bersih.
  • Melakukan pengecekan darah sejak awal kehamilan untuk mengetahui adanya infeksi rubella atau adanya daya tahan tubuh ibu terhadap virus rubella.
  • Kehamilan dengan resiko tinggi karena kondisi medis tertentu harus melakukan pemeriksaan kehamilan dengan lebih intensif.

Seandainya Anda menemukan beberapa ciri-ciri kelainan jantung pada bayi maka sebaiknya Anda langsung berkonsultasi dengan dokter anak yang kompeten. Jangan pernah mengabaikan gejala-gejala tidak normal yang tampak pada bayi atau anak. Semakin cepat anak mendapatkan pertolongan maka akan semakin cepat juga penyakitnya dapat diatasi dengan baik. Sebab, anak dengan penyakit jantung bawaan tidak dapat diobati dengan sendirinya tanpa pertolongan medis yang memadai.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 13th, March 2018 / 12:47 Oleh :