Sponsors Link

7 Ciri-Ciri Achondroplasia pada Bayi yang Penting Diketahui

Sponsors Link

Ada banyak sekali masalah atau gangguan kesehatan yang rentan menyerang atau terjadi pada bayi khususnya yang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya, seperti atrofi pada anak, hipertrofi pada anak dan lumpuh otak pada anak. Satu lagi masalah yang tidak boleh dianggap remeh adalah achondroplasia pada bayi, yang dapat menjadikan bayi tumbuh kerdil atau cebol. Seperti halnya hipoplasia pada anak, achondroplasia harus diwaspadai karena ini dapat membuat anak tumbuh tidak normal. Orang tua juga perlu mengetahui ciri-cirinya sejak bayi masih sangat muda. Jika dapat diketahui dengan cepat maka penanganan yang cepat akan membantu mengurangi dampak yang akan timbul di kemudian hari. Adapun ciri-ciri achondroplasia pada bayi yang bisa dilihat adalah sebagai berikut.

ads

1. Tungkai dan Lengan Pendek

Bayi yang mengalami achondroplasia umumnya akan menunjukkan panjang tungkai, lengan hingga jari yang jauh lebih pendek dari kondisi normal sehingga bayi kesulitan menekuk sikunya. Biasanya hal ini juga menjadi tanda-tanda anak kurang gizi, atau jenis penyakit pada bayi dan anak karena kekurangan gizi. Namun penyakit yang disebabkan mutasi genetik ini belum diketahui penyebab pastinya sehingga masih sulit untuk dihindari.

2. Ukuran Kepala Lebih Besar

Bayi yang mengalami kondisi achondroplasia juga cenderung memiliki kepala yang jauh lebih besar sehingga beresiko mengalami hidrosefalus. Selain itu, dahi juga terlihat lebih lebar dan menonjol sehingga mempengaruhi bentuk wajah bayi.

3. Bentuk Kaki dan Punggung Melengkung

Bayi juga akan memiliki bentuk kaki yang melengkung membentuk huruf O dan tulang punggung yang terlalu melengkung. Lengkungan pada punggung dapat menyebabkan kondisi lordosis pada anak, dan kanal tulang belakang terlihat lebih sempit. Bayi ketika mulai beranjak usia anak-anak juga akan mengalami kesulitan untuk menekuk lutut karena ruas kaki yang pendek dan melengkung.

4. Susunan Gigi Tidak Normal

Akibat bentuk kepala yang terlalu besar dan pembentukan tulang yang kurang sempurna, bayi yang mengalami achondroplasia juga dapat menunjukkan ciri pada susunan giginya yang lebih rapat namun tidak beraturan. Jadi susunan gigi terlihat berdempetan dan tidak sejajar sehingga hal ini akan mengganggu proses bayi mengunyah dan mengenal makanan padat.

5. Tapak Kaki Lebar

Memang tidak semua bayi dengan tapak kaki lebar menandakan kondisi achondroplasia, namun penderita achondroplasia umumnya memiliki tapak kaki yang lebar dan pendek. Cara berjalan bayi pun nantinya akan terlihat berbeda dan kurang seimbang karena postur tubuh yang dimiliki tidak normal.

6. Kekuatan Otot Lemah

Bayi juga anak mengalami kelemahan otot, ditandai dengan tonus yang cenderung tidak kuat menahan beban. Jadi kondisi ini dapat membuat bayi kesulitan berjalan, lambat dalam hal pergerakan dan masalah lainnya hingga ia dewasa.

7. Tinggi di Bawah Rata-rata

Bayi penderita achondroplasia juga akan memiliki tinggi yang jauh dibawah rata-rata. Pertumbuhannya akan terlihat sangat lambat dan jauh di bawah anak normal seusianya. Bahkan saat dewasa tingginya hanya berkisar 124-132 cm saja. Hal ini tentu akan menurunkan rasa percaya diri anak hingga ia menjadi pemalu dan minder.

Nah, itulah ciri-ciri achondroplasia pada bayi yang penting untuk diketahui orang tua. Kondisi ini mungkin tidak dapat dicegah karena berhubungan dengan mutasi genetik. Namun jika sejak dini diketahui, orang tua dapat melakukan berbagai upaya untuk mencegah komplikasi atau gangguan kesehatan yang muncul akibat achondroplasia yang dialami bayi, seperti sleep apnea dan infeksi telinga.

Sponsors Link
, , , , , , ,
Post Date: Wednesday 16th, May 2018 / 08:49 Oleh :
Doctors Talk

Kecanduan game & gadget bisa jadi momok bagi ibu, bahkan bisa membuat anak depresi dan bunuh diri, yuk kenali dan jangan lupa subscribe ya.