Sponsors Link

5 Cara Mengatasi Gangguan Emosi pada Anak Saat Masa Pertumbuhannya

Sponsors Link

Orang tua memerlukan cara mengatasi gangguan emosi pada anak apabila anak tampak menunjukkan perilaku yang tidak tepat pada perilaku tertentu. Meskipun orang tua sudah mengajarkan anak untuk berprilaku yang sesuai. Atau apabila orang tua mendapatkan anak seperti tidak memiliki teman dan selalu sendiri, meskipun sedang ramai teman-temanya bermain. Kondisi tersebut bisa saja disebabkan anak belum mampu membangun hubungan relasi yang dekat dengan temannya. Atau perlu diwaspadai anak mengalami salah satu dari jenis-jenis gangguan emosi pada anak yang sering terjadi. Jika orang tua khawatir anak mengalami gangguan emosi yang dapat menyebabkan macam-macam gangguan pada tumbuh kembang anak. Observasi anak selama beberapa minggu, buat catatan mengenai gejala gangguan emosi yang ditunjukkan anak. Karena kekhwatiran gangguan emosi pada anak hanya merupakan gejolak emosi anak yang memang sedang mengalami perkembangan emosi. Jika dari hasil pengamatan, menunjukkan ekspresi emosi anak yang bukan bersifat temporer, sebaiknya bawa anak menemui tenaga profesional untuk diagnosa lebih lanjut.

Cara Mengatasi gangguan emosi pada anak

Gangguan emosi pada anak sebaiknya ditangani sejak dini. Sebab mengatasi sejak awal membantu merubah pola kebiasaan emosi anak dan lebih mudah mengarahkannya kepada prilaku emosi yang diharapkankan. Agar hasil optimal, orang tua memiliki peranan penting. Orang tua merupakan pengamat dan pengaplikasi langkah-langkah pengobatan yang disarankan oleh tenaga profesional. Selain itu, komunikasi dan kepercayaan dari orang tua, membantu meningkatkan kepercayaan diri anak untuk dapat berperilaku lebih baik. Berikut adalah beberapa cara mengatasi gangguan emosi pada anak:

  1. Kenali jenis gangguan emosi pada anak

Mengenali jenis-jenis gangguan emosi pada anak memberikan dampak terapi dan pengobatan yang tepat bagi anak. Oleh karena itu, diagnosa dari tenaga ahli membantu memberikan penjelasan penyebab anak mengalami gangguan emosi. Karena berbeda gangguan emosi membutuhkan penanganan yang berbeda. Beberapa faktor pemicu gangguan emosi dapat menyebabkan anak terkena jenis-jenis gangguan emosi pada anak berikut ini:

  • attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)anak dengan gangguan emosi ini cenderung memiliki ciri-ciri anak hiperaktif dan sulit memusatkan perhatian mereka.
  • Autisme – autis pada anak gangguan emosi karena dapat diarahkan, sehingga si kecil dengan ciri-ciri autis pada anak dapat lebih memiliki emosi yang terkendali.
  • Gangguan bipolar – anak tampak mengalami gangguan episodik dan berulang, saat mengalami episode depresi, hipomanik, manik dan campuran.
  1. Konsumsi obat-obatan

Beberapa gangguan emosi pada anak dapat diobati dengan pemberian obat-obatan. Kondisi attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) misalnya. Meskipun tidak secara langsung menyembuhan ADHD, konsumsi obat-obatan seperti methylphenidate, dexamfetamine, lisdexamfetamine atomoxetine, dan guanfacine. Dapat membantu mengurangi prilaku impulsif anak sehingga menjadi lebih tenang dan membantunya menjadi lebih fokus. obat-obatan tersebut termasuk stimulan yang berfungsi untuk memicu peningkatan kerja otak, terutama pada pengendalian konsentrasi dan terapi perilaku sebagai cara mengatasi anak hiperaktif.

  1. Terapi

Selain menggunakan obat-obatan, cara mengatasi gangguan emosi pada anak dapat dilakukan dengan metode terapi. Orang tua perlu mendorong anak agar mau rutin dan disiplin melakukan terapi. Bila perlu, buat anak merasa nyaman saat sesi terapinya. Berikut ini adalah beberapa terapi yang digunakan sebaga cara mengatasi gangguan emosi pada anak.

  • Terapi perilaku kognitif – melalui pengobatan psikoterapi jangka pendek ini, dapat membantu mengoubah pola berpikir dan bertindak serta berprilaku anak. Terapi ini bisa membantu anak memecahkan masalah emosional yang paling sering dihadapinya, sehingga dapat memberikan respon lebih baik saat berhadapan kembali dengan pemicu emosinya atau penyebab anak berperilaku agresif.
  • Terapi humanistik – merupakan pendekatan terapi kepribadian yang membantu anak menyadari dirinya sesunguhnya dan memecahkan masalahnya sendiri dengan minim intervensi dari terapis.
  • Terapi interaksi sosial – terapi ini bertujuan untuk memodifikasi perilaku sosial anak. Dapat dilakukan mengunakan pendekatan terapi kelompok atau terapi keluarga. Sehingga anak dapat membangun interaksi yang baik guna menghindari gangguan emosi pada anak.

Demikianlah cara mengatasi gangguan emosi pada anak saat masa pertumbuhannya. Dampingi anak dan bangun kedekatan emosional dengan anak dapat membantu mereka menjalani proses pengobatan dan terapi. Selain itu, kedekatan emosional antara anak dan orangtua juga merupakan cara meningkatkan rasa percaya diri anak agar berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Sunday 11th, February 2018 / 13:27 Oleh :
Kategori : Parenting