Sponsors Link

7 Cara Mengatasi Anak yang Terlalu Aktif Sejak Dini

Sponsors Link

Jika menemukan bahwa anak sepertinya terlalu aktif, tentu hal tersebut dapat merepotkan. Misalnya anak terlalu banyak berlarian atau sering bertanya-tanya, sehingga orang tua kewalahan dalam mengatasinya. Namun jika orang tua memahami cara mengatasi anak yang terlalu aktif dengan benar, maka hal tersebut bukanlah suatu masalah besar. Justru anak akan dapat diarahkan dengan baik. Berikut ini beberapa cara mengatasi anak yang terlalu aktif:

1. Ajak olahraga

Ada banyak macam-macam olahraga terbaik untuk anak. Pilih yang paling sesuai, misalnya berenang atau bermain bola. Manfaat olahraga untuk anak cukup banyak. Selain sehat juga membuat metabolism tubuh anak menjadi lancar. Anak tidak beresiko mengalami obesitas, mengingat bahaya obesitas pada anak yang kurang baik.

2. Cari tahu bakatnya

Cobalah mencari cara mengasah bakat anak yang menonjol. Setelah itu arahkan anak untuk mengikuti kegiatan yang dia sukai tersebut. Dengan mendorong anak di bidang tertentu, bisa jadi di kemudian hari malah memberikan prestasi tambahan pada anak. Karena itu peranan orang tua untuk mendukung aktivitas anak cukup penting. Supaya anak tetap mudah diarahkan dan hasilnya tetap positif.

3. Masuk sekolah lebih awal

Ada baiknya anak yang terlalu aktif disarankan untuk masuk sekolah lebih awal. Bukan berarti anak harus belajar lebih awal. Namun berfokus pada interaksi anak yang lebih luas dari sekedar hanya berada di rumah. Karena itu pastikan orang tua menemukan sekolah yang tepat. Yang sesuai visi dan misi orang tua untuk anak.

4. Terapkan kedisiplinan

Anak yang aktif membutuhkan kedisiplinan yang tinggi. Karena itu cukup penting bagi orang tua untuk memahami cara mengajarkan disiplin pada anak. Supaya di kemudian hari anak lebih taat dan patuh pada orang tua. Jika tidak diarahkan dengan baik bisa menjadi penyebab anak melawan orang tua. Dan hal tersebut dapat berlanjut hingga anak dewasa nanti.

5. Beri perhatian lebih

Anak yang hiperaktif bisa jadi karena ingin diperhatikan. Karena itu merupakan tugas orang tua untuk mengetahui cara memperhatikan anak yang baik. Supaya anak merasa diperhatikan dan dipahami. Dengan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua, maka orang tua dapat mengetahui kebutuhan psikologis anak dengan tepat.

6. Hindari amarah

Sebaiknya hindari memarahi anak di depan umum sekalipun anak anda terlalu aktif. Karena hal tersebut berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Adakalanya anak mengalami kelainan seperti tremor. Karena ada hubungan tremor dengan emosi anak yang cukup erat. Sebaiknya gunakan cara bijak menasehati anak balita dengan hati-hati. Supaya anak dapat mengerti namun tidak merasa kecewa dengan cara penyampaian orang tua.

7. Berikan pendidikan karakter

Sebaiknya arahkan anak yang terlalu aktif dengan memberikan pendidikan karakter yang baik. Seperti misalnya mengarahkan emosi, lebih bersabar, dan sebagainya. Mengingat pentingnya pendidikan karakter untuk anak, maka hal ini merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan orang tua. Jika tidak bisa jadi menjadi penyebab anak menjadi keras kepala. Mereka susah memahami orang lain dan tidak mau mengalah. Jika sudah demikian tentunya akan merugikan anak dan orang tua sendiri. Karena anak akan lebih susah untuk memiliki teman baik sekarang maupun saat sudah dewasa nanti.

Demikian cara mengatasi anak yang terlalu aktif. Jika diarahkan dengan benar maka akan memberi manfaat yang besar. Oleh sebab itu butuh kesabaran yang tinggi dalam menghadapi anak yang demikian.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 21st, November 2017 / 23:45 Oleh :
Kategori : Parenting