Sponsors Link

19 Cara Mengatasi Anak yang Susah Makan

Sponsors Link

Salah satu masalah klasik yang paling sering dikeluhkan para orang tua, khususnya ibu adalah anak yang susah. Banyak cara yang sudah dilakukan seakan tidak berhasil juga mengatasi anak yang sulit makan. Tak jarang, banyak ibu yang menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi anaknya yang susah makan. Belum lagi kekhawatiran soal kecukupan gizi yang diperoleh oleh anak di masa emas pertumbuhannya.

ads

Saat buah hati masih berusia 6 bulan, inilah saat yang tepat untuk memberikan makanan padat pendamping ASI, seharusnya orang tua sudah mulai memberikan dan memperhatikan pola makan dengan cermat. Biasanya, orang tua memberikan olahan makanan berupa bubur susu, sari buah, lalu bertahap naik tingkat menjadi berbentuk nasi tim. Saat anak mulai menginjak usia 1 tahun ke atas, biasanya di masa inilah anak mulai menemui problem susah makan. Berbagai reaksi penolahan terhadap makanan bisa beraneka ragam seperti anak menolak makanan apapun sama sekali, anak menolak makan sayur, anak hanya mau makan makanan tertentu, mengemut makanan lama-lama, menyemburkan makanan dan lain sebagainya. Sudah tentu orang tua menjadi khawatir akan kecukupan gizi yang diperoleh anak karena di masa tumbuh kembangnya anak sangat membutuhan asupan gizi yang cukup.

Alasan Anak Menolak Makanan

Ketika anak mulai menginjak usia 6-7 bulan, anak akan mendapatkan makanan tambahan untuk melengkapi kecukupan gizinya selain dari ASI. Semakin bertambahnya umur anak, porsi makan anak juga menjadi lebih bertekstur dan besar. Idealnya, anak harus makan 3 jenis makanan dalam sehari yaitu makanan padat, ASI, dan buah-buahan. Dalam melakoni kebiasaan makan baru ini setelah di masa awal kehidupannya anak hanya mengkonsumsi ASI, bisa saja anak menemui hal-hal yang membuatnya enggan menyantap makanan dan ujung-ujungnya menjadi susah makan seperti penjelasan berikut ini:

  1. Tidak Benar-Benar Lapar

Anak di usia awal pertumbuhannya masih belum memiliki ritme dan takaran makan yang berpola, tak heran bila setelah anak makan makanan utamanya sebanyak 3 kali sehari ditambah makanan selingan dan susu, anak akan merasa kenyang. Akibatnya, waktu makan berikutnya anak belum benar-benar lapar sehingga ia akan menolak makanan yang diberikan. Sebaiknya, orang tua tidak memberikan porsi makan yang besar dengan ritme yang terlalu sering untuk menyesuaikan dengan kapasitas lambung anak dan nafsu makannya.

  1. Mulai Mengenal Rasa

Anak yang sudah berusia 1 tahun ke atas, indra pengecapnya sudah mulai bekerja optimal dan mulai peka terhadap jenis-jenis rasa pada makanan. Itulah kenapa makanan yang diberikan pada anak usia 1 tahun keatas tidak boleh sama lagi dengan makanan untuk anak saat masih berusia dibawah 1 tahun yang hambar dan encer. Pemberian gula dan garam pada masakan pun sudah diperbolehkan bagi anak di usia 1 tahun ke atas ini. Pelajari rasa makanan seperti apa yang disukai oleh anak sehingga ia lebih berselera makan.

  1. Bosan dengan Tekstur Makanan

Anak yang sejak kecil terbiasa makan makanan dengan tekstur lembut dan dicampur antara komposisi nasi, lauk dan sayur seperti bubur atau nasi tim, bukan hal yang mustahil jika suatu saat anak akan merasa bosan dengan makannya. Orang tua harus cerdik dalam menyiasati olahan dan penyajian makanan untuk anak. Lakukan variasi pemberian makanan dan sajikan dengan cara yang menarik seperti memisahkan lauk dan sayur atau memotong lauk dan sayur menjadi bentuk lucu yang disukai anak.

  1. Muncul Sikap Negativistik

Sikap negativistik adalah sikap penolakan atau memberontak terhadap kebiasaan dan aturan yang selama ini dijalani anak. Sikap ini pasti muncul dan menjadi ciri khas masa awal perkembangan anak balita. Saat sikap ini muncul, wajar bila anak menolak makanan yang diberikan oleh orang tuanya. Biasanya, orang tua cenderung memaksa anak untuk makan, padahal dengan cara ini akan membuat anak semakin melakukan perlawanan. Hal ini bisa berimbas buruk saat anak tumbuh dewasa karena rasa trauma akibat perlakuan orang tuanya yang memaksanya makan dengan cara tidak baik.

  1. Mencari Perhatian

Jangan salah, susah makan juga bisa menjadi pertanda bahwa anak Anda sedang mencari perhatian orang tuanya. Biasanya, ini kerap terjadi pada anak yang memiliki orang tua bekerja atau banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Biasanya, sikap ini muncul dengan cara anak akan makan dengan lahap saat disuapi pengasuh namun akan menutup mulut rapat-rapat saat disuapi makanan oleh orang tuanya.

  1. Lebih Suka Bereksplorasi

Saat anak sudah berusia 1 tahun ke atas dan sudah bisa berjalan, ia akan sangat senang berjalan dan mengeksplorasi benda-benda dan lingkungan sekitarnya. Hal ini kerap membuat anak jadi tidak suka makan karena menganggap acara makan membosankan.

  1. Sakit

Susah makan kerap dialami oleh anak yang sedang sakit. Anak sakit tentu merasa tidak nyaman pada tubuhnya, akibatnya nafsu makannya pun akan menurun tajam dan itu membuatnya menjadi tidak doyan makan. Bila hal ini terjadi, tanggulangi lebih dulu penyebab sakitnya dengan melakukan terapi pengobatan di rumah atau bila sakitnya membutuhkan penanganan yang lebih lanjut, segera bawa anak ke dokter sembari tetap mengusahakan anak mengkonsumsi cairan agar tidak dehidrasi.

  1. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Cemilan Gurih dan Manis

Anak-anak memang cenderung lebih suka makan makanan cemilan yang memiliki citarasa gurih dan manis. Namun, jangan sampai menu cemilan itu diberikan pada anak terlalu banyak karena tidak memenuhi kebutuhan asupan kalori dan nutrisinya. Anak yang lebih doyan cemilan biasanya memiliki kebiasaan makan yang salah. Jangan pernah memberikan anak makanan cemilan seperti susu kemasan, cokelat, atau snack yang mengandung MSG sebelum diberikan makanan utama.

Mengenali Permasalahan Anak Sulit Makan

Saat anak menolak makan dan orang tua menyikapinya dengan keliru, hal tersebut bisa menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan dan penuh tekanan yang menyebabkan stress pada orang tua dan trauma pada anak. Oleh karena itu, orang tua harus berpedoman pada kecermatan melihat kondisi anak untuk dapat mengenali permasalahan anak yang sulit makan. Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang kerap timbul berkaitan dengan perilaku sulit makan pada anak:

  • Menolak Makan

Bagi anak, makan adalah kegiatan dan keterampilan yang baru dikuasainya. Anak belum memiliki pengendalian yang baik tentang jenis makanan yang dia masukkan ke mulut. Tak heran, anak bisa saja memiliki perilaku sangat lahap menyantap makanan di hari pertama, namun menolak menu yang sama keesokan harinya.

Saran : Pada dasarnya, anak akan makan saat lapar dan sesuai kebutuhannya. Saat anak menolak satu jenis makanan, bersabarlah. Ketimbang pusing dan stress dengan menghitung asupan kalori dan nutrisinya selama sehari itu, sebaiknya orang tua menghitung asupan makanan anak selama satu minggu sebelumnya. Anda akan terkejut saat tahu bahwa asupan makanan anak sebenarnya sudah tercukupi.

  • Pemilih Makanan (picky eater)

Anak-anak yang baru berusia satu tahun, mengkonsumsi makanan padat adalah ritual baru yang mereka jalani. Mereka butuh waktu agar terbiasa dengan beragam warna, tekstur, dan rasa makanan. Anak juga harus diajarkan untuk tidak memilih-milih jenis makan dan menyantap apa saja yang diberikan orang tuanya.

Saran : Perkenalkan jenis-jenis makanan yang baru secara bertahap. Sajikan berbagai jenis makanan dengan interval dan penyajian yang menarik. Sesuaikan waktu pemberian makan dengan jam bermain anak sehingga saat anak merasa lelah dan lapar, ia akan lebih lahap makan.

  • Hanya Mau Makan Makanan Instan

ads
Kebanyakan orang tua yang sibuk bekerja atau kurang pandai memasak lebih memilih untuk menghidangkan makanan cepat saji pada anak demi alasan kepraktisan. Biasanya, makanan cepat saji ini juga disukai anak karena rasanya enak. Padahal, rasa enak itu disebabkan oleh tingginya kandungan gula dan lemak jenuh tinggi pada makanan tersebut. Makanan-makanan siap saji seperti mie instan, kentang goreng, permen, daging beku, dan lain sebagainya memang lezat dikonsumsi, namun gizinya sangat rendah dan tidak mencukupi kebutuhan kalori dan nutrisi anak.

Saran : Buang semua makanan cepat saji di rumah Anda dan jangan membelinya kembali. Sesibuk apapun Anda, sempatkan untuk menyediakan makanan yang bergizi untuk anak. Sajikan makanan sehat dan mudah dikonsumsi anak seperti buah-buahan yang dipotong atau camilan seperti ubi atau pisang rebus sebagai ganti kentang goreng.

  • Lahap Makan di Hari Pertama lalu Menolak Makan di Hari Kedua

Hal ini sangat umum terjadi pada anak yang berusia antara 1-3 tahun. Menurut ahli gizi, orang tua tak perlu stress dan khawatir berlebihan soal ini. Anak-anak memiliki kemampuan mengenali rasa lapar dan kerap kali lebih baik dibandingan orang dewasa. Adalah hal yang wajar bila anak tampak lahap makan di suatu hari lalu menolak makan di hari berikutnya.

Saran : Orang tua sebaiknya tidak menyiksa dan memaksakan anak untuk makan karena bisa menimbulkan trauma pada anak. Lebih baik, disiplinkan anak sejak dini dan tentukan batas waktu yang tepat bagi anak untuk mengonsumsi makanan.

  • Hanya Mau Makan Satu Jenis Makanan Saja

Bukan hal yang aneh bila tiba-tiba anak selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu hanya mau makan satu jenis makanan saja. Alasannya tentu saja anak tertarik dengan makanan tersebut karena rasanya sudah ia kenali, namun pola konsumsi makanan seperti ini tentu tidak baik bila dibiarkan dalam jangka panjang.

Saran : Orang tua tetap harus tenang dan memberikan pilihan jenis makanan lain pada anak, tetapi tanpa memaksanya. Aturlah cara agar anak tertarik pada jenis makanan lain dan libatkan anak dalam proses penyiapan makanan tersebut.

  • Menolak Makanan Favorit

Anak memang terkadang memiliki tingkah yang ajaib, anak yang pada awalnya begitu menyukai sayur wortel tiba-tiba menolak mentah-mentah saat orang tua menyajikan makanan tersebut. Hal ini dapat terjadi dan biasanya membuat orang tua kebingungan dan panik.

Saran : Jangan panik, itu kunci utamanya. Hal ini hanya akan berlangsung sementara dan orang tua jangan sampai salah menanggapinya. Saat anak menolak makan makanan tertentu, bukan berarti dia tidak akan mau makan makanan itu selamanya. Berikan jeda pada anak karena bisa jadi anak hanya merasa bosan dan menginginkan variasai makanan lain.

Trik Mengatasi Anak Balita Susah Makan

Berbagai trik dan cara bisa diterapkan saat anak susah makan seperti yang disampaikan berikut ini:

  1. Mainan Berbunyi

Dudukkan anak pada kursi makannya, lalu berikan mainan yang bisa berbunyi atau berwarna cerah di mejanya. Mainan yang berbunyi dan berwarna cerah bisa menarik perhatian anak dan membuatnya fokus duduk di mejanya dan membuka mulutnya untuk makan.

  1. Film atau Video Kartun Favorit

Meski cara ini tidak dianjurkan untuk dilakukan terlampau sering karena bisa menjadi kebiasaan jelek, namun terkadang cara ini efektif untuk diterapkan saat anak sedang mengalami susah makan. Menonton film kartun kesukaan anak akan membuat perhatian anak teralihkan dan ia akan fokus makan sambil melihat tayangan kartun.

  1. Pancing Anak untuk Melihat ke Atas

Bila anak masih berusia di bawah 3 tahun, hal ini dapat diterapkan. Gunakan mainan atau benda yang menarik perhatian anak agar melihat ke arah atas agar mulutnya terbuka secara otomatis dan orang tua bisa menyuapkan sendok makanan ke mulut anak.

  1. Teether

Teether atau mainan yang bisa digigit adalah senjata ampuh untuk merangsang anak agar mau membuka mulut dan menerima suapan makanan. Saat anak menggigiti teether, suapkan juga makanan ke mulutnya.

  1. Ajak Bermain sambil Duduk

Saat anak susah makan dan lebih ingin bermain, alihkan perhatian anak dengan permainan yang bisa dilakukan sambil duduk seperti bertepuk tangan atau Anda memainkan bebunyian hewan-hewan. Pancing perhatian anak agar ia mau makan sambil bermain.

  1. Makan Bersama Orang Tua

Cobalah untuk mengajak anak makan bersama dengan cara mendudukkannya di kursi makan saat waktu makan keluarga. Anak yang melihat orang lain makan, cenderung akan tergugah nafsu makannya dan ia pun perlahan akan kembali doyan makan.

  1. Menu yang Bervariasi

Anak mudah merasa bosan dengan menu dan tekstur makanan yang itu-itu saja. Oleh karena itu, orang tua harus bisa mengatasi hal ini dengan cara memberikan penyajian makanan yang selang seling kepada anak. Cobalah untuk menyajikan nasi tim, lalu puree buah, lalu lauk atau sayur. Begitu terus sehingga anak akan lebih tertarik mendapati menu makanannya yang bervariasi.

  1. Tambahkan Bumbu Perasa Alami

Anak susah makan seringkali karena merasa bosan dengan rasa makanannya yang hambar. Lidah anak yang berusia diatas 1 tahun sudah mulai bisa mencecap rasa dan tentu saja anak akan lebih memilih makanan dengan cita rasa yang menarik. Penambahan bumbu dalam masakan sudah boleh dilakukan saat anak sudah berusia 1 tahun ke atas karena sistem pencernaannya sudah berjalan lebih sempurna. Tambahkan bumbu masakan seperti garam, gula, bawang putih dan bawang merah, serai, salam atau jahe untuk memberi rasa dan aroma yang khas pada masakan Anda.

  1. Makan Setelah Mandi

Air hangat membuat peredaran darah kita lebih lancar, salah satu dampaknya juga adalah meningkatnya rasa lapar. Oleh karena itu, mandikan anak terlebih dahulu sebelum waktu makan agar nafsu makan anak lebih meningkat.

  1. Air Putih

Kadangkala, tekstur makanan yang dimakan anak masih terlalu kasar dan berserat sehingga susah dikunyah. Berikan sesendok air putih di tengah acara makan untuk membantu anak membersihkan kerongkongan dan mulutnya sehinga ia tetap mau menghabiskan makanannya.

Sponsors Link

  1. Cium Aroma Masakan

Aroma masakan yang baru matang sangat lezat dan bisa merangsang rasa lapar anak. Oleh karena itu, menghidangkan masakan segar dan baru matang sangat baik bagi anak selain karena kandungan gizinya masih lengkap juga aroma dan rasanya lebih kuat sehingga anak lebih bernafsu menyantapnya.

  1. Makan Menggunakan Tangan

Makan dengan sendok bisa jadi membosankan bagi anak. Cobalah untuk mengajari anak menyantap makanan dengan tangannya yang telah dicuci bersih dan biarkan anak merasakan serunya makan dengan tangannya sendiri.

  1. Variasi Alat Makan

Cobalah menarik perhatian anak dengan menyajikan makanan di atas alat makan yang lucu dan bergambar warna warni seperti piring, sendok, dan gelas. Anak akan merasa tertarik dan lebih bernafsu makan bila alat makannya berwarna-warni dan lucu.

  1. Jam/Jadwal Makan

Anak-anak yang memiliki jam/jadwal makan yang tidak teratur, umumnya lebih susah makan dibandingkan anak-anak yang jam makannya teratur. Ini dikarenakan orang tua sudah terlebih dahulu memberikan makanan, namun perut anak masih kenyang. Atau orang tua memberikan selingan/cemilan mendekati waktu makan, sehingga anak masih merasa kenyang.

  1. Porsi Makanan

Takaran makanan anak juga harus diperhatikan. Bisa jadi orang tua memberikan anak makanan dalam jumlah porsi yang besar, sehingga anak merasa kenyang lebih lama. Atau anak memakan dalam jumlah yang banyak karena anak menyukai suatu makanan tertentu.

  1. Bentuk Makanan yang Kreatif

Bukan hanya menu yang harus bervariasi dan porsi makanan yang sesuai, namun makanan juga harus disajikan dengan kreatif dan menarik. Bentuk makanan yang menyerupai tokoh kartun kesayangannya atau bentuk-bentuk lucu mungkin akan menarik nafsu anak untuk makan.

  1. Jenis Makanan

Anak tidak berselera makan juga bisa jenis makanan yang diberikan orang tua. Biasanya makanan yang memiliki rasa yang tajam dan manis, membuat anak kenyang lebih lama dan lebih menyukai jenis makanan tersebut. Sehingga menolak jenis makanan lainnya. Agar nutrisi dan gizi anak berimbang, sediakan jenis jenis makanan cemilan seperti buah, agar-agar, roti, yogurt, puding dan sebagainya.

  1. Makan Sendiri

Salah satu cara mengatasi anak yang susah makan adalah sesekali jangan disuapi. Adakalanya anak ingin mencoba untuk makan sendiri. Jangan kuatir anak makan dengan belepotan dan mengotori meja makan. Anak akan belajar dan menjadi menyenangkan waktu makan bagi anak.

  1. Vitamin

Sekarang dipasaran banyak multivitamin atau suplemen untuk menambah nafsu makan untuk anak. Jika orang tua merasa perlu, tidak ada salahnya memberi vitamin penambah nafsu makan ini untuk anak.

Membuat Suasana Makan yang Menyenangkan

Bagi anak-anak, makan adalah bagian dari proses eksplorasi dan pembelajaran di masa awal tumbuh kembangnya. Supaya anak makin berselera makan, orang tua dapat melakukan hal-hal seperti berikut:

  • Adakan makan bersama dengan keluarga setiap hari, minimal di waktu sarapan dan malam hari. Biarkan Anak melihat orangtuanya mengonsumsi beragam jenis makanan dan memberikan reaksi positif terhadap makanan tersebut.
  • Disiplinkan waktu makan secara konsisten. Makanlah tiga kali sehari pada waktu yang sama setiap harinya dan batasi waktu sekitar 30 menit untuk setiap kali makan.
  • Ajari anak untuk makan dengan mandiri. Sajikan makanan yang dapat dipegang dan dimasukkan ke mulut anak dengan mudah tanpa membuatnya tersedak.
  • Sajikan 2-3 jenis makanan bergizi tiap kali makan dan berikan dalam porsi kecil secukupnya.
  • Gunakan perlengkapan makan yang bersih dengan bentuk dan gambar-gambar yang lucu untuk menarik perhatian anak.
  • Hindarkan televisi, binatang peliharaan, atau mainan yang tidak edukatif di waktu makan.
  • Libatkan anak Anda saat Anda sedang memasak makanan untuknya. Ajak anak berbelanja bahan makanan dan libatkan ia dalam pemilihan bahan makanan. Di rumah, ajak anak untuk melihat Anda memasak untuk mendorongnya agar lebih berselera makan.

Demikian ulasan tentang cara mengatasi anak yang susah makan dengan efektif. Yang terpenting, sebagai orang tua Anda sebaiknya tidak panik berlebihan saat anak tiba-tiba jadi sulit makan. Cari tahu sebabnya dengan detil dan lakukan langkah penanggulangan dengan efektif. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Post Date: Monday 16th, January 2017 / 08:00 Oleh :
Kategori : Parenting