Sponsors Link

5 Cara Mengatasi Anak yang Sulit Bergaul dengan Orang Lain

Sponsors Link

Sebagian anak mungkin ada yang sifatnya terbuka, periang dan mudah bergaul sehingga sangat mudah mendapatkan teman di manapun berada. Namun sebagian anak yang lain justru sangat tertutup dan sulit untuk bergaul sehingga interaksi sosialnya begitu buruk. Nah, sifat seperti ini sebaiknya tidak boleh orang tua abaikan, karena dapat berdampak negatif bagi perkembangannya dan masa depannya kelak. Sangat penting bagi anak untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungannya, karena hal ini akan mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadiannya.

ads

Penyebab anak kurang percaya diri seringkali menjadi alasan utama anak sulit untuk bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Karena itu diperlukan cara melatih mental anak agar berani dimanapun ia berada. Selain itu, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit bergaul seperti berikut ini.

1. Memberikan Anak Kebebasan Bereksplorasi

Sangat wajar jika anak memiliki rasa keingintahuan yang besar, karena itu mereka akan secara spontan melihat dan mengamati sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Agar anak terhindar dari sifat pemalu dan kurang bergaul, sebaiknya biarkan anak mengeksplorasi apapun di sekitarnya. Dengan begitu mereka dapat belajar dan memahami kondisi di sekitar dan tidak sungkan untuk mendiskusikannya dengan orang tua maupun orang lain yang ada di dekatnya. Namun orang tua harus tetap mengawasi anak agar rasa ingin tahunya tidak membuatnya mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Temani Anak Beberapa Waktu

Ada kalanya anak yang minder dan pemalu sangat sulit untuk memulai interaksi dengan orang di sekitarnya. Karena itu orang tua perlu mendampingi anak terutama bila anak baru memasuki lingkungan yang baru. Dengan adanya orang tua di dekatnya anak secara perlahan akan dapat mengatasi rasa malunya dan mulai mencoba untuk berbicara dengan orang lain. Setelah anak terbiasa, orang tua bisa melepas anak untuk dapat bersosialisasi dengan bebas namun tetap harus dipantau setiap saat.

3. Orang Tua Harus Lebih Aktif

Bagaimana mungkin anak dapat mengatasi rasa malu dan kesulitan dalam bergaul jika orang tuanya saja tidak mampu berinteraksi dengan baik kepada orang lain. Agar anak tidak mengalami kesulitan dalam bergaul dengan siapapun, mulailah dari diri orang tua sendiri agar lebih aktif dalam bersosialisasi. Orang tua bisa mengajak anak lain untuk bermain bersama anaknya, juga berbincang dengan orang tua lain sehingga nantinya anak akan mencontoh dan mencobanya sendiri.

4. Hindari Labeling pada Anak

Kebanyakan orang tua baik sadar atau tidak seringkali memberikan cap atau labeling pada anak terkait dengan sikap dan karakternya. Misalnya saja, jika anaknya pemalu maka orang tua seringkali mengatakan “anak saya ini sangat pemalu” atau “kamu kok pemalu banget sih”. Hal ini justru membuat anak semakin malu dan kata-kata tersebut akan tertanam dalam pikiran bawah sadarnya. Lama-kelamaan sifat tersebut justru semakin melekat pada diri anak hingga ia dewasa. Terlebih lagi hindari membanding-bandingkan anak, karena akan terjadi dampak buruk sering membandingkan anak dengan anak lain.

5. Beri Semangat dan Dukungan

Sebagai orang tua yang peduli dengan anaknya, berilah semangat dan dukungan kepada anak agar anak lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan mencoba untuk melakukan interaksi dengan orang di sekolahnya. Hal ini bisa menjadi cara meningkatkan rasa percaya diri anak dan cara mengatasi anak yang pemalu dan minder sekaligus. Pentingnya pendidikan karakter untuk anak akan menjadikan anak lebih mandiri, berani dan mudah bersosialisasi.

Anak yang minder, pemalu dan sulit bergaul bisa jadi dampak dari efek buruk memarahi anak di muka umum sehingga anak menjadi tidak percaya diri di depan orang banyak. Karena itu orang tua perlu memahami karakter anak dan menegurnya saat di dalam rumah saja ketika anak berbuat salah.

Sponsors Link
, , , , , , , ,
Post Date: Saturday 10th, March 2018 / 07:10 Oleh :
Kategori : Karakter