Sponsors Link

15 Cara Jitu Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

Sponsors Link

Anak yang suka berbohong seringkali membuat orang tua kewalahan dan tak habis pikir. Kebiasaan buruk yang satu ini membahayakan bagi kebaikan tumbuh kembang dan kepribadian anak di masa depan. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menangani dan mendidik anak untuk tidak suka berbohong lagi. Maraknya kasus korupsi dan penipuan yang banyak terjadi di berbagai negara-negara di dunia ditenggarai dan dipicu oleh faktor pola didik di masa kcil yang mengabaikan tata krama sehingga anak sudah terbiasa berbohong sejak kecil.

ads

Banyak sebab kenapa anak terbiasa dan suka berbohong. Salah satunya disebabkan oleh sikap orang tua yang lantas ditiru oleh anak. Contohnya, orang tua mungkin pernah meminta anak berbohong kepada tamu yang datang untuk mengatakan Anda sedang tidak ada di rumah hanya karena Anda enggan bertemu tamu tersebut. Tindakan ini tentu tidak sesuai dengan kenyatan dan imbasnya secara tidak langsung anak akan meniru kebohongan kecil yang Anda lakukan.

Selagi anak Anda masih berusia dini, didiklah anak Anda dengan benar dan arahkan anak dari kebiasaan berbohong yang jelas-jelas tidak baik. Usia dini adalah waktu yang paling tepat untuk mengasah kecerdasan emosional pada anak, maka sangat penting menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada anak sedari dini, agar ia terbiasa dan terbentuk dalam karakternya. Meski Anda tentu tidak selamanya bisa menghindarkan anak dari konsep kebohongan karena suatu hari ia akan bergaul dengan banyak lingkungan, menekankan nilai kejujuran sejak awal akan sangat menolongnya dikemudian hari untuk mampu mengendalikan diri dari berbohong.

Alasan Anak Berbohong

Tidak ada anak yang dilahirkan dengan sikap buruk. Semua anak lahir tanpa dosa dan seputih kertas. Pola asuh dan didikan lingkungan sekitarlah yang menjadikan seorang anak bisa memiliki kebiasaan berbohong. Seringkali orang tua dan keluarga terdekat terlambat menyadari bahwa anak adalah peniru yang ulung. Setiap tutur kata dan tindakan orang dewasa yang dilihat anak akan ditirunya, termasuk bila orang dewasa itu berbohong. Berikut adalah beberapa alasan mengapa anak berbohong yang mungkin tidak disadari oleh orang tua:

  • Mencari simpati atau perhatian dari orang tua atau lingkungan sekitar.
  • Berkhayal atau berimajinasi
  • Balas dendam.
  • Melindungi diri.
  • Melindungi orang-orang terdekatnya,
  • Bentuk perlawanan terhadap tindakan atau aturan yang dijalaninya.
  • Meniru orang tua dan orang-orang terdekatnya.
  • Sifat iseng alami
  • Merasa takut.
  • Kelainan psikologis terpendam

Bila anak Anda terlanjur memiliki sifat suka berbohong, tidak ada kata terlambat untuk mendidik dan mengarahkannya ke sifat yang benar kembali. Meski tugas ini cukup sulit, namun sebagai orang tua yang baik Anda harus tetap mengarahkan anak supaya kebiasaan berbohongnya tidak makin menjadi-jadi. Sifat suka berbohong yang dibiarkan akan terbawa hingga anak dewasa dan efeknya tentu sangat buruk tidak hanya bagi diri sang anak kelak namun juga lingkungan disekitarnya.

Tips dan Cara Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

Anak yang suka berbohong merupakan tantangan bagi orang tua untuk mendidik dan mengarahkannya ke arah yang tepat. Sifat dan kebiasaan ini harus segera dihentikan sejak dini agar anak tidak membawa kebiasaan buruk tersebut hingga dewasa yang akan berimbas negatif terhadap masa depannya. Berikut adalah beberapa tips dan cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengarahkan anak yang suka berbohong agar kebiasan tersebut hilang dan anak menjadi pribadi yang lebih baik lagi:

  1. Bersikap Bijak

Kebijaksanaan dan kelembutan orang tua saat menegur anak yang ketahuan berbohong adalah hal yang sangat penting menentukan apakah sang anak akan berubah atau tidak. Hindari memojokkan anak untuk mengakui kebohongannya dengan cara memaksa anak. Sebaliknya, lakukan pendekatan persuasif dengan lembut dan bersahabat sehingga anak nyaman dan cenderung lebih mudah mengakui kesalahannya.

  1. Tidak Main Hakim Sendiri

Seringkali, orang tua marah saat mengetahui anaknya berbohong dan mengeluarkan kata-kata kasar atau bahkan menghukum anak secara fisik. Tindakan ini hanya akan membuat anak merasa trauma dan akibatnya dilain waktu dia akan tetap berbohong karena merasa dendam terhadap orangt tuanya. Jangan pernah terbawa emosi saat anak ketahuan berbohong dan jadikan diri Anda sebagai orang tua yang penuh kasih dan menerima dengan ikhlas kesalahan sang anak.

  1. Cari Tahu Penyebabnya

Salah satu cara mengatasi anak yang suka berbohong adalah menyelidiki dan mencari tahu sebab apa yang membuat anak sampai berbohong. Hal ini penting untuk dilakukan oleh orang tua agar Anda dapat lebih bijaksana menyikapi kesalahan anak tersebut.

  1. Jelaskan Konsep dan Efek Kebohongan

Dalam upaya mendidik dan mengarahkan anak, orang tua perlu menekankan untuk memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak. Selain itu, anak juga akan jauh mengerti bahwa berbohong adalah tindakan yang tidak baik bila ia diberikan penjelasan dan contoh akibat dari perbuatan bohongnya tersebut bagi dirinya sendiri dan orang lain.

  1. Kendalikan Perilaku Anda

Anak adalah peniru ulung. Ibarat komputer, anak adalah tombol Ctrl+C dan Ctrl+P, dimana ia akan cenderung mengikuti dan menjiplak habis-habisan perbuatan yang dicontohkan orang tuanya. Seringkali, sifat suka berbohong anak muncul dikarenakan ia memiliki orang tua yang gemar berbohong kecil-kecilan tanpa sadar. Mulai saat ini, kendalikan dan jagalah perilaku Anda khususnya saat berada di depan anak agar anak hanya akan meniru hal-hal baik dari perilaku yang ia lihat dari Anda sebagai orang tuanya.

  1. Hukuman yang Mendidik

Hukuman tidak selamanya harus bersifat kasar dan menyiksa. Hukuman juga perlu diterapkan saat anak berbuat kesalahan agar anak jera dan berpikir ulang saat lain kali ia hendak mengulang kesalahan serupa. Hindari memberikan hukuman fisik pada anak dalam bentuk apapun. Berilah hukuman yang mendidik seperti melarang anak bermain di luar rumah untuk sementara waktu, memotong uang saku anak atau hal lain yang sifatnya mendidik.

  1. Luruskan Imajinasinya

Jika anak berbohong karena sebab daya khayal atau imajinasinya, berikan respon yang positif lalu jelaskan pada anak gambaran yang sebenarnya. Contohnya, anak Anda mengatakan ia melihat seekor naga yang terbang di langit. Orang dewasa tentu menganggapnya sebagai cerita fiktif belaka. Namun, berilah tanggapan positif ke anak sembari meluruskan hal yang benar sesuai kenyataan.

Sponsors Link

  1. Hindari Interogasi Berlebih

Saat anak tertangkap basah berbohong atau Anda mencurigainya sedang berbohong, tak perlu menegur anak dengan menginterogasinya seolah ia seorang penjahat. Tekanan mental yang dihadapi anak justru membawanya pada rasa trauma dan akibatnya ia akan mengulang hal yang sama dikemudian hari. Akan jauh lebih bijak bila Anda menanyakan kepada anak secara bijaksana sembari mencari bukti lain apakah benar ia telah berbohong.

  1. Berikan Penghargaan

Saat anak berhasil menunjukkan perilaku jujur dan tidak lagi mengulang kesalahannya berbohong, berikan apreasi pada anak dengan cara yang spontan namun bermakna. Orang tua bisa memberikan pujian dengan kalimat lisan, memeluk anak, mengelus kepalanya, mengangkat jempol dan lain sebagainya. Meskipun kejujuran yang dikatakan oleh anak kadang tidak selalu berupa perbuatan yang benar, namun setidaknya dia sudah sangat berusaha untuk jujur dan mengakui kesalahannya apa adanya. Sepatutnya sebagai orang tua Anda mengapresiasi anak sembari mengarahkan perilakunya ke arah yang lebih baik.

  1. Pererat Ikatan Emosional Antara Anak dan Orang Tua

Kebiasaan berbohong dan perilaku tercela lainnya dapat ditanggulangi dengan mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua. Kedekatan emosional dengan orang tua akan membuat anak merasa aman sehingga ia akan lebih terbuka karena ia merasa bahwa ia dihargai dan dipercaya oleh orang tuanya. Sebaliknya, bila antara anak dan orang tua tidak memiliki ikatan emosi yang lekat, anak akan cenderung tumbuh menjadi seorang pemberontak dan sering berbuat hal tercela untuk menarik perhatian orang tuanya.

  1. Pembiasaan yang Konsisten

Membentuk perilaku anak haruslah dilakukan dengan melakukan pembiasaan yang konsisten dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar anak tidak bingung mana hal yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik. Perlu diingat bahwa dalam menunjukkan perilaku orang tua harus membekali dengan contoh sehingga anak akan jauh lebih paham. Pastikan anak memahaminya dengan benar.

  1. Berikan Contoh Teladan

Anak akan jauh lebih mudah meniru hal-hal dan perilaku yang baik apabila ia melihat contoh nyata dari orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, Anda selaku orang tua memiliki peran yang sangat fundamental dalam memberikan contoh yang nyata pada anak agar selalu jujur dan tidak melakukan kebohongan untuk hal sekecil apapun.

  1. Tanamkan Nilai Agama

Selain pendidikan formal di sekolah, anak juga wajib dibekali dengan ilmu agama yang memadai sejak berusia dini. Sebagai manusia yang beriman dan beragama, sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban Anda sebagai orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak sebanyak-banyaknya. Dengan bekal ilmu agama yang cukup, anak akan paham dengan sendirinya bahwa berbohong adalah salah satu perbuatan tercela yang dibenci oleh Tuhan.

  1. Komunikasikan dengan Guru

Bila anak Anda telah memasuki usia sekolah, ada baiknya Anda bersama-sama dengan guru di sekolahnya mengantisipasi dan mengarahkan perilaku anak agar tidak terus menerus hobi berbohong. Saat di sekolah, anak Anda berada dalam bimbingan dan pengawasan guru sepenuhnya. Jadi, menjalin komunikasi dan kerjasama dengan guru dalam upaya mengatasi perilaku suka berbohong pada anak akan sangat memberi kontribusi besar dalam perubahan perilaku anak ke arah yang lebih baik.

  1. Kenali Pergaulan Anak

Zaman modern ini, pergaulan anak-anak usia sekolah dasar pun sudah sangat mengkhawatirkan. Belum lagi ditambah dengan pesatnya kemajuan teknologi yang turut berperan serta dalam memberikan efek negative yang besar pada anak. Mengenali dan memahami lingkup pergaulan anak baik di sekolah maupun di rumah akan membantu Anda sebagai orang tua untuk melihat dan menyaring apakah teman-temannya memberikan pengaruh positif pada karakternya atau justru sebaliknya. Orang tua akan mampu mengantisipasi lebih awal dengan memberikan arahan dan peringatan pada anak untuk tidak bergaul lebih jauh dengan teman-temannya yang cenderung memberikan efek buruk pada karakter dan tata kramanya.

Dalam banyak penelitian yang dilakukan para ahli dan psikolog, anak berbohong dengan tujuan yang sangat beragam namun semuanya didasari oleh upaya untuk menjaga dan melindungi dirinya sendiri. Kerap kali anak juga berbohong untuk menghindari hukuman atas kesalahan yang dilakukannya. Kebiasaan ini tentu tidak baik dan bila dibiarkan terus menerus dapat terbawa hingga anak tumbuh dewasa.

Dalam studi pakar ilmu kriminal, disebutkan bahwa kriminal anak dikategorikan sebagai bentuk kriminal khusus. Lebih jauh lagi, dirumuskan bahwa anak yang memiliki sifat suka berbohong biasanya akan memiliki dua kebiasaan yang tidak baik; suka mencuri dan suka berbuat curang. Disini jelas terlihat bahwa terdapat kaitan yang erat antara sifat-sifat tersebut dan kebiasaan anak yang suka berbohong. Semuanya digolongkan dalam satu tipe bentuk kejahatan yaitu tidak amanah.

Mirisnya, banyak orang tua, pengasuh dan pendidik yang  sering menggunakan tindak kekerasan fisik dan mental maupun cara paksa untuk mengubah perilaku anak yang suka berbohong. Padahal, faktanya jelas bahwa cara-cara tersebut tidak efektif dan justru akan membuat anak semakin bertingkah nakal dan macam-macam perilaku negatif lainnya. Diperlukan kesabaran dan proses yang panjang agar ketiga elemen orang tua, pengasuh dan pendidik tersebut bisa mengubah perilaku anak menjadi jujur dan amanah.

Mencegah Anak Memiliki Sifat Suka Berbohong

Hampir mirip dengan mengatasi anak yang suka berbohong, sebenarnya ada cara-cara yang jika lebih dini dilakukan akan menghindarkan anak dari sifat suka berbohong. Apa saja cara-cara tersebut, berikut penjelasannya:

Sponsors Link

  1. Kenali dengan baik sifat dan karakter bawaan anak. Bila Anda merasa anak memiliki kecenderungan untuk berbohong, dengan mengenali sejak dini karakternya, Anda akan bisa mengantisipasinya.
  2. Sejak anak masih berupa bayi dalam kandungan, hindari melakukan tindakan atau perkataan verbal yang keras seperti membentak, menjatuhkan mental, mencemooh atau menghinanya. Hal itu tanda disadari merasuk dalam otak bawah sadar anak dan mempengaruhi sifat dan karakter buruknya di masa mendatang.
  3. Biasakan anak untuk berbicara dan mencapai hasil apapun apa adanya. Bila ia tidak berhasil melakukan sesuatu karena ia tidak mampu, arahkan ia agar mengakuinya dengan lapang dada ketimbang harus berbohong agar dipuji oleh orang tuanya.
  4. Jangan terlalu cepat menuduh dan memberi hukuman yang tidak bersifat mendidik pada anak. Sebagai orang tua yang bijak, Anda perlu untuk mencari tahu dan memastikan kebenaran segala sesuatunya sebelum mengkomunikasikan dengan anak.
  5. Senantiasa mengkomunikasikan dan memberikan contoh kepada anak tentang sifat-sifat baik dan sifat-sifat buruk. Manfaatkan beragam media yang tersedia sebagai sarana edukasi anak seperti buku cerita, video animasi dan lain sebagainya.
  6. Selalu gunakan kelembutan dan kasih sayang saat berkomunikasi dan mengarahkan anak. Hindari bersikap keras dan kasar karena hal tersebut dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan akibatnya ia akan merasa tertekan.
  7. Perlakukan anak sesuai usianya. Jangan libatkan anak dalam hal-hal dan urusan orang dewasa yang belum waktunya ia tahu.
  8. Beri kebebasan pada anak namun ajarkan juga ia untuk bertanggungjawab pada setiap pilihan yang ia buat. Dengan demikian, anak akan merasa dihargai oleh orang tuanya dan ia cenderung akan berbuat hal-hal yang baik karena kesadarannya sendiri.
  9. Memberi tanggungjawab kepada anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sah-sah saja. Namun ingatlah, anak Anda masih kecil dan sedang berada dalam tahap perkembangan dimana dia belum dapat sepenuhnya memahami arti sebuah tanggungjawab. Jangan sampai anak merasa tertekan dan ia lalu berbohong demi menghindari pekerjaan yang dibebankan kepadanya, padahal belum seharusnya ia melakukan hal tersebut.
  10. Jadilah orangtua yang terbuka dan lapang dada. Bila Anda memiliki kesalahan atau berbuat salah kepada anak, jangan segan dan ragu untuk meminta maaf kepadanya. Anak yang dididik oleh orang tua yang terbuka dan tak ragu meminta maaf bila bersalah cenderung akan tumbuh sebagai pribadi yang sama dan amanah sehingga menghindarkannya dari sifat suka berbohong.
  11. Awasi dan bila perlu batasi media sosial dan tontonan anak di rumah yang belum sepantasnya ia akses atau tonton. Dampingi anak saat menonton televisi dan pastikan Anda ada untuk menjawab pertanyaan dan esensi dari tontonan yang ia tonton.
  12. Biasakan memberikan afirmasi positif dengan kata-kata pada anak. Ini dapat dilakukan kapan saja Anda dan anak sedang menghabiskan waktu dengan santai. Namun, waktu yang paling baik adalah malam sebelum tidur. Otak anak akan lebih mudah menyerap apa yang Anda katakan dan secara perlahan akan masuk dalam memorinya selamanya.

Demikian ulasan mengenai tips dan cara jitu mengatasi anak yang suka berbohong dan cara untuk mencegah bagaimana agar anak terhindar dari kebiasaan suka berbohong. Pekerjaan rumah sebagai orang tua memang tak ada habisnya seiring dengan makin besarnya anak dengan segala macam keajaiban tumbuh kembangnya. Bekali pikiran Anda dengan banyak-banyak membaca soal teori parenting dan artikel-artikel yang bermanfaat untuk menghadapi seribu satu tingkah dan karakter anak. Selamat menerapkan.

Sponsors Link
, , , , ,
Post Date: Saturday 14th, January 2017 / 05:01 Oleh :
Kategori : Parenting