Sponsors Link

6 Cara Mengatasi Anak yang Cuek Agar Mau Mendengarkan

Sponsors Link

Mungkin kebanyakan orang tua akan merasa kesal saat sedang berbicara kepada anak namun anak terkesan cuek atau tidak merespon apa yang dikatakannya. Apalagi jika anak sama sekali tidak menoleh kepada kita saat kita sedang berbicara, tentu saja hal tersebut tidak boleh dibiarkan. Jika sikap seperti itu dibiarkan, maka saat anak besar nanti ia akan menjadi sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Sama seperti cara mengatasi anak yang sulit bergaul, anak yang cuek pun punya cara tersendiri untuk mengatasinya. Bisa jadi anak yang cuek dikarenakan penyebab anak terlambat bicara sehingga ia belum mampu merespon ucapan orang lain. Karena itu diperlukan cara menangani anak terlambat bicara dan cara melatih bicara anak usia 3 tahun. Adapun cara mengatasi anak yang cuek dapat dilakukan melalui beberapa tips berikut ini.

ads

1. Berbicara dengan Jarak Lebih Dekat

Terkadang anak cuek bukan karena ia tidak mendengar, namun ia tidak langsung memahami apa yang didengarnya. Karena itu cobalah untuk berbicara kepada anak dengan jarak yang lebih dekat, bila perlu posisi kita berada tepat di depannya. Dengan begitu anak akan lebih paham sehingga mau merespon ucapan kita.

2. Posisi Sejajar dengan Anak

Saat berbicara pada anak, usahakan agar posisi tubuh kita sejajar dengannya. Hal ini akan membuat anak lebih fokus dengan kita dan kontak mata akan terjadi. Jika anak masih terlalu kecil, cobalah untuk duduk, jongkok atau berlutut di depannya sehingga anak mau mendengarkan dan paham dengan apa yang ia dengar. Cara ini juga efektif untuk mengatasi penyebab anak menjadi keras kepala.

3. Bicara dengan Jelas dan Lebih Sederhana

Pada usia anak terutama balita, memahami kata-kata tentu masih dalam tahap pembelajaran. Terkadang mereka mendengar namun tidak mengerti apa maksudnya sehingga anak menjadi cuek dan menghiraukan perkataan orang tuanya. Karena itu cobalah berbicara dengan bahasa yang sangat sederhana, jelas dan pastikan anak paham serta mampu melakukan apa yang kita ucapkan.

4. Gunakan Kalimat yang Memotivasi

Daripada menyuruh anak berulang-ulang dengan nada seperti memerintah, lebih baik mengatakan hal-hal yang dapat memotivasinya. Misalnya, untuk meminta anak mengambilkan sesuatu, anak akan lebih mendengarkan ketika kita mengatakan “kakak terlihat lebih cantik jika mau membantu ibu mengambilkan kain di kamar”, daripada kita menyuruhnya dengan kata-kata “kak, ambilkan kain di kamar sekarang ya”.

5. Jadilah Contoh dan Konsisten

Terkadang orang tua tidak sadar kalau apa yang dilakukan anak kebanyakan karena mereka mencontohnya langsung dari apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi jika ingin anak mendengarkan Anda, sebaiknya Anda juga mendengarkan apa yang mereka katakan dan memahami apa yang mereka inginkan. Sikap peduli kita akan membuat anak mencontohnya sehingga ia juga lebih peduli dan tidak cuek lagi. Ditambah lagi orang tua harus konsisten dengan apa yang mereka contohkan agar anak tidak merasa bingung.

6. Melakukan Bersama

Saat ibu atau ayah menyuruh anak melakukan sesuatu dan anak tidak menggubrisnya, ada baiknya orang tua mengajak anak untuk melakukannya bersama. Misalnya kamar anak sedang berserak dengan mainan, daripada hanya menyuruh anak memberskannya namun tidak didengar, lebih baik ajak anak untuk membereskannya bersama. Beritahu dimana anak sebaiknya menyimpan mainannya dan bagaimana ia seharusnya merapikan tempat tidurnya. Lama kelamaan anak akan terbiasa dan tidak akan bersikap cuek lagi.

Cara mengatasi anak yang cuek tersebut juga bisa dilakukan sebagai cara mengajarkan disiplin pada anak dan cara menanamkan tanggung jawab pada anak. Jika dilakukan secara konsisten maka secara perlahan anak akan lebih peduli dan tidak akan cuek lagi dengan apa yang dikatakan orang tuanya. Karena itu kesabaran merupakan kunci penting agar cara di atas dapat sukses dilakukan.

Sponsors Link
, , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 10th, March 2018 / 08:12 Oleh :
Kategori : Karakter