Sponsors Link

6 Cara Mengasah Bakat Anak Sejak Dini

Sponsors Link

Seringkali ketika melihat anak-anak melakukan atau membuat sesuatu, kita mengatakan anak tersebut “cerdas” atau “berbakat”. Sebenarnya makna dari cerdas dan berbakat tersebut merupakan dua hal yang berlainan namun dapat saling mendukung.

  • Kecerdasan – Kecerdasan atau intelligence adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan atau sifat anak. Kecerdasan mencakup tentang cara membuat rencana, kemampuan memecahkan masalah, menalar dan memahami sesuatu. Kecerdasan memiliki kaitan yang sama seperti kemampuan kognitif pada anak. Dan setiap anak pastinya memiliki kemampuan kognitif yang berbeda-beda. Kecerdasan seorang anak dapat diukur dengan melakukan tes IQ. Kecerdasan anak juga berpengaruh pada kemampuannya dalam berpikir dan menganalisa sesuatu.
  • Bakat – Bakat adalah suatu potensi atau kemampuan yang dimiliki anak mulai dari lahir hingga dewasa. Bakat adalah suatu kemampuan yang bersifat khusus, dan orang lain belum tentu dapat melakukannya. Banyak orang yang bisa meraup keuntungan dari bakatnya tersebut. Bakat merupakan suatu kemampuan yang dimiliki manusia secara natural atau alami, namun bakat perlu dikembangkan, diasah dan diperbaiki. Hal ini harus dilakukan, agar nantinya seorang anak mampu untuk memanfaatkan bakatnya dengan baik dan maksimal.

Menurut ahli psikolog : Bakat adalah prestasi yang dapat di ramalkan dan juga dapat di ukur dengan melakukan tes khusus. Dengan demikian bakat dapat di katakan sebagai kemampuan yang di miliki Manusia (ability). Woodworth dan Marquis (1995).

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita katakan bahwa, jika kecerdasan adalah suatu kemampuan untuk memahami sesuatu, sedangkan bakat adalah kemampuan yang dimiliki anak sejak ia lahir. Sebagai orangtua, mungkin saja kita bisa memaksimalkan tingkat kecerdasan anak agar ia memiliki kecerdasan yang sama dengan teman-temannya. Misalnya dengan membantu anak dengan bimbingan belajar, guru privat dan lain sebagainya. Namun lain halnya dengan bakat, karena bakat tidak dapat dipaksakan, sekali pun orang tua terus menerus memintanya kepada anak.

Setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Sebagai orang tua, kita wajib membantu anak dalam mengasah bakat yang dimilikinya. Karena bakat yang ada pada diri anak mungkin saja dapat menciptakan suatu prestasi dimasa depannya.

Jenis Bakat

Secara garis besar, bakat dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  • Bakat Umum, adalah kemampuan atau sebuah potensi yang umumnya dimiliki oleh setiap anak. Bakat umum ini biasanya dapat terlihat ketika anak sedang belajar atau pun di sekolah.
  • Bakat Khusus, adalah kemampuan atau sebuah potensi yang hanya dimiliki oleh anak-anak tertentu saja. Setiap anak memiliki bakat khusus yang berbeda-beda, sehingga orang tua tidak bisa dan tidak boleh memaksakan bakat pada anak. Bakat khusus misalnya dalam menari, dalam berolahraga, menyanyi, melukis dan sebagainya.

Untuk mengetahui bakat apa yang dimiliki anak kita bukanlah hal yang gampang. Karena bakat yang ada pada diri anak bukanlah serta merta dapat muncul begitu saja. Butuh waktu untuk mengasahnya agar bakat tersebut tajam danmenonjol. Dibawah ini beberapa cara untuk mengenal ciri-ciri anak yang memiliki bakat.

Ciri-ciri Anak Yang Memiliki Bakat

1. Ingin Tahu

Rasa ingin tahu yang besar adalah ciri-ciri dari sebuah kecerdasan anak. Otak pada anak akan terstimulasi untuk mencari tahu hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Sebagai orangtua jangan heran jika anak selalu memberikan pertanyaan “ ini apa sih bunda “ atau “ ini apa bunda ? “ karena anak bertanya untuk menjawab sesuatu hal yang terlihat atau terdengar aneh bagi dirinya. Oleh sebab itu, orangtua harus memiliki keahlian dalam mengolah kata, agar anak dapat memahami dengan jelas apa yang orangtua katakan.

2. Aktif

Anak yang aktif adalah anak yang selalu berinteraksi dengan hal-hal yang baru. Anak aktif bukanlah anak yang nakal, walaupun kadang kala anak yang aktif selalu membuat masalah dan tidak mau diatur. Anak yang aktif pasti memiliki rasa ingin tahu yang besar, bahkan biasanya mereka menyukai hal-hal yang menantang dan sulit bagi mereka.

3. Dapat Mengingat Sesuatu Dengan Mudah

Anak yang memiliki bakat, lebih mampu atau dapat mengingat sesuatu dengan sangat mudah. Misalnya ketika si anak selesai melakukan suatu kegiatan dengan temannya. Cobalah untuk menanyainya apa saja yang ia dan temannya lakukan tadi. Cara ini akan menstimulasi daya ingat anak, sehingga anak mampu untuk menceritakan ulang apa yang dia ingat.

4. Cepat Memahami Kalimat

Saat orangtua berbicara dengan anak, kerap kali orangtua merasa geram karena anak tidak merespon. Pernahkah orangtua berpikir, apakah anak mengerti dengan apa yang kita sampaikan padanya? Jika anak dapat menguasai atau merespon apa yang orangtua katakan dengan cepat, hal ini menunjukkan bahwa si anak memiliki kemampuan yang lebih dalam memahami kalimat. Anak yang berbakat, lebih mudah memahami kalimat dari anak-anak seusianya.

5. Suka Berimajinasi

Seorang anak yang cerdas, adalah anak yang mampu membangun imajinasi dengan baik. Namun pada anak yang berbakat, berimajinasi sudah menjadi hal yang biasa bagi dirinya. Perhatikan ketika anak sedang main, ketika anak bermain biasanya mereka akan mengeluarkan suara-suara yang aneh bahkan lucu. Hal ini menunjukkan jika anak memiliki kualitas imajinasi yang bagus.


Cara Melihat Bakat Anak

Sebagai orangtua, kita harus jeli memperhatikan setiap aktivitas anak. Karena mungkin saja ada kegiatan-kegiatan tertentu yang sangat disukai anak. Bisa jadi dalam kegiatan yang dilakukan anak tersebutlah, tersimpan bakatnya yang belum terasah. Untuk lebih peka melihat bakat anak, berikut beberapa caranya.

  • Berikan Stimulasi Pada Anak

Untuk mengetahui bakat anak, berikan stimulasi agar anak mau untuk bereksplorasi dengan baik. Berikan perhatian pada anak, jawablah seluruh pertanyaannya dengan kalimat yang mudah anak mengerti.

  • Berikan Kesempatan Anak Untuk Memulai Aktivitas

Secara alami seorang anak pasti akan merasa tertarik dengan sesuatu. Biarkan anak melakukan aktivitas yang ia inginkan sendiri agar anak kita bisa lebih mandiri dalam melakukan sesuatu. Jangan biarkan anak bergantung pada orang tua ketika sedang beraktivitas. Berikan kepercayaan pada anak, agar dia yakin bahwa dirinya mampu untuk melakukan aktivitasnya.

  • Kenali Perilaku Atau Respon Anak Yang Seru

Berikan perhatian pada setiap perilaku anak. Orang tua harus lebih teliti dalam mengamati sikap putra putrinya ketika akan melakukan aktivitas, saat melakukan dan setelah melakukan. Hal ini bertujuan agar orangtua paham dan tahu reaksi apa yang akan dilakukan si anak dalam beraktivitas.

  • Cepat belajar

Dalam sebuah aktivitas, anak akan lebih cepat belajar sesuatu. Cepat belajar tidak hanya bagiamana anak menguasai sesuatu dengan cepat, namun anak juga harus mampu untuk berperan aktif di dalamnya. Jika dalam tahap ini anak sering bertanya, maka jawablah dengan kalimat yang baik, jelas dan mudah dimengerti. Dengan seringnya anak bertanya, maka ia akan semakin paham dan mulai melakukan aktivitasnya sendiri.

  • Asyik Dengan Aktivitasnya

Ketika anak sedang asyik bermain dengan satu hal, maka ia akan mengabaikan hal ini. Asyik bukanlah ukuran yang tepat untuk bakat anak, namun ketika anak asyik, bisa jadi anak mengungkapkan sesuatu dengan keasyikannya tersebut. Misalnya, anak bermain puzzle, dia akan merasa penasaran dan mencoba terus untuk melengkapinya. Bahkan kegiatan anak dalam bermain puzzle, membuat anak tidak merespon apa yang orang tua katakan. Di sini keasyikkan diartikan adanya hati yang gembira, mampunya diri anak dalam hal tersebut dan anak merasa permainan tersebut sesuai dengan dirinya.

  • Rasa Puas

Ketika anak menunjukkan rasa puas dalam beraktivitas, berarti dia menunjukkan respon yang baik dan positif dari ekspresi yang ia tunjukkan. Sebagian orangtua tidak menyadari hal ini, pernahkah Anda mendengarkan anak yang sedang semangat menceritakan permainan bolanya ?? Terkadang anak memang bercerita dengan penuh semangat, hal ini menunjukkan bahwa anak mampu sehingga ia merasa puas dengan permainannya.

Langkah Langkah untuk Mengenal Bakat Anak Melalui Aktivitasnya

Bakat yang ada pada diri anak dapat pula kita kenali melalui kegiatan-kegiatan yang sering atau suka anak lakukan. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Menggambar, Menggambar sesuatu tidak selalu harus di dalam sebuah ruangan. Sesekali ajaklah putra putri Anda pergi ke suatu tempat. Misalnya taman, pantai atau danau. bawa serta juga peralatan menggambar anak. Di sana pastinya banyak sekali objek yang dapat dilukis atau digambar anak. Seperti pohon, bunga, rumput, kolam, burung-burung, bebatuan dan sebagainya. Ajaklah anak untuk menggambar apa yang sedang ia lihat di tempat tersebut. Menggambar di alam terbuka bukan hanya mengenali bakat anak, namun anak juga belajar berkonsentrasi, bereksprolasi dan berimajinasi pada aktivitasnya tersebut.
  2. Memahami Arah, Cobalah meminta anak untuk membuatkan denah isi rumah, menggambarkan di mana letak dapur, kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, taman dan sebagainya. Dengan cara ini anak akan terstimulasi untuk memahami perintah dan memberikan sebuah perintah dengan baik.
  3. Membuat Catatan Penting, Ajarkan anak membuat cacatan penting seperti jadwal sekolah, tanggal ujian, jadwal ujian dan sebagainya. Berilah anak kesempatan untuk memutuskan apa yang ingin ia jadikan cacatan penting, karena dengan begitu anak akan merasa dihargai dan memiliki privasi.
  4. Menceritakan Pengalaman, Meminta anak untuk bercerita adalah cara baik untuk menstimulasi bakat anak. Anda bisa bertanya tentang apa yang anak rasakan ketika pertama kali masuk sekolah. Tanyakan bagaimana rasanya bersekolah, atau hari ini di sekolah belajar apa. Cara ini dapat membantu orangtua untuk meningkatkan daya pikir anak dan kita dapat melihat ekspresi apa yang anak keluarkan ketika sedang bercerita, apakah anak merasa senang, biasa saja atau bahkan menangis.
  5. Kenalan dengan Teman Baru, Hal ini bisa terjadi tanpa disengaja atau malah sudah di rencanakan. Misalnya ketika anak pertama masuk sekolah, tentu jarang sekali ada yang saling mengenal satu sama lain. Sebelum berangkat ke sekolah, ajarkan anak bagaimana cara berkenalan dengan teman di sekolah. Dengan mengenalkan anak dengan teman baru, hal ini dapat menumbuhkan rasa keberanian dan rasa percaya diri pada anak.
  6. Memainkan Alat Musik, Untuk melakukan kegiatan ini kita dapat menggunakan benda-benda di rumah, misalnya gelas kecil atau panci yang sudah tidak terpakai. Ajaklah anak bermain dengan benda-benda tersebut, guna merangsang bakat yang ada dalam diri anak. Namun perhatikan waktu untuk memainkan alat-alat tersebut, jangan sampai bunyi keras dari benda-benda tersebut mengganggu tetangga sekitar.
  7. Bernyanyi, Bernyanyi adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi banyak orang termasuk anak-anak. Dengan bernyanyi, orangtua bukan hanya dapat melihat atau mengenali ada tidaknya bakat anak dalam bidang tersebut, namun dengan bernyanyi, orangtua juga dapat mengamati perkembangan pendengaran anak, motorik dan daya tangkap anak akan kosa kata dari lagu yang di nyanyikannya. Sedangkan anak dapat melatih rasa percaya dirinya dengan bergaya menggerakkan anggota tubuhnya, berani tampil di muka umum dan belajar menguasai keadaan sekitarnya, juga tentunya lebih sehat untuk psikis maupun untuk tubuh anak.
  8. Berkebun, Jika memiliki kebun atau tanah kosong dibelakang rumah, apa salahnya mengajak si kecil untuk bercocok tanam. Mengajak anak untuk langsung terjun ke kebun tidak hanya membuat anak dapat belajar sesuatu namun anak juga bisa membantu orangtua. Misalnya anak dapat menyirami tanaman, mencabuti rumput, atau memberi pupuk. Orangtua juga bisa memberikan anak tanggung jawab dengan tanamannya. Dengan cara ini Anda bisa melihat bakat halus yang dimiliki oleh putra putri tercinta, tentu dengan cara yang menyenangkan. Anda dapat bertanya pada anak, bagaimana perkembangan tanamannya, apakah dia sudah menyirami tanamannya atau belum.
  9. Olahraga, Olahraga adalah aktivitas yang sangat cukup melelahkan bagi si kecil. Berikan penjelaskan agar anak mengerti apa manfaat dari olahraga, dan apa fungsi dari berolahraga. Ajaklah anak untuk menirukan gerakkan yang dicontohkan, buatlah suasana olahraga menjadi suasana bermain untuk anak, dengan begitu anak akan lebih mudah mengikuti setiap gerakan. Banyak sekali gerakan yang bisa Anda ajarkan kepada anak-anak, seperti melempar, melompat, berlari dan sebagainya.
  10. Bermain puzzle atau Bongkar Pasang, Bermain adalah aktivitas utama anak-anak, maka dari itu berikanlah mainan yang bisa membantu menonjolkan bakat anak seperti bermain puzzle dan mainan bongkar pasang. Memberikan puzzle atau mainan bongkar pasang berguna untuk menstimulasi gerakan anak. Menurut para ahli, cara ini di nilai cukup ampuh membantu orang tua dalam mencari dan menemukan bakat pada putra putrinya.

Dengan uraian di atas, apabila kita sudah mengenal bakat apa yang dimiliki anak, maka tentu saja orangtua dapat mengembangkan atau mengasah bakat tersebut agar kelak anak memiliki kemampuan khusus di masyarakat. Tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi anak di masa mendatang.

Cara Mengasah Bakat Anak

Untuk mengasah atau mengembangkan bakat anak butuh waktu, kesabaran dan kedisiplinan. Dan juga harus dilakukan secara kontinyu.

  • Melakukan Tes IQ

Melakukan tes IQ adalah salah satu cara terbaik dan paling mudah untuk mengetahui bakat terpendam yang anak kita miliki. Selain itu tes ini juga bisa dilakukan kapanpun, dengan catatan si anak juga bersedia melakukan tes tersebut.

  • Melakukan Latihan

Saat kita sudah mengetahui apa bakat si anak, ajaklah anak melakukan latihan ringan, sesuai dengan bakatnya. Dengan cara ini kita bisa menstimulasi otak dan mensugesti anak untuk melakukan hal tersebut, dengan begitu bakat yang ada dalam diri anak akan terasah secara perlahan-lahan. Bakat yang terasah secara optimal tentunya memiliki manfaat atau hasil yang optimal pula. Untuk anak-anak yang memiliki kemampuan yang kurang/rendah di sekolahnya dalam bidang akademik, maka cobalah menggali bakat yang dimilikinya.

  • Memberikan Motivasi

Untuk memulai melakukan sesuatu, tentunya anak-anak butuh semangat dan dorongan dari orangtua. Ketika anak kurang antusias atau mulai malas dengan bakatnya, berilah dukungan dan bangkitkan semangatnya. Namun orangtua harus membedakan antara motivasi dan paksaan, jangan pernah memaksakan sesuatu pada anak. Memaksakan sesuatu pada anak akan menimbulkan sifat pemberontak pada diri anak dan susah di atur. Berikan motivasi dan sugesti positif tentang bakatnya, dengan begitu si anak akan mulai penasaran dan mau mencoba untuk mengasah bakat terpendamnya.

  • Mengikuti Pertandingan/Perlombaan

Agar anak lebih termotivasi untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya, orang tua dapat mengikutsertakan anak dalam perlombaan/pertandingan yang sesuai dengan bakatnya. Dengan begitu anak merasa percaya diri dan yakin akan kemampuannya. Selain itu anak juga akan bertemu dengan anak-anak yang memiliki hobi yang sama dengannya, sehingga anak dapat belajar bersama.

  • Mendukung Hobi Anak

Setiap anak pasti memiliki sebuah hobi. Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita mendukung hobi anak kita. Bisa jadi hobi anak adalah bakat yang mungkin belum tampak. Banyak orang-orang sukses dalam hidupnya bermula dari hobi.

  • Memberikan Fasilitas yang Anak Butuhkan

Selain dukungan moril yang dapat orangtua berikan untuk mendorong semangat anak, juga tentunya secara materi harus didukung. Namun bukan berarti orangtua harus melengkapi anak dengan barang-barang yang mahal. Dalam mengembangkan bakatnya, anak butuh barang atau perlengkapan untuk menunjang aktivitas atau kegiatannya dalam berkarya.

Menggali potensi yang ada dalam diri anak butuh dukungan orangtua, sekolah dan lingkungan. Dengan mengenali bakat yang ada dalam diri anak, akan memudahkan orangtua untuk mencari sekolah atau lembaga yang dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan anak untuk menjadi lebih tajam dan maksimal.

Sponsors Link
, , , , , , , , ,
Post Date: Thursday 12th, January 2017 / 06:17 Oleh :
Kategori : Bakat