Sponsors Link

5 Cara Mengajarkan Pendidikan Seks pada Anak Paling Efektif

Sponsors Link

Pendidikan seks pada anak seringkali dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal anak perlu mendapat pemahaman seputar pendidikan seks yang dapat melindunginya dari pengaruh buruk media dan lingkungan. Belakangan ini memang sedang marak kasus kejahatan seksual termasuk pada usia anak sehingga orang tua perlu mengantisipasi hal tersebut pada anak dengan memberikan pendidikan seks yang tepat. Hal tersebut tidak melulu tentang hubungan seksual antara pria dan wanita, namun lebih dari itu pentingnya pendidikan anak usia dini dan pendidikan seks dapat menjadi bekal bagi anak untuk menghadapi perkembangan organ seksualnya dan juga orang-orang di sekitarnya. Nah, berikut ini ada beberapa cara mengajarkan pendidikan seks pada anak, yang dianggap cukup efektif untuk membuat anak paham apa itu seks sebenarnya.

ads

1. Mengenalkan Bagian-bagian Tubuhnya

Pendidikan seks pada anak sebaiknya sudah dimulai saat anak masih berada di usia balita yaitu sekitar umur 3-4 tahun. Pada masa itu anak sudah mulai memperhatikan sekitarnya, dan rasa ingin tahunya juga cukup besar. Orang tua harus bisa menjelaskan nama bagian tubuh pada anak secara jelas, bukan menggunakan istilah yang nantinya justru membuatnya bingung. Misalnya, beritahu anak mana yang namanya penis, payudara, pantat, vagina dan lain sebagainya. Hal ini dapat membuat anak lebih mengenal tubuhnya, dan jika suatu saat terjadi masalah pada organ reproduksinya, anak dapat lebih mudah mengungkapkannya pada orang tuanya.

2. Beritahu Bagian Tubuh Mana yang Tidak Boleh Dilihat dan Disentuh Orang Lain

Jika tidak diberikan pemahaman sejak dini, anak mungkin akan menganggap biasa jika ada orang asing yang mencoba untuk memegang atau melihat area pribadi tubuhnya. Karena itu orang tua harus bisa mengantisipasinya dengan memberikan pemahaman bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Katakan pada anak untuk tidak memberi izin siapapun melihat atau menyentuh bagian tubuhnya dari leher ke bawah selain orang tuanya. Beritahu pula apa yang harus dilakukan bila ada orang yang menyuruhnya membuka baju atau memegang area pribadi tubuhnya, seperti berlari, berteriak minta tolong dan menceritakannya kepada orang tua atau orang dewasa lainnya. Cara melatih mental anak agar berani juga perlu dilakukan agar anak tidak takut menolak perbuatan orang yang ingin melakukan kejahatan seksual.

3. Ajarkan Konsep Perbedaan Jenis Kelamin

Orang tua juga perlu mengajarkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan, terutama bagian tubuhnya yang akan jelas terlihat berbeda saat anak semakin beranjak remaja. Jelaskan bagian tubuh mana yang tidak boleh dilihat oleh orang lain, juga bagaimana cara menggunakan toilet yang benar. Penggunaan pakaian dan pembalut bagi wanita yang telah menstruasi juga penting untuk dijelaskan agar anak lebih mengenal organ tubuh dan alat reproduksinya serta dapat menjaga kebersihan dan kesehatannya. Cara mengembangkan imajinasi anak mungkin diperlukan untuk menceritakan bagian organ reproduksi baik pada wanita maupun pria.

4. Tanamkan Budaya Malu dan Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Ajarkan anak untuk merasa malu jika tidak memakai pakaian di depan orang lain. Sekalipun anak masih sangat kecil hal ini harus sudah dibiasakan. Katakan padanya untuk tidak menunjukkan bagian tubuhnya terutama area pribadi kepada orang lain agar ia lebih dapat menghargai dirinya sendiri. Berikan batasan hubungan antara perempuan dan laki-laki untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Selain itu, rasa percaya diri anak juga perlu ditingkatkan, salah satunya dengan memberitahunya untuk menceritakan semua masalah hanya kepada orang tuanya dan melakukan cara meningkatkan rasa percaya diri anak. Dengan begitu anak dapat menemukan solusi yang tepat dari orang tuanya dan terhindar dari efek buruk teman, media atau lingkungannya.

5. Batasi Anak Menonton TV dan Menggunakan Gadget

Saat ini anak mudah sekali mendapatkan informasi baik dari televisi maupun media sosial. Jika orang tua tidak mengontrol dan membatasi anak maka anak akan sangat mudah mengakses informasi yang semestinya tidak boleh ia dapatkan. Karena itu anak harus memiliki jadwal kapan boleh menonton tv dan acara apa yang dilihatnya agar efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak bisa diminimalisir. Juga hindari memberikan anak menggunakan gadget apalagi jika sampai seharian agar ia tidak mendapat pengaruh buruk dari media tersebut.

Itulah cara mengajarkan pendidikan seks pada anak yang bisa dilakukan para orang tua, dan sebisa mungkin hindari kesalahan dalam mendidik anak balita. Dengan penyampaian yang tepat maka Anda dapat menyelamatkan anak dari kejahatan seksual sekaligus memberi pemahaman yang baik tentang seputar seksualitas. Hal ini akan berguna bagi kehidupan anak hingga di masa yang akan datang.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 09th, March 2018 / 06:39 Oleh :
Kategori : Pendidikan