Sponsors Link

17 Cara Mengajarkan Anak tentang Uang Sesuai Usianya

Sponsors Link

Uang, satu kata tersebut sudah cukup untuk membuat orang tertarik. Tak bisa dipungkiri, uang merupakan salah satu benda yang penting di dalam kehidupan kita. Berfungsi sebagai alat tukar yang digunakan sehari – hari untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, tak pelak lagi uang menjadi sedemikian penting yang kita butuhkan. Tanpa uang, manusia akan sulit memenuhi kebutuhan hidupnya karena uang digunakan untuk membiayai berbagai macam barang keperluan kita sehari – hari, termasuk kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal.

ads

Mengenalkan uang sejak dini kepada anak perlu dilakukan agar anak juga dapat mulai mengenal konsep uang sejak awal. Dengan mengajarkan konsep tentang uang, anak akan belajar menghargai dan mengerti nilai uang dalam kehidupannya, serta memahami dari mana asal semua benda yang dia miliki dan yang dia gunakan. Tidak pernah ada kata terlalu dini untuk mengajarkan tentang pemahaman keuangan kepada anak. Dengan pengajaran yang benar, anak akan memahami arti uang dan diharapkan dapat mengelola keuangannya sendiri dengan bijak.

Cara yang Baik untuk Memulai Mengajarkan tentang Uang (1-12)

Banyak orang tua merasa bingung untuk mulai mengajarkan keuangan kepada anak. Kebingungan itu terkadang bersumber dari ketidaktahuan tentang bagaimana memulainya. Ada beberapa acuan yang dapat Anda gunakan jika ingin mengajarkan tentang uang dengan efektif kepada anak, yaitu:

1. Memperkenalkan nilai mata uang

Anda bisa menunjukkan kepada anak uang yang kita gunakan sehari – hari. Mulailah memperlihatkan kepada anak mulai dari nilai uang terkecil sampai nilai yang paling besar dan bantu anak untuk mengenali ciri – ciri dari setiap nilai mata uang, misalnya angka yang tertera, warna, gambar serta nomor seri dan tanda tersembunyinya. Tunjukkan bedanya antara uang asli dengan uang mainan yang tidak dapat digunakan untuk bertransaksi sungguhan.

2. Mulailah dari memberikan uang saku

Untuk anak yang berusia antara lima sampai tujuh tahun, Anda bisa mencoba memberikan uang saku. Karena tujuannya adalah untuk memperkenalkan anak dengan uang, maka uang saku yang diberikan tidak perlu berjumlah banyak. Bahkan Anda dapat memberikan jumlah terkecil dari mata uang kita kepada anak. Biarkan anak memegang uang sakunya selama sehari untuk membiasakan dirinya dengan uang tersebut. Setelah itu Anda bisa menganjurkan kepada anak untuk menyimpan uangnya di dalam dompet anak atau celengan. Perlahan Anda bisa meningkatkan jumlah uang saku anak menjadi jumlah yang dapat ia belanjakan jika anak sudah mulai terbiasa dengan uang.

3. Mengajak Anak Berbelanja

Pada tahap awal pengenalan uang, tidak perlu mengajak anak untuk berbelanja ke supermarket yang besar. Anda cukup mengajaknya ke warung dekat rumah dan tanyakan kepada anak apa yang ingin dibelinya. Tentu saja sebelumnya Anda bisa membicarakan kepada anak mengenai barang apa yang bisa ia beli dan apa yang tidak diizinkan untuk dibeli. Biarkan anak membayar dengan uang sakunya dan jelaskan mengenai proses jual beli setelahnya.

4. Libatkan Anak dalam Perencanaan Keuangan

Tentu saja Anda tidak perlu melibatkan anak terlalu jauh dalam tahap ini. Cukup biarkan ia melihat diatas kertas perhitungan Anda akan kebutuhan rumah tangga selama satu bulan, dengan demikian ia akan mendapat gambaran tentang kemana perginya uang orang tuanya. Hal ini akan membantu anak mengembangkan pemahaman bahwa uang yang dimiliki adalah terbatas jumlahnya dan tidak dapat digunakan sesuka hati.

5. Mencontohkan Manfaat Menabung

Menabung adalah bagian dari perencanaan keuangan. Anda dapat mengarahkan anak untuk mulai menabung uang sakunya setiap hari. Jelaskan kepada anak pentingnya menabung dengan bahasa yang mudah dimengerti. Misalnya, jika ia menginginkan mainan, maka ajak anak untuk menabung sampai uangnya cukup untuk membeli mainan tersebut. Anak bisa menabung di celengan atau ke bank dengan bantuan orang tua.

6. Membayar Tagihan

Masih berhubungan dengan perencanaan keuangan, ajaklah anak ketika Anda akan membayar tagihan rumah tangga. Dengan demikian anak akan melihat bahwa uang yang dimiliki dan dihasilkan orang tuanya digunakan untuk hal – hal yang penting seperti tagihan listrik, air, gas, dan lain sebagainya.

7. Beri Upah kepada Anak

Untuk mengajarkan anak tentang nilai dari suatu kerja keras, cobalah untuk memberi sedikit apresiasi berupa uang ketika ia sudah melakukan sesuatu yang baik . Misalnya ketika anak membantu membersihkan rumah atau mencuci mocil, Anda bisa memberinya upah. Jumlah uang yang diberikan tentunya tidak perlu besar, hanya pastikan cukup untuk menunjukkan kepada anak bahwa uang harus diperoleh dengan kerja keras. Bisa juga ketika anak menginginkan suatu benda, maka Anda bisa menganjurkan agar ia membantu di rumah dengan imbalan upah yang bisa ditabungnya untuk membeli benda tersebut.

8. Beri Contoh Anak untuk Berhemat

Anda bisa mencontohkan anak untuk berhemat ketika memutuskan untuk membeli suatu barang. Contohnya, katakan pada anak untuk menunda membeli mainan lagi, karena bulan ini ia telah mendapat jatahnya. Atau ajak anak untuk membandingkan harga suatu barang di berbagai tempat atau di toko dengan barang lain yang serupa agar bisa membeli barang tersebut dengan harga yang paling murah. CAra lain yaitu Anda dapat memberi jatah kepada anak untuk membeli barang atau makanan seharga tertentu. Jika anak menginginkan yang harganya berada di atas anggaran yang ditetapkan, maka jangan izinkan ia untuk membelinya. Ingatkan lagi bahwa ia hanya bisa membeli barang senilai yang Anda tentukan.

9. Ajarkan Anak untuk Berbagi

Mengenalkan anak akan uang tidak hanya melalui cara berbelanja, namun juga melalui cara saling berbagi dengan yang membutuhkan. Hal ini juga sekaligus akan menumbuhkan empati di hati anak ketika melihat orang lain yang kesusahan, dan tidak mengajarkannya menjadi seorang yang pelit.

10. Ajarkan Uang Melalui Permainan

Pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak tidak dapat dibantah, anak kecil sangat membutuhkan waktu bermain untuk mengasah kreativitasnya. Bermain peran bersama anak juga dapat menjadi cara untuk mengajarkan anak akan nilai uang. Anda bisa mengajak anak bermain monopoli atau bermain peran sebagai pedagang dan pembeli dengan menggunakan uang mainan ataupun uang asli. Anak lebih mudah menyerap sesuatu ketika ia berada dalam kondisi santai dan senang.

11. Ajarkan Anak untuk Menunda Keinginan

ads
Tidak semua hal dapat diperoleh dalam suatu waktu sekaligus. Hal ini penting untuk diajarkan kepada anak karena berkaitan juga dengan masalah keuangan. Walaupun memiliki keuangan yang cukup baik, seyogyanya Anda tidak membiasakan untuk menuruti segala keinginan anak. Ajarkanlah anak untuk menunda keinginannya akan sesuatu yang membutuhkan uang agar anak dapat mengerti bahwa uang ada bukan untuk dihamburkan melainkan untuk digunakan sesuai keperluan.

12. Tunjukkan Bedanya Kebutuhan dan Keinginan

Anak kecil seringkali belum bisa membedakan antara apa yang dia butuhkan dengan apa yang dia inginkan. Tugas orang tua adalah untuk mengajarkan anak membedakan keinginan dan kebutuhan tersebut. Contohnya, tunjukkan kepada anak bahwa makanan, pakaian dan tempat tinggal adalah suatu hal yang dibutuhkan setiap orang untuk kelangsungan hidupnya, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebutlah maka uang diperlukan. Sedangkan mainan adalah suatu keinginan, tetapi tidak mendesak atau mempengaruhi kelangsungan hidup kita jika kita tidak memilikinya.

Mengajarkan Uang kepada Anak sesuai Usianya (13-17)

Pendidikan tentang keuangan dapat kita sesuaikan dengan usia anak. Pada setiap tingkat usia, pemahaman anak tentang uang akan berbeda – beda. Kita tidak dapat langsung mengajarkan tentang uang saku kepada anak yang masih balita, misalnya. Kita harus dapat menyesuaikan pengajaran tentang uang dengan tingkat penalaran anak sesuai usianya dan secara bertahap.

13. Mengajarkan Uang pada Anak Usia 3-5 Tahun

Untuk anak yang masih berusia dini, kita dapat mengajarkan kepada anak mengenai uang dimulai dari hal yang mendasar lebih dahulu. Misalnya kita dapat menanamkan kepada anak bahwa semua orang memerlukan uang untuk membeli sesuatu benda, dan uang tersebut didapatkan dengan cara bekerja. Tanamkan bahwa ada kalanya seseorang perlu menunggu untuk mendapatkan atau membeli suatu benda yang diinginkan karena ada perbedaan antara membutuhkan dan menginginkan sesuatu. Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengenalkan anak balita dengan uang yaitu:

  • Perkenalkan anak dengan benda yang termasuk kebutuhan pokok sehari – hari dan perbedaannya dengan benda yang diinginkan. Tunjukkan wujud benda tersebut ketika mengajak anak berbelanja.
  • Perlihatkan bermacam – macam pekerjaan yang harus dilakukan oleh orang  – orang sehari – hari untuk mendapatkan uang tersebut. Anda bisa mulai dengan menjelaskan tentang pekerjaan Anda atau pasangan kepada anak.
  • Ajarkan bahwa ada benda yang bisa didapat secara cuma – cuma dan ada benda yang harus didapat dengan membayar menggunakan uang. Memahami bahwa tidak semua barang adalah miliknya dan harus didapatkan dengan cara yang benar sangat penting bagi seorang anak. Hal ini juga dapat menjadi cara mengatasi anak yang suka mencuri.
  • Tunjukkan beragam uang logam dan uang kertas dan perkenalkan cirinya kepada anak. Anda bisa menyuruh anak untuk mengambilkan uang dengan gambar tertentu agar ia mudah untuk menghafal bentuk atau wujud uang tersebut.

14. Mengajarkan Uang pada Anak Usia 6-10 Tahun

Pada anak usia sekolah memang ia akan belajar mengenai berhitung dan matematika namun di sekolah tidak akan diajarkan mengenai cara pengelolaan uang yang efektif. Karena itulah pendidikan tentang uang sebaiknya dimulai di rumah. Pada tahap usia ini Anda bisa menanamkan konsep bahwa kita harus membuat keputusan dengan bijak tentang bagaimana menggunakan uang yang kita miliki dan pentingnya untuk mencari perbandingan ke beberapa tempat sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Aktivitas yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan anaka kepada pemahaman tentang uang adalah beberapa hal berikut ini:

  • Melibatkan anak ketika Anda membuat keputusan sederhana yang berkaitan dengan uang. Misalnya, ketika akan membeli suatu barang yang kualitasnya sama, Anda memilih benda yang harganya lebih murah sehingga akan lebih hemat.
  • Siapkan celengan untuk anak agar ia dapat mulai belajar menabung uang jajannya sendiri. Anda juga bisa membuatkan rekening di bank untuk anak dan mengajaknya untuk menyetorkan uang tabungannya sendiri.
  • Anda juga dapat mengajarkan pentingnya menabung kepada anak dan bagaimana menyimpan informasi tentang keuangan pribadi dari orang lain.

15. Mengajarkan Uang pada Anak Usia 11-13 Tahun

Pada tingkat usia ini pemahaman anak tentang uang tentu sudah semakin meningkat. Saat inilah Anda bisa mengajarkan tentang seberapa besar uang saku anak yang harus disisihkan untuk ditabung. Misalnya, menyisihkan uang untuk menabung setidaknya sebesar 10% dari uang saku anak. Beri pemahaman kepada anak bahwa semakin awal kita menabung, maka semakin besar pula uang yang akan dikumpulkan pada akhirnya. Anda bisa mengajarkan tentang uang melalui kegiatan – kegiatan berikut:

  • Ketika anak menginginkan suatu benda, ajaklah ia menabung untuk dapat membeli benda tersebut. Dengan begitu anak akan tahu rasanya harus mengumpulkan uang untuk dapat memiliki sesuatu yang ia inginkan.
  • Beri tahu anak agar menyimpan nomor rekening tabungan mereka di bank dengan baik dan jangan menyebarkannya di media sosial atau kemanapun karena dapat mengundang kejahatan.
  • Ajak anak untuk memeriksa jumlah tabungannya baik itu di celengan atau di bank secara berkala.

16. Mengajarkan Uang pada Anak Usia 14-18 Tahun

Tahap usia ini berada pada saat anak akan bersiap untuk memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi yaitu menengah atas dan juga bangku kuliah. Ia juga sudah cukup umur untuk mengerti tentang penggunaan beberapa produk keuangan seperti kartu kredit dan apa saja bahaya yang bisa timbul dari pemakaian kartu kredit tersebut. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman anak tentang keuangan yaitu:

  • Menghitung biaya yang diperlukan ketika anak kuliah di tempat yang diinginkannya, seperti biaya makan, uang kuliah, transportasi, kebutuhan sehari – hari dan tempat tinggal sampai lulus kuliah kelak.
  • Berikan juga perhitungan tentang berapa banyak biaya yang bisa Anda keluarkan untuk membiayainya, serta alternatif sumber biaya lain seperti beasiswa, pekerjaan sampingan dan lain – lain.
  • Mungkin anak telah sangat terbiasa melihat Anda menggunakan kartu kredit. Pada tahap ini Anda dapat mengajarkan tentang manfaat kartu kredit dan bahayanya.

17. Mengajarkan Uang pada Anak Usia 18 Tahun Keatas

Sponsors Link

Memasuki usia dewasa muda, seharusnya pengajaran yang kita berikan tentang keuangan telah meresap dengan baik ke dalam pola pikir anak sehingga tidak akan sulit untuk melanjutkan pendidikan keuangan yang sesuai dengan dirinya. Berbagai aktivitas yang dapat Anda tunjukkan kepada anak yaitu:

  • Melibatkan anak dalam investasi atau asuransi yang Anda miliki agar ia dapat mempelajari seluk beluk tentang hal tersebut dan kelak anak dapat memberikan saran untuk membantu Anda.
  • Tunjukkan pentingnya memiliki tabungan untuk dana cadangan bagi hal – hal yang darurat diluar tabungan yang telah direncanakan.
  • Bantu anak untuk merencanakan penggunaan uang sakunya selama satu bulan agar ia terbiasa mengatur keuangannya sendiri.
  • Anda bahkan bisa mendorong anak untuk mulai mencoba mencari uang sendiri dengan memanfaatkan kelebihan yang ia punya pada saat ini.

Manfaat Mengajarkan Uang Kepada Anak

Mengajarkan tentang uang kepada anak secara bijak akan  membawa banyak manfaat yang dapat berguna bagi perkembangan kepribadian serta masa depan anak. Apa saja manfaat tersebut, berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  1. Anak dapat mengenal konsep kerja keras untuk mendapatkan uang. Ia akan belajar bahwa selalu ada usaha yang diperlukan dan tidak selalu untuk mendapatkan sesuatu hal yang diinginkan. Cara mengatasi anak yang cengeng dan manja untuk lebih mandiri juga dapat dilakukan melalui pendidikan tentang uang.
  2. Dalam diri anak telah terbangun konsep yang baik mengenai keuangan sehingga kelak ia dapat mengelola keuangannya sendiri dengan mandiri.
  3. Anak juga mengenal pentingnya menabung untuk mempersiapkan kebutuhan akan masa depannya sendiri.
  4. Anak akan terbiasa hidup sederhana dan berhemat karena menghargai bagaimana sulitnya mendapatkan uang.
  5. Anak dapat lebih menghargai kerja keras orang tua dalam memberikan segala fasilitas dan kebutuhan anak.
  6. Belajar menabung juga dapat menjadi cara mengajarkan disiplin kepada anak untuk menahan diri dari keinginan konsumtif dan memanfaatkan uang dengan bijak.
  7. Mengenal uang juga dapat menjadi cara meningkatkan rasa percaya diri anak bahwa ia bisa mengatur keuangannya sendiri dan belajar berkomunikasi dengan orang lain dengan berbelanja sendiri.
  8. Mengajarkan tentang uang akan menjadi cara meningkatkan daya ingat anak ketika ia berusaha mengenali jenis – jenis dan niai uang dengan ciri yang berbeda, dan dengan demikian juga melatih otak anak untuk menghapalnya.
  9. Belajar tentang uang juga akan mengajarkan anak tentang kejujuran karena ia akan belajar tentang uang yang harus diperoleh dengan cara yang halal. Karena itulah belajar tentang uang juga dapat menjadi cara mengatasi anak yang suka berbohong.

Memberikan pemahaman tentang uang ini juga berguna untuk cara mendidik anak yang suka membantah dan cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua, karena orang tua akan banyak berdiskusi dengan anak untuk menemukan cara mengenali karakter anak guna menentukan bagaimana cara terbaik mengajarkannya tentang uang. Karena itulah, Anda tidak perlu khawatir untuk mengajarkan tentang uang kepada anak sejak dini.

Sponsors Link
, , , , , , ,
Post Date: Thursday 16th, March 2017 / 02:09 Oleh :
Kategori : Pendidikan