Sponsors Link

5 Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Toilet dengan Benar

Sponsors Link

Ketika mencapai usia tertentu, akan ada waktunya anak untuk mulai belajar berlatih ke toilet sendiri atau toilet training. Toilet training adalah proses ketika anak mulai belajar untuk buang air kecil dan buang air besar sendiri ke kamar mandi sebagaimana orang dewasa. Anak akan diajari untuk tidak lagi buang kotoran di popok atau celana, juga sekaligus menjadi acuan untuk mengetahui anak tumbuh dan berkembang dengan baik dan normal atau tidak. Pada umumnya anak akan siap menjalani toilet training pada usia 1 tahun 6 bulan hingga 2 tahun lebih. Kebanyakan anak akan sudah dapat menggunakan toilet sendiri ketika usianya tiga tahun, namun walaupun ada patokan umur tersebut, kenyataannya tidak semua anak siap untuk belajar ke toilet pada usia yang sama.

Mengajari Anak Toilet Training

Karena kesiapan anak tidak sama antara satu dengan yang lainnya, maka Anda tidak hanya dapat mengandalkan usia anak untuk mengetahui apakah anak sudah siap atau belum. Cara mengajarkan anak menggunakan toilet dengan benar yaitu:

1. Memperhatikan kesiapan fisik anak

Anda dapat mengetahui kesiapan anak untuk menjalani toilet training dengan memperhatikan beberapa tanda berikut ini:

  • Anak terlihat sudah dapat menahan buang air kecil atau buang air besar.
  • Popok anak kering saat bangun tidur atau setelah pemakaian selama dua jam
  • Tidak buang air besar di popok pada malam hari
  • Waktu buang air besar pada waktu yang sama setiap hari atau sudah bisa diprediksi
  • Anak sudah mampu memakai dan melepas pakaian dan juga sudah dapat berkomunikasi dengan lancar untuk menyampaikan maksudnya.

2. Memperhatikan kesiapan emosional anak

Tidak sama dengan kesiapan secara fisik, kesiapan anak secara emosional akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Tanda – tanda anak sudah mencapai kesiapan emosional yaitu:

  • Anak akan memberitahu ketika popoknya kotor dan meminta untuk diganti
  • Sudah menunjukkan ketertarikan pada kamar mandi
  • Anak sudah dapat memberitahu ketika ingin buang air
  • Terlihat bersemangat mengikuti proses toilet training

3. Perkenalkan anak kepada toilet

Anda dapat mulai menjelaskan mengenai toilet kepada anak tentang fungsi toilet untuk buang air kecil dan besar. Jelaskan bahwa ketika mulai belajar menggunakan toilet, maka ia tidak lagi dapat buang kotoran di celana atau di popok. Jelaskan bahwa sudah waktunya untuk mengganti popok anak dengan celana dalam. Ketahui juga mengenai cara mengatasi anak yang lelet, cara mengajari anak kidal menulis dan manfaat mengajarkan anak tidur sendiri.

4. Gunakan potty seat

Ukuran toilet yang dikhususkan untuk orang dewasa tentunya akan menyulitkan anak untuk dapat menggunakannya dengan nyaman. Anda dapat menggunakan dudukan toilet untuk anak yang biasa disebut potty seat. Anda juga dapat menggunakan pispot yang diletakkan di kamar mandi untuk membiasakan anak dengan menggunakan kamar mandi. Ketahuilah cara melatih bicara anak usia 3 tahun, dampak buruk selalu mengikuti keinginan anakcara bijak menasehati anak balita dan pentingnya mengajari anak berdoa.

5. Ajari anak membersihkan diri

Setelah melakukan urusan di kamar mandi, ajari anak untuk membersihkan dirinya sendiri termasuk alat kelaminnya dan juga area pantat. Anda dapat mengajari anak perempuan untuk cebok dari arah depan ke belakang untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina. Anak laki – laki dapat diajari untuk mengarahkan penis ke bawah pispot atau toilet agar air seni tidak menciprat kemana – mana, lalu membersihkannya dengan benar.

Cara mengajarkan anak menggunakan toilet dengan benar belum tentu dapat dilakukan walaupun anak sudah terlihat siap secara fisik ataupun emosional. Masih ada sebagian anak yang belum siap walaupun telah menunjukkan tanda – tanda tersebut, terutama ketika anak sedang berada di tahap dimana ia menjawab tidak untuk semua hal. Apabila anak belum ingin memulai proses belajar toilet training, sebaiknya Anda tidak memaksanya. Pemaksaan akan membuat anak menjadi stres dan trauma sehingga justru akan memperlambat proses belajarnya.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Sunday 17th, June 2018 / 13:41 Oleh :
Kategori : Parenting