Sponsors Link

8 Cara Mendidik Anak Hiperaktif Sejak Dini

Sponsors Link

Di jaman sekarang, seringkali kita temui anak yang hiperaktif. Hal tersebut tidaklah mengherankan. Saat ini banyak sekali jenis makanan untuk anak yang berkadar gula tinggi. Belum lagi karena nutrisi yang terkandung dalam susu anak yang dapat meningkatnya energi anak. Akibatnya anak tidak dapat diam dan butuh menyalurkan energi melalui aktifitas berlebih. Dengan cara mendidik anak hiperaktif yang benar, maka orang tua akan dapat mengarahkan kelebihan energi anak menjadi sesuatu yang positif. Berikut ini beberapa cara mendidik anak hiperaktif:

1. Arahkan pada kegiatan positif

Supaya kegiatan anak tidak melenceng, arahkan anak melakukan kegiatan positif. Misalnya dengan penerapan cara mudah mengajar anak membaca. Sehingga selain mengasah kemampuan anak juga dapat meningkatkan prestasi anak.

2. Berikan kebebasan berkreasi

Jangan halangi anak yang hiperaktif untuk berkreasi. Pola pikir mereka yang unik bisa jadi merupakan kelebihan mereka. Melalui cara jitu mengenali bakat anak, orang tua dapat mengajak anak menuangkan kreasinya. Misalnya lewat melukis atau mewarnai gambar.

3. Jangan sering memarahi

Anak yang terlalu banyak gerak sebaiknya jangan terlalu sering dimarahi. Supaya mereka tidak menjadi minder di lingkungannya. Sebaliknya lakukan cara mengajarkan disiplin pada anak dengan sabar. Sehingga anak dapat mengetahui batasan perbuatan yang baik bagi mereka. Jika sering dimarahi justru bisa menjadi penyebab anak melawan orang tua.

4. Ajarkan sopan santun

Cara mendidik anak hiperaktif bisa dengan mengajarkan sopan santun. Sehingga anak tidak menuangkan kelebihan energinya dengan etika yang kurang baik. Pentingnya sopan santun pada anak tentu akan dibawa hingga anak besar nanti. Terutama ajarkan anak untuk menghormati dan menghargai orang lain dalam beretika sehari-hari.

5. Jauhkan dari game

Sebaiknya hindari memberikan game pada anak. Ketahui beberapa dampak negatif bermain game untuk anak. Anak akan cenderung malas belajar dan melakukan aktivitas yang lain. Salah-salah anak bisa kecanduan sehingga prestasi belajarnya akan menurun. Jika sudah demikian sebaiknya carilah cara mendidik anak yang malas belajar. Sehingga nilai anak tidak turun dan anak tidak tinggal kelas.

6. Ajak olah raga

Mengajak anak hiperaktif olah raga tentu sangat tepat. Ajarkan manfaat olahraga untuk anak sejak dini. Dengan berolah raga maka anak mendapat tambahan manfaat berupa tubuh yang sehat. Misalnya dengan bermain sepak bola atau berenang. Selain kedua hal tersebut masih banyak jenis olahraga untuk anak usia dini yang lain.

7. Kenalkan pada alam

Cara lainnya dengan mengenalkan anak pada alam. Salurkan energi anak dengan bepergian ke alam terbuka. Berikan informasi tentang satwa atau tanaman di sekitar mereka. Manfaat bermain untuk anak usia dini di alam terbuka tentu lebih menyenangkan dan lebih sehat. Jangan lupa memberi anak makanan cukup nutrisi saat beraktivitas di alam bebas. Sehingga anak nantinya tidak mudah sakit.

8. Ajarkan konsentrasi

Biasanya anak hiperaktif sulit konsentrasi. Karena itu sebaiknya ajarkan mereka untuk lebih konsentrasi. Sehingga anak dapat fokus pada saat melakukan sesuatu. Jika terbiasa fokus, hasil pekerjaan mereka akan lebih optimal. Karena itu biasakan anak untuk sarapan. Karena manfaat pentingnya sarapan untuk anak yang terlihat sepele ternyata dapat meningkatkan konsentrasi belajar anak di sekolah.

Demikian cara mendidik anak hiperaktif. Dengan arahan dan didikan yang tepat, maka orang tua dapat memaksimalkan potensi anak. Kenali bakat anak lebih dalam dan berikan pengarahan. Sehingga kegiatan anak menjadi bermanfaat penuh.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 20th, November 2017 / 18:47 Oleh :
Kategori : Parenting