Sponsors Link

4 Cara Mendidik Anak Disiplin Waktu yang Sangat Efektif

Sponsors Link

Mengajarkan disiplin pada anak sejak kecil merupakan investasi yang tidak boleh Anda lewatkan. Sikap disiplin akan sangat berguna bagi kehidupan anak sehari-hari, baik di rumah, sekolah maupun kegiatan lainnya yang membutuhkan interaksi dengan orang lain, bahkan hingga ia dewasa. Seringkali orang tua merasa kesulitan untuk mengajarkan disiplin pada anak, karena itu perlu untuk memahami cara mengajarkan disiplin pada anak dengan baik dan benar agar dapat berjalan lancar. Pastikan orang tua tahu bagaimana cara mengenali karakter anak agar lebih mudah menerapkan cara mendidik anak disiplin waktu seperti berikut ini.

1. Buat Tabel Waktu untuk Anak

Untuk membiasakan anak disiplin dengan waktu, orang tua bisa membuatkannya tabel waktu yang isinya berupa kegiatan yang dilakukan anak mulai bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali di malam hari. Misalnya, pukul 5 pagi bangun tidur dan langsung membereskan tempat tidur, pukul 7 pagi berangkat ke sekolah, pukul 2 siang saatnya tidur siang dan pukul 9 malam anak harus sudah tidur. Tempelkan tabel waktu ini di tempat yang mudah dilihat anak seperti di depan meja belajarnya atau di pintu kulkas. Dengan begitu ia akan terbiasa melakukan sesuatu tepat waktu dan tidak akan terlambat dalam menyelesaikan apapun. Hal ini juga bisa menjadi cara mengajarkan tanggung jawab pada anak yang bisa dicoba orang tua di rumah.

2. Katakan dengan Jelas Apa yang Ibu Maksud

Anak biasanya sulit menjadi disiplin karena orang tua tidak mengatakan dengan jelas batasan yang harus dilakukan anak. Jadi anak akan merasa bingung dan justru tidak mampu menerapkan disiplin dalam dirinya. Karena itu, ibu dan ayah harus memberikan batasan yang jelas agar anak juga bisa memahaminya, seperti daripada mengatakan jangan pulang terlambat, lebih baik mengatakan jangan pulang lewat dari pukul 12 siang atau bisa juga pukul 12 siang harus sudah sampai di rumah ya. Dengan melakukan cara bijak menasehati anak balita, maka orang tua dapat lebih mudah mengarahkan anak untuk melakukan apa yang diharapkan.

3. Dengarkan Pendapat Anak

Memang dalam mengajarkan disiplin pada anak orang tua memiliki hak untuk memutuskan batasan yang harus dilakukan anak. Namun orang tua sebaiknya juga mendengar pendapat anak, apalagi jika ia memang sudah berusia di atas 5 tahun. Dengan mendengarkan apa yang mereka pikirkan dan inginkan, orang tua bisa menetapkan batasan dengan anak berdasarkan kesepakatan bersama. Hal ini akan membuat anak lebih sukarela dan ikhlas dalam mengikutinya sehingga ia akan lebih mudah menerapkan sikap disiplin terutama disiplin waktu. Tetapi peran orang tua tetap lebih besar dalam memutuskan demi kebaikan anak dan tidak perlu harus selalu menuruti apa mau anak.

4. Beri Apresiasi dan Penghargaan

Saat anak berhasil melakukan sesuatu berdasarkan tabel waktu dan batasan yang telah disepakati, jangan lupa beri pujian agar anak semakin bersemangat. Bila perlu, buat penghargaan kecil untuk mengapresiasi kemajuan yang dilakukan anak, misalnya memberikan tanda bintang di kolom kecil yang ditempel di dinding kamarnya karena ia berhasil bangun tepat waktu dan tidak terlambat masuk sekolah. Jika dalam seminggu ia berhasil menerapkan kedisiplinan, maka ia berhak mendapatkan hadiah kecil seperti mendapat mainan kesukaannya agar ia dapat lebih bersemangat dan konsisten untuk bisa disiplin dalam segala hal.

Pentingnya pendidikan karakter untuk anak seperti sikap disiplin pada waktu harus diperhatikan dengan baik. Kesalahan dalam mendidik anak balita justru akan membuat anak menjadi manja dan tidak mampu disiplin hingga ia besar. Jika polanya benar, maka penerapan disiplin pada anak juga akan menjadi cara meningkatkan rasa percaya diri anak sehingga anak memiliki karakter yang membanggakan orang tua.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 30th, April 2018 / 15:56 Oleh :
Kategori : Karakter