Sponsors Link

7 Cara Mendidik Anak agar Mandiri hingga Dewasa

Sponsors Link

Salah satu sikap yang ingin orang tua lihat dari anaknya adalah kemandirian anak. Mandiri adalah kemampuan seseorang untuk tidak bergantung pada orang lain dalam melakukan aktivitas. Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain. Kemandirian di sini dimaksudkan dengan ia mampu melakukan sesuatu tanpa harus dibantu oleh orang lain. Contoh sederhana pada anak balita adalah ia dapat makan sendiri tanpa harus disuapi, dapat mandi sendiri tanpa harus dimandikan, mencuci tangan setelah makan, dan dapat melepas baju sendiri. Contoh sederhana ketika anak dapat cuci tangan sendiri dan selalu menjaga kebersihan adalah salah satu ragam manfaat mengajarkan anak cuci tangan. Ini adalah contoh kemandirian tahap awal pada anak.

ads

Kemandirian sangat diperlukan oleh setiap orang. Ketika dewasa kelak, ia dituntut untuk mandiri dalam setiap hal yang ia lakukan. Kemandirian ini tidak bisa serta merta muncul dan ada pada diri seseorang, terlebih pada anak. Peran orang tua sangatlah penting dalam membentuk kemandirian pada anak. Apa yang diajarkan oleh orang tua akan membentuk kepribadian anak. Dan hendaknya orang tua selalu mengajarkan sesuatu yang akan bermanfaat bagi anak hingga dewasa kelak. Salah satunya adalah mengajarkan kemandirian pada anak. Lalu bagaimana cara mandiri anak agar mandiri? Berikut adalah beberapa masukan mengenai cara mendidik anak agar mandiri yang dapat dapat dilakukan oleh para orang tua:

1. Ajarkan Anak untuk Selalu Jujur

Kejujuran adalah hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap anak. Anak yang tumbuh dengan sifat jujur akan mendatangkan hal-hal positif dalam hidupnya. Akan tetapi kejujuran ini pun harus dilatih sedini mungkin. Jangan pernah menginginkan anak menjadi pribadi yang jujur jika Anda sebagai orang tua masih mendidik anak dengan kebohongan. Ajari anak untuk berani berkata dan mengungkapkan apa yang terjadi dan apa yang ia rasakan. Biasakan anak untuk bercerita mengenai apa yang telah ia lakukan. Jika memang ada yang salah, jangan langsung menghakimi. Tunjukkan pula kepada anak bahwa mengatakan yang sejujurnya itu penting dan bermanfaat bagi dirinya. Jika Anda menemui anak berkata bohong, carilah cara mengatasi anak yang suka berbohong dengan tepat. Baca: cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua

2. Ajak dan Berikan Contoh kepada Anak dalam Melakukan suatu Pekerjaan

Jangan pernah menuntut anak untuk melakukan banyak hal tanpa Anda mencontohkannya. Misalnya, Anda menyuruh anak untuk sholat tetapi Anda tidak pernah mencontohkan ataupun mengajaknya. Jangan hanya percayakan anak pada orang lain dalam pengasuhannya. Mengajak sambil memberi contoh adalah alternatif terbaik dalam mendorong kemandirian pada anak. Jadilah panutan bagi anak. Jika anak melihat sesuatu yang baik pada diri Anda maka dia pun lambat laun akan menirukannya. Anak tumbuh berdasarkan apa saja yang sering dia dengar dan ia lihat. Jika ia selalu melihat dan mendengar kekerasan dalam kesehariannya, maka ia akan tumbuh dengan sifat kasar pula. Baca: cara mudah mengajar anak membaca – cara mendidik anak yang malas belajar

3. Jangan Terlalu Sering Melarang atau Menuruti Keinginan Anak

Jangan terlalu sering melarang anak melakukan sesuatu. Anak sedang berkembang dalam tahap pencarian. Ia selalu ingin tahu tentang hal-hal baru yang ia jumpai. Namun terkadang ketakutan orang tua justru dapat menghambat pertumbuhan anak. Jika anak sedikit-sedikit dilarang, ia akan tumbuh menjadi anak yang penakut dan tidak percaya diri. Ketika akan melakukan sesuatu ia akan ingat dengan larangan orang tuanya, walaupun mungkin itu adalah hal yang berbeda. Dan pada akhirnya ia urungkan niatnya tersebut. Jangan terlalu sering melarang bukan berarti menuruti semua kehendak dan keinginan anak. Terlalu menuruti semua kehendak anak justru akan membuatnya menjadi anak yang manja. Ia akan mengandalkan orang tuanya untuk melakukan sesuatu. Ia tidak akan dan malas untuk berusaha sendiri. Sebagai orang tua harus pintar memilih mana yang harus dilarang dan mana yang harus dituruti. Baca: kata kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak – Dampak Buruk Selalu Menuruti Keinginan Anak – Kesalahan dalam Mendidik Anak Balita

4. Jangan “Main Tangan” kepada Anak

Jangan anggap remeh pukulan atau kekerasan fisik yang Anda lakukan pada anak Anda. Dampak psikologis yang dirasakan anak akibat kekerasan sangatlah fatal. Ia dapat menjadi pribadi yang sangat tertutup atau bahkan menjadi pribadi yang keras akibat kekerasan yang sering ia peroleh. Memukul atau “main tangan” bukanlah solusi dalam mendidik anak. Ketika anak Anda berbuat salah, sebisa mungkin berilah ia pengertian dengan cara baik. Jika memang diperlukan hukuman, maka pilihlah hukuman yang non-fisik. Tetapi hukuman yang dapat mengajarkan ia tentang dampak dari kesalahannya. Jangankan memukul anak, efek pada mental anak yang sering dibentak akan merugikan masa depan. Baca :  dampak buruk orang tua bertengkar di depan anak  – dampak buruk sering membandingkan anak dengan anak lain – cara bijak menasehati anak balita

5. Beri Perhatian Lebih kepada Anak

Memberi perhatian lebih kepada anak bukan berarti memanjakan anak. Perhatikan apa yang ia sudah bisa lakukan. Perhatikan apa yang anak rasakan. Dan perhatikan bagaimana perkembangan anak. Ketika anak merasa diperhatikan, ia akan merasakan kasih sayang orang tua. Ia akan mulai merasakan kepedulian orang sekitar kepada dirinya. Langkah ini akan menjadi salah satu langkah efektif sebagai cara mendidik anak agar mandiri. Baca : Dampak Buruk Memanjakan Anak yang Berlebihan

6. Latih Anak Menyelesaikan Permasalahan di Hadapannya

Melatih anak untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri harus dilakukan sedini mungkin, walaupun sejak anak masih balita. Secara tidak langsung, ketika orang tua mengajarkan anak merangkak adalah salah satu contoh pengajaran penyelesaian masalah. Anak dihadapkan pada mainan kesukaannya tetapi tidak dalam jarak yang dapat ia jangkau. Maka anak akan mulai belajar merangkak demi mendapatkan mainannya itu. Ini adalah contoh sederhana dalam mengajarkan anak menyelesaikan permasalahan yang ia hadapi. Latihan seperti ini harus selalu dilakukan anak, bahkan hingga anak itu menginjak usia remaja. Cara mendidik anak agar mandiri ini akan efektif membentuk kemandirian anak hingga dewasa kelak. Baca : pentingnya pendidikan karakter untuk anak – cara mengatasi anak yang agresif – Cara Mengatasi Rasa Takut pada Anak Super Ampuh

7. Ajarkan “Maaf” dan “Terima Kasih” pada Anak

Sejak dini ajarkan anak untuk bisa berkata “maaf” atas kesalahan yang ia perbuat, dan “terima kasih” atas apa yang sudah ia peroleh. Mungkin kedua kata ini tergolong sepele. Tapi membiasakannya pada anak akan mempunyai dampak besar. Dengan berani berkata “maaf” mengajarkan anak untuk dapat jujur dan bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Dan dengan kata “terima kasih” akan mengajarkan anak untuk dapat saling menghargai dan berempati terhadap sesama. Baca: pentingnya sopan santun pada anak – Cara Mudah Mendidik Anak untuk Minta Maaf

Sikap kemandirian sangat penting untuk dimiliki. Orang tua hendaknya tidak hanya memperhatikan perkembangan intelektual anak, tetapi juga perkembangan sosial dan pribadi anak. Buatlah anak cerdas tetapi tetap mempunyai rasa sosial yang tinggi dan kepribadian yang mumpuni. Selain membuat bangga kita para orang tua, juga akan sangat bermanfaat bagi masa depan anak itu sendiri.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 11th, November 2017 / 10:19 Oleh :
Kategori : Parenting
Doctors Talk

Kecanduan game & gadget bisa jadi momok bagi ibu, bahkan bisa membuat anak depresi dan bunuh diri, yuk kenali dan jangan lupa subscribe ya.