Sponsors Link

6 Cara Mencegah Pergaulan Bebas pada Anak Sejak Dini

Sponsors Link

Seiring bertambahnya usia, anak akan semakin besar sehingga pergaulannya pun semakin luas, apalagi saat anak mulai menginjak usia remaja. Pertambahan jumlah teman dan area bermain yang lebih luas, tentu akan mempersulit orang tua dalam mengawasi setia aktivitasnya. Terutama yang lebih mengkhawatirkan adalah jika anak mendapat teman dengan karakter yang kurang baik sehingga dapat membawa anak terjebak pergaulan bebas. Untuk menghadapi masalah ini, orang tua perlu memikirkan cara yang tepat agar anak tidak sampai terlibat hal tersebut.

Pergaulan bebas dapat membuat anak menjadi nakal, suka mengganggu orang lain, tidak mematuhi peraturan, hingga yang terparah melakukan tindak kriminal hingga hubungan di luar nikah. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan dan sebisa mungkin dicegah sebelum anak mengenal pergaulan bebas yang menyesatkan. Nah, sebelum terjadi, cobalah beberapa cara mencegah pergaulan bebas pada anak berikut ini yang bisa dilakukan para orang tua.

1. Tanamkan Pendidikan Agama

Sejak dini bahkan sejak dalam kandungan, anak sudah dapat mempelajari sesuatu, termasuk mengenal ajaran agama. Karena itu, pentingnya pendidikan karakter untuk anak dapat dilakukan sejak anak masih sangat kecil. Dimulai dengan sering memperdengarkan hal yang baik saat anak di dalam kandungan. Lalu seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan sejak anak dilahirkan, perkenalkan ajaran agama secara bertahap, terutama mengenai bagaimana bersikap dan menjaga diri dari keburukan. Anak yang mempunyai dasar agama kuat biasanya akan lebih bisa membatasi diri dari hal-hal yang tidak baik atau tidak pantas untuk dilakukan.

2. Bentuk Komunikasi yang Baik

Bagaimana pun, cara paling tepat untuk mendidik anak dengan mudah adalah dengan membangun komunikasi orang tua dan anak sedekat mungkin. Cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua dapat membuat orang tua lebih mengenal karakter anak. Dengan begitu orang tua dapat menentukan cara bijak menasehati anak balita sehingga anak lebih mudah menerima jika diberi masukan atau saran.

3. Tetapkan Aturan dan Batasan

Seringkali anak menjadi liar dan terlibat pergaulan bebas karena orang tua tidak membatasi anak. Membatasi bukan berarti melarang sepenuhnya, namun bertujuan untuk menjadikan anak mengerti bahwa setiap aktivitas apapun memiliki batasan. Orang tua juga perlu menetapkan aturan seperti tidak keluar rumah saat hari sudah malam dan selalu beritahu orang tua kemana akan pergi. Ada baiknya jika orang tua juga mengenal siapa saja yang menjadi teman anak dan bagaimana karakter teman-temannya tersebut.

4. Kenali Setiap Perubahan pada Anak

Saat anak mengalami sesuatu di luar rumah atau sekolah, biasanya mereka akan memperlihatkan perubahan tingkah laku yang berbeda dari biasanya. Sebagai orang tua, ada baiknya mengenali setiap perubahan tersebut. Bisa jadi anak menghadapi masalah di luar atau mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan. Mungkin juga anak mulai terpengaruh pergaulan bebas sehingga sikapnya menjadi berubah. Jika kita dapat segera memahaminya, maka dampak buruk dari pergaulan bebas dapat dihindari.

5. Bentuk Karakter Positif

Pembentukan karakter pada anak memang sebaiknya dilakukan sejak kecil, karena hal ini akan sangat bermanfaat hingga anak besar, salah satunya dapat memilih pergaulan yang baik. Pentingnya pendidikan anak usia dini akan membuat anak lebih berprinsip, mau mendengarkan orang tua dan mencegah penyebab anak menjadi keras kepala.

6. Mengisi Waktu Luang

Anak yang memiliki banyak waktu luang tentu lebih mudah terlibat pergaulan bebas karena diajak teman. Untuk mencegahnya, anak perlu terlibat dalam berbagai kegiatan positif baik di sekolah maupun di rumah sehingga ia hanya mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Selain itu hal ini juga dapat menjadi cara mengenali karakter anak dan cara itu mengenali bakat anak.

Nah, itulah cara mencegah pergaulan bebas pada anak yang bisa dilakukan orang tua. Perlu juga diterapkan cara mengatasi anak yang sulit bergaul dan cara bijak menyikapi anak remaja yang mulai pacaran sehingga anak lebih mudah menjaga diri.

Sponsors Link
, , , , , ,
Post Date: Tuesday 12th, June 2018 / 06:30 Oleh :
Kategori : Parenting